[PDF] ARBAIN Keutamaan Umar bin Al-Khottob (23 H) - Nor Kandir
Muqoddimah
﷽
Buku ini
berisi 40 Hadits pilihan tentang keutamaan Umar bin Al-Khotthob rodhiyallahu
‘anhu dari riwayat shohih.
Mencintai
Umar bagian dari iman. Buku ini ditulis untuk untuk menaikkan iman kita,
disamping menjaga dari kekufuran, karena membenci Umar adalah kekufuran.
Hadits 1: Islam Dikuatkan dengan
Umar
Dari
Abdulloh bin Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rosululloh ﷺ berdoa:
«اللَّهُمَّ
أَعِزَّ الإِسْلَامَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ بِأَبِي جَهْلٍ أَوْ
بِعُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ» قَالَ: وَكَانَ أَحَبَّهُمَا إِلَيْهِ عُمَرُ
“Ya Alloh,
muliakanlah Islam dengan salah satu dari 2 lelaki yang paling Engkau cintai,
yaitu Abu Jahal atau Umar bin Al-Khotthob.” Yang paling Alloh cintai dari
keduanya adalah Umar. (HSR. At-Tirmidzi no. 3681)
Hadits 2: Syaithon Lari dari Umar
Dari Sa’d
bin Abi Waqqosh (55 H) rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda kepada Umar bin
Al-Khotthob (23 H) rodhiyallahu ‘anhu:
«وَالَّذِي
نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا لَقِيَكَ الشَّيْطَانُ سَالِكًا فَجًّا قَطُّ، إِلَّا سَلَكَ
فَجًّا غَيْرَ فَجِّكَ»
“Demi Dzat
yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah syaithon bertemu denganmu di suatu
jalan sama sekali melainkan dia akan mengambil jalan lain yang bukan jalanmu.” (HR.
Al-Bukhori no. 3683 dan Muslim no. 2396)
Hadits 3: Umar Diberi Ilham
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لَقَدْ
كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ رِجَالٌ، يُكَلَّمُونَ مِنْ
غَيْرِ أَنْ يَكُونُوا أَنْبِيَاءَ، فَإِنْ يَكُنْ مِنْ أُمَّتِي مِنْهُمْ أَحَدٌ فَعُمَرُ»
“Sungguh
telah ada pada ummat-ummat sebelum kalian dari Bani Isroil orang-orang yang
diberi ilham padahal mereka bukan Nabi, maka jika ada salah seorang dari
ummatku yang mendapatkannya, maka sesungguhnya dialah Umar.” (HR. Al-Bukhori
no. 3689 dan Muslim no. 2398)
Hadits 4: Andai Ada Nabi Maka Umar
Dari Uqbah
bin Amir (58 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لَوْ
كَانَ نَبِيٌّ بَعْدِي لَكَانَ عُمَرَ بْنَ الخَطَّابِ»
“Seandainya
ada Nabi setelahku, niscaya dia adalah Umar bin Al-Khotthob.” (HHR.
At-Tirmidzi no. 3686)
Hadits 5: Kebenaran Pada Lisan dan
Hati Umar
Dari
Abdulloh bin Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«إِنَّ
اللَّهَ جَعَلَ الحَقَّ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ وَقَلْبِهِ». وقَالَ ابْنُ عُمَرَ: مَا
نَزَلَ بِالنَّاسِ أَمْرٌ قَطُّ فَقَالُوا فِيهِ وَقَالَ فِيهِ عُمَرُ إِلَّا نَزَلَ
فِيهِ القُرْآنُ عَلَى نَحْوِ مَا قَالَ عُمَرُ
“Sesungguhnya
Alloh telah menjadikan kebenaran berada pada lisan Umar dan hatinya.”
Ibnu Umar
berkata: “Tidaklah manusia tertimpa peristiwa apapun lalu mereka berbicara dan
Umar pun berbicara maka turun Al-Quran yang membicarakannya sesuai dengan
ucapan Umar.” (HSR. At-Tirmidzi no. 3682)
Dari Abu Dzar rodhiyallahu anhu, ia berkata: aku mendengar
Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
اللَّهَ وَضَعَ الْحَقَّ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ يَقُولُ بِهِ»
“Sungguh Alloh meletakkan kebenaran di lisan Umar untuk
mengucapkannya.” (HSR. Ibnu Majah no. 108)
Hadits 6: Istana Megah Umar di
Jannah
Dari Jabir
bin Abdillah (78 H) rodhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«رَأَيْتُنِي
دَخَلْتُ الجَنَّةَ، فَإِذَا أَنَا بِالرُّمَيْصَاءِ، امْرَأَةِ أَبِي طَلْحَةَ، وَسَمِعْتُ
خَشَفَةً، فَقُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ فَقَالَ: هَذَا بِلاَلٌ، وَرَأَيْتُ قَصْرًا بِفِنَائِهِ
جَارِيَةٌ، فَقُلْتُ: لِمَنْ هَذَا؟ فَقَالَ: لِعُمَرَ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَهُ
فَأَنْظُرَ إِلَيْهِ، فَذَكَرْتُ غَيْرَتَكَ» فَقَالَ عُمَرُ: بِأَبِي وَأُمِّي يَا
رَسُولَ اللَّهِ أَعَلَيْكَ أَغَارُ
“Aku
bermimpi masuk ke dalam Jannah, lalu aku bertemu Ar-Rumaysho’, istri Abu
Tholhah, dan aku mendengar suara langkah kaki, maka aku bertanya: ‘Siapakah
ini?’ Mereka menjawab: ‘Ini adalah Bilal.’ Aku melihat sebuah istana yang di
halamannya ada seorang budak wanita, maka aku bertanya: ‘Milik siapa ini?’
Mereka menjawab: ‘Milik Umar.’ Aku ingin masuk ke dalamnya untuk melihatnya,
lalu aku teringat sifat cemburumu.” Maka Umar berkata: “Bapakku dan ibuku
sebagai tebusanmu wahai Rosululloh, apakah aku layak cemburu kepadamu?” (HR.
Al-Bukhori no. 3679 dan Muslim no. 2394)
Hadits 7: Dalamnya Ilmu Umar
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«بَيْنَا
أَنَا نَائِمٌ، أُتِيتُ بِقَدَحِ لَبَنٍ، فَشَرِبْتُ حَتَّى إِنِّي لَأَرَى الرِّيَّ
يَخْرُجُ فِي أَظْفَارِي، ثُمَّ أَعْطَيْتُ فَضْلِي عُمَرَ بْنَ الخَطَّابِ» قَالُوا:
فَمَا أَوَّلْتَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «العِلْمَ»
“Ketika aku
tidur, aku dibawakan segelas susu lalu aku meminumnya hingga aku melihat rasa
puas memancar dari kuku-kukuku, kemudian sisa minumku aku berikan kepada Umar
bin Al-Khotthob.” Para Shohabat bertanya: “Apa takwil mimpi tersebut wahai
Rosululloh?” Beliau menjawab: “Ilmu.” (HR. Al-Bukhori no. 82 dan Muslim no.
2391)
Hadits 8: Tingginya Agama Umar
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«بَيْنَا
أَنَا نَائِمٌ، رَأَيْتُ النَّاسَ يُعْرَضُونَ عَلَيَّ وَعَلَيْهِمْ قُمُصٌ، مِنْهَا
مَا يَبْلُغُ الثُّدِيَّ، وَمِنْهَا مَا دُونَ ذَلِكَ، وَعُرِضَ عَلَيَّ عُمَرُ بْنُ
الخَطَّابِ وَعَلَيْهِ قَمِيصٌ يَجُرُّهُ». قَالُوا: فَمَا أَوَّلْتَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ
اللَّهِ؟ قَالَ: «الدِّينَ»
“Ketika aku
tidur, aku bermimpi melihat manusia diperlihatkan kepadaku dan mereka
mengenakan baju, di antara baju itu ada yang sampai ke dada dan ada yang kurang
dari itu. Lalu diperlihatkan kepadaku Umar bin Al-Khotthob dan dia mengenakan
baju yang terseret di tanah.” Para Shohabat bertanya: “Apa takwil mimpi
tersebut wahai Rosululloh?” Beliau menjawab: “Agama.” (HR. Al-Bukhori no. 23
dan Muslim no. 2390)
Hadits 9: Kesyahidan Umar
Dari Anas
bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi ﷺ menaiki gunung Uhud bersama
Abu Bakr (13 H), Umar (23 H), dan Utsman (35 H), lalu gunung itu bergetar. Maka
Nabi ﷺ
bersabda:
«اثْبُتْ
أُحُدُ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ نَبِيٌّ، وَصِدِّيقٌ، وَشَهِيدَانِ»
“Tenanglah
wahai Uhud, karena di atasmu hanyalah seorang Nabi, seorang Shiddiq, dan 2
orang Syahid.” (HR. Al-Bukhori no. 3675)
Hadits 10: Kekuatan Kepemimpinan
Umar
Dari
Abdulloh bin Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«رَأَيْتُ
النَّاسَ اجْتَمَعُوا، فَقَامَ أَبُو بَكْرٍ فَنَزَعَ ذَنُوبًا أَوْذَنُوبَيْنِ، وَفِي
نَزْعِهِ ضَعْفٌ، وَاللَّهُ يَغْفِرُ لَهُ، ثُمَّ قَامَ ابْنُ الخَطَّابِ، فَاسْتَحَالَتْ
غَرْبًا، فَمَا رَأَيْتُ مِنَ النَّاسِ مَنْ يَفْرِي فَرْيَهُ، حَتَّى ضَرَبَ النَّاسُ
بِعَطَنٍ»
“Aku
bermimpi melihat manusia berkumpul, lalu Abu Bakr berdiri menimba 1 atau 2
timba air, dan pada timbaannya terdapat kelemahan, Alloh mengampuninya.
Kemudian timba itu diambil oleh Ibnu Al-Khotthob, lalu berubah menjadi timba
yang sangat besar. Aku belum pernah melihat pemimpin yang sangat kuat di antara
manusia yang mampu bekerja sehebat kerjanya, hingga seluruh manusia dapat
memberi minum unta-unta mereka sampai puas di tempat peristirahatan.” (HR.
Al-Bukhori no. 7020 dan Muslim no. 2392)
Hadits 11: Pintu Penghalang
Terjadinya Fitnah
Dari Hudzaifah
bin Al-Yaman (36 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia ditanya oleh Umar bin
Al-Khotthob (23 H) rodhiyallahu ‘anhu tentang fitnah. Hudzaifah berkata:
«فِتْنَةُ
الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ، تُكَفِّرُهَا الصَّلاَةُ وَالصَّوْمُ
وَالصَّدَقَةُ، وَالأَمْرُ وَالنَّهْيُ»، قَالَ: لَيْسَ هَذَا أُرِيدُ، وَلَكِنِ الفِتْنَةُ
الَّتِي تَمُوجُ كَمَا يَمُوجُ البَحْرُ، قَالَ: لَيْسَ عَلَيْكَ مِنْهَا بَأْسٌ يَا
أَمِيرَ المُؤْمِنِينَ، إِنَّ بَيْنَكَ وَبَيْنَهَا بَابًا مُغْلَقًا، قَالَ: أَيُكْسَرُ
أَمْ يُفْتَحُ؟ قَالَ: يُكْسَرُ، قَالَ: إِذًا لاَ يُغْلَقَ أَبَدًا
“Fitnah
seorang lelaki pada keluarga, harta, anak, dan tetangganya dapat dihapuskan
oleh Sholat, Puasa, Shodaqoh, amar ma’ruf, dan nahi munkar.” Umar berkata:
“Bukan itu maksudku, namun fitnah yang bergulung-gulung seperti gelombang
lautan.” Hudzaifah berkata: “Anda tidak perlu khawatir wahai Amirul Mu’minin,
sungguh antara engkau dan fitnah itu ada pintu yang tertutup.” Umar bertanya: “Apakah
pintu itu akan didobrak atau dibuka?” Hudzaifah menjawab: “Bahkan didobrak.”
Umar berkata: “Jika demikian, pintu itu tidak akan tertutup selamanya.” (HR.
Al-Bukhori no. 525 dan Muslim no. 144)
Hadits 12: Kesesuaian Pendapat
Umar dengan Wahyu
Dari Anas
bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Umar bin
Al-Khotthob (23 H) rodhiyallahu ‘anhu berkata:
وَافَقْتُ
رَبِّي فِي ثَلاَثٍ: فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَوِ اتَّخَذْنَا مِنْ مَقَامِ
إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى، فَنَزَلَتْ: ﴿وَاتَّخِذُوا
مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى﴾ وَآيَةُ
الحِجَابِ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَوْ أَمَرْتَ نِسَاءَكَ أَنْ يَحْتَجِبْنَ،
فَإِنَّهُ يُكَلِّمُهُنَّ البَرُّ وَالفَاجِرُ، فَنَزَلَتْ آيَةُ الحِجَابِ، وَاجْتَمَعَ
نِسَاءُ النَّبِيِّ ﷺ فِي الغَيْرَةِ عَلَيْهِ، فَقُلْتُ لَهُنَّ:
(عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبَدِّلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ)،
فَنَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ
“Pendapatku bersesuaian dengan Robbku dalam 3 hal. Aku berkata: ‘Wahai
Rosululloh, sekiranya kita menjadikan Maqom Ibrohim sebagai tempat Sholat,’
maka turunlah ayat ﴿وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى﴾.
Mengenai
ayat hijab, aku berkata: ‘Wahai Rosululloh, sekiranya Engkau memerintahkan
istri-istrimu berhijab karena orang baik maupun jahat berbicara dengan mereka,’
maka turunlah ayat hijab.
Ketika
istri-istri Nabi ﷺ berkumpul karena cemburu kepada beliau, aku berkata kepada mereka: ‘Semoga
Robbnya jika memutus hubungan dengan kalian akan menggantikan untuknya
istri-istri yang lebih baik dari kalian,’ maka turunlah ayat ini.” (HR.
Al-Bukhori no. 402)
Hadits 13: Berita Gembira Jannah
Bagi Umar
Dari Abu
Musa Al-Asy’ari (44 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia menceritakan saat menjaga
pintu kebun bersama Nabi ﷺ,
lalu datang Umar bin Al-Khotthob (23 H) rodhiyallahu ‘anhu meminta izin
masuk. Maka Nabi ﷺ
bersabda:
«افْتَحْ
لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ»
“Bukakan
pintu untuknya dan berilah dia berita gembira dengan Jannah.” (HR.
Al-Bukhori no. 3693 dan Muslim no. 2403)
Hadits 14: Pemimpin Para Penghuni
Jannah
Dari Anas bin
Malik rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda tentang Abu Bakr (13
H) dan Umar (23 H):
«هَذَانِ
سَيِّدَا كُهُولِ أَهْلِ الجَنَّةِ مِنَ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ إِلَّا النَّبِيِّينَ
وَالمُرْسَلِينَ»
“Abu Bakr
dan Umar adalah pemimpin para penghuni Jannah yang berusia dewasa dari kalangan
orang-orang terdahulu dan yang kemudian, kecuali para Nabi dan Mursalin.” (HSR.
At-Tirmidzi no. 3664)
Hadits 15: Perintah Meneladani
Sunnah Umar
Dari
Al-Irbadh bin Sariyah (75 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«أُوصِيكُمْ
بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ، وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا، فَإِنَّهُ
مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي
وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ، تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا
عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ»
“…Wajib
bagi kalian berpegang teguh pada Sunnahku dan Sunnah Al-Khulafa’ Ar-Rosyidin
yang mendapat petunjuk. Peganglah ia erat-erat dan gigitlah dengan gigi geraham
kalian…” (HSR. Abu Dawud no. 4607 dan At-Tirmidzi no. 2676)
Hadits 16: Mengikuti Petunjuk Abu
Bakr dan Umar
Dari
Hudhaifah bin Al-Yaman (36 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«اقْتَدُوا
بِاللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِي أَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ»
“Teladanilah
2 orang setelahku, yaitu Abu Bakr dan Umar.” (HSR. At-Tirmidzi no. 3662)
Hadits 17: Kejayaan Islam Berawal dari
Keislaman Umar
Dari
Abdulloh bin Mas’ud (32 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
«مَازِلْنَا
أَعِزَّةً مُنْذُ أَسْلَمَ عُمَرُ»
“Kami
senantiasa berada dalam kejayaan sejak Umar masuk Islam.” (HR. Al-Bukhori
no. 3684)
Hadits 18: Persaksian Shohabat
Atas Umar
Dari
Muhammad bin Al-Hanafiyyah (81 H) rohimahulloh, ia berkata kepada ayahku
(Ali bin Abi Tholib (40 H) rodhiyallahu ‘anhu):
أَيُّ
النَّاسِ خَيْرٌ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ؟ قَالَ: «أَبُو بَكْرٍ»، قُلْتُ: ثُمَّ مَنْ؟
قَالَ: «ثُمَّ عُمَرُ»، وَخَشِيتُ أَنْ يَقُولَ عُثْمَانُ، قُلْتُ: ثُمَّ أَنْتَ؟ قَالَ:
«مَا أَنَا إِلَّا رَجُلٌ مِنَ المُسْلِمِينَ»
“Siapakah
orang terbaik setelah Rosululloh ﷺ?” Jawabnya: “Abu Bakr.” Aku bertanya: “Lalu siapa?” Jawabnya:
“Lalu Umar.” Aku khawatir ia akan menyebut (ketiga) Utsman maka aku berkata:
“Lalu Anda?” Ia menjawab: “Aku hanyalah seorang dari Muslimin.” (HR.
Al-Bukhori no. 3671)
Dari
Abdulloh bin Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
«كُنَّا
نُخَيِّرُ بَيْنَ النَّاسِ فِي زَمَنِ النَّبِيِّ ﷺ فَنُخَيِّرُ أَبَا بَكْرٍ، ثُمَّ عُمَرَ بْنَ
الخَطَّابِ، ثُمَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ»
“Kami
dahulu memilih manusia yang terbaik di zaman Nabi ﷺ, maka kami memilih Abu Bakr,
kemudian Umar bin Al-Khotthob, kemudian Utsman bin Affan rodhiyallahu ‘anhum.”
(HR. Al-Bukhori no. 3655)
Hadits 19: Umar Sebagai
Pendengaran dan Penglihatan
Dari Abu Ar-Robi’
Al-Anshori (50 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda tentang
Abu Bakr (13 H) dan Umar (23 H):
«هَذَانِ
السَّمْعُ وَالبَصَرُ»
“Keduanya
adalah pendengaran dan penglihatan.” (HSR. At-Tirmidzi no. 3671)
Al-Baidhowi
berkata: “Kedua shohabat tersebut berada di tengah-tengah umat Muslim
berkedudukan seperti pendengaran dan penglihatan pada anggota tubuh, atau
kedudukan keduanya di dalam Agama seperti kedudukan pendengaran dan penglihatan
pada jasad, atau keduanya berada dalam kemuliaan seperti pendengaran dan
penglihatan. Ada pula kemungkinan bahwa Nabi ﷺ menamai keduanya dengan julukan tersebut karena betapa besarnya
semangat mereka berdua untuk mendengarkan kebenaran serta mengikutinya, dan
betapa sungguhnya mereka berdua dalam mencermati tanda-tanda kekuasaan Alloh
yang membentang pada diri manusia maupun di berbagai penjuru alam, serta
merenungkan dan mengambil pelajaran darinya.” (Quutul
Mughtadzi, As-Suyuthi, 2/987)
Hadits 20: Keikutsertaan Umar dalam
Peristiwa Bai’atur Ridwan
Dari Jabir
bin Abdillah (78 H) rodhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لَنْ
يَدْخُلَ النَّارَ رَجُلٌ شَهِدَ بَدْرًا وَالْحُدَيْبِيَةَ»
“Tidak akan
masuk Naar seorang pun yang ikut serta dalam Perang Badr dan Perjanjian
Hudaibiyah.” (HHR. Ahmad no. 15262)
Hadits 21: Kecintaan Rosululloh ﷺ
Kepada Umar
Dari Amr
bin Al-Ash (43 H) rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya ia bertanya kepada Nabi
ﷺ tentang manusia yang paling
dicintai, lalu Nabi ﷺ
bersabda:
«عَائِشَةُ»،
فَقُلْتُ: مِنَ الرِّجَالِ؟ فَقَالَ: «أَبُوهَا»، قُلْتُ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ
عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ» فَعَدَّ رِجَالًا
“Aisyah.”
Aku bertanya: “Dari lelaki?” Jawab beliau: “Ayahnya.” Aku bertanya: “Lalu
siapa?” Jawab beliau: “Lalu Umar bin Al-Khotthob.” Beliau menyebut beberapa
orang. (HR. Al-Bukhori no. 3662 dan Muslim no. 2384)
Hadits 22: Ketegasan Umar dalam
Menegakkan Perintah Alloh
Dari Anas
bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«أَرْحَمُ
أُمَّتِي بِأُمَّتِي أَبُو بَكْرٍ، وَأَشَدُّهُمْ فِي أَمْرِ اللَّهِ عُمَرُ،
وَأَصْدَقُهُمْ حَيَاءً عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ، وَأَعْلَمُهُمْ بِالحَلَالِ
وَالحَرَامِ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ، وَأَفْرَضُهُمْ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ، وَأَقْرَؤُهُمْ
أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ، وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينٌ وَأَمِينُ هَذِهِ الأُمَّةِ
أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الجَرَّاحِ»
“Orang yang
paling penyayang di antara ummatku kepada ummatku adalah Abu Bakr, dan orang
yang paling tegas dalam menjalankan perintah Alloh adalah Umar, orang yang
paling jujur rasa malunya adalah Utsman bin Affan, orang yang paling tahu halal
dan harom adalah Mu’adz bin Jabal, orang yang paling tahu faroidh adalah Zaid
bin Tsabit, orang yang paling tahu qiroah adalah Ubai bin Ka’ab, dan setiap
umat memiliki amiin (orang kepercayaan) sementara amiin umat ini adalah Abu
Ubaidah bin Al-Jarroh.” (HSR. At-Tirmidzi no. 3790)
Hadits 23: Syaithon Takut Kepada
Umar
Dari Buroidah
bin Al-Hushoib (62 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda kepada Umar (23 H) rodhiyallahu
‘anhu:
«إِنَّ
الشَّيْطَانَ لَيَخَافُ مِنْكَ يَا عُمَرُ»
“Sesungguhnya
Syaithon benar-benar takut kepadamu wahai Umar.” (HSR. At-Tirmidzi no. 3690)
Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha, Nabi ﷺ bersabda:
«إِنِّي
لَأَنْظُرُ إِلَى شَيَاطِينِ الإِنْسِ وَالجِنِّ قَدْ فَرُّوا مِنْ عُمَرَ»
“Sungguh aku melihat syaithon jin dan manusia lari dari Umar.” (HSR.
At-Tirmidzi no. 3691)
Hadits 24: Shadaqoh Umar
Dari Zaid
bin Aslam, dari ayahnya (Aslam), beliau menceritakan: Aku mendengar Umar bin
Al-Khoththob (23 H) berkata:
أَمَرَنَا
رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَوْمًا أَنْ نَتَصَدَّقَ، فَوَافَقَ ذَلِكَ مَالًا
عِنْدِي، فَقُلْتُ: الْيَوْمَ أَسْبِقُ أَبَا بَكْرٍ إِنْ سَبَقْتُهُ يَوْمًا، فَجِئْتُ
بِنِصْفِ مَالِي، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«مَا أَبْقَيْتَ لِأَهْلِكَ؟»، قُلْتُ: مِثْلَهُ، قَالَ: وَأَتَى أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ بِكُلِّ مَا عِنْدَهُ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَا أَبْقَيْتَ لِأَهْلِكَ؟» قَالَ: أَبْقَيْتُ لَهُمُ
اللَّهَ وَرَسُولَهُ، قُلْتُ: لَا أُسَابِقُكَ إِلَى شَيْءٍ أَبَدًا
“Suatu
hari Rosululloh ﷺ
memerintahkan kami untuk bershodaqoh, dan kebetulan saat itu aku sedang
memiliki harta. Aku pun membatin: ‘Hari ini aku akan mengungguli Abu Bakr (13
H), jika ada suatu hari aku bisa mengunggulinya.’ Lantas aku datang membawa
separuh hartaku. Rosululloh ﷺ
bertanya: ‘Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?’ Aku menjawab: ‘Jumlah
yang serupa dengan yang aku shodaqohkan ini.’ Kemudian Abu Bakr rodhiyallahu
‘anhu datang membawa seluruh harta yang dimilikinya. Rosululloh ﷺ bertanya kepadanya: ‘Wahai
Abu Bakr, apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?’ Beliau menjawab: ‘Aku
tinggalkan untuk mereka Alloh dan Rosul-Nya.’ Maka aku membatin: ‘Aku tidak
akan pernah bisa mengunggulimu dalam kebaikan apa pun selamanya.’” (HHR. Abu
Dawud no. 1678 dan At-Tirmidzi no. 3675)
Dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya (Aslam), beliau menceritakan: Abdulloh
bin Umar (73 H) pernah bertanya kepadaku tentang sebagian perihal ayahnya—yakni
Umar bin Al-Khoththob (23 H)—lalu aku pun menceritakannya. Lantas Abdulloh bin
Umar berkata:
«مَا رَأَيْتُ
أَحَدًا قَطُّ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ مِنْ
حِينَ قُبِضَ، كَانَ أَجَدَّ وَأَجْوَدَ حَتَّى انْتَهَى مِنْ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ»
“Aku tidak pernah melihat seorang pun sejak Rosululloh ﷺ wafat yang lebih sungguh-sungguh dan dermawan hingga puncaknya
(atau sampai wafatnya) melebihi Umar bin Al-Khoththob.” (HR. Al-Bukhori no.
3687)
Hadits 25: Kedudukan Tinggi Umar di
dalam Jannah
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda:
«إِنَّ
أَهْلَ الدَّرَجَاتِ العُلَى لَيَرَاهُمْ مَنْ تَحْتَهُمْ كَمَا تَرَوْنَ النَّجْمَ
الطَّالِعَ فِي أُفُقِ السَّمَاءِ، وَإِنَّ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ مِنْهُمْ وَأَنْعَمَا»
“Sesungguhnya
para penghuni derajat yang tinggi di Jannah akan dilihat oleh orang-orang yang
berada di bawah mereka sebagaimana kalian melihat bintang yang terbit di ufuk
langit, dan sesungguhnya Abu Bakr dan Umar termasuk dari mereka dan mendapatkan
kenikmatan.” (HSR. At-Tirmidzi no. 3658)
Hadits 26: Keteguhan Keimanan dan
Keyakinan Umar
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia menceritakan sabda Rosululloh ﷺ tentang serigala yang
berbicara:
«بَيْنَا رَجُلٌ يَسُوقُ بَقَرَةً
إِذْ رَكِبَهَا فَضَرَبَهَا، فَقَالَتْ: إِنَّا لَمْ نُخْلَقْ لِهَذَا، إِنَّمَا خُلِقْنَا
لِلْحَرْثِ» فَقَالَ النَّاسُ: سُبْحَانَ اللَّهِ بَقَرَةٌ
تَكَلَّمُ، فَقَالَ: «فَإِنِّي أُومِنُ بِهَذَا، أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ، وَعُمَرُ،
- وَمَا هُمَا ثَمَّ - وَبَيْنَمَا رَجُلٌ فِي غَنَمِهِ إِذْ عَدَا الذِّئْبُ، فَذَهَبَ
مِنْهَا بِشَاةٍ، فَطَلَبَ حَتَّى كَأَنَّهُ اسْتَنْقَذَهَا مِنْهُ، فَقَالَ لَهُ الذِّئْبُ
هَذَا: اسْتَنْقَذْتَهَا مِنِّي، فَمَنْ لَهَا يَوْمَ السَّبُعِ، يَوْمَ لاَ رَاعِيَ
لَهَا غَيْرِي» فَقَالَ النَّاسُ: سُبْحَانَ اللَّهِ ذِئْبٌ يَتَكَلَّمُ، قَالَ: «فَإِنِّي
أُومِنُ بِهَذَا أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ، - وَمَا هُمَا ثَمَّ -»
“Ketika
seorang lelaki sedang menggiring seekor sapi jantan, tiba-tiba dia
menungganginya lalu memukulnya. Sapi itu pun berkata: ‘Sesungguhnya kami tidak
diciptakan untuk hal ini, kami hanyalah diciptakan untuk membajak sawah.’”
Orang-orang pun berseru: “Subhanalloh! Seekor sapi bisa berbicara!” Maka Nabi ﷺ bersabda: “Sungguh aku
mengimani kejadian ini, begitu pula Abu Bakr dan Umar”—padahal Abu Bakr dan
Umar tidak ada di tempat tersebut. “Dan ketika seorang lelaki sedang berada di
tengah-tengah kambing gembalaannya, tiba-tiba serigala menyerang dan membawa
lari seekor kambing darinya. Lelaki itu pun mengejarnya hingga berhasil
merebutnya kembali dari serigala tersebut. Lalu serigala itu berkata kepadanya:
‘Engkau telah merebutnya dariku, maka siapakah yang akan melindunginya pada
hari binatang buas (hari fitnah besar), pada hari ketika tidak ada penggembala
baginya selain aku?’” Orang-orang pun berseru: “Subhanalloh! Seekor serigala
bisa berbicara!” Beliau bersabda: “Sungguh aku mengimani kejadian ini, begitu
pula Abu Bakr dan Umar”—padahal Abu Bakr dan Umar tidak ada di tempat tersebut.
(HR. Al-Bukhori no. 3471 dan Muslim no. 2388)
Hadits 27: Keutamaan Mentaati
Bimbingan Umar
Dari Abu
Qotadah (54 H) rodhiyallahu ‘anhu, dalam kisah perjalanan malam, orang-orang
berkata:
«فَإِنْ
يُطِيعُوا أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ يَرْشُدُوا»
“Jika
mereka mentaati Abu Bakr dan Umar, niscaya mereka akan mendapat petunjuk.” (HR.
Muslim no. 681)
Hadits 28: Kebersamaan Umar
Bersama Rosululloh ﷺ
Dari
Abdulloh bin Abbas (68 H) rodhiyallahu ‘anhuma, ia menceritakan saat
Umar bin Al-Khotthob (23 H) diletakkan di atas ranjang jenazahnya, Ali bin Abi
Tholib (40 H) mendoakannya dan menukil ucapan Rosululloh ﷺ:
مَا خَلَّفْتَ
أَحَدًا أَحَبَّ إِلَيَّ أَنْ أَلْقَى اللَّهَ بِمِثْلِ عَمَلِهِ مِنْكَ، وَايْمُ اللَّهِ
إِنْ كُنْتُ لَأَظُنُّ أَنْ يَجْعَلَكَ اللَّهُ مَعَ صَاحِبَيْكَ، وَحَسِبْتُ إِنِّي
كُنْتُ كَثِيرًا أَسْمَعُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ:
«ذَهَبْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ، وَدَخَلْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ،
وَخَرَجْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ»
“Engkau
tidak meninggalkan seorang pun yang lebih aku sukai untuk menghadap Alloh
dengan amal kebaikan yang serupa dengannya melebihi dirimu. Demi Alloh, sungguh
aku benar-benar menyangka bahwa Alloh pasti akan menyatukanmu bersama kedua
shohabatmu. Aku sering kali mendengar Nabi ﷺ bersabda: ‘Aku pergi bersama Abu Bakr dan Umar, aku masuk
bersama Abu Bakr dan Umar, dan aku keluar bersama Abu Bakr dan Umar.’” (HR.
Al-Bukhori no. 3685 dan Muslim no. 2389)
Hadits 30: Nabi ﷺ Mencintai Umar
Dari
Abdulloh bin Hisyam, beliau menceritakan:
«كُنَّا
مَعَ النَّبِيِّ ﷺ، وَهُوَ آخِذٌ بِيَدِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ»
“Kami
pernah bersama Nabi ﷺ,
saat itu beliau sedang menggenggam erat tangan Umar bin Al-Khoththob.” (HR.
Al-Bukhori no. 3694)
Hadits 31: Permohonan Mati Syahid dan
Wafat di Kota Nabi ﷺ
Umar bin
Al-Khotthob (23 H) rodhiyallahu ‘anhu berdoa:
«اللَّهُمَّ
ارْزُقْنِي شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ، وَاجْعَلْ مَوْتِي فِي بَلَدِ رَسُولِكَ ﷺ»
“Ya Alloh,
karuniakanlah kepadaku mati syahid di jalan-Mu dan jadikanlah wafatku di negeri
Rosul-Mu.” (HR. Al-Bukhori no. 1890)
Hadits 32: Kekayaan di Masa Kepemimpinan
Umar
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«بُعِثْتُ
بِجَوَامِعِ الكَلِمِ، وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ، فَبَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أُتِيتُ بِمَفَاتِيحِ
خَزَائِنِ الأَرْضِ، فَوُضِعَتْ فِي يَدِي» قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: وَقَدْ ذَهَبَ
رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَأَنْتُمْ تَنْتَثِلُونَهَا
“Aku diutus
dengan jawami’ul kalim (kalimat singkat namun sarat makna), aku ditolong
dengan rasa takut yang dicekamkan ke dalam hati musuh, dan ketika aku tidur
dibawakan kepadaku kunci-kunci perbendaharaan bumi lalu diletakkan di tanganku.”
Abu Huroiroh berkata: “Rosululloh ﷺ sudah wafat dan kalian sekarang yang menikmatinya (ghohimah
melimpah dari Romawi dan Persia di zaman Umar). (HR. Al-Bukhori no. 2977 dan
Muslim no. 523)
Hadits 33: Sunnah Umar
Menghidupkan Jamaah Sholat Tarowih
Dari
Abdurrohman bin Abdun Al-Qori (78 H) rohimahulloh, ia menceritakan
perkataan Umar bin Al-Khotthob (23 H) rodhiyallahu ‘anhu saat
mengumpulkan kaum Muslimin dalam Sholat Qiyam Romadhon:
«نِعْمَ
البِدْعَةُ هَذِهِ، وَالَّتِي يَنَامُونَ عَنْهَا أَفْضَلُ مِنَ الَّتِي يَقُومُونَ»
يُرِيدُ آخِرَ اللَّيْلِ وَكَانَ النَّاسُ يَقُومُونَ أَوَّلَهُ
“Sebaik-baik
ni’mat pembaruan adalah tata cara ini (yakni menghidupan syariah Tarowih
berjamaah), dan Sholat yang mereka tidur terlebih dahulu darinya (di akhir
malam) lebih utama daripada Sholat yang mereka tegakkan (di awal malam).” Yakni
akhir malam karena manusia biasa melaksanakannya di awal waktu. (HR.
Al-Bukhori no. 2010)
Hadits 34: Rasa Tanggung Jawab dan
Kekhusyukan Umar
Dari Umar
bin Al-Khotthob (23 H) rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya ia berkata:
«لَوْ
مَاتَتْ شَاةٌ عَلَى شَطِّ الْفُرَاتِ ضَائِعَةً، لَظَنَنْتُ أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى
سَائِلِي عَنْهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
“Seandainya
ada seekor anak kambing mati terlantar di tepi sungai Furot (Eufrat), sungguh
aku takut Alloh akan menuntutku darinya.” (Hilyatul Auliya’, Abu Nu’aim,
1/53)
Hadits 35: Makam Umar di Samping
Rosululloh ﷺ
Umar bin
Al-Khotthob (23 H) rodhiyallahu ‘anhu menjelang wafatnya berkata:
يَا عَبْدَ
اللَّهِ بْنَ عُمَرَ، اذْهَبْ إِلَى أُمِّ المُؤْمِنِينَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهَا، فَقُلْ: يَقْرَأُ عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ عَلَيْكِ السَّلاَمَ، ثُمَّ سَلْهَا،
أَنْ أُدْفَنَ مَعَ صَاحِبَيَّ، قَالَتْ: كُنْتُ أُرِيدُهُ لِنَفْسِي فَلَأُوثِرَنَّهُ
اليَوْمَ عَلَى نَفْسِي، فَلَمَّا أَقْبَلَ، قَالَ لَهُ: مَا لَدَيْكَ؟ قَالَ: أَذِنَتْ
لَكَ يَا أَمِيرَ المُؤْمِنِينَ
“Wahai
Abdulloh bin Umar (73 H), pergilah kepada Ummul Mu’minin Aisyah rodhiyallahu
‘anha, lalu katakan: ‘Umar bin Al-Khoththob (23 H) menyampaikan salam
kepadamu,’ kemudian mohonlah izin kepadanya agar aku dikuburkan bersama kedua
shohabatku (Nabi ﷺ
dan Abu Bakr di kamar Aisyah).’ Aisyah rodhiyallahu ‘anha berkata: ‘Dahulu
aku menginginkan tempat itu untuk diriku sendiri, namun hari ini aku
benar-benar akan mengutamakannya melebihi diriku sendiri.’ Ketika Abdulloh
kembali, Umar bertanya kepadanya: ‘Kabar apa yang engkau bawa?’ Abdulloh
menjawab: ‘Beliau telah mengizinkanmu, wahai Amirul Mu’minin.’” (HR.
Al-Bukhori no. 1392)
Hadits 36: Mencintai Umar Termasuk
Iman
Dari
Abdulloh bin Abbas (68 H) rodhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«مَنْ
أَحَبَّ عُمَرَ فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَبْغَضَ عُمَرَ فَقَدْ أَبْغَضَنِي»
“Siapa
mencintai Umar maka sungguh ia telah mencintaiku, dan siapa membenci Umar maka
sungguh ia telah membenciku.” (HR. At-Thobaroni dalam Al-Ausath no. 6726;
sanadnya hasan dalam Subulul Huda war Rosyaad)
Dari Anas rodhiyallahu
‘anhu (93 H), bahwasanya ada seorang lelaki bertanya kepada Nabi ﷺ tentang Hari Qiyamah, dia
berkata: “Kapan Hari Qiyamah itu tiba?” Beliau balik bertanya:
«وَمَاذَا
أَعْدَدْتَ لَهَا». قَالَ: لاَ شَيْءَ، إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
ﷺ، فَقَالَ: «أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ». قَالَ أَنَسٌ:
فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ ﷺ:
«أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ» قَالَ أَنَسٌ: «فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ ﷺ وَأَبَا بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ
بِحُبِّي إِيَّاهُمْ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ»
“Apa
yang sudah engkau persiapkan untuk menyambutnya?” Lelaki itu menjawab: “Tidak
ada hal besar yang aku siapkan, hanya saja aku sungguh mencintai Alloh dan
Rosul-Nya ﷺ.”
Maka Nabi ﷺ
bersabda: “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” Anas rodhiyallahu
‘anhu berkata: “Kami tidak pernah merasa sangat bahagia atas sesuatu pun
sebagaimana bahagianya kami saat mendengar sabda Nabi ﷺ: ‘Engkau akan bersama dengan
orang yang engkau cintai.’” Anas rodhiyallahu ‘anhu melanjutkan: “Maka
aku sangat mencintai Nabi ﷺ,
Abu Bakr (13 H), dan Umar (23 H), serta aku berharap kelak dapat bersama mereka
disebabkan rasa cintaku kepada mereka, meskipun amal perbuatanku belum sejajar
dengan amal-amal mereka.” (HR. Al-Bukhori no. 3688 dan Muslim no. 2639)
Hadits 37: Larangan Mencela Umar
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
تَسُبُّوا أَصْحَابِي، فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ، ذَهَبًا مَا
بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ، وَلاَ نَصِيفَهُ»
“Janganlah
kalian mencela para Shohabatku, karena seandainya salah seorang dari kalian
menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan menyamai 1 mud dari
infak salah seorang dari mereka dan tidak pula separuhnya.” (HR. Al-Bukhori
no. 3673 dan Muslim no. 2540)
Dari
Muhammad bin Sirin (110 H), beliau berkata:
«مَا أَظُنُّ
رَجُلًا يَنْتَقِصُ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ يُحِبُّ النَّبِيَّ ﷺ»
“Aku
tidak yakin ada seseorang yang mencela Abu Bakr (13 H) dan Umar (23 H) lalu dia
benar-benar mencintai Nabi ﷺ.”
(HSR. At-Tirmidzi no. 3685)
Penutup
Buku ini merangkum 37 keutamaan Umar bin Al-Khotthob rodhiyallahu ‘anhu sebagai bukti keagungan kedudukan beliau dalam Islam. Semoga Alloh meridhoi beliau dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mencintai para Shohabat Nabi ﷺ.
%20-%20Nor%20Kandir.jpeg)