[PDF] Kitab Iman dan Syari’at - Imam An-Nasai (303 H)
Muqoddimah
﷽
Kitab Iman
dan Syariat dari Sunan An-Nasai ini diterjemahkan dalam rangka persiapan yang
akan disyarah oleh Syaikhuna Abdurrohman Muhammad Musa Alu Nashr.
Nor Kandir
[1] Penyebutan Amal yang Paling
Utama
4985 - أَنْبَأَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ،
قَالَ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ
الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ سُئِلَ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «الْإِيمَانُ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ»
Amru bin
Ali telah memberitakan kepada kami, ia berkata: Abdurrohman telah menceritakan
kepada kami, ia berkata: Ibrohim bin Sa’d telah menceritakan kepada kami, dari
Az-Zuhri, dari Sa’id bin Al-Musayyab,
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu: Rosululloh ﷺ pernah ditanya: “Amal apakah yang paling utama?” Beliau
bersabda: “Iman kepada Alloh dan Rosul-Nya.” [Shohih]
4986 - أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ،
عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ، عَنْ عَلِيٍّ
الْأَزْدِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُبْشِيٍّ الْخَثْعَمِيِّ،
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ؟
فَقَالَ: «إِيمَانٌ لَا شَكَّ فِيهِ، وَجِهَادٌ لَا غُلُولَ فِيهِ، وَحَجَّةٌ مَبْرُورَةٌ»
Harun bin
Abdulloh telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hajjaj telah menceritakan
kepada kami, dari Ibnu Juroij, ia berkata: Utsman bin Abi Sulaiman telah
menceritakan kepada kami, dari Ali Al-Azdi, dari Ubaid bin Umair,
Dari
Abdulloh bin Hubsyi Al-Khots’ami rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ pernah ditanya: “Amal apakah
yang paling utama?” Maka beliau bersabda: “Iman yang tidak ada keraguan di
dalamnya, Jihad yang tidak ada pengkhianatan terhadap harta rampasan perang di
dalamnya, dan Haji yang mabrur.” [Shohih]
[2] Kelezatan Iman
4987 - أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ،
عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ طَلْقِ بْنِ حَبِيبٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ
بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ وَطَعْمَهُ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَرَسُولُهُ
أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ فِي اللَّهِ، وَأَنْ يَبْغُضَ
فِي اللَّهِ، وَأَنْ تُوقَدَ نَارٌ عَظِيمَةٌ فَيَقَعَ فِيهَا أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ
أَنْ يُشْرِكَ بِاللَّهِ شَيْئًا»
Ishaq bin Ibrohim
telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Jarir telah memberitakan kepada
kami, dari Manshur, dari Tholq bin Habib,
Dari Anas
bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “3 perkara yang
jika ada pada diri seseorang, maka ia akan merasakan manisnya Iman dan
kelezatannya dengan perkara-perkara tersebut: Alloh ‘Azza wa Jalla dan Rosul-Nya
lebih ia cintai daripada selain keduanya, ia mencintai karena Alloh, ia
membenci karena Alloh, dan sekiranya dinyalakan api yang sangat besar lalu ia jatuh
ke dalamnya lebih ia sukai daripada ia menyekutukan Alloh dengan sesuatu apa
pun.” [Shohih]
[3] Manisnya Iman
4988 - أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ،
عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ يُحَدِّثُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «ثَلَاثٌ
مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ: مَنْ أَحَبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ
إِلَّا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَمَنْ كَانَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ
إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَمَنْ كَانَ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ أَحَبَّ إِلَيْهِ
مِنْ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ»
Suwaid bin
Nashr telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abdulloh telah menceritakan
kepada kami, dari Syu’bah, dari Qotadah, ia berkata:
Aku
mendengar Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu menceritakan dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “3 perkara
yang jika ada pada diri seseorang, maka ia akan merasakan manisnya Iman: Orang
yang mencintai seseorang yang ia tidak mencintainya kecuali karena Alloh ‘Azza
wa Jalla, orang yang Alloh ‘Azza wa Jalla dan Rosul-Nya lebih ia
cintai daripada selain keduanya, dan orang yang dilemparkan ke dalam Naar lebih
ia sukai daripada ia kembali kepada kekufuran setelah Alloh menyelamatkannya
dari kekufuran tersebut.” [Shohih]
[4] Manisnya Islam
4989 - أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ،
عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِسْلَامِ: مَنْ كَانَ اللَّهُ
وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَمَنْ أَحَبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ
إِلَّا لِلَّهِ، وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ
يُلْقَى فِي النَّارِ»
Ali bin
Hujr telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ismail telah menceritakan
kepada kami, dari Humaid, dari Anas rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “3 perkara
yang jika ada pada diri seseorang, maka ia akan merasakan manisnya Islam dengan
perkara-perkara tersebut: Orang yang Alloh dan Rosul-Nya lebih ia cintai
daripada selain keduanya, orang yang mencintai seseorang yang ia tidak
mencintainya kecuali karena Alloh, dan orang yang benci untuk kembali kepada
kekufuran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Naar.” [Shohih]
[5] Sifat Islam
4990 - أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا النَّضْرُ
بْنُ شُمَيْلٍ، قَالَ: أَنْبَأَنَا كَهْمَسُ بْنُ الْحَسَنِ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ
اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ
قَالَ: حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ
شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ، شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ، لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ
السَّفَرِ، وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَوَضَعَ كَفَّيْهِ
عَلَى فَخِذَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الْإِسْلَامِ؟ قَالَ:
«أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ،
وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ
إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا» قَالَ: صَدَقْتَ.
فَعَجِبْنَا
إِلَيْهِ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، ثُمَّ قَالَ: أَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ؟ قَالَ:
«أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ،
وَالْقَدَرِ كُلِّهِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ» قَالَ: صَدَقْتَ.
قَالَ:
فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِحْسَانِ؟ قَالَ: «أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ،
فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ». قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ؟
قَالَ:
«مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ بِهَا مِنَ السَّائِلِ». قَالَ: فَأَخْبِرْنِي
عَنْ أَمَارَاتِهَا؟ قَالَ: «أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ
الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ». قَالَ عُمَرُ:
فَلَبِثْتُ ثَلَاثًا، ثُمَّ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«يَا عُمَرُ هَلْ تَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟» قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ،
قَالَ: «فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَتَاكُمْ لِيُعَلِّمَكُمْ أَمْرَ
دِينِكُمْ»
Ishaq bin Ibrohim
telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: An-Nadhr bin Syumail telah
menceritakan kepada kami, ia berkata: Kahmas bin Al-Hasan telah memberitakan
kepada kami, ia berkata: Abdulloh bin Buroidah telah menceritakan kepada kami,
dari Yahya bin Ya’mar, bahwa:
Abdulloh
bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma berkata: Umar bin Al-Khoththob rodhiyallahu
‘anhu telah menceritakan kepadaku, ia berkata: Ketika kami sedang berada di
sisi Rosululloh ﷺ
pada suatu hari, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang lelaki yang
berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam. Tidak terlihat padanya
bekas-bekas perjalanan jauh, dan tidak ada seorang pun di antara kami yang
mengenalnya, hingga ia duduk di hadapan Rosululloh ﷺ. Lalu ia menyandarkan kedua
lututnya ke lutut beliau, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua
paha beliau, kemudian ia berkata: “Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang
Islam?” Beliau bersabda: “Kamu bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak
disembah selain Alloh dan bahwa Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan
Sholat, menunaikan Zakat, berpuasa Romadhon, dan menunaikan Haji ke Baitulloh
jika kamu mampu mengadakan perjalanan ke sana.” Lelaki itu berkata: “Kamu benar.”
Maka kami
merasa heran kepadanya, ia yang bertanya kepada beliau namun ia pula yang
membenarkannya. Kemudian ia berkata lagi: “Kabarkanlah kepadaku tentang Iman?”
Beliau bersabda: “Kamu beriman kepada Alloh, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya,
Rosul-Rosul-Nya, hari Akhiroh, dan takdir semuanya, baik yang baik maupun yang
buruk.” Lelaki itu berkata: “Kamu benar.”
Ia berkata:
“Kabarkanlah kepadaku tentang Ihsan?” Beliau bersabda: “Kamu beribadah kepada
Alloh seolah-olah kamu melihat-Nya, jika kamu tidak melihat-Nya, maka
sesungguhnya Dia melihatmu.” Ia berkata: “Kabarkanlah kepadaku tentang hari
Qiyamah?”
Beliau
bersabda: “Tidaklah orang yang ditanya tentang hal itu lebih mengetahui
daripada orang yang bertanya.” Ia berkata: “Maka kabarkanlah kepadaku tentang
tanda-tandanya?”
Beliau
bersabda: “Jika seorang budak wanita melahirkan tuannya, dan jika kamu melihat
orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin (mengalami
kesulitan ekonomi), lagi penggembala kambing, berlomba-lomba dalam meninggikan
bangunan.”
Umar rodhiyallahu
‘anhu berkata: Maka aku tinggal selama 3 hari, kemudian Rosululloh ﷺ bertanya kepadaku: “Wahai
Umar, tahukah kamu siapakah orang yang bertanya itu?”
Aku
menjawab: “Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya
dia adalah Jibril ‘alaihissalam yang datang kepada kalian untuk
mengajarkan urusan agama kalian.” [Shohih]
[6] Sifat Iman dan Islam
4991 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ، عَنْ جَرِيرٍ، عَنْ أَبِي
فَرْوَةَ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، وَأَبِي ذَرٍّ، قَالَا: كَانَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجِلسُ بَيْن ظَهْرَانَيْ أَصْحَابِهِ،
فَيَجِيءُ الْغَرِيبُ فَلَا يَدْرِي أَيُّهُمْ هُوَ حَتَّى يَسْأَلَ، فَطَلَبْنَا إِلَى
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَجْعَلَ لَهُ مَجْلِسًا يَعْرِفُهُ
الْغَرِيبُ إِذَا أَتَاهُ، فَبَنَيْنَا لَهُ دُكَّانًا مِنْ طِينٍ، كَانَ يَجْلِسُ
عَلَيْهِ، وَإِنَّا لَجُلُوسٌ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي
مَجْلِسِهِ، إِذْ أَقْبَلَ رَجُلٌ أَحْسَنُ النَّاسِ وَجْهًا، وَأَطْيَبُ النَّاسِ
رِيحًا، كَأَنَّ ثِيَابَهُ لَمْ يَمَسَّهَا دَنَسٌ، حَتَّى سَلَّمَ فِي طَرَفِ الْبِسَاطِ
فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّدُ، فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامُ، قَالَ:
أَدْنُو يَا مُحَمَّدُ، قَالَ: «ادْنُهْ» فَمَا زَالَ يَقُولُ: أَدْنُو مِرَارًا، وَيَقُولُ
لَهُ: «ادْنُ» حَتَّى وَضَعَ يَدَهُ عَلَى رُكْبَتَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، أَخْبِرْنِي مَا الْإِسْلَامُ؟ قَالَ:
«الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ، وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ،
وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ» قَالَ: إِذَا فَعَلْتُ
ذَلِكَ فَقَدْ أَسْلَمْتُ؟
قَالَ:
«نَعَمْ» قَالَ: صَدَقْتَ. فَلَمَّا سَمِعْنَا قَوْلَ الرَّجُلِ صَدَقْتَ أَنْكَرْنَاهُ،
قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، أَخْبِرْنِي مَا الْإِيمَانُ؟ قَالَ: «الْإِيمَانُ بِاللَّهِ،
وَمَلَائِكَتِهِ، وَالْكِتَابِ، وَالنَّبِيِّينَ، وَتُؤْمِنُ بِالْقَدَرِ» قَالَ: فَإِذَا
فَعَلْتُ ذَلِكَ فَقَدْ آمَنْتُ؟
قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «نَعَمْ» قَالَ: صَدَقْتَ. قَالَ:
يَا مُحَمَّدُ، أَخْبِرْنِي مَا الْإِحْسَانُ؟
قَالَ:
«أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ»
قَالَ: صَدَقْتَ. قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، أَخْبِرْنِي مَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ: فَنَكَسَ
فَلَمْ يُجِبْهُ شَيْئًا، ثُمَّ أَعَادَ، فَلَمْ يُجِبْهُ شَيْئًا، ثُمَّ أَعَادَ فَلَمْ
يُجِبْهُ شَيْئًا، وَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: «مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ
مِنَ السَّائِلِ، وَلَكِنْ لَهَا عَلَامَاتٌ تُعْرَفُ بِهَا، إِذَا رَأَيْتَ الرِّعَاءَ
الْبُهُمَ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ، وَرَأَيْتَ الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ مُلُوكَ
الْأَرْضِ، وَرَأَيْتَ الْمَرْأَةَ تَلِدُ رَبَّهَا، خَمْسٌ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا
اللَّهُ، ﴿إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ﴾ إِلَى قَوْلِهِ: ﴿إِنَّ اللَّهَ
عَلِيمٌ خَبِيرٌ﴾» ثُمَّ قَالَ: «لَا وَالَّذِي بَعَثَ مُحَمَّدًا بِالْحَقِّ هُدًى
وَبَشِيرًا، مَا كُنْتُ بِأَعْلَمَ بِهِ مِنْ رَجُلٍ مِنْكُمْ، وَإِنَّهُ لَجِبْرِيلُ
عَلَيْهِ السَّلَامُ نَزَلَ فِي صُورَةِ دِحْيَةَ الْكَلْبِيِّ»
Muhammad
bin Qudamah telah mengabarkan kepada kami, dari Jarir, dari Abu Farwah, dari
Abu Zur’ah,
Dari Abu
Huroiroh dan Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhuma, keduanya berkata: Rosululloh
ﷺ biasanya duduk di antara para
Shohabat beliau, lalu datanglah orang asing yang tidak mengetahui yang manakah
beliau di antara mereka hingga ia bertanya. Maka kami meminta kepada Rosululloh
ﷺ agar kami membuatkan tempat
duduk bagi beliau yang dapat dikenali oleh orang asing jika mendatanginya. Lalu
kami membangun sebuah tempat duduk dari tanah liat untuk beliau yang biasa
beliau gunakan untuk duduk. Ketika kami sedang duduk-deduk dan Rosululloh ﷺ berada di tempat duduk beliau,
tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang wajahnya paling tampan dan aromanya
paling wangi, seolah-olah pakaiannya tidak pernah tersentuh oleh kotoran
sedikit pun, hingga ia mengucapkan salam di ujung hamparan permadani, ia
berkata: “Assalamu ‘alaika wahai Muhammad.” Maka beliau menjawab
salamnya. Lelaki itu berkata: “Bolehkah aku mendekat wahai Muhammad?” Beliau
bersabda: “Mendekatlah.” Lelaki itu terus-menerus berkata: “Bolehkah aku
mendekat,” berulang kali, dan beliau bersabda kepadanya: “Mendekatlah,” hingga
ia meletakkan tangannya di atas kedua lutut Rosululloh ﷺ. Ia berkata: “Wahai Muhammad,
kabarkanlah kepadaku apa itu Islam?”
Beliau
bersabda: “Islam adalah kamu beribadah kepada Alloh dan tidak menyekutukan-Nya
dengan sesuatu apa pun, menegakkan Sholat, menunaikan Zakat, berhaji ke
Baitulloh, dan berpuasa Romadhon.” Lelaki itu berkata: “Jika aku telah
melakukan hal itu, apakah aku telah berpasrah diri (masuk Islam)?”
Beliau
bersabda: “Ya.” Lelaki itu berkata: “Kamu benar.” Ketika kami mendengar perkataan
lelaki itu “Kamu benar”, kami pun mengingkarinya (merasa heran). Lelaki itu
berkata lagi: “Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku apa itu Iman?”
Beliau
bersabda: “Iman adalah beriman kepada Alloh, Malaikat-Nya, Kitab-Nya, para Nabi-Nya,
dan kamu beriman kepada takdir.” Lelaki itu berkata: “Maka jika aku telah
melakukan hal itu, apakah aku telah beriman?”
Rosululloh ﷺ bersabda: “Ya.” Lelaki itu
berkata: “Kamu benar.” Ia berkata lagi: “Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku
apa itu Ihsan?”
Beliau bersabda:
“Kamu beribadah kepada Alloh seolah-olah kamu melihat-Nya, jika kamu tidak
melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” Lelaki itu berkata: “Kamu benar.”
Ia berkata lagi: “Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku kapan hari Qiyamah?”
Maka beliau
menundukkan kepala dan tidak menjawabnya sedikit pun, kemudian lelaki itu
mengulangi pertanyaannya dan beliau tidak menjawabnya sedikit pun, kemudian ia
mengulangi lagi dan beliau tidak menjawabnya sedikit pun. Lalu beliau
mengangkat kepalanya dan bersabda: “Tidaklah orang yang ditanya tentang hal itu
lebih mengetahui daripada orang yang bertanya, akan tetapi ia memiliki
tanda-tanda yang dapat dikenali dengannya. Jika kamu melihat para penggembala
ternak yang berkulit hitam lagi tidak tahu apa-apa berlomba-lomba dalam
meninggikan bangunan, dan kamu melihat orang-orang yang tidak beralas kaki lagi
telanjang menjadi raja-raja di bumi, dan kamu melihat seorang budak wanita
melahirkan tuannya. Ada 5 perkara yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali
Alloh: ‘Sesungguhnya hanya di sisi Alloh pengetahuan tentang hari Qiyamah,’
sampai firman-Nya ‘Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu lagi
Maha Mengenal lahir batin segala hal.’” (QS. Luqman: 34)
Kemudian
beliau bersabda: “Tidak, demi Dzat yang telah mengutus Muhammad dengan
kebenaran sebagai petunjuk dan pembawa kabar gembira, tidaklah aku lebih
mengetahui tentang hal itu daripada salah seorang dari kalian. Dan sesungguhnya
dia adalah Jibril ‘alaihissalam yang turun dalam wujud Dihyah Al-Kalbi.”
[Shohih]
[7] Tafsir Firman Alloh: “Orang-orang
Arob Badui itu berkata, ‘Kami telah beriman.’ Katakanlah, ‘Kalian belum
beriman, tetapi katakanlah ‘Kami Muslim (berserah diri)’”
4992 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا
مُحَمَّدٌ وَهُوَ ابْنُ ثَوْرٍ، قَالَ مَعْمَرٌ: وَأَخْبَرَنِي الزُّهْرِيُّ، عَنْ
عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: أَعْطَى النَّبِيُّ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رِجَالًا، وَلَمْ يُعْطِ رَجُلًا مِنْهُمْ شَيْئًا،
قَالَ سَعْدٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَعْطَيْتَ فُلَانًا وَفُلَانًا، وَلَمْ تُعْطِ
فُلَانًا شَيْئًا، وَهُوَ مُؤْمِنٌ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«أَوْ مُسْلِمٌ» حَتَّى أَعَادَهَا سَعْدٌ ثَلَاثًا، وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقُولُ: «أَوْ مُسْلِمٌ»، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: «إِنِّي لَأُعْطِي رِجَالًا، وَأَدَعُ مَنْ هُوَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْهُمْ،
لَا أُعْطِيهِ شَيْئًا مَخَافَةَ أَنْ يُكَبُّوا فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ»
Muhammad
bin Abdul A’la telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad—yaitu Ibnu
Tsaur—telah menceritakan kepada kami, Ma’mar berkata: Dan Az-Zuhri telah
mengabarkan kepadaku, dari Amir bin Sa’d bin Abi Waqqosh, dari ayahnya,
(Sa’d bin
Abi Waqqosh rodhiyallahu ‘anhu), ia berkata: Nabi ﷺ pernah memberi kepada
beberapa orang lelaki dan tidak memberi kepada salah seorang dari mereka
sedikit pun. Sa’d berkata: “Wahai Rosululloh, Anda memberi kepada si fulan dan
si fulan, namun tidak memberi kepada si fulan sedikit pun, padahal ia adalah
seorang Mu’min?” Maka Nabi ﷺ
bersabda: “Atau seorang Muslim?” Hingga Sa’d mengulanginya sebanyak 3 kali, dan
Nabi ﷺ
tetap bersabda: “Atau seorang Muslim?” Kemudian Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya aku
benar-benar memberi kepada beberapa orang lelaki dan meninggalkan orang yang
lebih aku cintai daripada mereka tanpa aku beri sesuatu pun, karena aku takut
mereka akan dicampakkan ke dalam Naar atas wajah-wajah mereka.” [Shohih]
4993 - أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ
بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ أَبِي مُطِيعٍ، قَالَ: سَمِعْتُ
مَعْمَرًا، عَنْ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ سَعْدٍ، أَنَّ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسَمَ قَسْمًا، فَأَعْطَى نَاسًا، وَمَنَعَ
آخَرِينَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَعْطَيْتَ فُلَانًا، وَمَنَعْتَ فُلَانًا،
وَهُوَ مُؤْمِنٌ؟ قَالَ: «لَا تَقُلْ مُؤْمِنٌ، وَقُلْ مُسْلِمٌ» قَالَ ابْنُ شِهَابٍ:
﴿قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا﴾
Amru bin
Manshur telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hisyam bin Abdul Malik telah
menceritakan kepada kami, ia berkata: Salam bin Abi Muthi’ telah menceritakan
kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Amir bin Sa’d,
Dari Sa’d rodhiyallahu
‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ
membagikan suatu pemberian, lalu beliau memberi kepada sekelompok orang dan
tidak memberi kepada yang lainnya. Maka aku berkata: “Wahai Rosululloh, Anda
memberi kepada si fulan dan tidak memberi kepada si fulan, padahal ia seorang
Mu’min?” Beliau bersabda: “Janganlah kamu mengatakan ia seorang Mu’min, tetapi
katakanlah ia seorang Muslim.” Ibnu Syihab (Az-Zuhri rohimahulloh) berkata: “Orang-orang
Arob Badui itu berkata, ‘Kami telah beriman.’” (QS. Al-Hujurot: 14). [Shohih]
4994 - أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ عَمْرٍو،
عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، عَنْ بِشْرِ بْنِ سُحَيْمٍ: أَنَّ النَّبِيَّ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَنْ يُنَادِيَ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ:
«أَنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا مُؤْمِنٌ، وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ»
Qutaibah
telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hammad telah menceritakan kepada
kami, dari Amru, dari Nafi’ bin Jubair bin Muth’im,
Dari Bisyr
bin Suhaim rodhiyallahu ‘anhu: Bahwa Nabi ﷺ memerintahkannya untuk
menyerukan pada hari-hari Tasyriq: “Bahwasanya tidak akan masuk Jannah kecuali
jiwa yang Mu’min, dan ini adalah hari-hari untuk makan dan minum.” [Shohih]
[8] Sifat Orang Mu’min
4995 - أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ ابْنِ
عَجْلَانَ، عَنْ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ،
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ
النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُؤْمِنُ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ عَلَى دِمَائِهِمْ
وَأَمْوَالِهِمْ»
Qutaibah
telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-Laits telah menceritakan kepada
kami, dari Ibnu Ajlan, dari Al-Qo’qo’ bin Hakim, dari Abu Sholih, dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, dari Rosululloh ﷺ, beliau bersabda: “Seorang
Muslim adalah orang yang manusia lainnya selamat dari gangguan lisan dan
tangannya, dan seorang Mu’min adalah orang yang manusia merasa aman darinya
atas darah dan harta benda mereka.” [Hasan Shohih]
[9] Sifat Orang Muslim
4996 - أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ
إِسْمَاعِيلَ، عَنْ عَامِرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ
مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ»
Amru bin
Ali telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Yahya telah menceritakan kepada
kami, dari Ismail, dari Amir,
Dari
Abdulloh bin Amru rodhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku mendengar Rosululloh
ﷺ bersabda: “Seorang Muslim
adalah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan
tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang
oleh Alloh.” [Shohih]
4997 - أَخْبَرَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ
بْنُ مَهْدِيٍّ، عَنْ مَنْصُورِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ مَيْمُونِ بْنِ سِيَاهٍ، عَنْ أَنَسٍ
قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ صَلَّى صَلَاتَنَا،
وَاسْتَقْبَلَ قِبْلَتَنَا، وَأَكَلَ ذَبِيحَتَنَا فَذَلِكُمُ الْمُسْلِمُ»
Hafsh bin
Umar telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abdurrohman bin Mahdi telah
menceritakan kepada kami, dari Manshur bin Sa’d, dari Maimun bin Siyah,
Dari Anas rodhiyallahu
‘anhu, ia berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa yang mengerjakan Sholat seperti Sholat kita,
menghadap ke arah kiblat kita, dan memakan hewan sembelihan kita, maka dialah
seorang Muslim.” [Shohih]
[10] Baiknya Islam Seseorang
4998 - أَخْبَرَنِي أَحْمَدُ بْنُ الْمُعَلَّى بْنِ يَزِيدَ، قَالَ: حَدَّثَنَا
صَفْوَانُ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكٌ،
عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ
فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ كُلَّ حَسَنَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا، وَمُحِيَتْ
عَنْهُ كُلُّ سَيِّئَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا، ثُمَّ كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ،
الْحَسَنَةُ بِعَشْرَةِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ، وَالسَّيِّئَةُ
بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا»
Ahmad bin
Al-Mu’alla bin Yazid telah mengabarkan kepadaku, ia berkata: Shofwan bin Sholih
telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Al-Walid telah menceritakan kepada
kami, ia berkata: Malik telah menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam,
dari ‘Atho bin Yasar,
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Apabila seorang
hamba masuk Islam lalu baik Islamnya (tidak munafiq), niscaya Alloh akan
mencatat untuknya setiap kebaikan yang pernah ia lakukan sebelumnya, dan
dihapuskan darinya setiap keburukan yang pernah ia lakukan sebelumnya. Kemudian
setelah itu berlakulah balasan yang adil, yaitu satu kebaikan dibalas dengan 10
kali lipatnya sampai 700 kali lipat, sedangkan satu keburukan dibalas dengan
yang sepadan dengannya, kecuali jika Alloh ‘Azza wa Jalla memaafkannya.”
[Shohih]
[11] Islam Manakah yang Paling
Utama
4999 - أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ، عَنْ
أَبِيهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو بُرْدَةَ وَهَوَ بُرَيْدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ
أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ: قُلْنَا: يَا رَسُولَ
اللَّهِ، أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ
وَيَدِهِ»
Saeed bin
Yahya bin Said Al-Umawi telah mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, ia
berkata: Abu Burdah—yaitu Buroid bin Abdulloh bin Abi Burdah—telah menceritakan
kepada kami, dari Abu Burdah,
Dari Abu
Musa rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Kami bertanya: “Wahai Rosululloh,
Islam manakah yang paling utama?” Beliau bersabda: “Orang yang kaum Muslimin
lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” [Shohih]
[12] Islam Manakah yang Paling
Baik
5000 - أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يَزِيدَ
بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ أَبِي الْخَيْرِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ
رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْإِسْلَامِ
خَيْرٌ؟ قَالَ: «تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ، وَمَنْ
لَمْ تَعْرِفْ»
Qutaibah
telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-Laits telah menceritakan kepada
kami, dari Yazid bin Abi Habib, dari Abul Khoir, dari Abdulloh bin Amru rodhiyallahu
‘anhuma, bahwasanya ada seorang lelaki yang bertanya kepada Rosululloh ﷺ: “Islam manakah yang paling
baik?” Beliau bersabda: “Kamu memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang
yang kamu kenal maupun orang yang tidak kamu kenal.” [Shohih]
[13] Di Atas Apa Islam Dibangun
5001
- أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْمُعَافَى
يَعْنِي ابْنَ عِمْرَانَ، عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ
خَالِدٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ: أَنَّ رَجُلًا قَالَ لَهُ: أَلَا تَغْزُو؟ قَالَ: سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى
خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ
الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصِيَامِ رَمَضَانَ»
Muhammad
bin Abdulloh bin Ammar telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-Mu’afa—yaitu
Ibnu Imron—telah menceritakan kepada kami, dari Hanzholah bin Abi Sufyan, dari
Ikrimah bin Kholid,
Dari Ibnu
Umar rodhiyallahu ‘anhuma: Bahwa ada seorang lelaki berkata kepadanya, “Mengapa
kamu tidak ikut berperang (ke medan Jihad)?” Ibnu Umar menjawab, “Aku mendengar
Rosululloh ﷺ
bersabda, ‘Islam dibangun di atas 5 perkara: Kesaksian bahwa tidak ada
sesembahan yang berhak disembah selain Alloh, menegakkan Sholat, menunaikan
Zakat, berhaji, dan berpuasa Romadhon.’” [Shohih]
[14] Baiat di Atas Islam
5002 - أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ الزُّهْرِيِّ،
عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ: كُنَّا
عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ فَقَالَ: «تُبَايِعُونِي
عَلَى أَنْ لَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا، وَلَا تَسْرِقُوا، وَلَا تَزْنُوا -
قَرَأَ عَلَيْهِمُ الْآيَةَ - فَمَنْ وَفَّى مِنْكُمْ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ، وَمَنْ
أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَسَتَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَهُوَ إِلَى اللَّهِ
إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ»
Qutaibah telah
mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan telah menceritakan kepada kami,
dari Az-Zuhri, dari Abu Idris Al-Khoulani,
Dari Ubadah
bin Ash-Shomit rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Kami pernah berada di
sisi Nabi ﷺ
dalam suatu majelis, lalu beliau bersabda: “Kalian membaiatku untuk tidak
menyekutukan Alloh dengan sesuatu apa pun, tidak mencuri, dan tidak
berzina—beliau membacakan ayat tersebut kepada mereka—maka siapa di antara
kalian yang memenuhinya, maka pahalanya ada pada Alloh. Dan siapa yang
melanggar sesuatu dari perkara tersebut lalu Alloh ‘Azza wa Jalla
menutupinya (di dunia), maka urusannya kembali kepada Alloh, jika Dia
menghendaki maka Dia akan mengadzabnya, dan jika Dia menghendaki maka Dia akan
mengampuninya.” [Shohih]
[15] Atas Dasar Apa Manusia
Diperangi
5003 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ نُعَيْمٍ، قَالَ: أَنْبَأَنَا
حِبَّانُ، قَالَ: أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ، عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ، عَنْ أَنَسِ
بْنِ مَالِكٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أُمِرْتُ
أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، فَإِذَا شَهِدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَاسْتَقْبَلُوا قِبْلَتَنَا، وَأَكَلُوا ذَبِيحَتَنَا،
وَصَلَّوْا صَلَاتَنَا، فَقَدْ حَرُمَتْ عَلَيْنَا دِمَاؤُهُمْ وَأَمْوَالُهُمْ إِلَّا
بِحَقِّهَا، لَهُمْ مَا لِلْمُسْلِمِينَ، وَعَلَيْهِمْ مَا عَلَيْهِمْ»
Muhammad
bin Hatim bin Nu’aim telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hibban telah
memberitakan kepada kami, ia berkata: Abdulloh telah memberitakan kepada kami,
dari Humaid Ath-Thowil,
Dari Anas
bin Malik rodhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rosululloh ﷺ bersabda: “Aku diperintahkan
untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang
berhak disembah selain Alloh dan bahwa Muhammad adalah utusan Alloh. Apabila
mereka telah bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain
Alloh dan bahwa Muhammad adalah utusan Alloh, menghadap ke kiblat kita, memakan
hewan sembelihan kita, dan mengerjakan Sholat kita, maka sungguh harom bagi
kita darah dan harta benda mereka, kecuali dengan haknya. Mereka memiliki hak
yang sama sebagaimana hak kaum Muslimin, dan mereka memikul kewajiban yang sama
sebagaimana kewajiban kaum Muslimin.” [Shohih]
[16] Penyebutan Cabang-Cabang Iman
5004 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ، قَالَ:
حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ وَهُوَ ابْنُ بِلَالٍ، عَنْ
عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً،
وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ»
Muhammad
bin Abdulloh bin Al-Mubarok telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Amir
telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Sulaiman—yaitu Ibnu Bilal—telah
menceritakan kepada kami, dari Abdulloh bin Dinar, dari Abu Sholih,
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Iman itu ada 70 lebih cabang, dan rasa malu
adalah salah satu cabang dari Iman.” [Shohih]
5005 - أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو
دَاوُدَ، عَنْ سُفْيَانَ، قَالَ وحَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ،
عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْإِيمَانُ
بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً، أَفْضَلُهَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَوْضَعُهَا
إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ»
Ahmad bin
Sulaiman telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Dawud telah
menceritakan kepada kami, dari Sufyan. (Dalam jalur lain) ia berkata: Dan Abu
Nu’aim telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Sufyan telah menceritakan
kepada kami, dari Suhail, dari Abdulloh bin Dinar, dari Abu Sholih,
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Iman itu ada 70
lebih cabang, yang paling utama adalah ucapan ‘La ilaha illalloh’ (tidak
ada sesembahan yang berhak disembah selain Alloh), dan yang paling rendah
adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan rasa malu adalah salah satu
cabang dari Iman.” [Shohih]
5006 - حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا
خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ، عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ
دِينَارٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ»
Yahya bin
Habib bin Arobi telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Kholid—yaitu Ibnu
Al-Harits—telah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Ajlan, dari Abdulloh bin
Dinar, dari Abu Sholih, dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Rasa malu
adalah salah satu cabang dari Iman.” [Shohih]
[17] Perbedaan Tingkatan Ahli Iman
5007 - أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ، وَعَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ
عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي عَمَّارٍ،
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُرَحْبِيلَ، عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مُلِئَ عَمَّارٌ إِيمَانًا إِلَى مُشَاشِهِ»
Ishaq bin
Manshur dan Amru bin Ali telah mengabarkan kepada kami, dari Abdurrohman, ia
berkata: Sufyan telah menceritakan kepada kami, dari Al-A’masy, dari Abu Ammar,
dari Amru bin Syurohbil, dari seorang lelaki di antara para Shohabat Nabi ﷺ, ia berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Ammar telah
dipenuhi oleh Iman hingga ke tulang belulangnya.” [Shohih]
5008 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ
الرَّحْمَنِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ طَارِقِ
بْنِ شِهَابٍ قَالَ: قَالَ أَبُو سَعِيدٍ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ رَأَى مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ
فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ»
Muhammad
bin Basysyar telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abdurrohman telah
menceritakan kepada kami, ia berkata: Sufyan telah menceritakan kepada kami,
dari Qois bin Muslim, dari Thoriq bin Syihab, ia berkata:
Abu Sa’id
(Al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu) berkata: Aku mendengar Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa di antara
kalian yang melihat suatu kemungkaran, maka seharusnya ia mengubahnya dengan
tangannya (kekuasaannya). Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya
(nasihat/teguran). Dan jika ia tidak mampu juga, maka dengan hatinya (membenci
kemungkaran tersebut), dan yang demikian itu adalah tingkatan Iman yang paling
lemah.” [Shohih]
5009 - حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا
مَخْلَدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ
طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ قَالَ: قَالَ أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ رَأَى مُنْكَرًا فَغَيَّرَهُ بِيَدِهِ
فَقَدْ بَرِئَ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُغَيِّرَهُ بِيَدِهِ، فَغَيَّرَهُ بِلِسَانِهِ
فَقَدْ بَرِئَ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُغَيِّرَهُ بِلِسَانِهِ، فَغَيَّرَهُ
بِقَلْبِهِ فَقَدْ بَرِئَ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ»
Abdul Hamid
bin Muhammad telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Makhlad telah
menceritakan kepada kami, ia berkata: Malik bin Mighwal telah menceritakan
kepada kami, dari Qois bin Muslim, dari Thoriq bin Syihab, ia berkata:
Abu Sa’id
Al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa melihat
suatu kemungkaran lalu ia mengubahnya dengan tangannya, maka sungguh ia telah
lepas dari dosa. Siapa yang tidak mampu mengubahnya dengan tangannya lalu ia
mengubahnya dengan lisannya, maka sungguh ia telah lepas dari dosa. Dan siapa
yang tidak mampu mengubahnya dengan lisannya lalu ia mengubahnya dengan
hatinya, maka sungguh ia telah lepas dari dosa, dan yang demikian itu adalah
tingkatan Iman yang paling lemah.” [Shohih]
[18] Bertambahnya Iman
5010 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ،
قَالَ: أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ،
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: «مَا مُجَادَلَةُ أَحَدِكُمْ فِي الْحَقِّ، يَكُونُ لَهُ فِي الدُّنْيَا
بِأَشَدَّ مُجَادَلَةً مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لِرَبِّهِمْ فِي إِخْوَانِهِمُ الَّذِينَ
أُدْخِلُوا النَّارَ. قَالَ: يَقُولُونَ: رَبَّنَا إِخْوَانُنَا كَانُوا يُصَلُّونَ
مَعَنَا، وَيَصُومُونَ مَعَنَا وَيَحُجُّونَ مَعَنَا، فَأَدْخَلْتَهُمُ النَّارَ؟ قَالَ:
فَيَقُولُ: اذْهَبُوا فَأَخْرِجُوا مَنْ عَرَفْتُمْ مِنْهُمْ»، قَالَ: «فَيَأْتُونَهُمْ
فَيَعْرِفُونَهُمْ بِصُوَرِهِمْ فَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ النَّارُ إِلَى أَنْصَافِ
سَاقَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ إِلَى كَعْبَيْهِ، فَيُخْرِجُونَهُمْ فَيَقُولُونَ:
رَبَّنَا قَدْ أَخْرَجْنَا مَنْ أَمَرْتَنَا». قَالَ: «وَيَقُولُ: أَخْرِجُوا مَنْ
كَانَ فِي قَلْبِهِ وَزْنُ دِينَارٍ مِنَ الْإِيمَانِ، ثُمَّ قَالَ: مَنْ كَانَ فِي
قَلْبِهِ وَزْنُ نِصْفِ دِينَارٍ حَتَّى يَقُولُ: مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ»
قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: «فَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْ فَلْيَقْرَأْ هَذِهِ الْآيَةَ: ﴿إِنَّ
اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ﴾
إِلَى ﴿عَظِيمًا﴾»
Muhammad
bin Rofi’ telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abdurrozzaq telah
menceritakan kepada kami, ia berkata: Ma’mar telah memberitakan kepada kami,
dari Zaid bin Aslam, dari ‘Atho bin Yasar,
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Tidaklah kegigihan pembelaan salah
seorang di antara kalian demi memperjuangkan kebenaran haknya di dunia, lebih
gigih daripada pembelaan kaum Mu’minin kepada Robb mereka demi membela
saudara-saudara mereka yang telah dimasukkan ke dalam Naar. Kaum Mu’minin itu
memohon, ‘Wahai Robb kami, mereka adalah saudara-saudara kami yang dahulu
selalu mengerjakan Sholat bersama kami, berpuasa bersama kami, dan menunaikan
Haji bersama kami, namun mengapa Engkau memasukkan mereka ke dalam Naar?’ Maka
Alloh berfirman, ‘Pergilah kalian, dan keluarkanlah orang-orang yang kalian
kenali di antara mereka!’ Lalu kaum Mu’minin mendatangi mereka dan mengenali
mereka melalui rupa wajah mereka. Di antara orang-orang yang dihukum itu ada
yang dijilat api Naar hingga mencapai pertengahan kedua betisnya, dan ada pula
yang dijilat hingga mencapai kedua mata kakinya. Kaum Mu’minin pun mengeluarkan
mereka lalu berkata, ‘Wahai Robb kami, kami telah mengeluarkan orang-orang yang
Engkau perintahkan kepada kami’. Dan Alloh berfirman lagi, ‘Keluarkanlah
orang-orang yang di dalam hatinya masih terdapat Iman seberat timbangan satu
dinar!’ Kemudian Dia berfirman, ‘Orang yang di dalam hatinya terdapat Iman
seberat setengah dinar’, hingga Dia berfirman, ‘Orang yang di dalam hatinya terdapat
Iman seberat dzorrah (partikel terkecil).’”
Abu Sa’id
berkata: “Maka siapa yang tidak mempercayai hal ini, silakan ia membaca ayat
ini: ‘Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik (menyekutukan-Nya),
dan Dia mengampuni segala dosa yang tingkatan kedudukannya di bawah syirik itu
bagi siapa saja yang Dia kehendaki,’ sampai firman-Nya ‘dosa yang sangat besar.’”
(QS. An-Nisa: 48) [Shohih]
5011 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ:
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ
صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ بْنُ
سَهْلٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُ النَّاسَ يُعْرَضُونَ عَلَيَّ
وَعَلَيْهِمْ قُمُصٌ، مِنْهَا مَا يَبْلُغُ الثُّدِيَّ، وَمِنْهَا مَا يَبْلُغُ دُونَ
ذَلِكَ، وَعُرِضَ عَلَيَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعَلَيْهِ قَمِيصٌ يَجُرُّهُ»،
قَالَ: فَمَاذَا أَوَّلْتَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «الدِّينَ»
Muhammad
bin Yahya bin Abdulloh telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ya’qub bin Ibrohim
bin Sa’d telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Ayahku telah menceritakan
kepada kami, dari Sholih bin Kaisan, dari Ibnu Shihab, ia berkata: Abu Umamah
bin Sahl telah menceritakan kepadaku bahwasanya ia mendengar:
Abu Sa’id
Al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Ketika aku sedang
tidur, aku bermimpi melihat manusia diperlihatkan kepadaku dalam keadaan mereka
mengenakan pakaian gamis. Di antara gamis itu ada yang panjangnya mencapai
dada, dan ada pula yang panjangnya kurang dari itu. Kemudian diperlihatkan
kepadaku Umar bin Al-Khoththob rodhiyallahu ‘anhu dalam keadaan ia
mengenakan gamis yang panjangnya sampai terseret di tanah.” Para Shohabat
bertanya, “Lalu bagaimana Anda menakwilkan mimpi tersebut wahai Rosululloh?”
Beliau bersabda: “Agama (tingkatan keteguhan dalam mengamalkannya).” [Shohih]
5012 - أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ، قَالَ: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ،
قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عُمَيْسٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ،
قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ مِنَ الْيَهُودِ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ: يَا أَمِيرَ
الْمُؤْمِنِينَ، آيَةٌ فِي كِتَابِكُمْ تَقْرَءُونَهَا لَوْ عَلَيْنَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ
نَزَلَتْ لَاتَّخَذْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ عِيدًا. قَالَ: «أَيُّ آيَةٍ؟» قَالَ: ﴿الْيَوْمَ
أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ، وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي، وَرَضِيتُ لَكُمُ
الْإِسْلَامَ دِينًا﴾. فَقَالَ عُمَرُ: «إِنِّي لَأَعْلَمُ الْمَكَانَ الَّذِي نَزَلَتْ
فِيهِ، وَالْيَوْمَ الَّذِي نَزَلَتْ فِيهِ نَزَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عَرَفَاتٍ فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ»
Abu Dawud
telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ja’far bin ‘Aun telah menceritakan
kepada kami, ia berkata: Abu ‘Umais telah menceritakan kepada kami, dari Qois
bin Muslim, dari Thoriq bin Syihab, ia berkata: Datang seorang lelaki dari
kalangan Yahudi kepada Umar bin Al-Khoththob rodhiyallahu ‘anhu seraya
berkata, “Wahai Amirul Mu’minin, ada sebuah ayat dalam kitab suci kalian yang
biasa kalian baca, seandainya ayat tersebut turun kepada kami kaum Yahudi,
niscaya kami akan menjadikan hari turunnya ayat itu sebagai hari raya.” Umar
bertanya, “Ayat yang manakah itu?” Lelaki Yahudi itu menjawab: “Pada hari ini
telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, telah Aku cukupkan bagi kalian
ni’mat-Ku, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agama bagi kalian.” (QS. Al-Ma’idah:
3)
Maka Umar
berkata, “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui tempat di mana ayat tersebut
diturunkan dan hari ketika ayat tersebut diturunkan; ayat itu turun kepada Rosululloh
ﷺ saat beliau berada di Arofah
pada hari Jumat.” [Shohih]
[19] Tanda Iman
5013 - أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا بِشْرٌ
يَعْنِي ابْنَ الْمُفَضَّلِ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، أَنَّهُ
سَمِعَ أَنَسًا يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ، وَوَالِدِهِ،
وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ»
Humaid bin
Mas’adah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Bisyr—yaitu Ibnu
Al-Mufadhdhol—telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Syu’bah telah
menceritakan kepada kami, dari Qotadah, bahwasanya ia mendengar
Anas (bin
Malik rodhiyallahu ‘anhu) berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Tidaklah sempurna
Iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih dicintainya daripada
anaknya, orang tuanya, dan seluruh manusia.” [Shohih]
5014 - أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ، قَالَ: أَنْبَأَنَا إِسْمَعِيلُ،
عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ، ح وَأَنْبَأَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى، قَالَ: حَدَّثَنَا
عَبْدُ الْوَارِثِ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى
أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ، وَأَهْلِهِ، وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ»
Al-Husain
bin Huroits telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ismail telah
memberitakan kepada kami, dari Abdul Aziz. (Dalam jalur lain) dan Imron bin
Musa telah memberitakan kepada kami, ia berkata: Abdul Warits telah menceritakan
kepada kami, ia berkata: Abdul Aziz telah menceritakan kepada kami,
Dari Anas rodhiyallahu
‘anhu, ia berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Tidaklah sempurna Iman salah seorang di antara
kalian sampai aku lebih dicintainya daripada hartanya, keluarganya, dan seluruh
manusia.” [Shohih]
5015 - أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ بَكَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ
بْنُ عَيَّاشٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، مِمَّا
حَدَّثَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ هُرْمُزَ، مِمَّا ذُكِرَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ
يُحَدِّثُ بِهِ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «وَالَّذِي
نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ
وَوَالِدِهِ»
Imron bin
Bakkar telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ali bin ‘Ayyasy telah
menceritakan kepada kami, ia berkata: Syu’aib telah menceritakan kepada kami,
ia berkata: Abu Az-Zinad telah menceritakan kepada kami, dari apa yang
diceritakan oleh Abdurrohman bin Hurmuz, dari apa yang disebutkan bahwasanya ia
mendengar
Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu menceritakannya, dari Rosululloh ﷺ, beliau bersabda: “Demi Dzat
yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah sempurna Iman salah seorang di
antara kalian sampai aku lebih dicintainya daripada anaknya dan orang tuanya.” [Shohih]
5016 - أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا النَّضْرُ،
قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، ح وَأَنْبَأَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا
بِشْرٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَقَالَ حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ
فِي حَدِيثِهِ، إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا
يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ»
Ishaq bin Ibrohim
telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: An-Nadhr telah menceritakan kepada
kami, ia berkata: Syu’bah telah menceritakan kepada kami. (Dalam jalur lain)
dan Humaid bin Mas’adah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Bisyr telah
menceritakan kepada kami, ia berkata: Syu’bah telah menceritakan kepada kami,
dari Qotadah, ia berkata: Aku mendengar
Anas rodhiyallahu
‘anhu berkata: Rosululloh ﷺ
bersabda—dan Humaid bin Mas’adah menyebutkan dalam Haditsnya bahwasanya Nabi
Alloh ﷺ
bersabda—: “Tidaklah sempurna Iman salah seorang di antara kalian sampai ia
mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai bagi dirinya sendiri.” [Shohih]
5017 - أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ: حَدَّثَنَا
أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ حُسَيْنٍ وَهُوَ الْمُعَلِّمُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ،
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ
بِيَدِهِ، لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
مِنَ الْخَيْرِ»
Musa bin
Abdurrohman telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Usamah telah
menceritakan kepada kami, dari Husain—yaitu Al-Mu’allim—dari Qotadah,
Dari Anas rodhiyallahu
‘anhu, bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya,
tidaklah sempurna Iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai bagi
saudaranya kebaikan yang ia cintai bagi dirinya sendiri.” [Shohih]
5018 - أَخْبَرَنَا يُوسُفُ بْنُ عِيسَى، قَالَ: أَنْبَأَنَا الْفَضْلُ
بْنُ مُوسَى، قَالَ: أَنْبَأَنَا الْأَعْمَشُ، عَنْ عَدِيٍّ، عَنْ زِرٍّ، قَالَ: قَالَ
عَلِيٌّ: إِنَّهُ لَعَهْدُ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إِلَيَّ: «أَنَّهُ لَا يُحِبُّكَ إِلَّا مُؤْمِنٌ، وَلَا يَبْغُضُكَ إِلَّا مُنَافِقٌ»
Yusuf bin
Isa telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-Fadhl bin Musa telah
memberitakan kepada kami, ia berkata: Al-A’masy telah memberitakan kepada kami,
dari ‘Adi, dari Zirr, ia berkata:
Ali rodhiyallahu
‘anhu berkata: “Sesungguhnya merupakan janji Nabi yang ummi ﷺ kepadaku: Bahwasanya tidak
ada yang mencintaimu kecuali seorang Mu’min, dan tidak ada yang membencimu
kecuali seorang munafik.” [Shohih]
5019 - أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدٌ
يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
بْنِ جَبْرٍ، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«حُبُّ الْأَنْصَارِ آيَةُ الْإِيمَانِ، وَبُغْضُ الْأَنْصَارِ آيَةُ النِّفَاقِ»
Ismail bin
Mas’ud telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Kholid—yaitu Ibnu
Al-Harits—telah menceritakan kepada kami, dari Syu’bah, dari Abdulloh bin
Abdulloh bin Jabr,
Dari Anas rodhiyallahu
‘anhu, dari Nabi ﷺ,
beliau bersabda: “Mencintai kaum Anshor adalah tanda Iman, dan membenci kaum
Anshor adalah tanda kemunafikan.” [Shohih]
[20] Tanda Orang Munafik
5020 - أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ
جَعْفَرٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ، عَنْ
مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ: «أَرْبَعَةٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا، أَوْ كَانَتْ فِيهِ
خَصْلَةٌ مِنَ الْأَرْبَعِ، كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا:
إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ
فَجَرَ»
Bisyr bin
Kholid telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Ja’far telah menceritakan
kepada kami, dari Syu’bah, dari Sulaiman, dari Abdulloh bin Murroh, dari
Masruq,
Dari
Abdulloh bin Amru rodhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “4 perkara
yang jika ada pada diri seseorang maka ia menjadi seorang munafik murni, atau
jika ada padanya salah satu tabiat dari 4 perkara tersebut maka pada dirinya
terdapat satu tabiat kemunafikan sampai ia meninggalkannya: Apabila berbicara
ia berdusta, apabila berjanji ia ingkar, apabila membuat kesepakatan ia
berkhianat, dan apabila berselisih ia melampaui batas (berbuat zholim).” [Shohih]
5021 - حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ،
قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو سُهَيْلٍ نَافِعُ بْنُ مَالِكِ بْنِ أَبِي عَامِرٍ، عَنْ أَبِيهِ،
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«آيَةُ النِّفَاقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا
اؤْتُمِنَ خَانَ»
Ali bin
Hujr telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Ismail telah menceritakan
kepada kami, ia berkata: Abu Suhail Nafi’ bin Malik bin Abi Amir telah
menceritakan kepada kami, dari ayahnya,
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Tanda kemunafikan
itu ada 3: Apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia ingkar, dan
apabila dipercaya ia berkhianat.” [Shohih]
5022 - أَخْبَرَنَا وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا
وَكِيعٌ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ،
عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: عَهِدَ إِلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«أَنْ لَا يُحِبُّنِي إِلَّا مُؤْمِنٌ، وَلَا يَبْغُضُنِي إِلَّا مُنَافِقٌ»
Washil bin
Abdul A’la telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Waki’ telah menceritakan
kepada kami, dari Al-A’masy, dari Adi bin Tsabit, dari Zirr bin Hubaisy,
Dari Ali rodhiyallahu
‘anhu, ia berkata: Rosululloh ﷺ telah berjanji kepadaku: “Bahwasanya tidak ada yang mencintaiku
kecuali seorang Mu’min, dan tidak ada yang membenciku kecuali seorang munafik.”
[Shohih]
5023 - أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى بْنِ الْحَارِثِ، قَالَ: حَدَّثَنَا
الْمُعَافَى، قَالَ: حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ الْمُعْتَمِرِ،
عَنْ أَبِي وَائِلٍ، قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: «ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ فَهُوَ
مُنَافِقٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ،
فَمَنْ كَانَتْ فِيهِ وَاحِدَةٌ مِنْهُنَّ لَمْ تَزَلْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ
حَتَّى يَتْرُكَهَا»
Amru bin
Yahya bin Al-Harits telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-Mu’afa telah
menceritakan kepada kami, ia berkata: Zuhair telah menceritakan kepada kami, ia
berkata: Manshur bin Al-Mu’tamir telah menceritakan kepada kami, dari Abu Wa’il,
ia berkata:
Abdulloh
(Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu) berkata: “3 perkara yang jika ada pada
diri seseorang maka ia adalah seorang munafik: Apabila berbicara ia berdusta,
apabila dipercaya ia berkhianat, dan apabila berjanji ia ingkar. Maka siapa
yang ada pada dirinya salah satu dari perkara tersebut, berarti senantiasa terdapat
satu tabiat kemunafikan pada dirinya sampai ia meninggalkannya.” [Shohih
mauquf]
[21] Qiyam Romadhon
5024 - أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ الزُّهْرِيِّ،
عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قَامَ شَهْرَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ
مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
Qutaibah
telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan telah menceritakan kepada
kami, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah,
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa yang
mendirikan Sholat (Tarowih) di bulan Romadhon karena landasan Iman dan demi
mengharap pahala di sisi Alloh, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah
lalu.” [Shohih]
5025 - أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ ابْنِ شِهَابٍ، ح وَالْحَارِثُ
بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ، عَنْ ابْنِ الْقَاسِمِ، قَالَ:
حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ
قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
Qutaibah
telah mengabarkan kepada kami, dari Malik (bin Anas 179 H), dari Ibnu Shihab.
(Dalam jalur lain) dan Al-Harits bin Miskin secara dibacakan di hadapannya
sedangkan aku mendengarnya, dari Ibnu Al-Qosim, ia berkata: Malik telah
menceritakan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Humaid bin Abdurrohman,
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda: “Siapa yang
mendirikan Sholat (Tarowih) di bulan Romadhon karena landasan Iman dan demi
mengharap pahala di sisi Alloh, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah
lalu.” [Shohih]
5026 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ
اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ، قَالَ: حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ، عَنْ مَالِكٍ،
عَنْ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَحُمَيْدُ
بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ
مِنْ ذَنْبِهِ»
Muhammad
bin Ismail telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abdulloh bin Muhammad bin
Asma telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Juwairiyah telah menceritakan
kepada kami, dari Malik, dari Az-Zuhri, Abu Salamah bin Abdurrohman dan Humaid
bin Abdurrohman telah mengabarkan kepadaku,
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda: “Siapa yang
mendirikan Sholat (Tarowih) di bulan Romadhon karena landasan Iman dan demi
mengharap pahala di sisi Alloh, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah
lalu.” [Shohih]
[22] Qiyam Lailatul Qodr
5027 - حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْعَثِ، قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي
ابْنَ الْحَارِثِ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ
أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ، أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا
وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ
إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
Abu Al-Asy’ats
telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Kholid—yaitu Ibnu Al-Harits—telah
menceritakan kepada kami, ia berkata: Hisyam telah menceritakan kepada kami,
dari Yahya bin Abi Katsir, dari Abu Salamah bin Abdurrohman, ia berkata:
Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu telah menceritakan kepadaku, bahwasanya Rosululloh
ﷺ bersabda: “Siapa yang
mendirikan Sholat (Tarowih) di bulan Romadhon karena landasan Iman dan demi
mengharap pahala di sisi Alloh, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah
lalu. Dan siapa yang mendirikan Sholat pada malam Lailatul Qodr karena landasan
Iman dan demi mengharap pahala di sisi Alloh, niscaya akan diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu.” [Shohih]
[23] Zakat
5028 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ الْقَاسِمِ،
عَنْ مَالِكٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ سَمِعَ طَلْحَةَ
بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ يَقُولُ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ، ثَائِرَ الرَّأْسِ، يُسْمَعُ دَوِيُّ صَوْتِهِ، وَلَا
يُفْهَمُ مَا يَقُولُ حَتَّى دَنَا، فَإِذَا هُوَ يَسْأَلُ عَنِ الْإِسْلَامِ. قَالَ
لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ
وَاللَّيْلَةِ» قَالَ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُنَّ؟ قَالَ: «لَا، إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ».
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَصِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ»
قَالَ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُ؟ قَالَ: «لَا إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ». وَذَكَرَ لَهُ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الزَّكَاةَ، فَقَالَ: هَلْ عَلَيَّ
غَيْرُهَا؟ قَالَ: «لَا، إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ». فَأَدْبَرَ الرَّجُلُ وَهُوَ يَقُولُ:
لَا أَزِيدُ عَلَى هَذَا، وَلَا أَنْقُصُ مِنْهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ»
Muhammad
bin Salamah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Al-Qosim telah
menceritakan kepada kami, dari Malik, ia berkata: Abu Suhail telah menceritakan
kepadaku, dari ayahnya, bahwasanya ia mendengar Tholhah bin Ubaidillah rodhiyallahu
‘anhu berkata: Datang seorang lelaki penduduk Najd kepada Rosululloh ﷺ dengan rambut yang kusut
berantakan. Gema suaranya terdengar dari kejauhan namun tidak dapat dipahami
apa yang ia ucapkan hingga ia mendekat, ternyata ia sedang bertanya tentang
Islam. Maka Rosululloh ﷺ
bersabda kepadanya: “Sholat 5 waktu dalam sehari semalam.” Lelaki itu bertanya,
“Apakah ada kewajiban Sholat lain bagiku selain itu?” Beliau menjawab: “Tidak
ada, kecuali jika kamu ingin melakukan Sholat sunnah (sukarela).” Rosululloh ﷺ melanjutkan bersabda: “Dan
berpuasa di bulan Romadhon.” Lelaki itu bertanya, “Apakah ada kewajiban puasa
lain bagiku selain itu?” Beliau menjawab: “Tidak ada, kecuali jika kamu ingin
melakukan puasa sunnah.” Dan Rosululloh ﷺ menyebutkan kewajiban Zakat kepadanya, maka lelaki itu
bertanya, “Apakah ada kewajiban zakat lain bagiku selain itu?” Beliau menjawab:
“Tidak ada, kecuali jika kamu ingin bersedekah sunnah.” Lalu lelaki itu
berbalik pergi seraya berkata, “Aku tidak akan menambah-nambah di atas
kewajiban ini, dan aku tidak akan menguranginya sedikit pun.” Maka Rosululloh ﷺ bersabda: “Ia akan beruntung
(sukses meraih Jannah) jika ia jujur dengan ucapannya.” [Shohih]
[24] Jihad
5029 - أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ سَعِيدٍ،
عَنْ عَطَاءِ بْنِ مِينَاءَ، سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «انْتَدَبَ اللَّهُ لِمَنْ يَخْرُجُ فِي
سَبِيلِهِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الْإِيمَانُ بِي، وَالْجِهَادُ فِي سَبِيلِي، أَنَّهُ
ضَامِنٌ حَتَّى أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ بِأَيِّهِمَا كَانَ، إِمَّا بِقَتْلٍ، وَإِمَّا
وَفَاةٍ، أَوْ أَنْ يَرُدَّهُ إِلَى مَسْكَنِهِ الَّذِي خَرَجَ مِنْهُ، يَنَالُ مَا
نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ»
Qutaibah
telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-Laits telah menceritakan kepada
kami, dari Said, dari ‘Atho bin Mina’, ia mendengar
Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rosululloh ﷺ bersabda: “Alloh memberikan
jaminan bagi siapa saja yang keluar berjuang di jalan-Nya, yang mana tidak ada
yang mendorongnya keluar melainkan karena landasan Iman kepada-Ku dan berjihad
di jalan-Ku; bahwasanya Dia menjaminnya untuk memasukkannya ke dalam Jannah
dengan cara yang mana saja yang terjadi, baik karena terbunuh syahid maupun
karena wafat biasa, atau Dia akan memulangkannya kembali ke tempat tinggalnya
semula yang ia tinggalkan dengan membawa pahala yang diperolehnya atau harta
rampasan perang.” [Shohih]
5030 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ،
عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَضَمَّنَ
اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيلِهِ، لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الْجِهَادُ
فِي سَبِيلِي، وَإِيمَانٌ بِي، وَتَصْدِيقٌ بِرُسُلِي، فَهُوَ ضَامِنٌ أَنْ أُدْخِلَهُ
الْجَنَّةَ، أَوْ أُرْجِعَهُ إِلَى مَسْكَنِهِ الَّذِي خَرَجَ مِنْهُ، نَالَ مَا نَالَ
مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ»
Muhammad
bin Qudamah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Jarir telah menceritakan
kepada kami, dari Umaroh bin Al-Qo’qo’, dari Abu Zur’ah,
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Alloh ‘Azza wa
Jalla menjamin bagi siapa saja yang keluar berjuang di jalan-Nya, yang mana
tidak ada yang mendorongnya keluar melainkan demi berjihad di jalan-Ku,
landasan Iman kepada-Ku, serta membenarkan para Rosul-Ku; maka Dia menjamin
untuk memasukkannya ke dalam Jannah, atau memulangkannya kembali ke tempat
tinggalnya semula yang ia tinggalkan dengan membawa pahala yang diperolehnya
atau harta rampasan perang.” [Shohih]
[25] Menunaikan Seperlima Harta
Rampasan Perang
5031 - أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبَّادٌ وَهُوَ ابْنُ
عَبَّادٍ، عَنْ أَبِي جَمْرَةَ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَدِمَ وَفْدُ عَبْدِ الْقَيْسِ
عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا: إِنَّا هَذَا الْحَيَّ
مِنْ رَبِيعَةَ، وَلَسْنَا نَصِلُ إِلَيْكَ إِلَّا فِي الشَّهْرِ الْحَرَامِ، فَمُرْنَا
بِشَيْءٍ نَأْخُذُهُ عَنْكَ، وَنَدْعُو إِلَيْهِ مَنْ وَرَاءَنَا، فَقَالَ: «آمُرُكُمْ
بِأَرْبَعٍ وَأَنْهَاكُمْ عَنْ أَرْبَعٍ: الْإِيمَانُ بِاللَّهِ - ثُمَّ فَسَّرَهَا
لَهُمْ - شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامُ
الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ، وَأَنْ تُؤَدُّوا إِلَيَّ خُمُسَ مَا غَنِمْتُمْ،
وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الدُّبَّاءِ، وَالْحَنْتَمِ، وَالْمُقَيَّرِ، وَالْمُزَفَّتِ»
Qutaibah
telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: ‘Abbad—yaitu Ibnu ‘Abbad—telah
menceritakan kepada kami, dari Abu Jamroh,
Dari Ibnu
Abbas rodhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Utusan delegasi kabilah Abdul Qois
datang menemui Rosululloh ﷺ,
lalu mereka berkata, “Sesungguhnya kami, perkampungan suku dari keturunan Robi’ah
ini, tidak mampu menempuh perjalanan untuk menemuimu kecuali pada bulan harom
(karena terhalang ancaman suku musuh). Oleh karena itu, perintahkanlah kepada
kami suatu perkara pokok yang dapat kami pedomani darimu, dan dapat kami
serukan pula kepada orang-orang di belakang kami (yang tidak ikut hadir).” Maka
beliau bersabda: “Aku memerintahkan kalian melakukan 4 perkara dan melarang
kalian dari 4 perkara: Iman kepada Alloh—kemudian beliau menjabarkannya kepada
mereka—yaitu kesaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain
Alloh dan bahwasanya aku adalah utusan Alloh, menegakkan Sholat, menunaikan
Zakat, serta kalian menyerahkan kepadaku seperlima dari harta rampasan perang
yang kalian peroleh. Dan aku melarang kalian dari bejana duba’ (wadah
air dari labu kering), hantam (guci hijau dari tanah liat), muqoyyar,
dan muzaffat (bejana-bejana yang dilapisi aspal untuk membuat minuman
keras).” [Shohih]
[26] Mengiringi Janazah
5032 - أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلَّامٍ، قَالَ:
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ يَعْنِي ابْنَ يُوسُفَ بْنِ الْأَزْرَقِ، عَنْ عَوْفٍ، عَنْ مُحَمَّدِ
بْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ: «مَنِ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا، وَاحْتِسَابًا فَصَلَّى عَلَيْهِ،
ثُمَّ انْتَظَرَ حَتَّى يُوضَعَ فِي قَبْرِهِ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ أَحَدُهُمَا مِثْلُ
أُحُدٍ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهِ ثُمَّ رَجَعَ كَانَ لَهُ قِيرَاطٌ»
Abdurrohman
bin Muhammad bin Salam telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ishaq—yaitu
Ibnu Yusuf bin Al-Azroq—telah menceritakan kepada kami, dari ‘Auf, dari
Muhammad bin Sirin,
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Siapa yang mengiringi janazah seorang Muslim
karena landasan Iman dan demi mengharap pahala di sisi Alloh, lalu ia
mensholatkannya, kemudian menunggu sampai janazah itu diletakkan di dalam
kuburnya, maka ia berhak mendapatkan pahala sebesar 2 qiroth, yang mana salah
satu qirothnya itu besarnya seperti gunung Uhud. Dan siapa yang mensholatkannya
kemudian langsung pulang (sebelum dikuburkan), maka ia mendapatkan pahala
sebesar 1 qiroth.” [Shohih]
[27] Sifat Rasa Malu
5033 - أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْنٌ،
قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكٌ، ح وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا
أَسْمَعُ، عَنْ ابْنِ الْقَاسِمِ، أَخْبَرَنِي مَالِكٌ وَاللَّفْظُ لَهُ، عَنْ ابْنِ
شِهَابٍ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى رَجُلٍ يَعِظُ أَخَاهُ فِي الْحَيَاءِ، فَقَالَ: «دَعْهُ، فَإِنَّ
الْحَيَاءَ مِنَ الْإِيمَانِ»
Harun bin
Abdulloh telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ma’n telah menceritakan
kepada kami, ia berkata: Malik telah menceritakan kepada kami. (Dalam jalur
lain) dan Al-Harits bin Miskin secara dibacakan di hadapannya sedangkan aku
mendengarnya, dari Ibnu Al-Qosim, Malik telah mengabarkan kepadaku—dan redaksi
teks ini adalah miliknya—dari Ibnu Shihab, dari Salim,
Dari
ayahnya (Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma): Bahwasanya Rosululloh ﷺ pernah berjalan melewati
seorang lelaki yang sedang menegur (mencela) saudaranya karena sifat pemalu
yang dimilikinya, maka beliau bersabda: “Biarkanlah dia, karena sesungguhnya
rasa malu itu merupakan bagian dari Iman.” [Shohih]
[28] Agama Itu Mudah
5034 - أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُمَرُ
بْنُ عَلِيٍّ، عَنْ مَعْنِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ هَذَا الدِّينَ يُسْرٌ،
وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا، وَأَبْشِرُوا،
وَيَسِّرُوا، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ، وَشَيْءٍ مِنَ الدَّلْجَةِ»
Abu Bakr
bin Nafi’ telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Umar bin Ali telah
menceritakan kepada kami, dari Ma’n bin Muhammad, dari Said,
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Sesungguhnya agama
ini mudah, dan tidak ada seorang pun yang berlebih-lebihan (mempersulit diri)
dalam urusan agama melainkan agama itu pasti akan mengalahkannya (ia akan
kelelahan dan putus asa). Oleh karena itu, bersikap luruslah kalian (sesuai
syariat), dekatilah kesempurnaan, berilah kabar gembira, permudahlah, dan
manfaatkanlah waktu pagi hari, waktu setelah matahari tergelincir, serta
sedikit dari waktu akhir malam (untuk beribadah dengan konsisten).” [Shohih]
[29] Amalan Agama yang Paling
Dicintai oleh Alloh
5035 - أَخْبَرَنَا شُعَيْبُ بْنُ يُوسُفَ، عَنْ يَحْيَى وَهُوَ ابْنُ سَعِيدٍ،
عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَعِنْدَهَا امْرَأَةٌ، فَقَالَ:
«مَنْ هَذِهِ؟» قَالَتْ: فُلَانَةُ، لَا تَنَامُ تَذْكُرُ مِنْ صَلَاتِهَا. فَقَالَ:
«مَهْ، عَلَيْكُمْ مِنَ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ، فَوَاللَّهِ لَا يَمَلُّ اللَّهُ
عَزَّ وَجَلَّ حَتَّى تَمَلُّوا، وَكَانَ أَحَبَّ الدِّينِ إِلَيْهِ مَا دَامَ عَلَيْهِ
صَاحِبُهُ»
Syu’aib bin
Yusuf telah mengabarkan kepada kami, dari Yahya—yaitu Ibnu Said—dari Hisyam bin
Urwah, ayahku telah mengabarkan kepadaku,
Dari ‘Aisyah
rodhiyallahu ‘anha, bahwasanya Nabi ﷺ pernah masuk menemuinya sedangkan di dekatnya ada seorang
wanita. Beliau bertanya: “Siapakah wanita ini?” ‘Aisyah menjawab, “Ini si
fulanah, dia tidak tidur di malam hari (karena begadang ibadah),” lalu ia
menceritakan perihal sholatnya. Maka beliau bersabda: “Cukup, berhentilah (dari
membebani diri secara berlebihan)! Hendaklah kalian mengerjakan amalan yang
sanggup kalian pikul saja. Demi Alloh, Alloh ‘Azza wa Jalla tidak akan
bosan memberi pahala sampai kalian sendiri yang bosan beramal. Dan amalan agama
yang paling dicintai oleh beliau adalah amalan yang dilakukan secara
terus-menerus (konsisten) oleh pelakunya.” [Shohih]
[30] Menyelamatkan Agama dari
Fitnah Kekacauan
5036 - أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْنٌ،
ح وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ، عَنْ ابْنِ الْقَاسِمِ،
قَالَا: حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ
الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ:
قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ
خَيْرَ مَالِ مُسْلِمٍ غَنَمٌ يَتَّبِعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ، وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ،
يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنَ الْفِتَنِ»
Harun bin
Abdulloh telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ma’n telah menceritakan
kepada kami. (Dalam jalur lain) dan Al-Harits bin Miskin secara dibacakan di
hadapannya sedangkan aku mendengarnya, dari Ibnu Al-Qosim, keduanya berkata:
Malik telah menceritakan kepada kami, dari Abdurrohman bin Abdulloh bin
Abdurrohman bin Abi Sho’sho’ah, dari ayahnya,
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Hampir tiba
masanya harta milik seorang Muslim yang paling baik adalah kambing-kambing yang
ia giring mengikutinya ke puncak-puncak gunung dan tempat-tempat subur
penampungan air hujan, demi mengasingkan diri untuk menyelamatkan agamanya dari
gelombang fitnah kekacauan.” [Shohih]
[31] Perumpamaan Orang Munafik
5037 - أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، عَنْ مُوسَى
بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَثَلُ الْمُنَافِقِ كَمَثَلِ الشَّاةِ الْعَائِرَةِ بَيْنَ
الْغَنَمَيْنِ، تَعِيرُ فِي هَذِهِ مَرَّةً، وَفِي هَذِهِ مَرَّةً، لَا تَدْرِي أَيَّهَا
تَتْبَعُ»
Qutaibah
telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ya’qub telah menceritakan kepada
kami, dari Musa bin Uqbah, dari Nafi’,
Dari Ibnu
Umar rodhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Perumpamaan orang
munafik itu adalah seperti seekor kambing betina kebingungan yang berada di
antara 2 kawanan pejantan; ia bolak-balik mendatangi kawanan yang ini sekali
dan mendatangi kawanan yang itu sekali, ia kebingungan tidak tahu kawanan mana
yang harus ia ikuti.” [Shohih]
[32] Perumpamaan Orang Mu’min dan
Munafik yang Membaca Al-Qur’an
5038 - أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ
زُرَيْعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ
أَبَا مُوسَى الْأَشْعَرِيَّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ، مَثَلُ الْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا
طَيِّبٌ، وَرِيحُهَا طَيِّبٌ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ،
كَمَثَلِ التَّمْرَةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ، وَلَا رِيحَ لَهَا، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ
الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ، كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ، وَطَعْمُهَا
مُرٌّ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ، كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ
طَعْمُهَا مُرٌّ، وَلَا رِيحَ لَهَا»
Amru bin
Ali telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Yazid bin Zuro’i telah
menceritakan kepada kami, ia berkata: Said telah menceritakan kepada kami, dari
Qotadah, dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Abu Musa
Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Perumpamaan
seorang Mu’min yang gemar membaca Al-Qur’an adalah seperti buah utrujjah
(sejenis jeruk sitrun); rasanya lezat dan aromanya wangi. Perumpamaan seorang
Mu’min yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah kurma; rasanya manis
namun tidak memiliki aroma wangi. Perumpamaan seorang munafik yang membaca
Al-Qur’an adalah seperti bunga roihanah; aromanya wangi namun rasanya
pahit. Dan perumpamaan seorang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah
seperti buah hanzholah (labu pahit); rasanya pahit dan sama sekali tidak
memiliki aroma.” [Shohih]
[33] Tanda Orang Mu’min
5039 - أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، قَالَ: أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ،
عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ
مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ»
قَالَ
الْقَاضِي يَعْنِي ابْنَ الْكَسَّارِ: سَمِعْتُ عَبْدَ الصَّمَدِ الْبُخَارِيَّ يَقُولُ:
حَفْصُ بْنُ عُمَرَ الَّذِي يَرْوِي عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَهْدِيٍّ لَا أَعْرِفُهُ
إِلَّا أَنْ يَكُونَ سَقَطَ الْوَاوُ، مِنْ حَفْصِ بْنِ عَمْرٍو الرَّبَالِيِّ الْمَشْهُورُ
بِالرِّوَايَةِ عَنِ الْبَصْرِيِّينَ وَهُوَ ثِقَةٌ، ذَكَرَهُ فِي هَذَا الْخَبَرِ
فِي حَدِيثِ مَنْصُورِ بْنِ سَعْدٍ فِي بَابِ صِفَةِ الْمُسْلِمِ سَمِعْتُهُ يَقُولُ:
لَا أَعْلَمُ رَوَى حَدِيثَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ الْمَرْفُوعَ: «أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ
النَّاسَ - بِزِيَادَةِ قَوْلِهِ -، وَاسْتَقْبَلُوا قِبْلَتَنَا، وَأَكَلُوا ذَبِيحَتَنَا،
وَصَلَّوْا صَلَاتَنَا» عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ إِلَّا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْمُبَارَكِ
وَيَحْيَى بْنَ أَيُّوبَ الْبَصْرِيَّ، «وَهُوَ فِي هَذَا الْجُزْءِ فِي بَابِ مَا
يُقَاتِلُ النَّاسَ»
Suwaid bin
Nashr telah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abdulloh telah memberitakan
kepada kami, dari Syu’bah, dari Qotadah,
Dari Anas
bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda: “Tidaklah sempurna
Iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai bagi saudaranya apa
yang ia cintai bagi dirinya sendiri.”
Al-Qodhi—yaitu
Ibnu Al-Kassar—berkata: Aku mendengar Abdush Shomad Al-Bukhori berkata:
Mengenai nama Hafsh bin Umar yang meriwayatkan dari Abdurrohman bin Mahdi, aku
tidak mengetahuinya melainkan kemungkinan adanya huruf wawu yang gugur
(salah tulis nama), yang asalnya adalah Hafsh bin Amru Ar-Robali, seorang rowi ثقة (terpercaya) yang masyhur
meriwayatkan dari ulama-ulama Bashroh; nama ini disebutkan di dalam teks
laporan jalur hadits Manshur bin Sa’d pada bab Sifat Orang Muslim. Aku juga
mendengar ia berkata: Aku tidak mengetahui ada orang yang meriwayatkan hadits
marfu’ dari Anas bin Malik: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia—dengan
tambahan redaksi sabda beliau—, menghadap ke kiblat kita, memakan hewan
sembelihan kita, dan mengerjakan Sholat kita” dari Humaid Ath-Thowil melainkan
hanyalah Abdulloh bin Al-Mubarok (181 H) dan Yahya bin Ayyub Al-Bashri saja,
yang mana pembahasan ini terdapat di dalam jilid bagian ini pada bab Atas Dasar
Apa Manusia Diperangi.[Shohih]
.jpg)