Cari Ebook

Mempersiapkan...

[PDF] Tarjamah Kitabut Tauhid - Edisi 2 - Shohih Al-Bukhori | PDF - WORD

 

Pengantar Pentarjamah

Tarjamah ini merupakan salah satu proyek mentarjamah komplit Shohih Al-Bukhori. Proyek ini tidak urut dalam tarjamah per Kitab, tetapi menyesuaikan kebutuhan.

Kami sudah mendengarkan Kitab Tauhid ini dari Shohih Bukhori secara lengkap beserta syarahnya bersama Syaikhuna Prof. Dr. Asyrof Al-Kinani.

Edisi ke-2 ini tidak ada koreksi baru kecuali tampilan saja. Pada edisi ke-1, menyertakan dua versi (bersanad dan tanpa sanad). Silahkan download di sini: Edisi 1 Bersanad Word dan Edisi 1 Bersanad PDF. Adapun edisi ke-2 ini, hanya tersedia tarjamah tanpa sanad.

“Ya Alloh, terimalah ini dari kami.”

Nor Kandir

Bab Ajakan Rosululloh kepada Ummatnya untuk Mengesakan Alloh Tabaroka wa Ta’ala

7371. Dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma: “Rosululloh mengutus Mu’adz ke Yaman.”

7372. Ibnu Abbas berkata: Ketika Rosululloh mengutus Mu’adz bin Jabal ke penduduk Yaman, beliau bersabda kepadanya:

«إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الكِتَابِ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى، فَإِذَا عَرَفُوا ذَلِكَ، فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ، فَإِذَا صَلَّوْا، فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً فِي أَمْوَالِهِمْ، تُؤْخَذُ مِنْ غَنِيِّهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فَقِيرِهِمْ، فَإِذَا أَقَرُّوا بِذَلِكَ فَخُذْ مِنْهُمْ، وَتَوَقَّ كَرَائِمَ أَمْوَالِ النَّاسِ»

“Sungguh engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka jadikanlah yang pertama kali engkau ajak mereka adalah agar mereka mengesakan Alloh Ta’ala. Apabila mereka telah memahami hal itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Alloh telah mewajibkan atas mereka lima Sholat dalam sehari semalam mereka. Apabila mereka telah Sholat, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Alloh mewajibkan atas mereka Zakat pada harta mereka, yang diambil dari orang kaya mereka dan dikembalikan kepada orang fakir mereka. Apabila mereka telah menyetujui hal itu, maka ambillah dari mereka, dan hindarilah mengambil harta terbaik milik orang lain (sebagai Zakat).”

7373. Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«يَا مُعَاذُ أَتَدْرِي مَا حَقُّ اللَّهِ عَلَى العِبَادِ؟»، قَالَ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلاَ يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، أَتَدْرِي مَا حَقُّهُمْ عَلَيْهِ؟»، قَالَ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «أَنْ لاَ يُعَذِّبَهُمْ»

“Wahai Mu’adz, apakah engkau tahu apa hak Alloh atas hamba-hamba-Nya?” Mu’adz menjawab: “Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Yaitu mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Apakah engkau tahu apa hak mereka atas-Nya?” Mu’adz menjawab: “Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Bahwa Dia tidak akan mengadzab mereka.”

7374. Dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwasanya seseorang mendengar seseorang membaca surat Al-Ikhlas dan mengulang-ulanginya. Ketika pagi tiba, ia datang kepada Rosululloh lalu menceritakan hal itu kepada beliau, dan seolah-olah orang itu menganggap remeh (bacaan) tersebut. Maka Rosululloh bersabda:

«وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ القُرْآنِ»

“Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sungguh ia setara dengan sepertiga Al-Qur’an.”

Ismail bin Ja’far menambahkan, dari Malik, dari Abdurrohman, dari ayahnya, dari Abu Sa’id, saudaraku (seibu) Qotadah bin An-Nu’man menceritakan kepadaku dari Rosululloh .

7375. Dari Aisyah: Rosululloh mengutus seseorang memimpin sariyyah (pasukan kecil, kurang dari 400 orang), dan orang itu membaca untuk para Shohabatnya dalam Sholat mereka dan mengakhirinya dengan surat Al-Ikhlas. Ketika mereka kembali, mereka menceritakan hal itu kepada Rosululloh , lalu beliau bersabda:

«سَلُوهُ لِأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ؟»، فَسَأَلُوهُ، فَقَالَ: لِأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا، فَقَالَ النَّبِيُّ : «أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّهُ»

“Tanyalah kepadanya mengapa ia melakukan itu?” Lalu mereka bertanya kepadanya, dan ia menjawab: Karena ia adalah sifat Ar-Rohman (Yang Maha Pengasih), dan aku suka membacanya. Maka Rosululloh bersabda: “Beritahukanlah kepadanya bahwa Alloh mencintainya.” [Muslim: 813]

Bab Firman Alloh Tabaroka wa Ta’ala: “Katakanlah (Muhammad), ‘Serulah Alloh atau serulah Ar-Rohman. Dengan nama yang mana saja kamu menyeru, Dia mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik)’” [Al-Isro’: 110]

7376. Dari Jarir bin Abdillah, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«لاَ يَرْحَمُ اللَّهُ مَنْ لاَ يَرْحَمُ النَّاسَ»

“Alloh tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi manusia.”

7377. Dari Usamah bin Zaid, ia berkata: Kami pernah bersama Rosululloh ketika datang kepadanya utusan dari salah satu putrinya, memanggil beliau karena cucunya sedang dalam keadaan sekarat. Maka Rosululloh bersabda:

«ارْجِعْ إِلَيْهَا فَأَخْبِرْهَا أَنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى، فَمُرْهَا فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ»

“Kembalilah kepadanya dan beritahukanlah bahwa milik Alloh-lah apa yang Dia ambil dan milik-Nya pula apa yang Dia berikan, dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki batas waktu yang telah ditentukan. Maka perintahkanlah dia agar bersabar dan mengharap pahala (dari Alloh).” Lalu utusan itu kembali (untuk kedua kalinya) (mengatakan) bahwa putrinya telah bersumpah (agar Rosululloh ) datang kepadanya. Maka Rosululloh berdiri, dan bersama beliau berdiri Sa’ad bin Ubadah dan Mu’adz bin Jabal. Kemudian bayi itu diserahkan kepada beliau dalam keadaan nafasnya bergejolak seperti suara air dalam wadah kulit (yang kosong). Lalu kedua mata beliau berlinang air mata. Sa’ad bertanya kepada beliau: Wahai Rosululloh, apa ini? Beliau bersabda:

«هَذِهِ رَحْمَةٌ جَعَلَهَا اللَّهُ فِي قُلُوبِ عِبَادِهِ، وَإِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ»

“Ini adalah rohmah (kasih sayang) yang Alloh jadikan dalam hati hamba-hamba-Nya, dan sungguh Alloh hanya menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Sungguh Alloh, Dialah Maha Pemberi Rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” [Adz-Dzariyat: 58]

7378. Dari Abu Musa Al-Asy’ari, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«مَا أَحَدٌ أَصْبَرُ عَلَى أَذًى سَمِعَهُ مِنَ اللَّهِ، يَدَّعُونَ لَهُ الوَلَدَ، ثُمَّ يُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ»

“Tidak ada seorang pun yang lebih sabar atas gangguan yang ia dengar daripada Alloh, mereka menganggap Dia mempunyai anak, kemudian Dia tetap memberi kesehatan dan rezeki kepada mereka.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Hanya Dia yang Mengetahui yang ghoib, Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghoib itu,” [Al-Jin: 26]

7379. Dari Ibnu Umar Rodhiyallohu ‘Anhuma, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«مَفَاتِيحُ الغَيْبِ خَمْسٌ، لاَ يَعْلَمُهَا إِلَّا اللَّهُ: لاَ يَعْلَمُ مَا تَغِيضُ الأَرْحَامُ إِلَّا اللَّهُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ إِلَّا اللَّهُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَتَى يَأْتِي المَطَرُ أَحَدٌ إِلَّا اللَّهُ، وَلاَ تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِلَّا اللَّهُ، وَلاَ يَعْلَمُ مَتَى تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا اللَّهُ»

“Kunci-kunci ghoib ada lima, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Alloh: Tidak ada yang mengetahui apa yang dikurangi dalam rahim kecuali Alloh, dan tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi besok kecuali Alloh, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan hujan akan datang kecuali Alloh, dan tidak ada jiwa yang mengetahui di bumi mana ia akan meninggal kecuali Alloh, dan tidak ada yang mengetahui kapan Kiamat akan terjadi kecuali Alloh.

7380. Dari Aisyah Rodhiyallohu ‘Anha, ia berkata: “Siapa yang memberitahumu bahwa Muhammad melihat Robb-Nya (pada peristiwa isro), maka ia telah berdusta, karena Alloh berfirman: {Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata} [Al-An’am: 103], dan siapa yang memberitahumu bahwa beliau mengetahui yang ghoib, maka ia telah berdusta, karena Alloh berfirman: Tidak ada yang mengetahui yang ghoib kecuali Alloh. [Al-Ankabut]”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “As-Salam (Yang Maha Sejahtera), Al-Mu’min (Yang Maha Memberi Keamanan).” [Al-Hasyr: 23]

7381. Abdulloh bin Mas’ud berkata: Kami pernah Sholat di belakang Rosululloh lalu kami mengucapkan: As-Salamu ‘Alalloh (Semoga keselamatan atas Alloh). Maka Rosululloh bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلاَمُ، وَلَكِنْ قُولُوا: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ»

“Sungguh Alloh adalah As-Salam, tetapi katakanlah: At-Tahiyyatulillahi was-Sholawatu wat-Thoyyibat. As-Salamu ‘Alaika Ayyuhan Nabiyyu wa Rohmatullohi wa Barokatuh. As-Salamu ‘Alaina wa ‘Ala ‘Ibadillahis-Sholihin. Asyhadu An Laa Ilaha Illalloh wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘Abduhu wa Rosuluh (Segala penghormatan hanya milik Alloh, juga segala Sholat dan kebaikan. Semoga keselamatan tercurah atasmu wahai Rosululloh, beserta rohmat Alloh dan keberkahan-Nya. Semoga keselamatan tercurah atas kami dan atas hamba-hamba Alloh yang sholih. Aku bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Alloh, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rosul-Nya).”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Raja manusia.” [An-Naas: 2]

7382. Dari Abu Huroiroh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«يَقْبِضُ اللَّهُ الأَرْضَ يَوْمَ القِيَامَةِ، وَيَطْوِي السَّمَاءَ بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا المَلِكُ أَيْنَ مُلُوكُ الأَرْضِ»

“Alloh akan menggenggam bumi pada Hari Kiamat, dan melipat langit dengan Tangan Kanan-Nya, kemudian Dia berfirman: Akulah Raja, di manakah raja-raja bumi?”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” [Ibrohim: 4]

7383. Dari Ibnu Abbas: Rosululloh biasa berdoa:

«أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ، الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، الَّذِي لاَ يَمُوتُ، وَالجِنُّ وَالإِنْسُ يَمُوتُونَ»

“Aku berlindung dengan Keperkasaan-Mu, Yang tiada ilah (sesembahan) yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Tidak Mati, sedangkan jin dan manusia mati.” [Muslim: 2717]

7384. Dari Anas, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«لاَ يَزَالُ يُلْقَى فِيهَا وَتَقُولُ: هَلْ مِنْ مَزِيدٍ، حَتَّى يَضَعَ فِيهَا رَبُّ العَالَمِينَ قَدَمَهُ، فَيَنْزَوِي بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ، ثُمَّ تَقُولُ: قَدْ، قَدْ، بِعِزَّتِكَ وَكَرَمِكَ، وَلاَ تَزَالُ الجَنَّةُ تَفْضُلُ، حَتَّى يُنْشِئَ اللَّهُ لَهَا خَلْقًا، فَيُسْكِنَهُمْ فَضْلَ الجَنَّةِ»

“Neraka akan terus diisi dan ia berkata: ‘Apakah masih ada tambahan?’ Hingga Robb semesta alam meletakkan Kaki-Nya ke dalamnya, lalu sebagiannya menyusut ke sebagian yang lain, kemudian ia berkata: ‘Cukup, cukup, demi Keperkasaan-Mu dan Kemuliaan-Mu.’ Dan Surga akan terus memiliki kelebihan (lokasi kosong penghuni), hingga Alloh menciptakan makhluk baru untuknya, lalu Dia menempatkan mereka di bagian Surga yang berlebih tersebut.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar.” [Al-An’am: 73]

7385. Dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma, ia berkata: Rosululloh biasa berdoa di malam hari:

«اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، قَوْلُكَ الحَقُّ، وَوَعْدُكَ الحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَأَسْرَرْتُ وَأَعْلَنْتُ، أَنْتَ إِلَهِي لاَ إِلَهَ لِي غَيْرُكَ»

“Ya Alloh, bagi-Mu segala puji, Engkau adalah Robb langit dan bumi. Bagi-Mu segala puji, Engkau adalah pengurus langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau adalah cahaya langit dan bumi. Firman-Mu adalah benar, janji-Mu adalah benar, perjumpaan dengan-Mu adalah benar, Surga adalah benar, Neraka adalah benar, dan Hari Kiamat adalah benar. Ya Alloh, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku bertaubat, dengan (nama)-Mu aku berdebat, dan kepada-Mu aku mengadukan. Maka ampunilah bagiku apa yang telah aku lakukan dan apa yang aku tunda, apa yang aku rahasiakan dan apa yang aku tampakkan. Engkau adalah ilahku, tiada ilah bagiku selain Engkau.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Alloh Maha Mendengar, Maha Melihat” [An-Nisa’: 134]

7386. Dari Abu Musa, ia berkata: Kami pernah bersama Rosululloh dalam suatu perjalanan. Apabila kami mendaki, kami bertakbir (dengan suara keras). Lalu beliau bersabda:

«ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا، تَدْعُونَ سَمِيعًا بَصِيرًا قَرِيبًا»

“Sayangilah diri kalian, sungguh kalian tidaklah menyeru Dzat yang tuli dan tidak pula Dzat yang jauh. Kalian menyeru Dzat Yang Maha Mendengar, Maha Melihat, lagi Maha Dekat.” Kemudian beliau menghampiriku saat aku mengucapkan dalam hatiku: Laa hawla wa laa quwwata illa billah (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh). Lalu beliau bersabda kepadaku:

«يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ، قُلْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الجَنَّةِ، - أَوْ قَالَ: أَلاَ أَدُلُّكَ بِهِ -»

“Wahai Abdulloh bin Qois, ucapkanlah Laa hawla wa laa quwwata illa billah, karena ia adalah salah satu dari perbendaharaan Surga – atau beliau bersabda: maukah aku tunjukkan kepadamu dengannya –.”

7387. Abu Bakr Ash-Shiddiq Rodhiyallohu ‘Anhu berkata kepada Rosululloh : “Wahai Rosululloh, ajari aku sebuah doa yang aku baca dalam Sholatku.” Beliau bersabda:

«قُلِ: اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مِنْ عِنْدِكَ مَغْفِرَةً إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ»

“Ucapkanlah: Allohumma inni zholamtu nafsi zhulman katsiron, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfir lii min ‘indika maghfirotan innaka antal ghofuurur rohiim (Ya Alloh, sungguh aku telah menzholimi diriku dengan kezholiman yang banyak, dan tiada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dari sisi-Mu dengan ampunan, sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).” [Muslim: 2705]

7389. Aisyah Rodhiyallohu ‘Anha berkata: Rosululloh bersabda:

«إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ نَادَانِي قَالَ: إِنَّ اللَّهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ وَمَا رَدُّوا عَلَيْكَ»

“Sungguh Jibril ‘Alaihis Salam memanggilku, ia berkata: ‘Sungguh Alloh telah mendengar perkataan kaummu dan apa yang mereka balas kepadamu.’”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Yang Berkuasa’” [Al-An’am: 65]

7390. Jabir bin Abdillah As-Sulami berkata: Rosululloh mengajari para Shohabatnya istikhoroh dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajari mereka satu suroh dari Al-Qur’an, beliau bersabda:

«إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الفَرِيضَةِ، ثُمَّ لِيَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوبِ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ - ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ - خَيْرًا لِي فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - قَالَ: أَوْ فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ»

“Apabila salah seorang di antara kalian berkeinginan melakukan sesuatu, maka hendaklah ia Sholat dua roka’at selain Sholat Fardhu, kemudian hendaklah ia mengucapkan: Allohumma inni astakhiruka bi’ilmika wa astaqdiruka bi qudrotika, wa as’aluka min fadhlika fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allamul ghuyuub. Allohumma fa in kuntu ta’lamu hadzal amro – lalu engkau sebutkan nama urusan tersebut secara spesifik – khoiron li fi ‘ajili amri wa ajilihi – atau ia berkata: atau dalam agamaku, penghidupanku, dan akibat urusanku – faqdhurhu li wa yassirhu li, tsumma baarik li fihi. Alloohumma wa in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii – atau ia berkata: dalam urusan duniaku dan Akhiratku – fashrifnii ‘anhu, waqdhur liyar khoiro haitsu kaana tsumma rodhdhinii bih (Ya Alloh, sungguh aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon karunia-Mu yang agung, karena sungguh Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berdaya, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghoib. Ya Alloh, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini – lalu sebutkan urusan tersebut – adalah baik bagiku dalam urusan duniaku dan Akhiratku – atau ia berkata: dalam agamaku, penghidupanku, dan akibat urusanku – maka takdirkanlah ia bagiku dan mudahkanlah ia bagiku, kemudian berikanlah berkah kepadaku di dalamnya. Ya Alloh, jika Engkau mengetahui bahwa ia adalah buruk bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan akibat urusanku – atau ia berkata: dalam urusan duniaku dan Akhiratku – maka palingkanlah ia dariku, dan takdirkanlah kebaikan bagiku di mana pun ia berada, kemudian jadikanlah aku ridho dengannya).”

Bab Yang Membolak-balikkan Hati

7391. Dari Abdulloh bin Umar, ia berkata: Kebanyakan sumpah Rosululloh adalah:

«لاَ وَمُقَلِّبِ القُلُوبِ»

“Tidak, demi Dzat yang membolak-balikkan hati.”

Bab Alloh Memiliki 99 Nama, 100 Kurang Satu

7392. Dari Abu Huroiroh: Rosululloh bersabda:

«إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا، مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الجَنَّةَ»

“Sungguh Alloh memiliki 99 nama, 100 kurang 1, siapa yang menghafalnya niscaya ia masuk Surga.”

Bab Memohon dengan Nama-nama Alloh Ta’ala dan Berlindung Dengannya

7393. Dari Abu Huroiroh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ فِرَاشَهُ فَلْيَنْفُضْهُ بِصَنِفَةِ ثَوْبِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ، وَلْيَقُلْ: بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَاغْفِرْ لَهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ»

“Apabila salah seorang di antara kalian mendatangi tempat tidurnya, hendaklah ia mengibaskannya dengan ujung kainnya sebanyak tiga kali, dan hendaklah ia mengucapkan: bismika robbii wadha’tu janbii, wa bika arfa’uh, in amsakta nafsii faghfir lahaa, wa in arsaltahaa fahfazh-haa bimaa tahfa-zhu bihii ‘ibaadakas-shoolihiin (Dengan nama-Mu, ya Robbku, aku meletakkan lambungku [badanku], dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan jiwaku (mematikannya), maka ampunilah ia, dan jika Engkau melepaskannya (menghidupkannya), maka jagalah ia seperti Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang sholih).”

7394. Dari Hudzaifah, ia berkata: Rosululloh apabila pergi ke tempat tidurnya, beliau mengucapkan:

«اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوتُ»، وَإِذَا أَصْبَحَ قَالَ: «الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ»

Allohumma bismika ahya wa amut (Ya Alloh, dengan nama-Mu aku hidup dan aku mati).” Dan apabila pagi tiba, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzi ah-yaanaa ba’da maa amaatanaa, wa ilaihin nusyuur (Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan [membangunkan] kami setelah mematikan [menidurkan] kami, dan kepada-Nyalah tempat kembali).”

7395. Dari Abu Dzarr, ia berkata: Rosululloh apabila berbaring di malam hari, beliau mengucapkan:

«بِاسْمِكَ نَمُوتُ وَنَحْيَا»، فَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ: «الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ»

“Bismika namuutu wa nahyaa (Dengan nama-Mu kami mati [tidur] dan kami hidup [bangun]).” Dan apabila terbangun, beliau mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa, wa ilaihin nusyuur (Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nyalah tempat kembali).”

7396. Dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ، فَقَالَ: بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا»

“Seandainya salah seorang di antara kalian ketika ingin menyetubuhi istrinya mengucapkan: Bismillahi, Allohumma jannibnasy-syaithoona wa jannibisy-syaithoona ma rozaqtanaa (Dengan nama Alloh, ya Alloh jauhkanlah kami dari syaithon dan jauhkanlah syaithon dari apa yang Engkau rezekikan kepada kami [anak]), maka jika ditakdirkan anak dalam dalam hubungan itu, syaithon tidak akan pernah membahayakannya.”

7397. Dari Adi bin Hatim, ia berkata: Aku bertanya kepada Rosululloh , aku berkata: Aku melepaskan anjing-anjing yang sudah terlatih? Beliau bersabda:

«إِذَا أَرْسَلْتَ كِلاَبَكَ المُعَلَّمَةَ، وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ، فَأَمْسَكْنَ فَكُلْ، وَإِذَا رَمَيْتَ بِالْمِعْرَاضِ فَخَزَقَ فَكُلْ»

“Apabila engkau melepaskan anjing-anjing yang sudah terlatih, dan engkau menyebut nama Alloh [bismillah], lalu mereka menangkap (buruan), maka makanlah. Dan apabila engkau melempar dengan tombak (dengan membaca bismillah) lalu menembus (buruan), maka makanlah.”

7398. Dari Aisyah, ia berkata: Mereka (para Shohabat) bertanya: Wahai Rosululloh, di sini ada kaum yang baru saja meninggalkan kemusyrikan, mereka datang kepada kami dengan membawa daging yang kami tidak tahu apakah mereka menyebut nama Alloh padanya atau tidak. Beliau bersabda:

«اذْكُرُوا أَنْتُمُ اسْمَ اللَّهِ، وَكُلُوا»

“Sebutlah nama Alloh sendiri, dan makanlah.”

7399. Dari Anas, ia berkata: “Rosululloh berqurban dengan dua ekor domba jantan, beliau membaca nama Alloh [bismillah] dan bertakbir [Allahu akbar].”

7400. Dari Jundab, bahwasanya ia menyaksikan Rosululloh pada Hari Nahr (Idul Adha) Sholat, kemudian berkhutbah lalu bersabda:

«مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيَذْبَحْ مَكَانَهَا أُخْرَى، وَمَنْ لَمْ يَذْبَحْ فَلْيَذْبَحْ بِاسْمِ اللَّهِ»

“Siapa yang menyembelih sebelum Sholat, maka hendaklah ia menyembelih yang lain sebagai gantinya. Dan siapa yang belum menyembelih, maka hendaklah ia menyembelih dengan nama Alloh [bismillah].”

7401. Dari Ibnu Umar Rodhiyallohu ‘Anhuma, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«لاَ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ، وَمَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ»

“Janganlah kalian bersumpah dengan nama ayah-ayah kalian, dan siapa yang bersumpah, hendaklah ia bersumpah dengan (nama) Alloh.”

Bab Tentang Dzat, Sifat, dan Nama-nama Alloh

7402. Abu Huroiroh berkata: “Rosululloh mengutus sepuluh orang,” di antara mereka adalah Khubaib Al-Anshori. Maka Ubaidulloh bin Iyyadh memberitahuku, bahwasanya putri Al-Harits memberitahunya, bahwa ketika mereka berkumpul, Khubaib meminjam pisau cukur darinya untuk mencukur rambut kemaluan. Ketika mereka keluar dari tanah harom untuk membunuhnya, Khubaib Al-Anshori berkata: (syair bahar thowil) “Aku tidak peduli ketika aku dibunuh dalam keadaan Muslim... Di sisi mana pun tempat kematianku demi Alloh. Dan itu demi Dzat Ilah, dan jika Dia menghendaki... Dia akan memberkahi anggota tubuh yang tercerai berai.” Lalu Ibnu Al-Harits membunuhnya. Rosululloh memberitahukan kepada para Shohabatnya kabar tentang mereka pada hari mereka tertimpa musibah.

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Alloh memperingatkan kamu akan Dzat-Nya.” [Ali Imron: 28]

7403. Dari Abdulloh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنَ اللَّهِ، مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ حَرَّمَ الفَوَاحِشَ، وَمَا أَحَدٌ أَحَبَّ إِلَيْهِ المَدْحُ مِنَ اللَّهِ»

“Tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Alloh, karena itulah Dia mengharomkan perbuatan keji. Dan tidak ada seorang pun yang lebih mencintai pujian daripada Alloh.”

7404. Dari Abu Huroiroh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابِهِ وَهُوَ يَكْتُبُ عَلَى نَفْسِهِ وَهُوَ وَضْعٌ عِنْدَهُ عَلَى العَرْشِ إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي»

“Ketika Alloh menciptakan makhluk, Dia menulis dalam Kitab-Nya – dan Dia menulis atas Diri-Nya sendiri, dan Kitab itu diletakkan di sisi-Nya di atas ‘Arsy –: ‘Sungguh rohmat-Ku mengalahkan murka-Ku.’”

7405. Dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘Anhu, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً»

“Alloh Ta’ala berfirman: ‘Aku berada pada persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku bersamanya apabila ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, Aku mengingatnya dalam Diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam suatu perkumpulan, Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari kecil.’” [Muslim: 2675]

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Wajah-Nya.” [Al-Qoshosh: 88]

7406. Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Ketika ayat ini turun:

﴿قُلْ هُوَ القَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ﴾ [الأنعام: 65]، قَالَ النَّبِيُّ : «أَعُوذُ بِوَجْهِكَ»، فَقَالَ: ﴿أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ﴾ [الأنعام: 65]، فَقَالَ النَّبِيُّ : «أَعُوذُ بِوَجْهِكَ»، قَالَ: ﴿أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا﴾ [الأنعام: 65]، فَقَالَ النَّبِيُّ : «هَذَا أَيْسَرُ»

“Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atasmu.’” [Al-An’am: 65], Rosululloh bersabda: “Aku berlindung dengan Wajah-Mu.” Lalu firman Alloh: “Atau dari bawah kakimu.” [Al-An’am: 65], maka Rosululloh bersabda: “Aku berlindung dengan Wajah-Mu.” Alloh berfirman: “Atau Dia menjadikanmu bercerai-berai (kelompok-kelompok).” [Al-An’am: 65], maka Rosululloh bersabda: “Ini lebih ringan.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.” [Thoha: 39]

7407. Dari Abdulloh, ia berkata: Dajjal disebutkan di sisi Rosululloh , lalu beliau bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ لاَ يَخْفَى عَلَيْكُمْ، إِنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ - وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى عَيْنِهِ - وَإِنَّ المَسِيحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ العَيْنِ اليُمْنَى، كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ»

“Sungguh Alloh tidaklah samar bagi kalian, sungguh Alloh tidaklah buta sebelah – dan beliau mengisyaratkan dengan tangannya ke matanya – dan sungguh Al-Masih Ad-Dajjal buta mata kanan, seakan-akan matanya seperti buah anggur yang menonjol.”

7408. Dari Anas Rodhiyallohu ‘Anhu, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«مَا بَعَثَ اللَّهُ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَنْذَرَ قَوْمَهُ الأَعْوَرَ الكَذَّابَ، إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ، مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ»

“Tidak ada seorang Nabi pun yang Alloh utus kecuali ia memperingatkan kaumnya tentang si buta sebelah matanya lagi pendusta, sungguh ia buta sebelah dan sungguh Robb kalian tidak buta sebelah, tertulis di antara kedua matanya: kafir.”

Bab Firman Alloh: “Dialah Alloh Yang Maha Pencipta, Maha Pembuat, Maha Pembentuk.” [Al-Hasyr: 24]

7409. Dari Abu Sa’id Al-Khudri, dalam Perang Bani Mushtholiq, bahwasanya mereka mendapatkan tawanan perempuan, lalu mereka ingin bersenang-senang dengan mereka (dengan senggama), namun tidak ingin mereka hamil. Maka mereka bertanya kepada Rosululloh tentang ‘azl (senggama terputus/ejakulasi di luar), lalu beliau bersabda:

«مَا عَلَيْكُمْ أَنْ لاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ كَتَبَ مَنْ هُوَ خَالِقٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ»

“Kalian tidak perlu melakukannya, karena sungguh Alloh telah menulis siapa yang akan Dia ciptakan hingga Hari Kiamat.”

Dan Mujahid berkata, dari Qoza’ah, aku mendengar Abu Sa’id, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«لَيْسَتْ نَفْسٌ مَخْلُوقَةٌ إِلَّا اللَّهُ خَالِقُهَا»

“Tidak ada jiwa yang diciptakan kecuali Alloh adalah Penciptanya.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Dengan Kedua Tangan-Ku.”

7410. Dari Anas: Rosululloh bersabda:

«يَجْمَعُ اللَّهُ المُؤْمِنِينَ يَوْمَ القِيَامَةِ كَذَلِكَ، فَيَقُولُونَ: لَوِ اسْتَشْفَعْنَا إِلَى رَبِّنَا حَتَّى يُرِيحَنَا مِنْ مَكَانِنَا هَذَا، فَيَأْتُونَ آدَمَ، فَيَقُولُونَ: يَا آدَمُ، أَمَا تَرَى النَّاسَ خَلَقَكَ اللَّهُ بِيَدِهِ، وَأَسْجَدَ لَكَ مَلاَئِكَتَهُ، وَعَلَّمَكَ أَسْمَاءَ كُلِّ شَيْءٍ، اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّنَا حَتَّى يُرِيحَنَا مِنْ مَكَانِنَا هَذَا، فَيَقُولُ: لَسْتُ هُنَاكَ، وَيَذْكُرُ لَهُمْ خَطِيئَتَهُ الَّتِي أَصَابَهَا، وَلَكِنِ ائْتُوا نُوحًا، فَإِنَّهُ أَوَّلُ رَسُولٍ بَعَثَهُ اللَّهُ إِلَى أَهْلِ الأَرْضِ، فَيَأْتُونَ نُوحًا، فَيَقُولُ: لَسْتُ هُنَاكُمْ، وَيَذْكُرُ خَطِيئَتَهُ الَّتِي أَصَابَ، وَلَكِنِ ائْتُوا إِبْرَاهِيمَ خَلِيلَ الرَّحْمَنِ، فَيَأْتُونَ إِبْرَاهِيمَ فَيَقُولُ: لَسْتُ هُنَاكُمْ، وَيَذْكُرُ لَهُمْ خَطَايَاهُ الَّتِي أَصَابَهَا، وَلَكِنِ ائْتُوا مُوسَى، عَبْدًا آتَاهُ اللَّهُ التَّوْرَاةَ، وَكَلَّمَهُ تَكْلِيمًا، فَيَأْتُونَ مُوسَى فَيَقُولُ: لَسْتُ هُنَاكُمْ، وَيَذْكُرُ لَهُمْ خَطِيئَتَهُ الَّتِي أَصَابَ، وَلَكِنِ ائْتُوا عِيسَى عَبْدَ اللَّهِ وَرَسُولَهُ، وَكَلِمَتَهُ وَرُوحَهُ، فَيَأْتُونَ عِيسَى، فَيَقُولُ: لَسْتُ هُنَاكُمْ، وَلَكِنِ ائْتُوا مُحَمَّدًا ، عَبْدًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبهِ وَمَا تَأَخَّرَ، فَيَأْتُونِي، فَأَنْطَلِقُ، فَأَسْتَأْذِنُ عَلَى رَبِّي، فَيُؤْذَنُ لِي عَلَيْهِ، فَإِذَا رَأَيْتُ رَبِّي وَقَعْتُ لَهُ سَاجِدًا، فَيَدَعُنِي مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدَعَنِي، ثُمَّ يُقَالُ لِي: ارْفَعْ مُحَمَّدُ وَقُلْ يُسْمَعْ، وَسَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، فَأَحْمَدُ رَبِّي بِمَحَامِدَ عَلَّمَنِيهَا، ثُمَّ أَشْفَعُ فَيَحُدُّ لِي حَدًّا، فَأُدْخِلُهُمُ الجَنَّةَ، ثُمَّ أَرْجِعُ، فَإِذَا رَأَيْتُ رَبِّي وَقَعْتُ سَاجِدًا، فَيَدَعُنِي مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدَعَنِي، ثُمَّ يُقَالُ: ارْفَعْ مُحَمَّدُ وَقُلْ يُسْمَعْ، وَسَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، فَأَحْمَدُ رَبِّي بِمَحَامِدَ عَلَّمَنِيهَا رَبِّي، ثُمَّ أَشْفَعُ فَيَحُدُّ لِي حَدًّا، فَأُدْخِلُهُمُ الجَنَّةَ، ثُمَّ أَرْجِعُ، فَإِذَا رَأَيْتُ رَبِّي وَقَعْتُ سَاجِدًا، فَيَدَعُنِي مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدَعَنِي، ثُمَّ يُقَالُ: ارْفَعْ مُحَمَّدُ، قُلْ يُسْمَعْ، وَسَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، فَأَحْمَدُ رَبِّي بِمَحَامِدَ عَلَّمَنِيهَا، ثُمَّ أَشْفَعْ، فَيَحُدُّ لِي حَدًّا فَأُدْخِلُهُمُ الجَنَّةَ، ثُمَّ أَرْجِعُ فَأَقُولُ: يَا رَبِّ مَا بَقِيَ فِي النَّارِ إِلَّا مَنْ حَبَسَهُ القُرْآنُ، وَوَجَبَ عَلَيْهِ الخُلُودُ،

“Alloh mengumpulkan orang-orang Mukmin pada Hari Kiamat seperti itu. Lalu mereka berkata: ‘Seandainya kita memohon syafaat kepada Robb kita agar Dia melegakan kita (memberi keputusan dengan Surga atau Neraka) dari tempat kita ini.’ Maka mereka mendatangi Adam, lalu mereka berkata: ‘Wahai Adam, tidakkah engkau melihat manusia? Alloh telah menciptakanmu dengan Kedua Tangan-Nya, dan Dia menyuruh para Malaikat-Nya bersujud kepadamu, dan Dia mengajarimu nama-nama segala sesuatu. Mohonkanlah syafaat untuk kami kepada Robb kami agar Dia melegakan kami dari tempat kami ini.’ Maka Adam berkata: ‘Aku bukan orangnya,’ dan ia menyebutkan kepada mereka kesalahan yang telah ia perbuat, ‘tetapi datanglah kepada Nuh, karena sungguh ia adalah Rosul pertama yang Alloh utus kepada penduduk bumi.’ Maka mereka mendatangi Nuh, lalu ia berkata: ‘Aku bukan orangnya,’ dan ia menyebutkan kesalahan yang telah ia perbuat, ‘tetapi datanglah kepada Ibrohim, kekasih Ar-Rohman.’ Maka mereka mendatangi Ibrohim, lalu ia berkata: ‘Aku bukan orangnya,’ dan ia menyebutkan kepada mereka kesalahan-kesalahan yang telah ia perbuat, ‘tetapi datanglah kepada Musa, seorang hamba yang Alloh berikan kepadanya Taurot, dan Dia berbicara langsung kepadanya.’ Maka mereka mendatangi Musa, lalu ia berkata: ‘Aku bukan orangnya,’ dan ia menyebutkan kepada mereka kesalahan yang telah ia perbuat, ‘tetapi datanglah kepada Isa, hamba Alloh dan Rosul-Nya, Kalimah-Nya dan Ruh-Nya.’ Maka mereka mendatangi Isa, lalu ia berkata: ‘Aku bukanlah orangnya, tetapi datanglah kepada Muhammad , seorang hamba yang telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.’ Maka mereka mendatangiku, lalu aku pergi, dan aku meminta izin kepada Robbku. Aku pun diizinkan menghadap kepada-Nya. Apabila aku melihat Robbku, aku langsung bersujud kepada-Nya. Maka Dia membiarkanku bersujud selama Alloh menghendaki-Nya. Kemudian dikatakan kepadaku: ‘Angkatlah kepalamu, wahai Muhammad! Ucapkanlah, niscaya engkau akan didengar. Mintalah, niscaya engkau akan diberi. Berilah syafaat, niscaya syafaatmu diterima.’ Maka aku memuji Robbku dengan pujian-pujian yang Dia ajarkan kepadaku. Kemudian aku memberi syafaat, lalu Dia menetapkan batas untukku, maka aku memasukkan mereka ke dalam Surga. Kemudian aku kembali. Apabila aku melihat Robbku, aku langsung bersujud. Maka Dia membiarkanku bersujud selama Alloh menghendaki-Nya. Kemudian dikatakan: ‘Angkatlah kepalamu, wahai Muhammad! Ucapkanlah, niscaya engkau akan didengar. Mintalah, niscaya engkau akan diberi. Berilah syafaat, niscaya syafaatmu diterima.’ Maka aku memuji Robbku dengan pujian-pujian yang Robbku ajarkan kepadaku. Kemudian aku memberi syafaat, lalu Dia menetapkan batas untukku, maka aku memasukkan mereka ke dalam Surga. Kemudian aku kembali. Apabila aku melihat Robbku, aku langsung bersujud. Maka Dia membiarkanku bersujud selama Alloh menghendaki-Nya. Kemudian dikatakan: ‘Angkatlah kepalamu, wahai Muhammad! Ucapkanlah, niscaya engkau akan didengar. Mintalah, niscaya engkau akan diberi. Berilah syafaat, niscaya syafaatmu diterima.’ Maka aku memuji Robbku dengan pujian-pujian yang Dia ajarkan kepadaku. Kemudian aku memberi syafaat, lalu Dia menetapkan batas untukku, maka aku memasukkan mereka ke dalam Surga. Kemudian aku kembali, lalu aku berkata: ‘Ya Robbku, tidak tersisa di Neraka kecuali orang yang ditahan oleh Al-Qur’an (yakni yang wajib kekal di dalamnya dari orang kafir).’

Rosululloh melanjutkan:

يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَكَانَ فِي قَلْبِهِ مِنَ الخَيْرِ مَا يَزِنُ شَعِيرَةً، ثُمَّ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَكَانَ فِي قَلْبِهِ مِنَ الخَيْرِ مَا يَزِنُ بُرَّةً، ثُمَّ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَكَانَ فِي قَلْبِهِ مَا يَزِنُ مِنَ الخَيْرِ ذَرَّةً»

‘Akan keluar dari Neraka siapa yang mengucapkan Laa Ilaha Illalloh dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji jelai. Kemudian akan keluar dari Neraka siapa yang mengucapkan Laa Ilaha Illalloh dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji gandum (lebih kecil dari jelai). Kemudian akan keluar dari Neraka siapa yang mengucapkan Laa Ilaha Illalloh dan di dalam hatinya ada kebaikan seberat dzarroh (atom, debu, semut, biji, atau benda terkecil yang diketahui orang Arob).’”

7411. Dari Abu Huroiroh: Rosululloh bersabda:

«يَدُ اللَّهِ مَلْأَى لاَ يَغِيضُهَا نَفَقَةٌ، سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ، وَقَالَ: أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُنْذُ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِي يَدِهِ، وَقَالَ: عَرْشُهُ عَلَى المَاءِ، وَبِيَدِهِ الأُخْرَى المِيزَانُ، يَخْفِضُ وَيَرْفَعُ»

“Tangan Alloh penuh, tidak berkurang dengan dinafkahkan (dikeluarkan). Dia memberikan (nafkah) siang dan malam. Tidakkah kalian lihat berapa yang telah Dia nafkahkan sejak Dia menciptakan langit dan bumi? Sungguh hal itu tidak mengurangi apa yang ada di Tangan-Nya. Arsy-Nya di atas Air, dan di Tangan-Nya yang lain ada timbangan, Dia merendahkan dan mengangkat.”

7412. Dari Ibnu Umar Rodhiyallohu ‘Anhuma, dari Rosululloh , bahwasanya beliau bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ يَقْبِضُ يَوْمَ القِيَامَةِ الأَرْضَ، وَتَكُونُ السَّمَوَاتُ بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا المَلِكُ»

“Sungguh Alloh menggenggam bumi pada Hari Kiamat, dan langit-langit berada di Tangan Kanan-Nya, kemudian Dia berfirman: ‘Akulah Raja.’” [Muslim: 2788]

7413. Abu Huroiroh berkata: Rosululloh bersabda:

«يَقْبِضُ اللَّهُ الأَرْضَ»

“Alloh menggenggam bumi.”

7414. Dari Abdulloh: Seorang Yahudi datang kepada Rosululloh , lalu ia berkata:

يَا مُحَمَّدُ، إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَوَاتِ عَلَى إِصْبَعٍ، وَالأَرَضِينَ عَلَى إِصْبَعٍ، وَالجِبَالَ عَلَى إِصْبَعٍ، وَالشَّجَرَ عَلَى إِصْبَعٍ، وَالخَلاَئِقَ عَلَى إِصْبَعٍ، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا المَلِكُ. «فَضَحِكَ رَسُولُ اللَّهِ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ»، ثُمَّ قَرَأَ: ﴿وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ﴾

“Wahai Muhammad, sungguh Alloh memegang langit-langit di satu jari, dan bumi-bumi di satu jari, dan gunung-gunung di satu jari, dan pepohonan di satu jari, dan seluruh makhluk di satu jari, kemudian Dia berfirman: Akulah Raja.” Maka Rosululloh tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya. Kemudian beliau membaca: “Dan mereka tidak mengagungkan Alloh sebagaimana mestinya.” [Al-An’am: 91]

Dari Abdulloh: Maka Rosululloh tertawa karena takjub dan membenarkan perkataannya.

7415. Abdulloh berkata: Seorang laki-laki dari Ahli Kitab datang kepada Rosululloh , lalu ia berkata: Wahai Abul Qosim, sungguh Alloh memegang langit-langit di satu jari, dan bumi-bumi di satu jari, dan pepohonan dan tanah di satu jari, dan seluruh makhluk di satu jari, kemudian Dia berfirman: Akulah Raja, Akulah Raja. “Maka aku melihat Rosululloh tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.” Kemudian beliau membaca: “Dan mereka tidak mengagungkan Alloh sebagaimana mestinya.” [Al-An’am: 91]

Bab Sabda Rosululloh : “Tidak ada pribadi yang lebih pencemburu daripada Alloh.”

7416. Dari Al-Mughiroh, ia berkata: Sa’ad bin Ubadah berkata: “Seandainya aku melihat seorang laki-laki bersama istriku, niscaya akan aku pukul dia dengan pedang tanpa mengampuni (atau bukan dengan gagangnya).” Hal itu sampai kepada Rosululloh , lalu beliau bersabda:

«أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ، وَاللَّهِ لَأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ، وَاللَّهُ أَغْيَرُ مِنِّي، وَمِنْ أَجْلِ غَيْرَةِ اللَّهِ حَرَّمَ الفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَلاَ أَحَدَ أَحَبُّ إِلَيْهِ العُذْرُ مِنَ اللَّهِ، وَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ بَعَثَ المُبَشِّرِينَ وَالمُنْذِرِينَ، وَلاَ أَحَدَ أَحَبُّ إِلَيْهِ المِدْحَةُ مِنَ اللَّهِ، وَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ وَعَدَ اللَّهُ الجَنَّةَ»

“Apakah kalian takjub dengan kecemburuan Sa’ad? Demi Alloh, sungguh aku lebih pencemburu darinya, dan Alloh lebih pencemburu dariku. Dan karena kecemburuan Alloh, Dia mengharomkan perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Dan tidak ada seorang pun yang lebih mencintai alasan (dari hamba-Nya) daripada Alloh, dan karena itulah Dia mengutus para pemberi kabar gembira dan para pemberi peringatan (para Nabi). Dan tidak ada seorang pun yang lebih mencintai pujian daripada Alloh, dan karena itulah Alloh menjanjikan Surga.” [Muslim: 1499]

Bab “Katakanlah (Muhammad), ‘Siapakah sesuatu yang paling besar kesaksiannya?’ Katakanlah, ‘Alloh’” [Al-An’am: 19]

7417. Dari Sahal bin Sa’ad, ia berkata: Rosululloh bersabda kepada seorang laki-laki:

«أَمَعَكَ مِنَ القُرْآنِ شَيْءٌ؟»

“Apakah engkau memiliki sesuatu dari Al-Qur’an?” Ia menjawab: “Ya, suroh (surat) ini dan suroh itu.” Ia menyebutkan nama-nama suroh tersebut.

Bab “Arsy-Nya di atas air” [Hud: 7]

7418. Dari Imron bin Hushoin, ia berkata: Aku berada di sisi Rosululloh ketika datang sekelompok orang dari Bani Tamim, lalu beliau bersabda: “Terimalah kabar gembira wahai Bani Tamim.” Mereka berkata: “Engkau telah memberi kabar gembira kepada kami, maka berikanlah kepada kami (sesuatu).” Lalu masuklah beberapa orang dari penduduk Yaman, maka beliau bersabda: “Terimalah kabar gembira wahai penduduk Yaman, karena Bani Tamim tidak menerimanya.” Mereka berkata: “Kami menerima. Kami datang kepadamu untuk mendalami agama, dan untuk bertanya kepadamu tentang permulaan urusan ini (awal alam semesta), apa yang ada (sebelumnya)?” Beliau bersabda:

«كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ قَبْلَهُ، وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى المَاءِ، ثُمَّ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ»

“Alloh telah ada dan tidak ada sesuatu pun sebelum-Nya, dan ‘Arsy-Nya berada di atas air. Kemudian Dia menciptakan langit dan bumi, dan menulis di dalam Dzikr (Lauhul Mahfuzh) segala sesuatu.” Kemudian seorang laki-laki mendatangiku, lalu ia berkata: “Wahai Imron, kejar untamu, ia kabur.” Maka aku pergi mencarinya, dan tiba-tiba fatamorgana memutus jalan. Demi Alloh, sungguh aku berharap unta itu hilang sementara aku tidak bangkit (mengejarnya, agar bisa mendengar hadits banyak).

7419. Dari Abu Huroiroh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«إِنَّ يَمِينَ اللَّهِ مَلْأَى لاَ يَغِيضُهَا نَفَقَةٌ، سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ، أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُنْذُ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَنْقُصْ مَا فِي يَمِينِهِ، وَعَرْشُهُ عَلَى المَاءِ، وَبِيَدِهِ الأُخْرَى الفَيْضُ - أَوِ القَبْضُ - يَرْفَعُ وَيَخْفِضُ»

“Sungguh Tangan Kanan Alloh penuh, tidak berkurang oleh nafkah. Dia memberikan (karunia) siang dan malam. Tidakkah kalian lihat apa yang telah Dia nafkahkan sejak Dia menciptakan langit dan bumi? Sungguh hal itu tidak mengurangi apa yang ada di Tangan Kanan-Nya. Dan ‘Arsy-Nya di atas air, dan di Tangan-Nya yang lain ada kelimpahan – atau genggaman – Dia mengangkat dan merendahkan.”

7420. Dari Anas, ia berkata: Zaid bin Haritsah datang mengeluh, lalu Rosululloh terus bersabda:

«اتَّقِ اللَّهَ، وَأَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ»

“Bertakwalah kepada Alloh, dan pertahankanlah istrimu.”

Anas berkata: Seandainya Rosululloh menyembunyikan sesuatu, niscaya beliau akan menyembunyikan ini. Ia berkata: Maka Zainab (istri Zaid yang kemudian dinikahi Nabi) biasa berbangga di hadapan istri-istri Rosululloh , ia berkata:

زَوَّجَكُنَّ أَهَالِيكُنَّ، وَزَوَّجَنِي اللَّهُ تَعَالَى مِنْ فَوْقِ سَبْعِ سَمَوَاتٍ

“Kalian dinikahkan oleh keluarga kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Alloh Ta’ala dari atas tujuh langit.”

Dan dari Tsabit: Ayat

﴿وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ﴾

“Engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan Alloh nyatakan, dan engkau takut kepada manusia.” [Al-Ahzab: 37], turun berkenaan dengan Zainab dan Zaid bin Haritsah.

7421. Dari Anas bin Malik Rodhiyallohu ‘Anhu, berkata: “Ayat Hijab turun berkenaan dengan Zainab binti Jahsy, dan pada hari itu beliau memberinya makan roti dan daging. Dan ia (Zainab) biasa berbangga di hadapan istri-istri Rosululloh , dan ia berkata: ‘Sungguh Alloh telah menikahkan aku di langit.’”

7422. Dari Abu Huroiroh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ لَمَّا قَضَى الخَلْقَ، كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ: إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي»

“Sungguh ketika Alloh telah selesai menciptakan makluk, Dia menulis di sisi-Nya di atas Arsy-Nya: ‘Sungguh Rohmat-Ku telah mendahului murka-Ku.’”

7423. Dari Abu Huroiroh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَأَقَامَ الصَّلاَةَ، وَصَامَ رَمَضَانَ، كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الجَنَّةَ، هَاجَرَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، أَوْ جَلَسَ فِي أَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ فِيهَا»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَفَلاَ نُنَبِّئُ النَّاسَ بِذَلِكَ؟ قَالَ: «إِنَّ فِي الجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ، كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ، وَأَعْلَى الجَنَّةِ، وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الجَنَّةِ»

“Siapa yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, mendirikan Sholat, dan berpuasa Romadhon, maka Alloh berhak memasukkannya ke Surga, (baik) ia berhijroh di jalan Alloh, atau duduk di tanah kelahirannya.” Mereka (para Shohabat) berkata: “Wahai Rosululloh, tidakkah kami memberitakan hal itu kepada manusia?” Beliau bersabda: “Sungguh di dalam Surga ada seratus derajat, yang Alloh persiapkan untuk para mujahidin di jalan-Nya. Jarak antara dua derajat itu seperti jarak antara langit dan bumi. Maka jika kalian memohon kepada Alloh, mintalah kepada-Nya Al-Firdaus, karena sungguh ia adalah Surga terbaik dan tertinggi, di atasnya ada Arsy Ar-Rohman, dan darinya memancar sungai-sungai Surga.”

7424. Dari Abu Dzarr, ia berkata: Aku masuk Masjid dan Rosululloh sedang duduk. Ketika matahari terbenam, beliau bersabda:

«يَا أَبَا ذَرٍّ، هَلْ تَدْرِي أَيْنَ تَذْهَبُ هَذِهِ؟»، قَالَ: قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «فَإِنَّهَا تَذْهَبُ تَسْتَأْذِنُ فِي السُّجُودِ فَيُؤْذَنُ لَهَا، وَكَأَنَّهَا قَدْ قِيلَ لَهَا: ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ، فَتَطْلُعُ مِنْ مَغْرِبِهَا، ثُمَّ قَرَأَ: ذَلِكَ مُسْتَقَرٌّ لَهَا»

“Wahai Abu Dzarr, tahukah engkau ke mana ini pergi?” Aku menjawab: “Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Sungguh ia (matahari) pergi untuk meminta izin bersujud, lalu ia diizinkan. Seolah-olah dikatakan kepadanya: ‘Kembalilah dari tempatmu datang,’ lalu ia terbit dari tempat terbenamnya.” Kemudian beliau membaca: dzalika mustaqorrun laha (Itu adalah tempat menetap baginya) dalam qiroah (bacaan) Abdulloh bin Mas’ud.

7425. Zaid bin Tsabit berkata: “Abu Bakr mengirim utusan kepadaku, lalu aku menelusuri Al-Qur’an, hingga aku menemukan akhir suroh At-Taubah bersama Abu Khuzaimah Al-Anshori, aku tidak menemukannya bersama siapa pun selain dia, yaitu ayat:

﴿لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ﴾

{Sungguh telah datang kepadamu seorang Rosul dari kaummu sendiri…} [At-Taubah: 128] hingga akhir suroh Baro’ah.

7426. Dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma, ia berkata: Rosululloh biasa mengucapkan ketika ditimpa kesusahan:

«لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَلِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ رَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ»

Laa ilaaha illallohul ‘aliimul haliim, laa ilaaha illalloohu robbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illalloohu robbus samaawaati wa robbul ardhi robbul ‘arsyil kariim (Tiada yang berhak disembah selain Alloh, Yang Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. Tiada yang berhak disembah selain Alloh, Robb Arsy yang Agung. Tiada yang berhak disembah selain Alloh, Robb langit-langit dan Robb bumi, Robb Arsy yang Mulia).”

7427. Dari Abu Sa’id Al-Khudri, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«النَّاسُ يَصْعَقُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ، فَإِذَا أَنَا بِمُوسَى آخِذٌ بِقَائِمَةٍ مِنْ قَوَائِمِ العَرْشِ»

“Manusia akan pingsan pada Hari Kiamat, lalu tiba-tiba aku melihat Musa memegang salah satu tiang Arsy.”

7428. Dari Abu Huroiroh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ بُعِثَ، فَإِذَا مُوسَى آخِذٌ بِالعَرْشِ»

“Aku orang yang pertama dibangkitkan, dan ternyata Musa memegang Arsy.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Para Malaikat dan Ruh naik kepada-Nya.” [Al-Ma’arij: 4]

7429. Dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘Anhu: Rosululloh , beliau bersabda:

«يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ: مَلاَئِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاَةِ العَصْرِ وَصَلاَةِ الفَجْرِ، ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ، فَيَقُولُ: كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي؟ فَيَقُولُونَ: تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ»

“Bergantian di antara kalian: Malaikat di malam hari dan Malaikat di siang hari, dan mereka berkumpul pada Sholat Ashar dan Sholat Subuh. Kemudian naiklah mereka yang bermalam di antara kalian, lalu Dia bertanya kepada mereka – padahal Dia lebih mengetahui tentang kalian – maka Dia berfirman: ‘Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku?’ Maka mereka menjawab: ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan Sholat, dan kami mendatangi mereka dalam keadaan Sholat.’”

7430. Dari Abu Huroiroh, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ، وَلاَ يَصْعَدُ إِلَى اللَّهِ إِلَّا الطَّيِّبُ، فَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ، كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فُلُوَّهُ، حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الجَبَلِ»

“Siapa yang bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil yang baik – dan tidak naik kepada Alloh kecuali yang baik – maka sungguh Alloh akan menerimanya dengan Tangan Kanan-Nya, kemudian Dia mengembangkannya untuk pemiliknya, sebagaimana salah seorang di antara kalian mengembangkan anak kudanya, hingga ia menjadi seperti gunung.” [Muslim: 1499]

7431. Dari Ibnu Abbas: Nabiyulloh , biasa berdoa dengan doa-doa tersebut ketika ditimpa kesusahan:

«لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ»

Laa ilaaha illalloohul ‘azhimul haliim, laa ilaaha illalloohu robbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illalloohu robbus samaawaati wa robbul ‘arsyil kariim (Tiada yang berhak disembah selain Alloh, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada yang berhak disembah selain Alloh, Robb Arsy yang Agung. Tiada yang berhak disembah selain Alloh, Robb langit-langit dan Robb Arsy yang Mulia).”

7432. Dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata: Dibawa kepada Rosululloh emas kecil, lalu beliau membaginya kepada empat orang. Dan Diceritakan kepadaku oleh Ishaq bin Nashr, ia berkata: Diceritakan kepada kami oleh Abdurrazzaq, ia berkata: Diberitakan kepada kami oleh Sufyan, dari ayahnya, dari Ibnu Abi Nu’m, dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata: Ali, ketika ia berada di Yaman, mengirimkan kepada Rosululloh emas kecil bersama tanahnya, lalu beliau membagikannya kepada Al-Aqro’ bin Habis Al-Hanzholi, salah seorang dari Bani Mujasyi’, dan kepada Uyainah bin Badr Al-Fazzari, dan kepada Alqomah bin Ulatsah Al-Amiri, salah seorang dari Bani Kilab, dan kepada Zaid Al-Khoil Ath-Tho’i, salah seorang dari Bani Nabhan. Maka Quroisy dan Anshor merasa marah dan berkata: “Beliau memberikan kepada para pemimpin penduduk Najd, dan meninggalkan kita.” Beliau bersabda: “Sungguh aku ingin melunakkan hati mereka.” Lalu seorang laki-laki datang, matanya cekung, dahinya menonjol, janggutnya lebat, tulang pipinya menonjol, kepalanya dicukur. Ia berkata: “Wahai Muhammad, bertakwalah kepada Alloh!” Maka Rosululloh bersabda:

«فَمَنْ يُطِيعُ اللَّهَ إِذَا عَصَيْتُهُ، فَيَأْمَنُنِي عَلَى أَهْلِ الأَرْضِ، وَلاَ تَأْمَنُونِي»

“Siapa yang akan menaati Alloh jika aku durhaka kepada-Nya? Apakah mungkin Allah mempercayaiku untuk penduduk bumi, sedangkan kalian tidak mempercayaiku?” Maka seorang laki-laki dari kaum itu meminta izin untuk membunuhnya – aku kira itu Kholid bin Al-Walid – namun Rosululloh melarangnya. Ketika laki-laki itu pergi, Rosululloh bersabda:

«إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا، قَوْمًا يَقْرَءُونَ القُرْآنَ، لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُونَ مِنَ الإِسْلاَمِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ، يَقْتُلُونَ أَهْلَ الإِسْلاَمِ، وَيَدَعُونَ أَهْلَ الأَوْثَانِ، لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ»

“Sungguh dari keturunan orang ini akan muncul suatu kaum yang membaca Al-Qur’an, namun tidak melampaui tenggorokan mereka (yakni tidak paham tafsirnya). Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Mereka membunuh umat Islam dan meninggalkan penyembah berhala. Seandainya aku mendapati mereka, niscaya akan aku bunuh mereka seperti pembunuhan kaum Ad.”

7433. Dari Abu Dzarr, ia berkata: Aku bertanya kepada Rosululloh tentang firman-Nya:

﴿وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا﴾ [يس: 38]، قَالَ: «مُسْتَقَرُّهَا تَحْتَ العَرْشِ»

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya.” [Yasin: 38]. Beliau bersabda: “Tempat peredarannya adalah di bawah Arsy.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Wajah-wajah (orang Mukmin) pada Hari itu berseri-seri, memandang kepada Robb-nya.” [Al-Qiyamah: 22-23]

7434. Dari Jarir, ia berkata: Kami sedang duduk bersama Rosululloh ketika beliau melihat ke bulan pada malam purnama, lalu beliau bersabda:

«إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا القَمَرَ، لاَ تُضَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ، فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لاَ تُغْلَبُوا عَلَى صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ، وَصَلاَةٍ قَبْلَ غُرُوبِ الشَّمْسِ، فَافْعَلُوا»

“Sungguh kalian akan melihat Robb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak akan berdesak-desakan dalam melihat-Nya. Maka jika kalian mampu untuk tidak menunda-nunda Sholat sebelum terbit matahari dan Sholat sebelum terbenam matahari, maka lakukanlah (karena di Surga Allah dilihat pada dua waktu tersebut).”

7435. Dari Jarir bin Abdillah, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ عِيَانًا»

“Sungguh kalian akan melihat Robb kalian secara langsung dengan mata telanjang.”

7436. Jarir berkata: Rosululloh keluar menemui kami pada malam purnama, lalu beliau bersabda:

«إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا، لاَ تُضَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ»

“Sungguh kalian akan melihat Robb kalian pada Hari Kiamat sebagaimana kalian melihat ini, kalian tidak akan berdesak-desakan dalam melihat-Nya.”

7437. Dari Abu Huroiroh: orang-orang berkata: “Wahai Rosululloh, apakah kami akan melihat Robb kami pada Hari Kiamat?” Maka Rosululloh bersabda:

«هَلْ تُضَارُّونَ فِي القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ؟»، قَالُوا: لاَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «فَهَلْ تُضَارُّونَ فِي الشَّمْسِ، لَيْسَ دُونَهَا سَحَابٌ؟»، قَالُوا: لاَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «فَإِنَّكُمْ تَرَوْنَهُ كَذَلِكَ، يَجْمَعُ اللَّهُ النَّاسَ يَوْمَ القِيَامَةِ، فَيَقُولُ: مَنْ كَانَ يَعْبُدُ شَيْئًا فَلْيَتْبَعْهُ، فَيَتْبَعُ مَنْ كَانَ يَعْبُدُ الشَّمْسَ الشَّمْسَ، وَيَتْبَعُ مَنْ كَانَ يَعْبُدُ القَمَرَ القَمَرَ، وَيَتْبَعُ مَنْ كَانَ يَعْبُدُ الطَّوَاغِيتَ الطَّوَاغِيتَ، وَتَبْقَى هَذِهِ الأُمَّةُ فِيهَا شَافِعُوهَا أَوْ مُنَافِقُوهَا - شَكَّ إِبْرَاهِيمُ -، فَيَأْتِيهِمُ اللَّهُ فَيَقُولُ: أَنَا رَبُّكُمْ، فَيَقُولُونَ: هَذَا مَكَانُنَا حَتَّى يَأْتِيَنَا رَبُّنَا، فَإِذَا جَاءَنَا رَبُّنَا عَرَفْنَاهُ، فَيَأْتِيهِمُ اللَّهُ فِي صُورَتِهِ الَّتِي يَعْرِفُونَ، فَيَقُولُ: أَنَا رَبُّكُمْ، فَيَقُولُونَ: أَنْتَ رَبُّنَا فَيَتْبَعُونَهُ، وَيُضْرَبُ الصِّرَاطُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ، فَأَكُونُ أَنَا وَأُمَّتِي أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُهَا، وَلاَ يَتَكَلَّمُ يَوْمَئِذٍ إِلَّا الرُّسُلُ، وَدَعْوَى الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ: اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ، وَفِي جَهَنَّمَ كَلاَلِيبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ، هَلْ رَأَيْتُمِ السَّعْدَانَ؟»، قَالُوا: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «فَإِنَّهَا مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ، غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا قَدْرُ عِظَمِهَا إِلَّا اللَّهُ، تَخْطَفُ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ، فَمِنْهُمُ المُوبَقُ بَقِيَ بِعَمَلِهِ - أَوِ المُوثَقُ بِعَمَلِهِ -، وَمِنْهُمُ المُخَرْدَلُ، أَوِ المُجَازَى، أَوْ نَحْوُهُ، ثُمَّ يَتَجَلَّى، حَتَّى إِذَا فَرَغَ اللَّهُ مِنَ القَضَاءِ بَيْنَ العِبَادِ، وَأَرَادَ أَنْ يُخْرِجَ بِرَحْمَتِهِ مَنْ أَرَادَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ، أَمَرَ المَلاَئِكَةَ أَنْ يُخْرِجُوا مِنَ النَّارِ، مَنْ كَانَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا، مِمَّنْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَرْحَمَهُ، مِمَّنْ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَيَعْرِفُونَهُمْ فِي النَّارِ بِأَثَرِ السُّجُودِ، تَأْكُلُ النَّارُ ابْنَ آدَمَ إِلَّا أَثَرَ السُّجُودِ، حَرَّمَ اللَّهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ أَثَرَ السُّجُودِ، فَيَخْرُجُونَ مِنَ النَّارِ، قَدْ امْتُحِشُوا، فَيُصَبُّ عَلَيْهِمْ مَاءُ الحَيَاةِ، فَيَنْبُتُونَ تَحْتَهُ كَمَا تَنْبُتُ الحِبَّةُ فِي حَمِيلِ السَّيْلِ، ثُمَّ يَفْرُغُ اللَّهُ مِنَ القَضَاءِ بَيْنَ العِبَادِ، وَيَبْقَى رَجُلٌ مِنْهُمْ مُقْبِلٌ بِوَجْهِهِ عَلَى النَّارِ، هُوَ آخِرُ أَهْلِ النَّارِ دُخُولًا الجَنَّةَ، فَيَقُولُ: أَيْ رَبِّ اصْرِفْ وَجْهِي عَنِ النَّارِ، فَإِنَّهُ قَدْ قَشَبَنِي رِيحُهَا، وَأَحْرَقَنِي ذَكَاؤُهَا، فَيَدْعُو اللَّهَ بِمَا شَاءَ أَنْ يَدْعُوَهُ، ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ: هَلْ عَسَيْتَ إِنْ أَعْطَيْتُكَ ذَلِكَ أَنْ تَسْأَلَنِي غَيْرَهُ؟، فَيَقُولُ: لاَ، وَعِزَّتِكَ لاَ أَسْأَلُكَ غَيْرَهُ، وَيُعْطِي رَبَّهُ مِنْ عُهُودٍ وَمَوَاثِيقَ مَا شَاءَ، فَيَصْرِفُ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ، فَإِذَا أَقْبَلَ عَلَى الجَنَّةِ وَرَآهَا سَكَتَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَسْكُتَ، ثُمَّ يَقُولُ: أَيْ رَبِّ، قَدِّمْنِي إِلَى بَابِ الجَنَّةِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: أَلَسْتَ قَدْ أَعْطَيْتَ عُهُودَكَ وَمَوَاثِيقَكَ أَنْ لاَ تَسْأَلَنِي غَيْرَ الَّذِي أُعْطِيتَ أَبَدًا؟ وَيْلَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مَا أَغْدَرَكَ، فَيَقُولُ: أَيْ رَبِّ، وَيَدْعُو اللَّهَ، حَتَّى يَقُولَ: هَلْ عَسَيْتَ إِنْ أُعْطِيتَ ذَلِكَ أَنْ تَسْأَلَ غَيْرَهُ؟ فَيَقُولُ: لاَ وَعِزَّتِكَ، لاَ أَسْأَلُكَ غَيْرَهُ، وَيُعْطِي مَا شَاءَ مِنْ عُهُودٍ وَمَوَاثِيقَ، فَيُقَدِّمُهُ إِلَى بَابِ الجَنَّةِ، فَإِذَا قَامَ إِلَى بَابِ الجَنَّةِ، انْفَهَقَتْ لَهُ الجَنَّةُ، فَرَأَى مَا فِيهَا مِنَ الحَبْرَةِ وَالسُّرُورِ، فَيَسْكُتُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَسْكُتَ، ثُمَّ يَقُولُ: أَيْ رَبِّ، أَدْخِلْنِي الجَنَّةَ، فَيَقُولُ اللَّهُ: أَلَسْتَ قَدْ أَعْطَيْتَ عُهُودَكَ وَمَوَاثِيقَكَ أَنْ لاَ تَسْأَلَ غَيْرَ مَا أُعْطِيتَ؟ فَيَقُولُ: وَيْلَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مَا أَغْدَرَكَ، فَيَقُولُ: أَيْ رَبِّ، لاَ أَكُونَنَّ أَشْقَى خَلْقِكَ فَلاَ يَزَالُ يَدْعُو حَتَّى يَضْحَكَ اللَّهُ مِنْهُ، فَإِذَا ضَحِكَ مِنْهُ، قَالَ لَهُ: ادْخُلِ الجَنَّةَ، فَإِذَا دَخَلَهَا قَالَ اللَّهُ لَهُ: تَمَنَّهْ، فَسَأَلَ رَبَّهُ وَتَمَنَّى، حَتَّى إِنَّ اللَّهَ لَيُذَكِّرُهُ، يَقُولُ كَذَا وَكَذَا، حَتَّى انْقَطَعَتْ بِهِ الأَمَانِيُّ، قَالَ اللَّهُ: ذَلِكَ لَكَ، وَمِثْلُهُ مَعَهُ»

“Apakah kalian berdesak-desakan dalam melihat bulan pada malam purnama?” Mereka menjawab: “Tidak, wahai Rosululloh.” Beliau bersabda: “Maka apakah kalian berdesak-desakan dalam melihat matahari, yang tidak ada awan di bawahnya?” Mereka menjawab: “Tidak, wahai Rosululloh.” Beliau bersabda: “Maka sungguh kalian akan melihat-Nya seperti itu.” Alloh mengumpulkan manusia pada Hari Kiamat, lalu Dia berfirman: “Siapa yang menyembah sesuatu, maka hendaklah ia mengikutinya.” Maka orang yang menyembah matahari akan mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan akan mengikuti bulan, dan orang yang menyembah thoghut-thoghut (sesembahan selain Alloh) akan mengikutinya. Dan yang tersisa adalah umat ini, di dalamnya ada para pemberi syafaat atau orang-orang munafik – Ibrohim (rowi) ragu –. Lalu Alloh mendatangi mereka dan berfirman: “Akulah Robb kalian.” Maka mereka berkata: “Inilah tempat kami hingga Robb kami datang, apabila Robb kami datang, kami akan mengenal-Nya.” Lalu Alloh mendatangi mereka dalam wujud yang mereka kenal, lalu Dia berfirman: “Akulah Robb kalian.” Maka mereka berkata: “Engkaulah Robb kami.” Lalu mereka mengikuti-Nya. Dan dibentangkan shiroth (jembatan) di atas punggung Jahannam, maka akulah dan umatku yang pertama kali melewatinya. Dan pada hari itu tidak ada yang berbicara kecuali para Rosul. Dan doa para Rosul pada hari itu adalah: Allohumma sallim sallim (Ya Alloh, selamatkanlah, selamatkanlah). Dan di Jahannam ada kait-kait seperti duri Sa’dan. Apakah kalian pernah melihat Sa’dan?” Mereka menjawab: “Ya, wahai Rosululloh.” Beliau bersabda: “Maka sungguh ia seperti duri Sa’dan, hanya saja tidak ada yang mengetahui seberapa besar ukurannya kecuali Alloh. Ia menyambar manusia sesuai dengan amal perbuatan mereka. Di antara mereka ada yang binasa maupun selamat karena amalnya – atau yang terikat dengan amalnya – dan di antara mereka ada yang hancur berkeping-keping, atau yang dibalas, atau yang serupa dengannya. Kemudian Dia menampakkan Diri, hingga ketika Alloh selesai mengadili antara hamba-hamba-Nya, dan Dia ingin mengeluarkan dengan rohmat-Nya siapa yang Dia kehendaki dari penduduk Neraka, Dia memerintahkan para Malaikat untuk mengeluarkan dari Neraka siapa yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu pun, di antara orang-orang yang Alloh kehendaki untuk Dia rohmati, di antara mereka yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Alloh. Maka mereka mengenali mereka di Neraka dengan bekas sujud. Api Neraka memakan anak Adam kecuali bekas sujud. Alloh mengharomkan api Neraka untuk memakan bekas sujud. Maka mereka keluar dari Neraka dalam keadaan hangus, lalu disiramkan kepada mereka air kehidupan, maka mereka tumbuh di bawahnya sebagaimana biji-bijian tumbuh di tempat yang dilalui air bah. Kemudian Alloh selesai mengadili antara hamba-hamba-Nya, dan tersisa seorang laki-laki dari mereka yang menghadap ke Neraka, ia adalah penduduk Neraka terakhir yang masuk Surga. Maka ia berkata: ‘Ya Robbku, palingkanlah wajahku dari Neraka, karena sungguh baunya telah mencemariku, dan panasnya telah membakarku.’ Lalu ia berdoa kepada Alloh dengan apa yang ia kehendaki untuk berdoa kepada-Nya. Kemudian Alloh berfirman: ‘Apakah engkau berjanji jika Aku memberimu itu, engkau tidak akan meminta yang lain?’ Maka ia menjawab: ‘Tidak, demi kemuliaan-Mu, aku tidak akan meminta yang lain dari-Mu.’ Dan ia memberikan kepada Robbnya dari janji dan ikrar apa yang Dia kehendaki. Maka Alloh memalingkan wajahnya dari Neraka. Maka ketika ia menghadap ke Surga dan melihatnya, ia terdiam selama Alloh menghendaki untuknya terdiam. Kemudian ia berkata: ‘Ya Robbku, dekatkanlah aku ke pintu Surga.’ Maka Alloh berfirman kepadanya: ‘Bukankah engkau telah memberikan janji dan ikrarmu bahwa engkau tidak akan meminta yang lain dari apa yang telah Aku berikan kepadamu selamanya? Celakalah engkau, wahai anak Adam, betapa ingkarnya engkau!’ Maka ia berkata: ‘Ya Robbku,’ dan ia terus berdoa kepada Alloh, hingga Alloh berfirman: ‘Apakah engkau berjanji jika engkau diberi itu, engkau tidak akan meminta yang lain?’ Maka ia menjawab: ‘Tidak, demi kemuliaan-Mu, aku tidak akan meminta yang lain dari-Mu.’ Dan ia memberikan janji dan ikrar apa yang ia kehendaki. Maka Dia mendekatkannya ke pintu Surga. Maka ketika ia berdiri di pintu Surga, Surga terbuka baginya, lalu ia melihat keindahan dan kegembiraan di dalamnya. Maka ia terdiam selama Alloh menghendaki untuknya terdiam. Kemudian ia berkata: ‘Ya Robbku, masukkanlah aku ke Surga.’ Maka Alloh berfirman: ‘Bukankah engkau telah memberikan janji dan ikrarmu bahwa engkau tidak akan meminta selain dari apa yang telah Aku berikan kepadamu? Celakalah engkau, wahai anak Adam, betapa ingkarnya engkau!’ Maka ia berkata: ‘Ya Robbku, aku tidak ingin menjadi makhluk-Mu yang paling celaka.’ Maka ia terus berdoa hingga Alloh tertawa kepadanya. Maka ketika Alloh tertawa kepadanya, Dia berfirman kepadanya: ‘Masuklah ke Surga!’ Maka ketika ia memasukinya, Alloh berfirman kepadanya: ‘Mintalah!’ Maka ia meminta kepada Robbnya dan berandai-andai, hingga Alloh membantunya mengingatnya, Dia berfirman ini dan itu, hingga keinginannya terputus. Allah berfirman: ‘Itu untukmu, dan yang semisalnya bersamanya.’”

7438. Atho’ bin Yazid berkata: Abu Sa’id Al-Khudri bersama Abu Huroiroh, tidak menolak sedikit pun dari Haditsnya hingga ketika Abu Huroiroh meriwayatkan bahwa Alloh Tabaroka wa Ta’ala berfirman: “Itu untukmu dan yang semisalnya bersamanya,” Abu Sa’id Al-Khudri berkata: “Dan sepuluh kali lipat semisalnya bersamanya, wahai Abu Huroiroh!” Abu Huroiroh berkata: Aku tidak menghafal kecuali sabda-Nya: “Itu untukmu dan yang semisalnya bersamanya.” Abu Sa’id Al-Khudri berkata: Aku bersaksi bahwa aku menghafal dari Rosululloh sabda beliau: “Itu untukmu dan sepuluh kali lipat semisalnya.” Abu Huroiroh berkata: Maka laki-laki itu adalah penduduk Surga terakhir yang masuk Surga.

7439. Dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata: Kami berkata: “Wahai Rosululloh, apakah kami akan melihat Robb kami pada Hari Kiamat?” Beliau bersabda:

«هَلْ تُضَارُونَ فِي رُؤْيَةِ الشَّمْسِ وَالقَمَرِ إِذَا كَانَتْ صَحْوًا؟»، قُلْنَا: لاَ، قَالَ: «فَإِنَّكُمْ لاَ تُضَارُونَ فِي رُؤْيَةِ رَبِّكُمْ يَوْمَئِذٍ، إِلَّا كَمَا تُضَارُونَ فِي رُؤْيَتِهِمَا» ثُمَّ قَالَ: «يُنَادِي مُنَادٍ: لِيَذْهَبْ كُلُّ قَوْمٍ إِلَى مَا كَانُوا يَعْبُدُونَ، فَيَذْهَبُ أَصْحَابُ الصَّلِيبِ مَعَ صَلِيبِهِمْ، وَأَصْحَابُ الأَوْثَانِ مَعَ أَوْثَانِهِمْ، وَأَصْحَابُ كُلِّ آلِهَةٍ مَعَ آلِهَتِهِمْ، حَتَّى يَبْقَى مَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ، مِنْ بَرٍّ أَوْ فَاجِرٍ، وَغُبَّرَاتٌ مِنْ أَهْلِ الكِتَابِ، ثُمَّ يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ تُعْرَضُ كَأَنَّهَا سَرَابٌ، فَيُقَالُ لِلْيَهُودِ: مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ؟ قَالُوا: كُنَّا نَعْبُدُ عُزَيْرَ ابْنَ اللَّهِ، فَيُقَالُ: كَذَبْتُمْ، لَمْ يَكُنْ لِلَّهِ صَاحِبَةٌ وَلاَ وَلَدٌ، فَمَا تُرِيدُونَ؟ قَالُوا: نُرِيدُ أَنْ تَسْقِيَنَا، فَيُقَالُ: اشْرَبُوا، فَيَتَسَاقَطُونَ فِي جَهَنَّمَ، ثُمَّ يُقَالُ لِلنَّصَارَى: مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ؟ فَيَقُولُونَ: كُنَّا نَعْبُدُ المَسِيحَ ابْنَ اللَّهِ، فَيُقَالُ: كَذَبْتُمْ، لَمْ يَكُنْ لِلَّهِ صَاحِبَةٌ، وَلاَ وَلَدٌ، فَمَا تُرِيدُونَ؟ فَيَقُولُونَ: نُرِيدُ أَنْ تَسْقِيَنَا، فَيُقَالُ: اشْرَبُوا فَيَتَسَاقَطُونَ فِي جَهَنَّمَ، حَتَّى يَبْقَى مَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ مِنْ بَرٍّ أَوْ فَاجِرٍ، فَيُقَالُ لَهُمْ: مَا يَحْبِسُكُمْ وَقَدْ ذَهَبَ النَّاسُ؟ فَيَقُولُونَ: فَارَقْنَاهُمْ، وَنَحْنُ أَحْوَجُ مِنَّا إِلَيْهِ اليَوْمَ، وَإِنَّا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي: لِيَلْحَقْ كُلُّ قَوْمٍ بِمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ، وَإِنَّمَا نَنْتَظِرُ رَبَّنَا، قَالَ: فَيَأْتِيهِمُ الجَبَّارُ فِي صُورَةٍ غَيْرِ صُورَتِهِ الَّتِي رَأَوْهُ فِيهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ، فَيَقُولُ: أَنَا رَبُّكُمْ، فَيَقُولُونَ: أَنْتَ رَبُّنَا، فَلاَ يُكَلِّمُهُ إِلَّا الأَنْبِيَاءُ، فَيَقُولُ: هَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ آيَةٌ تَعْرِفُونَهُ؟ فَيَقُولُونَ: السَّاقُ، فَيَكْشِفُ عَنْ سَاقِهِ، فَيَسْجُدُ لَهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ، وَيَبْقَى مَنْ كَانَ يَسْجُدُ لِلَّهِ رِيَاءً وَسُمْعَةً، فَيَذْهَبُ كَيْمَا يَسْجُدَ، فَيَعُودُ ظَهْرُهُ طَبَقًا وَاحِدًا، ثُمَّ يُؤْتَى بِالْجَسْرِ فَيُجْعَلُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ»، قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الجَسْرُ؟ قَالَ: «مَدْحَضَةٌ مَزِلَّةٌ، عَلَيْهِ خَطَاطِيفُ وَكَلاَلِيبُ، وَحَسَكَةٌ مُفَلْطَحَةٌ لَهَا شَوْكَةٌ عُقَيْفَاءُ، تَكُونُ بِنَجْدٍ، يُقَالُ لَهَا: السَّعْدَانُ، المُؤْمِنُ عَلَيْهَا كَالطَّرْفِ وَكَالْبَرْقِ وَكَالرِّيحِ، وَكَأَجَاوِيدِ الخَيْلِ وَالرِّكَابِ، فَنَاجٍ مُسَلَّمٌ، وَنَاجٍ مَخْدُوشٌ، وَمَكْدُوسٌ فِي نَارِ جَهَنَّمَ، حَتَّى يَمُرَّ آخِرُهُمْ يُسْحَبُ سَحْبًا، فَمَا أَنْتُمْ بِأَشَدَّ لِي مُنَاشَدَةً فِي الحَقِّ، قَدْ تَبَيَّنَ لَكُمْ مِنَ المُؤْمِنِ يَوْمَئِذٍ لِلْجَبَّارِ، وَإِذَا رَأَوْا أَنَّهُمْ قَدْ نَجَوْا، فِي إِخْوَانِهِمْ، يَقُولُونَ: رَبَّنَا إِخْوَانُنَا، كَانُوا يُصَلُّونَ مَعَنَا، وَيَصُومُونَ مَعَنَا، وَيَعْمَلُونَ مَعَنَا، فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: اذْهَبُوا، فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ دِينَارٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجُوهُ، وَيُحَرِّمُ اللَّهُ صُوَرَهُمْ عَلَى النَّارِ، فَيَأْتُونَهُمْ وَبَعْضُهُمْ قَدْ غَابَ فِي النَّارِ إِلَى قَدَمِهِ، وَإِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ، فَيُخْرِجُونَ مَنْ عَرَفُوا، ثُمَّ يَعُودُونَ، فَيَقُولُ: اذْهَبُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ نِصْفِ دِينَارٍ فَأَخْرِجُوهُ، فَيُخْرِجُونَ مَنْ عَرَفُوا، ثُمَّ يَعُودُونَ، فَيَقُولُ: اذْهَبُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجُوهُ، فَيُخْرِجُونَ مَنْ عَرَفُوا» قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: فَإِنْ لَمْ تُصَدِّقُونِي فَاقْرَءُوا: ﴿إِنَّ اللَّهَ لاَ يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا﴾ [النساء: 40]، «فَيَشْفَعُ النَّبِيُّونَ وَالمَلاَئِكَةُ وَالمُؤْمِنُونَ، فَيَقُولُ الجَبَّارُ: بَقِيَتْ شَفَاعَتِي، فَيَقْبِضُ قَبْضَةً مِنَ النَّارِ، فَيُخْرِجُ أَقْوَامًا قَدْ امْتُحِشُوا، فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرٍ بِأَفْوَاهِ الجَنَّةِ، يُقَالُ لَهُ: مَاءُ الحَيَاةِ، فَيَنْبُتُونَ فِي حَافَتَيْهِ كَمَا تَنْبُتُ الحِبَّةُ فِي حَمِيلِ السَّيْلِ، قَدْ رَأَيْتُمُوهَا إِلَى جَانِبِ الصَّخْرَةِ، وَإِلَى جَانِبِ الشَّجَرَةِ، فَمَا كَانَ إِلَى الشَّمْسِ مِنْهَا كَانَ أَخْضَرَ، وَمَا كَانَ مِنْهَا إِلَى الظِّلِّ كَانَ أَبْيَضَ، فَيَخْرُجُونَ كَأَنَّهُمُ اللُّؤْلُؤُ، فَيُجْعَلُ فِي رِقَابِهِمُ الخَوَاتِيمُ، فَيَدْخُلُونَ الجَنَّةَ، فَيَقُولُ أَهْلُ الجَنَّةِ: هَؤُلاَءِ عُتَقَاءُ الرَّحْمَنِ، أَدْخَلَهُمُ الجَنَّةَ بِغَيْرِ عَمَلٍ عَمِلُوهُ، وَلاَ خَيْرٍ قَدَّمُوهُ، فَيُقَالُ لَهُمْ: لَكُمْ مَا رَأَيْتُمْ وَمِثْلَهُ مَعَهُ»

“Apakah kalian berdesak-desakan dalam melihat matahari dan bulan ketika cuaca cerah?” Kami menjawab: “Tidak.” Beliau bersabda: “Maka sungguh kalian tidak akan berdesak-desakan dalam melihat Robb kalian pada hari itu, kecuali sebagaimana kalian berdesak-desakan dalam melihat keduanya.” Kemudian beliau bersabda: “Seorang penyeru akan berseru: ‘Hendaklah setiap kaum pergi kepada apa yang dahulu mereka sembah.’ Maka para penyembah salib akan pergi bersama salib mereka, para penyembah berhala akan pergi bersama berhala mereka, dan para penyembah setiap ilah (tuhan) akan pergi bersama ilah mereka. Hingga tersisa orang yang menyembah Alloh, baik orang yang berbakti maupun orang yang durhaka, serta sisa-sisa dari Ahli Kitab. Kemudian Jahannam didatangkan, ia diperlihatkan seolah-olah fatamorgana. Lalu dikatakan kepada orang-orang Yahudi: ‘Apa yang dahulu kalian sembah?’ Mereka menjawab: ‘Dahulu kami menyembah Uzair putra Alloh.’ Maka dikatakan: ‘Kalian dusta, Alloh tidak memiliki pasangan dan tidak memiliki anak.’ ‘Lalu apa yang kalian inginkan?’ Mereka menjawab: ‘Kami ingin Engkau memberi kami minum.’ Maka dikatakan: ‘Minumlah!’ Lalu mereka berjatuhan ke dalam Jahannam. Kemudian dikatakan kepada orang-orang Nashoro: ‘Apa yang dahulu kalian sembah?’ Mereka menjawab: ‘Dahulu kami menyembah Al-Masih putra Alloh.’ Maka dikatakan: ‘Kalian dusta, Alloh tidak memiliki pasangan dan tidak memiliki anak.’ ‘Lalu apa yang kalian inginkan?’ Mereka menjawab: ‘Kami ingin Engkau memberi kami minum.’ Maka dikatakan: ‘Minumlah!’ Lalu mereka berjatuhan ke dalam Jahannam. Hingga tersisa orang yang menyembah Alloh, baik orang yang berbakti maupun orang yang durhaka. Lalu dikatakan kepada mereka: ‘Apa yang menahan kalian, padahal manusia telah pergi?’ Mereka menjawab: ‘Kami telah meninggalkan mereka, dan kami lebih membutuhkan-Nya hari ini. Dan sungguh kami mendengar seorang penyeru berseru: ‘Hendaklah setiap kaum menyusul apa yang dahulu mereka sembah,’ dan sungguh kami sedang menunggu Robb kami.” Beliau bersabda: “Maka Sang Maha Perkasa akan mendatangi mereka dalam wujud yang berbeda dari wujud yang mereka lihat pertama kali, lalu Dia berfirman: ‘Akulah Robb kalian.’ Maka mereka berkata: ‘Engkaulah Robb kami.’ Maka tidak ada yang berbicara kepada-Nya kecuali para Nabi. Lalu Dia berfirman: ‘Apakah ada tanda antara kalian dan Dia yang kalian kenal?’ Mereka menjawab: ‘Betis.’ Maka Dia menyingkapkan betis-Nya, lalu setiap Mukmin bersujud kepada-Nya. Dan tersisa orang yang dahulu bersujud kepada Alloh karena riya dan ingin didengar, maka ia ingin bersujud, namun punggungnya kembali menjadi satu lapis (kaku).” Kemudian didatangkanlah jembatan (shiroth) lalu diletakkan di atas punggung Jahannam. Kami bertanya: “Wahai Rosululloh, apa itu jembatan?” Beliau bersabda: “Ia adalah jembatan yang miring dan licin, di atasnya ada besi pengait panjang berduri yang ujungnya bengkok, mirip duri dari pohon di Najd, disebut Sa’dan. Orang Mukmin di atasnya ada yang berjalan seperti kilatan pandangan, seperti kilat, seperti angin, dan seperti kuda-kuda dan unta-unta yang cepat. Maka ada yang selamat sempurna, ada yang selamat namun tergores, dan ada yang terjerembab ke dalam api Jahannam, hingga yang terakhir dari mereka lewat dengan ditarik. Tidaklah permintaan kalian untuk menolongku di dunia lebih besar dari permintaan kalian kepada Al-Jabbar untuk orang Mukmin pada hari itu. Apabila mereka telah selamat, maka mereka berkata untuk menolong saudara-saudara mereka: ‘Robb kami, saudara-saudara kami, dahulu mereka Sholat bersama kami, dan berpuasa bersama kami, dan beramal bersama kami.’ Maka Alloh Ta’ala berfirman: ‘Pergilah, siapa yang kalian dapati di dalam hatinya seberat dinar keimanan, maka keluarkanlah ia.’ Dan Alloh mengharomkan api Neraka atas wajah mereka. Maka mereka mendatangi mereka dan sebagian mereka telah tenggelam di dalam Neraka hingga kakinya, dan ada pula hingga setengah betisnya. Maka mereka mengeluarkan siapa yang mereka kenali. Kemudian mereka kembali. Lalu Dia berfirman: ‘Pergilah, siapa yang kalian dapati di dalam hatinya seberat setengah dinar keimanan, maka keluarkanlah ia.’ Maka mereka mengeluarkan siapa yang mereka kenali. Kemudian mereka kembali. Lalu Dia berfirman: ‘Pergilah, siapa yang kalian dapati di dalam hatinya seberat dzarroh (atom) keimanan, maka keluarkanlah ia.’ Maka mereka mengeluarkan siapa yang mereka kenali.” Abu Sa’id berkata: “Jika kalian tidak membenarkanku, maka bacalah: {Sungguh Alloh tidak menganiaya seberat dzarroh pun, dan jika ada kebajikan, niscaya Dia akan melipatgandakannya} [An-Nisa: 40].” “Maka para Nabi, para Malaikat, dan orang-orang Mukmin memberi syafaat. Lalu Sang Maha Perkasa berfirman: ‘Tersisa syafaat-Ku.’ Maka Dia menggenggam segenggam dari Neraka, lalu mengeluarkan kaum-kaum yang telah hangus, lalu mereka dilemparkan ke dalam sebuah sungai di pintu-pintu Surga, yang disebut: Air Kehidupan. Maka mereka tumbuh di tepiannya sebagaimana biji-bijian tumbuh di tempat yang dilalui air bah, seperti yang kalian melihat di samping batu, atau di samping pohon. Apa yang terkena matahari dari biji-bijian itu akan menjadi hijau, dan apa yang terkena naungan akan menjadi putih. Maka mereka keluar seolah-olah mutiara. Lalu diletakkan di leher mereka cincin-cincin (tanda), lalu mereka masuk Surga. Maka penduduk Surga berkata: ‘Mereka ini adalah orang-orang yang dibebaskan oleh Ar-Rohman, Dia memasukkan mereka ke Surga tanpa amal yang mereka kerjakan, dan tanpa kebaikan yang mereka dahulukan.’ Maka dikatakan kepada mereka: ‘Kalian mendapatkan apa yang telah kalian lihat dan yang semisalnya bersamanya.’” [Muslim: 183]

7440. Dari Anas Rodhiyallohu ‘Anhu: Rosululloh bersabda:

«يُحْبَسُ المُؤْمِنُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُهِمُّوا بِذَلِكَ، فَيَقُولُونَ: لَوِ اسْتَشْفَعْنَا إِلَى رَبِّنَا فَيُرِيحُنَا مِنْ مَكَانِنَا، فَيَأْتُونَ آدَمَ، فَيَقُولُونَ: أَنْتَ آدَمُ أَبُو النَّاسِ، خَلَقَكَ اللَّهُ بِيَدِهِ، وَأَسْكَنَكَ جَنَّتَهُ، وَأَسْجَدَ لَكَ مَلاَئِكَتَهُ، وَعَلَّمَكَ أَسْمَاءَ كُلِّ شَيْءٍ، لِتَشْفَعْ لَنَا عِنْدَ رَبِّكَ حَتَّى يُرِيحَنَا مِنْ مَكَانِنَا هَذَا، قَالَ: فَيَقُولُ: لَسْتُ هُنَاكُمْ، قَالَ: وَيَذْكُرُ خَطِيئَتَهُ الَّتِي أَصَابَ: أَكْلَهُ مِنَ الشَّجَرَةِ، وَقَدْ نُهِيَ عَنْهَا، وَلَكِنِ ائْتُوا نُوحًا أَوَّلَ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ إِلَى أَهْلِ الأَرْضِ، فَيَأْتُونَ نُوحًا فَيَقُولُ: لَسْتُ هُنَاكُمْ، وَيَذْكُرُ خَطِيئَتَهُ الَّتِي أَصَابَ: سُؤَالَهُ رَبَّهُ بِغَيْرِ عِلْمٍ، وَلَكِنِ ائْتُوا إِبْرَاهِيمَ خَلِيلَ الرَّحْمَنِ، قَالَ: فَيَأْتُونَ إِبْرَاهِيمَ فَيَقُولُ: إِنِّي لَسْتُ هُنَاكُمْ، وَيَذْكُرُ ثَلاَثَ كَلِمَاتٍ كَذَبَهُنَّ، وَلَكِنِ ائْتُوا مُوسَى: عَبْدًا آتَاهُ اللَّهُ التَّوْرَاةَ، وَكَلَّمَهُ، وَقَرَّبَهُ نَجِيًّا، قَالَ: فَيَأْتُونَ مُوسَى، فَيَقُولُ: إِنِّي لَسْتُ هُنَاكُمْ، وَيَذْكُرُ خَطِيئَتَهُ الَّتِي أَصَابَ قَتْلَهُ النَّفْسَ، وَلَكِنِ ائْتُوا عِيسَى عَبْدَ اللَّهِ وَرَسُولَهُ وَرُوحَ اللَّهِ وَكَلِمَتَهُ، قَالَ: فَيَأْتُونَ عِيسَى، فَيَقُولُ: لَسْتُ هُنَاكُمْ، وَلَكِنِ ائْتُوا مُحَمَّدًا ، عَبْدًا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ، فَيَأْتُونِي، فَأَسْتَأْذِنُ عَلَى رَبِّي فِي دَارِهِ فَيُؤْذَنُ لِي عَلَيْهِ، فَإِذَا رَأَيْتُهُ وَقَعْتُ سَاجِدًا، فَيَدَعُنِي مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدَعَنِي، فَيَقُولُ: ارْفَعْ مُحَمَّدُ، وَقُلْ يُسْمَعْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، وَسَلْ تُعْطَ، قَالَ: فَأَرْفَعُ رَأْسِي، فَأُثْنِي عَلَى رَبِّي بِثَنَاءٍ وَتَحْمِيدٍ يُعَلِّمُنِيهِ، ثُمَّ أَشْفَعُ فَيَحُدُّ لِي حَدًّا، فَأَخْرُجُ فَأُدْخِلُهُمُ الجَنَّةَ، - قَالَ قَتَادَةُ: وَسَمِعْتُهُ أَيْضًا يَقُولُ: فَأَخْرُجُ فَأُخْرِجُهُمْ مِنَ النَّارِ، وَأُدْخِلُهُمُ الجَنَّةَ - ثُمَّ أَعُودُ الثَّانِيَةَ: فَأَسْتَأْذِنُ عَلَى رَبِّي فِي دَارِهِ، فَيُؤْذَنُ لِي عَلَيْهِ، فَإِذَا رَأَيْتُهُ وَقَعْتُ سَاجِدًا، فَيَدَعُنِي مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدَعَنِي، ثُمَّ يَقُولُ: ارْفَعْ مُحَمَّدُ، وَقُلْ يُسْمَعْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، وَسَلْ تُعْطَ، قَالَ: فَأَرْفَعُ رَأْسِي، فَأُثْنِي عَلَى رَبِّي بِثَنَاءٍ وَتَحْمِيدٍ يُعَلِّمُنِيهِ، قَالَ: ثُمَّ أَشْفَعُ فَيَحُدُّ لِي حَدًّا، فَأَخْرُجُ، فَأُدْخِلُهُمُ الجَنَّةَ، - قَالَ قَتَادَةُ، وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: فَأَخْرُجُ فَأُخْرِجُهُمْ مِنَ النَّارِ وَأُدْخِلُهُمُ الجَنَّةَ - ثُمَّ أَعُودُ الثَّالِثَةَ: فَأَسْتَأْذِنُ عَلَى رَبِّي فِي دَارِهِ، فَيُؤْذَنُ لِي عَلَيْهِ، فَإِذَا رَأَيْتُهُ وَقَعْتُ سَاجِدًا، فَيَدَعُنِي مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدَعَنِي، ثُمَّ يَقُولُ ارْفَعْ مُحَمَّدُ، وَقُلْ يُسْمَعْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، وَسَلْ تُعْطَهْ، قَالَ: فَأَرْفَعُ رَأْسِي، فَأُثْنِي عَلَى رَبِّي بِثَنَاءٍ وَتَحْمِيدٍ يُعَلِّمُنِيهِ، قَالَ: ثُمَّ أَشْفَعُ فَيَحُدُّ لِي حَدًّا، فَأَخْرُجُ فَأُدْخِلُهُمُ الجَنَّةَ، - قَالَ قَتَادَةُ وَقَدْ سَمِعْتُهُ يَقُولُ: فَأَخْرُجُ فَأُخْرِجُهُمْ مِنَ النَّارِ، وَأُدْخِلُهُمُ الجَنَّةَ - حَتَّى مَا يَبْقَى فِي النَّارِ إِلَّا مَنْ حَبَسَهُ القُرْآنُ»، أَيْ وَجَبَ عَلَيْهِ الخُلُودُ، قَالَ: ثُمَّ تَلاَ هَذِهِ الآيَةَ: ﴿عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا﴾ [الإسراء: 79] قَالَ: «وَهَذَا المَقَامُ المَحْمُودُ الَّذِي وُعِدَهُ نَبِيُّكُمْ »

“Orang-orang Mukmin akan ditahan pada Hari Kiamat hingga mereka merasa sangat khawatir dengan keadaan itu. Lalu mereka berkata: ‘Seandainya kita memohon syafaat kepada Robb kita agar Dia melegakan kita dari tempat kita ini.’ Maka mereka mendatangi Adam, lalu mereka berkata: ‘Engkau adalah Adam, bapak manusia, Alloh menciptakanmu dengan Tangan-Nya, menempatkanmu di Surga-Nya, menyuruh para Malaikat-Nya bersujud kepadamu, dan mengajarkanmu nama-nama segala sesuatu. Mohonkanlah syafaat untuk kami kepada Robbmu agar Dia melegakan kami dari tempat kami ini.’ Maka Adam berkata: ‘Aku bukan orangnya.’ Ia menyebutkan kesalahan yang telah ia perbuat: Ia memakan dari pohon itu, padahal ia telah dilarang darinya. ‘Tetapi datanglah kepada Nuh, Nabi pertama yang Alloh utus kepada penduduk bumi.’ Maka mereka mendatangi Nuh, lalu ia berkata: ‘Aku bukan orangnya.’ Dan ia menyebutkan kesalahan yang telah ia perbuat: Ia meminta kepada Robbnya tanpa ilmu. ‘Tetapi datanglah kepada Ibrohim, kekasih Ar-Rohman.’ Maka mereka mendatangi Ibrohim, lalu ia berkata: ‘Sungguh aku bukan orangnya.’ Dan ia menyebutkan tiga perkataan dusta yang ia ucapkan. ‘Tetapi datanglah kepada Musa: seorang hamba yang Alloh berikan kepadanya Tauroh, dan Dia berbicara kepadanya, dan mendekatkannya untuk bicara.’ Maka mereka mendatangi Musa, lalu ia berkata: ‘Sungguh aku bukan orangnya.’ Dan ia menyebutkan kesalahan yang telah ia perbuat: membunuh jiwa. ‘Tetapi datanglah kepada Isa, hamba Alloh dan Rosul-Nya, Ruh Alloh dan Kalimah-Nya.’ Maka mereka mendatangi Isa, lalu ia berkata: ‘Aku bukan orangnya, tetapi datanglah kepada Muhammad , seorang hamba yang Alloh telah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.’ Maka mereka mendatangiku, lalu aku meminta izin kepada Robbku di kediaman-Nya[1]. Aku pun diizinkan menghadap kepada-Nya. Apabila aku melihat-Nya, aku langsung bersujud. Maka Dia membiarkanku bersujud selama Alloh menghendaki-Nya. Lalu Dia berfirman: ‘Angkatlah kepalamu, wahai Muhammad! Ucapkanlah, niscaya engkau akan didengar. Berilah syafaat, niscaya syafaatmu diterima. Mintalah, niscaya engkau akan diberi.’ Beliau bersabda: Maka aku mengangkat kepalaku, lalu aku memuji Robbku dengan pujian dan tahmid yang Dia ajarkan kepadaku. Kemudian aku memberi syafaat, lalu Dia menetapkan batas untukku, maka aku keluar dan memasukkan mereka ke dalam Surga. – Qotadah berkata: Dan aku juga mendengarnya berkata: Maka aku keluar dan mengeluarkan mereka dari Neraka, dan memasukkan mereka ke dalam Surga. – Kemudian aku kembali yang kedua kalinya: Maka aku meminta izin kepada Robbku di kediaman-Nya. Aku pun diizinkan menghadap kepada-Nya. Apabila aku melihat-Nya, aku langsung bersujud. Dia membiarkanku bersujud selama Alloh menghendaki-Nya. Kemudian Dia berfirman: ‘Angkatlah kepalamu, wahai Muhammad! Bicaralah, niscaya engkau akan didengar. Berilah syafaat, niscaya syafaatmu diterima. Mintalah, niscaya engkau akan diberi.’ Aku mengangkat kepalaku, lalu aku memuji Robbku dengan pujian dan tahmid yang Dia ajarkan kepadaku. Beliau bersabda: Kemudian aku memberi syafaat, lalu Dia menetapkan batas untukku, maka aku keluar, dan memasukkan mereka ke dalam Surga. – Qotadah berkata: Dan aku mendengarnya berkata: Maka aku keluar dan mengeluarkan mereka dari Neraka dan memasukkan mereka ke dalam Surga. – Kemudian aku kembali yang ketiga kalinya: Maka aku meminta izin kepada Robbku di kediaman-Nya. Aku pun diizinkan menghadap kepada-Nya. Apabila aku melihat-Nya, aku langsung bersujud. Maka Dia membiarkanku bersujud selama Alloh menghendaki-Nya. Kemudian Dia berfirman: ‘Angkatlah kepalamu, wahai Muhammad! Berbicaralah, niscaya engkau akan didengar. Berilah syafaat, niscaya syafaatmu diterima. Mintalah, niscaya engkau akan diberi.’ Beliau bersabda: Maka aku mengangkat kepalaku, lalu aku memuji Robbku dengan pujian dan tahmid yang Dia ajarkan kepadaku. Kemudian aku memberi syafaat, lalu Dia menetapkan batas untukku, maka aku keluar dan memasukkan mereka ke dalam Surga. – Qotadah berkata: Dan sungguh aku telah mendengarnya berkata: Maka aku keluar dan mengeluarkan mereka dari Neraka, dan memasukkan mereka ke dalam Surga – hingga tidak tersisa di Neraka kecuali orang yang ditahan oleh Al-Qur’an,” artinya yang wajib kekal di dalamnya (yaitu orang kafir). Kemudian beliau membaca ayat ini: {Boleh jadi Robbmu akan mengangkatmu ke tempat yang terpuji} [Al-Isro: 79]. Beliau bersabda: “Dan inilah Al-Maqom Al-Mahmud (tempat yang terpuji) yang dijanjikan kepada Nabimu .”

7441. Anas bin Malik: Rosululloh mengutus (seseorang) kepada kaum Anshor, lalu beliau mengumpulkan mereka di sebuah kubah dan bersabda kepada mereka:

«اصْبِرُوا حَتَّى تَلْقَوُا اللَّهَ وَرَسُولَهُ، فَإِنِّي عَلَى الحَوْضِ»

“Bersabarlah hingga kalian bertemu dengan Alloh dan Rosul-Nya, karena sungguh aku berada di Haudh (telaga).”

7442. Dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma, ia berkata: Rosululloh apabila beliau sholat tahajjud di malam hari, beliau berdoa:

«اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، أَنْتَ الحَقُّ، وَقَوْلُكَ الحَقُّ، وَوَعْدُكَ الحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الحَقُّ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ خَاصَمْتُ، وَبِكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَأَسْرَرْتُ وَأَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ»

Alloohumma robbanaa lakal hamdu anta qoyyimus samaawaati wal ardh, walakal hamdu anta robbus samaawaati wal ardh wa man fihinn, walakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardh wa man fihinn, antal haqqu, wa qowlukal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqoo-ukal haqqu, wal jannatu haqqun, wan naaru haqqun, was saa’atu haqqun, Alloohumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika khooshomtu, wa bika haakamtu, faghfirlii ma qoddamtu wa maa akhkhortu, wa asrortu wa a’lantu, wa ma anta a’lamu bihii minnii, la ilaaha illa anta (Ya Alloh, Robb kami, bagi-Mu segala puji, Engkaulah Penegak langit dan bumi, dan bagi-Mu segala puji, Engkaulah Robb langit dan bumi serta siapa pun yang ada di dalamnya, dan bagi-Mu segala puji, Engkaulah Cahaya langit dan bumi serta siapa pun yang ada di dalamnya. Engkaulah kebenaran, dan Firman-Mu adalah kebenaran, dan janji-Mu adalah kebenaran, dan pertemuan dengan-Mu adalah kebenaran, dan Surga adalah kebenaran, dan Neraka adalah kebenaran, dan Hari Kiamat adalah kebenaran. Ya Alloh, kepada-Mu aku berserah diri, dan kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku bertawakkal, dan kepada-Mu aku mengadu, dan dengan-Mu aku berhukum, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku nyatakan, serta apa yang Engkau lebih ketahui daripada aku. Tiada yang berhak disembah selain Engkau).”

7443. Dari Adi bin Hatim, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا سَيُكَلِّمُهُ رَبُّهُ، لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانٌ، وَلاَ حِجَابٌ يَحْجُبُهُ»

“Tidak seorang pun dari kalian melainkan Robbnya akan berbicara dengannya, tidak ada penerjemah antara Dia dan dia, dan tidak ada penghalang yang menghalangi-Nya.”

7444. Dari Abdullah bin Qois, dari Rosululloh bersabda:

«جَنَّتَانِ مِنْ فِضَّةٍ، آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا، وَجَنَّتَانِ مِنْ ذَهَبٍ، آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا، وَمَا بَيْنَ القَوْمِ وَبَيْنَ أَنْ يَنْظُرُوا إِلَى رَبِّهِمْ إِلَّا رِدَاءُ الكِبْرِ عَلَى وَجْهِهِ فِي جَنَّةِ عَدْنٍ»

“Dua Surga terbuat dari perak, bejana-bejana dan apa yang ada di dalamnya (terbuat dari perak), dan dua Surga terbuat dari emas, bejana-bejana dan apa yang ada di dalamnya (terbuat dari emas). Tidak ada antara kaum itu dengan pandangan mereka kepada Robb mereka melainkan rida’ (selendang) kebesaran di Wajah-Nya di Surga Adn.”

7445. Dari Abdulloh Rodhiyallohu ‘Anhu, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«مَنِ اقْتَطَعَ مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينٍ كَاذِبَةٍ، لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ»

“Siapa yang mengambil harta seorang Muslim dengan sumpah palsu, maka ia akan bertemu Alloh dalam keadaan Dia murka kepadanya.”

Abdulloh berkata: Kemudian Rosululloh membaca pembenarannya dari Kitab Alloh Jalla Dzikruh:

﴿إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لاَ خَلاَقَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ﴾

“Sungguh orang-orang yang menukar janji Alloh dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian di akhirat, dan Alloh tidak akan berbicara dengan mereka…” [Ali Imron: 77] hingga akhir ayat.

7446. Dari Abu Huroiroh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ القِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ: رَجُلٌ حَلَفَ عَلَى سِلْعَةٍ لَقَدْ أَعْطَى بِهَا أَكْثَرَ مِمَّا أَعْطَى وَهُوَ كَاذِبٌ، وَرَجُلٌ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ كَاذِبَةٍ بَعْدَ العَصْرِ لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ، وَرَجُلٌ مَنَعَ فَضْلَ مَاءٍ فَيَقُولُ اللَّهُ يَوْمَ القِيَامَةِ: اليَوْمَ أَمْنَعُكَ فَضْلِي كَمَا مَنَعْتَ فَضْلَ مَا لَمْ تَعْمَلْ يَدَاكَ»

“Tiga golongan yang Alloh tidak akan berbicara dengan mereka pada Hari Kiamat dan tidak akan melihat mereka: (1) seorang yang bersumpah atas barang dagangannya bahwa telah ada orang yang menawar lebih mahal dari harga yang ia tawarkan, padahal dia berdusta, (2) seorang yang bersumpah palsu setelah Ashar untuk mengambil harta seorang Muslim, dan (3) seorang yang menahan kelebihan air dan Alloh berfirman pada Hari Kiamat: ‘Hari ini Aku akan menahan karunia-Ku darimu sebagaimana engkau menahan kelebihan dari apa yang tidak dikerjakan oleh kedua tanganmu.’”

7447. Dari Abu Bakroh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«الزَّمَانُ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا: مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ، ذُو القَعْدَةِ، وَذُو الحَجَّةِ، وَالمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ، أَيُّ شَهْرٍ هَذَا؟»، قُلْنَا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ يُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ، قَالَ: «أَلَيْسَ ذَا الحَجَّةِ؟»، قُلْنَا: بَلَى، قَالَ: «أَيُّ بَلَدٍ هَذَا؟»، قُلْنَا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ، قَالَ: «أَلَيْسَ البَلْدَةَ؟»، قُلْنَا: بَلَى، قَالَ: «فَأَيُّ يَوْمٍ هَذَا؟»، قُلْنَا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ، قَالَ: «أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ؟»، قُلْنَا: بَلَى، قَالَ: «فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ - قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَحْسِبُهُ قَالَ: وَأَعْرَاضَكُمْ - عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، وَسَتَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ فَيَسْأَلُكُمْ عَنْ أَعْمَالِكُمْ، أَلاَ فَلاَ تَرْجِعُوا بَعْدِي ضُلَّالًا، يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ، أَلاَ لِيُبْلِغِ الشَّاهِدُ الغَائِبَ، فَلَعَلَّ بَعْضَ مَنْ يَبْلُغُهُ أَنْ يَكُونَ أَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَنْ سَمِعَهُ، - فَكَانَ مُحَمَّدٌ إِذَا ذَكَرَهُ قَالَ: صَدَقَ النَّبِيُّ -، ثُمَّ قَالَ: أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ»

“Waktu berputar seperti keadaannya pada hari Alloh menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada 12 bulan: di antaranya ada empat bulan harom, tiga berturut-turut, yaitu Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, dan Muharrom, serta Rojab Mudhor yang berada di antara Jumada dan Sya’ban. Bulan apa ini?” Kami menjawab: “Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui.” Maka beliau diam hingga kami menyangka akan diganti dengan dengan nama lain. Beliau bersabda: “Bukankah ini Dzul Hijjah?” Kami menjawab: “Tentu.” Beliau bersabda: “Negeri apa ini?” Kami menjawab: “Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui.” Beliau diam hingga kami menyangka akan diganti dengan dengan nama lain. Beliau bersabda: “Bukankah ini negeri Makkah?” Kami menjawab: “Tentu.” Beliau bersabda: “Hari apa ini?” Kami menjawab: “Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui.” Beliau diam hingga kami menyangka akan diganti dengan nama lain. Beliau bersabda: “Bukankah ini Hari An-Nahr (Idul Adha)?” Kami menjawab: “Tentu.” Beliau bersabda: “Sungguh darah kalian dan harta kalian – Muhammad (perowi) berkata: dan aku kira beliau juga berkata: dan kehormatan kalian – harom atas kalian, seperti keharoman hari kalian ini, di negeri kalian ini, di bulan kalian ini. Kalian akan bertemu dengan Robb kalian, lalu Dia akan bertanya kepada kalian tentang amal perbuatan kalian. Ingatlah, janganlah kalian kembali setelahku menjadi sesat, sebagian kalian membunuh leher sebagian yang lain. Ingatlah, hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir. Karena boleh jadi sebagian orang yang sampai kepadanya (pesan ini) lebih mengerti daripada sebagian orang yang mendengarnya.” – Maka Muhammad (perowi) apabila menyebutkannya, ia berkata: “Nabi benar.” – Kemudian beliau bersabda: “Ingatlah, sudahkah aku menyampaikan? Ingatlah, sudahkah aku menyampaikan?”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Sungguh Rohmat Alloh dekat dengan orang-orang yang berbuat baik”

7448. Dari Usamah, ia berkata: Ada seorang putra dari salah satu putri Rosululloh yang sedang sekarat. Maka putri beliau mengutus (seseorang) kepada beliau agar beliau datang kepadanya. Lalu beliau mengirim pesan:

«إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلٌّ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ»

“Sungguh milik Alloh-lah apa yang Dia ambil, dan milik-Nya pula apa yang Dia berikan, dan segala sesuatu itu hingga waktu yang telah ditentukan. Maka hendaklah bersabar dan mengharapkan pahala.” Maka putri beliau mengutus lagi dan bersumpah kepadanya. Maka Rosululloh bangkit, dan aku bangkit bersama beliau, serta Mu’adz bin Jabal, Ubay bin Ka’b, dan Ubadah bin Ash-Shomit. Ketika kami masuk, mereka menyerahkan bayi itu kepada Rosululloh , dan jiwanya bergetar di dadanya – aku kira ia berkata: seolah-olah seperti kantong air – maka Rosululloh menangis. Lalu Sa’ad bin Ubadah berkata: “Apakah Anda menangis?” Maka beliau bersabda:

«إِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ»

“Sungguh Alloh hanya merohmati hamba-hamba-Nya yang penyayang.”

7449. Dari Abu Huroiroh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«اخْتَصَمَتِ الجَنَّةُ وَالنَّارُ إِلَى رَبّهِمَا، فَقَالَتِ الجَنَّةُ: يَا رَبِّ، مَا لَهَا لاَ يَدْخُلُهَا إِلَّا ضُعَفَاءُ النَّاسِ وَسَقَطُهُمْ، وَقَالَتِ النَّارُ: - يَعْنِي - أُوثِرْتُ بِالْمُتَكَبِّرِينَ، فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى لِلْجَنَّةِ: أَنْتِ رَحْمَتِي، وَقَالَ لِلنَّارِ: أَنْتِ عَذَابِي، أُصِيبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْكُمَا مِلْؤُهَا، قَالَ: فَأَمَّا الجَنَّةُ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَظْلِمُ مِنْ خَلْقِهِ أَحَدًا، وَإِنَّهُ يُنْشِئُ لِلنَّارِ مَنْ يَشَاءُ، فَيُلْقَوْنَ فِيهَا، فَتَقُولُ: هَلْ مِنْ مَزِيدٍ، ثَلاَثًا، حَتَّى يَضَعَ فِيهَا قَدَمَهُ فَتَمْتَلِئُ، وَيُرَدُّ بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ، وَتَقُولُ: قَطْ قَطْ قَطْ»

“Surga dan Neraka bersengketa di hadapan Robb keduanya. Maka Surga berkata: ‘Ya Robbku, mengapa tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang lemah dan rendah dari manusia?’ Neraka berkata: ‘Aku diistimewakan dengan orang-orang yang sombong.’ Maka Alloh Ta’ala berfirman kepada Surga: ‘Engkau adalah rohmat-Ku.’ Dia berfirman kepada Neraka: ‘Engkau adalah azab-Ku, denganmu Aku siksa siapa yang Aku kehendaki.’ Bagi masing-masing dari kalian ada isinya.” Beliau bersabda: “Adapun Surga, maka sungguh Alloh tidak menzholimi seorang pun dari makhluk-Nya. Sungguh Dia menciptakan untuk Neraka siapa yang Dia kehendaki, lalu mereka dilemparkan ke dalamnya. Lalu Neraka berkata: ‘Apakah ada tambahan?’ Tiga kali, hingga Dia meletakkan Kaki-Nya ke dalamnya, lalu ia penuh, dan sebagiannya dikembalikan kepada sebagian yang lain, dan ia berkata: ‘Cukup, cukup, cukup!’”

7450. Dari Anas Rodhiyallohu ‘Anhu, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«لَيُصِيبَنَّ أَقْوَامًا سَفْعٌ مِنَ النَّارِ، بِذُنُوبٍ أَصَابُوهَا عُقُوبَةً، ثُمَّ يُدْخِلُهُمُ اللَّهُ الجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ، يُقَالُ لَهُمُ الجَهَنَّمِيُّونَ»،

“Sungguh benar-benar sentuhan api Neraka mengenai suatu kaum karena dosa-dosa yang mereka lakukan sebagai hukuman, kemudian Alloh memasukkan mereka ke dalam Surga dengan karunia rohmat-Nya. Mereka disebut Jahannamiyyun (mantan penghuni Jahannam).”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Sungguh Alloh menahan langit dan bumi supaya jangan bergeser” [Fathir: 41]

7451. Dari Abdulloh, ia berkata: Seorang Yahudi datang kepada Rosululloh , lalu ia berkata: “Wahai Muhammad, sungguh Alloh meletakkan langit di satu jari, bumi di satu jari, gunung-gunung di satu jari, pohon-pohon dan sungai-sungai di satu jari, dan seluruh makhluk di satu jari, kemudian Dia berkata dengan Tangan-Nya: ‘Akulah Sang Raja.’” Maka Rosululloh tertawa dan membaca:

﴿وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ﴾

“Mereka tidak menghormati Alloh dengan penghormatan yang semestinya…” [Al-An’am: 91].

Bab Penciptaan Langit dan Bumi serta Makhluk-makhluk Lainnya

7452. Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Aku bermalam di rumah Maimunah suatu malam, dan Rosululloh bersamanya, untuk melihat bagaimana Sholat Rosululloh di malam hari. Maka Rosululloh berbincang-bincang dengan istrinya sebentar kemudian tidur. Ketika sepertiga malam terakhir, atau sebagiannya, beliau duduk lalu memandang ke langit dan membaca:

﴿إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ﴾ إِلَى قَوْلِهِ ﴿لِأُولِي الأَلْبَابِ﴾

“Sungguh dalam penciptaan langit dan bumi” hingga firman-Nya: “bagi orang-orang yang berakal.” [Ali Imron: 190]

Kemudian beliau bangkit, berwudhu, dan bersiwak, lalu Sholat 11 roka’at. Kemudian Bilal mengumandangkan adzan Sholat, maka beliau Sholat dua roka’at, kemudian beliau keluar dan Sholat Subuh berjamaah bersama orang-orang.”

Bab Firman-Nya Ta’ala: “Sungguh telah tetap perkataan Kami kepada hamba-hamba Kami yang diutus” [Ash-Shoffat: 171]

7453. Dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘Anhu: Rosululloh , beliau bersabda:

«لَمَّا قَضَى اللَّهُ الخَلْقَ، كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ: إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي»

“Ketika Alloh menetapkan penciptaan, Dia menulis di sisi-Nya di atas Arsy-Nya: ‘Sungguh rohmat-Ku telah mendahului murka-Ku.’”

7454. Dari Abdulloh bin Mas’ud Rodhiyallohu ‘Anhu, Rosululloh menceritakan kepada kami, dan beliau adalah Ash-Shodiq Al-Mashduq (yang benar dan dibenarkan):

«أَنَّ خَلْقَ أَحَدِكُمْ يُجْمَعُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَهُ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَهُ، ثُمَّ يُبْعَثُ إِلَيْهِ المَلَكُ فَيُؤْذَنُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، فَيَكْتُبُ: رِزْقَهُ، وَأَجَلَهُ، وَعَمَلَهُ، وَشَقِيٌّ أَمْ سَعِيدٌ، ثُمَّ يَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّى لاَ يَكُونُ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُ النَّارَ، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ، فَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا»

“Sungguh penciptaan salah seorang di antara kalian dikumpulkan di dalam perut ibunya selama 40 hari atau 40 malam, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu, kemudian menjadi segumpal daging seperti itu, kemudian diutus kepadanya Malaikat, lalu ia diizinkan dengan empat kalimat. Maka ia menulis: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah ia sengsara atau bahagia. Kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya. Sungguh salah seorang di antara kalian benar-benar beramal dengan amalan penduduk Surga hingga tidak ada jarak antara dirinya dengan Surga kecuali sehasta, lalu tulisan takdir mendahuluinya, maka ia beramal dengan amalan penduduk Neraka lalu ia masuk Neraka. Sungguh salah seorang di antara kalian benar-benar beramal dengan amalan penduduk Neraka, hingga tidak ada jarak antara dirinya dengan Neraka kecuali sehasta, lalu tulisan takdir mendahuluinya, maka ia beramal dengan amalan penduduk Surga lalu ia memasukinya.”

7455. Dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma: Rosululloh , beliau bersabda:

«يَا جِبْرِيلُ، مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَزُورَنَا أَكْثَرَ مِمَّا تَزُورُنَا»، فَنَزَلَتْ: ﴿وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا﴾ [مريم: 64] إِلَى آخِرِ الآيَةِ

“Wahai Jibril, apa yang menghalangimu untuk lebih sering mengunjungi kami dari biasanya?” Maka turunlah ayat: “Tidaklah kami turun melainkan dengan perintah Robbmu. Milik-Nya apa yang ada di hadapan kita dan apa yang ada di belakang kita…” [Maryam: 64] hingga akhir ayat. Beliau bersabda: “Inilah jawaban untuk Muhammad .”

7456. Dari Abdulloh, ia berkata: Aku berjalan bersama Rosululloh di sebuah kebun di Madinah, beliau sedang bersandar pada sebatang pelepah kurma. Lalu beliau melewati sekelompok orang Yahudi. Maka sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain: “Tanyakan kepadanya tentang ruh.” Sebagian mereka berkata: “Jangan tanyakan kepadanya tentang ruh.” Mereka bertanya kepadanya. Beliau berdiri bersandar pada pelepah kurma, dan aku di belakang beliau. Aku menyangka bahwa beliau sedang menerima wahyu. Lalu beliau bersabda:

﴿وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ العِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا﴾

“Mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: Ruh itu termasuk urusan Robbku, dan tidaklah kalian diberi ilmu melainkan sedikit.” [Al-Isro: 85]. Maka sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain: “Kami sudah katakan kepada kalian jangan tanyakan kepadanya.”

7457. Dari Abu Huroiroh: Rosululloh bersabda:

«تَكَفَّلَ اللَّهُ لِمَنْ جَاهَدَ فِي سَبِيلِهِ، لاَ يُخْرِجُهُ إِلَّا الجِهَادُ فِي سَبِيلِهِ وَتَصْدِيقُ كَلِمَاتِهِ، بِأَنْ يُدْخِلَهُ الجَنَّةَ، أَوْ يَرْجِعَهُ إِلَى مَسْكَنِهِ الَّذِي خَرَجَ مِنْهُ، مَعَ مَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ»

“Alloh menjamin bagi siapa saja yang berjihad di jalan-Nya, tidak ada yang mengeluarkannya kecuali jihad di jalan-Nya dan membenarkan Kalimat-kalimat-Nya, yaitu dengan memasukkannya ke dalam Surga, atau mengembalikannya ke tempat tinggalnya yang ia tinggalkan, dengan apa yang ia peroleh berupa pahala atau harta rampasan perang.”

7458. Dari Abu Musa, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi , lalu laki-laki itu berkata: “Seseorang berperang karena semangat kesukuan, berperang karena keberanian, dan berperang karena riya. Manakah di antara itu yang termasuk di jalan Alloh?” Beliau bersabda:

«مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ العُلْيَا، فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»

“Siapa yang berperang agar Kalimat Alloh menjadi yang paling tinggi, maka ia di jalan Alloh.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Sungguh Firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendaki sesuatu itu, Kami hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah!’, maka jadilah ia” [An-Nahl: 40]

7459. Dari Al-Mughiroh bin Syu’bah, ia berkata: Aku mendengar Rosululloh bersabda:

«لاَ يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي قَوْمٌ ظَاهِرِينَ عَلَى النَّاسِ، حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ»

“Akan senantiasa ada di antara umatku suatu kaum yang tetap tampak (menang) di atas manusia, hingga datang urusan Alloh kepada mereka (yakni Kiamat).”

7460. Dari Mu’awiyah, ia berkata: Aku mendengar Rosululloh bersabda:

«لاَ يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللَّهِ، مَا يَضُرُّهُمْ مَنْ كَذَّبَهُمْ وَلاَ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ»

“Akan senantiasa ada di antara umatku suatu golongan yang menegakkan perintah Alloh, tidak akan membahayakan mereka orang yang mendustakan mereka dan tidak pula orang yang menentang mereka, hingga datang urusan Alloh dan mereka tetap dalam keadaan itu.”

7461. Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rosululloh berdiri di hadapan Musailamah (pengaku Nabi) bersama para pengikutnya, lalu beliau bersabda:

«لَوْ سَأَلْتَنِي هَذِهِ القِطْعَةَ مَا أَعْطَيْتُكَهَا، وَلَنْ تَعْدُوَ أَمْرَ اللَّهِ فِيكَ، وَلَئِنْ أَدْبَرْتَ لَيَعْقِرَنَّكَ اللَّهُ»

“Seandainya engkau meminta kepadaku potongan (kenabian/pemerintahan) ini, aku tidak akan memberikannya kepadamu. Engkau tidak akan melampaui perintah Alloh mengenai dirimu. Sungguh jika engkau berpaling, niscaya Alloh akan membinasakanmu.”

7462. Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: Ketika aku berjalan bersama Rosululloh di suatu kebun di Madinah, beliau bersandar pada pelepah kurma yang bersamanya. Lalu kami melewati beberapa orang Yahudi. Maka sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain: “Tanyakan kepadanya tentang ruh.” Maka sebagian mereka berkata: “Jangan tanyakan kepadanya agar ia tidak memberikan sesuatu yang kalian benci.” Maka sebagian mereka berkata: “Kami pasti akan bertanya kepadanya.” Lalu seorang laki-laki dari mereka berdiri menghampiri beliau dan berkata: “Wahai Abul Qosim, apa itu ruh?” Nabi diam tidak menjawabnya, dan aku tahu bahwa beliau sedang menerima wahyu. Lalu beliau bersabda:

(وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتُوا مِنَ العِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا)

“Mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: Ruh itu termasuk urusan Robbku, dan tidaklah kalian diberi ilmu melainkan sedikit.” [Al-Isro: 85]

Al-A’masy berkata: “Demikianlah dalam bacaan kami.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Katakanlah: ‘Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Robbku, niscaya habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Robbku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)’” [Al-Kahfi: 109]

7463. Dari Abu Huroiroh: Rosululloh bersabda:

«تَكَفَّلَ اللَّهُ لِمَنْ جَاهَدَ فِي سَبِيلِهِ، لاَ يُخْرِجُهُ مِنْ بَيْتِهِ إِلَّا الجِهَادُ فِي سَبِيلِهِ وَتَصْدِيقُ كَلِمَتِهِ، أَنْ يُدْخِلَهُ الجَنَّةَ، أَوْ يَرُدَّهُ إِلَى مَسْكَنِهِ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ»

“Alloh menjamin bagi siapa saja yang berjihad di jalan-Nya, tidak ada yang mengeluarkannya dari rumahnya kecuali jihad di jalan-Nya dan membenarkan Firman-Nya, bahwa Dia akan memasukkannya ke dalam Surga, atau mengembalikannya ke tempat tinggalnya dengan apa yang ia peroleh berupa pahala atau harta rampasan perang.”

Bab Kehendak dan Irodat: “Kamu tidak menghendaki melainkan (jika) Alloh menghendaki” [Al-Insan: 30]

7464. Dari Anas, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«إِذَا دَعَوْتُمُ اللَّهَ فَاعْزِمُوا فِي الدُّعَاءِ، وَلاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِي، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ مُسْتَكْرِهَ لَهُ»

“Apabila kalian berdoa kepada Alloh, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, dan janganlah salah seorang di antara kalian berkata: ‘Jika Engkau mau, berilah aku,’ karena sungguh Alloh tidak ada yang memaksa-Nya.”

7465. Dari Ali bin Abi Tholib bahwa Rosululloh mendatangi beliau dan Fathimah putri Rosululloh pada suatu malam, lalu beliau bersabda kepada mereka: “Tidakkah kalian Sholat (malam)?” Ali berkata: Maka aku berkata: “Wahai Rosululloh, sungguh jiwa kami ada di Tangan Alloh, maka apabila Dia menghendaki untuk membangkitkan kami, Dia akan membangkitkan kami.” Maka Rosululloh beranjak pergi ketika aku mengatakan itu, dan beliau tidak menjawabku sedikit pun. Kemudian aku mendengar beliau, ketika beliau berbalik, memukul pahanya dan berkata:

﴿وَكَانَ الإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا﴾

“Manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.” [Al-Kahfi: 54].

7466. Dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘Anhu: Rosululloh bersabda:

«مَثَلُ المُؤْمِنِ كَمَثَلِ خَامَةِ الزَّرْعِ يَفِيءُ وَرَقُهُ مِنْ حَيْثُ أَتَتْهَا الرِّيحُ تُكَفِّئُهَا، فَإِذَا سَكَنَتِ اعْتَدَلَتْ، وَكَذَلِكَ المُؤْمِنُ يُكَفَّأُ بِالْبَلاَءِ، وَمَثَلُ الكَافِرِ كَمَثَلِ الأَرْزَةِ صَمَّاءَ مُعْتَدِلَةً حَتَّى يَقْصِمَهَا اللَّهُ إِذَا شَاءَ»

“Perumpamaan seorang Mukmin adalah seperti tanaman muda (padi atau gandum) yang daunnya bergoyang ke mana pun angin datang menerpanya. Apabila angin reda, ia kembali tegak. Demikian pula seorang Mukmin digoyangkan oleh bala. Sementara perumpamaan orang kafir adalah seperti pohon arza (cedar) yang tegak kokoh hingga Alloh mematahkannya apabila Dia menghendaki.”

7467. Abdulloh bin Umar Rodhiyallohu ‘Anhuma berkata: Aku mendengar Rosululloh ketika beliau berdiri di atas mimbar, bersabda:

«إِنَّمَا بَقَاؤُكُمْ فِيمَا سَلَفَ قَبْلَكُمْ مِنَ الأُمَمِ، كَمَا بَيْنَ صَلاَةِ العَصْرِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ، أُعْطِيَ أَهْلُ التَّوْرَاةِ التَّوْرَاةَ، فَعَمِلُوا بِهَا حَتَّى انْتَصَفَ النَّهَارُ ثُمَّ عَجَزُوا، فَأُعْطُوا قِيرَاطًا قِيرَاطًا، ثُمَّ أُعْطِيَ أَهْلُ الإِنْجِيلِ الإِنْجِيلَ، فَعَمِلُوا بِهِ حَتَّى صَلاَةِ العَصْرِ ثُمَّ عَجَزُوا، فَأُعْطُوا قِيرَاطًا قِيرَاطًا، ثُمَّ أُعْطِيتُمُ القُرْآنَ، فَعَمِلْتُمْ بِهِ حَتَّى غُرُوبِ الشَّمْسِ، فَأُعْطِيتُمْ قِيرَاطَيْنِ قِيرَاطَيْنِ، قَالَ أَهْلُ التَّوْرَاةِ: رَبَّنَا هَؤُلاَءِ أَقَلُّ عَمَلًا وَأَكْثَرُ أَجْرًا؟ قَالَ: هَلْ ظَلَمْتُكُمْ مِنْ أَجْرِكُمْ مِنْ شَيْءٍ؟ قَالُوا: لاَ، فَقَالَ: فَذَلِكَ فَضْلِي أُوتِيهِ مَنْ أَشَاءُ»

“Sungguh keberadaan kalian di antara umat-umat sebelum kalian adalah seperti waktu antara Sholat Ashar hingga terbenam matahari. Ahli Taurot diberi Taurot, lalu mereka mengamalkannya hingga tengah hari, kemudian mereka lemah (tidak mampu melanjutkan), maka mereka diberi qiroth demi qiroth. Kemudian Ahli Injil diberi Injil, lalu mereka mengamalkannya hingga Sholat Ashar, kemudian mereka lemah, maka mereka diberi qiroth demi qiroth. Kemudian kalian diberi Al-Qur’an, lalu kalian mengamalkannya hingga terbenam matahari, maka kalian diberi dua qiroth demi dua qiroth. Ahli Taurot berkata: ‘Robb kami, mereka ini lebih sedikit amalnya namun lebih banyak pahalanya?’ Dia berfirman: ‘Apakah Aku menzholimi kalian dari pahala kalian sedikit pun?’ Mereka menjawab: ‘Tidak.’ Maka Dia berfirman: ‘Itulah karunia-Ku, Aku berikan kepada siapa yang Aku kehendaki.’”

7468. Dari Ubadah bin Ash-Shomit, ia berkata: Aku berbai’at kepada Rosululloh di antara sekelompok orang. Lalu beliau bersabda:

«أُبَايِعُكُمْ عَلَى أَنْ لاَ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا، وَلاَ تَسْرِقُوا، وَلاَ تَزْنُوا، وَلاَ تَقْتُلُوا أَوْلاَدَكُمْ، وَلاَ تَأْتُوا بِبُهْتَانٍ تَفْتَرُونَهُ بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَأَرْجُلِكُمْ، وَلاَ تَعْصُونِي فِي مَعْرُوفٍ، فَمَنْ وَفَى مِنْكُمْ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ، وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَأُخِذَ بِهِ فِي الدُّنْيَا، فَهُوَ لَهُ كَفَّارَةٌ وَطَهُورٌ، وَمَنْ سَتَرَهُ اللَّهُ، فَذَلِكَ إِلَى اللَّهِ: إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ، وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ»

“Aku membai’at kalian untuk tidak menyekutukan Alloh sedikit pun, dan tidak mencuri, dan tidak berzina, dan tidak membunuh anak-anak kalian, dan tidak membuat tuduhan dusta yang kalian rekayasa antara tangan dan kaki kalian, dan tidak mendurhakai aku dalam kebaikan. Siapa di antara kalian yang menepati (bai’at ini) maka pahalanya atas Alloh. Dan siapa yang melakukan sesuatu dari itu lalu ia dihukum di dunia, maka itu adalah kafaroh (penghapus dosa) dan pembersih baginya. Dan siapa yang Alloh menutupi (dosanya), maka itu urusan Alloh: jika Dia menghendaki, Dia akan mengazabnya, dan jika Dia menghendaki, Dia akan mengampuninya.”

7469. Dari Abu Huroiroh: Nabi Alloh Sulaiman ‘Alaihis Salam memiliki 60 istri. Maka ia berkata: “Aku akan menggauli istri-istriku malam ini, maka setiap wanita akan hamil, dan akan melahirkan seorang kesatria yang berperang di jalan Alloh.” Maka ia menggauli istri-istrinya, namun tidak ada yang melahirkan darinya kecuali seorang wanita yang melahirkan separuh anak laki-laki (yakni cacat atau struk). Rosululloh bersabda:

«لَوْ كَانَ سُلَيْمَانُ اسْتَثْنَى لَحَمَلَتْ كُلُّ امْرَأَةٍ مِنْهُنَّ، فَوَلَدَتْ فَارِسًا يُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»

“Seandainya Sulaiman mengucapkan ‘in syaa Alloh’ (jika Alloh menghendaki), niscaya setiap wanita di antara mereka akan hamil, lalu melahirkan seorang kesatria yang berperang di jalan Alloh.”

7470. Dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma: Rosululloh masuk menjenguk seorang Arab badui. Lalu beliau bersabda:

«لاَ بَأْسَ عَلَيْكَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»

“Tidak mengapa bagimu, (ini adalah) pembersih (dosa) in syaa Alloh (jika Alloh menghendaki).” Orang Arob badui itu berkata: “Pembersih? Bahkan ini adalah demam yang mendidih pada seorang tua yang akan membawanya ke kuburan.” Nabi bersabda: “Baiklah, jika begitu.”

7471. Dari Abu Qotadah, ketika mereka tertidur dari Sholat (dalam rombongan safar), Nabi bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ قَبَضَ أَرْوَاحَكُمْ حِينَ شَاءَ، وَرَدَّهَا حِينَ شَاءَ»

“Sungguh Alloh menggenggam ruh-ruh kalian (hingga tidur) ketika Dia menghendaki, dan mengembalikannya (dengan bangun) ketika Dia menghendaki.” Maka mereka menyelesaikan hajat mereka (seperti bab/bak), dan berwudhu hingga matahari terbit dan memutih, lalu beliau berdiri dan Sholat.

7472. Abu Huroiroh berkata: Seorang laki-laki dari kaum Muslimin dan seorang laki-laki dari Yahudi saling mencaci maki. Lalu orang Muslim itu berkata: “Demi Dzat yang memilih Muhammad di atas seluruh alam,” dalam sumpah yang ia ucapkan. Maka orang Yahudi itu berkata: “Demi Dzat yang memilih Musa di atas seluruh alam.” Maka orang Muslim itu mengangkat tangannya saat itu dan menampar orang Yahudi itu. Maka orang Yahudi itu pergi kepada Rosululloh , lalu ia memberitahukan kepada beliau tentang apa yang terjadi antara dirinya dan orang Muslim itu. Maka Nabi bersabda:

«لاَ تُخَيِّرُونِي عَلَى مُوسَى، فَإِنَّ النَّاسَ يَصْعَقُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ، فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يُفِيقُ، فَإِذَا مُوسَى بَاطِشٌ بِجَانِبِ العَرْشِ، فَلاَ أَدْرِي أَكَانَ فِيمَنْ صَعِقَ فَأَفَاقَ قَبْلِي، أَوْ كَانَ مِمَّنِ اسْتَثْنَى اللَّهُ»

“Janganlah kalian membandingkan aku dengan Musa. Manusia akan pingsan pada Hari Kiamat, aku adalah orang yang pertama kali sadar. Ternyata Musa sedang memegang sisi Arsy. Aku tidak tahu apakah ia termasuk orang yang pingsan lalu sadar sebelumku, ataukah ia termasuk orang yang Alloh kecualikan (pingsan).”

7473. Dari Anas bin Malik Rodhiyallohu ‘Anhu, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«المَدِينَةُ يَأْتِيهَا الدَّجَّالُ، فَيَجِدُ المَلاَئِكَةَ يَحْرُسُونَهَا فَلاَ يَقْرَبُهَا الدَّجَّالُ، وَلاَ الطَّاعُونُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»

“Dajjal akan datang ke Madinah, lalu ia mendapati para Malaikat menjaganya. Dajjal tidak akan mendekatinya, dan wabah penyakit pun tidak, in syaa Alloh (jika Alloh menghendaki).”

7474. Abu Huroiroh berkata: Rosululloh bersabda:

«لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ، فَأُرِيدُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ أَنْ أَخْتَبِيَ دَعْوَتِي، شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ القِيَامَةِ»

“Setiap Nabi memiliki doa, maka aku ingin, in syaa Alloh (jika Alloh menghendaki), untuk menyimpan doaku sebagai syafaat bagi umatku pada Hari Kiamat.”

7475. Dari Abu Huroiroh, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُنِي عَلَى قَلِيبٍ، فَنَزَعْتُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ أَنْزِعَ، ثُمَّ أَخَذَهَا ابْنُ أَبِي قُحَافَةَ فَنَزَعَ ذَنُوبًا أَوْ ذَنُوبَيْنِ وَفِي نَزْعِهِ ضَعْفٌ، وَاللَّهُ يَغْفِرُ لَهُ، ثُمَّ أَخَذَهَا عُمَرُ فَاسْتَحَالَتْ غَرْبًا، فَلَمْ أَرَ عَبْقَرِيًّا مِنَ النَّاسِ يَفْرِي فَرِيَّهُ حَتَّى ضَرَبَ النَّاسُ حَوْلَهُ بِعَطَنٍ»

“Ketika aku tidur, aku melihat diriku berada di atas sumur. Lalu aku menimba air sebanyak yang Alloh kehendaki untuk kutimba. Kemudian anak Abu Quhafah (Abu Bakr) mengambilnya, lalu ia menimba satu atau dua timba, dan dalam penimbaannya ada kelemahan, dan Alloh mengampuninya. Kemudian Umar mengambilnya, lalu ia berubah menjadi timba besar. Aku tidak melihat seorang pun yang jenius di antara manusia yang bekerja sepertinya, hingga manusia di sekitarnya menggiring unta-unta mereka di tempat minum.”

7476. Dari Abu Musa, ia berkata: Apabila Nabi didatangi oleh seorang peminta – dan terkadang ia berkata: seorang peminta datang kepadanya – atau orang yang memiliki hajat, beliau bersabda:

«اشْفَعُوا فَلْتُؤْجَرُوا وَيَقْضِي اللَّهُ عَلَى لِسَانِ رَسُولِهِ مَا شَاءَ»

“Berilah syafaat (bantulah), niscaya kalian akan diberi pahala, dan Alloh akan memutuskan melalui lisan Rosul-Nya apa yang Dia kehendaki.”

7477. Dari Abu Huroiroh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«لاَ يَقُلْ أَحَدُكُمْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ، ارْزُقْنِي إِنْ شِئْتَ، وَليَعْزِمْ مَسْأَلَتَهُ، إِنَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ، لاَ مُكْرِهَ لَهُ»

“Janganlah salah seorang di antara kalian berkata: ‘Ya Alloh, ampunilah aku jika Engkau menghendaki, rohmati aku jika Engkau menghendaki, berilah aku rezeki jika Engkau menghendaki.’ Hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam permintaannya, karena sungguh Dia berbuat apa yang Dia kehendaki, tidak ada yang memaksa-Nya.”

7478. Dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma: ia dan Al-Hurr bin Qois bin Hishn Al-Fazzari berselisih paham tentang Shohabat Musa, apakah dia Khodir? Lalu Ubay bin Ka’b Al-Anshori melewati keduanya, maka Ibnu Abbas memanggilnya dan berkata: “Sungguh aku dan temanku ini berselisih paham tentang Shohabat Musa yang meminta jalan untuk menemuinya. Apakah engkau pernah mendengar Rosululloh menyebutkan kisahnya?” Ia berkata: “Ya, sungguh aku mendengar Rosululloh bersabda:

«بَيْنَا مُوسَى فِي مَلَإٍ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: هَلْ تَعْلَمُ أَحَدًا أَعْلَمَ مِنْكَ؟ فَقَالَ مُوسَى: لاَ، فَأُوحِيَ إِلَى مُوسَى، بَلَى عَبْدُنَا خَضِرٌ، فَسَأَلَ مُوسَى السَّبِيلَ إِلَى لُقِيِّهِ، فَجَعَلَ اللَّهُ لَهُ الحُوتَ آيَةً، وَقِيلَ لَهُ إِذَا فَقَدْتَ الحُوتَ فَارْجِعْ فَإِنَّكَ سَتَلْقَاهُ، فَكَانَ مُوسَى يَتْبَعُ أَثَرَ الحُوتِ فِي البَحْرِ، فَقَالَ فَتَى مُوسَى لِمُوسَى: (أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الحُوتَ وَمَا أَنْسَانِيهِ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ)، قَالَ مُوسَى: (ذَلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِي فَارْتَدَّا عَلَى آثَارِهِمَا قَصَصًا)، فَوَجَدَا خَضِرًا، وَكَانَ مِنْ شَأْنِهِمَا مَا قَصَّ اللَّهُ»

‘Ketika Musa berada di antara kaum Bani Isroil, tiba-tiba datang seorang laki-laki lalu berkata: ‘Apakah engkau mengetahui seseorang yang lebih alim darimu?’ Musa menjawab: ‘Tidak.’ Maka diwahyukan kepada Musa: ‘Ya, hamba Kami Khodir.’ Maka Musa meminta jalan untuk menemuinya, lalu Alloh menjadikan ikan sebagai tanda baginya, dan dikatakan kepadanya: ‘Apabila engkau kehilangan ikan itu, maka kembalilah, karena engkau akan menemuinya.’ Maka Musa mengikuti jejak ikan itu di laut. Pelayannya berkata kepada Musa: {Tahukah kamu ketika kita mencari naungan di batu tadi, maka sungguh aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu, dan tidak ada yang membuat aku lupa untuk mengingatnya kecuali setan} [Al-Kahfi: 63]. Musa berkata: {Itulah tempat yang kita cari.} {Lalu keduanya kembali mengikuti jejak mereka yang dahulu} [Al-Kahfi: 64]. Maka mereka menemukan Khodir, dan terjadi pada keduanya seperti yang Alloh kisahkan.”

7479. Dari Abu Huroiroh, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«نَنْزِلُ غَدًا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِخَيْفِ بَنِي كِنَانَةَ، حَيْثُ تَقَاسَمُوا عَلَى الكُفْرِ»

“Kita akan singgah besok in syaa Alloh (jika Alloh menghendaki) di halaman Bani Kinanah, tempat dahulu mereka bersepakat dalam kekufuran.” Yang beliau maksud adalah Al-Muhashshob.

7480. Dari Abdulloh bin Umar, ia berkata: Nabi mengepung penduduk Thoif namun tidak berhasil menaklukkannya. Lalu beliau bersabda:

«إِنَّا قَافِلُونَ غَدًا إِنْ شَاءَ اللَّهُ»، فَقَالَ المُسْلِمُونَ: نَقْفُلُ وَلَمْ نَفْتَحْ، قَالَ: «فَاغْدُوا عَلَى القِتَالِ»، فَغَدَوْا فَأَصَابَتْهُمْ جِرَاحَاتٌ، قَالَ النَّبِيُّ : «إِنَّا قَافِلُونَ غَدًا إِنْ شَاءَ اللَّهُ»

“Sungguh kita akan pulang besok in syaa Alloh (jika Alloh menghendaki).” Maka kaum Muslimin berkata: “Kita pulang padahal belum menaklukkannya?” Beliau bersabda: “Berangkatlah untuk berperang!” Maka mereka berangkat dan mereka menderita luka-luka. Nabi bersabda: “Sungguh kita akan pulang besok in syaa Alloh (jika Alloh menghendaki).” Maka seolah-olah hal itu membuat mereka senang, lalu Rosululloh tersenyum.

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Tiadalah berguna syafaat di sisi Alloh melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya. Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: ‘Apakah yang telah difirmankan Robbmu?’ Mereka menjawab: ‘Yang benar,’ dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar” [Saba’: 23]

7481. Dari Abu Huroiroh, ia menyampaikannya kepada Nabi , beliau bersabda:

«إِذَا قَضَى اللَّهُ الأَمْرَ فِي السَّمَاءِ، ضَرَبَتِ المَلاَئِكَةُ بِأَجْنِحَتِهَا خُضْعَانًا لِقَوْلِهِ، كَأَنَّهُ سِلْسِلَةٌ عَلَى صَفْوَانٍ قَالَ - عَلِيٌّ: وَقَالَ غَيْرُهُ: صَفْوَانٍ يَنْفُذُهُمْ ذَلِكَ - فَإِذَا: ﴿فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا الحَقَّ وَهُوَ العَلِيُّ الكَبِيرُ﴾ [سبأ: 23] »

“Apabila Alloh menetapkan suatu urusan di langit, maka para Malaikat memukulkan sayap-sayap mereka, tunduk kepada Firman-Nya, seolah-olah itu adalah rantai di atas batu licin.” ­­--Ali berkata: Selain dia berkata: -- ‘Batu licin yang menembus mereka.’” Maka: {Apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: “Apakah yang telah difirmankan Robbmu?” Mereka menjawab: “Yang benar,” dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar} [Saba’: 23].

7482. Dari Abu Huroiroh, bahwasanya ia berkata: Rosululloh bersabda:

«مَا أَذِنَ اللَّهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِلنَّبِيِّ يَتَغَنَّى بِالقُرْآنِ»

“Alloh tidak mendengarkan sesuatu seperti Dia mendengarkan Nabi melantunkan Al-Qur’an.” Seorang Shohabatnya berkata: “Maksudnya: ia mengeraskan suaranya dengannya.”

7483. Dari Abu Sa’id Al-Khudri Rodhiyallohu ‘Anhu, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«يَقُولُ اللَّهُ: يَا آدَمُ، فَيَقُولُ: لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، فَيُنَادَى بِصَوْتٍ: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكَ أَنْ تُخْرِجَ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ بَعْثًا إِلَى النَّارِ»

“Alloh berfirman: ‘Wahai Adam!’ Maka ia berkata: ‘Labbaik wa Sa’daik (Aku penuhi panggilan-Mu dan kebahagiaan bagi-Mu).’ Lalu diserukan dengan suara: ‘Sungguh Alloh memerintahkanmu untuk mengeluarkan dari keturunanmu rombongan menuju Neraka.’”

7484. Dari Aisyah Rodhiyallohu ‘Anha, ia berkata: “Aku tidak pernah cemburu kepada seorang wanita seperti aku cemburu kepada Khodijah. Sungguh Robbnya memerintahkannya untuk memberinya kabar gembira tentang sebuah istana di Surga.”

Bab Pembicaraan Robb dengan Jibril, dan Seruan Alloh kepada Para Malaikat

7485. Dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘Anhu, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ: إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ، فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي جِبْرِيلُ فِي السَّمَاءِ: إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، وَيُوضَعُ لَهُ القَبُولُ فِي أَهْلِ الأَرْضِ»

“Sungguh Alloh Tabaroka wa Ta’ala apabila mencintai seorang hamba, Dia menyeru Jibril: ‘Sungguh Alloh telah mencintai si Fulan, maka cintailah dia.’ Maka Jibril mencintainya. Kemudian Jibril menyeru di langit: ‘Sungguh Alloh telah mencintai si Fulan, maka cintailah dia!’ Maka penduduk langit mencintainya, dan diletakkan baginya penerimaan di penduduk bumi.”

7486. Dari Abu Huroiroh: Rosululloh bersabda:

«يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلاَئِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاَةِ العَصْرِ وَصَلاَةِ الفَجْرِ، ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ، فَيَسْأَلُهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ: كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي؟ فَيَقُولُونَ: تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ»

“Bergantian di antara kalian para Malaikat di malam hari dan para Malaikat di siang hari. Mereka berkumpul pada Sholat Ashar dan Sholat Fajar. Kemudian naiklah para Malaikat yang bermalam di tengah kalian, lalu Robb mereka bertanya kepada mereka – dan Dia lebih mengetahui tentang mereka –: ‘Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku?’ Maka mereka menjawab: ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan Sholat, dan kami mendatangi mereka dalam keadaan Sholat.’”

7487. Dari Abu Dzarr, dari Nabi , beliau bersabda:

«أَتَانِي جِبْرِيلُ فَبَشَّرَنِي أَنَّهُ مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الجَنَّةَ، قُلْتُ: وَإِنْ سَرَقَ، وَإِنْ زَنَى، قَالَ: وَإِنْ سَرَقَ، وَإِنْ زَنَى»

“Jibril datang kepadaku lalu memberi kabar gembira kepadaku bahwa siapa yang meninggal dunia tidak menyekutukan Alloh sedikit pun, niscaya ia masuk Surga.” Aku berkata: “Meskipun ia mencuri, dan meskipun ia berzina?” Beliau bersabda: “Meskipun ia mencuri, dan meskipun ia berzina.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan para Malaikat pun bersaksi” [An-Nisa’: 166]

7488. Dari Al-Baro’ bin Azib, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«يَا فُلاَنُ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَقُلْ: اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ، فَإِنَّكَ إِنْ مُتَّ فِي لَيْلَتِكَ مُتَّ عَلَى الفِطْرَةِ، وَإِنْ أَصْبَحْتَ أَصَبْتَ أَجْرًا»

“Wahai Fulan, apabila engkau menuju ke tempat tidurmu, maka katakanlah: ‘Ya Alloh, aku menyerahkan jiwaku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, dan aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, dengan harapan dan rasa takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat menyelamatkan diri dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada Kitab-Mu yang Engkau turunkan, dan kepada Nabimu yang Engkau utus.’ Maka sungguh jika engkau meninggal dunia pada malam itu, engkau meninggal dalam keadaan fitroh. Jika engkau bangun pagi, engkau akan mendapatkan pahala.”

7489. Dari Abdulloh bin Abi Aufa, ia berkata: Rosululloh bersabda pada Perang Al-Ahzab:

«اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الكِتَابِ، سَرِيعَ الحِسَابِ، اهْزِمِ الأَحْزَابَ، وَزَلْزِلْ بِهِمْ»

“Ya Alloh, Dzat Yang menurunkan Kitab, Yang Maha Cepat hisab-Nya, kalahkanlah Al-Ahzab (pasukan sekutu), dan goncangkanlah mereka.”

7490. Dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma: Mengenai

﴿وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا﴾

“Janganlah engkau mengeraskan Sholatmu (yakni bacaan dalam Sholat) dan jangan pula merendahkannya.” [Al-Isro: 110], ia berkata: “Ayat ini diturunkan ketika Rosululloh bersembunyi di Makkah. Apabila beliau mengeraskan suaranya, orang-orang musyrik akan mendengarnya, lalu mereka mencela Al-Qur’an dan Dzat yang menurunkannya serta orang yang membawanya. Maka Alloh Ta’ala berfirman: {Janganlah engkau mengeraskan Sholatmu dan jangan pula merendahkannya}: ‘Jangan mengeraskan Sholatmu hingga orang-orang musyrik mendengarnya,’ {dan jangan pula merendahkannya} ‘dari Shohabat-Shohabatmu sehingga engkau tidak membuat mereka mendengarnya,’

﴿وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا﴾

{dan carilah jalan tengah di antara itu} [Al-Isro: 110] ‘Perdengarkanlah kepada mereka dan jangan keraskan, sehingga mereka mengambil Al-Qur’an darimu.’”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Mereka bermaksud hendak merubah Firman Alloh” [Al-Fath: 15]

7491. Dari Abu Huroiroh, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يُؤْذِينِي ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ: وَأَنَا الدَّهْرُ، بِيَدِي الأَمْرُ، أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ»

“Alloh Ta’ala berfirman: ‘Anak Adam menyakiti-Ku, ia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku pencipta masa itu. Di Tangan-Ku segala urusan, Aku membolak-balikkan malam dan siang.’”

7492. Dari Abu Huroiroh, dari Nabi , beliau bersabda:

«يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي، وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ، وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ، وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ»

“Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Ia meninggalkan syahwatnya, makanannya, dan minumannya demi Aku. Puasa adalah perisai. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kegembiraan: kegembiraan ketika ia berbuka, dan kegembiraan ketika ia bertemu Robbnya. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Alloh daripada bau misik.’”

7493. Dari Abu Huroiroh, dari Nabi , beliau bersabda:

«بَيْنَمَا أَيُّوبُ يَغْتَسِلُ عُرْيَانًا خَرَّ عَلَيْهِ رِجْلُ جَرَادٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَجَعَلَ يَحْثِي فِي ثَوْبِهِ، فَنَادَى رَبُّهُ: يَا أَيُّوبُ أَلَمْ أَكُنْ أَغْنَيْتُكَ عَمَّا تَرَى؟ قَالَ: بَلَى، يَا رَبِّ، وَلَكِنْ لاَ غِنَى بِي عَنْ بَرَكَتِكَ»

“Ketika Ayyub sedang mandi telanjang, jatuh kepadanya sekumpulan belalang emas. Maka ia mulai mengumpulkannya ke dalam pakaiannya. Lalu Robbnya menyeru: ‘Wahai Ayyub, bukankah Aku telah mencukupimu dari apa yang engkau lihat?’ Ia berkata: ‘Benar, Ya Robbku, tetapi aku tidak merasa cukup dari berkah-Mu.’”[2]

7494. Dari Abu Huroiroh: Rosululloh bersabda:

«يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ»

“Robb kita Tabaroka wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, Aku akan mengampuninya.’”

7495. Dari Abu Huroiroh: ia mendengar Rosululloh bersabda:

«نَحْنُ الآخِرُونَ السَّابِقُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ»

“Kita adalah orang-orang yang terakhir (dalam zaman) tetapi yang terdepan (dalam keutamaan) pada Hari Kiamat.”

7496. Dan dengan isnad ini:

«قَالَ اللَّهُ: أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ»

“Alloh berfirman: ‘Berinfaklah, niscaya Aku akan berinfak (memberi) kepadamu.’”

7497. Dari Abu Huroiroh, lalu ia berkata (dari Nabi dari Jibril):

«هَذِهِ خَدِيجَةُ أَتَتْكَ بِإِنَاءٍ فِيهِ طَعَامٌ - أَوْ إِنَاءٍ فِيهِ شَرَابٌ - فَأَقْرِئْهَا مِنْ رَبِّهَا السَّلاَمَ، وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ مِنْ قَصَبٍ لاَ صَخَبَ فِيهِ، وَلاَ نَصَبَ»

“Khodijah sebentar lagi akan datang kepadamu membawa wadah berisi makanan – atau wadah berisi minuman – maka sampaikanlah salam dari Robbnya kepadanya, dan berilah kabar gembira kepadanya tentang sebuah rumah di Surga yang terbuat dari emas berongga, tidak ada kegaduhan di dalamnya, dan tidak ada kelelahan.”

7498. Dari Nabi , beliau bersabda:

«قَالَ اللَّهُ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ»

“Alloh berfirman: ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang sholih apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas di hati manusia.’”

7499. Ibnu Abbas berkata: Apabila Nabi bertahajjud di malam hari, beliau berdoa:

«اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، أَنْتَ الحَقُّ، وَوَعْدُكَ الحَقُّ، وَقَوْلُكَ الحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الحَقُّ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ إِلَهِي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ»

“Ya Alloh, bagi-Mu segala puji, Engkau adalah cahaya langit dan bumi, bagi-Mu segala puji, Engkau adalah Pemelihara langit dan bumi, dan bagi-Mu segala puji, Engkau adalah Robb langit dan bumi serta siapa saja yang ada di dalamnya. Engkau adalah Yang Haq, dan janji-Mu adalah haq (benar adanya), dan Firman-Mu adalah haq, dan pertemuan dengan-Mu adalah haq, dan Surga adalah haq, dan Neraka adalah haq, dan para Nabi adalah haq, dan Hari Kiamat adalah haq. Ya Alloh, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan-Mu aku berdebat, dan kepada-Mu aku mengadu. Maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku nyatakan. Engkau adalah Ilahku (yang kusembah), tidak ada yang berhak disembah selain Engkau.”

7500. Dari Aisyah, istri Nabi , ketika orang-orang penyebar berita bohong mengatakan apa yang mereka katakan kepadanya. Lalu Alloh membersihkan namanya dari apa yang mereka katakan. Setiap orang menceritakan kepadaku sebagian dari hadits yang ia ceritakan kepadaku, dari Aisyah, ia berkata: “Tetapi demi Alloh, aku tidak pernah menyangka bahwa Alloh akan menurunkan wahyu yang dibacakan untuk membersihkan namaku. Kedudukanku dalam diriku lebih rendah daripada Alloh berfirman tentangku dengan ayat yang akan selalu dibaca. Aku hanya berharap Rosululloh akan melihat mimpi di mana Alloh membersihkan namaku dengannya.” Alloh Ta’ala menurunkan:

﴿إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالإِفْكِ﴾

“Sungguh orang-orang yang membawa berita bohong itu…” [An-Nur: 11] sepuluh ayat.

7501. Dari Abu Huroiroh: Rosululloh bersabda:

«يَقُولُ اللَّهُ: إِذَا أَرَادَ عَبْدِي أَنْ يَعْمَلَ سَيِّئَةً، فَلاَ تَكْتُبُوهَا عَلَيْهِ حَتَّى يَعْمَلَهَا، فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا بِمِثْلِهَا، وَإِنْ تَرَكَهَا مِنْ أَجْلِي فَاكْتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً، وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْمَلَ حَسَنَةً فَلَمْ يَعْمَلْهَا فَاكْتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ»

“Alloh berfirman: ‘Apabila hamba-Ku bermaksud melakukan suatu keburukan, maka janganlah kalian (Malaikat) mencatatnya sampai ia melakukannya. Jika ia melakukannya, maka catatlah dengan yang serupa dengannya. Jika ia meninggalkannya karena Aku, maka catatlah baginya satu kebaikan. Apabila ia bermaksud melakukan suatu kebaikan namun belum melaksanakannya, maka catatlah baginya satu kebaikan. Jika ia melakukannya, maka catatlah baginya sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat.’”

7502. Dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘Anhu: Rosululloh bersabda:

«خَلَقَ اللَّهُ الخَلْقَ، فَلَمَّا فَرَغَ مِنْهُ قَامَتِ الرَّحِمُ، فَقَالَ: مَهْ، قَالَتْ: هَذَا مَقَامُ العَائِذِ بِكَ مِنَ القَطِيعَةِ، فَقَالَ: أَلاَ تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكِ، وَأَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكِ، قَالَتْ: بَلَى يَا رَبِّ، قَالَ: فَذَلِكِ لَكِ»، ثُمَّ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: ﴿فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ [محمد: 22]

“Alloh menciptakan makhluk. Ketika Dia selesai dari penciptaan, rahim berdiri. Allah berfirman: ‘Apa yang engkau inginkan?’ Ia berkata: ‘Ini adalah kedudukan orang yang berlindung kepada-Mu dari pemutusan (silaturahmi).’ Maka Dia berfirman: ‘Tidakkah engkau rela jika Aku menyambung siapa yang menyambungmu, dan Aku memutus siapa yang memutusmu?’ Ia berkata: ‘Tentu, ya Robbku.’ Dia berfirman: ‘Maka itu untukmu.’” Kemudian Abu Huroiroh membaca: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” [Muhammad: 22].

7503. Dari Zaid bin Kholid, ia berkata: Nabi dituruni hujan, lalu beliau bersabda:

«قَالَ اللَّهُ: أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي كَافِرٌ بِي وَمُؤْمِنٌ بِي»

“Alloh berfirman: ‘Ada di antara hamba-Ku yang pagi ini kafir kepada-Ku dan ada yang beriman kepada-Ku.’”

7504. Dari Abu Huroiroh: Rosululloh bersabda:

«قَالَ اللَّهُ: إِذَا أَحَبَّ عَبْدِي لِقَائِي أَحْبَبْتُ لِقَاءَهُ، وَإِذَا كَرِهَ لِقَائِي كَرِهْتُ لِقَاءَهُ»

“Alloh berfirman: ‘Apabila hamba-Ku mencintai pertemuan dengan-Ku, Aku pun mencintai pertemuan dengannya. Apabila ia membenci pertemuan dengan-Ku, Aku pun membenci pertemuan dengannya.’”

7505. Dari Abu Huroiroh: Rosululloh bersabda:

«قَالَ اللَّهُ: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي»

“Alloh berfirman: ‘Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku.’”

7506. Dari Abu Huroiroh: Rosululloh bersabda:

«قَالَ رَجُلٌ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ: فَإِذَا مَاتَ فَحَرِّقُوهُ وَاذْرُوا نِصْفَهُ فِي البَرِّ، وَنِصْفَهُ فِي البَحْرِ، فَوَاللَّهِ لَئِنْ قَدَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ لَيُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا لاَ يُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ العَالَمِينَ، فَأَمَرَ اللَّهُ البَحْرَ فَجَمَعَ مَا فِيهِ، وَأَمَرَ البَرَّ فَجَمَعَ مَا فِيهِ، ثُمَّ قَالَ: لِمَ فَعَلْتَ؟ قَالَ: مِنْ خَشْيَتِكَ وَأَنْتَ أَعْلَمُ، فَغَفَرَ لَهُ»

“Seorang laki-laki yang tidak pernah berbuat kebaikan sedikit pun berkata: ‘Apabila aku mati, bakarlah aku dan taburkan separuhnya di darat, dan separuhnya di laut. Demi Alloh, jika Alloh mampu atasnya, niscaya Dia akan mengazabku dengan azab yang belum pernah Dia timpakan kepada seorang pun dari alam semesta.’ Alloh memerintahkan laut untuk mengumpulkan apa yang ada di dalamnya. Dia memerintahkan daratan untuk mengumpulkan apa yang ada di dalamnya. Kemudian Dia berfirman: ‘Mengapa engkau melakukan itu?’ Ia berkata: ‘Karena takut kepada-Mu, dan Engkau lebih mengetahui.’ Maka Dia mengampuninya.”

7507. Dari Abu Huroiroh, ia berkata: Aku mendengar Nabi bersabda:

«إِنَّ عَبْدًا أَصَابَ ذَنْبًا - وَرُبَّمَا قَالَ: أَذْنَبَ ذَنْبًا - فَقَالَ: رَبِّ أَذْنَبْتُ - وَرُبَّمَا قَالَ: أَصَبْتُ - فَاغْفِرْ لِي، فَقَالَ رَبُّهُ: أَعَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ؟ غَفَرْتُ لِعَبْدِي، ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَصَابَ ذَنْبًا، أَوْ أَذْنَبَ ذَنْبًا، فَقَالَ: رَبِّ أَذْنَبْتُ - أَوْ أَصَبْتُ - آخَرَ، فَاغْفِرْهُ؟ فَقَالَ: أَعَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ؟ غَفَرْتُ لِعَبْدِي، ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ، ثُمَّ أَذْنَبَ ذَنْبًا، وَرُبَّمَا قَالَ: أَصَابَ ذَنْبًا، قَالَ: قَالَ: رَبِّ أَصَبْتُ - أَوْ قَالَ أَذْنَبْتُ - آخَرَ، فَاغْفِرْهُ لِي، فَقَالَ: أَعَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ؟ غَفَرْتُ لِعَبْدِي ثَلاَثًا، فَلْيَعْمَلْ مَا شَاءَ»

“Sungguh seorang hamba melakukan suatu dosa lalu ia berkata: ‘Robbku, aku telah berbuat dosa maka ampunilah aku.’ Maka Robbnya berfirman: ‘Hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Robb yang mengampuni dosa dan menghukum karenanya? Aku telah mengampuni hamba-Ku.’ Kemudian ia berdiam diri selama Alloh menghendaki. Lalu ia melakukan dosa lagi lalu ia berkata: ‘Robbku, aku telah berbuat dosa yang lain, maka ampunilah aku?’ Maka Dia berfirman: ‘Hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Robb yang mengampuni dosa dan menghukum karenanya? Aku telah mengampuni hamba-Ku.’ Kemudian ia berdiam diri selama Alloh menghendaki. Kemudian ia berbuat dosa lagi dan ia berkata: ‘Robbku, aku telah berbuat dosa yang lain, maka ampunilah aku!’ Maka Dia berfirman: ‘Hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Robb yang mengampuni dosa dan menghukum karenanya? Aku telah mengampuni hamba-Ku —sebanyak tiga kali— lakukanlah apa yang ia kehendaki.’” [Muslim: 2758]

7508. Dari Abu Sa’id, dari Nabi :

«أَنَّهُ ذَكَرَ رَجُلًا فِيمَنْ سَلَفَ - أَوْ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، قَالَ: كَلِمَةً: يَعْنِي - أَعْطَاهُ اللَّهُ مَالًا وَوَلَدًا، فَلَمَّا حَضَرَتِ الوَفَاةُ، قَالَ لِبَنِيهِ: أَيَّ أَبٍ كُنْتُ لَكُمْ؟ قَالُوا: خَيْرَ أَبٍ، قَالَ: فَإِنَّهُ لَمْ يَبْتَئِرْ - أَوْ لَمْ يَبْتَئِزْ - عِنْدَ اللَّهِ خَيْرًا، وَإِنْ يَقْدِرِ اللَّهُ عَلَيْهِ يُعَذِّبْهُ، فَانْظُرُوا إِذَا مُتُّ فَأَحْرِقُونِي حَتَّى إِذَا صِرْتُ فَحْمًا فَاسْحَقُونِي - أَوْ قَالَ: فَاسْحَكُونِي -، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ رِيحٍ عَاصِفٍ فَأَذْرُونِي فِيهَا، فَقَالَ: نَبِيُّ اللَّهِ : فَأَخَذَ مَوَاثِيقَهُمْ عَلَى ذَلِكَ وَرَبِّي، فَفَعَلُوا، ثُمَّ أَذْرَوْهُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ، فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: كُنْ، فَإِذَا هُوَ رَجُلٌ قَائِمٌ، قَالَ اللَّهُ: أَيْ عَبْدِي مَا حَمَلَكَ عَلَى أَنْ فَعَلْتَ مَا فَعَلْتَ؟ قَالَ: مَخَافَتُكَ، - أَوْ فَرَقٌ مِنْكَ -، قَالَ: فَمَا تَلاَفَاهُ أَنْ رَحِمَهُ عِنْدَهَا» وَقَالَ مَرَّةً أُخْرَى: «فَمَا تَلاَفَاهُ غَيْرُهَا»

“Beliau menyebutkan seorang laki-laki dari umat-umat terdahulu – atau dari orang-orang sebelum kalian, beliau bersabda: sebuah kalimat: – Alloh memberinya harta dan anak. Ketika ajal menjemputnya, ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Ayah macam apa aku bagi kalian?’ Mereka menjawab: ‘Ayah terbaik.’ Ia berkata: ‘Maka sungguh ia tidak menyimpan – atau tidak beramal – kebaikan di sisi Alloh. Jika Alloh menguasainya, niscaya Dia akan mengadzabnya. Maka perhatikanlah, apabila aku mati, bakarlah aku hingga aku menjadi arang, lalu hancurkanlah aku – atau ia berkata: hancurkanlah aku sampai halus –. Apabila tiba hari berangin kencang, taburkanlah aku.’ Nabi Alloh bersabda: ‘Maka ia mengambil sumpah mereka atas hal itu, demi Robbku.’ Maka mereka melakukannya, kemudian mereka menaburkannya pada hari yang berangin kencang. Maka Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Jadilah!’ Seketika ia menjadi seorang laki-laki yang berdiri. Alloh berfirman: ‘Wahai hamba-Ku, apa yang mendorongmu melakukan apa yang engkau lakukan?’ Ia berkata: ‘Ketakutan kepada-Mu – atau karena takut kepada-Mu –.’ Beliau bersabda: ‘Maka tidak ada yang menyelamatkannya kecuali rohmat Alloh saat itu.’” Dan pada kesempatan lain beliau bersabda: “Maka tidak ada yang menyelamatkannya selain itu.”

Lalu aku menceritakannya kepada Abu Utsman, maka ia berkata: Aku mendengar ini dari Salman, hanya saja ia menambahkan di dalamnya: “Taburkanlah aku di laut,” atau sebagaimana yang ia ceritakan.

Bab Pembicaraan Robb ‘Azza wa Jalla pada Hari Kiamat dengan Para Nabi dan Selain Mereka

7509. Dari Anas Rodhiyallohu ‘Anhu, ia berkata: Aku mendengar Nabi bersabda:

«إِذَا كَانَ يَوْمُ القِيَامَةِ شُفِّعْتُ، فَقُلْتُ: يَا رَبِّ أَدْخِلِ الجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ خَرْدَلَةٌ فَيَدْخُلُونَ، ثُمَّ أَقُولُ أَدْخِلِ الجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ أَدْنَى شَيْءٍ»

“Apabila tiba Hari Kiamat, aku diberi syafaat. Aku berkata: ‘Ya Robbku, masukkanlah ke dalam Surga orang yang di dalam hatinya ada iman seberat biji sawi.’ Maka mereka masuk. Kemudian aku berkata: ‘Masukkanlah ke dalam Surga orang yang di dalam hatinya ada iman yang paling ringan sekalipun.’” Anas berkata: “Seolah-olah aku melihat jari-jari Rosululloh .”

7510. Dari Ma’bad bin Hilal Al-’Anazi, ia berkata: Kami berkumpul beberapa orang dari penduduk Bashroh, lalu kami pergi kepada Anas bin Malik, dan kami membawa serta Tsabit Al-Bunani kepadanya untuk menanyakan hadits syafaat kepadanya. Kami mendapatinya di istananya, dan kami menemuinya sedang Sholat Dhuha. Lalu kami meminta izin, dan ia mengizinkan kami. Ia sedang duduk di atas kasurnya. Maka kami berkata kepada Tsabit: “Jangan tanyakan kepadanya sesuatu pun sebelum hadits syafaat.” Maka ia berkata: “Wahai Abu Hamzah, ini adalah saudara-saudaramu dari penduduk Bashroh, mereka datang kepadamu menanyakan tentang hadits syafaat.” Maka ia berkata: Diceritakan kepada kami oleh Muhammad , beliau bersabda:

«إِذَا كَانَ يَوْمُ القِيَامَةِ مَاجَ النَّاسُ بَعْضُهُمْ فِي بَعْضٍ، فَيَأْتُونَ آدَمَ، فَيَقُولُونَ: اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، فَيَقُولُ: لَسْتُ لَهَا، وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِإِبْرَاهِيمَ فَإِنَّهُ خَلِيلُ الرَّحْمَنِ، فَيَأْتُونَ إِبْرَاهِيمَ، فَيَقُولُ: لَسْتُ لَهَا، وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِمُوسَى فَإِنَّهُ كَلِيمُ اللَّهِ، فَيَأْتُونَ مُوسَى فَيَقُولُ: لَسْتُ لَهَا، وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِعِيسَى فَإِنَّهُ رُوحُ اللَّهِ، وَكَلِمَتُهُ، فَيَأْتُونَ عِيسَى، فَيَقُولُ: لَسْتُ لَهَا، وَلَكِنْ عَلَيْكُمْ بِمُحَمَّدٍ ، فَيَأْتُونِي، فَأَقُولُ: أَنَا لَهَا، فَأَسْتَأْذِنُ عَلَى رَبِّي، فَيُؤْذَنُ لِي، وَيُلْهِمُنِي مَحَامِدَ أَحْمَدُهُ بِهَا لاَ تَحْضُرُنِي الآنَ، فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ المَحَامِدِ، وَأَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا، فَيَقُولُ: يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ، وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ، وَسَلْ تُعْطَ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ، أُمَّتِي أُمَّتِي، فَيَقُولُ: انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مِنْهَا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ شَعِيرَةٍ مِنْ إِيمَانٍ، فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ، ثُمَّ أَعُودُ، فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ المَحَامِدِ، ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا، فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ، وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ، وَسَلْ تُعْطَ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ، أُمَّتِي أُمَّتِي، فَيَقُولُ: انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مِنْهَا مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ - أَوْ خَرْدَلَةٍ - مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجْهُ، فَأَنْطَلِقُ، فَأَفْعَلُ، ثُمَّ أَعُودُ فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ المَحَامِدِ، ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا، فَيَقُولُ: يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ، وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ، وَسَلْ تُعْطَ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي، فَيَقُولُ: انْطَلِقْ فَأَخْرِجْ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ أَدْنَى أَدْنَى أَدْنَى مِثْقَالِ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ، فَأَخْرِجْهُ مِنَ النَّارِ، فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ»

“Apabila tiba Hari Kiamat, manusia akan kacau balau satu sama lain. Lalu mereka mendatangi Adam, mereka berkata: ‘Berilah syafaat kepada kami di sisi Robbmu.’ Maka ia berkata: ‘Aku tidak berhak untuk itu, tetapi pergilah kepada Ibrohim, karena ia adalah Kholilur-Rohman (kekasih Alloh Yang Maha Rohman).’ Maka mereka mendatangi Ibrohim, ia berkata: ‘Aku tidak berhak untuk itu, tetapi pergilah kepada Musa, karena ia adalah Kalimulloh (orang yang diajak bicara oleh Alloh).’ Maka mereka mendatangi Musa, ia berkata: ‘Aku tidak berhak untuk itu, tetapi pergilah kepada Isa, karena ia adalah Ruhulloh dan Kalimat-Nya.’ Maka mereka mendatangi Isa, ia berkata: ‘Aku tidak berhak untuk itu, tetapi pergilah kepada Muhammad .’ Maka mereka mendatangiku, lalu aku berkata: ‘Aku berhak untuk itu.’ Maka aku meminta izin kepada Robbku, lalu Dia mengizinkanku, dan Dia mengilhamkan kepadaku pujian-pujian yang aku memuji-Nya dengannya yang tidak terlintas dalam benakku sekarang. Maka aku memuji-Nya dengan pujian-pujian itu, dan aku bersujud kepada-Nya. Lalu Dia berfirman: ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan berbicaralah niscaya engkau akan didengar, dan mintalah niscaya engkau akan diberi, dan berilah syafaat niscaya engkau akan diberi syafaat.’ Maka aku berkata: ‘Ya Robbku, umatku, umatku.’ Maka Dia berfirman: ‘Pergilah, dan keluarkanlah dari Neraka orang yang di dalam hatinya ada iman seberat biji jelai.’ Maka aku pergi dan melakukannya. Kemudian aku kembali, lalu aku memuji-Nya dengan pujian-pujian itu, kemudian aku bersujud kepada-Nya. Lalu dikatakan: ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan berbicaralah niscaya engkau akan didengar, dan mintalah niscaya engkau akan diberi, dan berilah syafaat niscaya engkau akan diberi syafaat.’ Maka aku berkata: ‘Ya Robbku, umatku, umatku.’ Maka Dia berfirman: ‘Pergilah, dan keluarkanlah dari Neraka orang yang di dalam hatinya ada iman seberat atom – atau biji sawi – maka keluarkanlah ia.’ Maka aku pergi dan melakukannya. Kemudian aku kembali, lalu aku memuji-Nya dengan pujian-pujian itu, kemudian aku bersujud kepada-Nya. Lalu Dia berfirman: ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan berbicaralah niscaya engkau akan didengar, dan mintalah niscaya engkau akan diberi, dan berilah syafaat niscaya engkau akan diberi syafaat.’ Maka aku berkata: ‘Ya Robbku, umatku, umatku.’ Maka Dia berfirman: ‘Pergilah, dan keluarkanlah dari Neraka orang yang di dalam hatinya ada iman bahkan yang paling ringan dari biji sawi sekalipun, maka keluarkanlah ia dari Neraka.’ Maka aku pergi dan melakukannya.”

Ketika kami keluar dari Anas, aku berkata kepada sebagian sahabat kami: “Bagaimana jika kita mengunjungi Al-Hasan yang sedang berdiam di rumah Abu Kholifah, lalu kita ceritakan kepadanya apa yang Anas bin Malik ceritakan kepada kita.” Maka kami mendatanginya dan mengucapkan salam kepadanya, lalu ia mengizinkan kami. Maka kami berkata kepadanya: “Wahai Abu Sa’id, kami datang kepadamu dari saudaramu Anas bin Malik, dan kami tidak melihat seperti apa yang ia ceritakan kepada kami tentang syafaat.” Maka ia berkata: “Sebutkan!” Lalu kami menceritakan hadits itu kepadanya, dan kami sampai pada bagian ini. Lalu ia berkata: “Sebutkan!” Kami berkata: “Ia tidak menambahkan lebih dari ini kepada kami.” Maka ia berkata: “Sungguh ia telah menceritakan kepadaku seluruhnya dua puluh tahun yang lalu. Maka aku tidak tahu apakah ia lupa atau ia tidak suka kalian terlalu bergantung.” Kami berkata: “Wahai Abu Sa’id, ceritakanlah kepada kami.” Lalu ia tertawa dan berkata: “Manusia diciptakan terburu-buru. Aku tidak menyebutkannya kecuali aku ingin menceritakannya kepada kalian. Ia menceritakan kepadaku sebagaimana ia menceritakan kepada kalian, ia berkata:

«ثُمَّ أَعُودُ الرَّابِعَةَ فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ المَحَامِدِ، ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا، فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ، وَقُلْ يُسْمَعْ، وَسَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ ائْذَنْ لِي فِيمَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَيَقُولُ: وَعِزَّتِي وَجَلاَلِي، وَكِبْرِيَائِي وَعَظَمَتِي لَأُخْرِجَنَّ مِنْهَا مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ»

“Kemudian aku kembali untuk yang keempat kalinya, lalu aku memuji-Nya dengan pujian-pujian itu, kemudian aku bersujud kepada-Nya. Lalu dikatakan: ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan berbicaralah niscaya engkau akan didengar, dan mintalah niscaya engkau akan diberi, dan berilah syafaat niscaya engkau akan diberi syafaat.’ Maka aku berkata: ‘Ya Robbku, izinkanlah aku untuk orang yang mengucapkan: Laa Ilaha Illalloh.’ Maka Dia berfirman: ‘Demi keagungan-Ku, dan keagungan-Ku, dan kebesaran-Ku, dan keagungan-Ku, sungguh Aku akan mengeluarkan dari Neraka orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illalloh.’” [Muslim: 193]

7511. Dari Abdulloh, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«إِنَّ آخِرَ أَهْلِ الجَنَّةِ دُخُولًا الجَنَّةَ، وَآخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنَ النَّارِ رَجُلٌ يَخْرُجُ حَبْوًا، فَيَقُولُ لَهُ رَبُّهُ: ادْخُلِ الجَنَّةَ، فَيَقُولُ: رَبِّ الجَنَّةُ مَلْأَى، فَيَقُولُ لَهُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ، فَكُلُّ ذَلِكَ يُعِيدُ عَلَيْهِ: الجَنَّةُ مَلْأَى، فَيَقُولُ: إِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا عَشْرَ مِرَارٍ»

“Sungguh penghuni Surga yang terakhir masuk Surga sekaligus penghuni Neraka yang terakhir keluar dari Neraka adalah seorang laki-laki yang keluar dengan merangkak. Maka Robbnya berfirman kepadanya: ‘Masuklah ke Surga.’ Lalu ia berkata: ‘Robbku, Surga telah penuh.’ Dia mengatakannya tiga kali. Setiap kali ia mengulanginya, dijawab Surga telah penuh. Lalu Dia berfirman: ‘Sungguh bagimu adalah seperti dunia sepuluh kali lipat.’”

7512. Dari Adiyy bin Hatim, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«مَا مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا سَيُكَلِّمُهُ رَبُّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانٌ، فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلَّا مَا قَدَّمَ مِنْ عَمَلِهِ، وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلَّا مَا قَدَّمَ، وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلاَ يَرَى إِلَّا النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ، فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ»

“Tidak ada seorang pun di antara kalian melainkan Robbnya akan berbicara kepadanya tanpa penerjemah di antara Dia dan dirinya. Maka ia melihat ke sebelah kanannya, ia tidak melihat kecuali apa yang telah ia kerjakan dari amalannya. Ia melihat ke sebelah kirinya, ia tidak melihat kecuali apa yang telah ia kerjakan. Ia melihat ke depannya, ia tidak melihat kecuali Neraka di hadapan wajahnya. Maka takutlah kalian kepada Neraka meskipun dengan sepotong kurma.”

Al-A’masy berkata: Diceritakan kepadaku oleh Amr bin Murroh, dari Khoitsamah, yang serupa dengannya, dan ia menambahkan di dalamnya:

«وَلَوْ بِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ»

“Meskipun dengan perkataan yang baik.” [Muslim: 1016]

7513. Dari Abdulloh Rodhiyallohu ‘Anhu, ia berkata: Seorang pendeta Yahudi datang, lalu ia berkata: “Sungguh apabila tiba Hari Kiamat, Alloh akan meletakkan langit-langit di satu jari, dan bumi-bumi di satu jari, dan air serta tanah di satu jari, dan seluruh makhluk di satu jari, kemudian Dia menggoncangkannya, lalu Dia berfirman: ‘Akulah Raja, Akulah Raja.’” Sungguh aku melihat Nabi tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya, karena takjub dan membenarkan perkataannya. Kemudian Nabi membaca:

﴿وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ﴾ إِلَى قَوْلِهِ ﴿يُشْرِكُونَ﴾

“Mereka tidak mengagungkan Alloh dengan pengagungan yang semestinya” hingga firman-Nya: “menyekutukan (Alloh).” [Az-Zumar: 67].

7514. Dari Shofwan bin Muhriz, bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar: “Bagaimana engkau mendengar Rosululloh bersabda tentang najwa (bisikan rahasia)?” Ia berkata:

«يَدْنُو أَحَدُكُمْ مِنْ رَبِّهِ حَتَّى يَضَعَ كَنَفَهُ عَلَيْهِ، فَيَقُولُ: أَعَمِلْتَ كَذَا وَكَذَا؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ، وَيَقُولُ: عَمِلْتَ كَذَا وَكَذَا؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ، فَيُقَرِّرُهُ، ثُمَّ يَقُولُ: إِنِّي سَتَرْتُ عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ اليَوْمَ»

“Salah seorang dari kalian akan mendekat kepada Robbnya hingga Dia meletakkan tirai-Nya kepadanya, lalu Dia berfirman: ‘Apakah engkau telah melakukan ini dan itu?’ Maka ia berkata: ‘Ya.’ Dia berfirman: ‘Apakah engkau telah melakukan ini dan itu?’ Maka ia berkata: ‘Ya.’ Lalu Dia mengulanginya, kemudian Dia berfirman: ‘Sungguh Aku telah menutupi aibmu di dunia, dan Aku mengampuninya untukmu hari ini.’”

Bab Firman-Nya: “Alloh telah berbicara kepada Musa dengan pembicaraan yang sebenarnya.” [An-Nisa’: 164]

7515. Dari Abu Huroiroh: Nabi bersabda:

«احْتَجَّ آدَمُ، وَمُوسَى، فَقَالَ مُوسَى: أَنْتَ آدَمُ الَّذِي أَخْرَجْتَ ذُرِّيَّتَكَ مِنَ الجَنَّةِ، قَالَ آدَمُ: أَنْتَ مُوسَى الَّذِي اصْطَفَاكَ اللَّهُ بِرِسَالاَتِهِ، وَكَلاَمِهِ ثُمَّ تَلُومُنِي عَلَى أَمْرٍ قَدْ قُدِّرَ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ أُخْلَقَ، فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى»

“Adam dan Musa berdebat. Musa berkata: ‘Engkau adalah Adam yang mengeluarkan keturunanmu dari Surga.’ Adam berkata: ‘Engkau adalah Musa yang Alloh memilihmu dengan risalah-risalah-Nya dan kalam-Nya, kemudian engkau mencelaku atas suatu perkara yang telah ditetapkan atasku sebelum aku diciptakan?’ Maka Adam mengalahkan Musa.”

7516. Dari Anas Rodhiyallohu ‘Anhu, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«يُجْمَعُ المُؤْمِنُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ فَيَقُولُونَ: لَوِ اسْتَشْفَعْنَا إِلَى رَبِّنَا فَيُرِيحُنَا مِنْ مَكَانِنَا هَذَا، فَيَأْتُونَ آدَمَ فَيَقُولُونَ لَهُ: أَنْتَ آدَمُ أَبُو البَشَرِ، خَلَقَكَ اللَّهُ بِيَدِهِ، وَأَسْجَدَ لَكَ المَلاَئِكَةَ، وَعَلَّمَكَ أَسْمَاءَ كُلِّ شَيْءٍ فَاشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّنَا حَتَّى يُرِيحَنَا، فَيَقُولُ لَهُمْ: لَسْتُ هُنَاكُمْ فَيَذْكُرُ لَهُمْ خَطِيئَتَهُ الَّتِي أَصَابَ»

“Orang-orang Mukmin akan dikumpulkan pada Hari Kiamat, lalu mereka berkata: ‘Andai saja kita meminta syafaat kepada Robb kita, niscaya Dia akan membebaskan kita dari tempat kita ini.’ Maka mereka mendatangi Adam, lalu mereka berkata kepadanya: ‘Engkau adalah Adam, bapak manusia, Alloh menciptakanmu dengan Tangan-Nya, dan Dia memerintahkan para Malaikat bersujud kepadamu, dan Dia mengajarkan kepadamu nama-nama segala sesuatu. Maka berilah syafaat kepada kami di sisi Robb kami agar Dia membebaskan kami.’ Maka ia berkata kepada mereka: ‘Aku tidak berhak untuk itu.’ Lalu ia menyebutkan kesalahan yang telah ia lakukan.”

7517. Anas bin Malik berkata:

«لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِرَسُولِ اللَّهِ مِنْ مَسْجِدِ الكَعْبَةِ، أَنَّهُ جَاءَهُ ثَلاَثَةُ نَفَرٍ قَبْلَ أَنْ يُوحَى إِلَيْهِ وَهُوَ نَائِمٌ فِي المَسْجِدِ الحَرَامِ، فَقَالَ أَوَّلُهُمْ: أَيُّهُمْ هُوَ؟ فَقَالَ أَوْسَطُهُمْ: هُوَ خَيْرُهُمْ، فَقَالَ آخِرُهُمْ: خُذُوا خَيْرَهُمْ، فَكَانَتْ تِلْكَ اللَّيْلَةَ، فَلَمْ يَرَهُمْ حَتَّى أَتَوْهُ لَيْلَةً أُخْرَى، فِيمَا يَرَى قَلْبُهُ، وَتَنَامُ عَيْنُهُ وَلاَ يَنَامُ قَلْبُهُ، وَكَذَلِكَ الأَنْبِيَاءُ تَنَامُ أَعْيُنُهُمْ وَلاَ تَنَامُ قُلُوبُهُمْ، فَلَمْ يُكَلِّمُوهُ حَتَّى احْتَمَلُوهُ، فَوَضَعُوهُ عِنْدَ بِئْرِ زَمْزَمَ، فَتَوَلَّاهُ مِنْهُمْ جِبْرِيلُ، فَشَقَّ جِبْرِيلُ مَا بَيْنَ نَحْرِهِ إِلَى لَبَّتِهِ حَتَّى فَرَغَ مِنْ صَدْرِهِ وَجَوْفِهِ، فَغَسَلَهُ مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ بِيَدِهِ، حَتَّى أَنْقَى جَوْفَهُ، ثُمَّ أُتِيَ بِطَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ فِيهِ تَوْرٌ مِنْ ذَهَبٍ، مَحْشُوًّا إِيمَانًا وَحِكْمَةً، فَحَشَا بِهِ صَدْرَهُ وَلَغَادِيدَهُ - يَعْنِي عُرُوقَ حَلْقِهِ - ثُمَّ أَطْبَقَهُ ثُمَّ عَرَجَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَضَرَبَ بَابًا مِنْ أَبْوَابِهَا فَنَادَاهُ أَهْلُ السَّمَاءِ مَنْ هَذَا؟ فَقَالَ جِبْرِيلُ: قَالُوا: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مَعِيَ مُحَمَّدٌ، قَالَ: وَقَدْ بُعِثَ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالُوا: فَمَرْحَبًا بِهِ وَأَهْلًا، فَيَسْتَبْشِرُ بِهِ أَهْلُ السَّمَاءِ، لاَ يَعْلَمُ أَهْلُ السَّمَاءِ بِمَا يُرِيدُ اللَّهُ بِهِ فِي الأَرْضِ حَتَّى يُعْلِمَهُمْ، فَوَجَدَ فِي السَّمَاءِ الدُّنْيَا آدَمَ، فَقَالَ لَهُ جِبْرِيلُ: هَذَا أَبُوكَ آدَمُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، فَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَرَدَّ عَلَيْهِ آدَمُ، وَقَالَ: مَرْحَبًا وَأَهْلًا بِابْنِي، نِعْمَ الِابْنُ أَنْتَ، فَإِذَا هُوَ فِي السَّمَاءِ الدُّنْيَا بِنَهَرَيْنِ يَطَّرِدَانِ، فَقَالَ: مَا هَذَانِ النَّهَرَانِ يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ: هَذَا النِّيلُ وَالفُرَاتُ عُنْصُرُهُمَا، ثُمَّ مَضَى بِهِ فِي السَّمَاءِ، فَإِذَا هُوَ بِنَهَرٍ آخَرَ عَلَيْهِ قَصْرٌ مِنْ لُؤْلُؤٍ وَزَبَرْجَدٍ، فَضَرَبَ يَدَهُ فَإِذَا هُوَ مِسْكٌ أَذْفَرُ، قَالَ: مَا هَذَا يَا جِبْرِيلُ؟، قَالَ: هَذَا الكَوْثَرُ الَّذِي خَبَأَ لَكَ رَبُّكَ، ثُمَّ عَرَجَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ الثَّانِيَةِ، فَقَالَتِ المَلاَئِكَةُ لَهُ مِثْلَ مَا قَالَتْ لَهُ الأُولَى مَنْ هَذَا، قَالَ جِبْرِيلُ: قَالُوا: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ ، قَالُوا: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالُوا: مَرْحَبًا بِهِ وَأَهْلًا، ثُمَّ عَرَجَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ الثَّالِثَةِ، وَقَالُوا لَهُ مِثْلَ مَا قَالَتِ الأُولَى وَالثَّانِيَةُ، ثُمَّ عَرَجَ بِهِ إِلَى الرَّابِعَةِ، فَقَالُوا لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ عَرَجَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ الخَامِسَةِ، فَقَالُوا مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ عَرَجَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ السَّادِسَةِ، فَقَالُوا لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ عَرَجَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ، فَقَالُوا لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ، كُلُّ سَمَاءٍ فِيهَا أَنْبِيَاءُ قَدْ سَمَّاهُمْ، فَأَوْعَيْتُ مِنْهُمْ إِدْرِيسَ فِي الثَّانِيَةِ، وَهَارُونَ فِي الرَّابِعَةِ، وَآخَرَ فِي الخَامِسَةِ لَمْ أَحْفَظِ اسْمَهُ، وَإِبْرَاهِيمَ فِي السَّادِسَةِ، وَمُوسَى فِي السَّابِعَةِ بِتَفْضِيلِ كَلاَمِ اللَّهِ، فَقَالَ مُوسَى: رَبِّ لَمْ أَظُنَّ أَنْ يُرْفَعَ عَلَيَّ أَحَدٌ، ثُمَّ عَلاَ بِهِ فَوْقَ ذَلِكَ بِمَا لاَ يَعْلَمُهُ إِلَّا اللَّهُ، حَتَّى جَاءَ سِدْرَةَ المُنْتَهَى، وَدَنَا لِلْجَبَّارِ رَبِّ العِزَّةِ، فَتَدَلَّى حَتَّى كَانَ مِنْهُ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى، فَأَوْحَى اللَّهُ فِيمَا أَوْحَى إِلَيْهِ: خَمْسِينَ صَلاَةً عَلَى أُمَّتِكَ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، ثُمَّ هَبَطَ حَتَّى بَلَغَ مُوسَى، فَاحْتَبَسَهُ مُوسَى، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، مَاذَا عَهِدَ إِلَيْكَ رَبُّكَ؟ قَالَ: عَهِدَ إِلَيَّ خَمْسِينَ صَلاَةً كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، قَالَ: إِنَّ أُمَّتَكَ لاَ تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ، فَارْجِعْ فَلْيُخَفِّفْ عَنْكَ رَبُّكَ وَعَنْهُمْ، فَالْتَفَتَ النَّبِيُّ إِلَى جِبْرِيلَ كَأَنَّهُ يَسْتَشِيرُهُ فِي ذَلِكَ، فَأَشَارَ إِلَيْهِ جِبْرِيلُ: أَنْ نَعَمْ إِنْ شِئْتَ، فَعَلاَ بِهِ إِلَى الجَبَّارِ، فَقَالَ وَهُوَ مَكَانَهُ: يَا رَبِّ خَفِّفْ عَنَّا فَإِنَّ أُمَّتِي لاَ تَسْتَطِيعُ هَذَا، فَوَضَعَ عَنْهُ عَشْرَ صَلَوَاتٍ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى مُوسَى، فَاحْتَبَسَهُ فَلَمْ يَزَلْ يُرَدِّدُهُ مُوسَى إِلَى رَبِّهِ حَتَّى صَارَتْ إِلَى خَمْسِ صَلَوَاتٍ، ثُمَّ احْتَبَسَهُ مُوسَى عِنْدَ الخَمْسِ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ وَاللَّهِ لَقَدْ رَاوَدْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ قَوْمِي عَلَى أَدْنَى مِنْ هَذَا فَضَعُفُوا فَتَرَكُوهُ، فَأُمَّتُكَ أَضْعَفُ أَجْسَادًا وَقُلُوبًا وَأَبْدَانًا وَأَبْصَارًا وَأَسْمَاعًا فَارْجِعْ فَلْيُخَفِّفْ عَنْكَ رَبُّكَ، كُلَّ ذَلِكَ يَلْتَفِتُ النَّبِيُّ إِلَى جِبْرِيلَ لِيُشِيرَ عَلَيْهِ، وَلاَ يَكْرَهُ ذَلِكَ جِبْرِيلُ، فَرَفَعَهُ عِنْدَ الخَامِسَةِ، فَقَالَ: يَا رَبِّ إِنَّ أُمَّتِي ضُعَفَاءُ أَجْسَادُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ وَأَسْمَاعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَأَبْدَانُهُمْ فَخَفِّفْ عَنَّا، فَقَالَ الجَبَّارُ: يَا مُحَمَّدُ، قَالَ: لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، قَالَ: إِنَّهُ لاَ يُبَدَّلُ القَوْلُ لَدَيَّ، كَمَا فَرَضْتُهُ عَلَيْكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ، قَالَ: فَكُلُّ حَسَنَةٍ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، فَهِيَ خَمْسُونَ فِي أُمِّ الكِتَابِ، وَهِيَ خَمْسٌ عَلَيْكَ، فَرَجَعَ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ: كَيْفَ فَعَلْتَ؟ فَقَالَ: خَفَّفَ عَنَّا، أَعْطَانَا بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا، قَالَ مُوسَى: قَدْ وَاللَّهِ رَاوَدْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ فَتَرَكُوهُ، ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَلْيُخَفِّفْ عَنْكَ أَيْضًا، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : يَا مُوسَى، قَدْ وَاللَّهِ اسْتَحْيَيْتُ مِنْ رَبِّي مِمَّا اخْتَلَفْتُ إِلَيْهِ، قَالَ: فَاهْبِطْ بِاسْمِ اللَّهِ قَالَ: وَاسْتَيْقَظَ وَهُوَ فِي مَسْجِدِ الحَرَامِ»

“Pada malam Rosululloh diisro’kan dari Masjidil Ka’bah, sungguh tiga orang datang kepadanya sebelum beliau diwahyukan, saat beliau sedang tidur di Masjidil Harom. Maka orang pertama dari mereka berkata: ‘Siapakah dia?’ Orang kedua berkata: ‘Dia adalah yang terbaik di antara mereka.’ Orang terakhir berkata: ‘Ambillah yang terbaik di antara mereka.’ Maka pada malam itu, beliau tidak melihat mereka sampai mereka mendatanginya pada malam yang lain, dalam apa yang dilihat oleh hatinya, dan matanya tidur tetapi hatinya tidak tidur. Demikianlah para Nabi, mata mereka tidur tetapi hati mereka tidak tidur. Maka mereka tidak berbicara kepadanya sampai mereka membawanya, lalu mereka meletakkannya di dekat sumur Zamzam. Lalu Jibril mengurusnya di antara mereka. Jibril membelah antara leher hingga dadanya sampai ia selesai dengan dada dan rongganya. Lalu ia mencucinya dengan air Zamzam dengan tangannya, hingga ia membersihkan rongganya. Kemudian didatangkanlah bejana emas berisi mangkuk emas, penuh dengan iman dan hikmah. Lalu ia mengisinya ke dalam dada dan tenggorokannya – maksudnya urat-urat lehernya – kemudian ia menutupnya kembali. Kemudian ia naik bersamanya ke langit dunia. Lalu ia mengetuk salah satu pintunya. Maka penghuni langit memanggilnya: ‘Siapakah ini?’ Maka Jibril berkata: ‘Jibril.’ Mereka berkata: ‘Siapa yang bersamamu?’ Ia berkata: ‘Bersamaku Muhammad.’ Mereka berkata: ‘Apakah ia telah diutus?’ Ia berkata: ‘Ya.’ Mereka berkata: ‘Selamat datang dan ahlan (penghormatan) baginya.’ Maka penghuni langit bergembira dengannya, penghuni langit tidak mengetahui apa yang Alloh kehendaki dengannya di bumi sampai Dia memberitahu mereka. Maka ia menemukan Adam di langit dunia. Lalu Jibril berkata kepadanya: ‘Ini adalah ayahmu Adam, maka ucapkanlah salam kepadanya.’ Maka ia mengucapkan salam kepadanya dan Adam membalas salamnya, dan ia berkata: ‘Selamat datang dan ahlan bagi putraku, engkau adalah putra terbaik.’ Kemudian ia berada di langit dunia di dua sungai yang mengalir. Maka ia bertanya: ‘Sungai apakah ini wahai Jibril?’ Ia berkata: ‘Ini adalah sumber Sungai Nil dan Eufrat.’ Kemudian ia melanjutkan perjalanannya di langit. Lalu ia melihat sungai lain di atasnya ada istana dari mutiara dan zamrud. Maka ia menyentuhnya, tiba-tiba itu adalah misik yang sangat harum. Ia berkata: ‘Apa ini wahai Jibril?’ Ia berkata: ‘Ini adalah Al-Kautsar yang Robbmu sembunyikan untukmu.’ Kemudian ia naik bersamanya ke langit kedua. Maka para Malaikat berkata kepadanya seperti yang dikatakan oleh yang pertama: ‘Siapakah ini?’ Jibril berkata: ‘Jibril.’ Mereka berkata: ‘Siapa yang bersamamu?’ Ia berkata: ‘Muhammad .’ Mereka berkata: ‘Apakah ia telah diutus kepadanya?’ Ia berkata: ‘Ya.’ Mereka berkata: ‘Selamat datang dan ahlan baginya.’ Kemudian ia naik bersamanya ke langit ketiga, dan mereka berkata kepadanya seperti yang dikatakan oleh yang pertama dan kedua. Kemudian ia naik bersamanya ke yang keempat, mereka berkata kepadanya yang serupa. Kemudian ia naik bersamanya ke langit kelima, mereka berkata yang serupa. Kemudian ia naik bersamanya ke langit keenam, mereka berkata kepadanya yang serupa. Kemudian ia naik bersamanya ke langit ketujuh, mereka berkata kepadanya yang serupa. Setiap langit ada Nabi-Nabi yang telah ia sebutkan namanya, maka aku hafal di antara mereka Idris di langit kedua, dan Harun di langit keempat, dan seorang lagi di langit kelima yang aku tidak hafal namanya, dan Ibrohim di langit keenam, dan Musa di langit ketujuh dengan keutamaan kalam Alloh. Maka Musa berkata: ‘Robbku, aku tidak menyangka ada seorang pun yang diangkat lebih tinggi dariku.’ Kemudian ia dinaikkan di atas itu dengan apa yang tidak diketahui kecuali oleh Alloh, hingga ia sampai Sidrotul Muntaha, dan mendekat kepada Al-Jabbar, Robbul Izzah, lalu ia mendekat hingga jaraknya dua busur panah atau lebih dekat. Maka Alloh mewahyukan kepadanya – dalam apa yang Dia wahyukan kepadanya –: “50 Sholat bagi umatmu setiap hari dan malam.” Kemudian ia turun hingga sampai kepada Musa. Maka Musa menahannya, lalu ia berkata: ‘Wahai Muhammad, apa yang Robbmu janjikan kepadamu?’ Ia berkata: ‘Dia menjanjikan kepadaku lima puluh Sholat setiap hari dan malam.’ Ia berkata: ‘Sungguh umatmu tidak akan sanggup melakukan itu, maka kembalilah agar Robbmu meringankan untukmu dan untuk mereka.’ Maka Nabi menoleh kepada Jibril seolah-olah ia meminta pendapatnya tentang hal itu. Lalu Jibril memberi isyarat kepadanya: ‘Ya, jika engkau mau.’ Maka ia naik bersamanya kepada Al-Jabbar, lalu ia berkata di tempatnya: ‘Ya Robbku, ringankanlah bagi kami, sungguh umatku tidak sanggup melakukan ini.’ Maka Dia meringankan darinya sepuluh Sholat. Kemudian ia kembali kepada Musa. Maka Musa menahannya dan terus-menerus Musa mengembalikannya kepada Robbnya hingga menjadi lima Sholat. Kemudian Musa menahannya pada lima Sholat, lalu ia berkata: ‘Wahai Muhammad, demi Alloh, sungguh aku telah meminta Bani Isroil, kaumku, untuk melakukan yang lebih ringan dari ini, lalu mereka lemah dan meninggalkannya. Maka umatmu lebih lemah tubuhnya, hatinya, badannya, penglihatannya, dan pendengarannya. Maka kembalilah agar Robbmu meringankan untukmu lagi.’ Setiap kali itu Nabi menoleh kepada Jibril untuk meminta isyarat kepadanya, dan Jibril tidak membencinya. Maka ia dinaikkan pada yang kelima, lalu ia berkata: ‘Ya Robbku, sungguh umatku lemah tubuhnya, hatinya, pendengarannya, penglihatannya, dan badannya, maka ringankanlah bagi kami.’ Maka Al-Jabbar berfirman: ‘Wahai Muhammad!’ Ia berkata: ‘Labbaik wa Sa’daik.’ Dia berfirman: ‘Sungguh Firman-Ku tidak akan berubah di sisi-Ku, sebagaimana Aku telah mewajibkannya kepadamu dalam Ummul Kitab (Lauhul Mahfuzh). Maka setiap satu kebaikan adalah sepuluh kali lipatnya. Maka itu adalah lima puluh dalam Ummul Kitab, dan itu adalah lima bagimu.’ Maka ia kembali kepada Musa, lalu ia berkata: ‘Bagaimana engkau melakukannya?’ Ia berkata: ‘Dia telah meringankan bagi kami, Dia memberi kami setiap satu kebaikan sepuluh kali lipatnya.’ Musa berkata: ‘Sungguh demi Alloh, aku telah meminta Bani Isroil untuk melakukan yang lebih ringan dari itu, lalu mereka meninggalkannya. Kembalilah kepada Robbmu agar Dia meringankanmu lagi.’ Rosululloh bersabda: ‘Wahai Musa, sungguh demi Alloh, aku telah merasa malu kepada Robbku karena terlalu sering bolak-balik kepada-Nya.’ Dikatakan: ‘Turunlah dengan nama Alloh.’ Ia berkata: ‘Beliau terbangun, dan ia berada di Masjidil Harom.’” [Muslim: 162]

Bab Firman Robb kepada Penghuni Surga

7518. Dari Abu Sa’id Al-Khudri Rodhiyallohu ‘Anhu, ia berkata: Nabi bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ لِأَهْلِ الجَنَّةِ: يَا أَهْلَ الجَنَّةِ، فَيَقُولُونَ: لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ وَالخَيْرُ فِي يَدَيْكَ، فَيَقُولُ: هَلْ رَضِيتُمْ؟ فَيَقُولُونَ: وَمَا لَنَا لاَ نَرْضَى يَا رَبِّ وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، فَيَقُولُ: أَلاَ أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، فَيَقُولُونَ: يَا رَبِّ وَأَيُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ، فَيَقُولُ: أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي فَلاَ أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا»

“Sungguh Alloh berfirman kepada penghuni Surga: ‘Wahai penghuni Surga!’ Maka mereka menjawab: ‘Kami mendengar dan memenuhi panggilanmu, ya Robb kami, dan segala kebaikan ada di Tangan-Mu.’ Dia berfirman: ‘Apakah kalian telah ridho?’ Mereka berkata: ‘Bagaimana kami tidak ridho, ya Robb, padahal Engkau telah memberi kami apa yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu.’ Dia berfirman: ‘Perhatikanlah! Aku akan memberi kalian yang lebih utama dari itu.’ Mereka berkata: ‘Ya Robb, apakah ada sesuatu yang lebih utama dari itu?’ Maka Dia berfirman: ‘Aku akan menurunkan keridhoan-Ku kepada kalian, maka Aku tidak akan murka kepada kalian setelah ini selamanya.’”

7519. Dari Abu Huroiroh: Nabi suatu hari sedang bercerita, dan di samping beliau ada seorang laki-laki dari penduduk pedalaman:

«أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ اسْتَأْذَنَ رَبَّهُ فِي الزَّرْعِ، فَقَالَ لَهُ: أَوَلَسْتَ فِيمَا شِئْتَ؟ قَالَ: بَلَى، وَلَكِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَزْرَعَ، فَأَسْرَعَ وَبَذَرَ، فَتَبَادَرَ الطَّرْفَ نَبَاتُهُ وَاسْتِوَاؤُهُ وَاسْتِحْصَادُهُ وَتَكْوِيرُهُ أَمْثَالَ الجِبَالِ، فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: دُونَكَ يَا ابْنَ آدَمَ، فَإِنَّهُ لاَ يُشْبِعُكَ شَيْءٌ»

“Seorang laki-laki dari penghuni Surga meminta izin kepada Robbnya untuk bercocok tanam. Maka Dia berfirman kepadanya: ‘Bukankah engkau sudah mendapatkan apa yang engkau inginkan?’ Ia berkata: ‘Tentu, tetapi aku suka bercocok tanam.’ Maka ia bersegera dan menabur benih. Lalu dengan cepat tumbuhlah tanamannya, merata, siap panen, dan terkumpul seperti gunung-gunung. Maka Alloh Ta’ala berfirman: ‘Ambillah itu wahai anak Adam, karena sungguh tidak ada sesuatu pun yang dapat mengenyangkanmu.’”

Orang Arob Badui itu berkata: “Ya Rosululloh, ini hanya berlaku bagi orang Quroisy atau Anshor, karena mereka adalah para petani. Adapun kami, kami bukanlah petani.” Rosululloh tertawa.

Bab Penyebutan Alloh dengan Perintah, dan Penyebutan Hamba dengan Doa, Kerendahan Hati, Risalah, dan Penyampaian

Berdasarkan Firman Alloh Ta’ala: “Ingatlah Aku, niscaya Aku akan mengingat kalian.” [Al-Baqoroh: 152], “Bacakanlah kepada mereka berita Nuh ketika ia berkata kepada kaumnya: ‘Hai kaumku, jika terasa berat bagimu kedudukanku (di tengah-tengahmu) dan peringatanku dengan ayat-ayat Alloh, maka kepada Alloh-lah aku bertawakkal. Karena itu, bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk merencanakan suatu kejahatan terhadapku), kemudian janganlah keputusanmu itu menjadi samar bagimu, kemudian laksanakanlah (rencana) terhadapku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Jika kamu berpaling (dari peringatanku), maka aku tidak meminta upah sedikit pun dari kalian. Upahku tidak lain hanyalah dari Alloh, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)’” [Yunus: 71-72]. “Ghummah: kesedihan dan kesempitan.” Mujahid berkata: “Iqdhu ilayya ma fi anfusikum (laksanakanlah kepadaku apa yang ada dalam dirimu):” “Ifriqdhi (putuskanlah, laksanakanlah).” Dan Mujahid berkata: “Jika seorang dari kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia sampai ia mendengar Firman Alloh” [At-Taubah: 6] yakni: “Seorang manusia mendatanginya, lalu ia mendengarkan apa yang ia katakan dan apa yang diturunkan kepadanya. Maka ia aman sampai ia mendatanginya dan mendengar Firman Alloh, dan sampai ia mencapai tempat amannya di mana ia datang kepadanya.”

An-Naba’ul Azhim: “Al-Qur’an.” {Showaaban} [An-Naba’: 38]: “kebenaran di dunia, dan mengamalkannya.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Alloh” [Al-Baqoroh: 22]

7520. Dari Abdulloh, ia berkata: Aku bertanya kepada Nabi : “Dosa apakah yang paling besar di sisi Alloh?” Beliau bersabda:

«أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا، وَهُوَ خَلَقَكَ»، قُلْتُ: إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيمٌ، قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ تَخَافُ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ»، قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ»

“Engkau menjadikan sekutu bagi Alloh, padahal Dialah yang menciptakanmu.” Aku berkata: “Sungguh itu adalah dosa yang besar. Kemudian apa lagi?” Beliau bersabda: “Kemudian engkau membunuh anakmu karena takut ia akan makan bersamamu.” Aku berkata: “Kemudian apa lagi?” Beliau bersabda: “Kemudian engkau berzina dengan istri tetanggamu.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Kalian tidak dapat bersembunyi (dari Alloh) bahwa pendengaran, penglihatan dan kulit kalian akan bersaksi terhadap kalian, tetapi kalian mengira bahwa Alloh tidak mengetahui banyak dari apa yang kalian kerjakan” [Fushshilat: 22]

7521. Dari Abdulloh Rodhiyallohu ‘Anhu, ia berkata: “Dua orang dari Tsaqif dan satu orang dari Quroisy – atau dua orang dari Quroisy dan satu orang dari Tsaqif – berkumpul di dekat Baitulloh. Perut mereka besar (gemuk), pemahaman hati mereka sedikit. Salah seorang dari mereka berkata: ‘Apakah kalian melihat bahwa Alloh mendengar apa yang kita katakan?’ Yang lain berkata: ‘Dia mendengar jika kita mengeraskan suara dan tidak mendengar jika kita berbisik.’ Dan yang lain berkata: ‘Jika Dia mendengar ketika kita mengeraskan suara, maka sungguh Dia mendengar ketika kita berbisik.’ Maka Alloh Ta’ala menurunkan:

﴿وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلاَ أَبْصَارُكُمْ وَلاَ جُلُودُكُمْ﴾

“Kalian tidak dapat bersembunyi (dari Alloh) bahwa pendengaran, penglihatan dan kulit kalian akan bersaksi terhadap kalian.” [Fushshilat: 22] hingga akhir ayat.

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Setiap waktu Dia dalam kesibukan” [Ar-Rohman: 29]

7522. Dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma, ia berkata: “Bagaimana kalian bertanya kepada Ahli Kitab tentang kitab-kitab mereka, padahal di sisi kalian ada Kitabulloh, kitab yang paling dekat zamannya dengan Alloh, kalian membacanya murni, tidak tercampur.”

7523. Dari Abdulloh bin Abbas, ia berkata: “Wahai kaum Muslimin, bagaimana kalian bertanya kepada Ahli Kitab tentang sesuatu, padahal Kitab kalian yang Alloh turunkan kepada Nabi kalian adalah berita yang paling baru dari Alloh, murni, tidak tercampur. Dan sungguh Alloh telah memberitahukan kepada kalian bahwa Ahli Kitab telah merubah kitab-kitab Alloh dan menggantinya. Lalu mereka menulis kitab-kitab dengan tangan mereka sendiri, mereka berkata: ‘Ini dari sisi Alloh,’ untuk membeli dengan itu harga yang sedikit. Tidakkah ilmu yang datang kepada kalian mencegah kalian dari bertanya kepada mereka? Maka demi Alloh, kami tidak pernah melihat seorang laki-laki pun dari mereka bertanya kepada kalian tentang apa yang diturunkan kepada kalian.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Janganlah engkau menggerak-gerakkan lidahmu dengan (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasainya)” [Al-Qiyamah: 16]

7524. Dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas mengenai firman Alloh Ta’ala: {Janganlah engkau menggerak-gerakkan lidahmu dengan (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasainya)} [Al-Qiyamah: 16]. Ia berkata: “Nabi mengalami kesulitan dalam menerima wahyu, dan beliau menggerak-gerakkan bibirnya.” – Ibnu Abbas berkata kepadaku: “Maka aku menggerak-gerakkannya untukmu sebagaimana Rosululloh menggerak-gerakkannya.” Maka Sa’id berkata: “Aku menggerak-gerakkannya sebagaimana Ibnu Abbas menggerak-gerakkannya.” Lalu ia menggerak-gerakkan bibirnya. – Maka Alloh ‘Azza wa Jalla menurunkan: {Janganlah engkau menggerak-gerakkan lidahmu dengan (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasainya). Sungguh atas Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (menetapkan) bacaannya} [Al-Qiyamah: 16-17]. Ia berkata: “Mengumpulkannya di dadamu, kemudian engkau membacanya.” {Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu} [Al-Qiyamah: 18]. Ia berkata: “Maka dengarkanlah dan diamlah, kemudian sungguh atas Kamilah engkau membacanya.” Ia berkata: “Maka Rosululloh , apabila Jibril ‘Alaihissalam datang kepadanya, beliau mendengarkan. Apabila Jibril telah pergi, Nabi membacanya sebagaimana Jibril membacakannya kepadanya.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah ia; sungguh Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Tidakkah Dia mengetahui yang menciptakan, dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” [Al-Mulk: 13-14]

7525. Dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma: Mengenai firman Alloh Ta’ala: {Dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam Sholatmu dan jangan pula merendahkannya} [Al-Isro’: 110]. Ia berkata: “Ayat ini turun ketika Rosululloh bersembunyi di Mekkah. Maka apabila beliau Sholat bersama para Shohabatnya, beliau mengeraskan suara bacaan Al-Qur’an. Apabila orang-orang musyrik mendengarnya, mereka mencela Al-Qur’an dan yang menurunkannya serta yang membawanya.” Maka Alloh berfirman kepada Nabi-Nya : {Dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam Sholatmu} [Al-Isro’: 110]: yakni bacaanmu, sehingga orang-orang musyrik mendengarnya lalu mereka mencela Al-Qur’an. {Dan jangan pula merendahkannya} [Al-Isro’: 110]: dari para Shohabatmu, sehingga engkau tidak memperdengarkannya kepada mereka. {dan carilah jalan tengah di antara itu} [Al-Isro’: 110].

7526. Dari Aisyah Rodhiyallohu ‘Anha, ia berkata: “Ayat ini {Janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam Sholatmu dan jangan pula merendahkannya} [Al-Isro’: 110] turun mengenai doa.” [Muslim: 447]

7527. Dari Abu Huroiroh, ia berkata: Rosululloh bersabda: “Bukan termasuk golongan kami siapa yang tidak melantunkan Al-Qur’an dengan merdu.” Dan yang lain menambahkan: “Ia mengeraskannya.”

Bab Sabda Nabi : “Seorang laki-laki yang Alloh berikan kepadanya Al-Qur’an, lalu ia menegakkannya di waktu malam dan siang, dan seorang laki-laki berkata: ‘Sekiranya aku diberi seperti apa yang diberikan kepada orang ini, niscaya aku akan melakukan seperti apa yang ia lakukan.’”

7528. Dari Abu Huroiroh, ia berkata: Rosululloh bersabda:

«لاَ تَحَاسُدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ القُرْآنَ فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، فَهُوَ يَقُولُ: لَوْ أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ هَذَا لَفَعَلْتُ كَمَا يَفْعَلُ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُنْفِقُهُ فِي حَقِّهِ، فَيَقُولُ: لَوْ أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ عَمِلْتُ فِيهِ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ»

“Tidak ada iri hati kecuali dalam dua hal: seorang laki-laki yang Alloh berikan kepadanya Al-Qur’an, lalu ia membacanya di waktu malam dan siang, lalu ia berkata: ‘Sekiranya aku diberi seperti apa yang diberikan kepada orang ini, niscaya aku akan melakukan seperti apa yang ia lakukan.’ Dan seorang laki-laki yang Alloh berikan kepadanya harta, lalu ia menginfakkannya pada tempatnya, lalu ia berkata: ‘Sekiranya aku diberi seperti apa yang aku berikan, niscaya aku akan beramal seperti apa yang ia amalkan.’”

7529. Dari Abdullah bin Umar, dari Nabi , beliau bersabda:

«لاَ حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ القُرْآنَ فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ»

“Tidak ada iri hati kecuali dalam dua hal: seorang laki-laki yang Alloh berikan kepadanya Al-Qur’an, lalu ia membacanya di waktu malam dan siang, dan seorang laki-laki yang Alloh berikan kepadanya harta, lalu ia menginfakkannya di waktu malam dan siang.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Wahai Rosul! Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Robbmu. Jika tidak engkau kerjakan (perintah itu), berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya” [Al-Ma’idah: 67]

7530. Al-Mughiroh berkata: Nabi kami memberitahukan kepada kami dari risalah Robb kami: “Bahwasanya siapa pun di antara kami yang terbunuh akan masuk Surga.”

7531. Dari Aisyah, ia berkata: “Siapa pun yang memberitahumu bahwa Nabi menyembunyikan sesuatu dari wahyu, maka jangan percaya padanya. Sungguh Alloh Ta’ala berfirman: {Wahai Rosul! Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Robbmu. Jika tidak engkau kerjakan (perintah itu), berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya} [Al-Ma’idah: 67].”

7532. Abdulloh berkata: Seorang laki-laki berkata: “Ya Rosululloh, dosa apakah yang paling besar di sisi Alloh?” Beliau bersabda:

«أَنْ تَدْعُوَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ»، قَالَ: ثُمَّ أَيْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ مَخَافَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ»، قَالَ: ثُمَّ أَيْ؟ قَالَ: «أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ»، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَصْدِيقَهَا: ﴿وَالَّذِينَ لاَ يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ، وَلاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالحَقِّ، وَلاَ يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ العَذَابُ﴾ [الفرقان: 69] الآيَةَ

“Engkau menyeru sekutu bagi Alloh, padahal Dialah yang menciptakanmu.” Ia berkata: “Kemudian apa lagi?” Beliau bersabda: “Kemudian engkau membunuh anakmu karena takut ia akan makan bersamamu.” Ia berkata: “Kemudian apa lagi?” Beliau bersabda: “Engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Maka Alloh menurunkan (ayat) yang membenarkannya: {Dan orang-orang yang tidak menyembah apapun selain Alloh, dan tidak membunuh jiwa yang diharomkan Alloh (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; siapa melakukan yang demikian itu, niscaya ia mendapat (pembalasan) dosa, akan dilipatgandakan azab} [Al-Furqon: 68-69] hingga akhir ayat.

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Katakanlah: ‘Datangkanlah Taurot lalu bacalah ia’” [Ali ‘Imron: 93]

7533. Dari Ibnu Umar Rodhiyallohu ‘Anhuma: Rosululloh bersabda:

«إِنَّمَا بَقَاؤُكُمْ فِيمَنْ سَلَفَ مِنَ الأُمَمِ، كَمَا بَيْنَ صَلاَةِ العَصْرِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ، أُوتِيَ أَهْلُ التَّوْرَاةِ التَّوْرَاةَ، فَعَمِلُوا بِهَا حَتَّى انْتَصَفَ النَّهَارُ ثُمَّ عَجَزُوا، فَأُعْطُوا قِيرَاطًا قِيرَاطًا، ثُمَّ أُوتِيَ أَهْلُ الإِنْجِيلِ الإِنْجِيلَ، فَعَمِلُوا بِهِ حَتَّى صُلِّيَتِ العَصْرُ ثُمَّ عَجَزُوا، فَأُعْطُوا قِيرَاطًا قِيرَاطًا، ثُمَّ أُوتِيتُمُ القُرْآنَ، فَعَمِلْتُمْ بِهِ حَتَّى غَرَبَتِ الشَّمْسُ، فَأُعْطِيتُمْ قِيرَاطَيْنِ قِيرَاطَيْنِ، فَقَالَ أَهْلُ الكِتَابِ: هَؤُلاَءِ أَقَلُّ مِنَّا عَمَلًا وَأَكْثَرُ أَجْرًا، قَالَ اللَّهُ: هَلْ ظَلَمْتُكُمْ مِنْ حَقِّكُمْ شَيْئًا؟ قَالُوا: لاَ، قَالَ: فَهُوَ فَضْلِي أُوتِيهِ مَنْ أَشَاءُ»

“Sungguh keberadaan kalian di antara umat-umat terdahulu adalah seperti waktu antara Sholat Ashar hingga terbenam matahari. Penduduk Taurot diberi Taurot, lalu mereka mengamalkannya hingga pertengahan siang, kemudian mereka lemah, lalu mereka diberi satu qiroth (pahala) satu qiroth. Kemudian penduduk Injil diberi Injil, lalu mereka mengamalkannya hingga Sholat Ashar didirikan, kemudian mereka lemah, lalu mereka diberi satu qiroth satu qiroth. Kemudian kalian diberi Al-Qur’an, lalu kalian mengamalkannya hingga matahari terbenam, lalu kalian diberi dua qiroth dua qiroth. Maka Ahli Kitab berkata: ‘Mereka (umat Muhammad) lebih sedikit amalannya dari kami dan lebih banyak pahalanya.’ Alloh berfirman: ‘Apakah Aku menzholimi kalian sedikit pun dari hak kalian?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Dia berfirman: ‘Itu adalah karunia-Ku, Aku berikan kepada siapa yang Aku kehendaki.’”

Bab Nabi menamai Sholat sebagai amal, dan beliau bersabda: “Tidak sah Sholat bagi siapa yang tidak membaca Al-Fatihah”

7534. Dari Ibnu Mas’ud Rodhiyallohu ‘Anhu: Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi : “Amalan apakah yang paling utama?” Beliau bersabda:

«الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا، وَبِرُّ الوَالِدَيْنِ، ثُمَّ الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»

“Sholat tepat pada waktunya, dan berbakti kepada kedua orang tua, kemudian Jihad di jalan Alloh.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Sungguh manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa keburukan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia sangat kikir” [Al-Ma’arij: 19-21]

7535. Dari Amr bin Taghlib, ia berkata: Harta datang kepada Nabi , lalu beliau memberikannya kepada sebagian kaum dan tidak memberikannya kepada yang lain. Lalu sampailah berita kepada beliau bahwa orang-orang merasa tidak senang, lalu beliau bersabda:

«إِنِّي أُعْطِي الرَّجُلَ وَأَدَعُ الرَّجُلَ، وَالَّذِي أَدَعُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الَّذِي أُعْطِي، أُعْطِي أَقْوَامًا لِمَا فِي قُلُوبِهِمْ مِنَ الجَزَعِ وَالهَلَعِ، وَأَكِلُ أَقْوَامًا إِلَى مَا جَعَلَ اللَّهُ فِي قُلُوبِهِمْ مِنَ الغِنَى وَالخَيْرِ، مِنْهُمْ عَمْرُو بْنُ تَغْلِبَ»

“Sungguh aku memberi kepada suatu kaum dan aku meninggalkan kaum lain, dan yang aku tinggalkan lebih aku cintai daripada yang aku beri. Aku memberi kepada suatu kaum karena kegelisahan dan keluh kesah yang ada di hati mereka, dan aku menyerahkan kaum lain  kepada apa yang Alloh jadikan dalam hati mereka berupa kekayaan dan kebaikan. Di antara mereka adalah Amr bin Taghlib.” Maka Amr berkata: “Aku tidak suka memiliki unta merah ditukar dengan perkataan Rosululloh ini.”

Bab Nabi Meriwayatkan dari Robbnya

7536. Dari Anas Rodhiyallohu ‘Anhu, dari Nabi , ia meriwayatkannya dari Robbnya, beliau bersabda:

«إِذَا تَقَرَّبَ العَبْدُ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِذَا تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا، وَإِذَا أَتَانِي مَشْيًا أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً»

“Apabila hamba mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari kecil.”

7537. Dari Abu Huroiroh, ia berkata: Nabi bersabda:

«إِذَا تَقَرَّبَ العَبْدُ مِنِّي شِبْرًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعًا، وَإِذَا تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا، - أَوْ بُوعًا -»

“Apabila hamba mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa – atau satu ukuran lengan –.”

7538. Dari Abu Huroiroh, dari Nabi , ia meriwayatkannya dari Robb kalian, beliau bersabda:

«لِكُلِّ عَمَلٍ كَفَّارَةٌ، وَالصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ»

“Setiap amalan ada kaffarotnya, dan Puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Alloh daripada bau misik.”

7539. Dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma, dari Nabi , dalam apa yang beliau riwayatkan dari Robbnya, beliau bersabda:

«لاَ يَنْبَغِي لِعَبْدٍ أَنْ يَقُولَ: إِنَّهُ خَيْرٌ مِنْ يُونُسَ بْنِ مَتَّى»

“Tidak pantas bagi seorang hamba berkata bahwa ia lebih baik dari Yunus bin Matta.” Beliau menisbatkannya kepada ayahnya.

7540. Dari Abdulloh bin Mughoffal Al-Muzani, ia berkata: “Aku melihat Rosululloh pada hari Pembebasan (Makkah) di atas untanya membaca suroh Al-Fath – atau sebagian dari suroh Al-Fath –. Beliau melantunkannya dengan suara bergelombang.” Kemudian Mu’awiyah membaca menirukan bacaan Ibnu Mughoffal, dan ia berkata: “Seandainya tidak karena khawatir orang-orang berkumpul di sekitar kalian, niscaya aku akan melantunkannya sebagaimana Ibnu Mughoffal melantunkannya, menirukan Nabi .” Lalu aku bertanya kepada Mu’awiyah: “Bagaimana lantunannya?” Ia berkata: “Aa aa (tiga kali).”

Bab Apa yang Dibolehkan dari Tafsir Taurot dan Kitab-Kitab Alloh Lainnya, dengan Bahasa Arob dan Selainnya

7541. Ibnu Abbas berkata: Abu Sufyan bin Harb memberitahuku: Hiroql (Heraklius, Raja Romawi) memanggil penerjemahnya, kemudian ia meminta surat Nabi lalu ia membacanya:

«بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مِنْ مُحَمَّدٍ، عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ، إِلَى هِرَقْلَ، وَ: ﴿يَا أَهْلَ الكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ﴾ [آل عمران: 64] الآيَةَ»

“Dengan Nama Alloh, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dari Muhammad, hamba Alloh dan Rosul-Nya, kepada Hiroql, dan: {Wahai Ahli Kitab! Marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (Tauhid) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian} [Ali ‘Imron: 64]” hingga akhir ayat.

7542. Dari Abu Huroiroh, ia berkata: Ahli Kitab biasa membaca Taurot dengan bahasa Ibroni, dan mereka menafsirkannya dengan bahasa Arob untuk umat Islam. Maka Rosululloh bersabda:

«لاَ تُصَدِّقُوا أَهْلَ الكِتَابِ وَلا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا: ﴿آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ﴾ [البقرة: 136]» الآيَةَ

“Janganlah kalian membenarkan Ahli Kitab dan jangan pula mendustakan mereka, dan katakanlah: {Kami beriman kepada Alloh dan apa yang diturunkan (kepada kami)} [Al-Baqoroh: 136]’” hingga akhir ayat.

7543. Dari Ibnu Umar Rodhiyallohu ‘Anhuma, ia berkata: “Nabi didatangkan seorang laki-laki dan seorang wanita dari Yahudi yang telah berzina. Lalu beliau bertanya kepada Yahudi: ‘Apa yang kalian lakukan terhadap keduanya?’ Mereka berkata: ‘Kami akan menghitamkan wajah keduanya dan menghinakan keduanya.’ Beliau bersabda: {Maka datangkanlah Taurot lalu bacalah ia jika kalian adalah orang-orang yang benar} [Ali ‘Imron: 93]. Maka mereka datang, lalu mereka berkata kepada seorang laki-laki yang mereka ridhoi: ‘Wahai A’war (bermata satu), bacalah!’ Lalu ia membaca hingga sampai pada suatu tempat di dalamnya, ia meletakkan tangannya di atasnya. Beliau bersabda: ‘Angkat tanganmu!’ Maka ia mengangkat tangannya, tiba-tiba di dalamnya ada ayat rojam yang tampak jelas. Lalu ia berkata: ‘Wahai Muhammad, sungguh rojam (rajam) adalah hukuman bagi keduanya, tetapi kami menyembunyikannya di antara kami.’ Maka beliau memerintahkan keduanya untuk dirojam, lalu aku melihat beliau mendekap batu-batu itu kepada keduanya.”

Bab Sabda Nabi : “Orang yang mahir dalam Al-Qur’an akan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti.”

7544. Dari Abu Huroiroh, bahwasanya ia mendengar Nabi bersabda:

«مَا أَذِنَ اللَّهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِيٍّ حَسَنِ الصَّوْتِ بِالقُرْآنِ يَجْهَرُ بِهِ»

“Alloh tidak mendengar sesuatu seperti Dia mendengar seorang Nabi yang indah suaranya dalam membaca Al-Qur’an dengan keras.”

7545. Dari hadits Aisyah, bahwa penyebar berita bohong mengatakan apa yang mereka katakan kepadanya, masing-masing menceritakan kepadanya sebagian dari kisah tersebut. Aisyah berkata: “Maka aku berbaring di tempat tidurku, dan pada waktu itu aku tahu bahwa aku bersih, dan bahwa Alloh akan membersihkanku. Tetapi demi Alloh, aku tidak pernah menyangka bahwa Alloh akan menurunkan wahyu yang dibaca tentang urusanku. Sungguh, urusanku dalam diriku lebih rendah daripada Alloh akan berfirman tentangku dengan suatu perintah yang dibaca.” Alloh ‘Azza wa Jalla menurunkan:

﴿إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ﴾ العَشْرَ الآيَاتِ كُلَّهَا»

“Sungguh orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah golongan dari kalian.” [An-Nur: 11] kesepuluh ayat itu seluruhnya.

7546. Dari Al-Baro’, ia berkata: “Aku mendengar Nabi membaca dalam Sholat Isya’:

﴿وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ﴾

{Demi buah Tin dan buah Zaitun} [At-Tin: 1]. Aku tidak pernah mendengar seorang pun yang lebih bagus suara atau bacaannya daripada beliau.”

7547. Dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu ‘Anhuma, ia berkata: “Nabi bersembunyi di Makkah, dan beliau mengeraskan suaranya. Apabila orang-orang musyrik mendengarnya, mereka mencela Al-Qur’an dan yang membawanya. Maka Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman kepada Nabi-Nya :

﴿وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا﴾ [الإسراء: 110]

{Janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam Sholatmu dan jangan pula merendahkannya} [Al-Isro’: 110].”

7548. Abu Sa’id Al-Khudri Rodhiyallohu ‘Anhu berkata: “Sungguh aku melihatmu menyukai kambing dan pedalaman. Maka apabila engkau berada di tengah kambingmu atau di pedalamanmu, lalu engkau mengumandangkan adzan untuk Sholat, maka keraskanlah suaramu  dalam adzan, karena sungguh:

«لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ المُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلاَ إِنْسٌ، وَلاَ شَيْءٌ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ»

‘Tidak ada jin, manusia, atau apapun pun yang mendengar jangkauan suara Muadzin, melainkan ia akan bersaksi baginya pada Hari Kiamat.’” Abu Sa’id berkata: “Aku mendengarnya dari Rosululloh .”

7549. Dari Aisyah, ia berkata: “Nabi membaca Al-Qur’an dan kepalanya berada di pangkuanku, padahal aku sedang haidh.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Maka bacalah apa yang mudah (bagi kalian) dari Al-Qur’an” [Al-Muzammil: 20]

7550. Dari Umar bin Al-Khoththob, berkata: “Aku mendengar Hisyam bin Hakim membaca suroh Al-Furqon pada masa hidup Rosululloh . Maka aku mendengarkan bacaannya, tiba-tiba ia membaca dengan banyak huruf yang tidak Rosululloh ajarkan kepadaku. Maka aku hampir saja menyerangnya dalam Sholat, lalu aku menahan diri sampai ia salam. Lalu aku menariknya dengan selendangnya, aku berkata: ‘Siapa yang mengajarkan kepadamu suroh ini yang aku dengar engkau membacanya?’ Ia berkata: ‘Rosululloh yang mengajarkannya kepadaku.’ Aku berkata: ‘Engkau bohong! Beliau mengajarkannya kepadaku dengan cara yang berbeda dari apa yang engkau baca.’ Maka aku berangkat bersamanya, aku menuntunnya kepada Rosululloh . Aku berkata: ‘Sungguh aku mendengar orang ini membaca suroh Al-Furqon dengan banyak huruf yang tidak Engkau ajarkan kepadaku.’ Maka beliau bersabda: ‘Lepaskan dia, bacalah wahai Hisyam!’ Maka ia membaca bacaan yang aku dengar. Lalu Rosululloh bersabda: ‘Begitulah ia diturunkan.’ Kemudian Rosululloh bersabda: ‘Bacalah wahai Umar!’ Maka aku membaca yang beliau ajarkan kepadaku. Lalu beliau bersabda:

«كَذَلِكَ أُنْزِلَتْ، إِنَّ هَذَا القُرْآنَ أُنْزِلَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ»

‘Begitulah ia diturunkan. Sungguh Al-Qur’an ini diturunkan dengan tujuh huruf, maka bacalah apa yang mudah dari padanya.’”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” [Al-Qomar: 17]

7551. Dari Imron, ia berkata: “Aku berkata: ‘Ya Rosululloh, tentang apa para pelaku (amal) beramal?’ Beliau bersabda:

«كُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ»

‘Setiap orang dimudahkan untuk apa yang ia diciptakan.’”

7552. Dari Ali Rodhiyallohu ‘Anhu, dari Nabi : beliau berada di sebuah janazah, lalu beliau mengambil sebatang kayu dan mulai memukulkannya ke tanah, lalu beliau bersabda:

«مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ أَوْ مِنَ الجَنَّةِ»، قَالُوا: أَلاَ نَتَّكِلُ؟ قَالَ: «اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ»، ﴿فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى﴾ [الليل: 5] الآيَةَ

“Tidak ada seorang pun di antara kalian melainkan telah ditetapkan tempat duduknya di Neraka atau di Surga.” Mereka berkata: “Apakah kami tidak bertawakkal (saja)?” Beliau bersabda: “Beramallah, karena setiap orang dimudahkan.” {Adapun orang yang memberi dan bertakwa} [Al-Lail: 5] hingga akhir ayat.

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Bahkan ia adalah Al-Qur’an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh” [Al-Buruj: 21-22],

7553. Dari Abu Huroiroh, dari Nabi , beliau bersabda:

«لَمَّا قَضَى اللَّهُ الخَلْقَ، كَتَبَ كِتَابًا عِنْدَهُ: غَلَبَتْ، أَوْ قَالَ: سَبَقَتْ رَحْمَتِي غَضَبِي، فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ العَرْشِ»

“Ketika Alloh menciptakan makhluk, Dia menulis sebuah Kitab di sisi-Nya: ‘Rohmat-Ku telah mengalahkan atau mendahului murka-Ku.’ Ia ada di sisi-Nya di atas ‘Arsy.”

7554. Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘Anhu berkata: Aku mendengar Rosululloh bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ كِتَابًا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ الخَلْقَ: إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي، فَهُوَ مَكْتُوبٌ عِنْدَهُ فَوْقَ العَرْشِ»

“Sungguh Alloh menulis sebuah Kitab sebelum Dia menciptakan makhluk: ‘Sungguh rohmat-Ku telah mendahului murka-Ku.’ Maka ia tertulis di sisi-Nya di atas ‘Arsy.”

Bab Firman Allah: “Allah  yang menciptakan kalian dan amal kalian.” (QS. Ash-Shoffat: 96)

7555. Dari Zahdam, ia berkata: “Ada keakraban dan persaudaraan antara suku Jurm ini dan suku Asy’ariyyin. Kami pernah berada di sisi Abu Musa Al-Asy’ari, lalu makanan dihidangkan kepadanya, di dalamnya ada daging ayam. Di sampingnya ada seorang laki-laki dari Bani Taimulloh, seolah-olah dia adalah dari mawali (mantan budak). Lalu Abu Musa mengundangnya untuk makan, namun laki-laki itu berkata: ‘Sungguh aku melihatnya (ayam) makan sesuatu yang aku jijik, maka aku bersumpah tidak akan memakannya.’ Maka Abu Musa berkata: ‘Kemarilah, aku akan menceritakan kepadamu tentang hal itu: Sungguh aku datang kepada Nabi bersama beberapa orang dari Asy’ariyyin meminta kendaraan kepada beliau.’ Beliau bersabda: ‘Demi Alloh, aku tidak akan memberi kalian kendaraan, dan aku tidak punya apa pun untuk memberi kalian kendaraan.’ Lalu Nabi didatangkan rampasan unta. Maka beliau bertanya tentang kami, beliau bersabda: ‘Di mana orang-orang Asy’ariyyin?’ Maka beliau memerintahkan untuk kami lima ekor unta yang ujung punuknya berwarna putih. Kemudian kami berangkat, kami berkata: ‘Apa yang telah kita lakukan? Rosululloh telah bersumpah untuk tidak memberi kami kendaraan, dan beliau tidak punya apa pun untuk memberi kami kendaraan. Kemudian beliau memberi kami kendaraan. Kita telah lalai (terlupa) dengan sumpah Rosululloh . Demi Alloh, kita tidak akan beruntung selamanya.’ Maka kami kembali kepada beliau, lalu kami berkata kepadanya. Maka beliau bersabda:

«لَسْتُ أَنَا أَحْمِلُكُمْ، وَلَكِنَّ اللَّهَ حَمَلَكُمْ، وَإِنِّي وَاللَّهِ لاَ أَحْلِفُ عَلَى يَمِينٍ فَأَرَى غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَتَيْتُ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ مِنْهُ وَتَحَلَّلْتُهَا»

‘Bukan aku yang memberi kalian kendaraan, tetapi Alloh yang memberi kalian kendaraan. Dan demi Alloh, aku tidak bersumpah atas suatu sumpah lalu aku melihat yang lain lebih baik darinya melainkan aku akan melakukan yang lebih baik darinya dan aku akan membayar kaffarotnya.’”

7556. Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Delegasi Abdul Qois datang kepada Rosululloh , lalu mereka berkata: ‘Sungguh antara kami dan Engkau ada orang-orang musyrik dari Mudhor, dan kami tidak dapat sampai kepada Engkau kecuali pada bulan-bulan harom (dilarang berperang). Maka perintahkanlah kami dengan beberapa hal yang ringkas, jika kami mengamalkannya niscaya kami akan masuk Surga, dan kami akan menyeru orang-orang di belakang kami kepadanya.’ Beliau bersabda:

«آمُرُكُمْ بِأَرْبَعٍ وَأَنْهَاكُمْ عَنْ أَرْبَعٍ: آمُرُكُمْ بِالإِيمَانِ بِاللَّهِ، وَهَلْ تَدْرُونَ مَا الإِيمَانُ بِاللَّهِ؟ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَإِقَامُ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ، وَتُعْطُوا مِنَ المَغْنَمِ الخُمُسَ، وَأَنْهَاكُمْ عَنْ أَرْبَعٍ: لاَ تَشْرَبُوا فِي الدُّبَّاءِ، وَالنَّقِيرِ، وَالظُّرُوفِ المُزَفَّتَةِ، وَالحَنْتَمَةِ»

‘Aku memerintahkan kalian empat hal dan aku melarang kalian empat hal: Aku memerintahkan kalian untuk beriman kepada Alloh, dan apakah kalian tahu apa itu Iman kepada Alloh? Yaitu bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Alloh, mendirikan Sholat, menunaikan Zakat, dan memberikan seperlima dari harta rampasan perang. Dan aku melarang kalian empat hal: Jangan minum dari dubba’, naqir, muzaffat, dan hantamah (semua itu wadah khomr).’”

7557. Dari Aisyah Rodhiyallohu ‘Anha: Rosululloh bersabda:

«إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ، وَيُقَالُ لَهُمْ: أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ»

“Sungguh para pembuat gambar (makhluk hidup) ini akan disiksa pada Hari Kiamat, dan akan dikatakan kepada mereka: ‘Hidupkanlah apa yang kalian ciptakan!’”

7558. Dari Ibnu Umar Rodhiyallohu ‘Anhuma, ia berkata: Nabi bersabda:

«إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ، وَيُقَالُ لَهُمْ: أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ»

“Sungguh para pembuat gambar ini (makhluk hidup) akan disiksa pada Hari Kiamat, dan akan dikatakan kepada mereka: ‘Hidupkanlah apa yang kalian ciptakan!’”

7559. Dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘Anhu, berkata: Aku mendengar Nabi bersabda:

«قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي، فَلْيَخْلُقُوا ذَرَّةً أَوْ لِيَخْلُقُوا حَبَّةً أَوْ شَعِيرَةً»

“Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Siapa yang lebih zholim daripada orang yang berusaha menciptakan seperti ciptaan-Ku, maka biarkan mereka menciptakan dzarroh atau biarkan mereka menciptakan biji atau sebutir gandum (yang lebih besar dari dzarroh).’”

Bab Bacaan Orang yang Berbuat Durhaka dan Munafik, dan Suara serta Bacaan Mereka tidak Melebihi Tenggorokan Mereka

7560. Dari Abu Musa Rodhiyallohu ‘Anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«مَثَلُ المُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ كَالأُتْرُجَّةِ، طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ، وَمَثَلُ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ كَالتَّمْرَةِ، طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلاَ رِيحَ لَهَا، وَمَثَلُ الفَاجِرِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ، وَمَثَلُ الفَاجِرِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ الحَنْظَلَةِ، طَعْمُهَا مُرٌّ وَلاَ رِيحَ لَهَا»

“Perumpamaan Mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti jeruk utrujjah, rasanya enak dan baunya harum. Perumpamaan Mukmin yang tidak membaca (Al-Qur’an) adalah seperti kurma, rasanya enak dan tidak ada baunya. Sementara perumpamaan orang fajir (maksiat atau munafik) yang membaca Al-Qur’an adalah seperti bunga roihana, baunya harum dan rasanya pahit. Dan perumpamaan orang fajir yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah hanzholah, rasanya pahit dan tidak harum.”

7561. Aisyah Rodhiyallohu ‘Anhuma berkata: “Beberapa orang bertanya kepada Nabi tentang para dukun.” Maka beliau bersabda: “Sungguh mereka itu tidak ada apa-apanya.” Mereka berkata: “Ya Rosululloh, sungguh mereka menceritakan sesuatu yang benar-benar terjadi.” Ia berkata: Maka Nabi bersabda:

«تِلْكَ الكَلِمَةُ مِنَ الحَقِّ يَخْطَفُهَا الجِنِّيُّ، فَيُقَرْقِرُهَا فِي أُذُنِ وَلِيِّهِ كَقَرْقَرَةِ الدَّجَاجَةِ، فَيَخْلِطُونَ فِيهِ أَكْثَرَ مِنْ مِائَةِ كَذْبَةٍ»

“Kalimat itu adalah dari kebenaran yang dicuri oleh jin, lalu ia membisikkannya ke telinga walinya seperti suara ayam berkotek, lalu mereka mencampurinya dengan lebih dari 100 kedustaan.”

7562. Dari Abu Sa’id Al-Khudri Rodhiyallohu ‘Anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«يَخْرُجُ نَاسٌ مِنْ قِبَلِ المَشْرِقِ، وَيَقْرَءُونَ القُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، ثُمَّ لاَ يَعُودُونَ فِيهِ حَتَّى يَعُودَ السَّهْمُ إِلَى فُوقِهِ»، قِيلَ مَا سِيمَاهُمْ؟ قَالَ: «سِيمَاهُمْ التَّحْلِيقُ - أَوْ قَالَ: التَّسْبِيدُ -»

“Akan keluar suatu kaum dari arah timur, dan mereka membaca Al-Qur’an namun tidak melewati tenggorokan mereka (gagal paham dari tafsirnya). Mereka keluar dari agama seperti anak panah menembus buruan, kemudian mereka tidak akan kembali kepadanya sampai anak panah kembali ke tempat asalnya.” Ditanyakan: “Apa ciri-ciri mereka?” Beliau bersabda: “Ciri-ciri mereka adalah bercukur – atau mencukur habis rambut –.”

Bab Firman Alloh Ta’ala: “Kami akan memasang timbangan yang adil pada Hari Kiamat.” [Al-Anbiya’: 47],

7563. Dari Abu Huroiroh Rodhiyallohu ‘Anhu, ia berkata: Nabi bersabda:

«كَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ، خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي المِيزَانِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيمِ»

“Dua kalimat yang dicintai oleh Ar-Rohman, ringan di lisan, berat dalam timbangan: Subhanallohi wa bihamdihi, Subhanallohil ‘Adhim (Maha Suci Alloh dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Alloh Yang Maha Agung).”

[Selesai dengan puji syukur kepada Alloh]



[1] Yakni di Surga. Disambungkan kediaman kepada Allah sebagai bentuk memuliakan, seperti Baitullah dan onta Allah (mukjizat Nabi Sholih). Bukan maknanya Allah di dalam rumah, tetapi Nabi Muhammad meminta izin masuk Surga.

[2] Yakni: “Aku selalu membutuhkan berkah dan karunia-Mu, wahai Robb. Aku tidak bisa merasa cukup darinya, karena berkah-Mu adalah anugerah yang aku butuhkan terus-menerus, bahkan saat aku telah diberi kecukupan.”


Unduh PDF dan Word

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url