[PDF] Jangan Sedih, Tidak Ada Harta Hilang dalam Islam - Nor Kandir
Buku ini berjudul Jangan Sedih! Tidak Ada Harta Hilang
dalam Islam, karya Nor Kandir, ST., BA, yang diterbitkan oleh
Pustaka Syabab pada tahun 2025. Buku ini hadir sebagai panduan spiritual dan
praktis bagi mereka yang sedang mengalami musibah kehilangan harta, khususnya
akibat penipuan.
Berikut adalah resensi lengkap buku tersebut berdasarkan
strukturnya:
BAB 1: MEMAHAMI BADAI EMOSI KARENA PENIPUAN
Penulis memulai dengan memvalidasi perasaan hancur, malu,
dan penyesalan mendalam yang dialami korban. Buku ini menekankan bahwa korban
bukanlah orang bodoh, melainkan orang baik yang kejujurannya dikhianati oleh
orang jahat. Korban diingatkan untuk tidak terus meratapi nasib atau
mengucapkan “andai saja”, karena hal itu membuka pintu bagi gangguan setan.
BAB 2: HUKUM HARTA YANG DIAMBIL SECARA BATHIL
Di sini dijelaskan bahwa dalam Islam, harta adalah amanah
yang wajib dijaga. Penipuan termasuk kategori memakan harta secara batil yang
sangat dilarang. Nabi ﷺ menegaskan posisi keras terhadap pelaku
penipuan melalui sabdanya:
«مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي»
Siapa yang menipu, maka dia bukan termasuk golonganku. (HR.
Muslim no. 101)
BAB 3: JANGAN SEDIH, UANG ITU TIDAKLAH HILANG
Ini adalah inti pesan buku ini. Penulis membangun keyakinan
bahwa rezeki tidak akan pernah tertukar dan ajal tidak akan menjemput sebelum
jatah rezeki terpenuhi. Harta yang dicuri sejatinya menjadi “piutang abadi”
yang akan dibayar di Akhirat dengan pahala dari si penipu. Kehilangan harta
juga bisa menjadi cara Alloh
menghindarkan hamba-Nya dari bahaya yang lebih besar atau sebagai penggugur
dosa.
BAB 4: FAKTA DAN MODUS PENIPUAN MODERN
Penulis membedah berbagai modus kejahatan saat ini, mulai
dari skema Ponzi, penipuan jual beli online, hingga manipulasi psikologis (social
engineering). Tujuannya agar pembaca lebih waspada terhadap kedok penipuan
yang sering kali mengatasnamakan agama atau investasi syariah palsu.
BAB 5: DOA DAN ADAB SAAT MENGHADAPI MUSIBAH HARTA
Bagian ini memberikan solusi spiritual melalui kekuatan
kalimat istirja (Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un) dan doa-doa
untuk mendapatkan ketenangan hati. Sholat malam disebut sebagai sarana mengadu
saat pintu bantuan manusia tertutup.
BAB 6: APA YANG HARUS DILAKUKAN SETELAH TERTIPU?
Buku ini juga memberikan panduan teknis yang sangat praktis,
seperti:
* Menenangkan diri sebelum bertindak.
* Melapor ke pihak berwajib dan bank.
* Mengumpulkan bukti digital secara akurat.
* Menata kembali keuangan keluarga.
BAB 7: KEAJAIBAN TAWAKAL DAN SENYUM SETELAH BADAI
Penutup buku ini berisi kisah-kisah nyata tentang
kebangkitan setelah kehilangan segalanya. Penulis mengajak korban untuk
memaafkan keadaan, menjadikan pengalaman pahit sebagai ladang dakwah, dan
kembali melangkah dengan optimis karena Allah pasti memberikan ganti yang lebih
baik.
KESIMPULAN
Buku ini sangat komprehensif karena menggabungkan pendekatan
psikologis, hukum syariat, kekuatan doa, hingga langkah hukum praktis. Pesan
utamanya sangat kuat: harta yang diambil secara zolim tidak akan pernah hilang di mata
Alloh, ia hanya sedang
menunggu di tempat yang lebih mulia.
