[PDF] ARBAIN Ragam Siksa Neraka - Nor Kandir
ARBAIN
Ragam Siksa Neraka
Penulis: Nor Kandir, ST., BA., MA
Penerbit: Pustaka Syabab Surabaya
Halaman: 80
Cetakan: Ke-1, 1448 H (2026)
Lisensi: www.terjemahmatan.com
Belanja Ebook: https://lynk.id/pustakasyabab
Muqoddimah
﷽
Buku ini
disusun untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai pelbagai bentuk balasan
dan adzab di Naar. Semoga risalah ini menjadi sarana taqwa dan pembenteng diri
dari perbuatan zholim serta maksiat.
Hadits 1 Siksa Paling Ringan di
Naar
Alloh
berfirman:
﴿إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا بِـَٔايَـٰتِنَا سَوْفَ
نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَـٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا
لِيَذُوقُوا ٱلْعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا﴾
“Sungguh orang-orang
yang kafir kepada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam Naar. Setiap
kali kulit mereka hangus terbakar, Kami ganti dengan kulit yang lain agar
mereka merasakan siksa. Sungguh Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.
An-Nisa’: 56)
Dari Nu’man
bin Basyir (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ لَرَجُلٌ، تُوضَعُ فِي أَخْمَصِ
قَدَمَيْهِ جَمْرَةٌ، يَغْلِي مِنْهَا دِمَاغُهُ»
“Sungguh
siksa penghuni Naar yang paling ringan pada hari Qiyamah adalah seorang
laki-laki yang diletakkan bongkah bara api di bawah lekukan kedua telapak
kakinya, lalu otaknya mendidih disebabkan itu.” (HR. Al-Bukhori no. 6561 dan
Muslim no. 213)
Hadits 2 Makanan Penghuni Naar
Berupa Zaqqum
﴿إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ ۞ طَعَامُ ٱلأَثِيمِ ۞ كَٱلْمُهْلِ يَغْلِي فِي ٱلْبُطُونِ ۞ كَغَلْيِ ٱلْحَمِيمِ﴾
“Sungguh
pohon Zaqqum itu adalah makanan bagi orang yang banyak berbuat dosa. Ia
bagaikan cairan tembaga mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang
sangat panas.” (QS. Ad-Dukhon: 43-46)
Dari Ibnu ‘Abbas
(68 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh ﷺ bersabda:
«لَوْ
أَنَّ قَطْرَةً مِنَ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ فِي دَارِ الدُّنْيَا لَأَفْسَدَتْ عَلَى
أَهْلِ الدُّنْيَا مَعَايِشَهُمْ، فَكَيْفَ بِمَنْ يَكُونُ طَعَامَهُ؟»
“Seandainya
satu tetes dari pohon Zaqqum diteteskan ke dunia, niscaya akan merusak
penghidupan penduduk dunia. Maka bagaimana dengan orang yang Zaqqum menjadi
makanan pokoknya?” (HSR. At-Tirmidzi no. 2585)
Hadits 3 Minuman Berupa Air
Mendidih yang Memotong Usus
﴿وَسُقُوا مَآءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَآءَهُم﴾
“Dan mereka
diberi minum dengan air yang mendidih hingga memotong usus-usus mereka.” (QS.
Muhammad: 15)
Dari Abu
Umamah (86 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda tentang firman Alloh
ﷻ
“dan dia diberi
minum dengan air nanah”:
«يُقَرَّبُ
إِلَى فِيهِ فَيَكْرَهُهُ، فَإِذَا أُدْنِيَ مِنْهُ شَوَى وَجْهَهُ وَوَقَعَتْ فَرْوَةُ
رَأْسِهِ، فَإِذَا شَرِبَهُ قَطَّعَ أَمْعَاءَهُ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ دُبُرِهِ»
“Air itu
didekatkan ke mulutnya lalu dia membencinya. Apabila mendekat, air itu
memanggang wajahnya dan membuat kulit kepalanya mengelupas. Apabila dia
meminumnya, air itu memotong usus-ususnya hingga keluar dari duburnya.” (HR.
At-Tirmidzi no. 2583)
Hadits 4 Minuman dari Perasan
Keringat dan Nanah Penghuni Naar
﴿مِّن وَرَآئِهِۦ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِن مَّآءٍ صَدِيدٍ﴾
“Di
hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minum dengan air nanah.” (QS.
Ibrohim: 16)
Dari Jabir bin
Abdillah (78 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh ﷺ bersabda:
«كُلُّ
مُسْكِرٍ حَرَامٌ، إِنَّ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ الْمُسْكِرَ
أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الْخَبَالِ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا طِينَةُ
الْخَبَالِ؟ قَالَ: «عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ» أَوْ «عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ»
“Setiap
yang memabukkan adalah harom. Sungguh Alloh ‘Azza wa Jalla memiliki
janji untuk siapa yang meminum khomr bahwa Dia akan memberinya minum dari thiinatul
khobal.” Para Shohabat bertanya: “Wahai Rosululloh, apa itu thiinatul
khobal?” Beliau bersabda: “Keringat penghuni Naar -atau perasan nanah
penghuni Naar-.” (HR. Muslim no. 2002)
Hadits 5 Pakaian dari Tembaga
Panas dan Api
﴿قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ
مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ ٱلْحَمِيمُ﴾
“Akan
dipotongkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api Naar, dan disiramkan air yang
mendidih dari atas kepala mereka.” (QS. Al-Hajj: 19)
Dari Abu
Malik Al-Asy’ari (18 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«النَّائِحَةُ
إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا، تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ
مِنْ قَطِرَانٍ، وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ»
“Wanita
yang meratap apabila tidak bertaubat sebelum matinya, dia akan dibangkitkan
pada hari Qiyamah dalam keadaan memakai pakaian dari tembaga panas dan baju
kurung dari penyakit kudis.” (HR. Muslim no. 934)
Hadits 6 Pembesaran Tubuh Penghuni
Naar Agar Siksa Makin Dahsyat
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«ضِرْسُ
الْكَافِرِ، أَوْ نَابُ الْكَافِرِ، مِثْلُ أُحُدٍ وَغِلَظُ جِلْدِهِ مَسِيرَةُ ثَلَاثٍ»
“Gigi
geraham orang kafir -atau gigi taringnya- besarnya seperti gunung Uhud, dan
tebal kulitnya sejalanan 3 hari.” (HR. Muslim no. 2851)
Hadits 7 Tempat Duduk Penghuni Naar
yang Sangat Luas
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
مَجْلِسَهُ مِنْ جَهَنَّمَ كَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَالمَدِينَةِ»
“Tempat
duduk orang kafir di Jahannam jaraknya sejauh antara Makkah dan Madinah.” (HSR.
At-Tirmidzi no. 2577)
Hadits 8 Siksa Bagi Orang Sombong
Ditapak Tangan Berupa Semut Kecil
﴿أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْمُتَكَبِّرِينَ﴾
“Bukankah
di dalam Jahannam ada tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri?”
(QS. Az-Zumar: 60)
Dari
Abdulloh bin ‘Amr bin Al-‘Ash (65 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh ﷺ bersabda:
«يُحْشَرُ
المُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمُ
الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ، فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ
تَعْلُوهُمْ نَارُ الأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ
الخَبَالِ»
“Orang-orang
sombong akan dikumpulkan pada hari Qiyamah seperti semut-semut kecil dalam rupa
manusia. Kehinaan melingkupi mereka dari setiap tempat. Lalu mereka digiring ke
penjara di Jahannam yang dinamakan Bulas, api yang sangat panas membakar
mereka, dan mereka diberi minum dari perasan nanah penghuni Naar yaitu thiinatul
khobal.” (HHR. At-Tirmidzi no. 2492)
Hadits 9 Siksa Pembual yang Tidak
Mengamalkan Ilmunya
Dari Usamah
bin Zaid (54 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«يُجَاءُ
بِالرَّجُلِ يَوْمَ القِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ، فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ
فِي النَّارِ، فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الحِمَارُ بِرَحَاهُ، فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ
عَلَيْهِ فَيَقُولُونَ: أَيْ فُلاَنُ مَا شَأْنُكَ؟ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ
وَتَنْهَانَا عَنِ المُنْكَرِ؟ قَالَ: كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيهِ،
وَأَنْهَاكُمْ عَنِ المُنْكَرِ وَآتِيهِ»
“Seorang
laki-laki didatangkan pada hari Qiyamah lalu dilemparkan ke dalam Naar, hingga
usus-usus perutnya terburai di dalam Naar. Dia berputar-putar di sana
sebagaimana keledai berputar mengelilingi penggilingannya. Penghuni Naar
berkumpul mengelilinginya seraya berkata: ‘Wahai fulan, ada apa denganmu?
Bukankah engkau dahulu menyuruh kami kepada yang ma’ruf dan melarang kami dari
yang munkar?’ Dia menjawab: ‘Aku dahulu menyuruh kalian kepada yang ma’ruf tetapi
aku tidak melaksanakannya, dan aku dahulu melarang kalian dari yang
munkar tetapi aku justru melakukannya.’” (HR. Al-Bukhori no. 3267 dan Muslim
no. 2989)
Hadits 10 Siksa Bagi Pezina
Laki-Laki dan Perempuan dalam Tungku Api
﴿وَلَا تَقْرَبُوا ٱلزِّنَىٰ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَـٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا﴾
“Dan
janganlah kalian mendekati zina; sungguh zina itu adalah suatu perbuatan keji
dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isro’: 32)
Dari Samuroh bin Jundub (59 H) rodhiyallahu ‘anhu,
Rosululloh ﷺ bersabda dalam hadits
mimpi yang panjang:
«فَانْطَلَقْنَا،
فَأَتَيْنَا عَلَى مِثْلِ التَّنُّورِ فَإِذَا فِيهِ لَغَطٌ وَأَصْوَاتٌ» قَالَ: «فَاطَّلَعْنَا
فِيهِ، فَإِذَا فِيهِ رِجَالٌ وَنِسَاءٌ عُرَاةٌ، وَإِذَا هُمْ يَأْتِيهِمْ لَهَبٌ
مِنْ أَسْفَلَ مِنْهُمْ، فَإِذَا أَتَاهُمْ ذَلِكَ اللَّهَبُ ضَوْضَوْا» قَالَ: «قُلْتُ
لَهُمَا: مَا هَؤُلاَءِ؟ قَالاَ لِي: وَأَمَّا الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ العُرَاةُ الَّذِينَ
فِي مِثْلِ بِنَاءِ التَّنُّورِ، فَإِنَّهُمُ الزُّنَاةُ وَالزَّوَانِي»
“Lalu
kami pun berangkat hingga sampai di sebuah bangunan serupa tungku pembakaran.
Dari dalamnya terdengar suara gaduh
dan teriakan. Kami lalu
melihat ke dalam, dan
ternyata di sana ada para lelaki dan perempuan telanjang. Tiba-tiba nyala api
menyambar mereka dari arah bawah. Ketika nyala api itu mengenai mereka, mereka
pun berteriak kencang. Aku bertanya kepada kedua Malaikat itu, ‘Siapa mereka
ini?’ Keduanya menjawabku, ‘Adapun para lelaki dan perempuan telanjang yang
berada di bangunan serupa tungku pembakaran itu, sungguh mereka adalah para
pezina laki-laki dan pezina perempuan.’” (HR. Al-Bukhori no. 7047)
Hadits 11 Siksa Bagi Pemakan Riba
yang Berenang di Sungai Darah
﴿ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ
ٱلَّذِي يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَـٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ﴾
“Orang-orang
yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang
kemasukan syaithon lantaran tekanan penyakit gila.” (QS. Al-Baqoroh: 275)
Dari
Samuroh bin Jundub (59 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«رَأَيْتُ
اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي، فَأَخْرَجَانِي إِلَى أَرْضٍ مُقَدَّسَةٍ، فَانْطَلَقْنَا
حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى نَهَرٍ مِنْ دَمٍ فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ وَعَلَى وَسَطِ النَّهَرِ
رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ حِجَارَةٌ، فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ الَّذِي فِي النَّهَرِ، فَإِذَا
أَرَادَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِي فِيهِ، فَرَدَّهُ حَيْثُ
كَانَ، فَجَعَلَ كُلَّمَا جَاءَ لِيَخْرُجَ رَمَى فِي فِيهِ بِحَجَرٍ، فَيَرْجِعُ كَمَا
كَانَ، فَقُلْتُ مَا هَذَا؟ فَقَالَ: الَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهَرِ آكِلُ الرِّبَا»
“Malam ini
aku bermimpi melihat dua orang mendatangi diriku, lalu keduanya membawaku
keluar menuju tanah yang disucikan. Kami pun berangkat hingga sampai di sebuah
sungai darah. Di dalam sungai itu ada seorang lelaki yang berdiri, dan di (tepi)
sungai terdapat lelaki lain yang memegang batu di hadapannya. Lelaki yang
berada di dalam sungai itu berenang hendak keluar. Namun, setiap kali ia berusaha
keluar, lelaki yang di tepi sungai melemparkan batu tepat ke mulutnya, sehingga
melemparnya kembali ke tempat semula. Setiap kali ia datang untuk keluar,
lelaki itu selalu melemparkan batu ke dalam mulutnya, lalu ia pun kembali
seperti semula. Aku bertanya, ‘Siapa ini?’ Ia menjawab, ‘Orang yang kamu lihat
di dalam sungai itu adalah pemakan riba.’” (HR. Al-Bukhori no. 2085)
Hadits 12 Siksa Pemecah Kepala
dengan Batu Bagi Pemalas Sholat Maktubah
Dari
Samuroh bin Jundub (59 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«وَإِنَّا
أَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُضْطَجِعٍ، وَإِذَا آخَرُ قَائِمٌ عَلَيْهِ بِصَخْرَةٍ، وَإِذَا
هُوَ يَهْوِي بِالصَّخْرَةِ لِرَأْسِهِ فَيَثْلَغُ رَأْسَهُ، فَيَتَدَهْدَهُ الحَجَرُ
هَا هُنَا، فَيَتْبَعُ الحَجَرَ فَيَأْخُذُهُ، فَلاَ يَرْجِعُ إِلَيْهِ حَتَّى يَصِحَّ
رَأْسُهُ كَمَا كَانَ، ثُمَّ يَعُودُ عَلَيْهِ فَيَفْعَلُ بِهِ مِثْلَ مَا فَعَلَ المَرَّةَ
الأُولَى» قَالَ: «قُلْتُ لَهُمَا: سُبْحَانَ اللَّهِ مَا هَذَانِ؟» قَالَ: «قَالاَ
لِي: أَمَّا الرَّجُلُ الأَوَّلُ الَّذِي أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُثْلَغُ رَأْسُهُ بِالحَجَرِ،
فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَأْخُذُ القُرْآنَ فَيَرْفُضُهُ وَيَنَامُ عَنِ الصَّلاَةِ المَكْتُوبَةِ»
“Kami
mendatangi seorang lelaki yang sedang berbaring, sementara ada orang lain yang
berdiri di atasnya sambil memegang batu besar. Orang itu lalu menjatuhkan batu
besar tersebut ke kepalanya hingga menghancurkan kepalanya. Batu itu pun
menggelinding ke sana. Ia lalu mengejar batu itu dan mengambilnya kembali.
Sebelum ia kembali kepadanya, kepala lelaki yang pecah itu sudah pulih seperti
semula. Kemudian orang itu kembali melakukannya sebagaimana yang ia perbuat
pada kali yang pertama. Aku bertanya kepada kedua Malaikat itu, ‘Subhanalloh,
siapa dua orang ini?’ Keduanya menjawabku, ‘Adapun lelaki pertama yang kamu
datangi, yang kepalanya dihancurkan dengan batu, sungguh ia adalah orang yang
mengambil Al-Qur’an lalu membuangnya, dan ia tidur meninggalkan Sholat fardhu.’”
(HR. Al-Bukhori no. 7047)
Hadits 13 Siksa Bagi Pengambil
Tanah Tanpa Hak Dijepit 7 Lapis Bumi
Dari
Abdulloh bin ‘Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
أَخَذَ مِنَ الْأَرْضِ شَيْئًا بِغَيْرِ حَقِّهِ خُسِفَ بِهِ يَوْمَ القِيَامَةِ إِلَى
سَبْعِ أَرَضِينَ»
“Siapa yang
mengambil tanah sedikit saja tanpa haknya, niscaya dia akan dibenamkan
dengannya pada hari Qiyamah sampai ke 7 lapis bumi.” (HR. Al-Bukhori no.
2454)
Hadits 14 Siksa Kalung Api Bagi
Penggelap Ghonimah
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Kami keluar bersama
Rosululloh ﷺ pada hari Perang Khoibar. Kami tidak mendapatkan ghonimah berupa emas
maupun perak, melainkan hanya harta kekayaan, pakaian, dan barang-barang
perbekalan. Kemudian seorang lelaki dari Bani Adh-Dhubaib yang bernama Rifa’ah
bin Zaid menghadiahkan seorang budak bernama Mid’am kepada Rosululloh ﷺ. Rosululloh ﷺ lalu bertolak menuju Wadi Al-Quro.
Hingga ketika tiba di Wadi Al-Quro, saat Mid’am sedang menurunkan perbekalan
Rosululloh ﷺ tiba-tiba sebuah anak panah sasar membenturnya hingga membunuhnya.
Orang-orang pun berkata, “Selamat baginya mendapat Jannah!” Maka Rosululloh ﷺ bersabda:
«كَلَّا،
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّ الشَّمْلَةَ الَّتِي أَخَذَهَا يَوْمَ خَيْبَرَ
مِنَ المَغَانِمِ، لَمْ تُصِبْهَا المَقَاسِمُ، لَتَشْتَعِلُ عَلَيْهِ نَارًا»
“Sekali-kali
tidak! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kain mantel yang ia
ambil dari ghonimah pada hari Perang Khoibar sebelum dibagi-bagikan, sungguh
menyala-nyala membakar dirinya dengan Naar.”
Ketika
orang-orang mendengar hal itu, datanglah seorang lelaki membawa satu atau dua
tali sandal kepada Nabi ﷺ. Beliau lalu bersabda:
«شِرَاكٌ
مِنْ نَارٍ - أَوْ: شِرَاكَانِ مِنْ نَارٍ»
“Satu tali
sandal dari Naar —atau: dua tali sandal dari Naar.” (HR. Al-Bukhori no. 6707
dan Muslim no. 115)
Hadits 15 Siksa Pemakan Harta Anak
Yatim Dijejali Api dalam Perut
﴿إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلْيَتَـٰمَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ
فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا﴾
“Sungguh
orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zholim, sebenarnya mereka itu
hanyalah menelan api dalam perutnya dan mereka kelak akan masuk ke dalam api
yang menyala-nyala.” (QS. An-Nisa’: 10)
Dari Abu
Barzah Al-Aslami (65 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«يَبْعَثُ
اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَوْمًا مِنْ قُبُورِهِمْ تَأَجَّجُ أَفْوَاهُهُمْ
نَارًا» فَقِيلَ: مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَقَالَ: «أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَقُولُ: ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى
ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا﴾»
“Pada hari
Qiyamah kelak, ada sekelompok orang yang dibangkitkan dari kubur mereka dalam
keadaan mulut mereka berkobar-kobar menyalakan api.” Ketika ditanyakan siapakah
mereka wahai Rosululloh, beliau menjawab: “Tidakkah kamu melihat Alloh
berfirman: ‘Sungguh orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zholim,
sungguh mereka itu hanyalah menelan api ke dalam perut mereka.’” (HR.
Abu Ya’la no. 7440 dan Ibnu Hibban no. 5566. Lemah sekali)
Hadits 16 Siksa Penggambar Makhluk
Bernyawa Ditiupkan Ruh Lalu Diazab
Dari
Abdulloh bin Mas’ud (32 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ القِيَامَةِ المُصَوِّرُونَ»
“Sungguh
manusia yang paling keras siksaannya di sisi Alloh pada hari Qiyamah adalah
para penggambar (makhluk bernyawa).” (HR. Al-Bukhori no. 5950 dan Muslim no.
2109)
Hadits 17 Siksa Pengintip Rumah
Orang Tanpa Izin Dituangi Timah Panas
Dari Anas
bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنِ
اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ، وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ، أَوْ يَفِرُّونَ مِنْهُ،
صُبَّ فِي أُذُنِهِ الآنُكُ يَوْمَ القِيَامَةِ»
“Siapa yang
mendengarkan pembicaraan suatu kaum padahal mereka benci atau lari darinya,
niscaya dituangkan timah meleleh ke dalam kedua telinganya pada hari Qiyamah.” (HR.
Al-Bukhori no. 7042)
Hadits 18 Siksa Pemilik Unta yang
Tidak Menunaikan Zakat Diserunduk dan Diinjak
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«وَلَا
صَاحِبُ إِبِلٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا، وَمِنْ حَقِّهَا حَلَبُهَا يَوْمَ وِرْدِهَا،
إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ، بُطِحَ لَهَا بِقَاعٍ قَرْقَرٍ، أَوْفَرَ
مَا كَانَتْ، لَا يَفْقِدُ مِنْهَا فَصِيلًا وَاحِدًا، تَطَؤُهُ بِأَخْفَافِهَا وَتَعَضُّهُ
بِأَفْوَاهِهَا، كُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ أُولَاهَا رُدَّ عَلَيْهِ أُخْرَاهَا، فِي
يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ، حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ،
فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِمَّا إِلَى النَّارِ»
“Tidak ada
seorang pun pemilik unta yang tidak menunaikan haknya (Zakatnya)—dan di antara
haknya adalah memerah susunya pada hari unta itu didatangkan ke tempat
minum—melainkan kelak pada hari Qiyamah ia akan ditelentangkan di tanah lapang
yang sangat datar untuk unta-untanya. Unta-unta itu didatangkan dalam keadaan
paling gemuk dan lengkap, tanpa berkurang seekor anak unta pun. Unta-unta itu
menginjak-injak dirinya dengan telapak kakinya dan menggigitnya dengan
mulutnya. Setiap kali rombongan yang depan selesai melintasinya, rombongan yang
belakang dikembalikan lagi kepadanya. Hal itu terjadi pada suatu hari yang
kadarnya 50.000 tahun, hingga ditetapkan keputusan di antara para hamba, lalu
ia melihat jalannya menuju ke Jannah atau ke Naar.” (HR. Muslim no. 987)
Hadits 19 Siksa Penimbun Harta
Berupa Ular Jantan Beracun Mematikan
﴿وَلاَ يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ هُوَ خَيْرًا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِۦ يَوْمَ ٱلْقِيَامَةِ﴾
“Dan jangan
sekali-kali orang-orang yang bakhil dengan harta yang Alloh berikan kepada
mereka dari karunia-Nya mengira bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, padahal kebakhilan
itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di
leher mereka pada hari Qiyamah.” (QS. Ali ‘Imron: 180)
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
آتَاهُ اللَّهُ مَالًا، فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ
شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ، ثُمَّ يَأْخُذُ
بِلِهْزِمَتَيْهِ - يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ - ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ،
ثُمَّ تَلاَ: ﴿وَلاَ يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ
يَبْخَلُونَ﴾ الآيَةَ»
“Siapa yang
diberi harta oleh Alloh lalu tidak menunaikan zakatnya, niscaya hartanya
diserupakan padanya pada hari Qiyamah sebagai ular jantan yang gundul yang
memiliki dua titik hitam di atas matanya, lalu dikalungkan di lehernya pada
hari Qiyamah, kemudian ular itu mematuk kedua pipinya seraya berkata: ‘Aku
adalah hartamu, aku adalah simpananmu’.” Lalu beliau membaca ayat di atas. (HR.
Al-Bukhori no. 1403)
Hadits 20 Siksa Penolak Zakat Emas
dan Perak Ditempelkan Lempengan Besi Panas
﴿يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ
فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَـٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا
مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ﴾
“Pada hari
dipanaskan emas dan perak itu dalam Naar Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi
mereka, lambung dan punggung mereka seraya dikatakan: ‘Inilah harta simpananmu
yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa
yang kamu simpan itu’.” (QS. At-Taubah: 35)
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَا
مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ، لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا، إِلَّا إِذَا كَانَ
يَوْمُ الْقِيَامَةِ، صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ، فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي
نَارِ جَهَنَّمَ، فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ، كُلَّمَا بَرَدَتْ
أُعِيدَتْ لَهُ، فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ، حَتَّى يُقْضَى
بَيْنَ الْعِبَادِ، فَيَرَى سَبِيلَهُ، إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِمَّا إِلَى النَّارِ»
“Tidak ada
seorang pun pemilik emas atau perak yang tidak menunaikan haknya, melainkan
kelak pada hari Qiyamah akan dibuatkan untuknya lempengan-lempengan dari api,
lalu dipanaskan di dalam Naar Jahannam. Kemudian dilambung, dahi, dan
punggungnya dibakar dengan lempengan itu. Setiap kali lempengan tersebut
mendingin, akan dipanaskan kembali untuknya pada suatu hari yang kadarnya
50.000 tahun, hingga ditetapkan keputusan di antara para hamba, lalu ia melihat
jalannya menuju ke Jannah atau ke Naar.” (HR. Muslim no. 987)
Hadits 21 Siksa Pemutus Tali
Silaturrohim Tidak Masuk Jannah dan Terhalang
Dari Jubair
bin Mut’im (59 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ»
“Siapa yang
memutuskan silaturrohim tidak akan masuk Jannah.” (HR. Al-Bukhori no. 5984
dan Muslim no. 2556)
Hadits 22 Siksa Orang Bermuka Dua
dengan Dua Lidah Api
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
كَانَ لَهُ وَجْهَانِ فِي الدُّنْيَا، كَانَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِسَانَانِ مِنْ
نَارٍ»
“Siapa yang
memiliki dua wajah di dunia, niscaya dia memiliki dua lidah dari api pada hari
Qiyamah.” (HSR. Abu Dawud no. 4873)
Hadits 23 Siksa Suami yang Tidak
Adil Kepada Istri-Istrinya
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا، جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
وَشِقُّهُ مَائِلٌ»
“Siapa yang
memiliki dua istri lalu dia cenderung kepada salah satunya, dia akan datang
pada hari Qiyamah dalam keadaan pundak/badannya miring sebelah.” (HSR. Abu
Dawud no. 2133)
Hadits 24 Siksa Penguasa Zholim
dan Penipu Rakyat
Dari Ma’qil
bin Yasar (60 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَا
مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللهُ رَعِيَّةً، يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ
لِرَعِيَّتِهِ، إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ»
“Tidak ada
seorang hamba pun yang diserahi kepemimpinan oleh Alloh atas rakyatnya, lalu
dia mati pada hari matinya dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Alloh
mengharomkan Jannah atasnya.” (HR. Al-Bukhori no. 7150 dan lafazh Muslim no.
142)
Hadits 25 Siksa Pengambil Hak
Muslim dengan Sumpah Palsu
Dari
Abdulloh bin Mas’ud (32 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ وَهُوَ فِيهَا فَاجِرٌ، لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ،
لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ»
“Siapa yang
bersumpah dengan sumpah paksaan untuk mengambil harta seorang Muslim padahal
dia dusta padanya, dia akan bertemu dengan Alloh dalam keadaan Alloh murka
kepadanya.” (HR. Al-Bukhori no. 2666 dan Muslim no. 138)
Hadits 26 Siksa Bunuh Diri
Menggunakan Besi Dipatukkan ke Perut Sendiri
﴿وَلاَ تَقْتُلُوٓا أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا﴾
“Dan janganlah
kamu membunuh dirimu; sungguh Alloh Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa’:
29)
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ، فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ
فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا»
“Siapa yang
membunuh dirinya dengan besi, maka besinya akan berada di tangannya yang dia
tancapkan ke perutnya di dalam api Jahannam, dia kekal di dalamnya selamanya.” (HR.
Al-Bukhori no. 5778 dan Muslim no. 109)
Hadits 27 Siksa Membunuh Diri
dengan Melompat dari Gunung
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ
خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا»
“Siapa yang
menjatuhkan dirinya dari gunung hingga membunuh dirinya, maka dia berada di
dalam api Jahannam menjatuhkan dirinya di sana kekal selamanya.” (HR.
Al-Bukhori no. 5778 dan Muslim no. 109)
Hadits 28 Siksa Membunuh Diri
dengan Meminum Racun
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
خَالِدًا مُخَلَّدًا»
“Siapa yang
meminum racun hingga membunuh dirinya, maka racunnya akan berada di tangannya
yang diteguknya di dalam Naar Jahannam kekal selamanya.” (HR. Al-Bukhori no.
5778 dan Muslim no. 109)
Hadits 29 Siksa Pembunuh Mu’min
Secara Sengaja
﴿وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَـٰلِدًا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًا﴾
“Dan siapa
yang membunuh seorang Mu’min secara sengaja, maka balasannya ialah Jahannam,
dia kekal di dalamnya dan Alloh murka kepadanya, dan mengutuknya serta
menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa’: 93)
Dari Ibnu ‘Umar
(73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh ﷺ bersabda:
«لَنْ
يَزَالَ المُؤْمِنُ فِي فُسْحَةٍ مِنْ دِينِهِ، مَا لَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا»
“Seorang Mu’min
akan senantiasa berada dalam kelapangan agamanya selama dia tidak menumpahkan
darah yang harom.” (HR. Al-Bukhori no. 6862)
Hadits 30 Siksa Orang yang
Menyakiti Tetangganya
Dari Abu
Shuroih (68 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«وَاللَّهِ
لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ» قِيلَ: وَمَنْ يَا
رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ»
“Demi Alloh
tidak beriman, demi Alloh tidak beriman, demi Alloh tidak beriman.” Ditanyakan:
“Siapa wahai Rosululloh?” Beliau bersabda: “Orang yang tetangganya tidak merasa
aman dari kejahatan-kejahatannya.” (HR. Al-Bukhori no. 6016)
Hadits 31 Siksa Pemakai Isbal yang
Menyeret Pakaian dengan Sombong
Dari Abu
Dzarr (32 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«ثَلَاثَةٌ
لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ
وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ» قَالَ: فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللهِ ﷺ ثَلَاثَ مِرَارًا، قَالَ أَبُو ذَرٍّ: خَابُوا
وَخَسِرُوا، مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: «الْمُسْبِلُ، وَالْمَنَّانُ، وَالْمُنَفِّقُ
سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ»
“Ada 3
kelompok yang Alloh tidak akan berbicara kepada mereka pada hari Qiyamah, tidak
melihat kepada mereka, tidak mensucikan mereka, dan bagi mereka siksa yang
pedih.” Beliau mengulangnya 3 kali. Abu Dzarr berkata: “Rugi dan celaka mereka,
siapa mereka wahai Rosululloh?” Beliau bersabda: “Orang yang melakukan isbal
(menjelujurkan kain melewati mata kaki), orang yang suka menyebut-nyebut
pemberian, dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR.
Muslim no. 106)
Hadits 32 Siksa Tumit yang Tidak
Terkena Air Wudhu
Dari
Abdulloh bin ‘Amr (65 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh ﷺ bersabda:
«وَيْلٌ
لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ»
“Celakalah
tumit-tumit (yang tidak terbasah air wudhu) dari siksa Naar.” (HR.
Al-Bukhori no. 60 dan Muslim no. 241)
Hadits 33 Siksa Pegawai Bea Cukai
dan Pemungut Liar
Dari ‘Uqbah
bin ‘Amir (58 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«لَا
يَدْخُلُ الْجَنَّةَ صَاحِبُ مَكْسٍ»
“Tidak akan
masuk Jannah pemungut cukai (pajak).” (HR. Abu Dawud no. 2937)
Ia
dishohihkan: Ibnu Khuzaimah, Al-Hakim, As-Suyuthi, Az-Zuroqi, Abdul Haq Al-Isybili,
Muhammad Jarulloh As-Sho’di, Al-Aini. Ia dihasankan: Abu Dawud, Ibnu Hajar,
Al-Arnauth.
Hadits 34 Siksa Penyiksa Binatang
Dengan Mengurungnya Tanpa Makan
Dari
Abdulloh bin ‘Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh ﷺ bersabda:
«عُذِّبَتِ
امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لاَ
هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ سَقَتْهَا، إِذْ حَبَسَتْهَا، وَلاَ هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ
مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ»
“Seorang
wanita disiksa disebabkan seekor kucing yang dikurungnya hingga mati, lalu
wanita itu masuk Naar karenanya; dia tidak memberinya makan dan minum ketika
mengurungnya, dan tidak pula melepasnya memakan serangga bumi.” (HR.
Al-Bukhori no. 3482 dan Muslim no. 2242)
Hadits 35 Siksa Penghina dan
Pencela Keturunan Serta Meratap
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«اثْنَتَانِ
فِي النَّاسِ هُمَا بِهِمْ كُفْرٌ: الطَّعْنُ فِي النَّسَبِ وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ»
“Dua
perkara pada manusia yang menyebabkan kufur: mencela keturunan dan meratapi
mayit.” (HR. Muslim no. 67)
Hadits 36 Siksa Pendusta yang
Menolak Taubat dan Mengaku Mimpi Palsu
Dari Ibnu ‘Abbas
(68 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh ﷺ bersabda:
«وَمَنْ
تَحَلَّمَ بِحُلْمٍ لَمْ يَرَهُ كُلِّفَ أَنْ يَعْقِدَ بَيْنَ شَعِيرَتَيْنِ، وَلَنْ
يَفْعَلَ»
“Siapa yang
mengaku-aku bermimpi dengan mimpi yang tidak dilihatnya, dia akan dibebani
untuk mengikat dua biji gandum, dan dia tidak akan mampu melakukannya.” (HR.
Al-Bukhori no. 7042)
«النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ
قَبْلَ مَوْتِهَا، تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ،
وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ»
“Wanita
yang meratap, apabila tidak bertaubat sebelum matinya, maka kelak pada hari
Qiyamah ia akan dibangkitkan dalam keadaan mengenakan pakaian (sirbal)
dari tembaga yang meleleh dan baju besi dari penyakit kudis.” (HR. Muslim
no. 934)
«مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ،
وَهُوَ يَعْلَمُ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ»
“Siapa
yang mengklaim menasabkan diri kepada selain bapaknya, padahal ia mengetahui
bahwa dia bukan bapaknya, maka Jannah haram baginya.” (HR. Al-Bukhori no.
4326 dan Muslim no. 63)
Serta
riwayat lain dengan lafazh yang menegaskan ancaman laknat dan siksa:
«مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ،
أَوِ انْتَمَى إِلَى غَيْرِ مَوَالِيهِ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ
وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ، لَا يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَرْفًا، وَلَا
عَدْلًا»
“Siapa
yang menasabkan diri kepada selain bapaknya, atau menyandarkan diri kepada
selain tuan-tuannya (bebasan walanya), maka baginya laknat Alloh, para
Malaikat, dan seluruh manusia. Alloh tidak akan menerima amalan wajib maupun
amalan sunnah darinya pada hari Qiyamah.” (HR. Muslim no. 1370)
Hadits 37 Siksa Pembuat Fitnah dan
Adu Domba
Dari
Hudzaifah bin Al-Yaman (36 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَتَّاتٌ»
“Tidak akan
masuk Jannah orang yang suka mengadu domba (namimah).” (HR.
Al-Bukhori no. 6056 dan Muslim no. 105)
Hadits 38 Siksa Penolak Hukum
Alloh dan Pembela Kebatilan
Dari Ibnu ‘Umar
(73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
حَالَتْ شَفَاعَتُهُ دُونَ حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ، فَقَدْ ضَادَّ اللَّهَ، وَمَنْ
خَاصَمَ فِي بَاطِلٍ وَهُوَ يَعْلَمُهُ، لَمْ يَزَلْ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ
عَنْهُ، وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ
حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ»
“Siapa yang
pembelaannya (syafaatnya) menghalangi ditegakkannya salah satu hukuman dari
hukuman-hukuman Alloh, sungguh ia telah menentang Alloh. Siapa yang membela
dalam kebatilan padahal ia mengetahuinya, ia senantiasa berada dalam kemurkaan
Alloh hingga ia meninggalkannya. Dan siapa yang mengatakan tentang diri seorang
Mu’min sesuatu yang tidak ada padanya, Alloh akan menempatkannya di rodghotul
khobal (lumpur nanah dan keringat penghuni Naar) hingga ia
mempertanggungjawabkan ucapan yang ia katakan.” (HSR. Abu Dawud no. 3597 dan
Ahmad no. 5385)
Hadits 39 Siksa Istri yang Kufur
Hak Suami dan Suka Melaknat
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«يَا
مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ»
فَقُلْنَ: وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وَتَكْفُرْنَ
العَشِيرَ»
“Wahai
sekalian wanita bersedekahlah, sungguh diperlihatkan kepadaku kalian adalah
mayoritas penghuni Naar.” Mereka bertanya: “Mengapa wahai Rosululloh?” Beliau
bersabda: “Kalian banyak melaknat dan kufur terhadap kebaikan suami.” (HR.
Al-Bukhori no. 304)
Hadits 40 Siksa Penyeru Kepadatan
Bid’ah dan Kesesatan
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ،
لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا»
“Siapa yang
menyeru kepada kesesatan, dia mendapat dosa seperti dosa-dosa orang yang
mengikutinya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim
no. 2674)
Penutup
Demikianlah penyusunan 40 Hadits pilihan mengenai bentuk-bentuk adzab dan siksa di Naar beserta ayat-ayat pendukungnya. Semoga risalah ringkas ini dapat membuka mata hati dan memotivasi untuk senantiasa bertaubat, mendekatkan diri kepada Alloh ﷻ, serta menjauhi segala larangan-Nya.[NK]
