[PDF] Tatkala Istri Mengabaikan Ranjang Suami
Tatkala Istri
Mengabaikan Ranjang
Suami
Penulis:
Arfandi Al-Kubary
Nor Kandir
Penerbit:
Sama Nulis Publisher
Halaman: 32
Cetakan: Ke-1, 1448 H (2026)
LISENSI
Buku ini diterbitkan dan didistribusikan dengan izin
dari para penulis dan penerbit. Informasi mengenai lisensi dan versi digital
dapat diperoleh melalui:
Belanja Ebook:
https://lynk.id/pustakasyabab
© 2026 Arfandi Al-Kubary, Nor Kandir
Diterbitkan oleh Sama Nulis Publisher — Kubu
Raya, Kalimantan Barat
Hak cipta dilindungi undang-undang.
Dilarang memperbanyak, menerbitkan kembali, atau
mendistribusikan sebagian maupun seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun
tanpa izin dari pemegang hak cipta, kecuali untuk penggunaan yang dibenarkan
oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku
Muqoddimah 💖🌸✨
﷽
Alhamdulillah, segala puji bagi Robb yang telah mensyari’atkan
pernikahan sebagai ikatan yang suci, penuh rohmat, dan ketentraman 💍🌹.
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada
Nabiyulloh Muhammad ﷺ, keluarga, para Shohabat, dan pengikut
beliau hingga Hari Qiyamah 📜✨.
Amma
ba’du:
Tulisan ini berawal dari banyaknya permohonan konsultasi
para suami yang mengeluhkan kondisi rumah tangga mereka 😔💔.
Tidak sedikit dari mereka yang mengeluhkan sikap istri yang sering mengabaikan
panggilan dan ajakan ke ranjang 🛏️⚡.
Sungguh menyedihkan, hubungan yang awalnya dibangun dengan rasa cinta dan janji
suci di hadapan Robb, harus berakhir dengan kekecewaan, perselisihan, bahkan
perceraian yang tragis 🥀💔.
Perkara hubungan intim dalam pernikahan bukanlah hal yang
tabu atau kotor 🙈 melainkan sebuah ibadah
mulia yang diatur dengan sangat terhormat dalam syari’at Islam 🕊️✨.
Melalui buku kecil ini, mari kita menyelami hakikat hubungan suami istri dari
sudut pandang Islam 📚, disertai nasehat
lembut yang menyentuh relung hati seorang istri 🌹, agar ranjang
pernikahan kembali hangat dan menjadi pintu menuju Jannah-Nya 🌌💖.
1.1 Perkara Halal dan Mulia dalam Ikatan Pernikahan
🌸✨
Saudariku, wahai para istri yang dirohmati Robb 🌹,
ketahuilah bahwa pernikahan adalah nikmat yang sangat agung. Di dalamnya, Alloh
menyatukan dua insan untuk saling menentramkan dan berbagi kasih sayang 💑.
Hubungan biologis antara suami dan istri bukanlah sekadar pelampiasan hawa
nafsu belaka, melainkan simbol keharmonisan dan ikatan jiwa yang dihalalkan
oleh Alloh 🕊️.
Alloh berfirman:
﴿وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ
أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً
وَرَحْمَةً﴾
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan
merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Rum: 21)
1.2 Keutamaan dan Manfaat Hubungan Intim Pasangan
Suami Istri 🌺🎁
Duhai istri sholihah 💖, sadarkah engkau bahwa
setiap sentuhan, senyuman, dan pelayananmu di atas ranjang bernilai ganjaran
yang luar biasa di sisi Robb? 🌟
1. Bernilai Ibadah 🤲, yaitu bernilai pahala
melimpah di sisi Alloh.
Rosululloh ﷺ bersabda:
«وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيَأتِي
أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: «أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا
فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ
كَانَ لَهُ أَجْرٌ»
“Dan pada kemaluan salah seorang dari kalian ada sedekah.” Shohabat bertanya: “Wahai Rosululloh, apakah
salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapat pahala?” Beliau bersabda: “Bagaimana pendapat kalian
jika ia letakkan pada yang harom,
bukankah ia berdosa? Maka demikian pula jika ia letakkan pada yang halal, ia
mendapat pahala.” (HR. Muslim no. 1006)
2. Menjaga Kesucian Diri dan Pandangan Suami 🛡️👀.
Pelayananmu adalah benteng terkuat bagi suamimu agar pandangannya tidak tergiur
oleh maksiat di luar rumah.
3. Ketenangan Jiwa (Sakan) dan Penguat Ikatan Cinta 💖, yaitu melunakkan hati yang
keras dan meleburkan kepenatan hidup.
2.1 Fitrah Kebutuhan Suami terhadap Hubungan Intim ⚖️🔥
Duhai Saudariku 🌹, fahamilah bahwa Alloh
menciptakan lelaki dengan kelemahan mendasar pada pandangan dan syahwatnya 🔥.
Bagi seorang suami, hubungan intim bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan
pokok dan hak wajib yang harus dipenuhi oleh istrinya. Menahannya tanpa uzur
syar’i adalah perkara yang sangat berbahaya dan termasuk dosa besar ⚠️.
Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ
غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا المَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ»
“Jika seorang suami mengajak istrinya ke ranjangnya lalu
istri menolak hingga suami marah kepadanya, maka Malaikat melaknat istri
tersebut hingga pagi.” (HR. Al-Bukhori no. 3237 dan Muslim no. 1436).
Begitu besarnya hak suami dalam Islam, hingga Rosululloh ﷺ
menegaskan dalam sabda beliau:
«لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ المَرْأَةَ
أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا»
“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang sujud kepada
orang lain, niscaya aku perintahkan istri sujud kepada suaminya.” (HR.
At-Tirmidzi no. 1159).
2.2 Keutamaan Melayani Suami: Jalan Lapang Menuju
Jannah 👑✨
Wahai Muminah yang mendambakan Jannah 🌸,
tahukah engkau betapa indahnya ganjaran bagi istri yang taat dan menyenangkan
hati suaminya? 💖
1. Kunci Utama Membuka Pintu Jannah 🚪, yaitu jaminan masuk dari
pintu mana saja yang diinginkan:
Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ
فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ
الْجَنَّةِ شِئْتِ»
“Jika seorang wanita Sholat lima waktu, Puasa Ramadhonnya,
menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, dikatakan kepadanya: Masuklah
Jannah dari pintu mana saja yang engkau mau.” (HSR. Ahmad no. 1661).
2. Ciri Wanita Terbaik dan Penghias Rumah Tangga 💐.
Rosululloh ﷺ ditanya:
قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ: أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ؟
قَالَ: «الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلَا تُخَالِفُهُ
فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ»
Ditanyakan kepada Rosululloh ﷺ: “Wanita yang
bagaimana yang paling baik?” Beliau menjawab: “Yang menyenangkan suami jika
dipandang, taat jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami dengan apa yang
dibencinya pada hal dirinya dan hartanya.” (HSR. An-Nasa’i no. 3231).
3.1 Dosa Besar dan Ancaman Laknat Malaikat 🌩️💔
Duhai Istri sholihah 🌹, ketika lelah menyapa
atau kejenuhan melanda, ingatlah baik-baik peringatan ini ⚠️.
Jangan sampai emosi sekejap mengundang murka Robb yang Maha Kuasa 🌩️.
1. Dilaknat Malaikat Hingga Pagi Hari 🌙:
Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ
غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا المَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ»
“Jika seorang suami mengajak istrinya ke ranjangnya lalu ia
menolak hingga suaminya marah kepadanya, maka Malaikat melaknat istri tersebut
sampai pagi.” (HR. Al-Bukhori no. 3237 dan Muslim no. 1436).
Dalam lafazh Muslim dipaparkan:
«إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ، هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا، لَعَنَتْهَا
الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ»
“Jika seorang istri bermalam menjauhi ranjang suaminya, maka
Malaikat melaknatnya hingga pagi.”
2. Sholatnya Tidak Terangkat dan Alloh Murka 😔:
Rosululloh ﷺ bersabda:
«اثْنَانِ لَا تُجَاوِزُ صَلَاتُهُمَا رُءُوسَهُمَا: عَبْدٌ آبِقٌ مِنْ
مَوَالِيهِ حَتَّى يَرْجِعَ، وَامْرَأَةٌ عَصَتْ زَوْجَهَا حَتَّى تَرْجِعَ»
“Dua golongan yang Sholatnya tidak melewati kepalanya:
seorang budak yang kabur dari tuannya hingga ia kembali, dan seorang istri yang
bermaksiat kepada suaminya hingga ia kembali taat.” (HSR. Al-Hakim no. 7330 dan At-Thobroni
no. 136).
Beliau ﷺ juga bersabda:
«وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا تُؤَدِّي
الْمَرْأَةُ حَقَّ رَبِّهَا حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا»
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang
wanita tidak akan bisa menunaikan hak Robbnya hingga ia menunaikan hak
suaminya.” (HSR. Ibnu
Majah no. 1853).
3. Suami Adalah Penentu Jannah atau Naar Istri 🌌🔥:
Rosululloh ﷺ bersabda kepada seorang Shohabiyyah:
«أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟» قَالَتْ: نَعَمْ، قَالَ: «كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟»
قَالَتْ: مَا آلُوهُ إِلَّا مَا عَجَزْتُ عَنْهُ، قَالَ: «فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ
مِنْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ»
“Apakah engkau punya suami?” Wanita itu menjawab: “Ya.” Beliau bersabda: “Bagaimana sikapmu terhadapnya?” Wanita itu berkata: “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali yang tidak mampu aku
lakukan.” Beliau
bersabda: “Perhatikanlah di mana kedudukanmu terhadap suamimu, karena suamimu
adalah Jannahmu dan Naarmu.” (HHR.
Ahmad no. 19003).
3.2 Memahami Uzur Syar’i yang Dibenarkan Agama 🌸⚖️
Ancaman keras di atas berlaku apabila penolakan dilakukan
tanpa uzur syar’i ⚠️. Berkata Imam An-Nawawi (676
H) rohimahulloh dalam Syarh Shohih Muslim:
“Hadits ini menunjukkan haramnya bagi istri menolak ajakan
suami ke ranjang tanpa uzur syar’i.”
Para ulama menjelaskan bahwa uzur syar’i yang membolehkan
istri menolak ajakan suami adalah:
- Haid dan Nifas (karena harom secara syari’at).
- Sakit berat yang jika dipaksakan akan menambah
parah atau menimbulkan mudhorot.
- Sedang menjalankan Puasa wajib (seperti Ramadhon,
qodho, atau kaffaroh).
- Kondisi fisik yang amat sangat lelah luar biasa
yang memudhorotkan kesehatan.
Adapun alasan lelah biasa, sekadar malas, rasa jenuh, atau
sedang mogok karena marah, maka ini sungguh bukan uzur syar’i yang menggugurkan
kewajiban 🛑.
4.1 Kerusakan Rumah Tangga Akibat Pengabaian 🥀⚡
Tatkala istri berulang kali mengabaikan panggilannya di atas
ranjang, dampaknya sangat mematikan bagi ikatan pernikahan 💔:
1. Suami Terjerumus Maksiat 🙈: Pandangan suami
menjadi tidak terjaga, terjerumus dalam zina mata atau dosa yang lebih berat di
luar rumah.
2. Hilangnya Mawaddah wa Rohmah ❄️:
Suasana rumah tangga menjadi dingin, hampa, dan dipenuhi percekcokan.
3. Suami Merasa Terluka Wibawanya 😔:
Kepemimpinan (qowwamah) suami terlukai dan merasa tidak dihargai.
4. Pintu Utama Perceraian 💔: Menjadi pemicu utama
keretakan hingga ikatan suci terputus.
Alloh berfirman:
﴿وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ
بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ﴾
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan
kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu
tingkatan kelebihan daripada istrinya.” (QS. Al-Baqoroh: 228).
4.2 Solusi Harmonis Menurut Bimbingan Syari’at 🌿💖
Islam tidak hanya melarang, tetapi memberikan panduan indah
agar rumah tangga kembali hangat dan bertabur bimbingan Rabbani 🌸:
1. Bagi Istri 🌺: Luruskan niat bahwa
melayani suami adalah ibadah agung pencari ridho Alloh. Berhiaslah, pakai
wewangian terbaik, dan sambutlah ajakan suami dengan senyuman manis 💄✨.
2. Bagi Suami 💖: Berlaku lembutlah,
jangan kasar atau bersikap tergesa-gesa. Penuhilah adab jimak dengan muqoddimah
(pendahuluan) berupa ciuman dan kata-kata mesra.
Sebagian
ulama berpandangan ditekankan foreplay merujuk Hadits lemah ini:
«لَا يَقَعَنَّ أَحَدُكُمْ عَلَى امْرَأَتِهِ كَمَا
تَقَعُ الْبَهِيمَةُ، وَلْيَكُنْ بَيْنَهُمَا رَسُولٌ». قِيلَ: وَمَا الرَّسُولُ؟
قَالَ: «الْقُبْلَةُ وَالْكَلَامُ»
“Janganlah salah seorang kalian mendatangi istrinya seperti
binatang, hendaklah di antara keduanya ada utusan. Ditanya: Apa utusan itu?
Beliau bersabda: Ciuman dan ucapan manis.” (HR. Ad-Dailami, Ad-Dhoifah no. 6075).
3. Komunikasi Terbuka dengan Adab 🗣️:
Bicarakan tingkat kelelahan dan rasa saling memahami uzur syar’i secara lembut.
4. Tahapan Menghadapi Nusyuz 📜: Jika istri terus
membangkang tanpa uzur syar’i, Al-Qur’an mengajarkan tahapan mulia: nasehat
lembut, pisah ranjang, hingga mediasi dua hakam dari keluarga.
Alloh berfirman:
﴿وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ
وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ﴾
“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka
nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur.” (QS. An-Nisa: 34).
5. Perbanyak Doa dan Puasa Sunnah bagi Suami 🤲:
Untuk meredam syahwat apabila pasangan sedang berhalangan.
6. Poligami Syar’i ⚖️: Sebagai jalan keluar yang
dihalalkan Alloh bagi yang mampu dan sanggup berbuat adil.
Alloh berfirman:
﴿فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ
النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا
فَوَاحِدَةً﴾
“Maka nikahilah wanita-wanita yang kamu senangi: dua, tiga,
atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka
nikahilah seorang saja.” (QS. An-Nisa: 3).
Penutup 🌹✨
Wahai Saudariku, wahai para istri Muminah 💖...
Pernikahan adalah perjalanan singkat menuju peristirahatan
abadi di Jannah 🌌. Jangan biarkan ego,
kelelahan sesaat, atau bisikan syaithon merusak bangunan suci yang telah engkau
bina bersama suamimu 🏰.
Jadikanlah ranjangmu sebagai taman-taman Jannah di bumi,
tempat di mana suamimu menemukan kedamaian, ketentraman, dan senyuman terbaikmu
🌸.
Bukankah senyuman dan keridhoan suamimu adalah garansi keselamatanmu di Hari
Qiyamah kelak? 🌟
Semoga Alloh senantiasa menganugerahkan keharmonisan, melembutkan hati para istri, menjadikan rumah tangga kita bertabur sakinah, mawaddah, wa rohmah, serta mengumpulkan kita semua di Jannah-Nya yang abadi 🤲💖. Amin Yaa Robbal ‘Alamin ✨.
