[PDF] Aqidah Imam Abu Tsaur (240 H) - Riwayat Imam Al-Lalikai (418 H)
Muqoddimah
بسم
الله الرحمن الرحيم
Berikut adalah Aqidah Abu Tsaur (240 H) yang diriwayatkan oleh Imam Al-Lalikai
dalam kitabnya Syarh Ushul Itiqod Ahli Sunnah yang merupakan salah satu
ensiklopedi aqidah bersanad terbesar.
Sanad Aqidah Abu Tsaur
Keyakinan Abu Tsaur Ibrohim
bin Kholid Al-Kalbi sang ahli fikih, rohimahulloh .
Imam Al-Lalikai (418 H)
berkata:
319
- أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رِزْقِ اللَّهِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَمْدَانَ،
قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الْحَسَنِ إِدْرِيسُ بْنُ عَبْدِ الْكَرِيمِ قَالَ: أَرْسَلَ
رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ خُرَاسَانَ إِلَى أَبِي ثَوْرٍ إِبْرَاهِيمَ بْنِ خَالِدٍ بِكِتَابٍ
يَسْأَلُ عَنِ الْإِيمَانِ مَا هُوَ؟ وَيَزِيدُ وَيَنْقُصُ؟ وَقَوْلٌ أَوْ قَوْلٌ وَعَمَلٌ؟
أَوْ قَوْلٌ وَتَصْدِيقٌ وَعَمَلٌ؟
Telah mengabarkan kepada
kami Muhammad bin Rizqillah, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Ahmad
bin Hamdan, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu al-Hasan Idris bin
Abdil Karim, ia berkata: Seseorang dari penduduk Khurosan mengirim surat kepada
Abu Tsaur Ibrohim bin Kholid untuk bertanya tentang Iman, apa itu Iman? Dan
apakah Iman itu bisa bertambah dan berkurang? Apakah Iman itu sebatas ucapan,
ataukah ucapan dan amal, ataukah ucapan, pembenaran, dan amal?
Definisi Iman dan Komponennya
فَأَجَابَهُ:
إِنَّهُ التَّصْدِيقُ بِالْقَلْبِ، وَالْإِقْرَارُ بِاللِّسَانِ، وَعَمَلُ الْجَوَارِحِ
Maka Abu Tsaur
menjawabnya: “Sesungguhnya Iman itu adalah pembenaran dengan hati, ikrar dengan
lisan, dan amal dengan anggota badan.”
Hakikat dan Hukum Qodariyyah
وَسَأَلَهُ
عَنِ الْقَدَرِيَّةِ مَنْ هُمْ؟ فَقَالَ: إِنَّ الْقَدَرِيَّةَ مَنْ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ
لَمْ يَخْلُقْ أَفْعَالَ الْعِبَادِ وَإِنَّ الْمَعَاصِيَ لَمْ يُقَدِّرْهَا اللَّهُ
عَلَى الْعِبَادِ وَلَمْ يَخْلُقْهَا، فَهَؤُلَاءِ قَدَرِيَّةٌ لَا يُصَلَّى خَلْفَهُمْ،
وَلَا يُعَادُ مَرِيضُهُمْ، وَلَا يُشْهَدُ جَنَائِزُهُمْ، وَيُسْتَتَابُونَ مِنْ هَذِهِ
الْمَقَالَةِ، فَإِنْ تَابُوا وَإِلَّا ضُرِبَتْ أَعْنَاقُهُمْ
Dan orang itu bertanya
kepadanya tentang Qodariyyah, siapa mereka?
Maka Abu Tsaur menjawab: “Sesungguhnya
Qodariyyah adalah orang yang mengatakan: Sesungguhnya Alloh tidak menciptakan
perbuatan para hamba, dan sesungguhnya perbuatan-perbuatan maksiat tidak
ditakdirkan oleh Alloh atas para hamba serta tidak diciptakan oleh-Nya. Mereka
ini adalah kelompok Qodariyyah yang tidak boleh sholat di belakang mereka,
tidak boleh dijenguk orang sakitnya, tidak boleh dihadiri janazah mereka, dan
mereka diminta bertaubat dari ucapan ini. Jika mereka bertaubat, maka diterima,
namun jika tidak, maka dipenggal leher mereka.”
Hukum Sholat di Belakang Penyeru Al-Qur’an Makhluk
وَسَأَلْتَ:
الصَّلَاةُ خَلْفَ مَنْ يَقُولُ: الْقُرْآنُ مَخْلُوقٌ؟ فَهَذَا كَافِرٌ بِقَوْلِهِ،
لَا يُصَلَّى خَلْفَهُ، وَذَلِكَ أَنَّ الْقُرْآنَ كَلَامُ اللَّهِ جَلَّ ثَنَاؤُهُ،
وَلَا اخْتِلَافَ فِيهِ بَيْنَ أَهْلِ الْعِلْمِ، وَمَنْ قَالَ: كَلَامُ اللَّهِ مَخْلُوقٌ
فَقَدْ كَفَرَ وَزَعَمَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَدَثَ فِيهِ شَيْءٌ لَمْ يَكُنْ.
“Dan engkau bertanya: ‘Bagaimana
hukum sholat di belakang orang yang mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk?’
Maka orang ini telah
kafir karena ucapannya, tidak boleh sholat di belakangnya. Yang demikian itu
karena Al-Qur’an adalah kalam Alloh Jalla Tsanauhu, dan tidak ada
perselisihan di dalamnya di antara ahli ilmu. Barangsiapa yang mengatakan bahwa
kalam Alloh adalah makhluk, maka dia benar-benar telah kafir dan menganggap
bahwa Alloh ‘Azza wa Jalla mengalami perubahan baru pada diri-Nya berupa
sesuatu yang sebelumnya tidak ada.”
Ketidakkekalan Ahli Tauhid di Neraka
وَسَأَلْتُ:
يُخَلَّدُ فِي النَّارِ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ التَّوْحِيدِ؟ وَالَّذِي عِنْدَنَا أَنْ
نَقُولَ: لَا يُخَلَّدُ مُوَحِّدٌ فِي النَّارِ.
“Kamu bertanya: ‘Apakah
ada salah seorang dari Ahli Tauhid yang dikekalkan di dalam Naar?’
Dan pandangan yang ada
pada kami adalah kami mengatakan: Tidak akan dikekalkan orang yang bertauhid di
dalam Naar.”
[Selesai]
%20-%20Riwayat%20Imam%20Al-Lalikai%20(418%20H).jpg)