Cari Ebook

Mempersiapkan...

Materi Kajian

 

Bab 26: Umat Pertama yang Masuk Jannah OK

Setelah kita mengetahui kemuliaan Nabi kita Muhammad sebagai manusia pertama yang mengetuk pintu Jannah, maka secara otomatis pengikut beliau pun mendapatkan kemuliaan yang serupa. Umat Islam adalah umat yang terakhir muncul di dunia, namun merupakan umat yang pertama kali akan menginjakkan kaki di tanah Jannah yang harum. Ini adalah bentuk pengutamaan yang Alloh berikan kepada umat ini di atas seluruh umat-umat terdahulu.

Subbab 1: Umat Terakhir di Dunia Namun yang Pertama di Akhiroh

Sungguh Alloh Ta’ala telah menetapkan bahwa umat Muhammad memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Meskipun kita hidup di akhir zaman, namun dalam urusan hisab dan masuk Jannah, kita berada di barisan paling depan.

Dari Abu Huroiroh (58 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«نَحْنُ الْآخِرُونَ الْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ، بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا، وَأُوتِينَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ»

“Kita adalah umat yang terakhir namun yang pertama pada hari Qiyamat, dan kita adalah orang-orang yang pertama kali masuk Jannah. Hanya saja mereka (umat terdahulu) diberikan Al-Kitab sebelum kita, dan kita diberikan Al-Kitab setelah mereka.” (HR. Muslim no. 855)

Dalam riwayat lain dari Hudzaifah bin Al-Yaman (36 H) rodhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda:

«نَحْنُ الْآخِرُونَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا، وَالْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الْمَقْضِيُّ لَهُمْ قَبْلَ الْخَلَائِقِ»

“Kita adalah umat yang terakhir dari penduduk dunia, namun yang pertama pada hari Qiyamat, yang diputuskan urusannya sebelum seluruh makhluk (lainnya).” (HR. Muslim no. 856)

Subbab 2: Pengharoman Jannah bagi Umat Lain Sebelum Umat Muhammad

Alloh Ta’ala telah mengikat janji bahwa Jannah tidak akan terbuka bagi umat mana pun sebelum umat Nabi Muhammad memasukinya. Ini adalah piagam kehormatan bagi setiap Muslim yang jujur imannya.

Dari Abu Huroiroh (58 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«الْجَنَّةُ حُرِّمَتْ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ حَتَّى أَدْخُلَهَا، وَحُرِّمَتْ عَلَى الْأُمَمِ حَتَّى تَدْخُلَهَا أُمَّتِي»

“Sungguh Alloh telah mengharomkan Jannah bagi para Nabi sampai aku memasukinya, dan Dia mengharomkan Jannah bagi umat-umat lain sampai umatku memasukinya.” (HR. Ath-Thobroni dalam Al-Ausath no. 942, dihasankan Ibnu Hajar dan Al-Haitsami)

Alloh Ta’ala berfirman mengenai keutamaan umat ini:

﴿كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ﴾

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kalian menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan kalian beriman kepada Alloh.” (QS. Ali ‘Imron: 110)

Predikat “umat terbaik” ini mencakup keutamaan mereka dalam mendapatkan rizqi Jannah sebelum umat-umat lainnya.

Subbab 3: Barisan Depan Umat Islam Saat Memasuki Jannah

Umat Islam tidak hanya masuk lebih dulu, tetapi mereka datang dengan tanda-tanda kemuliaan yang membedakan mereka dari seluruh umat manusia di padang mahsyar.

Dari Abu Huroiroh (58 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الوُضُوءِ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ»

“Sungguh umatku akan dipanggil pada hari Qiyamat dalam keadaan dahi, tangan, dan kaki mereka bercahaya karena bekas wudhu. Maka siapa di antara kalian yang mampu untuk memanjangkan cahayanya, hendaklah ia melakukannya.” (HR. Al-Bukhori no. 136 dan Muslim no. 246)

Beliau juga bersabda tentang pengenalan beliau terhadap umatnya di depan pintu Jannah:

«وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا» قَالُوا: أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: «أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ» فَقَالُوا: كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللهِ فَقَالَ: «أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ؟» قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الْوُضُوءِ»

“Sungguh aku ingin melihat saudara-sadaraku (umatku). Para Shohabat bertanya: “Bukankah kami saudara-saudaramu wahai Rosululloh?” Jawab beliau: “Kalian Sohabat-Sohabatku. Adapun saudara-saudaraku adalah orang-orang yang akan datang nanti.” Mereka bertanya: “Bagaimana engkau mengenali umatmu yang belum muncul wahai Rosululloh?” Beliau menjawab: “Bagaimana pendapat kalian jika seseorang memiliki kuda yang dahinya putih dan kakinya putih di antara sekumpulan kuda yang hitam legam, bukankah ia akan mengenali kudanya?” Mereka menjawab: “Tentu.” Beliau bersabda: “Sungguh dahi dan kaki mereka bercahaya karena bekas wudhu.’” (HR. Muslim no. 249)

Subbab 4: Umat Muhammad Memenuhi Sepertiga Hingga Setengah Penduduk Jannah

Dominasi umat Islam di Jannah sangatlah besar. Mereka bukan hanya yang pertama masuk, tetapi juga yang paling banyak jumlahnya dibandingkan umat Nabi-Nabi yang lain.

Dari Abdullah bin Mas’ud (32 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda kepada para Shohabat:

«أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا رُبُعَ أَهْلِ الجَنَّةِ» قُلْنَا: نَعَمْ، قَالَ: «أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا ثُلُثَ أَهْلِ الجَنَّةِ» قُلْنَا: نَعَمْ، قَالَ: «أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا شَطْرَ أَهْلِ الجَنَّةِ» قُلْنَا: نَعَمْ، قَالَ: «وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ تَكُونُوا نِصْفَ أَهْلِ الجَنَّةِ»

“Apakah kalian tidak ridho untuk menjadi seperempat penduduk Jannah? Kami menjawab: Tentu. Beliau bersabda: Apakah kalian tidak ridho untuk menjadi sepertiga penduduk Jannah? Kami menjawab: “Tentu.” Beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, sungguh aku berharap kalian menjadi setengah penduduk Jannah.’” (HR. Al-Bukhori no. 6528 dan Muslim no. 221)

Subbab 5: Kecepatan Umat Ini Melewati Shiroth Menuju Jannah

Proses masuknya umat Muhammad ke Jannah sangatlah cepat bagi mereka yang istiqomah. Cahaya mereka akan menuntun mereka melewati Shiroth dengan kilat.

Alloh Ta’ala berfirman:

﴿يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ﴾

“Pada hari ketika Alloh tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. At-Tahrim: 8)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda tentang orang Mu’min yang melewati Shiroth:

«فَيَمُرُّ الْمُؤْمِنُونَ كَطَرْفِ الْعَيْنِ، وَكَالْبَرْقِ، وَكَالرِّيحِ، وَكَالطَّيْرِ، وَكَأَجَاوِيدِ الْخَيْلِ وَالرِّكَابِ»

“Maka orang-orang Mu’min akan lewat (di atas Shiroth) ada yang sekejap mata, ada yang kilat, ada yang seperti angin, ada yang seperti burung, dan ada yang seperti kuda yang kencang lari serta unta tunggangan.” (HR. Muslim no. 183 dan Al-Bukhori no. 7439)

Subbab 6: Pintu Jannah Dibuka Luas Hanya untuk Umat Ini di Awal Waktu

Ketika pintu Jannah dibuka setelah ketukan Nabi , maka rombongan yang berdesakan masuk adalah umat Muhammad .

Dari Abu Huroiroh (58 H) rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda dalam Hadits syafaat yang panjang:

«فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ، أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لَا حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنَ الْبَابِ الْأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ»

“Maka difirmankan: ‘Wahai Muhammad, masukkanlah dari umatmu orang-orang yang tidak ada hisab atas mereka melalui pintu Al-Ayman (pintu sebelah kanan) dari pintu-pintu Jannah.’” (HR. Al-Bukhori no. 4712)

Subbab 7: Kemuliaan Umat Islam Dibandingkan Umat Terdahulu

Meskipun umat Yahudi dan Nasroni (yang beriman kepada Nabi mereka) lebih dahulu mendapatkan kitab, namun umat Islam mendapatkan rohmat yang lebih besar dengan amal yang lebih ringan namun pahala yang lebih banyak.

Dari Ibnu Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Rosululloh memberikan perumpamaan:

«مَثَلُكُمْ وَمَثَلُ أَهْلِ الكِتَابَيْنِ، كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَأْجَرَ أُجَرَاءَ، فَقَالَ: مَنْ يَعْمَلُ لِي مِنْ غُدْوَةَ إِلَى نِصْفِ النَّهَارِ عَلَى قِيرَاطٍ؟ فَعَمِلَتِ اليَهُودُ، ثُمَّ قَالَ: مَنْ يَعْمَلُ لِي مِنْ نِصْفِ النَّهَارِ إِلَى صَلاَةِ العَصْرِ عَلَى قِيرَاطٍ؟ فَعَمِلَتِ النَّصَارَى، ثُمَّ قَالَ: مَنْ يَعْمَلُ لِي مِنَ العَصْرِ إِلَى أَنْ تَغِيبَ الشَّمْسُ عَلَى قِيرَاطَيْنِ؟ فَأَنْتُمْ هُمْ»

“Sungguh perumpamaan kalian dan perumpamaan ahli kitab (Yahudi dan Nasroni) adalah seperti seseorang yang menyewa para pekerja. Ia berkata: ‘Siapa yang mau bekerja untukku dari pagi hingga tengah hari dengan upah satu qiroth?’ Maka orang Yahudi pun bekerja. Kemudian ia berkata: ‘Siapa yang mau bekerja untukku dari tengah hari hingga Sholat Ashar dengan upah satu qiroth?’ Maka orang Nasroni pun bekerja. Kemudian ia berkata: ‘Siapa yang mau bekerja untukku dari Ashar hingga matahari terbenam dengan upah dua qiroth?’ Maka kalianlah orangnya (umat Islam).” (HR. Al-Bukhori no. 2268)

Subbab 8: Kesaksian Nabi ‘Isa dan Nabi Lainnya Tentang Umat Ini

Bahkan para Nabi terdahulu mengetahui kemuliaan umat Muhammad dan berharap menjadi bagian dari mereka.

Alloh Ta’ala berfirman tentang sifat umat Muhammad dalam kitab-kitab terdahulu:

﴿ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ﴾

“Demikianlah sifat-sifat mereka (Shohabat Muhammad) dalam Taurot dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah ia dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Alloh hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang Mu’min).” (QS. Al-Fath: 29)

Subbab 9: Kelompok Pertama yang Masuk Jannah dari Umat Ini

Di antara umat Islam sendiri, terdapat kelompok-kelompok yang mendapatkan prioritas untuk masuk lebih awal.

Rosululloh bersabda tentang kelompok pertama tersebut:

«أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ»

“Rombongan pertama yang masuk Jannah dari umatku rupa mereka seperti bulan di malam purnama.” (HR. Al-Bukhori no. 3245)

Beliau juga bersabda tentang jumlah mereka:

«لَيَدْخُلَنَّ الجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا، وُجُوهُهُمْ عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ»

“Akan masuk Jannah dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa hisab, rupa mereka seperti rupa bulan di malam purnama.” (HR. Al-Bukhori no. 6554)

Subbab 10: Umat Muhammad Sebagai Saksi bagi Umat Lain

Sebelum masuk Jannah, umat Islam akan memberikan kesaksian bagi para Nabi terdahulu bahwa mereka telah menyampaikan risalah kepada umatnya.

Alloh Ta’ala berfirman:

﴿وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا﴾

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kalian (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rosul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian.” (QS. Al-Baqoroh: 143)

Subbab 11: Pentingnya Menjaga Identitas sebagai Umat Muhammad

Menjadi umat pertama yang masuk Jannah bukanlah jaminan otomatis tanpa usaha. Ia menuntut keimanan dan ketaatan.

Rosululloh bersabda:

«تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ»

“Aku telah tinggalkan bagi kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya: Kitab Alloh dan Sunnah Nabi-Nya.” (HSR. Malik dalam Al-Muwaththo’ no. 3338)

Subbab 12: Kesimpulan Keutamaan Umat Muhammad

Umat Islam adalah umat yang paling dicintai oleh Alloh. Meskipun kita datang paling akhir dalam sejarah dunia, namun kita adalah pembuka pintu Jannah di hari Qiyamat. Dengan dipimpin oleh Nabi Muhammad , umat ini akan melangkah masuk ke negeri kebahagiaan mendahului umat Nabi Nuh, Nabi Ibrohim, Nabi Musa, dan Nabi ‘Isa ‘alaihimus salam.

Alloh Ta’ala menutup sifat kemuliaan ini dengan firman-Nya:

﴿أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ . الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ﴾

“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) yang akan mewarisi (Jannah) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Mu’minun: 10-11)

Sungguh luar biasa kemuliaan yang kita miliki sebagai umat Islam. Kita adalah tamu pertama di perjamuan Robb semesta alam. Namun, dalam rombongan besar umat Muhammad ini, siapakah individu-individu yang akan melangkah paling depan? Siapakah para pendahulu (As-Sabiqun) yang memiliki sifat-sifat istimewa tersebut?

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url