[PDF] Tarjamah Surat Yasin - Merujuk Kitab Tafsir Muyassar - Nor Kandir
Muqoddimah
بسم الله الرحمن الرحيم
Surat Yasin merupakan
surat Makkiyyah yang diturunkan di kota Makkah sebelum Nabi ﷺ melakukan Hijroh ke Madinah. Surat ini
mengandung penjelasan yang agung mengenai pokok-pokok agama Islam, seperti
penetapan Tauhid, Risalah, dan Hari Kebangkitan. Para Ulama
menekankan pentingnya mentadaburi kandungan Al-Qur’an.
Buku ini menyajikan
terjemahan yang bersumber dari Tafsir Muyassar yang disusun oleh tim ahli di
bawah pengawasan Syaikh Sholih bin Abdul Aziz Alu Syaikh (lahir 1378 H) lalu
kami tambahkan bab dan untuk mempermudah memahami kerangka tema ayat.
Terjemahan ini berupaya memaparkan makna ayat secara utuh agar dapat dipahami
dengan mudah oleh kaum Muslimin tanpa mengurangi esensi dari wahyu Alloh ﷻ.
Bab 1: Penegasan
Risalah dan Wahyu
1.1 Sumpah Alloh
ﷻ atas
Kebenaran Al-Qur’an dan Kerosulan Muhammad ﷺ (Ayat 1-7)
﴿يٰس وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ عَلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ تَنزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّا أُنذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا
يُؤْمِنُونَ﴾
“Yaa Siin. Penjelasan
mengenai huruf-huruf yang terputus-putus: Al-Qur’an tersusun dari bahasa kalian
dan jika kalian meragukan wahyu ini dari Alloh maka buatlah yang semisalnya
jika kalian mampu. Alloh ﷻ bersumpah dengan Al-Qur’an yang kokoh dengan apa yang ada di
dalamnya berupa hukum-hukum, hikmah-hikmah, dan berita-berita. Sesungguhnya
engkau wahai Muhammad ﷺ
benar-benar termasuk dari para Rosul yang diutus oleh Alloh ﷻ dengan wahyu-Nya kepada manusia. Engkau
berada di atas jalan yang lurus yaitu agama Islam. Al-Qur’an ini adalah
penurunan dari Alloh ﷻ Yang
Maha Perkasa dalam pembalasan-Nya terhadap musuh-musuh-Nya, lagi Maha Penyayang
kepada hamba-hamba-Nya yang bertaubat. Supaya engkau memberi peringatan kepada
suatu kaum yaitu bangsa Arob yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi
peringatan sebelum engkau diutus, sehingga mereka lalai dari keimanan dan
kebenaran. Sungguh telah tetap ketetapan adzab atas mayoritas mereka setelah
ditunjukkan kebenaran kepada mereka namun mereka menolaknya, maka mereka tidak
akan beriman kepada Alloh ﷻ dan tidak membenarkan Rosul-Nya” (QS. Yasin: 1-7).
1.2 Keadaan
Orang-Orang Kafir yang Terbelenggu dari Hidayah (Ayat 8-12)
﴿إِنَّا
جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ
سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ وَسَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ
لَا يُؤْمِنُونَ إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ
بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا
وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ﴾
“Sesungguhnya Kami telah
menjadikan pada leher-leher orang kafir itu belenggu-belenggu yang mengumpulkan
tangan-tangan mereka bersama leher mereka di bawah dagu, sehingga kepala mereka
tertengadah ke atas dan mereka tidak mampu menundukkannya. Dan Kami telah
menjadikan di hadapan mereka penghalang dan di belakang mereka penghalang, lalu
Kami menutup penglihatan mereka sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran.
Sama saja bagi mereka, apakah engkau wahai Muhammad ﷺ memberi peringatan kepada mereka atau engkau
tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman. Sesungguhnya
peringatanmu itu hanyalah bermanfaat bagi orang yang mau mengikuti Al-Qur’an
dan takut kepada Alloh ﷻ Yang
Maha Pengasih padahal dia tidak melihat-Nya, maka berilah kabar gembira
kepadanya dengan ampunan dari Alloh ﷻ atas dosa-dosanya dan pahala yang mulia
yaitu Jannah. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati semuanya
melalui kebangkitan pada hari Qiyamat, dan Kami menulis apa yang telah mereka
kerjakan dari amal kebaikan dan keburukan serta jejak-jejak yang mereka menjadi
sebab atasnya dalam kehidupan mereka dan setelah kematian mereka, dan segala
sesuatu telah Kami catat di dalam kitab yang jelas yaitu Lauhul Mahfuzh” (QS.
Yasin: 8-12).
Bab 2: Kisah
Penduduk Negeri dan Para Utusan
2.1 Dialog
antara Para Utusan dengan Penduduk Negeri yang Mendustakan (Ayat 13-19)
﴿وَاضْرِبْ
لَهُم مَّثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا
فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ قَالُوا مَا أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَا
أَنزَلَ الرَّحْمَنُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا
لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ قَالُوا طَآئِرُكُم مَّعَكُمْ أَئِن ذُكِّرْتُم بَلْ
أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ﴾
“Dan buatlah sebuah
perumpamaan wahai Nabi ﷺ bagi
orang-orang musyrik dari kaummu tentang kisah penduduk suatu negeri tatkala
para utusan datang kepada mereka. Yaitu ketika Kami mengutus kepada mereka 2
orang utusan untuk menyeru kepada Tauhid dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada
Alloh ﷻ, namun
penduduk negeri itu mendustakan keduanya. Lalu Kami memperkuat dakwah keduanya
dengan mengutus utusan ke 3, maka 3 utusan itu berkata kepada penduduk negeri: ‘Sesungguhnya
kami adalah orang-orang yang diutus kepada kalian.’ Penduduk negeri itu
menjawab: ‘Kalian tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kami, dan Alloh ﷻ Yang Maha Pengasih tidak menurunkan
sesuatu pun berupa wahyu, kalian tidak lain hanyalah berdusta.’ Para utusan itu
menjawab: ‘Robb kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami benar-benar diutus
kepada kalian. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan risalah
Alloh ﷻ dengan
jelas.’ Penduduk negeri itu berkata: ‘Sesungguhnya kami merasa bernasib sial
dengan sebab kehadiran kalian, jika kalian tidak berhenti dari dakwah ini,
niscaya kami akan merajam kalian dengan batu dan kalian pasti akan merasakan
adzab yang pedih dari kami.’ Para utusan itu berkata: ‘Kesialan kalian itu
kembali kepada kalian sendiri karena kekafiran kalian. Apakah karena kalian diberi
peringatan kalian mengancam kami? Sebenarnya kalian adalah kaum yang melampaui
batas dalam kemaksiatan dan penentangan’” (QS. Yasin: 13-19).
2.2 Keimanan
Lelaki dari Ujung Kota dan Seruannya kepada Tauhid (Ayat 20-25)
﴿وَجَاءَ
مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ اتَّبِعُوا مَن لَّا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ
تُرْجَعُونَ أَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِ آلِهَةً إِن يُرِدْنِ الرَّحْمٰنُ
بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنقِذُونِ إِنِّي إِذًا لَّفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ إِنِّي آمَنتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ﴾
“Lalu datanglah dari
ujung kota seorang lelaki dengan bersegera karena ingin menolong para utusan
dan menyeru kaumnya. Lelaki itu berkata: ‘Wahai kaumku, ikutilah para utusan
Alloh ﷻ itu.
Ikutilah mereka yang tidak meminta imbalan sedikit pun atas dakwah mereka,
sedangkan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dalam ucapan dan
perbuatan mereka. Dan alasan apa yang menghalangiku untuk tidak beribadah
kepada Robb yang telah menciptakan aku dan hanya kepada-Nyalah kalian semua
akan dikembalikan setelah kematian untuk menjalani perhitungan amal? Mengapa
aku mengambil sembahan-sembahan selain Alloh ﷻ? Jika Alloh ﷻ Yang Maha Pengasih menghendaki mara bahaya
terhadapku, niscaya syafaat (pertolongan) sembahan-sembahan itu tidak sedikit
pun berguna bagi diriku dan mereka tidak dapat menyelamatkanku dari adzab-Nya.
Sesungguhnya jika aku menyembah selain-Nya, niscaya aku benar-benar berada
dalam penyimpangan yang nyata dari kebenaran. Sesungguhnya aku telah beriman
kepada Robb kalian yang telah menciptakan kalian, maka dengarkanlah pengakuanku
ini agar kalian menjadi saksi atas keimananku’” (QS. Yasin: 20-25).
2.3 Balasan
Jannah bagi Mu’min yang Berdakwah dan Kehancuran bagi Kaum yang Melampaui Batas
(Ayat 26-32)
﴿قِيلَ
ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ وَمَا أَنزَلْنَا عَلَى قَوْمِهِ مِن بَعْدِهِ مِن
جُندٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ
خَامِدُونَ يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِم مِّن
رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ الْقُرُونِ
أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ﴾
“Maka kaumnya membunuh
lelaki itu, lalu dikatakan kepadanya: ‘Masuklah ke dalam Jannah sebagai
pemuliaan bagimu.’ Lelaki itu berkata setelah melihat keni’matan yang
diterimanya: ‘Duhai, sekiranya kaumku mengetahui apa yang menyebabkan Robbku
mengampuni dosa-dosaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan
dengan masuk ke dalam Jannah.’ Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya setelah
kematiannya suatu pasukan pun dari Malaikat-Malaikat langit untuk membinasakan
mereka, dan Kami tidak perlu menurunkannya untuk membinasakan umat-umat yang
mendustakan. Pembinasaan mereka itu tidak lain hanyalah dengan satu teriakan
saja dari Malaikat Jibril ‘alaihissalam, maka seketika itu mereka mati
dan padam gerakannya seperti api yang padam. Alangkah besarnya penyesalan bagi
hamba-hamba itu pada hari Qiyamat, tidak datang seorang utusan pun dari Alloh ﷻ kepada mereka melainkan mereka selalu
mengejeknya. Tidakkah orang-orang musyrik itu melihat berapa banyak umat-umat
sebelum mereka yang telah Kami binasakan karena kekafiran mereka, sesungguhnya
mereka yang telah Kami binasakan itu tidak akan kembali lagi ke dunia. Dan setiap
umat dari generasi terdahulu maupun belakangan semuanya tanpa terkecuali pasti
akan dihadirkan di hadapan Kami pada hari Qiyamat untuk menjalani perhitungan
amal dan pembalasan” (QS. Yasin: 26-32).
Bab 3:
Bukti-Bukti Tauhid di Alam Raya
3.1 Keajaiban
pada Bumi yang Mati dan Tumbuhan yang Berpasangan (Ayat 33-36)
﴿وَآيَةٌ
لَّهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ
يَأْكُلُونَ وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا
فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ لِيَأْكُلُوا مِن ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ أَفَلَا يَشْكُرُونَ سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا
تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ﴾
“Dan suatu tanda bagi
mereka orang-orang musyrik atas kekuasaan Alloh ﷻ untuk membangkitkan makhluk setelah
kematian adalah bumi yang mati lagi kering, Kami menghidupkannya dengan
menurunkan air di atasnya, lalu Kami keluarkan darinya berbagai macam biji-bijian
yang darinya mereka makan. Dan Kami jadikan pada bumi itu kebun-kebun kurma dan
anggur, dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air agar mereka dapat
meminumnya. Hal itu Kami lakukan agar mereka dapat makan dari buahnya yang
telah Alloh ﷻ
ciptakan melalui rohmat-Nya, bukan dari hasil usaha tangan mereka semata, maka
mengapakah mereka tidak bersyukur kepada Alloh ﷻ atas ni’mat-ni’mat-Nya? Maha Suci Alloh ﷻ yang telah menciptakan pasangan-pasangan
semuanya, baik dari tumbuh-tumbuhan yang ditumbuhkan oleh bumi, maupun dari
diri manusia itu sendiri dengan adanya laki-laki dan perempuan, serta dari
makhluk-makhluk lain yang tidak mereka ketahui hakikat penciptaannya” (QS.
Yasin: 33-36).
3.2 Peredaran
Matahari, Bulan, dan Pergantian Malam (Ayat 37-40)
﴿وَآيَةٌ
لَّهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذٰلِكَ تَقْدِيرُ
الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ
وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ﴾
“Dan suatu tanda bagi
mereka atas kekuasaan Alloh ﷻ adalah malam, Kami lepaskan cahaya siang darinya, maka seketika
itu mereka berada dalam kegelapan. Dan matahari berjalan di tempat peredarannya
yang telah ditetapkan baginya, ia tidak akan melampauinya. Demikianlah
pengaturan Alloh ﷻ Yang
Maha Perkasa dalam kerajaan-Nya lagi Maha Mengetahui segala sesuatu dari
makhluk-Nya. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan tempat-tempat peredaran pada
setiap malamnya, sehingga setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir,
ia kembali mengecil seperti bentuk tandan kurma yang sudah tua lagi melengkung.
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan lalu menghilangkannya, dan malam
pun tidak dapat mendahului siang dengan masuk kepadanya sebelum berakhir
waktunya. Masing-masing dari matahari, bulan, dan bintang-bintang semuanya
beredar pada garis edarnya di ruang angkasa” (QS. Yasin: 37-40).
3.3 Kekuasaan
Alloh ﷻ pada
Bahtera yang Mengangkut Manusia (Ayat 41-44)
﴿وَآيَةٌ
لَّهُمُ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ وَإِن نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا
هُمْ يُنقَذُونَ إِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ﴾
“Dan suatu tanda bagi
mereka atas kekuasaan Kami adalah bahwa Kami telah mengangkut nenek moyang
mereka di dalam kapal yang penuh muatan yaitu kapal Nabi Nuh ‘alaihissalam.
Dan Kami ciptakan bagi mereka sarana transportasi lainnya yang serupa dengan
kapal tersebut yang mereka kendarai. Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami
akan menenggelamkan mereka, maka tidak ada penolong bagi mereka yang dapat
mendengar teriakan minta tolong mereka dan mereka tidak akan dapat diselamatkan
dari penenggelaman tersebut. Akan tetapi Kami menyelamatkan mereka karena rohmat
dari Kami sebagai bentuk kasih sayang kepada mereka dan agar mereka dapat meni’mati
kehidupan sampai waktu yang telah ditetapkan bagi ajal mereka” (QS. Yasin:
41-44).
3.4 Keengganan
Orang Musyrik dalam Mengambil Pelajaran dan Berinfaq (Ayat 45-47)
﴿وَإِذَا
قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ آيَةٍ مِّنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ
إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ
قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَاءُ اللَّهُ
أَطْعَمَهُ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ﴾
“Dan apabila dikatakan
kepada orang-orang musyrik itu: ‘Takutlah kalian kepada siksa Akhiroh yang ada
di hadapan kalian dan siksa dunia yang ada di belakang kalian agar kalian
mendapat rahmat dari Alloh ﷻ,’ namun mereka justru berpaling. Dan tidaklah datang kepada
mereka suatu tanda pun dari tanda-tanda kekuasaan Robb mereka yang menunjukkan
kebenaran para Rosul dan Tauhid melainkan mereka selalu berpaling darinya. Dan
apabila dikatakan kepada mereka: ‘Infakkanlah sebagian dari rizki yang telah
Alloh ﷻ berikan
kepada kalian,’ orang-orang kafir itu berkata kepada orang-orang Mu’min dengan
nada mengejek: ‘Apakah kami akan memberi makan kepada orang yang jika Alloh ﷻ menghendaki niscaya Dia akan memberinya
makan? Kalian wahai orang-orang Mu’min tidak lain hanyalah berada dalam
penyimpangan yang nyata karena kalian memerintahkan kami untuk melakukan hal
itu’” (QS. Yasin: 45-47).
Bab 4: Huruhara
Hari Qiyamat dan Keadilan Balasan
4.1 Kedatangan
Hari Kebangkitan yang Tiba-Tiba (Ayat 48-54)
﴿وَيَقُولُونَ
مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ
وَهُمْ يَخِصِّمُونَ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَى أَهْلِهِمْ
يَرْجِعُونَ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ
إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ
الْمُرْسَلُونَ إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ
جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ﴾
“Dan orang-orang musyrik
itu berkata karena menganggap mustahil adanya Hari Kebangkitan: Kapan janji
Hari Kebangkitan ini akan terjadi jika kalian adalah orang-orang yang benar
dalam ucapan kalian? Tidaklah mereka itu menunggu di dunia setelah pendustaan
mereka melainkan 1 tiupan saja yang akan menyambar mereka secara tiba-tiba saat
mereka sedang sibuk bertengkar dalam urusan dunia mereka. Maka mereka tidak
mampu memberikan wasiat kepada siapa pun dan tidak pula dapat kembali kepada
keluarga mereka, bahkan mereka mati di tempat-tempat mereka. Dan ditiuplah
sangkakala tiupan yang ke 2, maka seketika itu mereka keluar dari kubur-kubur
mereka menuju Robb mereka dengan bersegera untuk menjalani hisab. Orang-orang
kafir itu berkata dengan penuh penyesalan: ‘Aduh celaka kami! Siapakah yang
membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?’ Maka dikatakan kepada
mereka: ‘Inilah yang telah dijanjikan oleh Alloh ﷻ Yang Maha Pengasih dan benarlah para Rosul
dalam apa yang mereka sampaikan dari Alloh ﷻ.’ Peristiwa kebangkitan itu tidak lain
hanyalah dengan 1 teriakan saja, maka seketika itu mereka semua dikumpulkan dan
dihadirkan di hadapan Kami untuk menjalani perhitungan amal. Maka pada hari itu
tidak ada satu jiwa pun yang dizholimi sedikit pun dengan dikurangi kebaikannya
atau ditambah keburukannya, dan kalian tidak akan diberi balasan melainkan atas
apa yang telah kalian kerjakan di dunia” (QS. Yasin: 48-54).
4.2
Kesejahteraan dan Keni’matan bagi Penghuni Jannah (Ayat 55-58)
﴿إِنَّ
أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَآئِكِ
مُتَّكِئُونَ لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ سَلَامٌ قَوْلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ﴾
“Sesungguhnya penduduk
Jannah pada hari itu berada dalam kesibukan berupa keni’matan yang mereka
rasakan dengan penuh kegembiraan dan kelezatan. Mereka dan pasangan-pasangan
mereka berada di bawah naungan-naungan yang teduh lagi luas, mereka bersandar
di atas dipan-dipan yang dihias dengan indah. Bagi mereka di dalam Jannah itu
tersedia berbagai macam buah-buahan yang banyak dan bagi mereka apa saja yang
mereka minta berupa keni’matan. Bagi mereka keselamatan yang sempurna sebagai
ucapan yang ditujukan kepada mereka dari Robb Yang Maha Penyayang kepada mereka”
(QS. Yasin: 55-58).
4.3 Pengadilan
bagi Pendosa dan Kesaksian Anggota Tubuh (Ayat 59-68)
﴿وَامْتَازُوا
الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ
لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا أَفَلَمْ
تَكُونُوا تَعْقِلُونَ هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ اِصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا
أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا
الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلَا
يَرْجِعُونَ وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلَا
يَعْقِلُونَ﴾
“Dan dikatakan kepada
orang-orang kafir pada hari Qiyamat: ‘Berpisahlah kalian pada hari ini wahai
orang-orang yang berdosa dari orang-orang Mu’min. Bukankah Aku telah
memerintahkan kepada kalian wahai anak cucu Adam melalui lisan para Rosul-Ku
agar kalian tidak menyembah Syaithon dengan mentaatinya? Sesungguhnya Syaithon
itu adalah musuh yang nyata bagi kalian. Dan Aku memerintahkan agar kalian
menyembah-Ku saja dan mentaati-Ku, inilah jalan yang lurus. Dan sungguh Syaithon
itu telah menyesatkan sebagian besar dari makhluk terdahulu sebelum kalian,
maka apakah kalian tidak berakal sehingga kalian mengikuti musuh kalian? Inilah
Neraka Jahannam yang dahulu kalian selalu diancam dengannya di dunia atas
kekafiran kalian. Masuklah kalian ke dalamnya pada hari ini dan rasakanlah
panasnya karena kekafiran yang dahulu kalian lakukan.’ Pada hari ini Kami
menutup mulut-mulut orang-orang musyrik itu sehingga mereka tidak dapat
berbicara, dan tangan-tangan mereka berbicara kepada Kami tentang apa yang
telah mereka lakukan, serta kaki-kaki mereka memberikan kesaksian atas apa yang
telah mereka usahakan di dunia berupa kemaksiatan-kemaksiatan. Dan jika Kami menghendaki,
niscaya Kami hapuskan penglihatan mata mereka sehingga mereka menjadi buta,
lalu mereka berlomba-lomba mencari jalan yang biasa mereka lalui, maka
bagaimana mungkin mereka dapat melihat jalan tersebut? Dan jika Kami
menghendaki, niscaya Kami ubah bentuk mereka menjadi batu atau binatang di
tempat mereka berada, maka mereka tidak sanggup berjalan maju dan tidak pula
sanggup kembali ke belakang. Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya di
dunia, niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadiannya dalam keadaan lemah
setelah sebelumnya kuat, maka apakah mereka tidak berakal bahwa dunia itu akan
sirna?” (QS. Yasin: 59-68).
Bab 5: Hakikat
Wahyu dan Sifat Ketuhanan
5.1 Al-Qur’an
Bukanlah Syair dan Kedudukannya sebagai Peringatan (Ayat 69-70)
﴿وَمَا
عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُّبِينٌ لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى
الْكَافِرِينَ﴾
“Kami tidak mengajarkan
syair kepada Muhammad ﷺ dan
bersyair itu tidaklah pantas baginya sebagai kedudukan dan martabatnya. Apa
yang Kami wahyukan kepadanya itu tidak lain hanyalah peringatan bagi orang yang
mau mengambil pelajaran dan kitab yang jelas hukum-hukumnya serta
bukti-buktinya. Supaya dia memberi peringatan kepada orang yang hatinya hidup
dan bashiroh (pandangan hati) nya bersinar, dan agar tetap ketetapan adzab atas
orang-orang kafir karena telah tegak hujah atas mereka” (QS. Yasin: 69-70).
5.2 Ni’mat Alloh
ﷻ melalui
Binatang Ternak bagi Manusia (Ayat 71-73)
﴿أَوَلَمْ
يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا
مَالِكُونَ وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا
يَأْكُلُونَ وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلَا يَشْكُرُونَ﴾
“Tidakkah mereka
orang-orang musyrik itu melihat bahwa Kami telah menciptakan bagi mereka dengan
kekuasaan Kami binatang-binatang ternak yang mereka kuasai? Dan Kami telah
menundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagian darinya menjadi
kendaraan mereka dalam perjalanan dan sebagian lainnya mereka makan dagingnya.
Dan bagi mereka pada binatang ternak itu terdapat berbagai manfaat lainnya
seperti bulunya sebagai perhiasan dan pakaian, serta mereka dapat meminum susu-susunya,
maka mengapakah mereka tidak bersyukur kepada Alloh ﷻ yang telah memberikan ni’mat-ni’mat ini?” (QS.
Yasin: 71-73).
5.3 Kebatilan
Sembahan Selain Alloh ﷻ (Ayat
74-76)
﴿وَاتَّخَذُوا
مِن دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ
مُّحْضَرُونَ فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ
وَمَا يُعْلِنُونَ﴾
“Dan orang-orang musyrik
itu mengambil sembahan-sembahan selain Alloh ﷻ agar sembahan-sembahan itu dapat menolong
mereka dan menyelamatkan mereka dari adzab Alloh ﷻ. Sembahan-sembahan itu tidak sanggup
memberikan pertolongan kepada mereka, bahkan orang-orang musyrik itu sendiri
yang menjadi pasukan yang dihadirkan untuk menjaga dan melayani
sembahan-sembahan itu di dunia, namun di Akhiroh semuanya akan dihadirkan di
dalam adzab secara bersama-sama. Maka janganlah ucapan mereka yang
mendustakanmu dan mencela agamamu itu membuatmu bersedih wahai Nabi ﷺ. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang
mereka rahasiakan dan apa yang mereka nampakkan, dan Kami akan memberikan
balasan kepada mereka atas hal itu” (QS. Yasin: 74-76).
5.4 Jawaban bagi
Pengingkar Hari Kebangkitan dan Kemuliaan Sang Pencipta (Ayat 77-83)
﴿أَوَلَمْ
يَرَ الْإِنسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَن يُحْيِي
الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ الَّذِي جَعَلَ لَكُم مِّنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا
فَإِذَا أَنتُم مِّنْهُ تُوقِدُونَ أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَى أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم
بَلَى وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ
لَهُ كُن فَيَكُونُ فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ
تُرْجَعُونَ﴾
“Tidakkah manusia yang
mengingkari Hari Kebangkitan itu melihat bahwa Kami telah menciptakannya dari nuthfah
(setetes air mani), namun tiba-tiba dia menjadi penentang yang nyata dengan
memberikan perdebatan yang batil? Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dengan
menganggap mustahil kekuasaan Kami untuk menghidupkan tulang belulang yang
telah hancur, sementara dia lupa akan kejadian dirinya sendiri dari ketiadaan.
Katakanlah wahai Nabi ﷺ: ‘Tulang
belulang itu akan dihidupkan kembali oleh Robb yang telah menciptakannya
pertama kali, dan Dia Maha Mengetahui setiap makhluk-Nya secara mendalam. Yaitu
Robb yang menjadikan untuk kalian api dari kayu yang hijau, maka seketika itu
kalian menyalakan api darinya. Bukankah Robb yang telah menciptakan langit dan
bumi yang sangat besar itu berkuasa untuk menciptakan kembali manusia yang
kecil seperti mereka? Tentu saja Dia berkuasa, dan Dia Maha Pencipta yang terus
menerus mencipta lagi Maha Mengetahui segalanya. Sesungguhnya perintah-Nya
apabila Dia menghendaki adanya sesuatu hanyalah dengan berfirman kepadanya: ‘Jadilah!’
Maka seketika itu jadilah ia. Maka Maha Suci Alloh ﷻ yang di tangan-Nyalah kekuasaan mutlak
atas segala sesuatu, dan hanya kepada-Nyalah kalian semua akan dikembalikan
untuk mendapatkan balasan” (QS. Yasin: 77-83).
Penutup
Demikianlah rangkaian
ayat-ayat dalam Surat Yasin yang telah diterjemahkan dengan merujuk pada Tafsir
Muyassar. Surat ini memberikan gambaran yang sangat jelas bagi setiap
Muslim mengenai agungnya kekuasaan Alloh ﷻ dalam penciptaan alam raya, bukti-bukti
kebenaran Risalah Nabi ﷺ, serta
kepastian adanya Hari Kebangkitan.
Semoga buku ini menjadi
wasilah bagi pembaca untuk semakin meningkatkan ketakwaan dan memperkuat
keimanan kepada Alloh ﷻ, Robb
semesta alam.
Segala puji hanya milik
Alloh ﷻ yang
dengan ni’mat-Nya sempurnalah segala amal sholih.
