Cari Ebook

[PDF] 100 Hadits Untuk Dihafal - Juz 1 of 3 - Tim Az-Zulfa KSA

 


Muqoddimah

﷽

Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam, sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi dan Rosul paling mulia. Amma ba’du:

Ini adalah 100 Hadits mulia, yang dipilih secara cermat dari Shohih Al-Bukhori dan Shohih Muslim; agar menjadi —dengan pertolongan Alloh— langkah awal menuju penghafalan Sunnah Nabi ﷺ. Kami berupaya sungguh-sungguh agar Hadits-Hadits ini mencakup topik yang beragam, sehingga seorang Muslim dapat mengambil manfaat darinya dalam hukum-hukum agama, adab-adab, dan mu’amalat.

Saudaraku: jadikanlah buku ini sebagai pijakan awal menuju penghafalan kitab-kitab shohih dan kitab-kitab Sunnah, serta langkah awal dalam menuntut ilmu syar’i yang terkonsep secara mendalam.

100 Hadits untuk Dihafal - Juz 1

Cetakan ke 15: 1442/7 H

Penyusun: Majelis Da’wah, Irsyad, dan Edukasi Komunitas Ekspatriat di Az-Zulfi

NB: Judul dari pentarjamah

[1] Dzikir Utama

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan amal, lagi dicintai oleh Ar-Rohman (Alloh Yang Maha Pengasih): Subhanallohi wa bihamdihi, Subhanallohil ‘Azhim (Maha Suci Alloh dan dengan memuji-Nya, Maha Suci Alloh Yang Maha Agung).” (Muttafaq ‘Alaih)

[2] Berbakti Kepada Ibu-Bapak

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: «أُمُّكَ»، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «أُمُّكَ»، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «أُمُّكَ»، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «أَبُوكَ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Seorang lelaki datang kepada Rosululloh ﷺ lalu bertanya: “Wahai Rosululloh, siapakah manusia yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” Beliau bersabda: “Ibumu”, ia bertanya: “Kemudian siapa?” Beliau bersabda: “Ibumu”, ia bertanya: “Kemudian siapa?” Beliau bersabda: “Ibumu”, ia bertanya: “Kemudian siapa?” Beliau bersabda: “Ayahmu.” (Muttafaq ‘Alaih)

[3] Jauhi Buruksangka

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Jauhilah oleh kalian prasangka buruk, karena sungguh prasangka buruk itu adalah perkataan yang paling dusta.” (Muttafaq ‘Alaih)

[4] Hati-Hari Bicara

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Sungguh seorang hamba benar-benar mengucapkan suatu kalimat tanpa meyakini kebenarannya (apakah baik atau buruk), yang menyebabkannya terperosok ke dalam Naar sejauh jarak antara timur dan barat.” (Muttafaq ‘Alaih)

[5] Hindari Maksiat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ يَغَارُ، وَغَيْرَةُ اللَّهِ أَنْ يَأْتِيَ الْمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Sungguh Alloh cemburu, dan kecemburuan Alloh itu terjadi ketika seorang Mu’min melanggar apa yang Alloh haromkan atasnya.” (Muttafaq ‘Alaih)

[6] Perbanyak Puasa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa Puasa Romadhon atas dasar iman dan mengharap pahala dari Alloh, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih)

[7] Umroh dan Haji Jika Mampu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Ibadah Umroh ke Umroh berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya, dan Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain Jannah.” (Muttafaq ‘Alaih)

[8] Tahan Menguap

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «التَّثَاؤُبُ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Menguap itu datangnya dari syaithon, maka apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahannya sekuat kemampuannya.” (Muttafaq ‘Alaih)

[9] Gemar Membantu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ - وَأَحْسَبُهُ قَالَ - وَكَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ، وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Orang yang berusaha membantu janda dan orang miskin pahalanya seperti orang yang ber-Jihad di jalan Alloh —dan aku menduga beliau juga bersabda— dan seperti orang yang Sholat malam tanpa letih serta orang yang Puasa tanpa berbuka.” (Muttafaq ‘Alaih)

[10] Musibah Penggugur Dosa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حَزَنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Tidaklah suatu keletihan, penyakit, kecemasan, kesedihan, gangguan, maupun kesusahan menimpa seorang Muslim, hingga duri yang menusuknya sekalipun, melainkan Alloh menghapuskan dosa-dosanya dengan sebab musibah itu.” (Muttafaq ‘Alaih)

[11] 5 Hak Muslim

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلاَمِ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ، وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada 5: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi janazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin.” (Muttafaq ‘Alaih)

[12] Mensholati Janazah dan Menguburkannya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ، وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ»، قِيلَ: وَمَا الْقِيرَاطَانِ؟ قَالَ: «مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa menghadiri janazah hingga di-Sholat-kan maka baginya pahala 1 qiroth, dan siapa menghadiri janazah hingga dimakamkan maka baginya 2 qiroth.” Ada yang bertanya: “Apakah yang dimaksud 2 qiroth itu?” Beliau bersabda: “Seperti 2 gunung yang sangat besar.” (Muttafaq ‘Alaih)

[13] Tidak Mencela Makanan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «مَا عَابَ النَّبِيُّ ﷺ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِلاَّ تَرَكَهُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: “Nabi ﷺ tidak pernah mencela makanan sama sekali, jika beliau berselera beliau memakannya, dan jika tidak suka beliau meninggalkannya.” (Muttafaq ‘Alaih)

[14] Melawan Hawa Nafsu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ، وَحُجِبَتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Naar dihalangi dengan berbagai hawa nafsu (keinginan harom), sedangkan Jannah dihalangi dengan hal-hal yang tidak disukai oleh jiwa (kesulitan ibadah).” (Muttafaq ‘Alaih)

[15] Diam Mendengarkan Khutbah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ: أَنْصِتْ، وَالإِمَامُ يَخْطُبُ، فَقَدْ لَغَوْتَ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Jika kamu berkata kepada temanmu pada hari Jum’at: ‘Diamlah!’ padahal imam sedang berkhotbah, maka sungguh kamu telah berbuat sia-sia.” (Muttafaq ‘Alaih)

[16] Gemar Membersihkan Gigi

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan mereka bersiwak (menggosok gigi) setiap kali hendak Sholat.” (Muttafaq ‘Alaih)

[17] Berwudhu dengan Sempurna

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Celakalah bagian tumit-tumit (yang tidak terbasuh air wudhu) dari siksa Naar.” (Muttafaq ‘Alaih)

[18] Tidak Mendahului Imam

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «أَمَا يَخْشَى الَّذِي يَرْفَعُ رَأْسَهُ قَبْلَ الإِمَامِ أَنْ يُحَوِّلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Apakah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam tidak takut bahwa Alloh akan mengubah kepalanya menjadi kepala keledai?” (Muttafaq ‘Alaih)

[19] Berangkat ke Masjid

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa pergi ke Masjid pada waktu pagi atau petang hari, niscaya Alloh menyediakan baginya tempat tinggal di Jannah setiap kali ia pergi pada waktu pagi atau petang.” (Muttafaq ‘Alaih)

[20] Tanda Munafik

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Tanda-tanda orang munafiq ada 3: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat.” (Muttafaq ‘Alaih)

[21] Celana Cingkrang

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِي النَّارِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Kain sarung (atau celana) yang berada di bawah kedua mata kaki tempatnya adalah di dalam Naar.” (HR. Al-Bukhori)

[22] Berdiam di Tempat Sholat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلاَّهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ، تَقُولُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Para Malaikat senantiasa mendoakan salah seorang dari kalian selama ia berada di tempat Sholatnya tempat ia Sholat, selagi ia belum berhadats. Malaikat berdoa: ‘Ya Alloh ampunilah dia, ya Alloh rohmatilah dia.’” (HR. Al-Bukhori)

[23] Mentaati Rosul

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: «مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Setiap umatku pasti masuk Jannah kecuali orang yang enggan.” Para Shohabat bertanya: “Wahai Rosululloh, siapakah orang yang enggan itu?” Beliau bersabda: “Siapa mentaatiku niscaya ia masuk Jannah, dan siapa bermaksiat kepadaku maka sungguh ia telah enggan.” (HR. Al-Bukhori)

[24] Tidak Mengkafirkan Muslim

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لأَخِيهِ: يَا كَافِرُ، فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Apabila seseorang berkata kepada saudaranya: ‘Wahai kafir!’ maka tuduhan itu sungguh kembali kepada salah satu dari keduanya.” (HR. Al-Bukhori)

[25] Perbarui Taubat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ أَحَدِكُمْ مِنْ أَحَدِكُمْ بِضَالَّتِهِ إِذَا وَجَدَهَا»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Sungguh Alloh lebih gembira dengan taubat salah seorang dari kalian melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang hilang.” (HR. Muslim)

[26] Menyebarkan Salam

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Kalian tidak akan masuk Jannah hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman secara sempurna hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian suatu amalan yang apabila kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

[27] Penghapus Dosa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Sholat 5 waktu, dari Jum’at ke Jum’at berikutnya, dan Puasa Romadhon ke Romadhon berikutnya adalah penghapus dosa-dosa di antara waktu-waktu tersebut apabila dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

[28] Puasa dan Sholat Terbaik

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Puasa Romadhon adalah Puasa di bulan Alloh yaitu Muharrom, dan Sholat yang paling utama setelah Sholat fardhu adalah Sholat malam.” (HR. Muslim)

[29] Batas Diterimanya Taubat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, niscaya Alloh akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim)

[30] Membiarkan Jenggot

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى، خَالِفُوا الْمَجُوسَ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot memanjang, selisihilah orang-orang Majusi.” (HR. Muslim)

[31] Memperbanyak 4 Kalimat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «لأَنْ أَقُولَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Sungguh aku mengucapkan: Subhanalloh, walhamdulillah, wa laa ilaaha illalloh, wallohu akbar (Maha Suci Alloh, segala puji bagi Alloh, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Alloh, dan Alloh Maha Besar) adalah lebih aku cintai dari segala apa yang disinari oleh matahari.” (HR. Muslim)

[32] Larangan Menakuti

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلاَحَ فَلَيْسَ مِنَّا، وَمَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa yang mengangkat senjata untuk memerangi kami maka ia bukan dari golongan kami, dan siapa berbuat curang kepada kami maka ia bukan dari golongan kami.” (HR. Muslim)

[33] Tiga Amal Jariyah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali 3 perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

[34] Mentalqin

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Tuntunlah (talqin-kanlah) orang yang hendak meninggal di antara kalian kalimat: Laa ilaaha illalloh.” (HR. Muslim)

[35] Ancaman Berdusta

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah ia bersiap mengambil tempat duduknya di dalam Naar.” (HR. Muslim)

[36] Menjadi Juru Da’wah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa mengajak kepada petunjuk kebaikan, ia mendapatkan pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan siapa mengajak kepada kesesatan, ia menanggung dosa sebanyak dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)

[37] Pamer Menghapus Amal

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Alloh Tabaroka wa Ta’ala berfirman: ‘Aku Maha Kaya dari persekutuan syirik. Siapa melakukan suatu amalan yang di dalamnya ia menysekutukan-Ku dengan selain-Ku, niscaya Aku tinggalkan dia dan kesyirikannya.’” (HR. Muslim)

[38] Balasan Bersholawat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa bersholawat kepadaku 1 kali, niscaya Alloh bersholawat (memberi rohmat) kepadanya 10 kali.” (HR. Muslim)

[39] Tiga Keharoman Muslim

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ: دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Setiap Muslim atas Muslim lainnya adalah harom: darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

[40] Shodaqoh, Memaafkan, Ta’wadhu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Sedekah tidak akan mengurangi harta, dan tidaklah Alloh menambah bagi seorang hamba yang suka memaafkan melainkan kemuliaan, serta tidaklah seseorang bertawadhu’ (rendah hati) karena Alloh melainkan Alloh akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim)

[41] Ghibah Sesuai Fakta

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ؟»، قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ»، قِيلَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ؟ قَالَ: «إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Tahukah kalian apakah ghibah itu?” Para Shohabat menjawab: “Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Engkau menyebutkan tentang saudaramu hal yang tidak ia sukai.” Ditanyakan: “Bagaimana pendapat Anda jika pada saudaraku itu memang benar ada apa yang aku ucapkan?” Beliau bersabda: “Jika pada dirinya memang ada apa yang kamu ucapkan berarti engkau telah meng-ghibah-nya, dan jika tidak ada pada dirinya maka engkau telah berbuat fitnah keji kepadanya.” (HR. Muslim)

[42] Pahala Ahli Dzikir

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ»، قَالُوا: وَمَا الْمُفَرِّدُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Orang-orang yang al-mufarridun telah melesat maju beruntung.” Para Shohabat bertanya: “Siapakah al-mufarridun itu wahai Rosululloh?” Beliau bersabda: “Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir mengingat Alloh.” (HR. Muslim)

[43] Perhatian Amalan Hati

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Sungguh Alloh tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian dan amal-amal perbuatan kalian.” (HR. Muslim)

[44] Menghiasi Rumah dengan Tilawah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sungguh syaithon lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqoroh.” (HR. Muslim)

[45] Ancaman Menyakiti Tetangga

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Tidak akan masuk Jannah orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan dan gangguannya.” (HR. Muslim)

[46] Perbanyak Doa di Sujud

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Sedekat-dekatnya seorang hamba kepada Robb-nya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah berdoa.” (HR. Muslim)

[47] Ilmu Jalan Menuju Surga

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu agama, niscaya Alloh mudahkan baginya jalan menuju Jannah.” (HR. Muslim)

[48] Saling Mencintai Karena Alloh

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلاَلِي، الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلِّي»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Sungguh Alloh berfirman pada hari Qiyamah: ‘Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku naungi mereka di bawah naungan-Ku pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.’” (HR. Muslim)

[49] Segera Sholat Fardhu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ صَلاَةَ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةُ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Apabila Sholat fardhu telah di-iqomah-kan, maka tidak ada Sholat lain selain Sholat fardhu yang di-iqomah-kan itu.” (HR. Muslim)

[50] Penderitaan Hidup

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ»

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Dunia adalah penjara bagi seorang Mu’min dan Jannah bagi orang kafir.” (HR. Muslim)

[51] Bahaya Bid’ah

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ»

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan agama kami ini yang bukan bagian darinya, maka perbuatan itu tertolak.” (Muttafaq ‘Alaih)

[52] Rutinitas dalam Beramal

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ»

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Alloh Ta’ala adalah yang paling berkesinambungan (rutin) meskipun sedikit.” (Muttafaq ‘Alaih)

[53] Menepati Nadzar

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ، وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلاَ يَعْصِهِ»

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Siapa bernazar untuk taat kepada Alloh maka hendaklah ia mentaati-Nya, dan siapa bernazar untuk bermaksiat kepada-Nya maka janganlah ia bermaksiat kepada-Nya.” (HR. Al-Bukhori)

[54] Larangan Memaki Mayit

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «لاَ تَسُبُّوا الأَمْوَاتَ، فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا»

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Janganlah kalian mencaci maki orang-orang yang telah meninggal dunia, karena sungguh mereka telah sampai kepada balasan apa yang telah mereka perbuat.” (HR. Al-Bukhori)

[55] Istiqomah Qobliyah Zhuhur dan Subuh

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: «كَانَ النَّبِيُّ ﷺ لاَ يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ»

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha beliau berkata: “Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan Sholat 4 rokaat sebelum Zhuhur dan 2 rokaat sebelum Sholat Subuh.” (HR. Al-Bukhori)

[56] Mendahulukan yang Kanan

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: «كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ»

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha beliau berkata: “Nabi ﷺ sangat menyukai mendahulukan anggota tubuh yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam seluruh urusannya.” (HR. Al-Bukhori)

[57] Berdzikir Kapanpun

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: «كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ»

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha beliau berkata: “Nabi ﷺ senantiasa berdzikir mengingat Alloh pada setiap keadaan beliau.” (HR. Muslim)

[58] Keutamaan Qobliyah Subuh

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا»

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Dua rokaat sebelum Sholat Subuh adalah lebih baik daripada dunia beserta seluruh isinya.” (HR. Muslim)

[59] Perintah Lembut

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ، وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ»

Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Sungguh sikap lemah lembut itu tidaklah ada pada sesuatu melainkan akan memperindahnya, dan tidaklah dihilangkan dari sesuatu melainkan akan memperburuknya.” (HR. Muslim)

[60] Mencintai Karena Alloh

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ»

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Tidaklah beriman secara sempurna salah seorang dari kalian hingga ia menyukai bagi saudaranya apa yang ia sukai bagi dirinya sendiri.” (Muttafaq ‘Alaih)

[61] Produktif Beramal

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا، أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا، فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ، أَوْ إِنْسَانٌ، أَوْ بَهِيمَةٌ، إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ»

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau menabur benih tanaman, lalu buahnya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan ternak, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya.” (Muttafaq ‘Alaih)

[62] Panjang Usia dan Harta

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ»

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Siapa yang ingin dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya (diberkahi jejak usianya), maka hendaklah ia menyambung silaturrohim.” (Muttafaq ‘Alaih)

[63] Doa Sapu Jagat

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi ﷺ biasa (sering) berdoa: “Allohumma Robbana aatina fid-dunya hasanah wa fil-Akhiroti hasanah wa qina ‘adzaaban-naar (Ya Alloh, Ya Robb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di Akhiroh, serta peliharalah kami dari siksa Naar).” (Muttafaq ‘Alaih)

[64] Sabar di Awal

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى»

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Sungguh kesabaran terpuji yang diberi pahala sempurna itu adalah pada saat goncangan pertama ketika musibah datang.” (Muttafaq ‘Alaih)

[65] 3 Pengikut Mayit

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: «يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ: يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ»

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ bahwasanya beliau bersabda: “Mengiringi mayit ke kubur ada 3 hal, lalu 2 akan kembali dan 1 akan tetap bersamanya: yang mengiringinya adalah keluarganya, hartanya, dan amalnya; maka keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap bersamanya.” (Muttafaq ‘Alaih)

[66] Mempermudah Urusan

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا وَلاَ تُنَفِّرُوا»

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Permudahlah dan jangan kalian persulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari menjauh.” (Muttafaq ‘Alaih)

[67] Meluruskan Shof

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «سَوُّوا صُفُوفَكُمْ، فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلاَةِ»

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Luruskanlah shof-shof kalian, karena sungguh meluruskan shof adalah bagian dari kesempurnaan penegakan Sholat.” (Muttafaq ‘Alaih)

[68] Alhamdulillah Setelah Makan

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا، أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا»

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Sungguh Alloh benar-benar ridho kepada seorang hamba yang memakan suatu makanan lalu ia memuji-Nya atas makanan itu, atau meminum suatu minuman lalu ia memuji-Nya atas minuman itu.” (HR. Muslim)

[69] Kesempurnaan Iman

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ»

Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Tidaklah beriman secara sempurna salah seorang dari kalian hingga aku lebih ia cintai daripada anaknya, orang tuanya, dan seluruh manusia.” (Muttafaq ‘Alaih)

[70] Berbuat Baik Kepada Tetangga

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ»

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga, hingga aku mengira ia akan menjadikannya mendapat hak waris.” (Muttafaq ‘Alaih)

[71] Menjaga Witir

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا»

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Jadikanlah Sholat ganjil (Witr) sebagai akhir dari Sholat kalian di malam hari.” (Muttafaq ‘Alaih)

[72] Menahan dari Meminta-Minta

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ»

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Seseorang yang terus-menerus meminta-minta kepada manusia (tanpa kebutuhan mendesak) kelak pada hari Qiyamah akan datang dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya.” (Muttafaq ‘Alaih)

[73] Bahaya Meninggalkan Sholat Ashar

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «الَّذِي تَفُوتُهُ صَلاَةُ الْعَصْرِ فَكَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ»

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Orang yang terluput dari Sholat ‘Ashar maka seakan-akan ia telah dirampas keluarga dan hartanya.” (Muttafaq ‘Alaih)

[74] Persaudaraan Muslim

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, ia tidak menzholiminya dan tidak menyerahkannya kepada musuh. Siapa membantu kebutuhan saudaranya, niscaya Alloh membantu kebutuhannya. Siapa melapangkan satu kesulitan seorang Muslim, niscaya Alloh melapangkan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan hari Qiyamah. Dan siapa menutupi aib seorang Muslim, niscaya Alloh menutupi aibnya pada hari Qiyamah.” (Muttafaq ‘Alaih)

[75] Singkatnya Dunia

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِمَنْكِبَيَّ، فَقَالَ: «كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ»

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh ﷺ memegang kedua pundakku seraya bersabda: “Hiduplah di dunia ini seakan-akan engkau orang asing atau seorang pengembara yang melintasi jalan.” (HR. Al-Bukhori)

[76] Bahaya Kezholiman

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Kezholiman adalah kegelapan berlapis-lapis kelak pada hari Qiyamah.” (HR. Al-Bukhori)

[77] Muslim Sejati

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ»

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Seorang Muslim sejati adalah orang yang mana orang-orang Muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya, dan seorang yang ber-hijroh sejati adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.” (HR. Al-Bukhori)

[78] Setiap Memabukkan Harom

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ»

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Setiap yang memabukkan adalah khomr, dan setiap yang memabukkan hukumnya adalah harom.” (HR. Muslim)

[79] Dosa Besar Durhaka Orang Tua

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ أَنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ»

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh ﷺ bersabda: “Sungguh termasuk di antara dosa besar yang paling besar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya sendiri.” (HR. Muslim)

[80] Iri kepada Ahli Qur’an dan Ahli Dermawan

عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ»

Dari Salim dari ayahnya, dari Nabi ﷺ bersabda: “Tidak boleh ada iri hati (ghibthoh/dengki yang dibolehkan) kecuali dalam 2 perkara: seseorang yang diberi oleh Alloh al-Qur’an lalu ia mendirikannya (membacanya/mengamalkannya dalam Sholat) pada waktu-waktu malam dan siang, serta seseorang yang diberi oleh Alloh harta lalu ia menginfakkannya pada waktu-waktu malam dan siang.” (Muttafaq ‘Alaih)

[81] Makan dengan Tangan Kanan

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «لاَ تَأْكُلُوا بِالشِّمَالِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِالشِّمَالِ»

Dari Jabir rodhiyallahu ‘anhu dari Rosululloh ﷺ beliau bersabda: “Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena sungguh syaithon makan dengan tangan kiri.” (HR. Muslim)

[82] Gembira Saat Sekarat

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَنْ لَقِيَ اللَّهَ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ»

Dari Jabir rodhiyallahu ‘anhu dari Rosululloh ﷺ beliau bersabda: “Siapa bertemu Alloh (meninggal dunia) tanpa menysekutukan-Nya dengan sesuatu pun niscaya ia masuk Jannah, dan siapa bertemu dengan-Nya dalam keadaan menysekutukan-Nya dengan sesuatu niscaya ia masuk Naar.” (HR. Muslim)

[83] Kafirnya Tidak Sholat Sama Sekali

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلاَةِ»

Dari Jabir rodhiyallahu ‘anhu dari Rosululloh ﷺ beliau bersabda: “Sungguh batas pemisah antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan Sholat.” (HR. Muslim)

[84] Dibangkitkan Sesuai Matinya

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ»

Dari Jabir rodhiyallahu ‘anhu dari Rosululloh ﷺ beliau bersabda: “Setiap hamba kelak akan dibangkitkan pada hari Qiyamah sesuai dengan keadaan saat ia meninggal dunia.” (HR. Muslim)

[85] Haromnya Mendatangi Dukun

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ ﷺ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةُ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً»

Dari Sebagian Istri Nabi ﷺ dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Siapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu hal, niscaya Sholatnya tidak akan diterima selama 40 malam.” (HR. Muslim)

[86] Ancaman Penggambar Makhluk

عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ»

Dari Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu dari Rosululloh ﷺ beliau bersabda: “Sungguh manusia yang paling keras siksaannya di sisi Alloh pada hari Qiyamah adalah para pembuat gambar (makhluk bernyawa).” (Muttafaq ‘Alaih)

[87] Menjaga 2 Ayat Akhir Al-Baqoroh

عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ»

Dari Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu dari Rosululloh ﷺ beliau bersabda: “Siapa membaca 2 ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh pada suatu malam, maka 2 ayat itu telah cukup baginya.” (HR. Al-Bukhori)

[88] Dosa Melaknat Muslim

عَنْ ثَابِتِ بْنِ الضَّحَّاكِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «لَعْنُ الْمُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ»

Dari Tsabit bin Adh-Dhohhak rodhiyallahu ‘anhu dari Rosululloh ﷺ beliau bersabda: “Melaknat seorang Mu’min dosanya sama seperti membunuhnya.” (Muttafaq ‘Alaih)

[89] Murah Senyum

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيقٍ»

Dari Abu Dzarr rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Janganlah sekali-kali engkau meremehkan kebaikan sekecil apa pun, walaupun hanya berwajah ceria manis ketika bertemu saudaramu.” (HR. Muslim)

[90] Mendoakan Tanpa Diketahui

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ»

Dari Abu Ad-Darda rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada seorang hamba Muslim pun yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu, melainkan Malaikat akan berkata: ‘Dan bagimu balasan yang serupa.’” (HR. Muslim)

[91] Tanda Dicintai Alloh

عَنْ مُعَاوِيَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ»

Dari Mu’awiyah rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Siapa yang Alloh kehendaki kebaikan padanya, niscaya Alloh pemahamkan dia dalam ilmu agama.” (Muttafaq ‘Alaih)

[92] Menjawab Adzan

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ»

Dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Apabila kalian mendengar azan panggilan Sholat, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin.” (Muttafaq ‘Alaih)

[93] Sholat Tahiyyat Masjid

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ»

Dari Abu Qotadah rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian masuk ke dalam Masjid, maka hendaklah ia Sholat 2 rokaat (Tahiyyatul Masjid) sebelum ia duduk.” (Muttafaq ‘Alaih)

[94] Perumpamaan Ahli Dzikir

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ»

Dari Abu Musa rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir mengingat Robb-nya dan orang yang tidak berdzikir mengingat Robb-nya adalah seperti perumpamaan orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Al-Bukhori)

[95] Sehat dan Longgar

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ»

Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Ada 2 ni’mat yang banyak manusia tertipu rugi padanya: yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhori)

[96] Belajar Al-Qur’an

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ»

Dari ‘Utsman bin ‘Affan rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhori)

[97] Keutamaan Wudhu

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ»

Dari ‘Utsman bin ‘Affan rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Siapa berwudhu dengan memperbagus wudhunya, niscaya keluar dosa-dosanya dari jasadnya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR. Muslim)

[98] Meraih Sholat Sepanjang Malam

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ»

Dari ‘Utsman bin ‘Affan rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Siapa Sholat ‘Isya berjama’ah maka seakan-akan ia Sholat malam separuh malam, dan siapa Sholat Subuh berjama’ah (bersama berjamaah Isya tadi) maka seakan-akan ia Sholat malam sepanjang malam penuh.” (HR. Muslim)

[99] Puasa Syawwal

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ»

Dari Abu Ayyub rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Siapa Puasa Romadhon kemudian mengiringinya dengan Puasa 6 hari di bulan Syawwal, maka nilainya seperti Puasa setahun penuh.” (HR. Muslim)

[100] Meminta Apapun dengan Tulus

عَنْ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ سَأَلَ اللهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ، بَلَّغَهُ اللهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ، وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ»

Dari Sahl bin Hunaif rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Siapa memohon mati syahid kepada Alloh dengan jujur dari hatinya, niscaya Alloh menyampaikan kedudukannya ke derajat para syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidurnya.” (HR. Muslim)

Unduh PDF dan Word

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Kuliah Online Gratis S1 dan S2 Dibuka!!!

Full Bahasa Arob!

Jika belum mahir bahasa Arob, klik sini