Donasi Pembangunan Jembatan

🌿 OPEN DONASI PEMBANGUNAN JEMBATAN PONDOK TAHFIDZ DARUL HIJRAH 🌿

Open Donasi Pembangunan Jembatan Menuju Pondok Tahfidz Darul Hijrah
BRI 7844-01-018208-53-4
an. Mushollah Darul Hijroh
Konfirmasi transfer wa:
www.wa.me/6283116572637 (Ustadz Abu Sarah Harahap)
www.wa.me/6285730219208 (Ustadz Nor Kandir)
Jazakumullahu Khoiron Katsiro 🌸

Cari Ebook

Mempersiapkan...

[PDF] Makki dan Madani dalam Al-Quran - Dr. Muhammad bin Abdurrohman Asy-Syaayi'

 


Berikut ini adalah rangkuman buku “Makki dan Madani dalam Al-Qur’an” dan PDFnya bisa Anda unduh di link di bawah.

Sungguh, ilmu Makki dan Madani dalam Al-Qur'an Al-Karim merupakan topik yang amat penting dan mendapat perhatian besar dari para ulama. Ilmu ini memiliki pengaruh sangat besar dalam Tafsir karena menjadi tiang dasar dalam mengetahui sejarah turunnya ayat, mana yang lebih dahulu dan belakangan, hingga dapat diketahui An-Nasikh wal Mansukh (hukum yang menghapus dan yang dihapus), serta hukum-hukum yang telah ditetapkan secara final.

Bab Maksud Makki dan Madani

Para ulama memiliki tiga pertimbangan utama dalam menentukan suatu ayat atau suroh itu Makki atau Madani:

Pertimbangan Tempat: Makki adalah ayat yang turun di Makkah dan wilayah sekitarnya, meskipun itu terjadi setelah hijroh Nabi . Madani adalah ayat yang turun di Madinah dan wilayah sekitarnya.

Pertimbangan Lawan Bicara (Mukhothob): Makki adalah pembicaraan yang ditujukan bagi penduduk Makkah. Ciri umumnya adalah diawali dengan lafal { يَا أَيُّهَا النَّاسُ } "Wahai sekalian manusia". Sementara itu, Madani adalah pembicaraan yang ditujukan bagi penduduk Madinah. Ciri umumnya diawali dengan { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا } "Wahai orang-orang yang beriman".

Pertimbangan Waktu (Zaman): Pertimbangan ini adalah yang paling masyhur dan dipakai oleh jumhur ulama, karena lebih akurat dan konsisten. Makki adalah apa saja yang turun sebelum Hijroh Nabi ke Madinah. Sedangkan Madani adalah apa saja yang turun setelah Hijroh. Contohnya: Ayat yang turun di Arofah seperti

﴿ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

"Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam itu sebagai agama bagimu." (QS. Al-Maidah: 3)

Ayat ini digolongkan Madaniyyah karena turun setelah peristiwa Hijroh.

Bab Cara Mengetahui Makki Dan Madani

Untuk mengetahui apakah suatu ayat atau suroh itu Makki atau Madani, ada dua cara:

Sama’ dan Naql: Yaitu penukilan yang shohih dari para Shohabat rodhiyallahu ‘anhum atau para Tabi’in. Mereka adalah saksi yang menyaksikan kondisi dan sebab turunnya wahyu, sementara Tabiin adalah manusia terpercaya yang amanah mengambilnya dari Shohabat.

Qiyas dan Ijtihad: Ilmu ini juga melibatkan ijtihad para ulama, yang mendasarkan penetapan Makki dan Madani pada kaidah-kaidah yang telah mereka tentukan. Oleh karena itu, terkadang bisa terjadi perselisihan pendapat pada sebagian ayat atau suroh.

Bab Karakteristik Utama

1. Karakteristik Makkiyyah

Gaya Bahasa: Umumnya ayat-ayatnya pendek, ringkas, memiliki ungkapan yang kuat dan menggugah jiwa, serta sering mengandung sumpah (qosam) dan lafal “كَلَّا sebagai hardikan atau peringatan keras.

Tema Utama: Fokus utama adalah pada masalah akidah atau pokok-pokok agama, seperti mengesakan Alloh , keimanan kepada Rosul dan hari kebangkitan atau Akhiroh, serta bantahan tegas terhadap kesyirikan.

Panggilan Khas: Umumnya menggunakan panggilan { يَا أَيُّهَا النَّاسُ } "Wahai sekalian manusia".

Isu Sosial: Jarang membahas masalah hukum-hukum syariat secara rinci, dan tidak membahas orang-orang munafik.

2. Karakteristik Madaniyyah

Gaya Bahasa: Umumnya ayat-ayatnya lebih panjang dan lebih terperinci dalam menjelaskan hukum-hukum.

Tema Utama: Fokus utama adalah pada perincian syariat (hukum-hukum), seperti hukum Zakat, Puasa, Haji, Jihad, hukum keluarga, perdata, dan muamalah.

Panggilan Khas: Umumnya menggunakan panggilan { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا } "Wahai orang-orang yang beriman", dan juga sering memanggil { يَا أَهْلَ الْكِتَابِ } "Wahai Ahli Kitab" untuk berdialog dengan mereka.

Isu Sosial: Banyak berbicara tentang orang-orang munafik yang mulai muncul di Madinah dan juga sering berisi perdebatan dengan Ahli Kitab.

 


Unduh PDF dan Word

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url