[PDF] Mereka Sepakat Vape Membunuhmu! - Nor Kandir
Muqoddimah
﷽
Segala puji
bagi Alloh ﷻ
Robb semesta alam yang telah memberikan ni’mat kesehatan dan waktu luang kepada
hamba-hamba-Nya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rosul ﷺ, teladan bagi seluruh manusia
dalam menjaga fithroh dan keselamatan jasad.
Amma
ba’du:
Tulisan ini
hadir sebagai bentuk peringatan dan da’wah demi menjaga kaum Muslimin dari
pintu-pintu kebinasaan yang kini dikemas dengan wajah baru. Seiring
berkembangnya zaman, syaithon senantiasa menghias keburukan agar terlihat indah
dan modern di mata manusia. Salah satu jerat yang kini menjangkiti banyak orang
adalah penggunaan vape atau rokok elektrik, yang dianggap sebagai
gaya hidup kekinian dan aman, padahal di baliknya tersimpan racun yang merusak
jiwa dan raga.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿وَلَا
تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ﴾
“Dan
janganlah kalian menjatuhkan diri kalian ke dalam kebinasaan.” (QS.
Al-Baqoroh: 195)
Ayat ini
merupakan perintah tegas agar setiap Mu’min senantiasa berhati-hati dalam
setiap perbuatannya dan menjauhi segala hal yang dapat membahayakan dirinya
sendiri. Jasad yang kita miliki adalah amanah dari Alloh ﷻ yang
kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hari Qiyamah. Tidak sepantasnya
seorang hamba yang mengharapkan rohmat Alloh ﷻ justru dengan sengaja
memasukkan berbagai macam zat berbahaya ke dalam tubuhnya melalui uap kimia
yang mematikan.
Nabi ﷺ bersabda:
«لَا
ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ»
“Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain.” (HSR.
Ibnu Majah no. 2341 dan Ahmad no. 22778)
Hadits yang
mulia ini menjadi kaidah besar dalam syariat Islam bahwa setiap perkara yang
mengandung madhorot (bahaya), baik bagi diri sendiri maupun orang lain,
hukumnya adalah harom.
Buku ini
akan membedah secara mendalam bagaimana vape meracuni tubuh manusia dari
berbagai sisi, mulai dari kandungan kimia, dampak medis, hingga tinjauan
syariat yang lurus. Semoga buku ini menjadi jalan hidayah bagi para pembaca
untuk kembali kepada jalan ketaqwaaan dan menjauhi segala bentuk kebinasaan.
Bab 1: Kandungan Kimia yang
Mematikan
1.1
Cairan Vape yang Penuh Racun
Vape sering
kali dipromosikan sebagai alternatif yang aman karena tidak melibatkan
pembakaran tembakau sebagaimana rokok konvensional. Namun, anggapan ini adalah
tipu daya yang sangat zholim. Cairan yang dipanaskan dalam alat vape bukanlah
sekadar uap air biasa, melainkan campuran berbagai bahan kimia sintetis yang
asing bagi tubuh manusia. Setiap tetes cairan tersebut mengandung potensi
kerusakan yang besar.
Alloh ﷻ
memerintahkan hamba-Nya untuk mengonsumsi yang thoyyib (baik) dan menjauhi yang
buruk:
﴿وَيُحِلُّ
لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ﴾
“Dia menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharomkan bagi
mereka segala yang buruk.” (QS. Al-A’rof: 157)
Sesuatu
yang buruk adalah segala sesuatu yang memberikan dampak negatif pada agama,
akal, maupun jasad. Kandungan dalam cairan vape sangat jauh dari sifat thoyyib.
Bahan dasar seperti propilen glikol dan gliserin nabati memang
sering digunakan dalam industri makanan, namun ketika dipanaskan hingga suhu
tinggi dan dihirup ke dalam paru-paru dalam jangka waktu lama, zat tersebut
berubah menjadi senyawa berbahaya yang merusak jaringan halus dalam
organ pernapasan. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap ni’mat kesehatan
yang telah diberikan oleh Robb kita.
1.2
Nikotin Cair: Racun yang Merusak Akal dan Jantung
Salah satu
kandungan utama dalam vape adalah nikotin cair yang diekstrak secara
kimiawi. Nikotin adalah zat adiktif yang sangat kuat dan bekerja langsung menyerang
sistem saraf pusat. Penggunaan nikotin dalam kadar yang tidak terkendali
menyebabkan ketergantungan yang membelenggu jiwa, membuat seseorang
merasa gelisah jika tidak menghisapnya. Hal ini jelas bertentangan
dengan fithroh manusia yang seharusnya merdeka hanya untuk beribadah kepada
Alloh ﷻ,
bukan menjadi budak kecanduan.
Nabi ﷺ bersabda:
«كُلُّ
مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ»
“Setiap yang memabukkan adalah khomr, dan setiap yang memabukkan adalah
harom.” (HR. Muslim no. 2003)
Meskipun
nikotin dalam vape tidak membuat seseorang kehilangan kesadaran secara total
seperti khomr, namun sifatnya yang merusak akal melalui ketergantungan saraf
dan efek stimulan yang berlebihan pada jantung menjadikannya masuk ke dalam
kategori perkara yang dilarang karena mengandung madhorot yang besar. Nikotin
cair memaksa jantung bekerja lebih keras melampaui batas normalnya,
meningkatkan tekanan darah, dan menyempitkan pembuluh darah. Ini adalah jalan
menuju kebinasaan yang nyata. Menjaga diri dari hal-hal yang merusak tubuh
adalah kewajiban bagi setiap Muslim.
1.3
Ancaman Logam Berat dan Partikel Nano dalam Paru-Paru
Di balik
kemasan vape yang terlihat modern, terdapat komponen pemanas yang terdiri dari
kawat logam. Saat alat tersebut diaktifkan, kawat tersebut akan memanas dan
bersentuhan langsung dengan cairan vape. Proses ini menyebabkan peluruhan
partikel logam berat yang kemudian ikut terhirup ke dalam paru-paru bersama uap
kimia. Logam-logam seperti nikel, kromium, timbal, dan kadmium terdeteksi dalam
uap vape yang masuk ke dalam tubuh pengguna.
Alloh ﷻ
memperingatkan manusia agar tidak merusak keseimbangan yang ada:
﴿وَلَا
تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا﴾
“Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi sesudah Alloh memperbaikinya.”
(QS. Al-A’rof: 56)
Kerusakan
di muka bumi juga mencakup kerusakan pada diri manusia itu sendiri, karena
jasad manusia adalah bagian dari ciptaan Alloh ﷻ yang paling sempurna.
Memasukkan partikel logam berat ke dalam paru-paru adalah bentuk perusakan yang
nyata terhadap sistem pernapasan yang telah dirancang sedemikian rupa oleh Robb
kita. Partikel-partikel ini berukuran sangat kecil (partikel nano) sehingga
dapat menembus jauh ke dalam alveoli paru-paru dan masuk ke dalam aliran darah,
menyebabkan peradangan kronis dan kerusakan sel yang permanen.
Bagaimana
mungkin seorang hamba dapat berdiri tegak melaksanakan Sholat dengan khusyu’
jika dadanya sesak dan tubuhnya dipenuhi racun logam berat akibat perbuatannya
sendiri?
1.4
Formaldehida dan Zat Pemicu Kanker dalam Uap Vape
Ketika
cairan vape dipanaskan pada tegangan tinggi, terjadi proses penguraian kimia
yang menghasilkan zat berbahaya bernama formaldehida. Zat ini dikenal
luas sebagai pengawet janazah dan merupakan senyawa pemicu kanker yang sangat
ganas. Pengguna vape secara tidak sadar menghirup gas beracun ini setiap kali
mereka menghembuskan asap palsu yang mereka banggakan.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿إِنَّ
السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا﴾
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan
dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isro’: 36)
Maksud dari
ayat ini adalah bahwa setiap organ tubuh kita kelak akan bersaksi di hadapan
Alloh ﷻ.
Apa yang akan dikatakan oleh paru-paru dan tenggorokan jika setiap hari mereka
dipaksa menghirup zat pemicu kanker demi menuruti hawa nafsu dan tipu daya
syaithon? Formaldehida dan asetaldehida yang terbentuk dalam uap vape merusak
struktur DNA dalam sel manusia, yang pada gilirannya memicu pertumbuhan sel
kanker yang tidak terkendali.
Hadits dari
Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
«مَنْ
تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ
خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا،
وَمَنْ
تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا،
وَمَنْ
قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ، فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ
فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا»
“Barang siapa yang menjatuhkan diri dari gunung untuk membunuh dirinya
sendiri, maka dia di dalam Naar Jahanam akan menjatuhkan diri di dalamnya
selamanya.
Siapa yang
meminum racun untuk membunuh dirinya sendiri, maka racunnya akan berada di
tangannya, dia meminumnya di dalam Naar Jahanam selamanya.
Siapa yang
bunuh diri dengan besi, maka besinya akan di tangannya untuk ditusukkan ke
perutnya di Jahannam selamanya.” (HR. Al-Bukhori no. 5778 dan Muslim no. 109)
Menghirup
uap vape yang mengandung zat pemicu kanker dan racun mematikan secara
terus-menerus adalah bentuk perbuatan memasukkan racun ke dalam tubuh secara
perlahan. Ini adalah ancaman yang sangat besar bagi Akhirat seseorang jika dia
tidak segera bertaubat dan kembali kepada ketaatan. Tidak ada satu pun alasan
yang dapat membenarkan seorang Muslim untuk terus bergelimang dalam kepulan uap
beracun yang merusak masa depannya di dunia dan Akhiroh.
Bab 2: Kerusakan Tubuh dari Sisi
Medis
2.1
Penyakit EVALI: Luka Akut yang Menghancurkan Pernapasan
Vape telah
melahirkan jenis penyakit baru yang sangat mematikan dalam waktu singkat, yang
dikenal di dunia medis sebagai EVALI. Penyakit ini menyerang paru-paru secara
mendadak, menyebabkan peradangan hebat yang membuat jaringan paru-paru menjadi
keras dan kehilangan fungsinya untuk menyerap oksigen. Banyak pemuda yang
sebelumnya sehat bugar, tiba-tiba harus bergantung pada mesin pernapasan karena
paru-parunya rusak akibat cairan kimia vape.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿وَلَا
تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا﴾
“Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Alloh
adalah Maha Penyayang kepada kalian.” (QS. An-Nisa’: 29)
Melalui
ayat ini, Robb kita melarang segala tindakan yang mengarah pada kebinasaan
diri. Menghisap vape yang secara nyata menyebabkan kerusakan paru-paru akut
adalah salah satu bentuk tindakan membunuh diri secara perlahan. Jaringan
alveoli yang seharusnya bersih untuk menukar oksigen, justru tersumbat oleh
minyak dan zat kimia berbahaya dari uap vape.
Nabi ﷺ bersabda:
«نِعْمَتَانِ
مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ»
“Dua ni’mat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu
luang.” (HR. Al-Bukhori no. 6412)
Kesehatan
adalah modal utama seorang Mu’min untuk beribadah. Mereka yang tertipu oleh
buaian syaithon dengan menganggap vape aman, sesungguhnya telah menyia-nyiakan
ni’mat kesehatan ini. EVALI memberikan penderitaan yang luar biasa, mulai dari
sesak napas yang mencekam, nyeri dada, hingga muntah-muntah. Seorang Muslim
wajib menjaga keselamatan nyawanya dari segala hal yang dapat merusaknya secara
pasti.
2.2
Dampak Buruk Uap Kimia pada Jantung dan Pembuluh Darah
Selain
menyerang paru-paru, racun dalam vape meresap ke dalam aliran darah dan
menyerang jantung. Nikotin dan partikel halus dalam uap vape menyebabkan
detak jantung meningkat drastis secara tidak wajar dan memicu kekakuan pada
pembuluh darah arteri. Hal ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke
di usia muda, sebuah fenomena yang kini semakin marak terjadi.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿يَوْمَ
لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ﴾
“(Yaitu) di hari di mana harta dan anak-anak
laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Alloh dengan hati
yang bersih.” (QS. Asy-Syu’aro’: 88-89)
Hati yang
bersih (qolbun salim) bukan hanya bermakna bersih dari kesyirikan,
tetapi juga tercermin dari bagaimana seorang hamba menjaga organ jantung
fisiknya agar tetap berfungsi baik guna menopang ketaatan. Menghancurkan
jantung dengan zat kimia vape berarti menghambat diri untuk beribadah secara
maksimal di masa tua.
Nabi ﷺ bersabda:
«أَلَا
وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا
فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ»
“Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada sekerat daging, jika ia baik maka
baik pula seluruh jasadnya, dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya,
ketahuilah bahwa itu adalah hati (jantung).” (HR. Al-Bukhori no. 52 dan
Muslim no. 1599)
Secara
medis, jika organ jantung sudah rusak akibat paparan nikotin cair yang
terus-menerus, maka seluruh fungsi tubuh lainnya akan ikut menurun. Seseorang
akan menjadi lemah, mudah lelah dalam beramal sholih, dan hidupnya dipenuhi
dengan ketergantungan pada obat-obatan. Kerusakan yang dilakukan manusia pada
tubuhnya sendiri akan berdampak pada kualitas agamanya.
2.3
Melemahkan Sistem Pertahanan Tubuh terhadap Penyakit
Uap vape
mengandung zat-zat yang melumpuhkan sistem kekebalan tubuh, terutama
sel-sel pelindung di saluran pernapasan. Hal ini membuat pengguna vape sangat
rentan terkena infeksi bakteri dan virus. Paru-paru yang terpapar uap kimia
kehilangan kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri, sehingga lendir dan
kuman terjebak di dalamnya.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿ظَهَرَ
الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ
بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ﴾
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan
tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat)
perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum:
41)
Kerusakan
sistem imun adalah akibat nyata dari tangan-tangan manusia yang memilih untuk
menghirup racun. Alloh ﷻ
memberikan peringatan berupa sakit agar manusia sadar dan meninggalkan
perbuatan buruk tersebut. Melemahnya daya tahan tubuh bukan hanya soal sering
jatuh sakit, tetapi juga soal ketidakmampuan tubuh untuk melakukan pemulihan
secara alami saat terjadi luka atau peradangan.
Nabi ﷺ bersabda:
«الْمُؤْمِنُ
الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ»
“Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Alloh daripada Mu’min
yang lemah.” (HR. Muslim no. 2664)
Seorang
Muslim diperintahkan untuk menjadi kuat agar dapat memikul beban da’wah dan
Jihad. Bagaimana mungkin kekuatan itu diperoleh jika seseorang dengan sengaja
merusak sistem imunnya sendiri dengan uap kimia yang melemahkan sel darah putih
dan merusak jaringan seluler? Segala hal yang melemahkan tubuh tanpa alasan
syar’i adalah perkara yang dibenci dalam agama.
2.4
Gangguan Pertumbuhan Otak pada Generasi Muda
Dampak yang
paling menyedihkan dari vape adalah kerusakannya pada otak, terutama bagi para
remaja. Nikotin dalam vape mengubah cara kerja sinapsis otak, yang bertanggung
jawab atas daya ingat, perhatian, dan kendali emosi. Penggunaan vape di usia
muda secara permanen dapat menurunkan kecerdasan dan membuat seseorang lebih
rentan terhadap gangguan kecemasan serta depresi.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿وَلْيَخْشَ
الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا
اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا﴾
“Dan hendaklah takut (kepada Alloh) orang-orang yang sekiranya mereka
meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir
terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa
kepada Alloh dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS.
An-Nisa’: 9)
Melemahkan
generasi dengan paparan zat kimia yang merusak otak adalah bentuk kezholiman
besar. Orang tua yang membiarkan anak-anaknya mengenal vape berarti telah
membiarkan mereka tumbuh menjadi generasi yang lemah secara akal dan fisik.
Padahal, masa muda adalah masa emas untuk menuntut ilmu agama dan memahami
Hadits-Hadits Nabi ﷺ.
Nabi ﷺ bersabda:
«اغْتَنِمْ
خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ
قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ»
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu
sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu
luangmu sebelum waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HSR. Al-Hakim
no. 7846)
Masa muda
yang seharusnya digunakan untuk menghafal Quran dan memperdalam fithroh justru
disia-siakan dengan kecanduan vape yang merusak sel-sel otak. Kerusakan ini
sering kali tidak disadari sampai pengguna mencapai usia dewasa, di mana mereka
baru merasakan betapa sulitnya berkonsentrasi dan betapa lemahnya daya ingat
mereka dibandingkan teman sebaya yang menjauhi asap dan uap harom tersebut.
Bab 3: Pandangan Syariat Islam
Terhadap Praktik Vape
3.1
Larangan Merusak Diri Sendiri
Islam
adalah agama yang sangat menjaga lima perkara pokok (dhoruriyyatul khomsah),
salah satunya adalah menjaga jiwa, akal, dan harta (hifzhun nafs wal
aql wal maal). Segala hal yang membahayakan nyawa dan kesehatan dilarang
dengan tegas. Vape, dengan segala kandungan kimianya yang telah dibuktikan oleh
para ahli medis sebagai racun, masuk ke dalam cakupan larangan ini tanpa
keraguan. Ia juga merusak akal dan membakar uang.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿وَلَا
تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ﴾
“Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian ke dalam kebinasaan.” (QS.
Al-Baqoroh: 195)
Kebinasaan
di sini mencakup kebinasaan duniawi berupa penyakit kronis yang menyiksa.
Syariat Islam tidak pernah membiarkan umatnya terjatuh dalam bahaya tanpa
peringatan. Menjauhi hal-hal yang membahayakan badan adalah bagian dari
ketaqwaan.
Nabi ﷺ bersabda:
«مَنْ
تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا»
“Barang siapa yang meminum racun untuk membunuh dirinya sendiri, maka
racunnya akan berada di tangannya, dia meminumnya di dalam Naar Jahanam
selamanya.” (HR. Al-Bukhori no. 5778)
Meskipun
uap vape dihirup dan tidak diminum secara langsung seperti racun cair, efek
toksik (racun) yang ditimbulkan pada sel-sel tubuh memiliki sifat yang sama
yaitu merusak dan mematikan. Maka, menghirup uap kimia vape secara sengaja
adalah bentuk memasukkan racun ke dalam tubuh yang dilarang keras oleh Rosul ﷺ.
3.2
Menghindari Perkara yang Buruk (Khoba’its) dan Tidak Bermanfaat
Segala
sesuatu yang dikonsumsi manusia dalam Islam terbagi menjadi thoyyibat
(yang baik-baik) dan khoba’its (yang buruk-buruk). Vape tidak memiliki
nutrisi, tidak mengenyangkan, tidak menyehatkan, bahkan baunya pun sering kali
mengganggu meskipun terkadang diberi aroma buah sintetis. Ia murni merupakan
perkara yang buruk yang tidak mendatangkan manfaat bagi agama maupun jasad.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿وَيُحِلُّ
لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ﴾
“Dia menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharomkan bagi
mereka segala yang buruk.” (QS. Al-A’rof: 157)
Kriteria
sesuatu yang harom adalah jika ia mengandung madhorot yang lebih besar daripada
manfaatnya, atau bahkan tidak memiliki manfaat sama sekali selain sekadar
pemuasan hawa nafsu. Vape masuk dalam kategori ini. Ibnul Qoyyim (751 H)
menyebutkan bahwa segala sesuatu yang merusak keseimbangan tabiat manusia dan
menjauhkannya dari fithroh yang sehat adalah termasuk khoba’its.
Nabi ﷺ bersabda:
«مِنْ
حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ»
“Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang
tidak bermanfaat baginya.” (HSR. At-Tirmidzi no. 2317)
Vape adalah
perkara yang tidak bermanfaat (ma la ya’nihi). Ia hanya membuang waktu,
merusak kesehatan, merusak akal, membakar uang, dan tidak menambah pahala
sedikit pun. Seorang Muslim yang cerdas akan meninggalkan hal-hal yang sia-sia
demi mengejar Ridho Alloh ﷻ dan kesuksesan di Akhiroh.
3.3
Larangan Membuang-Buang Harta (Tabdzir) untuk Sesuatu yang Harom
Harga
perangkat vape dan cairannya (liquid) tidaklah murah. Uang yang seharusnya bisa
digunakan untuk menafkahi keluarga, bershodaqoh, atau membayar Zakat, justru
dibakar menjadi uap yang merusak paru-paru. Ini adalah bentuk pemborosan yang
sangat dicela dalam syariat.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿إِنَّ
الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا﴾
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan
syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Robb-nya.” (QS. Al-Isro’: 27)
Mengeluarkan
harta untuk membeli barang yang membahayakan diri sendiri adalah puncak dari
tabdzir (pemborosan). Syaithon tertawa melihat seorang Muslim menghabiskan
rizqi yang diberikan Alloh ﷻ untuk membeli racun bagi dirinya sendiri. Ini adalah bentuk
kekufuran terhadap ni’mat harta.
Nabi ﷺ bersabda:
«لَا
تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ،
وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ،
وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ»
“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari Qiyamah sampai dia
ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya apa yang dia
amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan ke mana dia infakkan, serta
tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan.” (HSR. At-Tirmidzi no. 2417)
Pertanggungjawaban
harta sangatlah berat. Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk vape akan dituntut
di hadapan Alloh ﷻ.
Bagaimana kita akan menjawab saat ditanya tentang harta yang diinfakkan untuk
merusak jasad yang seharusnya dijaga?
3.4
Menjaga Amanah Jasad dari Segala Bentuk Kebinasaan
Jasad
manusia bukanlah milik manusia itu sendiri, melainkan pinjaman dari Alloh ﷻ.
Kita tidak berhak melakukan apa pun yang kita mau terhadap jasad ini jika hal
itu menyelisihi perintah Sang Pencipta. Menjaga jasad agar tetap sehat untuk
melaksanakan Sholat, Puasa, dan Haji adalah kewajiban setiap individu.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿وَاللَّهُ
أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ
السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ﴾
“Alloh mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak
mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan,
dan hati, agar kalian bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78)
Bersyukur
atas pemberian organ tubuh adalah dengan menjaganya, bukan dengan mengotorinya
dengan residu kimia dari vape. Setiap tarikan napas yang kita ambil seharusnya
digunakan untuk berdzikir, bukan untuk menghirup uap beracun.
Nabi ﷺ bersabda:
«إِنَّ
لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا»
“Sesungguhnya bagi jasadmu ada hak atas dirimu.” (HR. Al-Bukhori no.
1975)
Hak jasad
adalah diberikan nutrisi yang baik, diistirahatkan yang cukup, dan dilindungi
dari segala bahaya. Memberikan uap vape pada paru-paru adalah bentuk perampasan
hak jasad yang dilakukan oleh pemiliknya sendiri. Pelanggaran terhadap hak
jasad ini akan mendatangkan penyesalan yang mendalam di hari ketika tidak ada
lagi gunanya penyesalan.
Bab 4: Dampak Sosial dan Kerusakan
Akhlaq Akibat Vape
4.1
Menghancurkan Fithroh Manusia dengan Kecanduan
Fithroh
manusia yang suci seharusnya cenderung kepada kebaikan dan kebersihan. Namun,
kecanduan vape merusak fithroh tersebut dengan menjadikan hawa nafsu sebagai
pemimpin dalam diri seseorang. Ketika seseorang telah terbelenggu oleh nikotin
cair, ia kehilangan kemerdekaan jiwanya. Ia menjadi hamba bagi kepulan asap
yang ia ciptakan sendiri, yang mana hal ini sangat menjauhkan dirinya dari
ketenangan yang bersumber dari ketaatan kepada Alloh ﷻ.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿أَفَرَأَيْتَ
مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ
وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ
أَفَلَا تَذَكَّرُونَ﴾
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai
Ilah-nya dan Alloh membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Alloh telah
mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas
penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Alloh
(memberinya petunjuk)? Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?” (QS.
Al-Jatsiyah: 23)
Kecanduan
adalah bentuk penyerahan diri kepada hawa nafsu. Seseorang yang kecanduan vape
akan merasa tersiksa jika tidak menghisapnya, bahkan sering kali mereka
mendahulukan urusan vape di atas urusan ibadah. Ini adalah tanda-tanda rusaknya
fithroh yang sehat. Ibnu Qayyim (751 H) rohimahulloh menjelaskan bahwa
siapa saja yang mencintai sesuatu selain Alloh ﷻ secara berlebihan, maka ia akan
disiksa dengan sesuatu tersebut.
Nabi ﷺ bersabda:
«تَعِسَ
عَبْدُ الدِّينَارِ، وَالدِّرْهَمِ، وَالقَطِيفَةِ، وَالخَمِيصَةِ»
“Celakalah hamba dinar, hamba dirham, dan hamba pakaian.” (HR.
Al-Bukhori no. 2887)
Jika
mengejar harta saja bisa menjadikan seseorang disebut sebagai hamba harta, maka
mengejar kepulan uap yang merusak kesehatan tentu lebih layak mendatangkan
kecelakaan. Kecanduan vape membuat seseorang kehilangan kendali diri, yang
merupakan modal utama dalam menjaga akhlaq yang mulia.
4.2
Bahaya Uap Vape bagi Orang Sekitar dan Lingkungan
Seorang
pengguna vape tidak hanya menzholimi dirinya sendiri, tetapi juga orang-orang
di sekelilingnya. Uap yang dihasilkan mengandung zat kimia berbahaya yang tetap
ada di udara dan dapat terhirup oleh anak-anak, istri, atau kawan yang tidak
merokok. Hal ini bertentangan dengan prinsip silaturrohim dan saling menjaga
sesama Muslim.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿وَالَّذِينَ
يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا
بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا﴾
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang Mu’min dan Mu’minat tanpa
kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul
kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 58)
Menyakiti
orang lain dengan paparan uap kimia adalah dosa yang nyata. Lingkungan yang
seharusnya bersih dan segar menjadi tercemar oleh residu nikotin dan logam
berat dari vape. Ini adalah bentuk gangguan terhadap kenyamanan orang lain yang
dilarang dalam syariat.
Nabi ﷺ bersabda:
«مَنْ
كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ»
“Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhiroh, maka janganlah
ia menyakiti tetangganya.” (HR. Al-Bukhori no. 6018 dan Muslim no. 47)
Menyebarkan
uap vape di tempat umum atau di dekat orang lain adalah bentuk gangguan yang
nyata. Banyak orang merasa terganggu dengan aromanya yang menyengat atau
kepulan asapnya yang tebal. Seorang Muslim sejati adalah orang yang orang lain
selamat dari gangguan lisan dan tangannya, termasuk gangguan dari perbuatan
yang merusak udara yang dihirup bersama.
4.3
Menjauhkan Diri dari Majelis Ilmu dan Masjid
Kebiasaan
menggunakan vape sering kali membuat seseorang merasa tidak nyaman di
lingkungan yang bersih dan suci, seperti di dalam Masjid atau di majelis ilmu.
Kecanduan membuat mereka sering kali harus keluar ruangan hanya untuk memuaskan
keinginannya menghisap vape. Hal ini menyebabkan mereka kehilangan banyak
kebaikan dan keberkahan dari majelis ilmu.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ
ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan
kamu dari mengingat Alloh. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka
itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)
Jika harta
dan anak saja dilarang untuk melalaikan kita dari mengingat Alloh ﷻ,
maka hobi menghisap vape yang harom tentu lebih terlarang lagi. Vape menjadi
penghalang antara hamba dengan dzikir dan ketaatan. Sering kali para pengguna
vape lebih memilih nongkrong di kafe-kafe sambil memamerkan asap vape daripada
duduk bersimpuh di majelis ilmu.
Nabi ﷺ bersabda:
«لَا
يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ،
وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ
فِيمَنْ عِنْدَهُ»
“Tidaklah suatu kaum duduk sambil berdzikir kepada Alloh Azza wa Jalla,
melainkan para Malaikat akan mengelilingi mereka, rohmat akan meliputi mereka,
ketenangan akan turun kepada mereka, dan Alloh akan menyebut-nyebut mereka di
hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim no. 2700)
Sangat
disayangkan jika seorang pemuda Muslim lebih memilih kepulan asap palsu yang
penuh racun daripada kemuliaan disebut oleh Alloh ﷻ di hadapan para Malaikat.
Kehilangan ketenangan hati yang asli dan menukarnya dengan ketenangan palsu
dari nikotin adalah kerugian yang sangat besar. Tanda berpalingnya Alloh ﷻ dari
seorang hamba adalah ketika hamba tersebut sibuk dengan perkara yang tidak
bermanfaat bagi dirinya.
4.4
Beban Ekonomi Keluarga yang Terkuras demi Asap
Vape bukan
hanya merusak tubuh, tetapi juga merusak kantong. Biaya untuk membeli
perangkat, kumparan kawat, dan cairan vape yang bermerek sangatlah tinggi.
Banyak kepala keluarga yang lebih mengutamakan membeli liquid vape
daripada membelikan makanan bergizi atau susu untuk anak-anaknya. Ini adalah
bentuk kezholiman ekonomi di dalam rumah tangga.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿وَلَا
تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ﴾
“Dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-An’am: 141)
Membeli
sesuatu yang membahayakan diri sendiri adalah bentuk pemborosan dan
berlebih-lebihan yang paling buruk. Uang yang seharusnya menjadi sarana
ketaatan justru menjadi sarana kemaksiatan dan perusakan jasad.
Nabi ﷺ bersabda:
«كَفَى
بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ»
“Cukuplah seseorang dianggap berdosa jika ia menelantarkan orang yang
menjadi tanggungannya.” (HSR. Abu Dawud no. 1692)
Banyak
orang yang demi hobinya menggunakan vape, mereka mengurangi jatah nafkah bagi
keluarganya. Hal ini adalah dosa yang sangat besar. Rizqi yang Alloh ﷻ
berikan seharusnya digunakan untuk hal-hal yang mendatangkan ridho-Nya, bukan
untuk membeli racun yang akan membunuh perlahan sang pemberi nafkah tersebut.
Bab 5: Tipu Daya Syaithon di Balik
Tren Vape
5.1
Kebohongan Vape Lebih Aman dari Rokok Bakar
Salah satu
senjata utama syaithon untuk menyesatkan manusia adalah dengan memberikan label
baru yang terlihat indah pada hal-hal yang buruk. Vape dipasarkan dengan narasi
sebagai cara berhenti merokok atau pilihan yang lebih sehat. Padahal, secara
kimiawi dan medis, vape memiliki bahaya yang unik dan tak kalah mematikan
dibandingkan rokok bakar.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿وَلَا
تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ﴾
“Dan janganlah kalian campur adukkan yang haq dengan yang bathil dan
janganlah kalian sembunyikan yang haq, padahal kalian mengetahui.” (QS.
Al-Baqoroh: 42)
Mengklaim
vape sebagai alat kesehatan atau alat terapi berhenti merokok adalah bentuk pencampuradukan
antara kebenaran dan kebathilan. Banyak orang yang justru menjadi pecandu
ganda, merokok iya dan ngevape juga iya. Ini adalah tipu daya yang nyata untuk
menjerumuskan manusia ke dalam lubang kebinasaan yang lebih dalam.
Nabi ﷺ bersabda:
«إِنَّ
الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ»
“Sesungguhnya syaithon itu berjalan dalam diri manusia melalui aliran
darah.” (HR. Al-Bukhori no. 3281 dan Muslim no. 2175)
Secara
kiasan, racun vape yang masuk ke dalam darah adalah jalan masuk bagi syaithon
untuk merusak jiwa manusia melalui kecanduan. Syaithon membisikkan bahwa vape
itu keren, wangi, dan aman, agar manusia tetap berada dalam lingkaran
kemaksiatan. Segala tipu daya yang menghiasi kemaksiatan haruslah dibongkar
agar umat tidak terperosok.
5.2
Strategi Syaithon Menghias Perbuatan Buruk Menjadi Terlihat Keren
Syaithon
memiliki keahlian dalam menghias (tazyin) keburukan sehingga terlihat
menarik. Vape didesain dengan bentuk yang futuristik, lampu-lampu yang
berwarna-warni, dan asap yang bisa dibentuk berbagai macam gaya (tricking).
Semua ini hanyalah hiasan duniawi yang menipu untuk menutupi kenyataan bahwa
penggunanya sedang menghirup racun.
Alloh ﷻ
berfirman menceritakan perkataan Iblis:
﴿قَالَ
رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ
أَجْمَعِينَ﴾
“Iblis berkata: ‘Ya Robb-ku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku
sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di
muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Al-Hijr: 39)
Tazyin ini
sangat nampak pada komunitas vape. Mereka merasa bangga dengan kepulan asapnya
yang besar, padahal Malaikat pencatat amal melihatnya sebagai perbuatan yang
sia-sia dan merusak. Mereka merasa modern, padahal mereka sedang kembali ke
masa jahiliyyah yang tidak menghargai kesehatan jasad.
Nabi ﷺ bersabda:
«إِنَّ
الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ
كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا»
“Dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Alloh menjadikan kalian
sebagai penguasa di dalamnya, lalu Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat.
Maka bertaqwalah kalian terhadap dunia.” (HR. Muslim no. 2742)
Keindahan
alat vape dan variasi rasanya adalah bagian dari manisnya dunia yang menipu.
Seorang Mu’min yang memiliki taqwa tidak akan mudah tertipu oleh bungkus luar
yang menarik jika isinya adalah racun yang mematikan. Tipu daya syaithon hanya
akan mempan bagi mereka yang lemah imannya dan lebih mendahulukan kesenangan
sesaat.
5.3
Taubat dari Belenggu Vape
Tidak ada
kata terlambat untuk kembali kepada fithroh yang suci. Pintu taubat senantiasa
terbuka bagi siapa saja yang ingin melepaskan diri dari belenggu vape.
Menyadari bahwa perbuatan tersebut zholim terhadap diri sendiri dan orang lain
adalah langkah pertama menuju perubahan yang lebih baik.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿قُلْ
يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ
اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ﴾
“Katakanlah: ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rohmat Alloh. Sesungguhnya
Alloh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)
Taubat dari
vape berarti berhenti total, menyesali perbuatan masa lalu, dan bertekad kuat
untuk tidak mengulanginya lagi. Gunakanlah waktu dan uang yang sebelumnya
dihabiskan untuk vape untuk hal-hal yang mendekatkan diri kepada Jannah,
seperti bershodaqoh dan menuntut ilmu agama.
Nabi ﷺ bersabda:
«التَّائِبُ
مِنَ الذَّنْبِ، كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ»
“Orang yang bertaubat dari dosa, seperti orang yang tidak memiliki dosa.” (HSR.
Ibnu Majah no. 4250)
Mulailah
dengan niat yang ikhlas karena Alloh ﷻ. Buang semua perangkat vape
dan cairannya, jauhi lingkungan yang mendukung perbuatan tersebut, dan carilah
teman-teman yang sholih yang mengajak kepada kesehatan jiwa dan raga. Maka
Alloh ﷻ
akan memberikan jalan keluar dari kecanduan tersebut dan menggantinya dengan
kemanisan iman dalam hati.
Penutup
Hendaknya
kita semua menyadari bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Jasad yang
kita tempati adalah kendaraan untuk menempuh perjalanan menuju Akhiroh. Tidak
ada gunanya kita menghiasi kendaraan tersebut dengan uap-uap beracun yang
justru akan membuatnya mogok di tengah jalan sebelum sampai ke tujuan dengan
selamat.
Alloh ﷻ
berfirman:
﴿يَا
أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ
فَعَدَلَكَ فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ﴾
“Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka)
terhadap Robb-mu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu, lalu
menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. Dalam
bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” (QS. Al-Infithor:
6-8)
Susunan
tubuh yang sudah sempurna dan seimbang ini janganlah kita rusak dengan tangan
kita sendiri. Kesadaran akan bahaya vape haruslah dibangun di atas pondasi
taqwa. Buku ini disusun sebagai pengingat agar kita tidak terjebak dalam lubang
yang sama berkali-kali.
Nabi ﷺ bersabda:
«لاَ
يُلْدَغُ المُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ»
“Seorang Mu’min tidak akan tersengat (oleh binatang berbisa) dari lubang
yang sama dua kali.” (HR. Al-Bukhori no. 6133 dan Muslim no. 2998)
Jika dahulu
kita pernah terjebak dalam rokok konvensional, janganlah kita masuk ke dalam
lubang yang sama dengan dalih vape lebih aman. Ibarat keluar dari mulut singa
masuk ke mulut buaya. Keduanya adalah jalan menuju kebinasaan. Marilah kita
jaga ni’mat sehat ini dengan sebaik-baiknya agar kita dapat menghadap Alloh ﷻ
kelak dengan keadaan yang diridhoi.
Semoga
tulisan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Subhanalloh, segala puji hanya
bagi Alloh ﷻ
atas segala taufiq-Nya.
Allohu a’lam.[NK]
