[PDF] 100 Hadits Untuk Dihafal - Juz 2 of 3 - Tim Az-Zulfa KSA
Muqoddimah
﷽
Segala puji
bagi Alloh, Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah
kepada Nabi dan Rosul yang paling mulia. Amma ba’du:
Ini adalah
kitab kedua dari seri “100 Hadits untuk Dihafal”. Kami menyajikannya setelah
melihat antusiasme yang sangat besar terhadap kitab pertama—walhamdulillah—serta
untuk memenuhi keinginan banyak saudara-saudara yang mulia yang bersemangat
untuk melanjutkan hafalan Hadits-Hadits Nabi ﷺ sesuai dengan metode mudah yang telah kami tawarkan pada kitab
pertama.
Kendati
demikian, kami tekankan bahwa metode ini hanyalah langkah sederhana untuk
memulai penghafalan Sunnah Nabi yang suci secara sungguh-sungguh.[]
NB:
ð Judul bab dari
pentarjamah.
ð Daftar isi di
akhir buku agar pembaca nyaman.
ð Menggunakan
cetakan asli ke-8 1442 H.
ð File resmi bisa
diunduh di sini.
Bab 1: Jujur dalam Beragama
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا
أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ، فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ
أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ
لَهُ بِمِثْلِهَا»
“Apabila
seseorang di antara kalian memperbagus keislamannya (jujur bukan nifaq), maka
setiap kebaikan yang dilakukannya akan dicatat baginya 10 kali lipat hingga 700
kali lipat. Sedangkan setiap keburukan yang dilakukannya hanya dicatat setimpal
dengan keburukan tersebut.” (HR. Al-Bukhori no. 42 dan Muslim no. 129)
Bab 2: Berlindung dari
Bisikan Syaithon
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«يَأْتِي
الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ حَتَّى
يَقُولَ: مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ»
“Syaithon
akan mendatangi salah seorang di antara kalian lalu bertanya: ‘Siapa yang
menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu?’ Hingga ia bertanya: ‘Siapa yang
menciptakan Robbmu?’ Apabila bisikan itu telah sampai pada tahap demikian,
hendaknya ia segera memohon perlindungan kepada Alloh dan menghentikan
pemikiran tersebut.” (HR. Al-Bukhori no. 3276 dan Muslim no. 134)
Bab 3: Kecintaan Alloh
kepada Hamba-Nya
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا
أَحَبَّ اللَّهُ العَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ،
فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، فَيُنَادِي جِبْرِيلُ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ: إِنَّ اللَّهَ
يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، ثُمَّ يُوَضَعُ لَهُ
القَبُولُ فِي الأَرْضِ»
“Apabila
Alloh mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril seraya berfirman: ‘Sungguh
Alloh mencintai si fulan, maka cintailah dia.’ Jibril pun mencintainya. Lalu
Jibril menyeru kepada penghuni langit: ‘Sungguh Alloh mencintai si fulan, maka
cintailah dia.’ Penghuni langit pun mencintainya, kemudian ditetapkan baginya
penerimaan di muka bumi.” (HR. Al-Bukhori no. 3209 dan Muslim no. 2637)
Bab 4: Syarat Diterimanya
Sholat
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ»
“Tidak akan
diterima Sholat seseorang yang berhadats hingga ia berwudhu.” (HR.
Al-Bukhori no. 6954 dan Muslim no. 225)
Bab 5: Keutamaan Sholat 5
Waktu
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«أَرَأَيْتُمْ
لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمُ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ،
هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟» قَالُوا: لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ، قَالَ:
«فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ، يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الخَطَايَا»
“Bagaimana
pendapat kalian jika ada sebuah sungai di depan pintu rumah salah seorang di
antara kalian, lalu ia mandi di sungai itu 5 kali setiap hari, apakah masih ada
kotoran yang tersisa pada badannya?” Para Shohabat menjawab: “Tidak ada kotoran
yang tersisa sedikit pun.” Beliau bersabda: “Demikianlah perumpamaan Sholat 5
waktu, Alloh menghapuskan dosa-dosa dengannya.” (HR. Al-Bukhori no. 528 dan
Muslim no. 667, lafazh milik Muslim)
Bab 6: Hakikat Kekayaan
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لَيْسَ
الغِنَى عَنْ كَثْرَةِ العَرَضِ، وَلَكِنَّ الغِنَى غِنَى النَّفْسِ»
“Bukanlah
kekayaan itu diukur dari banyaknya harta benda, melainkan kekayaan yang hakiki
adalah kekayaan hati.” (HR. Al-Bukhori no. 6446 dan Muslim no. 1051)
Bab 7: Tingkatan Amal Utama
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ ditanya: “Amal apakah yang
paling utama?” Beliau bersabda:
«إِيمَانٌ
بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ»
“Beriman
kepada Alloh dan Rosul-Nya.”
Ditanyakan
lagi: “Kemudian apa?” Beliau bersabda:
«الجِهَادُ
فِي سَبِيلِ اللَّهِ»
“Jihad di
jalan Alloh.”
Ditanyakan
lagi: “Kemudian apa?” Beliau bersabda:
«حَجٌّ مَبْرُورٌ»
“Haji
yang mabrur.” (HR. Al-Bukhori no. 26 dan Muslim no. 83)
Bab 8: Adab Keimanan
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ
بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ
وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ»
“Siapa
beriman kepada Alloh dan Hari Akhiroh, janganlah ia menyakiti tetangganya. Siapa
beriman kepada Alloh dan Hari Akhiroh, hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan siapa
beriman kepada Alloh dan Hari Akhiroh, hendaklah ia berkata yang baik atau
diam.” (HR. Al-Bukhori no. 6136 dan Muslim no. 47)
Bab 9: Waktu Mustajab
Berdoa
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«يَنزِلُ
رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى
ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي
فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ»
“Robb kita
Yang Maha Suci dan Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia ketika
tersisa sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman: ‘Siapa yang berdoa
kepada-Ku niscaya Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri
kepadanya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku niscaya Aku ampuni baginya.’”
(HR. Al-Bukhori no. 1145 dan Muslim no. 758)
Bab 10: Larangan Mencela
Waktu
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«قَالَ
اللَّهُ تَعَالَى: يُؤْذِينِي ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ، وَأَنَا الدَّهْرُ، أُقَلِّبُ
اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ»
“Alloh Ta’ala
berfirman: ‘Anak Adam menyakiti-Ku karena mencela waktu, padahal Akulah
Pengatur waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.’” (HR.
Al-Bukhori no. 7491 dan Muslim no. 2246)
Bab 11: Kemaafan atas
Bisikan Hati
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا، مَا لَمْ تَعْمَلْ
أَوْ تَتَكَلَّمْ»
“Sungguh
Alloh memaafkan untuk umatku apa yang dibisikkan oleh hatinya, selama belum
dikerjakan atau diucapkan.” (HR. Al-Bukhori no. 5269 dan Muslim no. 127)
Bab 12: Doa Mustajab Para
Nabi
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لِكُلِّ
نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ يَدْعُو بِهَا، وَأُرِيدُ أَنْ أَخْتَبِئَ دَعْوَتِي
شَفَاعَةً لِأُمَّتِي فِي الآخِرَةِ»
“Setiap
Nabi memiliki doa yang mustajab yang ia panjatkan, dan aku ingin menyimpan
doaku tersebut sebagai syafaat bagi umatku di Akhiroh kelak.” (HR.
Al-Bukhori no. 6304 dan Muslim no. 199)
Bab 13: Meluruskan Shof
Sholat
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«أَقِيمُوا
الصَّفَّ فِي الصَّلاَةِ، فَإِنَّ إِقَامَةَ الصَّفِّ مِنْ حُسْنِ الصَّلاَةِ»
“Luruskanlah
shaf dalam Sholat, karena sungguh meluruskan shaf termasuk kebagusan Sholat.” (HR.
Al-Bukhori no. 722 dan Muslim no. 435)
Bab 14: Waktu Mustajab Hari
Jumat
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ menyebutkan tentang hari
Jumat, lalu beliau bersabda:
«فِيهِ
سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ
تَعَالَى شَيْئًا، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ»
“Di
dalamnya terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim mendapatinya
dalam keadaan berdiri Sholat seraya memohon sesuatu kebaikan kepada Alloh Ta’ala,
melainkan Alloh pasti mendatangkannya kepadanya.”
Dan beliau
mengisyaratkan dengan tangannya yang menunjukkan sebentarnya waktu tersebut. (HR.
Al-Bukhori no. 6400 dan Muslim no. 852)
Bab 15: Memohon Fadhilah
dan Perlindungan
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا
سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ
مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ،
فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا»
“Apabila
kalian mendengar kokok ayam jantan, memohonlah kepada Alloh dari fadhilah-Nya,
karena sungguh ayam itu melihat Malaikat. Dan apabila kalian mendengar
ringkikan keledai, berlindunglah kepada Alloh dari syaithon, karena sungguh
keledai itu melihat syaithon.” (HR. Al-Bukhori no. 3303 dan Muslim no. 2729)
Bab 16: Wasiat Nabi untuk
Amalan Sunnah
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
«أَوْصَانِي
خَلِيلِي ﷺ بِثَلاَثٍ: صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ
الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ»
“Kekasihku ﷺ mewasiatkan kepadaku 3 hal:
Puasa 3 hari setiap bulan, 2 rokaat Sholat Dhuha, dan agar aku melakukan Sholat
Witir sebelum tidur.” (HR. Al-Bukhori no. 1981 dan Muslim no. 721)
Bab 17: Shodaqoh yang
Paling Besar Pahalanya
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Seorang laki-laki
mendatangi Nabi ﷺ
lalu bertanya: “Wahai Rosululloh, shodaqoh manakah yang paling besar pahalanya?”
Beliau bersabda:
«أَنْ
تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الفَقْرَ وَتَأْمُلُ الغِنَى، وَلاَ تُمْهِلُ
حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الحُلْقُومَ، قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا، وَلِفُلاَنٍ كَذَا وَقَدْ
كَانَ لِفُلاَنٍ»
“Yaitu
engkau bershodaqoh dalam keadaan engkau sehat, merasa kikir (sayang pada
harta), takut miskin, dan mengharapkan kekayaan. Janganlah engkau menunda-nunda
hingga ketika nyawa telah sampai di kerongkongan, baru engkau berkata: ‘Untuk
si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian,’ padahal harta itu sudah menjadi
hak ahli waris si fulan.” (HR. Al-Bukhori no. 1419 dan Muslim no. 1032)
Bab 18: Menyegera
Pengurusan Janazah
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«أَسْرِعُوا
بِالجَنَازَةِ، فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا إِلَيْهِ، وَإِنْ تَكُ
سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ»
“Segerakanlah
pengurusan janazah. Sebab jika ia janazah yang sholih, berarti kalian
menyegerakannya menuju kebaikan. Namun jika ia tidak demikian, berarti kalian
melepaskan keburukan dari pundak-pundak kalian.” (HR. Al-Bukhori no. 1315
dan Muslim no. 944)
Bab 19: Kebersihan Diri
pada Hari Jumat
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«حَقٌّ
عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِي كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَوْمًا، يَغْسِلُ
فِيهِ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ»
“Wajib atas
setiap Muslim untuk mandi satu hari dalam setiap 7 hari (yaitu hari Jumat),
dengan mencuci kepala dan seluruh badannya.” (HR. Al-Bukhori no. 897 dan
Muslim no. 849)
Bab 20: Sumpah dalam Jual
Beli
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«الحَلِفُ
مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ، مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ»
“Sumpah itu
dapat melariskan barang dagangan, namun memusnahkan keberkahannya.” (HR.
Al-Bukhori no. 2087 dan Muslim no. 1606)
Bab 21: Bahaya Menampakkan
Dosa
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«كُلُّ
أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا المُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ المُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ
الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ،
فَيَقُولَ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ
رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ»
“Setiap
umatku akan dimaafkan kecuali orang-orang yang terang-terangan bermaksiat (al-mujahirun).
Dan termasuk terang-terangan bermaksiat adalah seseorang yang beramal perbuatan
dosa di malam hari, kemudian di pagi hari—padahal Alloh telah menutup
rahasianya—ia malah berkata: ‘Wahai fulan, semalam aku telah berbuat demikian
dan demikian.’ Padahal semalaman Robbnya telah menutup rahasianya, namun di
pagi hari ia justru menyingkap tutupan Alloh dari dirinya.” (HR. Al-Bukhori
no. 6069 dan Muslim no. 2990)
Bab 22: Keutamaan Bulan
Romadhon
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا
دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ،
وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ»
“Apabila
bulan Romadhon tiba, pintu-pintu Jannah dibuka, pintu-pintu Jahannam ditutup,
dan syaithon-syaithon dibelenggu.” (HR. Al-Bukhori no. 3277 dan Muslim no.
1079)
Bab 23: Hukum Makan dan
Minum Karena Lupa Saat Puasa
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا
نَسِيَ فَأَكَلَ وَشَرِبَ، فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ»
“Apabila
seseorang lupa lalu ia makan dan minum, hendaknya ia menyempurnakan Puasanya.
Karena sungguh Alloh-lah yang telah memberinya makan dan minum.” (HR.
Al-Bukhori no. 1933 dan Muslim no. 1155)
Bab 24: Keutamaan Haji
Mabrur
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
حَجَّ هَذَا البَيْتَ، فَلَمْ يَرْفُثْ، وَلَمْ يَفْسُقْ، رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ
أُمُّهُ»
“Siapa
menunaikan Haji di Rumah ini (Ka’bah) tanpa berbuat keji (rofats) dan
tidak berbuat fasik, niscaya ia kembali bersih dari dosa seperti pada hari ia
dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Al-Bukhori no. 1819 dan Muslim no. 1350)
Bab 25: Kriteria Memilih
Pasangan Hidup
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«تُنْكَحُ
المَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ
بِذَاتِ الدِّينِ، تَرِبَتْ يَدَاكَ»
“Wanita itu
dinikahi karena 4 perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan
agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki Agama niscaya engkau akan
beruntung.” (HR. Al-Bukhori no. 5090 dan Muslim no. 1466)
Bab 26: Keutamaan Rumah dan
Mimbar Nabi
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَا
بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي»
“Area yang
berada di antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman (Roudhoh) dari
taman-taman Jannah, dan mimbarku berada di atas Telagaku.” (HR. Al-Bukhori
no. 1196 dan Muslim no. 1391)
Bab 27: Adab Mengucapkan
Salam
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«يُسَلِّمُ
الراكِبُ عَلَى المَاشِي، وَالمَاشِي عَلَى القَاعِدِ، وَالقَلِيلُ عَلَى الكَثِيرِ»
“Hendaknya
orang yang berkendara mengucapkan salam kepada orang yang berjalan kaki, orang
yang berjalan kaki kepada orang yang duduk, dan kelompok yang sedikit kepada
kelompok yang lebih banyak.” (HR. Al-Bukhori no. 6232 dan Muslim no. 2160)
Dalam
riwayat Al-Bukhori disebutkan:
«الصَّغِيرُ
عَلَى الكَبِيرِ»
“Yang muda mengucapkan
salam kepada yang lebih tua.” (HR. Al-Bukhori no. 6231)
Bab 28: Kasih Sayang
Mendorong Rohmat Alloh
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ»
“Siapa
tidak mengasihi maka ia tidak akan dikasihi.” (HR. Al-Bukhori no. 5997 dan
Muslim no. 2318)
Bab 29: Keutamaan
Menyingkirkan Gangguan dari Jalan
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«بَيْنَمَا
رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ، فَشَكَرَ
اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ»
“Ketika
seorang laki-laki sedang berjalan di suatu jalanan, ia menemukan dahan berduri
yang menghalangi jalan lalu ia menyingkirkannya. Maka Alloh bersyukur
(berterima kasih) kepadanya dan mengampuni dosanya.” (HR. Al-Bukhori no. 654
dan Muslim no. 1914)
Bab 30: Terkabulnya Doa dan
Syaratnya
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«يُسْتَجَابُ
لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي»
“Doa salah
seorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan
berkata: ‘Aku telah berdoa namun belum juga dikabulkan untukku.’” (HR.
Al-Bukhori no. 6340 dan Muslim no. 2735)
Bab 31: Tanda Dekatnya Hari
Qiyamah
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُولَ: يَا لَيْتَنِي
كَانَتْ مَكَانَهُ»
“Hari
Qiyamah tidak akan terjadi hingga seseorang melintasi kuburan orang lain lalu
berkata: ‘Duhai sekiranya aku berada di posisinya.’” (HR. Al-Bukhori no.
7115 dan Muslim no. 157)
Bab 32: Adab Berdoa dan
Memohon Kepada Alloh
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي
إِنْ شِئْتَ، اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي إِنْ شِئْتَ، وَلِيَعْزِمْ مَسْأَلَتَهُ، فَإِنَّهُ
يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ، لاَ مُكْرِهَ لَهُ»
“Jangan
sekali-kali salah seorang di antara kalian berdoa: ‘Ya Alloh, ampunilah aku
jika Engkau berkenan; Ya Alloh, rohmatilah aku jika Engkau berkenan; Ya Alloh,
berilah aku rizki jika Engkau berkenan.’ Hendaklah ia memantapkan
permohonannya, karena sungguh Alloh melakukan apa yang Dia kehendaki tanpa ada
yang bisa memaksa-Nya.” (HR. Al-Bukhori no. 7477 dan Muslim no. 2679)
Bab 33: Larangan
Mengangan-angankan Kematian
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ المَوْتَ، إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ، وَإِمَّا
مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ»
“Janganlah
salah seorang di antara kalian mengangan-angankan kematian. Sebab jika ia orang
baik, boleh jadi ia menambahi kebaikannya; dan jika ia orang jahat, boleh jadi
ia bertaubat (kembali kepada kebaikan).” (HR. Al-Bukhori no. 7235 dan Muslim
no. 2682)
Dalam
riwayat Al-Bukhori: “boleh jadi ia bertaubat memohon keridhoan Alloh.”
Bab 34: Adab Bersin dan Doa
Jawabannya
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا
عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: الحَمْدُ لِلَّهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ
صَاحِبُهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَإِذَا قَالَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَلْيَقُلْ:
يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ»
“Apabila
salah seorang di antara kalian bersin, hendaknya ia mengucapkan: ‘Alhamdulillah’
(Segala puji bagi Alloh). Dan hendaknya saudaranya atau temannya mengucapkan
kepadanya: ‘Yarhamukalloh’ (Semoga Alloh merohmatimu). Apabila ia telah
mengucapkan kepadanya ‘Yarhamukalloh’, hendaknya ia (yang bersin)
membalas: ‘Yahdiikumullohu wa yushlihu baalakum’ (Semoga Alloh memberi
kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian).” (HR. Al-Bukhori no. 6224
dan Muslim no. 2992)
Bab 35: Menghindari Fitnah
Akhir Zaman
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«سَتَكُونُ
فِتَنٌ، القَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ القَائِمِ، وَالقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ المَاشِي،
وَالمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي، وَمَنْ يُشْرِفْ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ، وَمَنْ
وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ»
“Akan
terjadi berbagai fitnah (huru-hara). Orang yang duduk saat itu lebih baik
daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang
berjalan lebih baik daripada yang berlari. Siapa mendekati fitnah itu niscaya
fitnah akan menyeretnya. Dan siapa menemukan tempat perlindungan atau benteng
hendaknya ia berlindung padanya.” (HR. Al-Bukhori no. 7081 dan Muslim no.
2886)
Bab 36: Tanda Qiyamah dan
Perang Akhir Zaman
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا اليَهُودَ، حَتَّى يَقُولَ الحَجَرُ وَرَاءَهُ
اليَهُودِيُّ: يَا مُسْلِمُ، هَذَا يَهُودِيٌّ وَرَائِي فَاقْتُلْهُ»
“Hari
Qiyamah tidak akan terjadi hingga kalian memerangi kaum Yahudi, sampai-sampai
batu yang di belakangnya terdapat orang Yahudi berkata: ‘Wahai Muslim, ini
orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’” (HR. Al-Bukhori
no. 2926 dan Muslim no. 2922)
Muslim
menambahkan:
«إِلَّا
الغَرْقَدَ، فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ اليَهُودِ»
“Kecuali
pohon Ghorqod, karena sungguh ia adalah pohon orang Yahudi.”
Bab 37: Penilaian Hakiki
pada Hari Qiyamah
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّهُ
لَيَأْتِي الرَّجُلُ العَظِيمُ السَّمِينُ يَوْمَ القِيَامَةِ، لاَ يَزِنُ عِنْدَ اللَّهِ
جَنَاحَ بَعُوضَةٍ»
“Sungguh
akan datang seorang laki-laki yang besar lagi gemuk pada Hari Qiyamah, namun di
sisi Alloh timbangannya tidak melebihi berat sebelah sayap nyamuk.”
Dan beliau
bersabda: Bacalah oleh kalian firman Alloh:
﴿فَلَا
نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا﴾
“Maka Kami
tidak menegakkan suatu timbangan pun bagi mereka pada Hari Qiyamah.” (QS.
Al-Kahfi: 105). (HR. Al-Bukhori no. 4729 dan Muslim no. 2785)
Bab 38: 7 Dosa Besar yang
Membinasakan
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«اجْتَنِبُوا
السَّبْعَ المُوبِقَاتِ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: «الشِّرْكُ
بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالحَقِّ،
وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ اليَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ
المُحْصَنَاتِ المُؤْمِنَاتِ الغَافِلاَتِ»
“Jauhilah 7
perkara yang membinasakan (al-mubiqot).” Para Shohabat bertanya: “Wahai
Rosululloh, apakah perkara-perkara itu?” Beliau bersabda: “Syirik (menyekutukan
sesuatu) kepada Alloh, sihir, membunuh jiwa yang diharomkan Alloh kecuali
dengan alasan yang haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri
dari medan pertempuran (Jihad), dan menuduh berzina kepada wanita-wanita
Mukminah yang suci lagi lalai dari maksiat.” (HR. Al-Bukhori no. 2766 dan
Muslim no. 89)
Bab 39: Tanda-Tanda
Dicabutnya Ilmu
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«يَتَقَارَبُ
الزَّمَانُ، وَيَنقُصُ العَمَلُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ، وَتَظْهَرُ الفِتَنُ، وَيَكْثُرُ
الهَرْجُ» قَالُوا: وَمَا الهَرْجُ؟ قَالَ: «القَتْلُ القَتْلُ»
“Zaman akan
terasa semakin singkat, amalan kebaikan berkurang, sifat kikir ditanamkan dalam
hati, fitnah-fitnah bermunculan, dan al-harj semakin banyak.” Para
Shohabat bertanya: “Apakah al-harj itu?” Beliau menjawab: “Pembunuhan,
pembunuhan.” (HR. Al-Bukhori no. 7061 dan Muslim no. 157)
Bab 40: Keutamaan Adzan dan
Shof Pertama
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لَوْ
يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا
أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ
لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ، لَأَتَوْهُمَا
وَلَوْ حَبْوًا»
“Seandainya
manusia mengetahui besarnya keutamaan yang ada pada seruan Adzan dan shof
pertama, kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan berundi,
niscaya mereka akan berundi. Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada
pada bersegera menuju Sholat (at-tahjir), niscaya mereka akan
berlomba-lomba mendapatkannya. Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan yang
ada pada Sholat Isya (al-‘atamah) dan Subuh, niscaya mereka akan
mendatangi keduanya walaupun harus merangkak.” (HR. Al-Bukhori no. 615 dan
Muslim no. 437)
Bab 41: Adab Berjalan
Menuju Sholat
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا
أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ تَأْتُوهَا تَسْعَوْنَ، وَأْتُوهَا تَمْشُونَ، وَعَلَيْكُمُ
السَّكِينَةُ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا»
“Apabila
Sholat telah diiqomahkan, janganlah kalian mendatanginya dengan berlari-lari
tergesa-gesa. Datangilah dengan berjalan kaki dan bertindaklah dengan tenang.
Bagian Sholat yang kalian dapati maka kerjakanlah, dan bagian yang tertinggal
maka sempurnakanlah.” (HR. Al-Bukhori no. 908 dan Muslim no. 902)
Bab 42: Dua Hal yang Selalu
Muda pada Manusia
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
يَزَالُ قَلْبُ الكَبِيرِ شَابًّا فِي اثْنَتَيْنِ: فِي حُبِّ الدُّنْيَا وَطُولِ الأَمَلِ»
“Hati orang
tua akan senantiasa merasa muda dalam 2 perkara: dalam mencintai dunia dan
panjang angan-angan.” (HR. Al-Bukhori no. 6420 dan Muslim no. 1046)
Bab 43: Larangan Menunjuk
Saudara dengan Senjata
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
يُشِرْ أَحَدُكُمْ إِلَى أَخِيهِ بِالسِّلاَحِ، فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي لَعَلَّ الشَّيْطَانَ
يَنزِغُ فِي يَدِهِ، فَيَقَعُ فِي حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ»
“Janganlah
salah seorang di antara kalian mengarahkan senjata kepada saudaranya. Sebab ia tidak
tahu, boleh jadi syaithon membisikkan atau menggerakkan tangannya tanpa sengaja
hingga ia terperosok ke dalam lubang Naar.” (HR. Al-Bukhori no. 7072 dan
Muslim no. 2617)
Bab 44: Keutamaan Bekerja
Keras Mandiri
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لَأَنْ
يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا،
فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ»
“Sungguh
seseorang di antara kalian memikul seikat kayu bakar di atas punggungnya untuk
dijual itu jauh lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada seseorang,
lalu orang itu memberinya atau menolaknya.” (HR. Al-Bukhori no. 2074 dan
Muslim no. 1042)
Bab 45: Ancaman bagi yang
Meninggalkan Sholat Berjamaah
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«وَلَقَدْ
هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ،
ثُمَّ أَنطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ
الصَّلاَةَ، فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ»
“Sungguh
aku pernah berniat untuk memerintahkan Sholat agar diiqomahkan, lalu aku
menyuruh seorang imam untuk memimpin Sholat bersama manusia, kemudian aku pergi
bersama beberapa lelaki yang membawa seikat kayu bakar menuju rumah orang-orang
yang tidak menghadiri Sholat berjamaah, lalu aku bakar rumah-rumah mereka
dengan api.” (HR. Al-Bukhori no. 2420 dan Muslim no. 651)
Bab 46: Sholat Paling Berat
Bagi Orang Munafik
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لَيْسَ
صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنَ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ
مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا»
“Tidak ada
Sholat yang paling berat bagi orang-orang munafik melebihi Sholat Subuh dan
Sholat Isya. Seandainya mereka mengetahui pahala yang ada pada keduanya,
niscaya mereka akan mendatangi keduanya walaupun harus merangkak.” (HR.
Al-Bukhori no. 657 dan Muslim no. 651)
Bab 47: Doa Malaikat Setiap
Pagi
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَا
مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا:
اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخِرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا
تَلَفًا»
“Tidak ada
satu hari pun yang menyapa para hamba di pagi hari melainkan dua Malaikat
turun. Salah satunya berdoa: ‘Ya Alloh, berikanlah ganti bagi orang yang
menginfakkan hartanya.’ Dan Malaikat yang lain berdoa: ‘Ya Alloh, berikanlah
kebinasaan/kehancuran bagi orang yang menahan hartanya (kikir).’” (HR.
Al-Bukhori no. 1442 dan Muslim no. 1010)
Bab 48: Balasan Sabar Atas
Kematian
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«يَقُولُ
اللَّهُ تَعَالَى: مَا لِعَبْدِي المُؤْمِنِ عِنْدِي جَزَاءٌ، إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ
مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ، إِلَّا الجَنَّةُ»
“Alloh Ta’ala
berfirman: ‘Tidak ada balasan di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang Mu’min apabila Aku
mencabut nyawa orang yang dicintainya dari kalangan penghuni dunia, kemudian ia
mengharapkan pahala dengan bersabar, melainkan balasan Jannah.’” (HR.
Al-Bukhori no. 6424)
Bab 49: Keterasingan Sumber
Harta di Akhir Zaman
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لَيَأْتِيَنَّ
عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، لاَ يُبَالِي المَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ، أَمِنَ الحَلاَلِ
أَمْ مِنَ الحَرَامِ»
“Sungguh
akan datang suatu masa pada manusia di mana seseorang tidak peduli lagi dari
mana harta yang ia ambil, apakah dari sumber yang Halal ataukah dari sumber
yang Harom.” (HR. Al-Bukhori no. 2059)
Bab 50: Hamba Alloh yang
Ditarik Menuju Jannah
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«عَجِبَ
اللَّهُ مِنْ قَوْمٍ يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ فِي السَّلاَسِلِ»
“Alloh
kagum terhadap suatu kaum yang masuk ke dalam Jannah dalam keadaan terikat
belenggu.” (HR. Al-Bukhori no. 3010)
(Hadits ini
mencakup orang kafir yang ditawan dalam peperangan lalu masuk Islam, atau siapa
saja yang ditarik menuju kebenaran secara kuat).
Bab 51: Diterimanya Shodaqoh
dari Harta yang Thoyyib
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ، وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ،
فَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا
يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ، حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الجَبَلِ»
“Siapa bershodaqoh
senilai satu biji kurma dari hasil usaha yang thoyyib (baik/halal)—dan Alloh
tidak menerima kecuali yang thoyyib—maka Alloh akan menerimanya dengan Tangan
Kanan-Nya. Kemudian Dia memelihara dan memperbanyak pahalanya bagi pemiliknya
sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara anak kudanya, hingga shodaqoh
yang sedikit itu menjadi sebesar gunung.” (HR. Al-Bukhori no. 7430)
Bab 52: Kenikmatan Jannah
yang Tak Terbayangkan
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«قَالَ
اللَّهُ: أَعْدَدْتُ لِعَبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ
سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ»
“Alloh
berfirman: ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang sholih kenikmatan
yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan
belum pernah terlintas dalam hati manusia.’” (HR. Al-Bukhori no. 7498)
Bab 53: Penyelesaian
Kezholiman Sebelum Hari Qiyamah
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا، فَإِنَّهُ لَيْسَ
ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ،
فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَتُطْرَحَ عَلَيْهِ»
“Siapa yang
memiliki tanggungan kezholiman terhadap saudaranya, hendaklah ia meminta
dihalalkan (dimaafkan) darinya pada hari ini. Karena sungguh di sana (Akhiroh)
tidak ada lagi dinar dan dirham, sebelum pahala kebaikannya diambil untuk
saudaranya. Apabila ia tidak memiliki kebaikan, maka keburukan-keburukan
saudaranya akan diambil lalu ditimpakan kepadanya.” (HR. Al-Bukhori no.
2449)
Bab 54: Kewajiban Taat
Kepada Pemimpin
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ، وَمَنْ
يُطِعِ الأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي، وَمَنْ يَعْصِ الأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي»
“Siapa
menataatiku sungguh ia telah menaati Alloh, siapa mendurhakaiku sungguh ia
telah mendurhakai Alloh, siapa menaati pemimpin sungguh ia telah menataatiku,
dan siapa mendurhakai pemimpin sungguh ia telah mendurhakaiku.” (HR. Muslim
no. 1835)
Bab 55: Pengetahuan tentang
Akhirat
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لَوْ
تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا»
“Seandainya
kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan
banyak menangis.” (HR. Al-Bukhori no. 6485)
Bab 56: Alloh Menurunkan
Penawar Setiap Penyakit
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَا
أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً»
“Tidaklah
Alloh menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR.
Al-Bukhori no. 5678)
Bab 57: Sikap Hidup dalam
Urusan Dunia
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«انْظُرُوا
إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ
أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ»
“Lihatlah
kepada orang yang berada di bawah kalian dan janganlah kalian melihat kepada
orang yang berada di atas kalian. Yang demikian itu lebih layak agar kalian
tidak meremehkan ni’mat Alloh.” (HR. Muslim no. 2963)
Bab 58: Larangan
Meminta-minta Harta Manusia
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
سَأَلَ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا، فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا، فَلْيَسْتَقِلَّ
أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ»
“Siapa
meminta-minta harta manusia untuk menumpuk kekayaan, sungguh ia hanyalah
meminta bongkahan bara api. Maka hendaklah ia menyedikitkan permohonannya atau
memperbanyaknya.” (HR. Muslim no. 1041)
Bab 59: Hak Memerdekakan
Orang Tua
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
يَجْزِي وَلَدٌ وَالِدًا، إِلَّا أَنْ يَجِدَهُ مَمْلُوكًا فَيَشْتَرِيَهُ فَيُعْتِقَهُ»
“Tidak ada
seorang anak pun yang mampu membalas jasa orang tuanya, kecuali jika ia
mendapati orang tuanya dalam keadaan menjadi budak sahaya, lalu ia membelinya
kemudian memerdekakannya.” (HR. Muslim no. 1510)
Bab 60: Agama Islam Itu
Mudah
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا
وَأَبْشِرُوا، وَاسْتَعِينُوا بِالغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ»
“Sungguh
Agama Islam itu mudah. Dan tidaklah seseorang memaksakan diri dalam beragama
melainkan Agama itu akan mengalahkannya. Maka luruskanlah (kerjakan wajib dan
sunnah), mendekatlah pada kebenaran (jaga yang wajib), berilah kabar gembira,
dan mohonlah pertolongan Alloh dengan memanfaatkan waktu pagi, waktu sore, dan
sebagian waktu malam.” (HR. Al-Bukhori no. 39)
Bab 61: Hukum Memelihara
Anjing
Dari
Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنِ
اقْتَنَى كَلْبًا، إِلَّا كَلْبَ صَيْدٍ، أَوْ ضَارِيًا، نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ
يَوْمٍ قِيرَاطَانِ»
“Siapa
memelihara anjing, kecuali anjing penjaga ternak atau anjing pemburu, niscaya
pahala amalannya berkurang setiap hari sebanyak 2 qiroth.” (HR. Al-Bukhori
no. 5482 dan Muslim no. 1575)
Muslim
menambahkan:
«أَوْ
كَلْبَ زَرْعٍ»
“Atau
anjing penjaga tanaman.”
Bab 62: Larangan Saling
Membunuh Sesama Muslim
Dari
Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«وَيْلَكُمْ
- أَوْ وَيْحَكُمْ - لاَ تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا، يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ
بَعْضٍ»
“Celakalah
kalian! Janganlah kalian kembali menjadi kufur setelah sepeninggalku, dengan
sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lain.” (HR. Al-Bukhori no. 121
dan Muslim no. 66, lafazh milik Muslim)
Bab 63: Adab Dalam Majelis
Dari
Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
يُقِيمُ الرَّجُلُ الرَّجُلَ مِنْ مَجْلِسِهِ ثُمَّ يَجْلِسُ فِيهِ، وَلَكِنْ تَفَسَّحُوا
وَتَوَسَّعُوا»
“Janganlah
seseorang menyuruh berdiri orang lain dari tempat duduknya kemudian ia
menduduki tempat tersebut. Akan tetapi berilah kelapangan dan perluaslah
majelis kalian.” (HR. Al-Bukhori no. 6269 dan Muslim no. 2177)
Bab 64: Adab Berbisik dalam
Majelis
Dari
Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا
كَانُوا ثَلاَثَةً فَلاَ يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الثَّالِثِ»
“Apabila
ada 3 orang berkumpul, maka janganlah 2 orang berbisik-bisik berdua tanpa
mengikutsertakan orang yang ketiga.” (HR. Al-Bukhori no. 6288 dan Muslim no.
2183)
Dalam
riwayat lain:
«فَإِنَّ
ذَلِكَ يُحْزِنُهُ»
“Karena sungguh
hal itu akan membuatnya sedih.” (HR. Al-Bukhori no. 6290 dan Muslim no.
2184)
Bab 65: Kewajiban Menjaga
Hafalan Al-Qur’an
Dari
Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّمَا
مَثَلُ صَاحِبِ القُرْآنِ كَمَثَلِ الإِبِلِ المُعَقَّلَةِ، إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا
أَمْسَكَهَا، وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ»
“Sungguh
perumpamaan penghafal Al-Qur’an adalah seperti pemilik unta yang terikat. Jika
ia selalu merawat dan mengawasinya niscaya ia mampu memegangnya; namun jika ia
melepaskannya niscaya unta itu akan lari.” (HR. Al-Bukhori no. 5031 dan
Muslim no. 789)
Bab 66: Hukuman Bagi
Pengkhianat Janji
Dari
Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا
جَمَعَ اللَّهُ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ يَوْمَ القِيَامَةِ، يُرْفَعُ لِكُلِّ غَادِرٍ
لِوَاءٌ، فَيُقَالُ: هَذِهِ غَدْرَةُ فُلاَنِ بْنِ فُلاَنٍ»
“Apabila
Alloh mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang yang belakangan pada
Hari Qiyamah, akan ditegakkan panji/bendera bagi setiap pengkhianat seraya
diumumkan: ‘Ini adalah pengkhianatan si fulan bin fulan.’” (HR. Al-Bukhori
no. 6178 dan Muslim no. 1735)
Bab 67: Anjuran Menjaga
Sholat Ashar
Dari
Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«الَّذِي
تَفُوتُهُ صَلاَةُ العَصْرِ، كَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ»
“Orang yang
terlewat Sholat Ashar, seolah-olah ia telah kehilangan keluarga dan seluruh
hartanya.” (HR. Al-Bukhori no. 552 dan Muslim no. 626)
Bab 68: Kesucian Darah
Seseorang yang Beriman
Dari
Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
يَزَالُ المُؤْمِنُ فِي فُسْحَةٍ مِنْ دِينِهِ، مَا لَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا»
“Seorang Mu’min
akan senantiasa berada dalam kelapangan Agamanya selama ia tidak menumpahkan
darah yang harom (tanpa hak).” (HR. Al-Bukhori no. 6862)
Bab 69: Doa Perlindungan
dari Hilangnya Ni’mat
Dari
Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Di antara doa
Rosululloh ﷺ
adalah:
«اللَّهُمَّ
إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ
نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ»
“Ya Alloh, sungguh
aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya ni’mat-Mu, dari berubahnya
kesehatan/keselamatan dari-Mu, dari datangnya siksa-Mu secara tiba-tiba, dan
dari seluruh kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim no. 2739)
Bab 70: Bahaya Melepas
Ketaatan dari Pemimpin
Dari
Abdulloh bin Umar rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ، لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ القِيَامَةِ لاَ حُجَّةَ لَهُ، وَمَنْ
مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ، مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً»
“Siapa
melepaskan tangannya dari ketaatan kepada pemimpin, ia akan berjumpa dengan
Alloh pada Hari Qiyamah tanpa memiliki alasan pertanggungjawaban. Dan siapa
meninggal dunia sedangkan di lehernya tidak ada ikatan baiat, maka ia mati
dalam keadaan mati Jahiliyyah.” (HR. Muslim no. 1851)
Bab 71: Sholat Sunnah
Setelah Pulang Bepergian
Dari Jabir
bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Aku pernah bepergian
bersama Nabi ﷺ
dalam suatu perjalanan. Ketika kami tiba di Madinah, beliau bersabda kepadaku:
«ادْخُلِ
المَسْجِدَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ»
“Masuklah
ke Masjid lalu kerjakanlah Sholat 2 rokaat.” (HR. Al-Bukhori no. 3087 dan
Muslim no. 715)
Bab 72: Cakupan Makna Shodaqoh
Dari Jabir
bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ»
“Setiap
perbuatan baik (ma’ruf) adalah shodaqoh.” (HR. Al-Bukhori no. 6021)
Bab 73: Keutamaan Sikap
Toleran dalam Muamalah
Dari Jabir
bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«رَحِمَ
اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ، وَإِذَا اشْتَرَى، وَإِذَا اقْتَضَى»
“Semoga
Alloh merohmati seorang laki-laki yang ramah dan toleran ketika menjual, ketika
membeli, dan ketika menagih haknya (hutang).” (HR. Al-Bukhori no. 2076)
Bab 74: Doa Setelah
Mendengar Adzan
Dari Jabir
bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: Siapa setelah
mendengar panggilan Adzan mengucapkan:
«اللَّهُمَّ
رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ
وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ»
“Ya Alloh,
Robb pemilik seruan yang sempurna ini dan Sholat yang didirikan, berikanlah
kepada Nabi Muhammad Al-Wasilah (derajat tinggi di Jannah) dan keutamaan, serta
bangkitkanlah beliau pada tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya,”
niscaya berhak mendapatkan syafaatku pada Hari Qiyamah. (HR. Al-Bukhori no.
614)
Bab 75: Waktu Mengabulkan
Doa di Setiap Malam
Dari Jabir
bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«إِنَّ
فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا
مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ»
“Sungguh di
dalam malam hari ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim mendapatinya
seraya memohon kebaikan dunia dan Akhiroh kepada Alloh, melainkan Alloh pasti
memberikannya kepadanya. Dan yang demikian itu ada pada setiap malam.” (HR.
Muslim no. 757)
Bab 76: Bahaya Minuman
Keras
Dari Jabir
bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ المُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ
طِينَةِ الخَبَالِ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا طِينَةُ الخَبَالِ؟ قَالَ:
«عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ - أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ -»
“Sungguh
Alloh ‘Azza wa Jalla telah berjanji bagi orang yang meminum minuman
keras/pemabuk (muskir) untuk memberinya minum dari thiinatul khobaal.”
Para Shohabat bertanya: “Wahai Rosululloh, apakah thiinatul khobaal itu?”
Beliau bersabda: “Keringat penghuni Naar—atau perasan tubuh penghuni Naar—.” (HR.
Muslim no. 2002)
Bab 77: Tata Cara Sholat
Witir
Dari Jabir
bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
خَافَ أَنْ لاَ يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ، وَمَنْ طَمِعَ
أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ، فَإِنَّ صَلاَةَ آخِرِ اللَّيْلِ
مَشْهُودَةٌ، وَذَلِكَ أَفْضَلُ»
“Siapa yang
takut tidak bangun di akhir malam, hendaklah ia Sholat Witir di awal malam. Dan
siapa yang berkeinginan bangun di akhir malam, hendaklah ia Sholat Witir di
akhir malam. Karena sungguh Sholat di akhir malam itu disaksikan (oleh
Malaikat), dan itu adalah yang paling utama.” (HR. Muslim no. 755)
Bab 78: Batas Antara
Keselamatan dan Kufur
Dari Jabir
bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«بَيْنَ
الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ»
“Batas
antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan Sholat.” (HR.
Muslim no. 82)
Bab 79: Cara Alloh Mencabut
Ilmu
Dari
Abdulloh bin ‘Amr bin Al-’Ash rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«إِنَّ
اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ
يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ
النَّاسُ رُؤُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا»
“Sungguh
Alloh tidak dicabut ilmu dengan mencabutnya sekaligus dari dada manusia,
melainkan Alloh mencabut ilmu dengan diwafatkannya para ulama. Sehingga apabila
tidak ditinggalkan seorang alim pun, manusia mengangkat pemimpin-pemimpin yang
bodoh. Mereka ditanya lalu memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka pun sesat dan
menyesatkan.” (HR. Al-Bukhori no. 100 dan Muslim no. 2673)
Bab 80: Akhlaq Nabi yang
Mulia
Dari
Abdulloh bin ‘Amr bin Al-‘Ash rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Nabi
ﷺ tidak pernah berbuat keji dan
tidak pernah bersikap kasar. Beliau senantiasa bersabda:
«إِنَّ
مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا»
“Sungguh
termasuk orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling mulia
akhlaqnya.” (HR. Al-Bukhori no. 3559 dan Muslim no. 2321)
Bab 81: Hakikat Menyambung
Tali Silaturrohim
Dari
Abdulloh bin ‘Amr bin Al-‘Ash rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rosululloh
ﷺ bersabda:
«لَيْسَ
المُوَاصِلُ بِالمُكَافِئِ، وَلَكِنِ المُوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ
وَصَلَهَا»
“Bukanlah
orang yang menyambung silaturrohim itu orang yang sekadar membalas kebaikan
saudaranya. Akan tetapi menyambung silaturrohim yang hakiki adalah orang yang
apabila tali silaturrohimnya diputus, ia justru menyambungnya.” (HR.
Al-Bukhori no. 5991)
Bab 82: Keutamaan Pemimpin
yang Adil
Dari
Abdulloh bin ‘Amr bin Al-‘Ash rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«إِنَّ
المُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ، عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ
عَزَّ وَجَلَّ، وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ، الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ
وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا»
“Sungguh
orang-orang yang berlaku adil di sisi Alloh akan berada di atas mimbar-mimbar
dari cahaya di sebelah Kanan Ar-Rohman ‘Azza wa Jalla—dan kedua
Tangan-Nya adalah Kanan—yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam hukum mereka,
terhadap keluarga mereka, dan atas apa yang mereka pimpin.” (HR. Muslim no.
1827)
Bab 83: Melihat Robb pada
Hari Qiyamah
Dari Jarir
bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Kami pernah duduk
bersama Nabi ﷺ
pada suatu malam bulan purnama. Beliau memandang ke arah bulan lalu bersabda:
«إِنَّكُمْ
سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا القَمَرَ، لاَ تُضَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ،
فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لاَ تُغْلَبُوا عَلَى صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ
وَقَبْلَ غُرُوبِهَا فَافْعَلُوا»
“Sungguh
kalian akan melihat Robb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian
tidak berdesak-desakan/mengalami kesulitan saat melihat-Nya. Maka jika kalian
mampu untuk tidak terlewatkan Sholat sebelum terbit matahari (Subuh) dan
sebelum terbenamnya (Ashar), lakukanlah.”
Kemudian
beliau membaca ayat:
﴿وَسَبِّحْ
بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ﴾
“Dan
bertasbihlah dengan memuji Robbmu sebelum terbit matahari dan sebelum
terbenamnya.” (QS. Qof: 39). (HR. Al-Bukhori no. 554 dan Muslim no. 633)
Bab 84: Baiat Menjaga
Syariat Islam
Dari Jarir
bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
«بَايَعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ ﷺ عَلَى إِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالنُّصْحِ لِكُلِّ
مُسْلِمٍ»
“Aku
membaiat Rosululloh ﷺ
untuk mendirikan Sholat, menunaikan Zakat, dan memberi nasihat kepada setiap
Muslim.” (HR. Al-Bukhori no. 57 dan Muslim no. 97)
Bab 85: Bahaya Membiarkan
Api Menyala Saat Tidur
Dari Abu
Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
هَذِهِ النَّارَ إِنَّمَا هِيَ عَدُوٌّ لَكُمْ، فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ»
“Sungguh
api ini adalah musuh bagi kalian. Maka apabila kalian tidur, padamkanlah api
itu dari kalian.” (HR. Al-Bukhori no. 6294 dan Muslim no. 2016)
Bab 86: Persaudaraan Antara
Sesama Mu’min
Dari Abu
Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«المُؤْمِنُ
لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا»
“Seorang Mu’min
bagi Mu’min lainnya adalah seperti satu bangunan yang saling menguatkan satu
sama lain.” (HR. Al-Bukhori no. 2446 dan Muslim no. 2585)
Bab 87: Penangguhan Hukuman
Bagi Orang Zholim
Dari Abu
Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ»
“Sungguh
Alloh menangguhkan (memberi tenggang waktu) bagi orang yang zholim, hingga
ketika Dia menghukumnya, Dia tidak akan melepaskannya.”
Kemudian
beliau membaca ayat:
﴿وَكَذَلِكَ
أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ﴾
“Dan
begitulah azab Robbmu apabila Dia mengazab negeri-negeri yang berbuat zholim. Sungguh
azab-Nya itu sangat pedih lagi keras.” (QS. Hud: 102). (HR. Al-Bukhori no.
4686 dan Muslim no. 2583)
Bab 88: Luasnya Pintu
Taubat Alloh
Dari Abu
Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ،
وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ
مِنْ مَغْرِبِهَا»
“Sungguh
Alloh ‘Azza wa Jalla membentangkan Tangan-Nya di malam hari untuk
menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari, dan membentangkan
Tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam
hari, hingga matahari terbit dari tempat tenggelamnya (barat).” (HR. Muslim
no. 2759)
Bab 89: Kepedulian Sosial
dalam Islam
Dari Abu
Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«أَطْعِمُوا
الجَائِعَ، وَعُودُوا المَرِيضَ، وَفُكُّوا العَانِيَ»
“Berilah
makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bebaskanlah
tawanan.” (HR. Al-Bukhori no. 3046)
Bab 90: Pahala Amalan Orang
yang Sakit atau Safar
Dari Abu
Musa Al-Asy’ari rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِذَا
مَرِضَ العَبْدُ، أَوْ سَافَرَ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا»
“Apabila
seorang hamba sakit atau melakukan safar (bepergian), akan dicatat baginya
pahala amalan sebagaimana yang biasa ia kerjakan sewaktu menetap (tidak safar)
dan sehat.” (HR. Al-Bukhori no. 2996)
Bab 91: Larangan Menuduh
Kafir atau Fasiq
Dari Abu
Dzarr rodhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau mendengar Nabi ﷺ bersabda:
«لاَ
يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلًا بِالفُسُوقِ، وَلاَ يَرْمِيهِ بِالكُفْرِ، إِلَّا ارْتَدَّتْ
عَلَيْهِ، إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ»
“Tidaklah
seseorang menuduh orang lain dengan fasiq, dan tidak pula menuduhnya dengan
kufur, melainkan tuduhan itu akan kembali kepada dirinya sendiri apabila orang
yang dituduh tidak demikian.” (HR. Al-Bukhori no. 6045)
Bab 92: Kegembiraan Atas
Pujian Kebaikan Orang Lain
Dari Abu
Dzarr rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Ditanyakan kepada Rosululloh ﷺ: “Bagaimana pendapatmu
tentang seseorang yang beramal kebaikan lalu manusia memujinya atas kebaikan
itu?” Beliau bersabda:
«تِلْكَ
عَاجِلُ بُشْرَى المُؤْمِنِ»
“Itu adalah
kabar gembira yang menyegera bagi seorang Mu’min.” (HR. Muslim no. 2642)
Bab 93: Doa dalam
Menghadapi Kesulitan
Dari Ibnu
Abbas rodhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rosululloh ﷺ ketika mengalami
kesusahan/kesulitan membaca doa:
«لاَ
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ
العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ، وَرَبُّ
العَرْشِ الكَرِيمِ»
“Tidak ada
ilah yang berhak disembah selain Alloh Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun;
tidak ada ilah yang berhak disembah selain Alloh Robb ‘Arsy yang agung; tidak
ada ilah yang berhak disembah selain Alloh Robb langit-langit, Robb bumi, dan
Robb ‘Arsy yang mulia.” (HR. Al-Bukhori no. 6346 dan Muslim no. 2730)
Bab 94: Sifat Manusia
Terhadap Harta Dunia
Dari Ibnu
Abbas rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda:
«لَوْ
كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى ثَالِثًا، وَلاَ يَمْلَأُ جَوْفَ
ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ»
“Seandainya
anak Adam memiliki 2 lembah harta, niscaya ia akan mencari lembah yang ketiga.
Dan tidak ada yang mampu memenuhi perut anak Adam melainkan tanah (kematian),
dan Alloh menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat.” (HR. Al-Bukhori
no. 6436 dan Muslim no. 1048)
Bab 95: Keberkahan
Kejujuran dalam Jual Beli
Dari Hakim
bin Hizam rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«البَيِّعَانِ
بِالخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي
بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا»
“Penjual
dan pembeli memiliki hak khiyar (memilih melanjutkan atau membatalkan
transaksi) selama keduanya belum berpisah. Apabila keduanya jujur dan
menjelaskan kondisi barang apa adanya, niscaya diberkahi jual beli mereka.
Namun apabila keduanya berdusta dan menyembunyikan cacat barang, niscaya
dihapuskan keberkahan jual beli mereka.” (HR. Al-Bukhori no. 2110 dan Muslim
no. 1532)
Bab 96: Keutamaan Kurma
Ajwah Madinah
Dari Sa’ad
bin Abi Waqqosh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«مَنْ
تَصَبَّحَ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ اليَوْمَ سُمٌّ وَلاَ
سِحْرٌ»
“Siapa
memakan 7 butir Kurma Ajwah di pagi hari, niscaya pada hari itu ia tidak akan
terbahayakan oleh racun maupun sihir.” (HR. Al-Bukhori no. 5769 dan Muslim
no. 2047)
(Ajwah:
jenis kurma khas Madinah. Sebagian ulama berpandangan bahwa keutamaan ini
berlaku juga untuk jenis kurma lainnya).
Bab 97: Kehormatan Darah
Seorang Muslim
Dari
Abdulloh bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda:
«لاَ
يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ، يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي
رَسُولُ اللَّهِ، إِلَّا بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالثَّيِّبُ الزَّانِي،
وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ المُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ»
“Tidak
halal darah seorang Muslim yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak
disembah selain Alloh dan bahwa aku adalah Rosululloh, kecuali karena salah
satu dari 3 alasan: jiwa dibalas jiwa (qishosh pembunuhan), orang yang sudah
menikah berzina, dan orang yang meninggalkan Agamanya serta memisahkan diri
dari Jamaah (murtad).” (HR. Al-Bukhori no. 6878 dan Muslim no. 1676)
Bab 98: Keutamaan Nafkah
Kepada Keluarga
Dari Abu
Mas’ud Al-Anshori rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«إِذَا
أَنفَقَ المُسْلِمُ نَفَقَةً عَلَى أَهْلِهِ، وَهُوَ يَحْتَسِبُهَا، كَانَتْ لَهُ صَدَقَةً»
“Apabila
seorang Muslim mengeluarkan nafkah untuk keluarganya dengan mengharapkan pahala
dari Alloh, maka nafkah tersebut dicatat baginya sebagai shodaqoh.” (HR.
Al-Bukhori no. 5351 dan Muslim no. 1002)
Bab 99: Keutamaan
Menyiapkan Bekal Berperang
Dari Zaid
bin Kholid Al-Juhani rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي أَهْلِهِ
بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا»
“Siapa
menyiapkan perbekalan bagi orang yang berperang di jalan Alloh sungguh ia telah
ikut berperang. Dan siapa mengurus keluarga orang yang berperang di jalan Alloh
dengan kebaikan sungguh ia telah ikut berperang.” (HR. Al-Bukhori no. 2843
dan Muslim no. 1895)
Bab 100: Anjuran Makan
Sahur
Dari Anas
bin Malik rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda:
«تَسَحَّرُوا
فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً»
“Makan sahurlah kalian, karena sungguh pada makan sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Al-Bukhori no. 1923 dan Muslim no. 1095)[]
