Cari Ebook

[PDF] ARBAIN Ragam Siksa Neraka - Nor Kandir

 


ARBAIN

Ragam Siksa Neraka

Penulis: Nor Kandir, ST., BA., MA

Penerbit: Pustaka Syabab Surabaya

Halaman: 80

Cetakan: Ke-1, 1448 H (2026)

Lisensi: www.terjemahmatan.com

Belanja Ebook: https://lynk.id/pustakasyabab

 

Muqoddimah

Buku ini disusun untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai pelbagai bentuk balasan dan adzab di Naar. Semoga risalah ini menjadi sarana taqwa dan pembenteng diri dari perbuatan zholim serta maksiat.

Hadits 1 Siksa Paling Ringan di Naar

Alloh berfirman:

﴿إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا بِـَٔايَـٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَـٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

“Sungguh orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam Naar. Setiap kali kulit mereka hangus terbakar, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan siksa. Sungguh Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa’: 56)

Dari Nu’man bin Basyir (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ لَرَجُلٌ، تُوضَعُ فِي أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَةٌ، يَغْلِي مِنْهَا دِمَاغُهُ»

“Sungguh siksa penghuni Naar yang paling ringan pada hari Qiyamah adalah seorang laki-laki yang diletakkan bongkah bara api di bawah lekukan kedua telapak kakinya, lalu otaknya mendidih disebabkan itu.” (HR. Al-Bukhori no. 6561 dan Muslim no. 213)

Hadits 2 Makanan Penghuni Naar Berupa Zaqqum

﴿إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ ۞ طَعَامُ ٱلأَثِيمِ ۞ كَٱلْمُهْلِ يَغْلِي فِي ٱلْبُطُونِ ۞ كَغَلْيِ ٱلْحَمِيمِ

“Sungguh pohon Zaqqum itu adalah makanan bagi orang yang banyak berbuat dosa. Ia bagaikan cairan tembaga mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas.” (QS. Ad-Dukhon: 43-46)

Dari Ibnu ‘Abbas (68 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh bersabda:

«لَوْ أَنَّ قَطْرَةً مِنَ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ فِي دَارِ الدُّنْيَا لَأَفْسَدَتْ عَلَى أَهْلِ الدُّنْيَا مَعَايِشَهُمْ، فَكَيْفَ بِمَنْ يَكُونُ طَعَامَهُ؟»

“Seandainya satu tetes dari pohon Zaqqum diteteskan ke dunia, niscaya akan merusak penghidupan penduduk dunia. Maka bagaimana dengan orang yang Zaqqum menjadi makanan pokoknya?” (HSR. At-Tirmidzi no. 2585)

Hadits 3 Minuman Berupa Air Mendidih yang Memotong Usus

﴿وَسُقُوا مَآءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَآءَهُم

“Dan mereka diberi minum dengan air yang mendidih hingga memotong usus-usus mereka.” (QS. Muhammad: 15)

Dari Abu Umamah (86 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda tentang firman Alloh dan dia diberi minum dengan air nanah”:

«يُقَرَّبُ إِلَى فِيهِ فَيَكْرَهُهُ، فَإِذَا أُدْنِيَ مِنْهُ شَوَى وَجْهَهُ وَوَقَعَتْ فَرْوَةُ رَأْسِهِ، فَإِذَا شَرِبَهُ قَطَّعَ أَمْعَاءَهُ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ دُبُرِهِ»

“Air itu didekatkan ke mulutnya lalu dia membencinya. Apabila mendekat, air itu memanggang wajahnya dan membuat kulit kepalanya mengelupas. Apabila dia meminumnya, air itu memotong usus-ususnya hingga keluar dari duburnya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2583)

Hadits 4 Minuman dari Perasan Keringat dan Nanah Penghuni Naar

﴿مِّن وَرَآئِهِۦ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِن مَّآءٍ صَدِيدٍ

“Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minum dengan air nanah.” (QS. Ibrohim: 16)

Dari Jabir bin Abdillah (78 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh bersabda:

«كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ، إِنَّ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ الْمُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ؟ قَالَ: «عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ» أَوْ «عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ»

“Setiap yang memabukkan adalah harom. Sungguh Alloh ‘Azza wa Jalla memiliki janji untuk siapa yang meminum khomr bahwa Dia akan memberinya minum dari thiinatul khobal.” Para Shohabat bertanya: “Wahai Rosululloh, apa itu thiinatul khobal?” Beliau bersabda: “Keringat penghuni Naar -atau perasan nanah penghuni Naar-.” (HR. Muslim no. 2002)

Hadits 5 Pakaian dari Tembaga Panas dan Api

﴿قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ ٱلْحَمِيمُ

“Akan dipotongkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api Naar, dan disiramkan air yang mendidih dari atas kepala mereka.” (QS. Al-Hajj: 19)

Dari Abu Malik Al-Asy’ari (18 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا، تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ، وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ»

“Wanita yang meratap apabila tidak bertaubat sebelum matinya, dia akan dibangkitkan pada hari Qiyamah dalam keadaan memakai pakaian dari tembaga panas dan baju kurung dari penyakit kudis.” (HR. Muslim no. 934)

Hadits 6 Pembesaran Tubuh Penghuni Naar Agar Siksa Makin Dahsyat

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«ضِرْسُ الْكَافِرِ، أَوْ نَابُ الْكَافِرِ، مِثْلُ أُحُدٍ وَغِلَظُ جِلْدِهِ مَسِيرَةُ ثَلَاثٍ»

“Gigi geraham orang kafir -atau gigi taringnya- besarnya seperti gunung Uhud, dan tebal kulitnya sejalanan 3 hari.” (HR. Muslim no. 2851)

Hadits 7 Tempat Duduk Penghuni Naar yang Sangat Luas

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«إِنَّ مَجْلِسَهُ مِنْ جَهَنَّمَ كَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَالمَدِينَةِ»

“Tempat duduk orang kafir di Jahannam jaraknya sejauh antara Makkah dan Madinah.” (HSR. At-Tirmidzi no. 2577)

Hadits 8 Siksa Bagi Orang Sombong Ditapak Tangan Berupa Semut Kecil

﴿أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْمُتَكَبِّرِينَ

“Bukankah di dalam Jahannam ada tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri?” (QS. Az-Zumar: 60)

Dari Abdulloh bin ‘Amr bin Al-‘Ash (65 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh bersabda:

«يُحْشَرُ المُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمُ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ، فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الخَبَالِ»

“Orang-orang sombong akan dikumpulkan pada hari Qiyamah seperti semut-semut kecil dalam rupa manusia. Kehinaan melingkupi mereka dari setiap tempat. Lalu mereka digiring ke penjara di Jahannam yang dinamakan Bulas, api yang sangat panas membakar mereka, dan mereka diberi minum dari perasan nanah penghuni Naar yaitu thiinatul khobal.” (HHR. At-Tirmidzi no. 2492)

Hadits 9 Siksa Pembual yang Tidak Mengamalkan Ilmunya

Dari Usamah bin Zaid (54 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ القِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ، فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ، فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الحِمَارُ بِرَحَاهُ، فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُولُونَ: أَيْ فُلاَنُ مَا شَأْنُكَ؟ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَانَا عَنِ المُنْكَرِ؟ قَالَ: كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيهِ، وَأَنْهَاكُمْ عَنِ المُنْكَرِ وَآتِيهِ»

“Seorang laki-laki didatangkan pada hari Qiyamah lalu dilemparkan ke dalam Naar, hingga usus-usus perutnya terburai di dalam Naar. Dia berputar-putar di sana sebagaimana keledai berputar mengelilingi penggilingannya. Penghuni Naar berkumpul mengelilinginya seraya berkata: ‘Wahai fulan, ada apa denganmu? Bukankah engkau dahulu menyuruh kami kepada yang ma’ruf dan melarang kami dari yang munkar?’ Dia menjawab: ‘Aku dahulu menyuruh kalian kepada yang ma’ruf tetapi aku tidak melaksanakannya, dan aku dahulu melarang kalian dari yang munkar tetapi aku justru melakukannya.’” (HR. Al-Bukhori no. 3267 dan Muslim no. 2989)

Hadits 10 Siksa Bagi Pezina Laki-Laki dan Perempuan dalam Tungku Api

﴿وَلَا تَقْرَبُوا ٱلزِّنَىٰ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَـٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sungguh zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isro’: 32)

Dari Samuroh bin Jundub (59 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda dalam hadits mimpi yang panjang:

«فَانْطَلَقْنَا، فَأَتَيْنَا عَلَى مِثْلِ التَّنُّورِ فَإِذَا فِيهِ لَغَطٌ وَأَصْوَاتٌ» قَالَ: «فَاطَّلَعْنَا فِيهِ، فَإِذَا فِيهِ رِجَالٌ وَنِسَاءٌ عُرَاةٌ، وَإِذَا هُمْ يَأْتِيهِمْ لَهَبٌ مِنْ أَسْفَلَ مِنْهُمْ، فَإِذَا أَتَاهُمْ ذَلِكَ اللَّهَبُ ضَوْضَوْا» قَالَ: «قُلْتُ لَهُمَا: مَا هَؤُلاَءِ؟ قَالاَ لِي: وَأَمَّا الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ العُرَاةُ الَّذِينَ فِي مِثْلِ بِنَاءِ التَّنُّورِ، فَإِنَّهُمُ الزُّنَاةُ وَالزَّوَانِي»

Lalu kami pun berangkat hingga sampai di sebuah bangunan serupa tungku pembakaran. Dari dalamnya terdengar suara gaduh dan teriakan. Kami lalu melihat ke dalam, dan ternyata di sana ada para lelaki dan perempuan telanjang. Tiba-tiba nyala api menyambar mereka dari arah bawah. Ketika nyala api itu mengenai mereka, mereka pun berteriak kencang. Aku bertanya kepada kedua Malaikat itu, ‘Siapa mereka ini?’ Keduanya menjawabku, ‘Adapun para lelaki dan perempuan telanjang yang berada di bangunan serupa tungku pembakaran itu, sungguh mereka adalah para pezina laki-laki dan pezina perempuan.’” (HR. Al-Bukhori no. 7047)

Hadits 11 Siksa Bagi Pemakan Riba yang Berenang di Sungai Darah

﴿ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِي يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَـٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaithon lantaran tekanan penyakit gila.” (QS. Al-Baqoroh: 275)

Dari Samuroh bin Jundub (59 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي، فَأَخْرَجَانِي إِلَى أَرْضٍ مُقَدَّسَةٍ، فَانْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى نَهَرٍ مِنْ دَمٍ فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ وَعَلَى وَسَطِ النَّهَرِ رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ حِجَارَةٌ، فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ الَّذِي فِي النَّهَرِ، فَإِذَا أَرَادَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِي فِيهِ، فَرَدَّهُ حَيْثُ كَانَ، فَجَعَلَ كُلَّمَا جَاءَ لِيَخْرُجَ رَمَى فِي فِيهِ بِحَجَرٍ، فَيَرْجِعُ كَمَا كَانَ، فَقُلْتُ مَا هَذَا؟ فَقَالَ: الَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهَرِ آكِلُ الرِّبَا»

“Malam ini aku bermimpi melihat dua orang mendatangi diriku, lalu keduanya membawaku keluar menuju tanah yang disucikan. Kami pun berangkat hingga sampai di sebuah sungai darah. Di dalam sungai itu ada seorang lelaki yang berdiri, dan di (tepi) sungai terdapat lelaki lain yang memegang batu di hadapannya. Lelaki yang berada di dalam sungai itu berenang hendak keluar. Namun, setiap kali ia berusaha keluar, lelaki yang di tepi sungai melemparkan batu tepat ke mulutnya, sehingga melemparnya kembali ke tempat semula. Setiap kali ia datang untuk keluar, lelaki itu selalu melemparkan batu ke dalam mulutnya, lalu ia pun kembali seperti semula. Aku bertanya, ‘Siapa ini?’ Ia menjawab, ‘Orang yang kamu lihat di dalam sungai itu adalah pemakan riba.’” (HR. Al-Bukhori no. 2085)

Hadits 12 Siksa Pemecah Kepala dengan Batu Bagi Pemalas Sholat Maktubah

Dari Samuroh bin Jundub (59 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«وَإِنَّا أَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُضْطَجِعٍ، وَإِذَا آخَرُ قَائِمٌ عَلَيْهِ بِصَخْرَةٍ، وَإِذَا هُوَ يَهْوِي بِالصَّخْرَةِ لِرَأْسِهِ فَيَثْلَغُ رَأْسَهُ، فَيَتَدَهْدَهُ الحَجَرُ هَا هُنَا، فَيَتْبَعُ الحَجَرَ فَيَأْخُذُهُ، فَلاَ يَرْجِعُ إِلَيْهِ حَتَّى يَصِحَّ رَأْسُهُ كَمَا كَانَ، ثُمَّ يَعُودُ عَلَيْهِ فَيَفْعَلُ بِهِ مِثْلَ مَا فَعَلَ المَرَّةَ الأُولَى» قَالَ: «قُلْتُ لَهُمَا: سُبْحَانَ اللَّهِ مَا هَذَانِ؟» قَالَ: «قَالاَ لِي: أَمَّا الرَّجُلُ الأَوَّلُ الَّذِي أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُثْلَغُ رَأْسُهُ بِالحَجَرِ، فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَأْخُذُ القُرْآنَ فَيَرْفُضُهُ وَيَنَامُ عَنِ الصَّلاَةِ المَكْتُوبَةِ»

“Kami mendatangi seorang lelaki yang sedang berbaring, sementara ada orang lain yang berdiri di atasnya sambil memegang batu besar. Orang itu lalu menjatuhkan batu besar tersebut ke kepalanya hingga menghancurkan kepalanya. Batu itu pun menggelinding ke sana. Ia lalu mengejar batu itu dan mengambilnya kembali. Sebelum ia kembali kepadanya, kepala lelaki yang pecah itu sudah pulih seperti semula. Kemudian orang itu kembali melakukannya sebagaimana yang ia perbuat pada kali yang pertama. Aku bertanya kepada kedua Malaikat itu, ‘Subhanalloh, siapa dua orang ini?’ Keduanya menjawabku, ‘Adapun lelaki pertama yang kamu datangi, yang kepalanya dihancurkan dengan batu, sungguh ia adalah orang yang mengambil Al-Qur’an lalu membuangnya, dan ia tidur meninggalkan Sholat fardhu.’” (HR. Al-Bukhori no. 7047)

Hadits 13 Siksa Bagi Pengambil Tanah Tanpa Hak Dijepit 7 Lapis Bumi

Dari Abdulloh bin ‘Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh bersabda:

«مَنْ أَخَذَ مِنَ الْأَرْضِ شَيْئًا بِغَيْرِ حَقِّهِ خُسِفَ بِهِ يَوْمَ القِيَامَةِ إِلَى سَبْعِ أَرَضِينَ»

“Siapa yang mengambil tanah sedikit saja tanpa haknya, niscaya dia akan dibenamkan dengannya pada hari Qiyamah sampai ke 7 lapis bumi.” (HR. Al-Bukhori no. 2454)

Hadits 14 Siksa Kalung Api Bagi Penggelap Ghonimah

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Kami keluar bersama Rosululloh pada hari Perang Khoibar. Kami tidak mendapatkan ghonimah berupa emas maupun perak, melainkan hanya harta kekayaan, pakaian, dan barang-barang perbekalan. Kemudian seorang lelaki dari Bani Adh-Dhubaib yang bernama Rifa’ah bin Zaid menghadiahkan seorang budak bernama Mid’am kepada Rosululloh . Rosululloh lalu bertolak menuju Wadi Al-Quro. Hingga ketika tiba di Wadi Al-Quro, saat Mid’am sedang menurunkan perbekalan Rosululloh tiba-tiba sebuah anak panah sasar membenturnya hingga membunuhnya. Orang-orang pun berkata, “Selamat baginya mendapat Jannah!” Maka Rosululloh bersabda:

«كَلَّا، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّ الشَّمْلَةَ الَّتِي أَخَذَهَا يَوْمَ خَيْبَرَ مِنَ المَغَانِمِ، لَمْ تُصِبْهَا المَقَاسِمُ، لَتَشْتَعِلُ عَلَيْهِ نَارًا»

“Sekali-kali tidak! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kain mantel yang ia ambil dari ghonimah pada hari Perang Khoibar sebelum dibagi-bagikan, sungguh menyala-nyala membakar dirinya dengan Naar.”

Ketika orang-orang mendengar hal itu, datanglah seorang lelaki membawa satu atau dua tali sandal kepada Nabi . Beliau lalu bersabda:

«شِرَاكٌ مِنْ نَارٍ - أَوْ: شِرَاكَانِ مِنْ نَارٍ»

“Satu tali sandal dari Naar —atau: dua tali sandal dari Naar.” (HR. Al-Bukhori no. 6707 dan Muslim no. 115)

Hadits 15 Siksa Pemakan Harta Anak Yatim Dijejali Api dalam Perut

﴿إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلْيَتَـٰمَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا

“Sungguh orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zholim, sebenarnya mereka itu hanyalah menelan api dalam perutnya dan mereka kelak akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.” (QS. An-Nisa’: 10)

Dari Abu Barzah Al-Aslami (65 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«يَبْعَثُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَوْمًا مِنْ قُبُورِهِمْ تَأَجَّجُ أَفْوَاهُهُمْ نَارًا» فَقِيلَ: مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَقَالَ: «أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَقُولُ: ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا»

“Pada hari Qiyamah kelak, ada sekelompok orang yang dibangkitkan dari kubur mereka dalam keadaan mulut mereka berkobar-kobar menyalakan api.” Ketika ditanyakan siapakah mereka wahai Rosululloh, beliau menjawab: “Tidakkah kamu melihat Alloh berfirman: ‘Sungguh orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zholim, sungguh mereka itu hanyalah menelan api ke dalam perut mereka.’” (HR. Abu Ya’la no. 7440 dan Ibnu Hibban no. 5566. Lemah sekali)

Hadits 16 Siksa Penggambar Makhluk Bernyawa Ditiupkan Ruh Lalu Diazab

Dari Abdulloh bin Mas’ud (32 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ القِيَامَةِ المُصَوِّرُونَ»

“Sungguh manusia yang paling keras siksaannya di sisi Alloh pada hari Qiyamah adalah para penggambar (makhluk bernyawa).” (HR. Al-Bukhori no. 5950 dan Muslim no. 2109)

Hadits 17 Siksa Pengintip Rumah Orang Tanpa Izin Dituangi Timah Panas

Dari Anas bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«مَنِ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ، وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ، أَوْ يَفِرُّونَ مِنْهُ، صُبَّ فِي أُذُنِهِ الآنُكُ يَوْمَ القِيَامَةِ»

“Siapa yang mendengarkan pembicaraan suatu kaum padahal mereka benci atau lari darinya, niscaya dituangkan timah meleleh ke dalam kedua telinganya pada hari Qiyamah.” (HR. Al-Bukhori no. 7042)

Hadits 18 Siksa Pemilik Unta yang Tidak Menunaikan Zakat Diserunduk dan Diinjak

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«وَلَا صَاحِبُ إِبِلٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا، وَمِنْ حَقِّهَا حَلَبُهَا يَوْمَ وِرْدِهَا، إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ، بُطِحَ لَهَا بِقَاعٍ قَرْقَرٍ، أَوْفَرَ مَا كَانَتْ، لَا يَفْقِدُ مِنْهَا فَصِيلًا وَاحِدًا، تَطَؤُهُ بِأَخْفَافِهَا وَتَعَضُّهُ بِأَفْوَاهِهَا، كُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ أُولَاهَا رُدَّ عَلَيْهِ أُخْرَاهَا، فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ، حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ، فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِمَّا إِلَى النَّارِ»

“Tidak ada seorang pun pemilik unta yang tidak menunaikan haknya (Zakatnya)—dan di antara haknya adalah memerah susunya pada hari unta itu didatangkan ke tempat minum—melainkan kelak pada hari Qiyamah ia akan ditelentangkan di tanah lapang yang sangat datar untuk unta-untanya. Unta-unta itu didatangkan dalam keadaan paling gemuk dan lengkap, tanpa berkurang seekor anak unta pun. Unta-unta itu menginjak-injak dirinya dengan telapak kakinya dan menggigitnya dengan mulutnya. Setiap kali rombongan yang depan selesai melintasinya, rombongan yang belakang dikembalikan lagi kepadanya. Hal itu terjadi pada suatu hari yang kadarnya 50.000 tahun, hingga ditetapkan keputusan di antara para hamba, lalu ia melihat jalannya menuju ke Jannah atau ke Naar.” (HR. Muslim no. 987)

Hadits 19 Siksa Penimbun Harta Berupa Ular Jantan Beracun Mematikan

﴿وَلاَ يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ هُوَ خَيْرًا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِۦ يَوْمَ ٱلْقِيَامَةِ

“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang bakhil dengan harta yang Alloh berikan kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, padahal kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di leher mereka pada hari Qiyamah.” (QS. Ali ‘Imron: 180)

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا، فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ، ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ - يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ - ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ، ثُمَّ تَلاَ: ﴿وَلاَ يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ الآيَةَ»

“Siapa yang diberi harta oleh Alloh lalu tidak menunaikan zakatnya, niscaya hartanya diserupakan padanya pada hari Qiyamah sebagai ular jantan yang gundul yang memiliki dua titik hitam di atas matanya, lalu dikalungkan di lehernya pada hari Qiyamah, kemudian ular itu mematuk kedua pipinya seraya berkata: ‘Aku adalah hartamu, aku adalah simpananmu’.” Lalu beliau membaca ayat di atas. (HR. Al-Bukhori no. 1403)

Hadits 20 Siksa Penolak Zakat Emas dan Perak Ditempelkan Lempengan Besi Panas

﴿يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَـٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

“Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam Naar Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka seraya dikatakan: ‘Inilah harta simpananmu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu’.” (QS. At-Taubah: 35)

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ، لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا، إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ، صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ، فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ، فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ، كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ، فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ، حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ، فَيَرَى سَبِيلَهُ، إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِمَّا إِلَى النَّارِ»

“Tidak ada seorang pun pemilik emas atau perak yang tidak menunaikan haknya, melainkan kelak pada hari Qiyamah akan dibuatkan untuknya lempengan-lempengan dari api, lalu dipanaskan di dalam Naar Jahannam. Kemudian dilambung, dahi, dan punggungnya dibakar dengan lempengan itu. Setiap kali lempengan tersebut mendingin, akan dipanaskan kembali untuknya pada suatu hari yang kadarnya 50.000 tahun, hingga ditetapkan keputusan di antara para hamba, lalu ia melihat jalannya menuju ke Jannah atau ke Naar.” (HR. Muslim no. 987)

Hadits 21 Siksa Pemutus Tali Silaturrohim Tidak Masuk Jannah dan Terhalang

Dari Jubair bin Mut’im (59 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ»

“Siapa yang memutuskan silaturrohim tidak akan masuk Jannah.” (HR. Al-Bukhori no. 5984 dan Muslim no. 2556)

Hadits 22 Siksa Orang Bermuka Dua dengan Dua Lidah Api

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«مَنْ كَانَ لَهُ وَجْهَانِ فِي الدُّنْيَا، كَانَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِسَانَانِ مِنْ نَارٍ»

“Siapa yang memiliki dua wajah di dunia, niscaya dia memiliki dua lidah dari api pada hari Qiyamah.” (HSR. Abu Dawud no. 4873)

Hadits 23 Siksa Suami yang Tidak Adil Kepada Istri-Istrinya

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا، جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ»

“Siapa yang memiliki dua istri lalu dia cenderung kepada salah satunya, dia akan datang pada hari Qiyamah dalam keadaan pundak/badannya miring sebelah.” (HSR. Abu Dawud no. 2133)

Hadits 24 Siksa Penguasa Zholim dan Penipu Rakyat

Dari Ma’qil bin Yasar (60 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللهُ رَعِيَّةً، يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ، إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ»

“Tidak ada seorang hamba pun yang diserahi kepemimpinan oleh Alloh atas rakyatnya, lalu dia mati pada hari matinya dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Alloh mengharomkan Jannah atasnya.” (HR. Al-Bukhori no. 7150 dan lafazh Muslim no. 142)

Hadits 25 Siksa Pengambil Hak Muslim dengan Sumpah Palsu

Dari Abdulloh bin Mas’ud (32 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ وَهُوَ فِيهَا فَاجِرٌ، لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ، لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ»

“Siapa yang bersumpah dengan sumpah paksaan untuk mengambil harta seorang Muslim padahal dia dusta padanya, dia akan bertemu dengan Alloh dalam keadaan Alloh murka kepadanya.” (HR. Al-Bukhori no. 2666 dan Muslim no. 138)

Hadits 26 Siksa Bunuh Diri Menggunakan Besi Dipatukkan ke Perut Sendiri

﴿وَلاَ تَقْتُلُوٓا أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sungguh Alloh Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa’: 29)

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ، فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا»

“Siapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besinya akan berada di tangannya yang dia tancapkan ke perutnya di dalam api Jahannam, dia kekal di dalamnya selamanya.” (HR. Al-Bukhori no. 5778 dan Muslim no. 109)

Hadits 27 Siksa Membunuh Diri dengan Melompat dari Gunung

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا»

“Siapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung hingga membunuh dirinya, maka dia berada di dalam api Jahannam menjatuhkan dirinya di sana kekal selamanya.” (HR. Al-Bukhori no. 5778 dan Muslim no. 109)

Hadits 28 Siksa Membunuh Diri dengan Meminum Racun

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«مَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا»

“Siapa yang meminum racun hingga membunuh dirinya, maka racunnya akan berada di tangannya yang diteguknya di dalam Naar Jahannam kekal selamanya.” (HR. Al-Bukhori no. 5778 dan Muslim no. 109)

Hadits 29 Siksa Pembunuh Mu’min Secara Sengaja

﴿وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَـٰلِدًا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًا

“Dan siapa yang membunuh seorang Mu’min secara sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, dia kekal di dalamnya dan Alloh murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa’: 93)

Dari Ibnu ‘Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh bersabda:

«لَنْ يَزَالَ المُؤْمِنُ فِي فُسْحَةٍ مِنْ دِينِهِ، مَا لَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا»

“Seorang Mu’min akan senantiasa berada dalam kelapangan agamanya selama dia tidak menumpahkan darah yang harom.” (HR. Al-Bukhori no. 6862)

Hadits 30 Siksa Orang yang Menyakiti Tetangganya

Dari Abu Shuroih (68 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ» قِيلَ: وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ»

“Demi Alloh tidak beriman, demi Alloh tidak beriman, demi Alloh tidak beriman.” Ditanyakan: “Siapa wahai Rosululloh?” Beliau bersabda: “Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan-kejahatannya.” (HR. Al-Bukhori no. 6016)

Hadits 31 Siksa Pemakai Isbal yang Menyeret Pakaian dengan Sombong

Dari Abu Dzarr (32 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ» قَالَ: فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللهِ ثَلَاثَ مِرَارًا، قَالَ أَبُو ذَرٍّ: خَابُوا وَخَسِرُوا، مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: «الْمُسْبِلُ، وَالْمَنَّانُ، وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ»

“Ada 3 kelompok yang Alloh tidak akan berbicara kepada mereka pada hari Qiyamah, tidak melihat kepada mereka, tidak mensucikan mereka, dan bagi mereka siksa yang pedih.” Beliau mengulangnya 3 kali. Abu Dzarr berkata: “Rugi dan celaka mereka, siapa mereka wahai Rosululloh?” Beliau bersabda: “Orang yang melakukan isbal (menjelujurkan kain melewati mata kaki), orang yang suka menyebut-nyebut pemberian, dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim no. 106)

Hadits 32 Siksa Tumit yang Tidak Terkena Air Wudhu

Dari Abdulloh bin ‘Amr (65 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh bersabda:

«وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ»

“Celakalah tumit-tumit (yang tidak terbasah air wudhu) dari siksa Naar.” (HR. Al-Bukhori no. 60 dan Muslim no. 241)

Hadits 33 Siksa Pegawai Bea Cukai dan Pemungut Liar

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir (58 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ صَاحِبُ مَكْسٍ»

“Tidak akan masuk Jannah pemungut cukai (pajak).” (HR. Abu Dawud no. 2937)

Ia dishohihkan: Ibnu Khuzaimah, Al-Hakim, As-Suyuthi, Az-Zuroqi, Abdul Haq Al-Isybili, Muhammad Jarulloh As-Sho’di, Al-Aini. Ia dihasankan: Abu Dawud, Ibnu Hajar, Al-Arnauth.

Hadits 34 Siksa Penyiksa Binatang Dengan Mengurungnya Tanpa Makan

Dari Abdulloh bin ‘Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh bersabda:

«عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لاَ هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ سَقَتْهَا، إِذْ حَبَسَتْهَا، وَلاَ هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ»

“Seorang wanita disiksa disebabkan seekor kucing yang dikurungnya hingga mati, lalu wanita itu masuk Naar karenanya; dia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan tidak pula melepasnya memakan serangga bumi.” (HR. Al-Bukhori no. 3482 dan Muslim no. 2242)

Hadits 35 Siksa Penghina dan Pencela Keturunan Serta Meratap

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«اثْنَتَانِ فِي النَّاسِ هُمَا بِهِمْ كُفْرٌ: الطَّعْنُ فِي النَّسَبِ وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ»

“Dua perkara pada manusia yang menyebabkan kufur: mencela keturunan dan meratapi mayit.” (HR. Muslim no. 67)

Hadits 36 Siksa Pendusta yang Menolak Taubat dan Mengaku Mimpi Palsu

Dari Ibnu ‘Abbas (68 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh bersabda:

«وَمَنْ تَحَلَّمَ بِحُلْمٍ لَمْ يَرَهُ كُلِّفَ أَنْ يَعْقِدَ بَيْنَ شَعِيرَتَيْنِ، وَلَنْ يَفْعَلَ»

“Siapa yang mengaku-aku bermimpi dengan mimpi yang tidak dilihatnya, dia akan dibebani untuk mengikat dua biji gandum, dan dia tidak akan mampu melakukannya.” (HR. Al-Bukhori no. 7042)

«النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا، تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ، وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ»

“Wanita yang meratap, apabila tidak bertaubat sebelum matinya, maka kelak pada hari Qiyamah ia akan dibangkitkan dalam keadaan mengenakan pakaian (sirbal) dari tembaga yang meleleh dan baju besi dari penyakit kudis.” (HR. Muslim no. 934)

«مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ، وَهُوَ يَعْلَمُ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ»

“Siapa yang mengklaim menasabkan diri kepada selain bapaknya, padahal ia mengetahui bahwa dia bukan bapaknya, maka Jannah haram baginya.” (HR. Al-Bukhori no. 4326 dan Muslim no. 63)

Serta riwayat lain dengan lafazh yang menegaskan ancaman laknat dan siksa:

«مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ، أَوِ انْتَمَى إِلَى غَيْرِ مَوَالِيهِ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ، لَا يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَرْفًا، وَلَا عَدْلًا»

“Siapa yang menasabkan diri kepada selain bapaknya, atau menyandarkan diri kepada selain tuan-tuannya (bebasan walanya), maka baginya laknat Alloh, para Malaikat, dan seluruh manusia. Alloh tidak akan menerima amalan wajib maupun amalan sunnah darinya pada hari Qiyamah.” (HR. Muslim no. 1370)

Hadits 37 Siksa Pembuat Fitnah dan Adu Domba

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman (36 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَتَّاتٌ»

“Tidak akan masuk Jannah orang yang suka mengadu domba (namimah).” (HR. Al-Bukhori no. 6056 dan Muslim no. 105)

Hadits 38 Siksa Penolak Hukum Alloh dan Pembela Kebatilan

Dari Ibnu ‘Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh bersabda:

«مَنْ حَالَتْ شَفَاعَتُهُ دُونَ حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ، فَقَدْ ضَادَّ اللَّهَ، وَمَنْ خَاصَمَ فِي بَاطِلٍ وَهُوَ يَعْلَمُهُ، لَمْ يَزَلْ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ عَنْهُ، وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ»

“Siapa yang pembelaannya (syafaatnya) menghalangi ditegakkannya salah satu hukuman dari hukuman-hukuman Alloh, sungguh ia telah menentang Alloh. Siapa yang membela dalam kebatilan padahal ia mengetahuinya, ia senantiasa berada dalam kemurkaan Alloh hingga ia meninggalkannya. Dan siapa yang mengatakan tentang diri seorang Mu’min sesuatu yang tidak ada padanya, Alloh akan menempatkannya di rodghotul khobal (lumpur nanah dan keringat penghuni Naar) hingga ia mempertanggungjawabkan ucapan yang ia katakan.” (HSR. Abu Dawud no. 3597 dan Ahmad no. 5385)

Hadits 39 Siksa Istri yang Kufur Hak Suami dan Suka Melaknat

Dari Abu Sa’id Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ» فَقُلْنَ: وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وَتَكْفُرْنَ العَشِيرَ»

“Wahai sekalian wanita bersedekahlah, sungguh diperlihatkan kepadaku kalian adalah mayoritas penghuni Naar.” Mereka bertanya: “Mengapa wahai Rosululloh?” Beliau bersabda: “Kalian banyak melaknat dan kufur terhadap kebaikan suami.” (HR. Al-Bukhori no. 304)

Hadits 40 Siksa Penyeru Kepadatan Bid’ah dan Kesesatan

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا»

“Siapa yang menyeru kepada kesesatan, dia mendapat dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim no. 2674)

Penutup

Demikianlah penyusunan 40 Hadits pilihan mengenai bentuk-bentuk adzab dan siksa di Naar beserta ayat-ayat pendukungnya. Semoga risalah ringkas ini dapat membuka mata hati dan memotivasi untuk senantiasa bertaubat, mendekatkan diri kepada Alloh , serta menjauhi segala larangan-Nya.[NK]

Unduh PDF dan Word

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Kuliah Online Gratis S1 dan S2 Dibuka!!!

Full Bahasa Arob!

Jika belum mahir bahasa Arob, klik sini