Cari Ebook

[PDF] 100 Hadits Untuk Dihafal - Juz 2 of 3 - Tim Az-Zulfa KSA

 


Muqoddimah

﷽

Segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi dan Rosul yang paling mulia. Amma ba’du:

Ini adalah kitab kedua dari seri “100 Hadits untuk Dihafal”. Kami menyajikannya setelah melihat antusiasme yang sangat besar terhadap kitab pertama—walhamdulillah—serta untuk memenuhi keinginan banyak saudara-saudara yang mulia yang bersemangat untuk melanjutkan hafalan Hadits-Hadits Nabi ﷺ sesuai dengan metode mudah yang telah kami tawarkan pada kitab pertama.

Kendati demikian, kami tekankan bahwa metode ini hanyalah langkah sederhana untuk memulai penghafalan Sunnah Nabi yang suci secara sungguh-sungguh.[]

NB:

ð Judul bab dari pentarjamah.

ð Daftar isi di akhir buku agar pembaca nyaman.

ð Menggunakan cetakan asli ke-8 1442 H.

ð File resmi bisa diunduh di sini.

Bab 1: Jujur dalam Beragama

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ، فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِمِثْلِهَا»

“Apabila seseorang di antara kalian memperbagus keislamannya (jujur bukan nifaq), maka setiap kebaikan yang dilakukannya akan dicatat baginya 10 kali lipat hingga 700 kali lipat. Sedangkan setiap keburukan yang dilakukannya hanya dicatat setimpal dengan keburukan tersebut.” (HR. Al-Bukhori no. 42 dan Muslim no. 129)

Bab 2: Berlindung dari Bisikan Syaithon

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ حَتَّى يَقُولَ: مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ»

“Syaithon akan mendatangi salah seorang di antara kalian lalu bertanya: ‘Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu?’ Hingga ia bertanya: ‘Siapa yang menciptakan Robbmu?’ Apabila bisikan itu telah sampai pada tahap demikian, hendaknya ia segera memohon perlindungan kepada Alloh dan menghentikan pemikiran tersebut.” (HR. Al-Bukhori no. 3276 dan Muslim no. 134)

Bab 3: Kecintaan Alloh kepada Hamba-Nya

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ العَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ، فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، فَيُنَادِي جِبْرِيلُ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، ثُمَّ يُوَضَعُ لَهُ القَبُولُ فِي الأَرْضِ»

“Apabila Alloh mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril seraya berfirman: ‘Sungguh Alloh mencintai si fulan, maka cintailah dia.’ Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril menyeru kepada penghuni langit: ‘Sungguh Alloh mencintai si fulan, maka cintailah dia.’ Penghuni langit pun mencintainya, kemudian ditetapkan baginya penerimaan di muka bumi.” (HR. Al-Bukhori no. 3209 dan Muslim no. 2637)

Bab 4: Syarat Diterimanya Sholat

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ»

“Tidak akan diterima Sholat seseorang yang berhadats hingga ia berwudhu.” (HR. Al-Bukhori no. 6954 dan Muslim no. 225)

Bab 5: Keutamaan Sholat 5 Waktu

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمُ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟» قَالُوا: لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ، قَالَ: «فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ، يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الخَطَايَا»

“Bagaimana pendapat kalian jika ada sebuah sungai di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi di sungai itu 5 kali setiap hari, apakah masih ada kotoran yang tersisa pada badannya?” Para Shohabat menjawab: “Tidak ada kotoran yang tersisa sedikit pun.” Beliau bersabda: “Demikianlah perumpamaan Sholat 5 waktu, Alloh menghapuskan dosa-dosa dengannya.” (HR. Al-Bukhori no. 528 dan Muslim no. 667, lafazh milik Muslim)

Bab 6: Hakikat Kekayaan

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لَيْسَ الغِنَى عَنْ كَثْرَةِ العَرَضِ، وَلَكِنَّ الغِنَى غِنَى النَّفْسِ»

“Bukanlah kekayaan itu diukur dari banyaknya harta benda, melainkan kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati.” (HR. Al-Bukhori no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Bab 7: Tingkatan Amal Utama

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ ditanya: “Amal apakah yang paling utama?” Beliau bersabda:

«إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ»

“Beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya.”

Ditanyakan lagi: “Kemudian apa?” Beliau bersabda:

«الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»

“Jihad di jalan Alloh.”

Ditanyakan lagi: “Kemudian apa?” Beliau bersabda:

«حَجٌّ مَبْرُورٌ»

“Haji yang mabrur.” (HR. Al-Bukhori no. 26 dan Muslim no. 83)

Bab 8: Adab Keimanan

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ»

“Siapa beriman kepada Alloh dan Hari Akhiroh, janganlah ia menyakiti tetangganya. Siapa beriman kepada Alloh dan Hari Akhiroh, hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan siapa beriman kepada Alloh dan Hari Akhiroh, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Bukhori no. 6136 dan Muslim no. 47)

Bab 9: Waktu Mustajab Berdoa

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«يَنزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ»

“Robb kita Yang Maha Suci dan Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri kepadanya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku niscaya Aku ampuni baginya.’” (HR. Al-Bukhori no. 1145 dan Muslim no. 758)

Bab 10: Larangan Mencela Waktu

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يُؤْذِينِي ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ، وَأَنَا الدَّهْرُ، أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ»

“Alloh Ta’ala berfirman: ‘Anak Adam menyakiti-Ku karena mencela waktu, padahal Akulah Pengatur waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.’” (HR. Al-Bukhori no. 7491 dan Muslim no. 2246)

Bab 11: Kemaafan atas Bisikan Hati

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا، مَا لَمْ تَعْمَلْ أَوْ تَتَكَلَّمْ»

“Sungguh Alloh memaafkan untuk umatku apa yang dibisikkan oleh hatinya, selama belum dikerjakan atau diucapkan.” (HR. Al-Bukhori no. 5269 dan Muslim no. 127)

Bab 12: Doa Mustajab Para Nabi

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ يَدْعُو بِهَا، وَأُرِيدُ أَنْ أَخْتَبِئَ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي فِي الآخِرَةِ»

“Setiap Nabi memiliki doa yang mustajab yang ia panjatkan, dan aku ingin menyimpan doaku tersebut sebagai syafaat bagi umatku di Akhiroh kelak.” (HR. Al-Bukhori no. 6304 dan Muslim no. 199)

Bab 13: Meluruskan Shof Sholat

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«أَقِيمُوا الصَّفَّ فِي الصَّلاَةِ، فَإِنَّ إِقَامَةَ الصَّفِّ مِنْ حُسْنِ الصَّلاَةِ»

“Luruskanlah shaf dalam Sholat, karena sungguh meluruskan shaf termasuk kebagusan Sholat.” (HR. Al-Bukhori no. 722 dan Muslim no. 435)

Bab 14: Waktu Mustajab Hari Jumat

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ menyebutkan tentang hari Jumat, lalu beliau bersabda:

«فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ»

“Di dalamnya terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim mendapatinya dalam keadaan berdiri Sholat seraya memohon sesuatu kebaikan kepada Alloh Ta’ala, melainkan Alloh pasti mendatangkannya kepadanya.”

Dan beliau mengisyaratkan dengan tangannya yang menunjukkan sebentarnya waktu tersebut. (HR. Al-Bukhori no. 6400 dan Muslim no. 852)

Bab 15: Memohon Fadhilah dan Perlindungan

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا»

“Apabila kalian mendengar kokok ayam jantan, memohonlah kepada Alloh dari fadhilah-Nya, karena sungguh ayam itu melihat Malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, berlindunglah kepada Alloh dari syaithon, karena sungguh keledai itu melihat syaithon.” (HR. Al-Bukhori no. 3303 dan Muslim no. 2729)

Bab 16: Wasiat Nabi untuk Amalan Sunnah

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

«أَوْصَانِي خَلِيلِي ﷺ بِثَلاَثٍ: صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ»

“Kekasihku ﷺ mewasiatkan kepadaku 3 hal: Puasa 3 hari setiap bulan, 2 rokaat Sholat Dhuha, dan agar aku melakukan Sholat Witir sebelum tidur.” (HR. Al-Bukhori no. 1981 dan Muslim no. 721)

Bab 17: Shodaqoh yang Paling Besar Pahalanya

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Seorang laki-laki mendatangi Nabi ﷺ lalu bertanya: “Wahai Rosululloh, shodaqoh manakah yang paling besar pahalanya?” Beliau bersabda:

«أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الفَقْرَ وَتَأْمُلُ الغِنَى، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الحُلْقُومَ، قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا، وَلِفُلاَنٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ»

“Yaitu engkau bershodaqoh dalam keadaan engkau sehat, merasa kikir (sayang pada harta), takut miskin, dan mengharapkan kekayaan. Janganlah engkau menunda-nunda hingga ketika nyawa telah sampai di kerongkongan, baru engkau berkata: ‘Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian,’ padahal harta itu sudah menjadi hak ahli waris si fulan.” (HR. Al-Bukhori no. 1419 dan Muslim no. 1032)

Bab 18: Menyegera Pengurusan Janazah

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«أَسْرِعُوا بِالجَنَازَةِ، فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا إِلَيْهِ، وَإِنْ تَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ»

“Segerakanlah pengurusan janazah. Sebab jika ia janazah yang sholih, berarti kalian menyegerakannya menuju kebaikan. Namun jika ia tidak demikian, berarti kalian melepaskan keburukan dari pundak-pundak kalian.” (HR. Al-Bukhori no. 1315 dan Muslim no. 944)

Bab 19: Kebersihan Diri pada Hari Jumat

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِي كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَوْمًا، يَغْسِلُ فِيهِ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ»

“Wajib atas setiap Muslim untuk mandi satu hari dalam setiap 7 hari (yaitu hari Jumat), dengan mencuci kepala dan seluruh badannya.” (HR. Al-Bukhori no. 897 dan Muslim no. 849)

Bab 20: Sumpah dalam Jual Beli

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«الحَلِفُ مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ، مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ»

“Sumpah itu dapat melariskan barang dagangan, namun memusnahkan keberkahannya.” (HR. Al-Bukhori no. 2087 dan Muslim no. 1606)

Bab 21: Bahaya Menampakkan Dosa

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا المُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ المُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَيَقُولَ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ»

“Setiap umatku akan dimaafkan kecuali orang-orang yang terang-terangan bermaksiat (al-mujahirun). Dan termasuk terang-terangan bermaksiat adalah seseorang yang beramal perbuatan dosa di malam hari, kemudian di pagi hari—padahal Alloh telah menutup rahasianya—ia malah berkata: ‘Wahai fulan, semalam aku telah berbuat demikian dan demikian.’ Padahal semalaman Robbnya telah menutup rahasianya, namun di pagi hari ia justru menyingkap tutupan Alloh dari dirinya.” (HR. Al-Bukhori no. 6069 dan Muslim no. 2990)

Bab 22: Keutamaan Bulan Romadhon

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ»

“Apabila bulan Romadhon tiba, pintu-pintu Jannah dibuka, pintu-pintu Jahannam ditutup, dan syaithon-syaithon dibelenggu.” (HR. Al-Bukhori no. 3277 dan Muslim no. 1079)

Bab 23: Hukum Makan dan Minum Karena Lupa Saat Puasa

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِذَا نَسِيَ فَأَكَلَ وَشَرِبَ، فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ»

“Apabila seseorang lupa lalu ia makan dan minum, hendaknya ia menyempurnakan Puasanya. Karena sungguh Alloh-lah yang telah memberinya makan dan minum.” (HR. Al-Bukhori no. 1933 dan Muslim no. 1155)

Bab 24: Keutamaan Haji Mabrur

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَنْ حَجَّ هَذَا البَيْتَ، فَلَمْ يَرْفُثْ، وَلَمْ يَفْسُقْ، رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ»

“Siapa menunaikan Haji di Rumah ini (Ka’bah) tanpa berbuat keji (rofats) dan tidak berbuat fasik, niscaya ia kembali bersih dari dosa seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Al-Bukhori no. 1819 dan Muslim no. 1350)

Bab 25: Kriteria Memilih Pasangan Hidup

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«تُنْكَحُ المَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ، تَرِبَتْ يَدَاكَ»

“Wanita itu dinikahi karena 4 perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki Agama niscaya engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhori no. 5090 dan Muslim no. 1466)

Bab 26: Keutamaan Rumah dan Mimbar Nabi

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي»

“Area yang berada di antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman (Roudhoh) dari taman-taman Jannah, dan mimbarku berada di atas Telagaku.” (HR. Al-Bukhori no. 1196 dan Muslim no. 1391)

Bab 27: Adab Mengucapkan Salam

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«يُسَلِّمُ الراكِبُ عَلَى المَاشِي، وَالمَاشِي عَلَى القَاعِدِ، وَالقَلِيلُ عَلَى الكَثِيرِ»

“Hendaknya orang yang berkendara mengucapkan salam kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan kaki kepada orang yang duduk, dan kelompok yang sedikit kepada kelompok yang lebih banyak.” (HR. Al-Bukhori no. 6232 dan Muslim no. 2160)

Dalam riwayat Al-Bukhori disebutkan:

«الصَّغِيرُ عَلَى الكَبِيرِ»

“Yang muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua.” (HR. Al-Bukhori no. 6231)

Bab 28: Kasih Sayang Mendorong Rohmat Alloh

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ»

“Siapa tidak mengasihi maka ia tidak akan dikasihi.” (HR. Al-Bukhori no. 5997 dan Muslim no. 2318)

Bab 29: Keutamaan Menyingkirkan Gangguan dari Jalan

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ، فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ»

“Ketika seorang laki-laki sedang berjalan di suatu jalanan, ia menemukan dahan berduri yang menghalangi jalan lalu ia menyingkirkannya. Maka Alloh bersyukur (berterima kasih) kepadanya dan mengampuni dosanya.” (HR. Al-Bukhori no. 654 dan Muslim no. 1914)

Bab 30: Terkabulnya Doa dan Syaratnya

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي»

“Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: ‘Aku telah berdoa namun belum juga dikabulkan untukku.’” (HR. Al-Bukhori no. 6340 dan Muslim no. 2735)

Bab 31: Tanda Dekatnya Hari Qiyamah

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولَ: يَا لَيْتَنِي كَانَتْ مَكَانَهُ»

“Hari Qiyamah tidak akan terjadi hingga seseorang melintasi kuburan orang lain lalu berkata: ‘Duhai sekiranya aku berada di posisinya.’” (HR. Al-Bukhori no. 7115 dan Muslim no. 157)

Bab 32: Adab Berdoa dan Memohon Kepada Alloh

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ، اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي إِنْ شِئْتَ، وَلِيَعْزِمْ مَسْأَلَتَهُ، فَإِنَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ، لاَ مُكْرِهَ لَهُ»

“Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian berdoa: ‘Ya Alloh, ampunilah aku jika Engkau berkenan; Ya Alloh, rohmatilah aku jika Engkau berkenan; Ya Alloh, berilah aku rizki jika Engkau berkenan.’ Hendaklah ia memantapkan permohonannya, karena sungguh Alloh melakukan apa yang Dia kehendaki tanpa ada yang bisa memaksa-Nya.” (HR. Al-Bukhori no. 7477 dan Muslim no. 2679)

Bab 33: Larangan Mengangan-angankan Kematian

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لاَ يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ المَوْتَ، إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ»

“Janganlah salah seorang di antara kalian mengangan-angankan kematian. Sebab jika ia orang baik, boleh jadi ia menambahi kebaikannya; dan jika ia orang jahat, boleh jadi ia bertaubat (kembali kepada kebaikan).” (HR. Al-Bukhori no. 7235 dan Muslim no. 2682)

Dalam riwayat Al-Bukhori: “boleh jadi ia bertaubat memohon keridhoan Alloh.”

Bab 34: Adab Bersin dan Doa Jawabannya

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: الحَمْدُ لِلَّهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَإِذَا قَالَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَلْيَقُلْ: يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ»

“Apabila salah seorang di antara kalian bersin, hendaknya ia mengucapkan: ‘Alhamdulillah’ (Segala puji bagi Alloh). Dan hendaknya saudaranya atau temannya mengucapkan kepadanya: ‘Yarhamukalloh’ (Semoga Alloh merohmatimu). Apabila ia telah mengucapkan kepadanya ‘Yarhamukalloh’, hendaknya ia (yang bersin) membalas: ‘Yahdiikumullohu wa yushlihu baalakum’ (Semoga Alloh memberi kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian).” (HR. Al-Bukhori no. 6224 dan Muslim no. 2992)

Bab 35: Menghindari Fitnah Akhir Zaman

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«سَتَكُونُ فِتَنٌ، القَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ القَائِمِ، وَالقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ المَاشِي، وَالمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي، وَمَنْ يُشْرِفْ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ، وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ»

“Akan terjadi berbagai fitnah (huru-hara). Orang yang duduk saat itu lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Siapa mendekati fitnah itu niscaya fitnah akan menyeretnya. Dan siapa menemukan tempat perlindungan atau benteng hendaknya ia berlindung padanya.” (HR. Al-Bukhori no. 7081 dan Muslim no. 2886)

Bab 36: Tanda Qiyamah dan Perang Akhir Zaman

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا اليَهُودَ، حَتَّى يَقُولَ الحَجَرُ وَرَاءَهُ اليَهُودِيُّ: يَا مُسْلِمُ، هَذَا يَهُودِيٌّ وَرَائِي فَاقْتُلْهُ»

“Hari Qiyamah tidak akan terjadi hingga kalian memerangi kaum Yahudi, sampai-sampai batu yang di belakangnya terdapat orang Yahudi berkata: ‘Wahai Muslim, ini orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’” (HR. Al-Bukhori no. 2926 dan Muslim no. 2922)

Muslim menambahkan:

«إِلَّا الغَرْقَدَ، فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ اليَهُودِ»

“Kecuali pohon Ghorqod, karena sungguh ia adalah pohon orang Yahudi.”

Bab 37: Penilaian Hakiki pada Hari Qiyamah

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِنَّهُ لَيَأْتِي الرَّجُلُ العَظِيمُ السَّمِينُ يَوْمَ القِيَامَةِ، لاَ يَزِنُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ»

“Sungguh akan datang seorang laki-laki yang besar lagi gemuk pada Hari Qiyamah, namun di sisi Alloh timbangannya tidak melebihi berat sebelah sayap nyamuk.”

Dan beliau bersabda: Bacalah oleh kalian firman Alloh:

﴿فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا﴾

“Maka Kami tidak menegakkan suatu timbangan pun bagi mereka pada Hari Qiyamah.” (QS. Al-Kahfi: 105). (HR. Al-Bukhori no. 4729 dan Muslim no. 2785)

Bab 38: 7 Dosa Besar yang Membinasakan

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقَاتِ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: «الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ اليَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ المُحْصَنَاتِ المُؤْمِنَاتِ الغَافِلاَتِ»

“Jauhilah 7 perkara yang membinasakan (al-mubiqot).” Para Shohabat bertanya: “Wahai Rosululloh, apakah perkara-perkara itu?” Beliau bersabda: “Syirik (menyekutukan sesuatu) kepada Alloh, sihir, membunuh jiwa yang diharomkan Alloh kecuali dengan alasan yang haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri dari medan pertempuran (Jihad), dan menuduh berzina kepada wanita-wanita Mukminah yang suci lagi lalai dari maksiat.” (HR. Al-Bukhori no. 2766 dan Muslim no. 89)

Bab 39: Tanda-Tanda Dicabutnya Ilmu

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ، وَيَنقُصُ العَمَلُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ، وَتَظْهَرُ الفِتَنُ، وَيَكْثُرُ الهَرْجُ» قَالُوا: وَمَا الهَرْجُ؟ قَالَ: «القَتْلُ القَتْلُ»

“Zaman akan terasa semakin singkat, amalan kebaikan berkurang, sifat kikir ditanamkan dalam hati, fitnah-fitnah bermunculan, dan al-harj semakin banyak.” Para Shohabat bertanya: “Apakah al-harj itu?” Beliau menjawab: “Pembunuhan, pembunuhan.” (HR. Al-Bukhori no. 7061 dan Muslim no. 157)

Bab 40: Keutamaan Adzan dan Shof Pertama

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ، لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا»

“Seandainya manusia mengetahui besarnya keutamaan yang ada pada seruan Adzan dan shof pertama, kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan berundi, niscaya mereka akan berundi. Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada bersegera menuju Sholat (at-tahjir), niscaya mereka akan berlomba-lomba mendapatkannya. Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada Sholat Isya (al-‘atamah) dan Subuh, niscaya mereka akan mendatangi keduanya walaupun harus merangkak.” (HR. Al-Bukhori no. 615 dan Muslim no. 437)

Bab 41: Adab Berjalan Menuju Sholat

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ تَأْتُوهَا تَسْعَوْنَ، وَأْتُوهَا تَمْشُونَ، وَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا»

“Apabila Sholat telah diiqomahkan, janganlah kalian mendatanginya dengan berlari-lari tergesa-gesa. Datangilah dengan berjalan kaki dan bertindaklah dengan tenang. Bagian Sholat yang kalian dapati maka kerjakanlah, dan bagian yang tertinggal maka sempurnakanlah.” (HR. Al-Bukhori no. 908 dan Muslim no. 902)

Bab 42: Dua Hal yang Selalu Muda pada Manusia

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لاَ يَزَالُ قَلْبُ الكَبِيرِ شَابًّا فِي اثْنَتَيْنِ: فِي حُبِّ الدُّنْيَا وَطُولِ الأَمَلِ»

“Hati orang tua akan senantiasa merasa muda dalam 2 perkara: dalam mencintai dunia dan panjang angan-angan.” (HR. Al-Bukhori no. 6420 dan Muslim no. 1046)

Bab 43: Larangan Menunjuk Saudara dengan Senjata

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لاَ يُشِرْ أَحَدُكُمْ إِلَى أَخِيهِ بِالسِّلاَحِ، فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنزِغُ فِي يَدِهِ، فَيَقَعُ فِي حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ»

“Janganlah salah seorang di antara kalian mengarahkan senjata kepada saudaranya. Sebab ia tidak tahu, boleh jadi syaithon membisikkan atau menggerakkan tangannya tanpa sengaja hingga ia terperosok ke dalam lubang Naar.” (HR. Al-Bukhori no. 7072 dan Muslim no. 2617)

Bab 44: Keutamaan Bekerja Keras Mandiri

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا، فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ»

“Sungguh seseorang di antara kalian memikul seikat kayu bakar di atas punggungnya untuk dijual itu jauh lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada seseorang, lalu orang itu memberinya atau menolaknya.” (HR. Al-Bukhori no. 2074 dan Muslim no. 1042)

Bab 45: Ancaman bagi yang Meninggalkan Sholat Berjamaah

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ، ثُمَّ أَنطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ، فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ»

“Sungguh aku pernah berniat untuk memerintahkan Sholat agar diiqomahkan, lalu aku menyuruh seorang imam untuk memimpin Sholat bersama manusia, kemudian aku pergi bersama beberapa lelaki yang membawa seikat kayu bakar menuju rumah orang-orang yang tidak menghadiri Sholat berjamaah, lalu aku bakar rumah-rumah mereka dengan api.” (HR. Al-Bukhori no. 2420 dan Muslim no. 651)

Bab 46: Sholat Paling Berat Bagi Orang Munafik

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنَ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا»

“Tidak ada Sholat yang paling berat bagi orang-orang munafik melebihi Sholat Subuh dan Sholat Isya. Seandainya mereka mengetahui pahala yang ada pada keduanya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya walaupun harus merangkak.” (HR. Al-Bukhori no. 657 dan Muslim no. 651)

Bab 47: Doa Malaikat Setiap Pagi

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخِرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا»

“Tidak ada satu hari pun yang menyapa para hamba di pagi hari melainkan dua Malaikat turun. Salah satunya berdoa: ‘Ya Alloh, berikanlah ganti bagi orang yang menginfakkan hartanya.’ Dan Malaikat yang lain berdoa: ‘Ya Alloh, berikanlah kebinasaan/kehancuran bagi orang yang menahan hartanya (kikir).’” (HR. Al-Bukhori no. 1442 dan Muslim no. 1010)

Bab 48: Balasan Sabar Atas Kematian

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: مَا لِعَبْدِي المُؤْمِنِ عِنْدِي جَزَاءٌ، إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ، إِلَّا الجَنَّةُ»

“Alloh Ta’ala berfirman: ‘Tidak ada balasan di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang Mu’min apabila Aku mencabut nyawa orang yang dicintainya dari kalangan penghuni dunia, kemudian ia mengharapkan pahala dengan bersabar, melainkan balasan Jannah.’” (HR. Al-Bukhori no. 6424)

Bab 49: Keterasingan Sumber Harta di Akhir Zaman

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، لاَ يُبَالِي المَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ، أَمِنَ الحَلاَلِ أَمْ مِنَ الحَرَامِ»

“Sungguh akan datang suatu masa pada manusia di mana seseorang tidak peduli lagi dari mana harta yang ia ambil, apakah dari sumber yang Halal ataukah dari sumber yang Harom.” (HR. Al-Bukhori no. 2059)

Bab 50: Hamba Alloh yang Ditarik Menuju Jannah

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«عَجِبَ اللَّهُ مِنْ قَوْمٍ يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ فِي السَّلاَسِلِ»

“Alloh kagum terhadap suatu kaum yang masuk ke dalam Jannah dalam keadaan terikat belenggu.” (HR. Al-Bukhori no. 3010)

(Hadits ini mencakup orang kafir yang ditawan dalam peperangan lalu masuk Islam, atau siapa saja yang ditarik menuju kebenaran secara kuat).

Bab 51: Diterimanya Shodaqoh dari Harta yang Thoyyib

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ، وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ، فَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ، حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الجَبَلِ»

“Siapa bershodaqoh senilai satu biji kurma dari hasil usaha yang thoyyib (baik/halal)—dan Alloh tidak menerima kecuali yang thoyyib—maka Alloh akan menerimanya dengan Tangan Kanan-Nya. Kemudian Dia memelihara dan memperbanyak pahalanya bagi pemiliknya sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara anak kudanya, hingga shodaqoh yang sedikit itu menjadi sebesar gunung.” (HR. Al-Bukhori no. 7430)

Bab 52: Kenikmatan Jannah yang Tak Terbayangkan

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«قَالَ اللَّهُ: أَعْدَدْتُ لِعَبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ»

“Alloh berfirman: ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang sholih kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.’” (HR. Al-Bukhori no. 7498)

Bab 53: Penyelesaian Kezholiman Sebelum Hari Qiyamah

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا، فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَتُطْرَحَ عَلَيْهِ»

“Siapa yang memiliki tanggungan kezholiman terhadap saudaranya, hendaklah ia meminta dihalalkan (dimaafkan) darinya pada hari ini. Karena sungguh di sana (Akhiroh) tidak ada lagi dinar dan dirham, sebelum pahala kebaikannya diambil untuk saudaranya. Apabila ia tidak memiliki kebaikan, maka keburukan-keburukan saudaranya akan diambil lalu ditimpakan kepadanya.” (HR. Al-Bukhori no. 2449)

Bab 54: Kewajiban Taat Kepada Pemimpin

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ، وَمَنْ يُطِعِ الأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي، وَمَنْ يَعْصِ الأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي»

“Siapa menataatiku sungguh ia telah menaati Alloh, siapa mendurhakaiku sungguh ia telah mendurhakai Alloh, siapa menaati pemimpin sungguh ia telah menataatiku, dan siapa mendurhakai pemimpin sungguh ia telah mendurhakaiku.” (HR. Muslim no. 1835)

Bab 55: Pengetahuan tentang Akhirat

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا»

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Al-Bukhori no. 6485)

Bab 56: Alloh Menurunkan Penawar Setiap Penyakit

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً»

“Tidaklah Alloh menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR. Al-Bukhori no. 5678)

Bab 57: Sikap Hidup dalam Urusan Dunia

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ»

“Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian dan janganlah kalian melihat kepada orang yang berada di atas kalian. Yang demikian itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan ni’mat Alloh.” (HR. Muslim no. 2963)

Bab 58: Larangan Meminta-minta Harta Manusia

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَنْ سَأَلَ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا، فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا، فَلْيَسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ»

“Siapa meminta-minta harta manusia untuk menumpuk kekayaan, sungguh ia hanyalah meminta bongkahan bara api. Maka hendaklah ia menyedikitkan permohonannya atau memperbanyaknya.” (HR. Muslim no. 1041)

Bab 59: Hak Memerdekakan Orang Tua

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«لاَ يَجْزِي وَلَدٌ وَالِدًا، إِلَّا أَنْ يَجِدَهُ مَمْلُوكًا فَيَشْتَرِيَهُ فَيُعْتِقَهُ»

“Tidak ada seorang anak pun yang mampu membalas jasa orang tuanya, kecuali jika ia mendapati orang tuanya dalam keadaan menjadi budak sahaya, lalu ia membelinya kemudian memerdekakannya.” (HR. Muslim no. 1510)

Bab 60: Agama Islam Itu Mudah

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا، وَاسْتَعِينُوا بِالغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ»

“Sungguh Agama Islam itu mudah. Dan tidaklah seseorang memaksakan diri dalam beragama melainkan Agama itu akan mengalahkannya. Maka luruskanlah (kerjakan wajib dan sunnah), mendekatlah pada kebenaran (jaga yang wajib), berilah kabar gembira, dan mohonlah pertolongan Alloh dengan memanfaatkan waktu pagi, waktu sore, dan sebagian waktu malam.” (HR. Al-Bukhori no. 39)

Bab 61: Hukum Memelihara Anjing

Dari Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا، إِلَّا كَلْبَ صَيْدٍ، أَوْ ضَارِيًا، نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ»

“Siapa memelihara anjing, kecuali anjing penjaga ternak atau anjing pemburu, niscaya pahala amalannya berkurang setiap hari sebanyak 2 qiroth.” (HR. Al-Bukhori no. 5482 dan Muslim no. 1575)

Muslim menambahkan:

«أَوْ كَلْبَ زَرْعٍ»

“Atau anjing penjaga tanaman.”

Bab 62: Larangan Saling Membunuh Sesama Muslim

Dari Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«وَيْلَكُمْ - أَوْ وَيْحَكُمْ - لاَ تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا، يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ»

“Celakalah kalian! Janganlah kalian kembali menjadi kufur setelah sepeninggalku, dengan sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lain.” (HR. Al-Bukhori no. 121 dan Muslim no. 66, lafazh milik Muslim)

Bab 63: Adab Dalam Majelis

Dari Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«لاَ يُقِيمُ الرَّجُلُ الرَّجُلَ مِنْ مَجْلِسِهِ ثُمَّ يَجْلِسُ فِيهِ، وَلَكِنْ تَفَسَّحُوا وَتَوَسَّعُوا»

“Janganlah seseorang menyuruh berdiri orang lain dari tempat duduknya kemudian ia menduduki tempat tersebut. Akan tetapi berilah kelapangan dan perluaslah majelis kalian.” (HR. Al-Bukhori no. 6269 dan Muslim no. 2177)

Bab 64: Adab Berbisik dalam Majelis

Dari Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِذَا كَانُوا ثَلاَثَةً فَلاَ يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الثَّالِثِ»

“Apabila ada 3 orang berkumpul, maka janganlah 2 orang berbisik-bisik berdua tanpa mengikutsertakan orang yang ketiga.” (HR. Al-Bukhori no. 6288 dan Muslim no. 2183)

Dalam riwayat lain:

«فَإِنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ»

“Karena sungguh hal itu akan membuatnya sedih.” (HR. Al-Bukhori no. 6290 dan Muslim no. 2184)

Bab 65: Kewajiban Menjaga Hafalan Al-Qur’an

Dari Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ القُرْآنِ كَمَثَلِ الإِبِلِ المُعَقَّلَةِ، إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا، وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ»

“Sungguh perumpamaan penghafal Al-Qur’an adalah seperti pemilik unta yang terikat. Jika ia selalu merawat dan mengawasinya niscaya ia mampu memegangnya; namun jika ia melepaskannya niscaya unta itu akan lari.” (HR. Al-Bukhori no. 5031 dan Muslim no. 789)

Bab 66: Hukuman Bagi Pengkhianat Janji

Dari Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِذَا جَمَعَ اللَّهُ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ يَوْمَ القِيَامَةِ، يُرْفَعُ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ، فَيُقَالُ: هَذِهِ غَدْرَةُ فُلاَنِ بْنِ فُلاَنٍ»

“Apabila Alloh mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang yang belakangan pada Hari Qiyamah, akan ditegakkan panji/bendera bagi setiap pengkhianat seraya diumumkan: ‘Ini adalah pengkhianatan si fulan bin fulan.’” (HR. Al-Bukhori no. 6178 dan Muslim no. 1735)

Bab 67: Anjuran Menjaga Sholat Ashar

Dari Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«الَّذِي تَفُوتُهُ صَلاَةُ العَصْرِ، كَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ»

“Orang yang terlewat Sholat Ashar, seolah-olah ia telah kehilangan keluarga dan seluruh hartanya.” (HR. Al-Bukhori no. 552 dan Muslim no. 626)

Bab 68: Kesucian Darah Seseorang yang Beriman

Dari Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«لاَ يَزَالُ المُؤْمِنُ فِي فُسْحَةٍ مِنْ دِينِهِ، مَا لَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا»

“Seorang Mu’min akan senantiasa berada dalam kelapangan Agamanya selama ia tidak menumpahkan darah yang harom (tanpa hak).” (HR. Al-Bukhori no. 6862)

Bab 69: Doa Perlindungan dari Hilangnya Ni’mat

Dari Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Di antara doa Rosululloh ﷺ adalah:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ»

“Ya Alloh, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya ni’mat-Mu, dari berubahnya kesehatan/keselamatan dari-Mu, dari datangnya siksa-Mu secara tiba-tiba, dan dari seluruh kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim no. 2739)

Bab 70: Bahaya Melepas Ketaatan dari Pemimpin

Dari Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ، لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ القِيَامَةِ لاَ حُجَّةَ لَهُ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ، مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً»

“Siapa melepaskan tangannya dari ketaatan kepada pemimpin, ia akan berjumpa dengan Alloh pada Hari Qiyamah tanpa memiliki alasan pertanggungjawaban. Dan siapa meninggal dunia sedangkan di lehernya tidak ada ikatan baiat, maka ia mati dalam keadaan mati Jahiliyyah.” (HR. Muslim no. 1851)

Bab 71: Sholat Sunnah Setelah Pulang Bepergian

Dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Aku pernah bepergian bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan. Ketika kami tiba di Madinah, beliau bersabda kepadaku:

«ادْخُلِ المَسْجِدَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ»

“Masuklah ke Masjid lalu kerjakanlah Sholat 2 rokaat.” (HR. Al-Bukhori no. 3087 dan Muslim no. 715)

Bab 72: Cakupan Makna Shodaqoh

Dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ»

“Setiap perbuatan baik (ma’ruf) adalah shodaqoh.” (HR. Al-Bukhori no. 6021)

Bab 73: Keutamaan Sikap Toleran dalam Muamalah

Dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ، وَإِذَا اشْتَرَى، وَإِذَا اقْتَضَى»

“Semoga Alloh merohmati seorang laki-laki yang ramah dan toleran ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih haknya (hutang).” (HR. Al-Bukhori no. 2076)

Bab 74: Doa Setelah Mendengar Adzan

Dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: Siapa setelah mendengar panggilan Adzan mengucapkan:

«اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ»

“Ya Alloh, Robb pemilik seruan yang sempurna ini dan Sholat yang didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad Al-Wasilah (derajat tinggi di Jannah) dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau pada tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya,” niscaya berhak mendapatkan syafaatku pada Hari Qiyamah. (HR. Al-Bukhori no. 614)

Bab 75: Waktu Mengabulkan Doa di Setiap Malam

Dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ»

“Sungguh di dalam malam hari ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim mendapatinya seraya memohon kebaikan dunia dan Akhiroh kepada Alloh, melainkan Alloh pasti memberikannya kepadanya. Dan yang demikian itu ada pada setiap malam.” (HR. Muslim no. 757)

Bab 76: Bahaya Minuman Keras

Dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِنَّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ المُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِينَةِ الخَبَالِ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا طِينَةُ الخَبَالِ؟ قَالَ: «عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ - أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ -»

“Sungguh Alloh ‘Azza wa Jalla telah berjanji bagi orang yang meminum minuman keras/pemabuk (muskir) untuk memberinya minum dari thiinatul khobaal.” Para Shohabat bertanya: “Wahai Rosululloh, apakah thiinatul khobaal itu?” Beliau bersabda: “Keringat penghuni Naar—atau perasan tubuh penghuni Naar—.” (HR. Muslim no. 2002)

Bab 77: Tata Cara Sholat Witir

Dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَنْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ، وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ، فَإِنَّ صَلاَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ، وَذَلِكَ أَفْضَلُ»

“Siapa yang takut tidak bangun di akhir malam, hendaklah ia Sholat Witir di awal malam. Dan siapa yang berkeinginan bangun di akhir malam, hendaklah ia Sholat Witir di akhir malam. Karena sungguh Sholat di akhir malam itu disaksikan (oleh Malaikat), dan itu adalah yang paling utama.” (HR. Muslim no. 755)

Bab 78: Batas Antara Keselamatan dan Kufur

Dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar Rosululloh ﷺ bersabda:

«بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ»

“Batas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan Sholat.” (HR. Muslim no. 82)

Bab 79: Cara Alloh Mencabut Ilmu

Dari Abdulloh bin ‘Amr bin Al-’Ash rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا»

“Sungguh Alloh tidak dicabut ilmu dengan mencabutnya sekaligus dari dada manusia, melainkan Alloh mencabut ilmu dengan diwafatkannya para ulama. Sehingga apabila tidak ditinggalkan seorang alim pun, manusia mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Mereka ditanya lalu memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka pun sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhori no. 100 dan Muslim no. 2673)

Bab 80: Akhlaq Nabi yang Mulia

Dari Abdulloh bin ‘Amr bin Al-‘Ash rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Nabi ﷺ tidak pernah berbuat keji dan tidak pernah bersikap kasar. Beliau senantiasa bersabda:

«إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا»

“Sungguh termasuk orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling mulia akhlaqnya.” (HR. Al-Bukhori no. 3559 dan Muslim no. 2321)

Bab 81: Hakikat Menyambung Tali Silaturrohim

Dari Abdulloh bin ‘Amr bin Al-‘Ash rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«لَيْسَ المُوَاصِلُ بِالمُكَافِئِ، وَلَكِنِ المُوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا»

“Bukanlah orang yang menyambung silaturrohim itu orang yang sekadar membalas kebaikan saudaranya. Akan tetapi menyambung silaturrohim yang hakiki adalah orang yang apabila tali silaturrohimnya diputus, ia justru menyambungnya.” (HR. Al-Bukhori no. 5991)

Bab 82: Keutamaan Pemimpin yang Adil

Dari Abdulloh bin ‘Amr bin Al-‘Ash rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِنَّ المُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ، عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ، وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ، الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا»

“Sungguh orang-orang yang berlaku adil di sisi Alloh akan berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya di sebelah Kanan Ar-Rohman ‘Azza wa Jalla—dan kedua Tangan-Nya adalah Kanan—yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam hukum mereka, terhadap keluarga mereka, dan atas apa yang mereka pimpin.” (HR. Muslim no. 1827)

Bab 83: Melihat Robb pada Hari Qiyamah

Dari Jarir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Kami pernah duduk bersama Nabi ﷺ pada suatu malam bulan purnama. Beliau memandang ke arah bulan lalu bersabda:

«إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا القَمَرَ، لاَ تُضَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ، فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لاَ تُغْلَبُوا عَلَى صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا فَافْعَلُوا»

“Sungguh kalian akan melihat Robb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak berdesak-desakan/mengalami kesulitan saat melihat-Nya. Maka jika kalian mampu untuk tidak terlewatkan Sholat sebelum terbit matahari (Subuh) dan sebelum terbenamnya (Ashar), lakukanlah.”

Kemudian beliau membaca ayat:

﴿وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ﴾

“Dan bertasbihlah dengan memuji Robbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” (QS. Qof: 39). (HR. Al-Bukhori no. 554 dan Muslim no. 633)

Bab 84: Baiat Menjaga Syariat Islam

Dari Jarir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

«بَايَعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ عَلَى إِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ»

“Aku membaiat Rosululloh ﷺ untuk mendirikan Sholat, menunaikan Zakat, dan memberi nasihat kepada setiap Muslim.” (HR. Al-Bukhori no. 57 dan Muslim no. 97)

Bab 85: Bahaya Membiarkan Api Menyala Saat Tidur

Dari Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِنَّ هَذِهِ النَّارَ إِنَّمَا هِيَ عَدُوٌّ لَكُمْ، فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ»

“Sungguh api ini adalah musuh bagi kalian. Maka apabila kalian tidur, padamkanlah api itu dari kalian.” (HR. Al-Bukhori no. 6294 dan Muslim no. 2016)

Bab 86: Persaudaraan Antara Sesama Mu’min

Dari Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا»

“Seorang Mu’min bagi Mu’min lainnya adalah seperti satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” (HR. Al-Bukhori no. 2446 dan Muslim no. 2585)

Bab 87: Penangguhan Hukuman Bagi Orang Zholim

Dari Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ»

“Sungguh Alloh menangguhkan (memberi tenggang waktu) bagi orang yang zholim, hingga ketika Dia menghukumnya, Dia tidak akan melepaskannya.”

Kemudian beliau membaca ayat:

﴿وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ﴾

“Dan begitulah azab Robbmu apabila Dia mengazab negeri-negeri yang berbuat zholim. Sungguh azab-Nya itu sangat pedih lagi keras.” (QS. Hud: 102). (HR. Al-Bukhori no. 4686 dan Muslim no. 2583)

Bab 88: Luasnya Pintu Taubat Alloh

Dari Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا»

“Sungguh Alloh ‘Azza wa Jalla membentangkan Tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari, dan membentangkan Tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, hingga matahari terbit dari tempat tenggelamnya (barat).” (HR. Muslim no. 2759)

Bab 89: Kepedulian Sosial dalam Islam

Dari Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«أَطْعِمُوا الجَائِعَ، وَعُودُوا المَرِيضَ، وَفُكُّوا العَانِيَ»

“Berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bebaskanlah tawanan.” (HR. Al-Bukhori no. 3046)

Bab 90: Pahala Amalan Orang yang Sakit atau Safar

Dari Abu Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«إِذَا مَرِضَ العَبْدُ، أَوْ سَافَرَ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا»

“Apabila seorang hamba sakit atau melakukan safar (bepergian), akan dicatat baginya pahala amalan sebagaimana yang biasa ia kerjakan sewaktu menetap (tidak safar) dan sehat.” (HR. Al-Bukhori no. 2996)

Bab 91: Larangan Menuduh Kafir atau Fasiq

Dari Abu Dzarr rodhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau mendengar Nabi ﷺ bersabda:

«لاَ يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلًا بِالفُسُوقِ، وَلاَ يَرْمِيهِ بِالكُفْرِ، إِلَّا ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ، إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ»

“Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan fasiq, dan tidak pula menuduhnya dengan kufur, melainkan tuduhan itu akan kembali kepada dirinya sendiri apabila orang yang dituduh tidak demikian.” (HR. Al-Bukhori no. 6045)

Bab 92: Kegembiraan Atas Pujian Kebaikan Orang Lain

Dari Abu Dzarr rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Ditanyakan kepada Rosululloh ﷺ: “Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang beramal kebaikan lalu manusia memujinya atas kebaikan itu?” Beliau bersabda:

«تِلْكَ عَاجِلُ بُشْرَى المُؤْمِنِ»

“Itu adalah kabar gembira yang menyegera bagi seorang Mu’min.” (HR. Muslim no. 2642)

Bab 93: Doa dalam Menghadapi Kesulitan

Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rosululloh ﷺ ketika mengalami kesusahan/kesulitan membaca doa:

«لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ، وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ»

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Alloh Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun; tidak ada ilah yang berhak disembah selain Alloh Robb ‘Arsy yang agung; tidak ada ilah yang berhak disembah selain Alloh Robb langit-langit, Robb bumi, dan Robb ‘Arsy yang mulia.” (HR. Al-Bukhori no. 6346 dan Muslim no. 2730)

Bab 94: Sifat Manusia Terhadap Harta Dunia

Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda:

«لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى ثَالِثًا، وَلاَ يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ»

“Seandainya anak Adam memiliki 2 lembah harta, niscaya ia akan mencari lembah yang ketiga. Dan tidak ada yang mampu memenuhi perut anak Adam melainkan tanah (kematian), dan Alloh menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat.” (HR. Al-Bukhori no. 6436 dan Muslim no. 1048)

Bab 95: Keberkahan Kejujuran dalam Jual Beli

Dari Hakim bin Hizam rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

«البَيِّعَانِ بِالخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا»

“Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar (memilih melanjutkan atau membatalkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Apabila keduanya jujur dan menjelaskan kondisi barang apa adanya, niscaya diberkahi jual beli mereka. Namun apabila keduanya berdusta dan menyembunyikan cacat barang, niscaya dihapuskan keberkahan jual beli mereka.” (HR. Al-Bukhori no. 2110 dan Muslim no. 1532)

Bab 96: Keutamaan Kurma Ajwah Madinah

Dari Sa’ad bin Abi Waqqosh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَنْ تَصَبَّحَ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ اليَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ»

“Siapa memakan 7 butir Kurma Ajwah di pagi hari, niscaya pada hari itu ia tidak akan terbahayakan oleh racun maupun sihir.” (HR. Al-Bukhori no. 5769 dan Muslim no. 2047)

(Ajwah: jenis kurma khas Madinah. Sebagian ulama berpandangan bahwa keutamaan ini berlaku juga untuk jenis kurma lainnya).

Bab 97: Kehormatan Darah Seorang Muslim

Dari Abdulloh bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:

«لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ، يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ، إِلَّا بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ المُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ»

“Tidak halal darah seorang Muslim yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Alloh dan bahwa aku adalah Rosululloh, kecuali karena salah satu dari 3 alasan: jiwa dibalas jiwa (qishosh pembunuhan), orang yang sudah menikah berzina, dan orang yang meninggalkan Agamanya serta memisahkan diri dari Jamaah (murtad).” (HR. Al-Bukhori no. 6878 dan Muslim no. 1676)

Bab 98: Keutamaan Nafkah Kepada Keluarga

Dari Abu Mas’ud Al-Anshori rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

«إِذَا أَنفَقَ المُسْلِمُ نَفَقَةً عَلَى أَهْلِهِ، وَهُوَ يَحْتَسِبُهَا، كَانَتْ لَهُ صَدَقَةً»

“Apabila seorang Muslim mengeluarkan nafkah untuk keluarganya dengan mengharapkan pahala dari Alloh, maka nafkah tersebut dicatat baginya sebagai shodaqoh.” (HR. Al-Bukhori no. 5351 dan Muslim no. 1002)

Bab 99: Keutamaan Menyiapkan Bekal Berperang

Dari Zaid bin Kholid Al-Juhani rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

«مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا»

“Siapa menyiapkan perbekalan bagi orang yang berperang di jalan Alloh sungguh ia telah ikut berperang. Dan siapa mengurus keluarga orang yang berperang di jalan Alloh dengan kebaikan sungguh ia telah ikut berperang.” (HR. Al-Bukhori no. 2843 dan Muslim no. 1895)

Bab 100: Anjuran Makan Sahur

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda:

«تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً»

“Makan sahurlah kalian, karena sungguh pada makan sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Al-Bukhori no. 1923 dan Muslim no. 1095)[]

Unduh PDF dan Word

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Kuliah Online Gratis S1 dan S2 Dibuka!!!

Full Bahasa Arob!

Jika belum mahir bahasa Arob, klik sini