Cari Ebook

[PDF] Mereka Sepakat Vape Membunuhmu! - Nor Kandir

 


Muqoddimah

Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam yang telah memberikan ni’mat kesehatan dan waktu luang kepada hamba-hamba-Nya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rosul , teladan bagi seluruh manusia dalam menjaga fithroh dan keselamatan jasad.

Amma ba’du:

Tulisan ini hadir sebagai bentuk peringatan dan da’wah demi menjaga kaum Muslimin dari pintu-pintu kebinasaan yang kini dikemas dengan wajah baru. Seiring berkembangnya zaman, syaithon senantiasa menghias keburukan agar terlihat indah dan modern di mata manusia. Salah satu jerat yang kini menjangkiti banyak orang adalah penggunaan vape atau rokok elektrik, yang dianggap sebagai gaya hidup kekinian dan aman, padahal di baliknya tersimpan racun yang merusak jiwa dan raga.

Alloh berfirman:

﴿وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ﴾

“Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqoroh: 195)

Ayat ini merupakan perintah tegas agar setiap Mu’min senantiasa berhati-hati dalam setiap perbuatannya dan menjauhi segala hal yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Jasad yang kita miliki adalah amanah dari Alloh yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hari Qiyamah. Tidak sepantasnya seorang hamba yang mengharapkan rohmat Alloh justru dengan sengaja memasukkan berbagai macam zat berbahaya ke dalam tubuhnya melalui uap kimia yang mematikan.

Nabi bersabda:

«لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ»

“Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain.” (HSR. Ibnu Majah no. 2341 dan Ahmad no. 22778)

Hadits yang mulia ini menjadi kaidah besar dalam syariat Islam bahwa setiap perkara yang mengandung madhorot (bahaya), baik bagi diri sendiri maupun orang lain, hukumnya adalah harom.

Buku ini akan membedah secara mendalam bagaimana vape meracuni tubuh manusia dari berbagai sisi, mulai dari kandungan kimia, dampak medis, hingga tinjauan syariat yang lurus. Semoga buku ini menjadi jalan hidayah bagi para pembaca untuk kembali kepada jalan ketaqwaaan dan menjauhi segala bentuk kebinasaan.

 

Bab 1: Kandungan Kimia yang Mematikan

1.1 Cairan Vape yang Penuh Racun

Vape sering kali dipromosikan sebagai alternatif yang aman karena tidak melibatkan pembakaran tembakau sebagaimana rokok konvensional. Namun, anggapan ini adalah tipu daya yang sangat zholim. Cairan yang dipanaskan dalam alat vape bukanlah sekadar uap air biasa, melainkan campuran berbagai bahan kimia sintetis yang asing bagi tubuh manusia. Setiap tetes cairan tersebut mengandung potensi kerusakan yang besar.

Alloh memerintahkan hamba-Nya untuk mengonsumsi yang thoyyib (baik) dan menjauhi yang buruk:

﴿وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ﴾

Dia menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharomkan bagi mereka segala yang buruk.” (QS. Al-A’rof: 157)

Sesuatu yang buruk adalah segala sesuatu yang memberikan dampak negatif pada agama, akal, maupun jasad. Kandungan dalam cairan vape sangat jauh dari sifat thoyyib. Bahan dasar seperti propilen glikol dan gliserin nabati memang sering digunakan dalam industri makanan, namun ketika dipanaskan hingga suhu tinggi dan dihirup ke dalam paru-paru dalam jangka waktu lama, zat tersebut berubah menjadi senyawa berbahaya yang merusak jaringan halus dalam organ pernapasan. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap ni’mat kesehatan yang telah diberikan oleh Robb kita.

1.2 Nikotin Cair: Racun yang Merusak Akal dan Jantung

Salah satu kandungan utama dalam vape adalah nikotin cair yang diekstrak secara kimiawi. Nikotin adalah zat adiktif yang sangat kuat dan bekerja langsung menyerang sistem saraf pusat. Penggunaan nikotin dalam kadar yang tidak terkendali menyebabkan ketergantungan yang membelenggu jiwa, membuat seseorang merasa gelisah jika tidak menghisapnya. Hal ini jelas bertentangan dengan fithroh manusia yang seharusnya merdeka hanya untuk beribadah kepada Alloh , bukan menjadi budak kecanduan.

Nabi bersabda:

«كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ»

“Setiap yang memabukkan adalah khomr, dan setiap yang memabukkan adalah harom.” (HR. Muslim no. 2003)

Meskipun nikotin dalam vape tidak membuat seseorang kehilangan kesadaran secara total seperti khomr, namun sifatnya yang merusak akal melalui ketergantungan saraf dan efek stimulan yang berlebihan pada jantung menjadikannya masuk ke dalam kategori perkara yang dilarang karena mengandung madhorot yang besar. Nikotin cair memaksa jantung bekerja lebih keras melampaui batas normalnya, meningkatkan tekanan darah, dan menyempitkan pembuluh darah. Ini adalah jalan menuju kebinasaan yang nyata. Menjaga diri dari hal-hal yang merusak tubuh adalah kewajiban bagi setiap Muslim.

1.3 Ancaman Logam Berat dan Partikel Nano dalam Paru-Paru

Di balik kemasan vape yang terlihat modern, terdapat komponen pemanas yang terdiri dari kawat logam. Saat alat tersebut diaktifkan, kawat tersebut akan memanas dan bersentuhan langsung dengan cairan vape. Proses ini menyebabkan peluruhan partikel logam berat yang kemudian ikut terhirup ke dalam paru-paru bersama uap kimia. Logam-logam seperti nikel, kromium, timbal, dan kadmium terdeteksi dalam uap vape yang masuk ke dalam tubuh pengguna.

Alloh memperingatkan manusia agar tidak merusak keseimbangan yang ada:

﴿وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا﴾

“Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi sesudah Alloh memperbaikinya.” (QS. Al-A’rof: 56)

Kerusakan di muka bumi juga mencakup kerusakan pada diri manusia itu sendiri, karena jasad manusia adalah bagian dari ciptaan Alloh yang paling sempurna. Memasukkan partikel logam berat ke dalam paru-paru adalah bentuk perusakan yang nyata terhadap sistem pernapasan yang telah dirancang sedemikian rupa oleh Robb kita. Partikel-partikel ini berukuran sangat kecil (partikel nano) sehingga dapat menembus jauh ke dalam alveoli paru-paru dan masuk ke dalam aliran darah, menyebabkan peradangan kronis dan kerusakan sel yang permanen.

Bagaimana mungkin seorang hamba dapat berdiri tegak melaksanakan Sholat dengan khusyu’ jika dadanya sesak dan tubuhnya dipenuhi racun logam berat akibat perbuatannya sendiri?

1.4 Formaldehida dan Zat Pemicu Kanker dalam Uap Vape

Ketika cairan vape dipanaskan pada tegangan tinggi, terjadi proses penguraian kimia yang menghasilkan zat berbahaya bernama formaldehida. Zat ini dikenal luas sebagai pengawet janazah dan merupakan senyawa pemicu kanker yang sangat ganas. Pengguna vape secara tidak sadar menghirup gas beracun ini setiap kali mereka menghembuskan asap palsu yang mereka banggakan.

Alloh berfirman:

﴿إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا﴾

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isro’: 36)

Maksud dari ayat ini adalah bahwa setiap organ tubuh kita kelak akan bersaksi di hadapan Alloh . Apa yang akan dikatakan oleh paru-paru dan tenggorokan jika setiap hari mereka dipaksa menghirup zat pemicu kanker demi menuruti hawa nafsu dan tipu daya syaithon? Formaldehida dan asetaldehida yang terbentuk dalam uap vape merusak struktur DNA dalam sel manusia, yang pada gilirannya memicu pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali.

Hadits dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa Nabi bersabda:

«مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا،

وَمَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا،

وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ، فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا»

“Barang siapa yang menjatuhkan diri dari gunung untuk membunuh dirinya sendiri, maka dia di dalam Naar Jahanam akan menjatuhkan diri di dalamnya selamanya.

Siapa yang meminum racun untuk membunuh dirinya sendiri, maka racunnya akan berada di tangannya, dia meminumnya di dalam Naar Jahanam selamanya.

Siapa yang bunuh diri dengan besi, maka besinya akan di tangannya untuk ditusukkan ke perutnya di Jahannam selamanya.” (HR. Al-Bukhori no. 5778 dan Muslim no. 109)

Menghirup uap vape yang mengandung zat pemicu kanker dan racun mematikan secara terus-menerus adalah bentuk perbuatan memasukkan racun ke dalam tubuh secara perlahan. Ini adalah ancaman yang sangat besar bagi Akhirat seseorang jika dia tidak segera bertaubat dan kembali kepada ketaatan. Tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan seorang Muslim untuk terus bergelimang dalam kepulan uap beracun yang merusak masa depannya di dunia dan Akhiroh.

 

Bab 2: Kerusakan Tubuh dari Sisi Medis

2.1 Penyakit EVALI: Luka Akut yang Menghancurkan Pernapasan

Vape telah melahirkan jenis penyakit baru yang sangat mematikan dalam waktu singkat, yang dikenal di dunia medis sebagai EVALI. Penyakit ini menyerang paru-paru secara mendadak, menyebabkan peradangan hebat yang membuat jaringan paru-paru menjadi keras dan kehilangan fungsinya untuk menyerap oksigen. Banyak pemuda yang sebelumnya sehat bugar, tiba-tiba harus bergantung pada mesin pernapasan karena paru-parunya rusak akibat cairan kimia vape.

Alloh berfirman:

﴿وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا﴾

“Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Alloh adalah Maha Penyayang kepada kalian.” (QS. An-Nisa’: 29)

Melalui ayat ini, Robb kita melarang segala tindakan yang mengarah pada kebinasaan diri. Menghisap vape yang secara nyata menyebabkan kerusakan paru-paru akut adalah salah satu bentuk tindakan membunuh diri secara perlahan. Jaringan alveoli yang seharusnya bersih untuk menukar oksigen, justru tersumbat oleh minyak dan zat kimia berbahaya dari uap vape.

Nabi bersabda:

«نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ»

“Dua ni’mat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhori no. 6412)

Kesehatan adalah modal utama seorang Mu’min untuk beribadah. Mereka yang tertipu oleh buaian syaithon dengan menganggap vape aman, sesungguhnya telah menyia-nyiakan ni’mat kesehatan ini. EVALI memberikan penderitaan yang luar biasa, mulai dari sesak napas yang mencekam, nyeri dada, hingga muntah-muntah. Seorang Muslim wajib menjaga keselamatan nyawanya dari segala hal yang dapat merusaknya secara pasti.

2.2 Dampak Buruk Uap Kimia pada Jantung dan Pembuluh Darah

Selain menyerang paru-paru, racun dalam vape meresap ke dalam aliran darah dan menyerang jantung. Nikotin dan partikel halus dalam uap vape menyebabkan detak jantung meningkat drastis secara tidak wajar dan memicu kekakuan pada pembuluh darah arteri. Hal ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke di usia muda, sebuah fenomena yang kini semakin marak terjadi.

Alloh berfirman:

﴿يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ﴾

“(Yaitu) di hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Alloh dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’aro’: 88-89)

Hati yang bersih (qolbun salim) bukan hanya bermakna bersih dari kesyirikan, tetapi juga tercermin dari bagaimana seorang hamba menjaga organ jantung fisiknya agar tetap berfungsi baik guna menopang ketaatan. Menghancurkan jantung dengan zat kimia vape berarti menghambat diri untuk beribadah secara maksimal di masa tua.

Nabi bersabda:

«أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ»

“Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada sekerat daging, jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya, dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya, ketahuilah bahwa itu adalah hati (jantung).” (HR. Al-Bukhori no. 52 dan Muslim no. 1599)

Secara medis, jika organ jantung sudah rusak akibat paparan nikotin cair yang terus-menerus, maka seluruh fungsi tubuh lainnya akan ikut menurun. Seseorang akan menjadi lemah, mudah lelah dalam beramal sholih, dan hidupnya dipenuhi dengan ketergantungan pada obat-obatan. Kerusakan yang dilakukan manusia pada tubuhnya sendiri akan berdampak pada kualitas agamanya.

2.3 Melemahkan Sistem Pertahanan Tubuh terhadap Penyakit

Uap vape mengandung zat-zat yang melumpuhkan sistem kekebalan tubuh, terutama sel-sel pelindung di saluran pernapasan. Hal ini membuat pengguna vape sangat rentan terkena infeksi bakteri dan virus. Paru-paru yang terpapar uap kimia kehilangan kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri, sehingga lendir dan kuman terjebak di dalamnya.

Alloh berfirman:

﴿ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ﴾

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)

Kerusakan sistem imun adalah akibat nyata dari tangan-tangan manusia yang memilih untuk menghirup racun. Alloh memberikan peringatan berupa sakit agar manusia sadar dan meninggalkan perbuatan buruk tersebut. Melemahnya daya tahan tubuh bukan hanya soal sering jatuh sakit, tetapi juga soal ketidakmampuan tubuh untuk melakukan pemulihan secara alami saat terjadi luka atau peradangan.

Nabi bersabda:

«الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ»

“Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Alloh daripada Mu’min yang lemah.” (HR. Muslim no. 2664)

Seorang Muslim diperintahkan untuk menjadi kuat agar dapat memikul beban da’wah dan Jihad. Bagaimana mungkin kekuatan itu diperoleh jika seseorang dengan sengaja merusak sistem imunnya sendiri dengan uap kimia yang melemahkan sel darah putih dan merusak jaringan seluler? Segala hal yang melemahkan tubuh tanpa alasan syar’i adalah perkara yang dibenci dalam agama.

2.4 Gangguan Pertumbuhan Otak pada Generasi Muda

Dampak yang paling menyedihkan dari vape adalah kerusakannya pada otak, terutama bagi para remaja. Nikotin dalam vape mengubah cara kerja sinapsis otak, yang bertanggung jawab atas daya ingat, perhatian, dan kendali emosi. Penggunaan vape di usia muda secara permanen dapat menurunkan kecerdasan dan membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan kecemasan serta depresi.

Alloh berfirman:

﴿وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا﴾

“Dan hendaklah takut (kepada Alloh) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Alloh dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS. An-Nisa’: 9)

Melemahkan generasi dengan paparan zat kimia yang merusak otak adalah bentuk kezholiman besar. Orang tua yang membiarkan anak-anaknya mengenal vape berarti telah membiarkan mereka tumbuh menjadi generasi yang lemah secara akal dan fisik. Padahal, masa muda adalah masa emas untuk menuntut ilmu agama dan memahami Hadits-Hadits Nabi .

Nabi bersabda:

«اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ»

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HSR. Al-Hakim no. 7846)

Masa muda yang seharusnya digunakan untuk menghafal Quran dan memperdalam fithroh justru disia-siakan dengan kecanduan vape yang merusak sel-sel otak. Kerusakan ini sering kali tidak disadari sampai pengguna mencapai usia dewasa, di mana mereka baru merasakan betapa sulitnya berkonsentrasi dan betapa lemahnya daya ingat mereka dibandingkan teman sebaya yang menjauhi asap dan uap harom tersebut.

 

Bab 3: Pandangan Syariat Islam Terhadap Praktik Vape

3.1 Larangan Merusak Diri Sendiri

Islam adalah agama yang sangat menjaga lima perkara pokok (dhoruriyyatul khomsah), salah satunya adalah menjaga jiwa, akal, dan harta (hifzhun nafs wal aql wal maal). Segala hal yang membahayakan nyawa dan kesehatan dilarang dengan tegas. Vape, dengan segala kandungan kimianya yang telah dibuktikan oleh para ahli medis sebagai racun, masuk ke dalam cakupan larangan ini tanpa keraguan. Ia juga merusak akal dan membakar uang.

Alloh berfirman:

﴿وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ﴾

“Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqoroh: 195)

Kebinasaan di sini mencakup kebinasaan duniawi berupa penyakit kronis yang menyiksa. Syariat Islam tidak pernah membiarkan umatnya terjatuh dalam bahaya tanpa peringatan. Menjauhi hal-hal yang membahayakan badan adalah bagian dari ketaqwaan.

Nabi bersabda:

«مَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا»

“Barang siapa yang meminum racun untuk membunuh dirinya sendiri, maka racunnya akan berada di tangannya, dia meminumnya di dalam Naar Jahanam selamanya.” (HR. Al-Bukhori no. 5778)

Meskipun uap vape dihirup dan tidak diminum secara langsung seperti racun cair, efek toksik (racun) yang ditimbulkan pada sel-sel tubuh memiliki sifat yang sama yaitu merusak dan mematikan. Maka, menghirup uap kimia vape secara sengaja adalah bentuk memasukkan racun ke dalam tubuh yang dilarang keras oleh Rosul .

3.2 Menghindari Perkara yang Buruk (Khoba’its) dan Tidak Bermanfaat

Segala sesuatu yang dikonsumsi manusia dalam Islam terbagi menjadi thoyyibat (yang baik-baik) dan khoba’its (yang buruk-buruk). Vape tidak memiliki nutrisi, tidak mengenyangkan, tidak menyehatkan, bahkan baunya pun sering kali mengganggu meskipun terkadang diberi aroma buah sintetis. Ia murni merupakan perkara yang buruk yang tidak mendatangkan manfaat bagi agama maupun jasad.

Alloh berfirman:

﴿وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ﴾

Dia menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharomkan bagi mereka segala yang buruk.” (QS. Al-A’rof: 157)

Kriteria sesuatu yang harom adalah jika ia mengandung madhorot yang lebih besar daripada manfaatnya, atau bahkan tidak memiliki manfaat sama sekali selain sekadar pemuasan hawa nafsu. Vape masuk dalam kategori ini. Ibnul Qoyyim (751 H) menyebutkan bahwa segala sesuatu yang merusak keseimbangan tabiat manusia dan menjauhkannya dari fithroh yang sehat adalah termasuk khoba’its.

Nabi bersabda:

«مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ»

“Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.” (HSR. At-Tirmidzi no. 2317)

Vape adalah perkara yang tidak bermanfaat (ma la ya’nihi). Ia hanya membuang waktu, merusak kesehatan, merusak akal, membakar uang, dan tidak menambah pahala sedikit pun. Seorang Muslim yang cerdas akan meninggalkan hal-hal yang sia-sia demi mengejar Ridho Alloh dan kesuksesan di Akhiroh.

3.3 Larangan Membuang-Buang Harta (Tabdzir) untuk Sesuatu yang Harom

Harga perangkat vape dan cairannya (liquid) tidaklah murah. Uang yang seharusnya bisa digunakan untuk menafkahi keluarga, bershodaqoh, atau membayar Zakat, justru dibakar menjadi uap yang merusak paru-paru. Ini adalah bentuk pemborosan yang sangat dicela dalam syariat.

Alloh berfirman:

﴿إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا﴾

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Robb-nya.” (QS. Al-Isro’: 27)

Mengeluarkan harta untuk membeli barang yang membahayakan diri sendiri adalah puncak dari tabdzir (pemborosan). Syaithon tertawa melihat seorang Muslim menghabiskan rizqi yang diberikan Alloh untuk membeli racun bagi dirinya sendiri. Ini adalah bentuk kekufuran terhadap ni’mat harta.

Nabi bersabda:

«لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ»

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari Qiyamah sampai dia ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya apa yang dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan ke mana dia infakkan, serta tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan.” (HSR. At-Tirmidzi no. 2417)

Pertanggungjawaban harta sangatlah berat. Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk vape akan dituntut di hadapan Alloh . Bagaimana kita akan menjawab saat ditanya tentang harta yang diinfakkan untuk merusak jasad yang seharusnya dijaga?

3.4 Menjaga Amanah Jasad dari Segala Bentuk Kebinasaan

Jasad manusia bukanlah milik manusia itu sendiri, melainkan pinjaman dari Alloh . Kita tidak berhak melakukan apa pun yang kita mau terhadap jasad ini jika hal itu menyelisihi perintah Sang Pencipta. Menjaga jasad agar tetap sehat untuk melaksanakan Sholat, Puasa, dan Haji adalah kewajiban setiap individu.

Alloh berfirman:

﴿وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ﴾

Alloh mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kalian bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78)

Bersyukur atas pemberian organ tubuh adalah dengan menjaganya, bukan dengan mengotorinya dengan residu kimia dari vape. Setiap tarikan napas yang kita ambil seharusnya digunakan untuk berdzikir, bukan untuk menghirup uap beracun.

Nabi bersabda:

«إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا»

“Sesungguhnya bagi jasadmu ada hak atas dirimu.” (HR. Al-Bukhori no. 1975)

Hak jasad adalah diberikan nutrisi yang baik, diistirahatkan yang cukup, dan dilindungi dari segala bahaya. Memberikan uap vape pada paru-paru adalah bentuk perampasan hak jasad yang dilakukan oleh pemiliknya sendiri. Pelanggaran terhadap hak jasad ini akan mendatangkan penyesalan yang mendalam di hari ketika tidak ada lagi gunanya penyesalan.

 

Bab 4: Dampak Sosial dan Kerusakan Akhlaq Akibat Vape

4.1 Menghancurkan Fithroh Manusia dengan Kecanduan

Fithroh manusia yang suci seharusnya cenderung kepada kebaikan dan kebersihan. Namun, kecanduan vape merusak fithroh tersebut dengan menjadikan hawa nafsu sebagai pemimpin dalam diri seseorang. Ketika seseorang telah terbelenggu oleh nikotin cair, ia kehilangan kemerdekaan jiwanya. Ia menjadi hamba bagi kepulan asap yang ia ciptakan sendiri, yang mana hal ini sangat menjauhkan dirinya dari ketenangan yang bersumber dari ketaatan kepada Alloh .

Alloh berfirman:

﴿أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ﴾

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilah-nya dan Alloh membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Alloh telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Alloh (memberinya petunjuk)? Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al-Jatsiyah: 23)

Kecanduan adalah bentuk penyerahan diri kepada hawa nafsu. Seseorang yang kecanduan vape akan merasa tersiksa jika tidak menghisapnya, bahkan sering kali mereka mendahulukan urusan vape di atas urusan ibadah. Ini adalah tanda-tanda rusaknya fithroh yang sehat. Ibnu Qayyim (751 H) rohimahulloh menjelaskan bahwa siapa saja yang mencintai sesuatu selain Alloh secara berlebihan, maka ia akan disiksa dengan sesuatu tersebut.

Nabi bersabda:

«تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ، وَالدِّرْهَمِ، وَالقَطِيفَةِ، وَالخَمِيصَةِ»

“Celakalah hamba dinar, hamba dirham, dan hamba pakaian.” (HR. Al-Bukhori no. 2887)

Jika mengejar harta saja bisa menjadikan seseorang disebut sebagai hamba harta, maka mengejar kepulan uap yang merusak kesehatan tentu lebih layak mendatangkan kecelakaan. Kecanduan vape membuat seseorang kehilangan kendali diri, yang merupakan modal utama dalam menjaga akhlaq yang mulia.

4.2 Bahaya Uap Vape bagi Orang Sekitar dan Lingkungan

Seorang pengguna vape tidak hanya menzholimi dirinya sendiri, tetapi juga orang-orang di sekelilingnya. Uap yang dihasilkan mengandung zat kimia berbahaya yang tetap ada di udara dan dapat terhirup oleh anak-anak, istri, atau kawan yang tidak merokok. Hal ini bertentangan dengan prinsip silaturrohim dan saling menjaga sesama Muslim.

Alloh berfirman:

﴿وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا﴾

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang Mu’min dan Mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 58)

Menyakiti orang lain dengan paparan uap kimia adalah dosa yang nyata. Lingkungan yang seharusnya bersih dan segar menjadi tercemar oleh residu nikotin dan logam berat dari vape. Ini adalah bentuk gangguan terhadap kenyamanan orang lain yang dilarang dalam syariat.

Nabi bersabda:

«مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ»

“Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhiroh, maka janganlah ia menyakiti tetangganya.” (HR. Al-Bukhori no. 6018 dan Muslim no. 47)

Menyebarkan uap vape di tempat umum atau di dekat orang lain adalah bentuk gangguan yang nyata. Banyak orang merasa terganggu dengan aromanya yang menyengat atau kepulan asapnya yang tebal. Seorang Muslim sejati adalah orang yang orang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya, termasuk gangguan dari perbuatan yang merusak udara yang dihirup bersama.

4.3 Menjauhkan Diri dari Majelis Ilmu dan Masjid

Kebiasaan menggunakan vape sering kali membuat seseorang merasa tidak nyaman di lingkungan yang bersih dan suci, seperti di dalam Masjid atau di majelis ilmu. Kecanduan membuat mereka sering kali harus keluar ruangan hanya untuk memuaskan keinginannya menghisap vape. Hal ini menyebabkan mereka kehilangan banyak kebaikan dan keberkahan dari majelis ilmu.

Alloh berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Alloh. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)

Jika harta dan anak saja dilarang untuk melalaikan kita dari mengingat Alloh , maka hobi menghisap vape yang harom tentu lebih terlarang lagi. Vape menjadi penghalang antara hamba dengan dzikir dan ketaatan. Sering kali para pengguna vape lebih memilih nongkrong di kafe-kafe sambil memamerkan asap vape daripada duduk bersimpuh di majelis ilmu.

Nabi bersabda:

«لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ»

“Tidaklah suatu kaum duduk sambil berdzikir kepada Alloh Azza wa Jalla, melainkan para Malaikat akan mengelilingi mereka, rohmat akan meliputi mereka, ketenangan akan turun kepada mereka, dan Alloh akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim no. 2700)

Sangat disayangkan jika seorang pemuda Muslim lebih memilih kepulan asap palsu yang penuh racun daripada kemuliaan disebut oleh Alloh di hadapan para Malaikat. Kehilangan ketenangan hati yang asli dan menukarnya dengan ketenangan palsu dari nikotin adalah kerugian yang sangat besar. Tanda berpalingnya Alloh dari seorang hamba adalah ketika hamba tersebut sibuk dengan perkara yang tidak bermanfaat bagi dirinya.

4.4 Beban Ekonomi Keluarga yang Terkuras demi Asap

Vape bukan hanya merusak tubuh, tetapi juga merusak kantong. Biaya untuk membeli perangkat, kumparan kawat, dan cairan vape yang bermerek sangatlah tinggi. Banyak kepala keluarga yang lebih mengutamakan membeli liquid vape daripada membelikan makanan bergizi atau susu untuk anak-anaknya. Ini adalah bentuk kezholiman ekonomi di dalam rumah tangga.

Alloh berfirman:

﴿وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ﴾

“Dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-An’am: 141)

Membeli sesuatu yang membahayakan diri sendiri adalah bentuk pemborosan dan berlebih-lebihan yang paling buruk. Uang yang seharusnya menjadi sarana ketaatan justru menjadi sarana kemaksiatan dan perusakan jasad.

Nabi bersabda:

«كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ»

“Cukuplah seseorang dianggap berdosa jika ia menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya.” (HSR. Abu Dawud no. 1692)

Banyak orang yang demi hobinya menggunakan vape, mereka mengurangi jatah nafkah bagi keluarganya. Hal ini adalah dosa yang sangat besar. Rizqi yang Alloh berikan seharusnya digunakan untuk hal-hal yang mendatangkan ridho-Nya, bukan untuk membeli racun yang akan membunuh perlahan sang pemberi nafkah tersebut.

 

Bab 5: Tipu Daya Syaithon di Balik Tren Vape

5.1 Kebohongan Vape Lebih Aman dari Rokok Bakar

Salah satu senjata utama syaithon untuk menyesatkan manusia adalah dengan memberikan label baru yang terlihat indah pada hal-hal yang buruk. Vape dipasarkan dengan narasi sebagai cara berhenti merokok atau pilihan yang lebih sehat. Padahal, secara kimiawi dan medis, vape memiliki bahaya yang unik dan tak kalah mematikan dibandingkan rokok bakar.

Alloh berfirman:

﴿وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ﴾

“Dan janganlah kalian campur adukkan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kalian sembunyikan yang haq, padahal kalian mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh: 42)

Mengklaim vape sebagai alat kesehatan atau alat terapi berhenti merokok adalah bentuk pencampuradukan antara kebenaran dan kebathilan. Banyak orang yang justru menjadi pecandu ganda, merokok iya dan ngevape juga iya. Ini adalah tipu daya yang nyata untuk menjerumuskan manusia ke dalam lubang kebinasaan yang lebih dalam.

Nabi bersabda:

«إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ»

“Sesungguhnya syaithon itu berjalan dalam diri manusia melalui aliran darah.” (HR. Al-Bukhori no. 3281 dan Muslim no. 2175)

Secara kiasan, racun vape yang masuk ke dalam darah adalah jalan masuk bagi syaithon untuk merusak jiwa manusia melalui kecanduan. Syaithon membisikkan bahwa vape itu keren, wangi, dan aman, agar manusia tetap berada dalam lingkaran kemaksiatan. Segala tipu daya yang menghiasi kemaksiatan haruslah dibongkar agar umat tidak terperosok.

5.2 Strategi Syaithon Menghias Perbuatan Buruk Menjadi Terlihat Keren

Syaithon memiliki keahlian dalam menghias (tazyin) keburukan sehingga terlihat menarik. Vape didesain dengan bentuk yang futuristik, lampu-lampu yang berwarna-warni, dan asap yang bisa dibentuk berbagai macam gaya (tricking). Semua ini hanyalah hiasan duniawi yang menipu untuk menutupi kenyataan bahwa penggunanya sedang menghirup racun.

Alloh berfirman menceritakan perkataan Iblis:

﴿قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ﴾

“Iblis berkata: ‘Ya Robb-ku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Al-Hijr: 39)

Tazyin ini sangat nampak pada komunitas vape. Mereka merasa bangga dengan kepulan asapnya yang besar, padahal Malaikat pencatat amal melihatnya sebagai perbuatan yang sia-sia dan merusak. Mereka merasa modern, padahal mereka sedang kembali ke masa jahiliyyah yang tidak menghargai kesehatan jasad.

Nabi bersabda:

«إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا»

“Dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Alloh menjadikan kalian sebagai penguasa di dalamnya, lalu Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat. Maka bertaqwalah kalian terhadap dunia.” (HR. Muslim no. 2742)

Keindahan alat vape dan variasi rasanya adalah bagian dari manisnya dunia yang menipu. Seorang Mu’min yang memiliki taqwa tidak akan mudah tertipu oleh bungkus luar yang menarik jika isinya adalah racun yang mematikan. Tipu daya syaithon hanya akan mempan bagi mereka yang lemah imannya dan lebih mendahulukan kesenangan sesaat.

5.3 Taubat dari Belenggu Vape

Tidak ada kata terlambat untuk kembali kepada fithroh yang suci. Pintu taubat senantiasa terbuka bagi siapa saja yang ingin melepaskan diri dari belenggu vape. Menyadari bahwa perbuatan tersebut zholim terhadap diri sendiri dan orang lain adalah langkah pertama menuju perubahan yang lebih baik.

Alloh berfirman:

﴿قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ﴾

“Katakanlah: ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rohmat Alloh. Sesungguhnya Alloh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Taubat dari vape berarti berhenti total, menyesali perbuatan masa lalu, dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi. Gunakanlah waktu dan uang yang sebelumnya dihabiskan untuk vape untuk hal-hal yang mendekatkan diri kepada Jannah, seperti bershodaqoh dan menuntut ilmu agama.

Nabi bersabda:

«التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ، كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ»

“Orang yang bertaubat dari dosa, seperti orang yang tidak memiliki dosa.” (HSR. Ibnu Majah no. 4250)

Mulailah dengan niat yang ikhlas karena Alloh . Buang semua perangkat vape dan cairannya, jauhi lingkungan yang mendukung perbuatan tersebut, dan carilah teman-teman yang sholih yang mengajak kepada kesehatan jiwa dan raga. Maka Alloh akan memberikan jalan keluar dari kecanduan tersebut dan menggantinya dengan kemanisan iman dalam hati.

 

Penutup

Hendaknya kita semua menyadari bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Jasad yang kita tempati adalah kendaraan untuk menempuh perjalanan menuju Akhiroh. Tidak ada gunanya kita menghiasi kendaraan tersebut dengan uap-uap beracun yang justru akan membuatnya mogok di tengah jalan sebelum sampai ke tujuan dengan selamat.

Alloh berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ﴾

“Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Robb-mu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” (QS. Al-Infithor: 6-8)

Susunan tubuh yang sudah sempurna dan seimbang ini janganlah kita rusak dengan tangan kita sendiri. Kesadaran akan bahaya vape haruslah dibangun di atas pondasi taqwa. Buku ini disusun sebagai pengingat agar kita tidak terjebak dalam lubang yang sama berkali-kali.

Nabi bersabda:

«لاَ يُلْدَغُ المُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ»

“Seorang Mu’min tidak akan tersengat (oleh binatang berbisa) dari lubang yang sama dua kali.” (HR. Al-Bukhori no. 6133 dan Muslim no. 2998)

Jika dahulu kita pernah terjebak dalam rokok konvensional, janganlah kita masuk ke dalam lubang yang sama dengan dalih vape lebih aman. Ibarat keluar dari mulut singa masuk ke mulut buaya. Keduanya adalah jalan menuju kebinasaan. Marilah kita jaga ni’mat sehat ini dengan sebaik-baiknya agar kita dapat menghadap Alloh kelak dengan keadaan yang diridhoi.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Subhanalloh, segala puji hanya bagi Alloh atas segala taufiq-Nya.

Allohu a’lam.[NK]

Unduh PDF dan Word

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Kuliah Online Gratis S1 dan S2 Dibuka!!!

Full Bahasa Arob!

Jika belum mahir bahasa Arob, klik sini