Cari Ebook

Mempersiapkan...

[PDF] Tarjamah Qoshiidah Laamiyyah - Syaikhu Islam Ibnu Taimiyyah (728 H)

 


بِسْمِ ٱللهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيْمِ

Berikut tarjamah bait-bait Qosidah Laamiyah karya Ibnu Taimiyyah (728 H). Terjemahan ini disusun secara tafsiriyyah (penjelasan makna) dari selebaran di situs ini.

Judul dan penomoran berasal dari pentarjamah.

Kitab ini akan kami dengarkan syarahnya sehari bersama Syaikh Dr. Muhammad Hisyam Thohiri, in syaa Alloh. Untuk itulah saya mentarjamahnya lebih awal.

Termasuk syarah terbaiknya adalah ini.

 


Pentingnya Bertanya tentang Aqidah

1- يَا سَائِلِي عَن مَذْهَبِي وعَقِيدَتِي * رُزِقَ الهُدَى مَن لِلْهِدَايَةِ يَسْأَلُ

Wahai orang yang bertanya kepadaku mengenai Madzhab (jalan pemikiran) dan Aqidahku, sungguh akan diberikan petunjuk bagi siapa saja yang bertanya dengan tujuan untuk mencari kebenaran.

2- اسْمَعْ كَلامَ مُحَقِّقٍ فِي قَوْلِهِ * لا يَنْثَنِي عَنْهُ وَلا يَتَبَدَّلُ

Maka simaklah perkataan dari seseorang yang telah meneliti dengan saksama dan teguh dalam pendapatnya, yang ia tidak akan berpaling darinya dan tidak pula mengubahnya.

Kecintaan kepada Shohabat RodhiyAllohu ‘Anhum

3- حُبُّ الصَّحَابَةِ كُلِّهِم لِي مَذْهَبٌ * وَمَوَدَّةُ القُرْبَى بِهَا أَتَوَسَّلُ

Mencintai seluruh Shohabat adalah Madzhab (keyakinan) bagiku, dan rasa cinta kepada kerabat dekat Nabi (Ahlul Bait) adalah wasilah (sarana mendekatkan diri kepada Alloh) yang aku gunakan.

4- وَلِكُلِّهِم قَدْرٌ وَفَضْلٌ سَاطِعٌ * لَكِنَّمَا الصِّدِّيقُ مِنْهُمْ أَفْضَلُ

Dan bagi setiap mereka memiliki kedudukan serta keutamaan yang sangat terang, akan tetapi Ash-Shiddiq (Abu Bakr) adalah yang paling utama di antara mereka semua.

Kedudukan Al-Qur’an dan Sifat Alloh

5- وَأَقُولُ فِي القُرْآنِ مَا جَاءَتْ بِهِ * آيَاتُهُ فَهْوَ القَدِيمُ المُنْزَلُ

Dan aku berkeyakinan tentang Al-Qur’an sesuai dengan apa yang dibawa oleh ayat-ayatnya, bahwa ia adalah kalam Alloh yang Qodim (terdahulu sebelum makhluk ada dan bukan makhluk) serta diturunkan dari sisi-Nya.

6- وَأَقُولُ: قَالَ اللهُ جَلَّ جَلالُهُ * وَالمُصْطَفَى الهَادِي وَلا أَتَأَوَّلُ

Dan aku hanya mengatakan: “Alloh Jalla Jalaluhu telah berfirman” dan “Nabi Al-Mushthofa sang pemberi petunjuk telah bersabda”, tanpa aku melakukan Ta’wil (menyimpangkan makna lahiriah dari maksud aslinya).

7- وَجَمِيعُ آيَاتِ الصِّفَاتِ أُمِرُّهَا * حَقًّا كَمَا نَقَلَ الطِّرَازُ الأَوَّلُ

Dan seluruh ayat tentang sifat-sifat Alloh aku biarkan sebagaimana adanya sesuai dengan kebenaran, sebagaimana yang dinukilkan oleh Ath-Thiroz Al-Awwal (Shohabat dan generasi awal umat ini).

8- وَأَرُدُّ عُهْدَتَهَا إِلَى نُقَّالِهَا * وَأَصُونُهَا عَن كُلِّ مَا يُتَخَيَّلُ

Dan aku serahkan urusan hakikat maknanya kepada para pembawa riwayatnya, serta aku jaga sifat-sifat tersebut dari segala bentuk khayalan (menyerupakannya dengan makhluk).

9- قُبْحًا لِمَنْ نَبَذَ القُرْآنَ وَرَاءَهُ * وَإِذَا اسْتَدَلَّ يَقُولُ قَالَ الأَخْطَلُ

Sungguh sangat buruk bagi orang yang mencampakkan Al-Qur’an ke belakang punggungnya, namun ketika ia berdalil, ia justru mengatakan: “Telah berkata Al-Akhtol” (seorang penyair Nasroni yang dijadikan rujukan ahli kalam).

Ru’yatullah dan Sifat Nuzul

10- وَالمُؤْمِنُونَ يَرَوْنَ حَقًّا رَبَّهُمْ * وَإِلَى السَّمَاءِ بِغَيْرِ كَيْفٍ يَنْزِلُ

Dan kaum Muminin kelak akan melihat Robb mereka dengan nyata di Akhirat, dan Dia Robb turun ke langit dunia tanpa menanyakan bagaimana caranya (kaifiyah-nya).

Hari Kebangkitan dan Pembalasan

11- وَأُقِرُّ بِالمِيزَانِ وَالحَوْضِ الَّذِي * أَرْجُوا بِأَنِّي مِنْهُ رَيًّا أَنْهَلُ

Dan aku mengimani adanya Mizan (timbangan amal) dan Al-Haudh (telaga) yang aku sangat berharap bisa meminum air darinya hingga hilang rasa hausku.

12- وَكَذَا الصِّرَاطُ يُمَدُّ فَوْقَ جَهَنَّمٍ * فَمُوَحِّدٌ نَاجٍ وَآخَرُ مُهْمَلُ

Begitu pula dengan Shiroth (titian) yang dibentangkan di atas Naar, maka orang yang bertauhid akan selamat, sedangkan yang lain akan dicampakkan (karena kemaksiatan atau kekafirannya).

13- وَالنَّارُ يَصْلَاهَا الشَّقِيُّ بِحِكْمَةٍ * وَكَذَا التَّقِيُّ إِلَى الجِنَانِ سَيَدْخُلُ

Dan Naar akan dimasuki oleh orang-orang yang celaka berdasarkan hikmah (keadilan Alloh), dan sebaliknya orang yang bertaqwa akan masuk ke dalam Jannah.

Fitnah Kubur

14- وَلِكُلِّ حَيٍّ عَاقِلٍ فِي قَبْرِهِ * عَمَلٌ يُقَارِنُهُ هُنَاكَ وَيُسْأَلُ

Dan bagi setiap makhluk bernyawa yang berakal, di dalam kuburnya kelak akan ditemani oleh amalnya dan ia akan ditanya (oleh Malaikat).

Inilah Aqidah Para Imam

15- هَذَا اعْتِقَادُ الشَّافِعِيِّ وَمَالِكٍ * وَأَبِي حَنِيفَةَ ثُمَّ أَحْمَدَ يُنْقَلُ

Inilah Aqidah Asy-Syafi’i (204 H), Malik bin Anas (179 H), Abu Hanifah (150 H), dan kemudian Ahmad bin Hanbal (241 H) sebagaimana yang dinukilkan dari mereka.

16- فَإِنِ اتَّبَعْتَ سَبِيلَهُمْ فَمُوَفَّقٌ * وَإِنِ ابْتَدَعْتَ فَمَا عَلَيْكَ مُعَوَّلُ

Maka jika engkau mengikuti jalan mereka, engkau adalah orang yang mendapatkan taufik, namun jika engkau berbuat bid’ah, maka tidak ada sandaran (kebenaran) padamu.[NK]

Download PDF

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url