[]

Terjemah dan Matan Muqaddimah Risalah Ibnu Abi Zaid Al-Qairawani

Terjemah Muqaddimah Ibnu Abi Zaid Al-Qairawani



Download PDF atau WORD

بَابُ مَا تَنْطِقُ بِهِ الأَلْسِنَةُ وَتَعْتَقِدُهُ الأَفْئِدَةُ مِنْ وَاجِبِ أُمُورِ الدِّيَانَاتِ:

Di antara perkara-perkara agama yang wajib diucapkan lisan dan diyakini hati adalah:

Keesaan dan Kekuasan Allah

مِنْ ذَلِكَ: الإِيمَانُ بِالقَلْبِ وَالنُّطْقُ بِاللِّسَانِ أَنَّ اللهَ إلٰهٌ وَاحِدٌ، لَا إِلٰهَ غَيْرُهُ، وَلَا شَبِيهَ لَهُ، وَلَا نَظِيرَ لَهُ، وَلَا وَلَدَ لَهُ، وَلَا وَالِدَ لَهُ، وَلَا صَاحِبَةَ لَهُ، وَلَا شَرِيكَ لَهُ.

Beriman (membenarkan dan menerima) dengan hati dan mengucapkan dengan lisan bahwa Allah itu esa (tunggal), tidak ada yang berhak disembah selain-Nya, tidak ada yang menyerupai-Nya dan tidak ada yang menyamai-Nya, tidak beranak, tidak diperanakkan, tidak beristri, dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

لَيْسَ لِأَوَّلِيَّتِهِ ابْتِدَاءٌ، وَلَا لِآخِرِيَّتِهِ انْقِضَاءٌ، لَا يَبْلُغُ كُنْهَ صِفَتِهِ الوَاصِفُونَ، وَلاَ يُحِيطُ بِأَمْرِهِ المُتَفَكِّرُونَ، يَعْتَبِرُ المُتَفَكِّرُونَ بِآيَاتِهِ، وَلَا يَتَفكَّرُونَ فِي مَاهِيَةِ ذَاتِهِ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ

Keberadaan-Nya yang awal tidak didahului oleh apapun dan keberadaan-Nya yang akhir tidak diakhiri oleh apapun. Orang-orang yang mensifatinya tidak mampu mensifati-Nya, orang-orang ahli fikir tidak mampu menjangkau urusan-Nya. Para ahli fikir mendapatkan ibroh dari ayat-ayat-Nya, mereka tidak mampu memikirkan eksistensi Dzat-Nya, mereka tidak mampu meliputi sedikitpun ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki[1].

Kursi

وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوَاتِ وَالأَرْضَ، وَلَا يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيمُ.

Kursi-Nya meliputi langit-langit dan bumi. Dia tidak merasa lelah menjaga keduanya dan Dia Maha Tinggi dan Maha Agung.

العَالِمُ الخَبِيرُ، المُدَبِّرُ القَدِيرُ، السَّمِيعُ البَصِيرُ، العَلِيُّ الكَبِيرُ، وَأَنَّهُ فَوْقَ عَرْشِهِ المَجِيدِ بِذَاتِهِ، وَهُوَ فِي كُلِّ مَكَانٍ بِعِلْمِهِ.

Dia Maha Berilmu, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Mengatur, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mendengar, Yang Maha Melihat, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Besar, dan Dia Maha Mulia dan tinggi di atas ‘Arsy-Nya dengan Dzat-Nya, dan di setiap tempat terjangkau dengan ilmu-Nya.

خَلَقَ الإِنْسَانَ، وَيَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ، وَهُوَ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الوَرِيدِ، وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا، وَلاَ حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأَرْضِ وَلاَ رَطْبٍ وَلاَ يَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ.

Dia menciptakan manusia dan Dia mengetahui apa yang dibisikkan oleh jiwanya, dan Dia lebih dekat kepadanya melebihi urat nadinya sendiri[2]. Tidak ada daun berguguran melainkan diketahui-Nya. Tidak ada biji di kegelapan bumi, maupun sesuatu yang basah dan kering, melainkan tertulis di Lauhul Mahfuzh.

Tinggi di Atas Arsy

عَلَى العَرْشِ اسْتَوَى، وَعَلَى المُلْكِ احْتَوَى، وَلَهُ الأَسْمَاءُ الحُسْنَى وَالصِّفَاتُ العُلَى، لَم يَزَلْ بِجَمِيعِ صِفَاتِهِ وَأَسْمَائِهِ، تَعَالَى أَنْ تَكُوْنَ صِفَاتُهُ مَخْلُوقَةً، وَأَسْمَاؤُهُ مُحْدَثَةً.

Dia tinggi di atas ‘Arsy dan Dia menguasai segala kerajaan. Dia memiliki nama-nama indah dan sifat-sifat mulia. Nama-nama dan sifat-sifat-Nya senantiasa ada pada-Nya. Maha Tinggi (Allah tersucikan) dari sifat-sifat-Nya adalah makhluk dan nama-nama-Nya adalah baru.

Kalamullah

كَلَّمَ مُوسَى بِكَلَامِهِ الَّذِي هُوَ صِفَةُ ذَاتِهِ، لَا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِهِ، وَتَجَلَّى لِلْجَبَل فَصَارَ دَكًّا مِنْ جَلَالِهِ

Dia berbicara kepada Musa dengan kalam yang merupakan sifat Dzat-Nya bukan makhluk dari makhluk-makhluk-Nya. Dia menampakkan diri kepada gunung lalu gunung itu pecah berkeping-keping karena keagungan-Nya.

وَأَنَّ القُرْآنَ كَلَامُ اللهِ، لَيْسَ بِمَخْلُوقٍ فَيَبِيدُ، وَلَا صِفَةً لِمَخْلُوقٍ فَيَنْفَدُ.

Al-Qur’an adalah Kalamullah bukan makhluk yang akan punah dan bukan sifat makhluk yang akan lenyap.

Takdir

وَالإِيمَانُ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ، حُلْوِهِ وَمُرِّهِ، وَكُلُّ ذَلِكَ قَدْ قَدَّرَهُ اللهُ رَبُّنَا، وَمَقَادِيرُ الأُمُورِ بِيَدِهِ، وَمَصْدَرُهَا عَنْ قَضَائِهِ.

Wajib iman kepada takdir yang baik maupun yang buruk, yang manis maupun yang pahit. Semua itu telah ditakdirkan oleh Allah Rob kita. Takdir-takdir semua urusan di Tangan-Nya dan sumbernya dari ketetapan-Nya.

عَلِمَ كُلَّ شَيْءٍ قَبْلَ كَونِهِ، فَجَرَى عَلَى قَدَرِهِ، لَا يَكُونُ مِنْ عِبَادِهِ قَوْلٌ وَلَا عَمَلٌ إِلاَّ وَقَدْ قَضَاهُ وَسَبَقَ عِلْمُهُ بِهِ، ﴿أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

Dia mengetahui segala sesuatu sebelum terjadi. Semua berjalan sesuai takdirnya. Tidak ada ucapan para hamba dan perbuatannya kecuali telah ditetapkan-Nya dan diketahui sebelumnya. “Apakah Dzat yang menciptakan tidak mengetahui padahal Dia Maha Lembut dan Maha Mengetahui?” (QS. Al-Mulk: 14)

يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ، فيَخْذُلُهُ بِعَدْلِهِ، وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ، فَيُوَفِّقُهُ بِفَضْلِهِ، فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ بِتَيْسِيرِهِ إِلَى مَا سَبَقَ مِنْ عِلْمِهِ وَقَدَرِهِ، مِنْ شَقِيٍّ أَوْ سَعِيدٍ.

Dia membiarkan sesat siapa yang dikehendaki-Nya tetapi Dia membiarkannya sesat dengan keadilan-Nya. Dia memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi taufik dengan karunia-Nya. Semua makhluk telah dimudahkan menuju apa yang telah berlalu (tercatat) dari ilmu dan takdir-Nya, baik celaka maupun bahagia.

تَعَالَى أَنْ يَكُونَ فِي مُلْكِهِ مَا لَا يُرِيدُ، أَوْ يَكُونَ لِأَحَدٍ عَنْهُ غِنًى خَالِقاً لِكُلِّ شَيْءٍ، أَلاَ هُوَ رَبُّ العِبَادِ وَرَبُّ أَعْمَالِهِمْ، وَالمُقَدِّرُ لِحَرَكَاتِهِمْ وَآجَالِهِمْ.

Maha Tinggi (Allah tersucikan) dalam kerajaan-Nya (terjadi apa) yang tidak diinginkan-Nya atau ada yang tidak butuh kepada sang Pencipta segala sesuatu. Ketahuilah bahwa Dia adalah Rob para hamba dan Rob perbuatan mereka. Yang mentakdirkan gerakan-gerakan mereka dan ajal-ajal mereka.

Risalah Kerosulan

البَاعِثُ الرُّسُلَ إِلَيْهِمْ لِإِقَامَةِ الحُجَّةِ عَلَيْهِمْ.

Dia mengutus para Rosul untuk menegakkan hujjah atas mereka.

ثُمَّ خَتَمَ الرِّسَالَةَ وَالنَّذَارَةَ وَالنُّبُوَةَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّهِ ، فَجَعَلَهُ آخِرَ المُرْسَلِينَ، بَشِيراً وَنَذِيراً، وَدَاعِياً إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجاً مُنِيراً، وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ كِتَابَهُ الحَكِيمَ، وَشَرَحَ بِهِ دِينَهُ القَوِيمَ، وَهَدَى بِهِ الصِّرَاطَ المُسْتَقيمَ.

Kemudian Dia menutup kerosulan dan kenabian dengan Muhammad Nabi-Nya . Dijadikan-Nya dia akhir dari para Rosul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, sebagai dai kepada jalan Allah dengan seizin-Nya, sebagai pelita dan penerang. Dia menurunkan kepadanya Kitab-Nya Al-Hakim. Dengannya dia menjelaskan agama-Nya yang lurus dan menunjukkan jalan yang lurus.

Hari Kiamat

وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا، وَأَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَنْ يَمُوتُ، كَمَا بَدَأَهُمْ يَعُودُونَ.

Kiamat pasti terjadi tanpa keraguan. Allah akan membangkitkan orang-orang yang mati. Sebagaimana Dia telah memulai maka Dia akan mengulangi lagi.

وَأَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى ضَاعَفَ لِعِبَادِهِ المُؤْمِنِينَ الحَسَنَاتِ، وَصَفَحَ لَهُمْ بِالتَّوْبَةِ عَنْ كِبَائِرِ السَّيِّئَاتِ، وَغَفَرَ لَهُمُ الصَّغَائِرَ بِاجْتِنَابِ الكَبَائِر، وَجَعَلَ مَنْ لَمْ يَتُبْ مِنَ الكَبَائِرِ صَائِراً إِلَى مَشِيئَتِهِ ﴿إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ﴾

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala melipatgandakan pahala kebaikan hamba-hamba-Nya yang beriman. Dia mengapus untuk mereka dosa-dosa besar dengan taubat. Dia mengampuni dosa-dosa kecil dengan meninggalkan dosa-dosa besar. Dia jadikan orang yang tidak bertaubat dari dosa-dosa besar di bawah kehendak-Nya[3]. “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa di bawahnya bagi siapa yang dikehendaki oleh-Nya.” (QS. An-Nisa: 48)

وَمَنْ عَاقَبَهُ اللهُ بِنَارِهِ أَخْرَجَهُ مِنْهَا بِإِيمَانِهِ، فَأَدْخَلَهُ بِهِ جَنَّتَهُ ﴿فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ

Siapa yang Allah siksa dengan Neraka-Nya kelak akan dikeluarkan karena keimanannya lalu memasukkannya ke dalam Surga-Nya. “Siapa yang mengerjakan sekecil dzarroh kebaikan pasti akan melihat (balasannya).” (QS. Al-Zalzalah: 7)

وَيُخْرِجُ مِنْهَا بِشَفَاعَة النَّبِيِّ مَنْ شَفَعَ لَهُ مِنْ أَهْلِ الكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِهِ.

Dia juga mengeluarkan dari Neraka dengan syafaat Nabi siapa yang beliau beri syafaat dari pelaku dosa-dosa besar dari umatnya.

Surga

وَأَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ قَدْ خَلَقَ الجَنَّةَ فَأَعَدَّهَا دَارَ خُلُودٍ لِأَوْلِيَائِهِ، وَأَكْرَمَهُمْ فِيهَا بِالنَّظَرِ إِلَى وَجْهِهِ الكَرِيم،ِ وَهِيَ الَّتِي أَهْبَطَ مِنْهَا آدَمَ نَبِيَّهُ وَخَلِيفَتَهُ إِلَى أَرْضِهِ، بِمَا سَبَقَ فِي سَابِقِ عِلْمِهِ.

Sungguh Allah telah menciptakan Surga dan menjadikannya kekal untuk para wali-Nya. Dia memuliakan mereka dengan melihat Wajah-Nya yang Mulia. Surga itulah yang Adam Nabi-Nya dan kholifah-Nya dikeluarkan darinya menuju bumi-Nya, sesuai dengan ketentuan yang telah berlalu di dalam ilmu-Nya.

Neraka

وَخَلَقَ النَّارَ فَأَعَدَّهَا دَارَ خُلُودٍ لِمَنْ كَفَرَ بِهِ وَأَلْحَدَ فِي آيَاتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ، وَجَعَلَهُمْ مَحْجُوبِينَ عَنْ رُؤيَتِهِ.

Dia menciptakan Neraka dan menjadikannya kekal untuk siapa saja yang kafir kepada-Nya, menentang ayat-ayat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rosul-Rosul-Nya, dan menjadikan mereka terhalangi dari melihat-Nya.

Mizan

وَأَنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَجِيءُ يَومَ القِيَامَةِ وَالمَلَكُ صَفًّا صَفًّا؛ لِعَرْضِ الأُمَمِ وَحِسَابِهَا وَعُقُوبَتِهَا وَثَوَابِهَا، وَتُوضَعُ المَوَازِينُ لَوَزْنِ أَعْمَالِ العِبَادِ، فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولٰئِكَ هُمُ المُفلِحُونَ

Allah Tabāroka wa Ta’ālā datang pada hari Kiamat sementara para Malaikat berbaris-baris untuk memutuskan perkara umat dan menghisabnya, memberi hukuman dan memberi balasan pahala. Diletakkan Mizan (timbangan) untuk menimbang amal para hamba. Siapa yang berat timbangannya maka dia termasuk yang beruntung.

Catatan Amal

وَيُؤْتَوْنَ صَحَائِفَهُمْ بِأَعْمَالِهِمْ، فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِساباً يَسِيراً، وَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ فَأُولٰئِكَ يَصْلَوْنَ سَعِيراً.

Buku catatan amal perbuatan didatangkan. Siapa yang diberi dengan tangan kanannya maka dia akan dihisab dengan mudah dan siapa yang diberi dari belakang punggungnya maka merekalah yang akan masuk ke Neraka Sa’ir.

Shirot

وَأَنَّ الصِّرَاطَ حَقٌّ، يَجُوزُهُ العِبَادُ بِقَدْرِ أَعْمَالِهِمْ، فَنَاجُونَ مُتَفَاوَتُونَ فِي سُرْعَةِ النَّجَاةِ عَلَيْهِ مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ، وَقَوْمٌ أَوْبَقَتْهُمْ فِيهَا أَعْمَالُهُمْ.

Shirot (jembatan yang membentang di punggung Neraka menuju Surga) adalah benar adanya yang akan dilewati para hamba sesuai dengan kadar amalnya. Lalu ada yang selamat melewatinya dengan cepat  dari Neraka Jahannam, dan ada pula sejumlah orang yang amal jelek mereka menjatuhkannya ke dalam Neraka.

Telaga

وَالإِيمَانُ بِحَوْضِ رَسُولِ اللهِ ، تَرِدُهُ أُمَّتُهُ لاَ يَظْمَأُ مَنْ شَرِبَ مِنْهُ، وَيُذَادُ عَنْهُ مَنْ بَدَّلَ وَغَيَّرَ.

Wajib mengimani haudh (telaga Kautsar) Rosulullah yang akan dikunjungi oleh umatnya. Tidak akan haus selamanya siapa yang meminumnya dan akan dihalau darinya siapa yang mengganti (murtad) dan merubah (agama dengan bid’ah).

Definisi Iman

وَأَنَّ الإِيمَانَ قَوْلٌ بِاللِّسَانِ، وَإِخْلاَصٌ بِالقَلْبِ، وَعَمَلٌ بِالجَوَارِحِ، يَزِيدُ بِزِيَادَةِ الأَعْمَالِ، وَيَنقُصُ بِنَقْصِهَا، فَيَكُونُ فِيهَا النَّقْصُ وَبِهَا الزِّيَادَةُ، وَلَا يَكْمُلُ قَوْلُ الإِيمَانِ إِلاَّ بِالعَمَلِ، وَلَا قَوْلٌ وَعَمَلٌ إِلاَّ بِنِيَّةٍ، وَلَا قَوْلٌ وَعَمَلٌ وَنِيَّةٌ إِلاَّ بِمُوَافَقَةِ السُّنَّةِ.

Iman adalah ucapan di lisan, keikhlasan di hati, dan amal di anggota badan. Ia bertambah dengan bertambahnya amal dan berkurang dengan berkurangnya amal sehingga iman bisa bertambah dan  berkurang. Ucapan iman tidak akan sempurna kecuali dengan amal dan tidak ada ucapan dan amal kecuali dengan niat (ikhlas). Tidak ada (sah) ucapan, amal, dan niat (ikhlas) kecuali sesuai Sunnah.

Bantahan Khowarij

وَأنَّهُ لَا يُكَفَّرُ أَحَدٌ بِذَنْبٍ مِنْ أَهْلِ القِبْلَةِ.

Tidak boleh seorang pun dari ahli kiblat[4] dikafirkan.

Kondisi Arwah

وَأَنَّ الشُّهَدَاءَ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ، وَأَرْوَاحُ أَهْلِ السَّعَادَةِ بِاقِيَةٌ نَاعِمَةٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ، وَأَرْوَاحُ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ مُعَذَّبَةٌ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

Sesungguhnya para syuhada hidup di sisi Rob mereka dengan diberi rezeki. Ruh-ruh orang-orang bahagia senantiasa diberi nikmat hingga hari mereka dibangkitkan. Sementara ruh-ruh orang celaka disiksa hingga hari Pembalasan.

Fitnah Kubur

وَأَنَّ المُؤْمِنِينَ يُفْتَنُونَ فِي قُبُورِهِمْ وَيُسْأَلُونَ، ﴿يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ

Sungguh kaum Mukminin difitnah (diberi ujian) dan pertanyaan di alam kubur. “Allah meneguhkan orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh di kehidupan dunia dan Akhirat (alam kubur).” (QS. Ibrohim: 27)

Malaikat Pencatat Amal

وَأَنَّ عَلَى العِبَادِ حَفَظَةً يَكْتُبُونَ أَعْمَالَهُمْ، وَلَا يَسْقُطُ شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ عَنْ عِلْمِ رَبِّهِمْ

Setiap hamba ada Malaikat Penjaga yang menulis amalnya. Tidak ada satu pun dari amal tersebut yang terluput dari ilmu Rob-nya.

Malaikat Maut

وَأَنَّ مَلَكَ المَوْتِ يَقْبِضُ الأَرْوَاحَ بِإِذْنِ رَبِّهِ.

Sungguh Malaikat Maut mencabut ruh-ruh dengan seizin dari Rob-nya.

Sahabat Generasi Terbaik

وَأَنَّ خَيْرَ القُرُونِ القَرْنُ الَّذِينَ رَأَوا رَسُولَ اللهِ وَآمَنُوا بِهِ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ.

Sebaik-baik generasi adalah generasi yang melihat Rosulullah dan beriman kepadanya. Kemudian generasi berikutnya (Tabi’in) kemudian generasi berikutnya (Tabi’ut Tabi’in).

Khulafa Rosyidin

وَأَفْضَلُ الصَّحَابَةِ الخُلَفَاءُ الرَّاشِدُونَ المَهْدِيُّونَ: أَبُو بَكْرٍ ثُمَّ عُمَرُ ثُمَّ عُثْمَانُ ثُمَّ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ أَجْمَعِينَ.

Sahabat yang terbaik adalah Khulafa Rasyidin yang terbimbing yaitu Abu Bakar kemudian ‘Umar kemudian ‘Utsman kemudian ‘Ali Rodhiyallahu ‘Anhum Ajma’in.

Tidak Membicarakan Perselisihan Antar Sahabat

وَأَنْ لاَ يُذْكَرَ أَحَدٌ مِنْ صَحَابَةِ الرَّسُولِ إِلاَّ بِأَحْسَنِ ذِكْرٍ، وَالإِمْسَاكُ عَمَّا شَجَرَ بَيْنَهُمْ، وَأَنَّهُمْ أَحَقُّ النَّاسِ، أَنْ يُلْتَمَسَ لَهُمْ أَحَسَنُ المَخَارِجِ، وَيُظَنَّ بِهِمْ أحْسَنُ المَذَاهِبِ.

Tidak boleh seorang pun dari para Sahabat Rosulullah disebut kecuali dengan penyebutan yang baik. Wajib diam atas perseteruan di antara mereka. Mereka adalah manusia yang paling berhak untuk dicarikan uzur terbaik bagi mereka dan berbaik sangka kepada mereka dengan yang terbaik.

Ta’at Ulil Amri

وَالطَّاعَةُ لِأَئِمَّةِ المُسْلِمِينَ مِنْ وُلاَةِ أُمُورِهِمْ وَعُلَمَآئِهِمْ، وَاتِّبَاعُ السَّلَفِ الصَّالِحِ وَاقْتِفَاءُ آثَارِهِمْ، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمْ، وَتَرْكُ المِرَاءِ وَالجِدَالِ فِي الدِّينِ، وَتَرْكُ مَا أَحْدَثَهُ المُحْدِثُونَ.

Wajib taat kepada para imam kaum Muslimin baik penguasa ataupun ulama. Wajib mengikuti Salafush Sholih dan menempuh jejak-jejak mereka, memintakan ampun untuk mereka. Wajib meninggalkan debat dan berbantah-bantahan dalam agama dan meninggalkan perkara baru yang diada-adakan oleh ahli bid’ah.

Penutup

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيماً كَثِيراً.

Semoga sholawat dan salam Allah atas penghulu kita Muhammad Nabi-Nya , atas keluarganya, istri-istrinya, dan keturunannya.

/



[1] Yakni yang sebatas yang Allah jelaskan dalam wahyu.

[2] Yakni ilmu-Nya, karena Dzat Allah di atas Arsy. Allah tidak butuh Arsy dan tidak menempel dengan makhluk-Nya sedikitpun.

[3] Yakni, terserah Allah ampuni dengan rohmat-Nya atau Allah siksa dengan keadilan-Nya.

[4] Yakni kaum Muslimin. Istilah ini disemarakkan untuk membedakan dengan Syi’ah yang kiblatnya bukan Ka’bah tetapi membuat sendiri di Iran. Mereka bukan ahli kiblat, bukan kaum Muslimin.

Related

TERJEMAH AQIDAH DAN TAUHID 1925939627527969830

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar Anda yang sopan dan rapi.

emo-but-icon

Total Tayangan Halaman

WAKAF MUSHAF

WAKAF MUSHAF

Admin Nor Kandir, ST., BA

Penulis bernama Nor Kandir ini kelahiran Jepara. Semenjak kecil tertarik dengan membaca terutama tentang alam ghoib dan huru-hara Hari Kiamat. Alumni Mahad Raudlatul Ulum Pati ini juga pernah nyantri di Mahad Tahfizh Qur'an Wadi Mubarok Bogor dan Pondok Mahasiswa Thaybah Surabaya dibawah asuhan Ust. Muhammad Nur Yasin, Lc dan beliau adalah guru utama penulis.

Gelar akademik penulis diperoleh di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan D2 LIPIA Surabaya, S1 Kulliyatul Ulum Mesir. Sekarang terdaftar sebagai mahasiswa D2 Akademi Zad Arab Saudi, D3 Universitas Murtaqo Kuwait, S1 Universitas Internasional Afrika, S1 Sekolah Tinggi Muad bin Jabal Mesir, S1 Mahad Ali Aimmah Mesir, S2 Syifaul Qulub Mesir. Sertifikat yang diperoleh: ijazah sanad Kutub Sittah (Bukhori, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah) dari Majlis Sama' bersama Dr. Abdul Muhsin Al Qosim dan Syaikh Samir bin Yusuf Al Hakali, juga matan-matan 5 semester Dr. Abdul Muhsin Al Qosim seperti Arbain, kitab² Muhammad bin Abdul Wahhab, Aqidah Wasithiyyah, Thohawiyah, Jurumiyah, Jazariyah, dll. Juga sertifikat hafalan Umdatul Ahkam dari Markaz Huffazhul Wahyain bersama Syaikh Abu Bakar Al Anqori. Kesibukan hariannya adalah mengajar bahasa Arob, dan menerjemahkan kitab-kitab yang diupload secara gratis di www.terjemahmatan.com

PENTING

Semua buku di situs ini adalah legal dan telah mendapatkan izin dari penerbit dan penulisnya untuk dicetak, disebar, dan dimanfaatkan dalam bentuk apapun. Boleh dikomersialkan dengan syarat: meminta izin ke penulis dan harganya dibuat murah (tanpa royalti penulis).

Bagi yang membutuhkan file wordnya untuk keperluan dakwah, bisa menghubungi Penulis di 085730-219-208.

Barokallahu fikum.

Pengikut

Hot in week

Arsip Blog

item