Cari Ebook

[PDF] Saat TikTok Menjadi Khomr, Merusak Akal dan Moral - Nor Kandir

 


Muqoddimah

﷽

Wahai saudaraku yang semoga dirohmati Alloh ﷻ, pernahkah Anda memperhatikan keadaan diri Anda atau orang-orang di sekitar Anda ketika memegang telepon genggam? Perhatikanlah bagaimana jemari-jemari itu terus mengusap layar kaca tanpa henti, sementara pandangan mata terpaku, dan kesadaran seolah melayang meninggalkan kenyataan. Dunia di sekeliling mereka mendadak senyap, panggilan Sholat yang berkumandang dari Masjid terabaikan, dan nasihat orang tua atau pasangan tidak lagi terdengar. Tahukah Anda apa yang sedang terjadi pada mereka? Mereka sungguh sedang meminum racun yang tidak berwarna dan tidak berbau, yaitu khomr dalam bentuk digital berupa aplikasi TikTok.

Jika pada zaman dahulu orang mengenali khomr sebagai minuman keras yang diperah dari anggur atau kurma untuk merusak akal, maka pada zaman modern ini syaithon telah memperbarui tipu muslihatnya dengan sangat halus. Mereka menciptakan wahana hiburan yang sanggup membius akal dan merusak moral manusia tanpa perlu merogoh kantong untuk membeli botol minuman harom. Cukup dengan mengunduh aplikasi di telepon pintar, seseorang telah membuka pintu menuju warung khomr terbesar dalam sejarah peradaban manusia.

Alloh ﷻ telah menegaskan bahaya khomr di dalam Al-Qur’an sebagai perbuatan keji yang dirancang oleh syaithon untuk memalingkan manusia dari mengingat Alloh ﷻ dan merusak tatanan hidup mereka:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾

Wahai orang-orang yang beriman, sungguh khomr, berjudi, berkurban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syaithon. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Ma’idah: 90)

Nabi ﷺ juga telah memancarkan panduan universal mengenai hakikat khomr, di mana batasannya bukan terletak pada wujud zatnya yang cair semata, melainkan pada dampak dan pengaruhnya terhadap daya pikir manusia:

«كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ»

Setiap yang memabukkan adalah khomr, dan setiap yang memabukkan adalah harom. (HR. Muslim no. 2003)

Buku ini hadir sebagai ajakan jujur untuk berdialog dan merenungi kenyataan pahit yang melanda rumah tangga dan masyarakat kita hari ini. Kita tidak boleh lagi menutup mata dan bersembunyi di balik alasan bahwa ini sekadar sarana hiburan atau da’wah. Ketika sebuah aplikasi telah berhasil menyita waktu berjam-jam, melalaikan Sholat, meruntuhkan rasa malu wanita Muslimah, serta menyeret para pemuda ke dalam lingkaran kebodohan dan syahwat, maka tidak ada kata lain untuk menggambarkannya selain kecanduan khomr yang merusak akal dan moral. Mari kita bedah bukti-bukti nyata ini berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Hadits Nabi ﷺ agar kita terpelihara dari jerat kebinasaan.

Bab 1: Khomr Modern Candu Digital

1.1 Racun Terselubung di Balik Layar Kaca

Wahai pembaca yang mulia, bayangkan jika seseorang mendatangi Anda lalu menawarkan sebuah gelas berisi cairan beracun, tentu Anda akan langsung menolaknya dan menjauhinya dengan cemas. Namun bagaimana jika racun itu dikemas dalam bentuk potongan video berdurasi 15 detik yang menyajikan tarian, kelakar konyol, atau berita bohong yang memikat hati? Anda akan menikmatinya detik demi detik, tanpa sadar bahwa racun tersebut sedang menjangkiti kebersihan jiwa dan ketenangan akal Anda. Inilah racun terselubung yang bekerja sangat rapi melalui aplikasi TikTok.

Mari kita perhatikan satu kasus nyata yang kerap terjadi di tengah masyarakat kita hari ini. Seorang ibu rumah tangga yang seharusnya mengasuh anaknya yang sedang menangis kelaparan, justru membiarkan sang anak menangis berjam-jam di sampingnya. Matanya terikat pada layar telepon, jemarinya terus mengusap dari satu video ke video lainnya, dan pikirannya terbius total oleh tayangan konyol orang-orang yang tidak dikenal. Begitu pula seorang ayah yang baru pulang mencari nafkah, alih-alih menyapa istri dan membimbing anak-anaknya dengan kasih sayang, ia justru mengurung diri di kamar hingga larut malam demi menyaksikan konten hiburan yang tidak berguna. Bukankah keadaan terbius dan tidak sadar akan kewajiban ini persis seperti keadaan orang yang sedang mabuk minuman keras?

Syaithon tidak pernah datang kepada seorang Mu’min secara terang-terangan lalu memerintahkannya untuk bermaksiat secara mendadak. Syaithon menyusup melalui langkah-langkah kecil yang nampak tidak berbahaya pada awalnya, sebagaimana firman Alloh ﷻ:

﴿وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ﴾

Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithon. Sungguh syaithon itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqoroh: 168)

Kelalaian yang dihasilkan oleh tayangan beruntun di TikTok merupakan jalan pintas bagi syaithon untuk menguasai aliran darah dan pikiran manusia, sebagaimana disabdakan oleh Nabi ﷺ:

«إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ»

Sungguh syaithon itu berjalan dalam tubuh manusia melalui aliran darah. (HR. Al-Bukhori no. 2038 dan Muslim no. 2175)

Apabila syaithon telah berhasil menguasai perhatian seorang hamba melalui layar kaca, maka runtuhlah pertahanan dirinya. Ia akan memandang baik hal-hal yang harom, dan menganggap remeh perintah-perintah Alloh ﷻ. Racun terselubung ini tidak merusak lambung secara fisik dalam sekejap, tetapi ia mematikan kepekaan Iman dan kebenaran akal secara perlahan namun pasti.

1.2 Hilangnya Akal Sehat Tanpa Tegukan Minuman Keras

Secara bahasa dalam tata bahasa Arob, kata khomr berasal dari kata khomaro yang berarti menutup atau memalingkan. Segala sesuatu yang menutup akal sehat manusia dari berpikir jernih dan bertindak sesuai petunjuk Syari’at disebut sebagai khomr. Apakah khomr hanya sebatas zat cair yang diminum? Sama sekali tidak. Cobalah Anda menyaksikan aksi-aksi nekat para pengguna TikTok demi mendapatkan tayangan yang banyak atau pujian manusia.

Berapa banyak pemuda yang nekat melompat ke hadapan truk yang sedang melaju kencang di jalan raya hanya untuk membuat konten video 10 detik? Berapa banyak anak remaja yang rela memakan zat-zat berbahaya dan beracun demi mengikuti tantangan populer di aplikasi tersebut? Tindakan bodoh ini dilakukan secara sadar oleh orang-orang yang secara medis tidak gila dan tidak sedang meminum alkohol. Namun dimanakah akal sehat mereka saat itu? akal sehat mereka telah tertutup rapat oleh rasa haus akan ketenaran dan kecanduan hiburan instan, yang berdampak persis seperti hilangnya akal akibat tegukan minuman keras.

Alloh ﷻ menggambarkan bahwa hilangnya kepekaan akal dan hilangnya penglihatan hati adalah bentuk kebutaan:

﴿أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ﴾

Maka apakah mereka tidak berjalan di bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan hati itu mereka dapat memahami, atau mempunyai telinga yang dengan telinga itu mereka dapat mendengar? Karena sungguh bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. (QS. Al-Hajj: 46)

Nabi ﷺ juga telah memberikan kaidah penetapan hukum yang sangat tegas terkait segala zat atau sarana yang dapat memabukkan serta menghilangkan kestabilan akal manusia:

«مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ»

Apa yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya pun harom. (HSR. Abu Dawud no. 3681 dan At-Tirmidzi no. 1865)

Ketika seseorang telah berada dalam pengaruh kecanduan tayangan pendek, akal sehatnya tidak lagi mampu menimbang mana yang memberikan manfaat untuk kehidupan Akhiroh dan mana yang mendatangkan kemurkaan Alloh ﷻ. Perilaku melompat-lompat, menari-nari tanpa rasa malu, hingga mempertaruhkan nyawa di jalan raya adalah bukti bahwa akal mereka sedang tertutup oleh khomr digital yang amat beracun.

1.3 Tercurinya Waktu Utama dan Kelalaian Hati

Wahai saudaraku, pernahkah Anda berniat membuka aplikasi TikTok hanya untuk melihat video selama 2 minute, namun tanpa terasa saat Anda melihat jam dinding, ternyata 2 jam telah berlalu begitu saja? Ke mana perginya waktu yang amat berharga itu? Waktu tersebut telah dicuri oleh sistem jebakan tayangan yang dirancang khusus untuk mengikat kesadaran Anda. Waktu adalah hakikat dari kehidupan manusia itu sendiri. Apabila waktu Anda habis untuk hal-hal yang sia-sia, maka sungguh sebagian dari umur dan kehidupan Anda telah musnah tanpa bekas.

Mari kita simak sebuah contoh nyata yang terjadi saban hari. Seorang pekerja Muslim yang memiliki waktu luang di sela-sela jam kerjanya alih-alih mengisinya dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau menambah ilmu keagamaan, ia justru menghabiskan seluruh waktu istirahatnya untuk mengusap layar telepon genggam. Ketika panggilan Sholat Zhuhur berkumandang, ia menunda-nunda kedatangannya ke Masjid hingga rokaat terakhir, bahkan tidak jarang ia melaksanakan Sholat dalam keadaan tergesa-gesa tanpa rasa khusyu’ karena pikirannya masih terngiang-ngiang oleh musik dan tayangan yang baru saja ia lihat.

Alloh ﷻ telah mengingatkan manusia tentang betapa dekatnya hari perhitungan amal, sementara manusia berada dalam keadaan lalai dan berpaling akibat terbuai oleh permainan dunia:

﴿اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ﴾

Telah makin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam kelalaian lagi berpaling. (QS. Al-Anbiya’: 1)

Nabi ﷺ menegaskan bahwa waktu luang merupakan salah satu ni’mat terbesar yang paling sering menipu dan merugikan mayoritas manusia:

«نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ»

Ada 2 ni’mat yang kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang. (HR. Al-Bukhori no. 6412)

Setiap detik waktu yang terbuang di depan layar kaca kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Alloh ﷻ pada hari Qiyamah. Nabi ﷺ bersabda:

«لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ»

Tidak akan bergeser 2 kaki seorang hamba pada hari Qiyamah sebelum ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan. (HSR. At-Tirmidzi no. 2417)

Betapa ironisnya ketika seseorang rela mengorbankan modal utamanya di dunia yaitu umur dan waktunya hanya demi menyaksikan hiburan kosong yang tidak menambah pahala di Akhiroh dan tidak pula mendatangkan kesejahteraan di dunia. Sungguh, pencurian waktu secara sistematis ini adalah salah satu bentuk kejahatan terbesar khomr digital terhadap keimanan seorang Muslim.

Bab 2: Musnahnya Rasa Malu

2.1 Pamer Aurot dan Joget Konyol demi Pujian Manusia

Wahai pembaca yang beriman, tanyakanlah kepada diri Anda sendiri, ke manakah rasa malu yang dahulu menjadi perhiasan terindah para wanita Muslimah? Dahulu, jangankan memamerkan lekuk tubuh, terdengar suara atau terlihat bayangan tubuh mereka saja membuat mereka merasa bersalah dan canggung. Namun hari ini, perhatikanlah apa yang terjadi di aplikasi TikTok. Berapa banyak wanita Muslimah, bahkan sebagian di antaranya mengenakan pakaian penutup aurot, rela berjoget-joget konyol, menggoyangkan pinggul, dan memperagakan gerakan-gerakan menggoda di depan kamera yang disaksikan oleh jutaan pasang mata lelaki asing.

Saksikanlah fenomena mengerikan di pinggir-pinggir jalan raya, taman kota, hingga di dalam kamar-kamar pribadi. Mereka merancang tarian mengikuti irama musik yang sedang tren, lalu mengunggahnya tanpa ada rasa canggung sedikit pun. Mengapa ini bisa terjadi? Karena kesucian mereka telah tumpul dan rasa malu dalam dada mereka telah menguap akibat meminum khomr digital secara berulang-ulang. Pujian manusia berupa tanda suka, komentar sanjungan, dan peningkatan jumlah pengikut telah menjadi sesembahan baru yang membutakan mata hati mereka.

Alloh ﷻ telah menetapkan bahwa pakaian dan penutup aurot diturunkan untuk menjaga kehormatan dan sebagai wujud ketaqwaan kepada-Nya:

﴿يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِك خَيْرٌ﴾

Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup aurotmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian ketaqwaan itulah yang paling baik. (QS. Al-A’rof: 26)

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa rasa malu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan seseorang. Jika rasa malu itu hilang, maka musnah pulalah keimanannya:

«الْحَيَاءُ مِنَ الإِيمَانِ وَالإِيمَانُ فِي الْجَنَّةِ»

Rasa malu itu adalah bagian dari keimanan, dan keimanan itu tempatnya di Jannah. (HSR. At-Tirmidzi no. 2009)

Nabi ﷺ juga bersabda tentang ancaman bagi orang yang telah kehilangan rasa malu dalam kehidupannya:

«إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُولَى إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ»

Sungguh di antara perkataan nubuwwah pertama yang didapati manusia adalah: Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu. (HR. Al-Bukhori no. 3483)

Ketika rasa malu telah dicabut dari jiwa seorang hamba, ia tidak akan lagi peduli apakah perbuatannya mendatangkan ridho Alloh ﷻ atau justru mengundang adzab-Nya. Pamer aurot dan tarian konyol di depan publik adalah bukti bahwa fithroh kemusiaan telah rusak tergerus oleh racun tayangan media sosial.

2.2 Tabarruj Digital dan Hilangnya Cemburu Para Lelaki

Wahai para suami dan para ayah yang memikul tanggung jawab di hadapan Alloh ﷻ, di manakah rasa cemburu Anda? Rasa cemburu syar’i adalah benteng pertahanan utama yang menjaga kehormatan anak dan istri Anda dari kejahatan dan kebinasaan. Namun betapa menyedihkan realita yang kita saksikan hari ini. Banyak lelaki yang mengaku Muslim, namun dengan bangga merekam istrinya yang sedang bersolek, memperagakan pakaian ketat, dan menari di aplikasi TikTok, lalu mengunggah video tersebut ke hadapan publik demi mendapatkan rupiah atau popularitas.

Ada seorang suami yang dengan sengaja mengatur kamera, mengarahkan pencahayaan, dan menyuruh istrinya beradegan mesra atau meliuk-liukkan tubuh di depan jutaan penonton. Sang suami tersenyum bangga ketika video istrinya ditonton oleh jutaan lelaki lain yang memandang dengan syahwat. Sungguh, ini adalah penyakit dayyuts, yaitu keadaan di mana seorang lelaki telah kehilangan rasa cemburu terhadap keharoman yang terjadi pada keluarganya. Minuman pemabuk digital ini telah melumpuhkan naluri kepemimpinan dan harga diri para lelaki.

Alloh ﷻ telah melarang keras perbuatan tabarruj, yaitu bersolek dan memamerkan kecantikan serta keindahan tubuh di luar rumah atau di hadapan orang-orang yang bukan mahrom:

﴿وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ﴾

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu. (QS. Al-Ahzab: 33)

Nabi ﷺ memberikan peringatan yang sangat keras dan menakutkan bagi para lelaki yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap keluarganya:

«ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ، وَالدَّيُّوثُ»

Ada 3 kelompok yang tidak akan masuk Jannah dan Alloh tidak akan melihat kepada mereka pada hari Qiyamah: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki, dan dayyuts (lelaki yang membiarkan istrinya tabarruj). (HSR. An-Nasa’i no. 2562)

Nabi ﷺ juga menjelaskan betapa besarnya rasa cemburu yang harus dimiliki oleh seorang Mu’min sejati:

«أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ، لَأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ، وَاللَّهُ أَغْيَرُ مِنِّي»

Apakah kalian kagum dengan rasa cemburu Sa’ad? Demi Alloh, aku sungguh lebih cemburu daripadanya, dan Alloh lebih cemburu daripadaku. (HR. Al-Bukhori no. 6846 dan Muslim no. 1499)

Bagaimana mungkin seorang suami yang mengaku mencintai istrinya tega menyerahkan keindahan tubuh istrinya untuk dinikmati oleh mata-mata fasik di jagat digital? Hilangnya rasa cemburu ini adalah tanda mati rasa spiritual dan kebangkrutan moral akibat racun khomr media sosial.

2.3 Runtuhnya Kehormatan Muslim dan Muslimah

Wahai pembaca yang dihormati, Alloh ﷻ memuliakan manusia dengan memberikan harga diri dan kehormatan yang wajib dijaga. Namun, apa yang terjadi ketika seseorang telah terperangkap dalam sistem siaran langsung atau konten harian TikTok? Demi mendapatkan hadiah digital berupa koin, stiker, atau peringkat populer, tidak sedikit pengguna yang rela melakukan hal-hal yang sangat merendahkan martabat kemanusiaan mereka sendiri.

Lihatlah fenomena mandi lumpur yang sempat viral, berteriak-teriak seperti orang gila di hadapan kamera, meremas-remas makanan, hingga melakukan gerakan-gerakan menghina diri sendiri hanya demi belas kasihan penonton yang memberikan hadiah virtual. Seorang Muslimah yang tadinya terhormat, rela melepas rasa malunya demi memenuhi permintaan penonton siaran langsung yang berjanji memberikan hadiah jika ia melakukan gerakan tertentu. Ini adalah perbudakan modern di mana manusia mengorbankan kehormatannya demi serpihan harta duniawi yang sangat hina.

Alloh ﷻ telah menegaskan kemuliaan yang diberikan-Nya kepada anak cucu Adam, yang tidak boleh diinjak-injak hanya demi kepuasan hawa nafsu:

﴿وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا﴾

Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami pengkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rizqi dari yang baik-baik dan Kami utamakan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan keutamaan yang sempurna. (QS. Al-Isro’: 70)

Nabi ﷺ melarang keras seorang hamba merendahkan dan menghinakan dirinya sendiri di hadapan manusia:

«لاَ يَنْبَغِي لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يُذِلَّ نَفْسَهُ»

Tidak sepatutnya bagi seorang Mu’min untuk menghinakan dirinya sendiri. (HSR. At-Tirmidzi no. 2254)

Nabi ﷺ juga menegaskan kesucian kehormatan seorang Muslim yang tidak boleh dilanggar:

«كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ»

Setiap Muslim atas Muslim lainnya adalah harom darahnya, hartanya, dan kehormatannya. (HR. Muslim no. 2564)

Ketika kehormatan seorang Muslim dijual dengan harga murah hanya untuk hiburan konyol di internet, maka hilanglah kewibawaan Umat Islam. Mereka tidak lagi dipandang sebagai pemakmur bumi yang taat, melainkan sebagai lelucon yang mentertawakan kebodohannya sendiri di hadapan bangsa-bangsa lain.

Bab 3: Fitnah Syahwat dan Syubhat di Setiap Usapan Layar

3.1 Pintu Masuk Zina Mata dan Pengrusak Kesucian Hati

Wahai pemuda dan pemudi Muslim, sadarkah Anda bahwa setiap kali jemari Anda mengusap layar TikTok, Anda sedang membuka pintu fitnah syahwat yang sangat dasyat? Algoritma aplikasi ini dirancang untuk menyajikan konten-konten yang memancing pandangan mata. Dari satu tayangan yang nampak biasa, usapan berikutnya langsung menyuguhkan wanita dengan pakaian minim, tarian erotis, atau adegan-adegan yang membangkitkan birahi. Pandangan mata adalah panah beracun dari panah-panah syaithon yang langsung menembus dan merusak kesucian hati.

Coba renungkan kasus seorang pemuda yang sedang berusaha menjaga pandangannya di dunia nyata. Ia menundukkan pandangan ketika berjalan di pasar atau di kampus. Namun ketika ia sendirian di dalam kamarnya pada malam hari, ia membuka aplikasi TikTok. Hanya dalam hitungan detik, ratusan gambar dan video wanita penelanjang aurot melintasi matanya. Pandangan yang harom ini diulang berpuluh-puluh kali. Akibatnya, kebeningan hatinya padam, hafalannya hilang, Sholatnya menjadi hampa, dan timbul hasrat untuk melakukan perbuatan maksiat yang lebih jauh yaitu zina.

Alloh ﷻ telah memerintahkan para hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan demi menjaga kesucian hati mereka:

﴿قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَٰلِك أَزْكَىٰ لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ﴾

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sungguh Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. An-Nur: 30)

Nabi ﷺ menjelaskan bahwa mata memiliki porsi zinanya sendiri yang menjadi pembuka bagi zina anggota tubuh lainnya:

«فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ»

Maka zina kedua mata adalah memandang, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah berbicara, zina tangan adalah memegang, zina kaki adalah melangkah, dan hati berhasrat serta berharap, lalu kemaluan membenarkan hal itu atau mendustakannya. (HR. Muslim no. 2657)

Nabi ﷺ juga mengingatkan bahaya pandangan pertama yang dituruti oleh pandangan-pandangan berikutnya:

«يَا عَلِيُّ لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ، فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ»

Wahai ‘Ali, janganlah engkau mengikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena bagi mu pandangan pertama dan bukan bagimu pandangan yang kedua. (HHR. Abu Dawud no. 2149 dan At-Tirmidzi no. 2777)

Zina mata yang terjadi secara terus menerus melalui usapan layar kaca akan mengeraskan hati dan merusak kenikmatan beribadah. Hati yang telah tercemar oleh pemandangan harom tidak akan mampu merasakan kelezatan Al-Qur’an dan kekhusyu’an Sholat.

3.2 Penyebaran Bid’ah dan Penyimpangan Pemikiran

Wahai penuntut ilmu dan pencari kebenaran, fitnah TikTok tidak hanya terbatas pada masalah syahwat dan aurot, tetapi juga menyerang landasan Aqidah dan pemikiran Umat Islam. Durasi video yang pendek membuat pembahasan agama yang rumit dipotong-potong secara tidak bertanggung jawab. Akibatnya, timbul penceramah-penceramah instan yang menyebarkan amalan bid’ah, Hadits-Hadits dho’if dan palsu, serta fatwa-fatwa aneh yang menyelisih pemahaman para Shohabat dan Salafus Sholih.

Perhatikanlah betapa cepatnya sebuah amalan ibadah tanpa dalil shohih menjadi viral di aplikasi ini. Seseorang membuat konten tentang tata cara Sholat khusus atau dzikir dengan bilangan tertentu yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi ﷺ, lalu diberi judul yang menarik emosi penonton. Dalam beberapa hari, jutaan orang menirunya tanpa pernah menanyakan keshohihan dalilnya. Lebih parah lagi, pemikiran-pemikiran penyimpangan seperti liberalisme, pluralisme agama, hingga paham Khowarij yang mudah mengkafirkan sesama Muslim diproduksi dalam potongan video pendek yang persuasif, memikat para pemuda yang awam akan ilmu Syari’at.

Alloh ﷻ memerintahkan kita untuk mengikuti jalan yang lurus dan melarang mengikuti jalan-jalan penyimpangan yang bercabang-cabang:

﴿وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴾

Dan bahwa inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu memencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Alloh kepadamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al-An’am: 153)

Nabi ﷺ memberikan ancaman yang sangat tegas terhadap setiap amalan ibadah yang diada-adakan dalam agama tanpa petunjuk Syari’at:

«مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ»

Siapa yang mengada-adakan dalam urusan agama kami ini apa yang bukan darinya, maka ia tertolak. (HR. Al-Bukhori no. 2697 dan Muslim no. 1718)

Nabi ﷺ juga mengingatkan tentang munculnya para dai yang mengajak ke pintu-pintu Naar di akhir zaman:

«دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا»

Para penyeru di pintu-pintu Jahannam, siapa yang memenuhi ajakan mereka maka mereka akan melemparkannya ke dalamnya. (HR. Al-Bukhori no. 7084 dan Muslim no. 1847)

Mengambil ilmu agama dari potongan video pendek TikTok tanpa memverifikasi keshohihan sumbernya adalah tindakan yang sangat berbahaya bagi keselamatan Aqidah. Syubhat yang terserap ke dalam pikiran akan sangat sulit dikeluarkan dan bisa merusak keimanan.

3.3 Berbohong demi Ketenaran dan Pembodohan Massal

Wahai pembaca yang bijak, kejujuran adalah pilar utama akhlaq seorang Muslim. Namun di panggung pementasan digital TikTok, kebohongan justru dikemas dan dijual sebagai komoditas hiburan yang sangat laris. Demi mendapatkan perhatian penonton, jumlah tayangan, dan monetisasi, para pembuat konten rela merancang cerita palsu, aksi pamer kebaikan rekayasa, drama perselisihan keluarga buatan, hingga penyebaran berita hoaks yang menyesatkan masyarakat luas.

Mari kita lihat sebuah kasus rekayasa yang sering terjadi. Seorang pengguna TikTok berpura-pura memberikan bantuan uang dalam jumlah besar kepada orang miskin di jalanan, merekam wajah orang miskin tersebut dengan tangisan haru. Namun setelah kamera dimatikan, uang tersebut diambil kembali oleh sang pembuat konten. Ada pula yang membuat drama perceraian atau perselingkuhan palsu dengan pasangannya hanya untuk memancing emosi penonton. Pembodohan massal ini merusak daya kritis masyarakat dan membiasakan lidah serta tindakan manusia untuk akrab dengan kebohongan.

Alloh ﷻ menegaskan bahwa kedustaan adalah ciri dari orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat-Nya:

﴿إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَأُولَٰئِك هُمُ الْكَاذِبُونَ﴾

Sungguh yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Alloh, dan mereka itulah orang-orang pendusta. (QS. An-Nahl: 105)

Nabi ﷺ memperingatkan dampak buruk dari kedustaan yang menyeret pelakunya ke dalam kejahatan dan Naar:

«وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا»

Dan sungguh kedustaan itu menuntun kepada kejahatan, dan kejahatan itu menuntun kepada Naar. Dan sungguh seseorang senantiasa berdusta hingga dicatat di sisi Alloh sebagai pendusta. (HR. Al-Bukhori no. 6094 dan Muslim no. 2607)

Nabi ﷺ juga mengecam keras orang yang berdusta hanya untuk membuat orang lain tertawa atau terhibur:

«وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ، وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ»

Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang-orang tertawa, celakalah baginya, celakalah baginya. (HHR. Abu Dawud no. 4990 dan At-Tirmidzi no. 2315)

Ketika kebohongan telah dianggap biasa dan menjadi sarana mencari nafkah di media sosial, maka hilanglah keberkahan hidup. Masyarakat yang dibesarkan dalam budaya konsumsi kebohongan digital akan menjadi masyarakat yang rapuh, mudah diadu domba, dan kehilangan kompas kebenaran.

Bab 4: Dampak Buruk bagi Generasi Muda dan Rumah Tangga

4.1 Hancurnya Akhlaq Remaja Muslim

Wahai para orang tua, perhatikanlah buah hati Anda yang sedang tumbuh dewasa. Anak-anak yang dahulu polos, santun, dan taat kepada orang tua, kini berubah menjadi pribadi yang membangkang, pemarah, dan berbahasa kasar setelah kecanduan aplikasi TikTok. Mereka menirukan gaya bicara penuh caci maki dari para tokoh populer internet, mengadopsi tatanan rambut dan pakaian yang menyelisih Syari’at, serta kehilangan rasa hormat kepada guru dan orang tua.

Kasus ini terjadi di banyak keluarga hari ini. Ketika orang tua meminta tolong kepada anaknya yang sedang memegang telepon genggam untuk membantu pekerjaan rumah atau berangkat Sholat, sang anak justru membentak orang tuanya dengan kata-kata kasar. Jika telepon genggamnya diambil, sang anak akan mengamuk, melempar barang, bahkan mengancam orang tuanya. Otak anak-anak ini telah terbiasa menerima rangsangan kepuasan instan dari video pendek, sehingga mereka kehilangan kesabaran, daya konsentrasi belajar menurun drastis, dan akhlaq mulia mereka hancur berkeping-keping.

Alloh ﷻ memerintahkan para kepala keluarga untuk menjaga diri dan keluarganya dari api Naar yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ﴾

Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Naar yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. (QS. At-Tahrim: 6)

Nabi ﷺ membebankan tanggung jawab pengasuhan dan pembinaan akhlaq anak sepenuhnya kepada para orang tua:

«كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»

Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. (HR. Al-Bukhori no. 893 dan Muslim no. 1829)

Nabi ﷺ juga memperingatkan ancaman durhaka kepada kedua orang tua sebagai salah satu dosa terbesar:

«أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الكَبَائِرِ؟» ثَلاَثًا، قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الوَالِدَيْنِ

“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang dosa yang paling besar?” tiga kali. Kami menjawab: “Tentu wahai Rosululloh.” Beliau bersabda: “Menyutukan Alloh dan durhaka kepada kedua orang tua.” (HR. Al-Bukhori no. 2654 dan Muslim no. 87)

Membiarkan anak-anak terjerat candu khomr digital tanpa pengawasan adalah bentuk pembiaran yang akan dituntut di hadapan Alloh ﷻ pada hari Qiyamah. Generasi muda yang hancur akhlaqnya akibat media sosial adalah ancaman besar bagi masa depan Umat Islam.

4.2 Keretakan Hubungan Suami Istri dan Putusnya Silaturrohim

Wahai pasangan suami istri yang mendambakan rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rohmah, tahukah Anda apa pemutus keharmonisan dalam rumah tangga Anda di zaman modern ini? Pemutus itu seringkali berada di atas kasur Anda sendiri, yaitu dua layar telepon genggam yang menyala dalam kegelapan malam. Suami sibuk mengusap videonya sendiri, istri sibuk menonton video orang lain. Tidak ada lagi dialog hangat sebelum tidur, tidak ada lagi senyuman kasih sayang, dan tidak ada lagi saling mendengarkan keluh kesah pasangan.

Betapa banyak perceraian yang berawal dari aplikasi ini. Suami mulai membandingkan fisiknya sang istri dengan para wanita berdandan tebal yang muncul di layar TikTok. Istri mulai merasa tidak puas dengan nafkah suami setelah melihat konten pamer kekayaan dan gaya hidup mewah pasangan lain di internet. Timbul rasa curiga, perselingkuhan lewat pesan pribadi, hingga berujung pada pertengkaran hebat dan perceraian. Tidak hanya itu, hubungan silaturrohim dengan kerabat dan orang tua pun menjadi renggang karena semua orang sibuk dengan dunia virtualnya masing-masing meskipun berada di satu ruangan yang sama.

Alloh ﷻ menetapkan bahwa tujuan pernikahan adalah untuk menciptakan ketenangan dan rasa kasih sayang di antara suami istri:

﴿وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَٰلِك لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ﴾

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. Ar-Rum: 21)

Nabi ﷺ memberikan ancaman keras terhadap perbuatan memutuskan hubungan silaturrohim antar kerabat dan keluarga:

«لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ»

Tidak akan masuk Jannah orang yang memutuskan silaturrohim. (HR. Al-Bukhori no. 5984 dan Muslim no. 2556)

Nabi ﷺ juga menekankan pentingnya bersikap baik dan perhatian terhadap istri di dalam rumah tangga:

«خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي»

Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian kepada keluargaku. (HSR. At-Tirmidzi no. 3895 dan Ibnu Majah no. 1977)

Khomr digital telah berhasil menghancurkan kehangatan rumah tangga Muslim dan meretakkan silaturrohim. Rumah yang seharunya menjadi tempat kedamaian berubah menjadi tempat perasingan dingin karena masing-masing penghuninya terbius oleh kecanduan layar kaca.

4.3 Lalai dari Sholat dan Dzikir Kepada Alloh ﷻ

Wahai pembaca yang merindukan ridho Alloh ﷻ, Sholat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari Qiyamah. Namun perhatikanlah apa yang dilakukan khomr digital ini terhadap Sholat umat manusia. Berapa kali Anda menunda Sholat wajib hanya karena ingin menyelesaikan satu video lagi? Lalu tanpa terasa video tersebut tersambung ke video berikutnya, hingga waktu Sholat hampir habis. Ketika Sholat akhirnya dilaksanakan, Sholat itu dilakukan dengan terburu-buru seperti patukan ayam, tanpa rasa khusyu’ dan tanpa dzikir sesudahnya.

Mari kita cermati keadaan seorang yang sedang terbius TikTok ketika mendengarkan adzan. Hatinya merasa berat untuk menghentikan usapan jemarinya. Musik dan bayangan video yang baru saja ia lihat terus berputar di dalam benaknya bahkan saat ia berdiri di hadapan Alloh ﷻ dalam Sholat. Ini adalah bentuk kelalaian yang amat berbahaya. Sholat yang seharusnya menjadi pencegah perbuatan keji dan munkar, justru dikerjakan dalam keadaan hati yang melayang lalai terikat pada hiburan duniawi.

Alloh ﷻ memberikan ancaman Wail bagi orang-orang yang Sholat namun mereka lalai dari hakikat dan ketepatan waktu Sholatnya:

﴿فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ﴾

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang Sholat, yaitu orang-orang yang lalai dari Sholatnya. (QS. Al-Ma’un: 4-5)

Alloh ﷻ juga melarang keras hamba-Nya dilalaikan oleh perhiasan dan permainan dunia dari mengingat Alloh ﷻ:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِك فَأُولَٰئِك هُمُ الْخَاسِرُونَ﴾

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Alloh. Siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. Al-Munafiqun: 9)

Nabi ﷺ menggambarkan Sholatnya orang munafiq yang menunda-nunda waktu hingga Sholat dikerjakan secara tergesa-gesa:

«تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ، يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ، قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا، لَا يَذْكُرُ اللهَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا»

Itulah Sholatnya orang munafiq, ia duduk mengamati matahari hingga ketika matahari berada di antara 2 tanduk syaithon, ia berdiri lalu mematuk 4 rokaat (Sholat dengan sangat cepat), ia tidak mengingat Alloh di dalamnya melainkan sedikit sekali. (HR. Muslim no. 622)

Kehilangan kekhusyu’an dan kelalaian dalam Sholat akibat terbius tayangan media sosial adalah bukti betapa beracunnya khomr digital ini. Ia mencabut roh ibadah dan menyisakan gerakan fisik kosong yang tidak memberikan dampak perbaikan pada akhlaq pelakunya.

Bab 5: Terapi Syar’i Membebaskan Diri dari Jerat khomr Digital

5.1 Taubat Nasuha dan Mencegah Pintu Fitnah

Wahai saudaraku yang ingin menyelamatkan jiwanya, setelah kita memahami betapa dahsyatnya kerusakan yang ditimbulkan oleh khomr digital ini pada akal dan moral, maka tidak ada pilihan lain bagi kita selain mengambil langkah tegas untuk membebaskan diri. Langkah pertama dan paling utama adalah bertaubat kepada Alloh ﷻ dengan Taubat Nasuha, yaitu menyesali seluruh waktu dan pandangan harom yang telah terbuang, menghentikan penggunaan aplikasi perusak tersebut secara total, dan bertekad kuat untuk tidak kembali lagi kepadanya.

Langkah riil yang harus diambil adalah menghapus aplikasi TikTok dari telepon genggam Anda sekarang juga tanpa ada keraguan. Jangan pernah goda diri Anda dengan alasan “saya hanya akan melihat hal-hal yang bermanfaat” atau “saya akan menggunakannya untuk da’wah”. Mengapa demikian? Karena sistem algoritma aplikasi ini dirancang untuk menyeret Anda kembali ke dalam lumpur fitnah. Mencegah pintu fitnah sebelum terjadi adalah kaidah Syari’at yang sangat mendasar demi menyelamatkan keimanan.

Alloh ﷻ menyeru hamba-hamba-Nya yang beriman untuk bertaubat dengan taubat yang murni dan sungguh-sungguh:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ﴾

Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Alloh dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Robbmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam Jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (QS. At-Tahrim: 8)

Nabi ﷺ memberikan kabar gembira bahwa orang yang bertaubat dari dosanya akan dibersihkan seolah-olah ia tidak pernah berbuat dosa:

«التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ»

Orang yang bertaubat dari dosa adalah seperti orang yang tidak ada dosa baginya. (HSR. Ibnu Majah no. 4250)

Nabi ﷺ juga mengajarkan agar kita senantiasa berdoa memohon perlindungan dari fitnah-fitnah yang menyesatkan:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ القَبْرِ وَعَذَابِ القَبْرِ، وَشَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى وَشَرِّ فِتْنَةِ الفَقْرِ»

Ya Alloh, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Naar dan adzab Naar, dari fitnah kubur dan adzab kubur, serta dari keburukan fitnah kekayaan dan keburukan fitnah kemiskinan. (HR. Al-Bukhori no. 6377 dan Muslim no. 589)

Menghapus aplikasi pemabuk digital ini adalah bukti kejujuran taubat Anda di hadapan Alloh ﷻ. Jangan biarkan pintu maksiat tetap terbuka di genggaman tangan Anda sementara Anda berharap bisa meraih kebersihan jiwa.

5.2 Mengembalikan Waktu untuk Amalan Penjemput Jannah

Wahai pencari keridhoan Alloh ﷻ, menghapus aplikasi perusak hanyalah langkah awal penataan kembali kehidupan. Ruang kosong dan waktu luang yang timbul setelah Anda meninggalkan candu digital tersebut harus segera diisi dengan amalan-amalan sholih yang mendekatkan diri kepada Alloh ﷻ. Jika jiwa tidak disibukkan dengan kebenaran, maka ia pasti akan disibukkan dengan kebathilan.

Kembalikanlah waktu-waktu utama Anda untuk bersahabat kembali dengan Al-Qur’an. Jadwalkan waktu membaca Al-Qur’an secara rutin setiap hari, ikuti majelis-majelis ilmu Syari’at untuk memperdalam pemahaman agama, perbanyak Sholat-Sholat sunnah, dan sibukkan lidah dengan berdzikir kepada Alloh ﷻ. Rasakanlah perbedaan ketenangan jiwa saat Anda membaca 1 juz Al-Qur’an dibandingkan saat Anda mengusap layar telepon selama 1 jam. Ketenangan sejati hanya ada pada mengingat Alloh ﷻ, bukan pada hiburan kosong yang memabukkan.

Alloh ﷻ menegaskan bahwa hanya dengan mengingat Alloh-lah hati manusia dapat menemukan kedamaian dan ketenteraman yang sejati:

﴿الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ﴾

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Alloh. Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ro’d: 28)

Alloh ﷻ juga memerintahkan agar apabila kita telah selesai dari suatu urusan, kita segera bersungguh-sungguh mengerjakan urusan ibadah lainnya:

﴿فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب﴾

Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Robbmu lah engkau berharap. (QS. Al-Insyiroh: 7-8)

Nabi ﷺ mengabarkan tanda kebaikan keislaman seseorang adalah ketika ia sanggup meninggalkan hal-hal yang tidak berguna bagi kehidupan dunia dan Akhirohnya:

«مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ»

Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak berguna baginya. (HSR. At-Tirmidzi no. 2317 dan Ibnu Majah no. 3976)

Mengalihkan perhatian dari hiburan digital menuju amalan penjemput Jannah adalah investasi terbaik yang akan mendatangkan kebahagiaan hakiki di dunia dan keselamatan di Akhiroh.

5.3 Menjaga Diri dan Keluarga dari Ancaman Naar

Wahai para orang tua dan kepala rumah tangga, keselamatan Anda dan keluarga Anda berada di tangan Anda. Setelah Anda membersihkan diri sendiri dari khomr digital, cegahlah anak-anak dan istri Anda dari bahaya yang sama. Buatlah aturan yang tegas di dalam rumah tangga mengenai penggunaan teknologi. Jangan pernah membiarkan anak-anak memiliki telepon pintar tanpa pengawasan penuh, batasi waktu penggunaan internet, dan sterilkan kamar-kamar tidur dari perangkat digital pada malam hari.

Gantikanlah hiburan digital yang beracun tersebut dengan interaksi nyata yang penuh kasih sayang di dalam rumah. Ciptakan suasana rumah tangga yang hidup dengan da’wah, pengajaran Al-Qur’an, Sholat berjama’ah, dan makan bersama sambil berbincang hangat. Luangkan waktu untuk mengajak keluarga berlibur menyaksikan keindahan ciptaan Alloh ﷻ di alam terbuka. Bentengi mereka dengan ilmu keagamaan yang kokoh agar mereka memiliki daya tahan dan rasa malu ketika berhadapan dengan fitnah dunia luar.

Alloh ﷻ mengingatkan pentingnya rasa takut jika kita meninggalkan generasi yang lemah di belakang kita:

﴿وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا﴾

Dan hendaklah takut (kepada Alloh) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (keselamatan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Alloh dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. (QS. An-Nisa’: 9)

Nabi ﷺ memberikan peringatan yang sangat keras bagi pemimpin rumah tangga yang menipu atau membiarkan keluarganya hancur dalam maksiat:

«مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللهُ رَعِيَّةً، يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ، إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ»

Tidak ada seorang hamba pun yang diberi amanah oleh Alloh untuk memimpin satu kepemimpinan, lalu ia mati pada hari matinya dalam keadaan menipu kepemimpinannya, melainkan Alloh haromkan Jannah atasnya. (HR. Al-Bukhori no. 7151 dan lafazh Muslim no. 142)

Ketegasan Anda dalam membatasi akses media sosial perusak di rumah adalah bentuk kasih sayang yang tertinggi untuk menyelamatkan anak istri Anda dari siksaan api Naar.

Penutup

Wahai saudaraku tercinta, kita telah mengarungi pembahasan yang panjang mengenai bagaimana aplikasi TikTok bekerja persis seperti khomr di zaman modern ini. Ia melumpuhkan akal sehat, merusak moral dan rasa malu, memicu zina mata, menyebarkan kebohongan dan bid’ah, serta meretakkan hubungan keluarga dan melalaikan manusia dari Sholat kepada Alloh ﷻ. Semua bukti-bukti nyata ini telah tersaji jelas di depan mata kita setiap hari.

Kini, keputusan berada di tangan Anda. Apakah Anda akan tetap memilih untuk duduk bergeming sambil terus meminum khomr digital ini hingga sakaratul maut menjemput dalam keadaan lalai? Atau Anda akan bangkit detik ini juga untuk mematahkan botol-botol pemabuk digital tersebut, menghapus aplikasinya dari kehidupan Anda, dan kembali berjalan di atas jalan lurus yang diridhoi Alloh ﷻ?

Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan yang sangat singkat. Keindahan konten, pujian manusia, hadiah virtual, dan hiburan 15 detik di layar kaca tidak akan ada harganya sama sekali saat tubuh kita dibaringkan di dalam liang kubur yang gelap gulita. Hanya keimanan, kesucian moral, dan amalan sholih yang akan menjadi kawan setia kita di alam barzah dan di hari perhitungan kelak.

Semoga Alloh ﷻ memberikan kekuatan taufiq kepada kita semua untuk membersihkan diri dan keluarga kita dari segala bentuk fitnah khomr modern ini, menetapkan hati kita di atas kebenaran, serta mengumpulkan kita semua di dalam Jannah-Nya yang penuh ni’mat. Subhanalloh, walhamdulillah, wa laa ilaaha illalloh, wallohu Akbar.

وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Unduh PDF dan Word

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Kuliah Online Gratis S1 dan S2 Dibuka!!!

Full Bahasa Arob!

Jika belum mahir bahasa Arob, klik sini