Cari Ebook

Mempersiapkan...

[PDF] BOCOR ALUS - Kala Bantuan Negara Dipangkas Pejabat Nakal - Nor Kandir

 


Berikut adalah resensi dari buku “BOCOR ALUS: Kala Dana Negara Dipangkas Pejabat Nakal” karya Nor Kandir, ST., BA.

Identitas Buku

Judul: BOCOR ALUS: Kala Dana Negara Dipangkas Pejabat Nakal.

Penulis: Nor Kandir, ST., BA.

Penerbit: Pustaka Syabab.

Tahun Terbit: Cetakan Ke-1, 1447 H (2026).

Sinopsis dan Isi Utama

Buku ini merupakan tamparan keras bagi para pemangku jabatan yang menyalahgunakan amanah untuk kepentingan pribadi. Penulis membongkar berbagai modus operandi “kenakalan” pejabat, mulai dari tingkat desa hingga pusat, dengan menggunakan pendekatan syar’i yang tajam.

Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi:

Manipulasi Dana Hibah dan Bansos: Penulis memaparkan bagaimana dana bantuan untuk Masjid atau paket sembako bagi si miskin dipotong dengan dalih “uang koordinasi” atau “uang lelah”. Tindakan ini disebut sebagai ghulul (pengkhianatan terhadap harta publik).

Kecurangan Proyek Fisik: Modus pengurangan kualitas material, seperti aspal jalan yang tipis atau fondasi gedung sekolah yang rapuh demi mendapatkan keuntungan pribadi (kickback). Hal ini tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga mengancam nyawa publik.

Tipu Daya Administrasi: Praktik pembuatan laporan fiktif, manipulasi daftar penerima manfaat, hingga SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) fiktif yang dianggap sebagai “bonus” jabatan, padahal merupakan harta harom.

Konsekuensi Akhirat: Buku ini menekankan bahwa setiap rupiah yang “bocor” akan menjadi beban yang dipikul di leher pada Hari Kiamat. Penulis mengutip Hadits bahwa jabatan adalah amanah yang bisa menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali bagi mereka yang menunaikan haknya (HR. Muslim no. 1825).

Analisis dan Gaya Penulisan

Bahasa yang Menusuk: Penulis menggunakan gaya bahasa langsung seolah-olah sedang berbicara (ber-muhasabah) dengan oknum pejabat. Penggunaan istilah seperti “menghisap darah rakyat” atau “memakan bara api” memberikan efek jera secara psikologis.

Landasan Syar’i yang Kuat: Setiap argumen didukung oleh ayat Al-Qur’an dan Hadits yang shohih, serta merujuk pada keteladanan Salaf, seperti Umar bin Al-Khoththob (23 H) dalam mengawasi harta pejabatnya.

Relevansi Sosial: Buku ini sangat relevan dengan realita birokrasi saat ini, di mana korupsi sering kali dibungkus dengan istilah-istilah administratif yang halus.

Kesimpulan

“BOCOR ALUS” bukan sekadar buku kritik sosial, melainkan buku peringatan iman (tadzkiroh). Penulis mengingatkan bahwa jabatan hanyalah ujian singkat dan dunia hanyalah tempat “mampir minum”. Buku ini sangat direkomendasikan bagi para Pejabat, ASN, maupun masyarakat umum sebagai benteng moral agar terhindar dari fitnah harta dan kekuasaan.

Buku ini ditutup dengan ajakan untuk bertaubat sebelum kain kafan membungkus tubuh dan sebelum berdiri di hadapan Pengadilan Alloh yang tidak mengenal suap.

Unduh PDF dan Word

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url