[PDF] Step-by-Step Ibadah Umroh - Persiapan, Tata Cara, Doa, dan Ziarah dari Berangkat Sampai Pulang ke Indonesia | Nor Kandir

Unduh PDF


 

Muqoddimah

Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh , Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad , keluarga, dan para Shohabatnya.

Melaksanakan ibadah Umroh adalah impian setiap Mu’min. Ini adalah kesempatan emas untuk berkunjung ke Baitullah (rumah Alloh) di Makkah dan berziarah ke Masjid Rosul di Madinah. Namun, seringkali Jamaah merasa bingung atau khawatir saat akan berangkat. Banyak pertanyaan muncul, mulai dari persiapan apa yang harus dibawa, bagaimana Sholat di pesawat, apa saja rukun dan wajib Umroh, hingga tempat-tempat bersejarah yang bisa dikunjungi.

Buku ini disusun untuk menjawab semua kebingungan tersebut. Buku ini adalah panduan lengkap yang akan menemani Anda sejak dari rumah hingga kembali lagi ke tanah air. Setiap babnya dirancang secara runut dan sederhana, dengan menggabungkan dalil syar’i, panduan praktis, dan tips-tips di lapangan. Harapannya, buku ini bisa menjadi bekal berharga yang membantu Anda melaksanakan ibadah Umroh dengan lancar, khusyuk, dan sesuai dengan tuntunan Syariat. Semoga Alloh menerima amal ibadah kita semua.

 

Bab 1: Persiapan Sebelum Keberangkatan

Persiapan yang matang adalah kunci utama untuk kelancaran ibadah Umroh. Persiapan ini bukan hanya tentang fisik dan barang bawaan, tetapi juga tentang mental dan spiritual. Mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari akan membuat ibadah Anda lebih tenang dan berkesan.

1.1. Niatkan Umroh karena Alloh

Hal pertama dan yang paling utama adalah niat. Ibadah Umroh adalah ibadah yang agung. Oleh karena itu, niatkanlah Umroh semata-mata karena Alloh , untuk mengharap ridho-Nya, bukan untuk tujuan duniawi seperti ingin dipuji, dianggap sholih, atau sekadar jalan-jalan. Keikhlasan niat ini menjadi pondasi bagi seluruh amal yang akan Anda lakukan.

Alloh berfirman:

﴿وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan Sholat dan menunaikan Zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al-Bayyinah: 5)

Nabi bersabda:

«إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا، أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ»

Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrohnya karena Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrohnya itu (dinilai) karena Alloh dan Rosul-Nya. Siapa yang hijrohnya itu karena (tujuan) dunia yang akan didapatkannya atau karena wanita yang akan dinikahinya, maka hijrohnya itu (dinilai) sesuai dengan apa yang dia hijroh kepadanya. (HR. Al-Bukhori no. 1 dan Muslim no. 1907)

Rosul pernah ditanya tentang seorang yang pergi berperang dengan tujuan mendapatkan harta rampasan, bagaimana amalannya? Rosul bersabda:

«لَا أَجْرَ لَهُ»

Tidak mendapatkan pahala apa-apa. (HR. Abu Dawud no. 2516)

Maka, perbaharui terus niat Anda. Bersihkan hati dari tujuan-tujuan yang tidak baik. Niatkan Umroh untuk meminta ampunan dosa, memohon petunjuk, dan mendekatkan diri kepada Alloh .

1.2. Kesehatan Fisik dan Mental

Ibadah Umroh memerlukan kekuatan fisik yang prima. Ada banyak berjalan kaki, berdesakan, dan menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem. Persiapan fisik bisa dimulai dari beberapa bulan sebelum keberangkatan, misalnya dengan rutin berjalan kaki atau berolahraga ringan.

Kesehatan Fisik: Latihlah fisik Anda, karena di sana Anda akan berjalan kaki untuk Thowaf dan Sa’i, serta berjalan kaki dari hotel ke Masjid. Jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, konsultasikan dengan dokter dan pastikan Anda membawa obat-obatan yang cukup.

Kesehatan Mental: Ibadah di tanah suci juga menguji kesabaran. Anda akan berhadapan dengan keramaian, antrean panjang, dan situasi yang mungkin tidak nyaman. Persiapan mental yang matang akan membantu Anda tetap tenang dan fokus dalam beribadah. Hindari berdebat, marah, atau mengeluh.

1.3. Perlengkapan dan Koper

Membawa perlengkapan yang tepat akan sangat membantu Anda selama di sana. Jangan bawa terlalu banyak barang yang tidak perlu agar koper tidak terlalu berat, tetapi pastikan barang esensial tidak tertinggal.

1.3.1. Pakaian Ihrom Pria dan Wanita

Pakaian ihrom adalah pakaian khusus yang wajib dikenakan saat Jamaah memulai ibadah Umroh.

Pria: Pakaian ihrom pria terdiri dari 2 lembar kain putih tanpa jahitan. Satu lembar untuk menutup bagian bawah (seperti sarung) dan satu lembar lagi untuk menutup bagian atas. Jangan lupa untuk membawa sabuk atau ikat pinggang untuk mengikat kain sarung agar tidak melorot.

Wanita: Pakaian ihrom wanita adalah pakaian yang menutup seluruh tubuh, tidak membentuk lekuk tubuh, dan tidak transparan. Disyaratkan wanita tidak mengenakan cadar dan sarung tangan saat berihrom.

Ibnu Umar Rodhiyallahu ‘Anhuma meriwayatkan, Rosul bersabda:

«لَا تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ، وَلَا تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ»

Seorang wanita yang sedang ihrom tidak boleh mengenakan niqob (cadar) dan tidak boleh mengenakan sarung tangan. (HR. Al-Bukhori no. 1838)

1.3.2. Pakaian dan Perlengkapan Lainnya

ü Pakaian sehari-hari yang nyaman, tidak terlalu tebal atau tipis, sesuai dengan cuaca.

ü Pakaian untuk Sholat, seperti mukena bagi wanita.

ü Alas kaki yang nyaman untuk berjalan jauh. Sandal atau sepatu sandal adalah pilihan terbaik.

ü Peralatan mandi dan kebersihan diri.

ü Tas kecil atau kantung untuk menyimpan sandal di dalam Masjid.

1.3.3. Obat-obatan dan Kebutuhan Pribadi

ü Obat-obatan pribadi, seperti obat pusing, flu, demam, maag, atau obat-obatan rutin.

ü Masker, terutama saat di keramaian atau musim berdebu.

ü Hand sanitizer dan tisu basah.

ü Vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

1.4. Dokumen Perjalanan

Pastikan semua dokumen Anda lengkap dan tidak ada yang kadaluwarsa.

ü Paspor

ü Visa Umroh

ü Tiket pesawat dan bukti pemesanan hotel

ü Kartu identitas

ü Fotokopi semua dokumen penting

Simpan dokumen-dokumen ini di tempat yang aman dan mudah dijangkau.

1.5. Manasik Umroh

Manasik adalah peragaan atau bimbingan tata cara Umroh. Sebelum berangkat, biasanya biro perjalanan akan mengadakan manasik. Ikuti manasik ini dengan sungguh-sungguh, karena di sinilah Anda akan mendapatkan bekal ilmu tentang bagaimana melaksanakan Umroh yang shohih. Jika ada hal-hal yang tidak Anda pahami, jangan ragu untuk bertanya.

Rosul bersabda:

«خُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ»

Ambillah dariku tata cara manasik kalian. (HR. An-Nasa’i no. 3062)

Pahamilah rukun dan wajib Umroh, serta hal-hal yang diharomkan saat berihrom. Misalnya, bagi laki-laki diharomkan memakai pakaian berjahit, dan bagi laki-laki dan wanita diharomkan mencukur rambut atau bulu, memakai wewangian, dan berhubungan suami-istri.

1.6. Pemahaman tentang Cuaca dan Kondisi di Tanah Suci

Cuaca di Makkah dan Madinah sangat bervariasi tergantung musim.

Musim dingin (sekitar November – Februari): Suhu bisa mencapai 15-20 derajat Celsius. Udara dingin dan kadang disertai angin. Siapkan jaket atau pakaian yang cukup hangat.

Musim panas (sekitar Juni – Agustus): Suhu bisa mencapai lebih dari 45 derajat Celsius. Udara sangat kering dan panas. Sangat penting untuk menjaga hidrasi (minum yang cukup) dan memakai pakaian yang menyerap keringat.

Kondisi di sana juga sangat ramai, terutama saat musim Umroh atau Haji. Jutaan Jamaah datang dari seluruh dunia. Situasi ini menuntut kesabaran dan kehati-hatian, terutama saat berdesakan di sekitar Ka’bah.

 

Bab 2: Perjalanan dan Kedatangan di Tanah Suci

Setelah semua persiapan selesai, kini tiba waktunya memulai perjalanan suci. Perjalanan menuju Baitullah dan Madinah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi merupakan bagian dari ibadah. Setiap detik yang dilalui memiliki nilai pahala, asalkan kita senantiasa menjaga niat dan adab-adab yang telah diajarkan.

2.1. Ketentuan Sholat Jamak Qoshor

Saat berangkat safar, status Anda adalah Musafir (orang yang dalam perjalanan). Bagi Musafir, ada keringanan dalam Sholat fardhu.

Rosul bersabda:

«فَعَلَيْكُمْ بِرُخْصَةِ اللَّهِ الَّتِي رَخَّصَ لَكُمْ فَاقْبَلُوهَا»

“Ambillah keringanan dari Allah yang diberikan kepada kalian. Terimalah ia.” (HSR. Ibnu Hibban no. 355)

Qoshor: Memendekkan Sholat 4 rokaat menjadi 2 rokaat. Sholat yang bisa diqoshor adalah Zhuhur, Ashar, dan Isya. Adapun Sholat Shubuh dan Maghrib tetap dikerjakan secara utuh.

Jamak: Menggabungkan 2 Sholat fardhu dalam satu waktu. Ada 2 macam jamak:

Jamak Taqdim: Menggabungkan Sholat Zhuhur dengan Ashar pada waktu Zhuhur, dan Sholat Maghrib dengan Isya pada waktu Maghrib.

Jamak Ta’khir: Menggabungkan Sholat Zhuhur dengan Ashar pada waktu Ashar, dan Sholat Maghrib dengan Isya pada waktu Isya.

Hadits Anas Rodhiyallahu ‘Anhu:

«صَلَّيْتُ الظُّهْرَ مَعَ النَّبِيِّ بِالْمَدِينَةِ أَرْبَعًا، وَبِذِي الحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ»

Aku Sholat Maghrib bersama Nabi di Madinah 4 roka’at dan di Dzul Hulaifah (mulai ihrom) dua roka’at. (HR. Bukhori no. 1089)

Jika Anda Sholat berjamaah mengikuti imam yang Muqim (penduduk setempat), maka Anda wajib mengikuti Sholatnya secara sempurna (tidak boleh diqoshor). Sholat di belakang imam tersebut diutamakan karena pahalanya besar.

Jamak boleh dikerjakan meskipun belum berangkat, jika dibutuhkan. Misalnya jadwal berangkat pesawat jam 13.00, maka saat masuk Zhuhur bisa dijamak dengan Ashar.

2.2. Adab Safar dan Doa

Perjalanan (safar) adalah salah satu jenis ibadah. Nabi pernah menyebutkan bahwa safar adalah bagian dari siksaan, karena di dalamnya Jamaah akan merasakan letih, sulit tidur, dan jauh dari keluarga. Oleh karena itu, pahala besar dijanjikan bagi orang yang bersabar dalam perjalanannya.

Sebelum berangkat dari rumah, dianjurkan untuk Sholat 2 rokaat, yaitu Sholat safar, yang dikenal juga sebagai Sholat sunnah sebelum melakukan perjalanan. Setelah itu, ucapkanlah doa keluar rumah.

«بِسْمِ اللّٰهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ»

Dengan nama Alloh, aku bertawakal kepada Alloh. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Alloh. (HSR. Abu Dawud no. 5095)

Saat berada di kendaraan, ucapkan doa perjalanan (doa safar).

«سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ»

Maha Suci (Alloh) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Robb kami. (QS. Az-Zukhruf: 13-14)

Lanjutkan dengan mengucapkan dzikir berikut:

«اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ»

Ya Alloh, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan dan ketaqwaan, dan amal perbuatan yang Engkau ridhoi. Ya Alloh, mudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah bagi kami jauhnya. Ya Alloh, Engkaulah yang menemani dalam perjalanan, dan Engkaulah yang mengurus keluarga (yang ditinggalkan). Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dalam perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan tempat kembali yang buruk pada harta dan keluarga. (HR. Muslim no. 1342)

Bacalah doa ini setiap kali akan berangkat atau memulai perjalanan di darat, laut, atau udara.

2.3. Di dalam Pesawat

Perjalanan ke tanah suci menggunakan pesawat terbang membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 10 jam (Surabaya – Jeddah KSA). Manfaatkan waktu ini untuk berdzikir, membaca Al-Quran, dan memperbanyak doa. Hindari melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti ghibah (membicarakan orang lain), karena setiap amal akan dicatat.

2.3.1. Sholat di Pesawat

Hukum Sholat di pesawat adalah sah, dengan syarat rukun-rukun Sholat dipenuhi, seperti menghadap kiblat dan berdiri jika memungkinkan. Namun, jika tidak memungkinkan, Sholat bisa dilakukan sambil duduk dan menghadap ke arah mana pun.

Jabir Rodhiyallahu ‘Anhu berkata:

«أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ نَحْوَ المَشْرِقِ، فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يُصَلِّيَ المَكْتُوبَةَ نَزَلَ، فَاسْتَقْبَلَ القِبْلَةَ»

Dahulu Rosulullah Sholat di atas kendaraan tunggangannya ke arah mana pun kendaraan itu menghadap. Namun, jika beliau ingin Sholat fardhu, beliau turun lalu menghadap kiblat. (HR. Bukhori no. 1099)

Para ulama menjelaskan, Sholat di kendaraan hanya boleh dilakukan jika Sholat tersebut adalah Sholat sunnah. Namun, dalam kondisi darurat seperti di pesawat, di mana tidak memungkinkan untuk berhenti dan Sholat, maka Sholat fardhu dapat dilakukan sambil duduk jika tidak mampu berdiri, dan menghadap kiblat jika memungkinkan. Jika tidak, maka tidak mengapa.

Mayoritas maskapai penerbangan sekarang memiliki Mushola atau ruang Sholat yang cukup, namun ruangannya sangat sempit. Anda bisa berwudhu di kamar mandi pesawat atau bertayamum jika tidak ada air.

2.3.2. Mengenakan Pakaian Ihrom

Pakaian ihrom harus dikenakan sebelum atau saat melewati Miqot. Miqot adalah batas geografis yang telah ditentukan untuk memulai ibadah Haji atau Umroh. Jika Anda berangkat dari Indonesia, Miqotnya adalah Yalamlam (untuk Jamaah dari Asia) jika turun di Jeddah lalu ke Makkah langsung. Namun, banyak maskapai yang ke Madinah dulu, sehingga miqotnya di Bir Ali, Madinah.

Biasanya, kru pesawat akan mengumumkan saat pesawat akan melintasi Miqot. Pada saat itu, Jamaah laki-laki akan melepas pakaian biasa dan memakai kain ihrom. Sebelum itu, lakukanlah mandi sunnah ihrom (jika memungkinkan), keramas, dan memakai wewangian di badan, bukan kain.

Setelah mengenakan pakaian ihrom, dianjurkan Sholat 2 rokaat sunnah ihrom, lalu ucapkan niat ihrom.

«لَبَّيْكَ عُمْرَةً»

Aku penuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan Umroh.

Atau:

«لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً»

Ya Alloh, aku penuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan Umroh.

Setelah niat, Jamaah sudah berada dalam keadaan ihrom dan wajib menjauhi larangan-larangan ihrom, seperti mencukur rambut, memotong kuku, memakai wewangian, dan berhubungan suami-istri.

2.4. Masuk ke Miqot

Miqot adalah tempat wajib untuk memulai ihrom bagi siapa saja yang ingin masuk ke Makkah untuk Umroh atau Haji. Rosul telah menetapkan Miqot bagi para Jamaah.

Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘Anhu berkata:

«إِنَّ النَّبِيَّ وَقَّتَ لِأَهْلِ المَدِينَةِ ذَا الحُلَيْفَةِ، وَلِأَهْلِ الشَّأْمِ الجُحْفَةَ، وَلِأَهْلِ نَجْدٍ قَرْنَ المَنَازِلِ، وَلِأَهْلِ اليَمَنِ يَلَمْلَمَ، هُنَّ لَهُنَّ، وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِهِنَّ مِمَّنْ أَرَادَ الحَجَّ وَالعُمْرَةَ، وَمَنْ كَانَ دُونَ ذَلِكَ، فَمِنْ حَيْثُ أَنْشَأَ حَتَّى أَهْلُ مَكَّةَ مِنْ مَكَّةَ»

Rosulullah menetapkan Miqot untuk penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, untuk penduduk Syam di Juhfah, untuk penduduk Najd di Qornul Manazil, dan untuk penduduk Yaman di Yalamlam. Miqot-miqot itu adalah untuk mereka (penduduk daerah itu) dan juga bagi orang lain yang melewatinya dari selain penduduknya yang ingin melaksanakan Haji atau Umroh. Dan bagi yang tinggal di daerah Miqot, maka dia berihrom dari tempat tinggalnya, sampai penduduk Makkah berihrom dari Makkah. (HR. Bukhori no. 1524)

Karena Jamaah dari Indonesia menggunakan pesawat, maka Miqot yang digunakan adalah Yalamlam jika rutenya Jeddah lalu Makkah, atau Bir Ali Madinah jika rutenya Madinah lalu Makkah. Jamaah harus sudah mengenakan ihrom dan berniat sebelum pesawat melewati Miqot ini (bagi yang memilih Yalamlam). Jangan sampai kelewatan.

2.5. Tiba di Tanah Suci dan Check-in Hotel

Setelah mendarat di Jeddah, Jamaah akan melewati proses imigrasi. Ikuti petunjuk dari ketua rombongan. Setelah itu, akan ada bus yang akan membawa Jamaah ke hotel di Makkah atau Madinah.

Sesampainya di hotel, Jamaah bisa beristirahat sejenak, menyimpan barang-barang, dan bersiap-siap untuk melaksanakan Umroh. Perlu diingat bahwa larangan-larangan ihrom masih berlaku, jadi jangan terburu-buru melakukan hal-hal yang dilarang, seperti memakai wewangian atau memotong kuku.

Tunggu sampai Anda dan rombongan siap untuk menuju Masjidil Harom. Disarankan untuk beristirahat sebentar sebelum memulai Umroh agar stamina tetap terjaga.

 

Bab 3: Tata Cara Umroh

Setelah sampai di Makkah dan beristirahat, tibalah saatnya untuk melaksanakan ibadah inti, yaitu Umroh. Ada 4 rukun Umroh yang wajib dilaksanakan: Ihrom, Thowaf, Sa’i, dan Tahallul. Jika salah satu rukun ini tidak terpenuhi, maka Umrohnya tidak sah.

3.1. Ihrom

Ihrom adalah keadaan di mana seseorang telah berniat untuk melaksanakan Umroh atau Haji dan telah memasuki Miqot. Keadaan ini ditandai dengan mengenakan pakaian ihrom dan mengucapkan niat.

Setelah niat di Miqot (seperti yang telah dijelaskan di Bab 2), bacaan talbiyah dilafalkan secara terus-menerus hingga akan memulai Thowaf. Talbiyah adalah bacaan yang berisi pengagungan kepada Alloh dan pernyataan kesiapan untuk memenuhi panggilan-Nya.

«لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالمُلْكَ، لاَ شَرِيكَ لَكَ»

Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Alloh. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat serta kekuasaan hanyalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. (HR. Bukhori no. 1549)

Talbiyah ini dapat diucapkan dengan suara keras bagi laki-laki dan dengan suara pelan bagi wanita. Perbanyaklah membaca talbiyah sambil berjalan dari hotel menuju Masjidil Harom.

3.2. Thowaf

Thowaf adalah rukun Umroh yang dilakukan di dalam Masjidil Harom. Thowaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran.

Sebelum memulai Thowaf, pastikan Anda dalam keadaan suci dari hadats besar maupun hadats kecil.

Mulai dari Hajar Aswad. Ambil posisi di depan Hajar Aswad atau di dekat tanda lampu hijau yang berada di lantai Masjid. Angkat tangan kanan Anda ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan takbir.

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Dengan nama Alloh dan Alloh Maha Besar.

Jika memungkinkan, cium Hajar Aswad. Namun, karena kondisi yang sangat ramai, cukup dengan melambaikan tangan ke arahnya.

Saat Thowaf, posisi Ka’bah harus berada di sebelah kiri Anda. Lakukan 7 putaran, di mana 1 putaran dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad lagi.

Perbanyak doa dan dzikir. Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca saat Thowaf. Jamaah bisa membaca doa dan dzikir apa pun yang diinginkan, seperti memohon ampunan, rizki, dan Jannah.

Ada satu doa yang dianjurkan untuk dibaca setiap putaran saat berada di antara Rukun Yamani (sudut Ka’bah sebelum Hajar Aswad) dan Hajar Aswad, yaitu:

﴿رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Robb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di Akhirat, dan lindungilah kami dari adzab Naar (api neraka). (QS. Al-Baqoroh: 201)

3.2.1. Doa dan Dzikir saat Thowaf

Meskipun tidak ada doa wajib, memperbanyak doa akan menambah keberkahan ibadah. Doa bisa diucapkan dalam bahasa apa pun yang Anda pahami.

ü Doa memohon ampunan dosa.

ü Doa untuk orang tua, keluarga, dan kerabat.

ü Doa agar diberi ketetapan hati dalam Iman.

ü Doa agar diberi keturunan yang sholih dan sholihah.

3.2.2. Ketentuan Sholat setelah Thowaf

Setelah menyelesaikan 7 putaran Thowaf, disunnahkan untuk Sholat 2 rokaat di belakang Maqom Ibrohim.

Jabir Rodhiyallahu ‘Anhu berkata:

فَجَعَلَ الْمَقَامَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ

Maka beliau (Nabi ) menjadikan Maqom Ibrohim di antara beliau dan Ka’bah. (HR. Muslim no. 1218)

Jika tidak memungkinkan karena ramainya Jamaah, Sholat 2 rokaat ini bisa dilakukan di mana saja di area Masjidil Harom.

Dianjurkan membaca ayat ini saat ke Maqom:

﴿وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

“Jadikanlah Maqom Ibrohim sebagai tempat Sholat.” (QS. Al-Baqoroh: 125)

Rokaat pertama: Setelah Al-Fatihah, baca Surat Al-Kafiruun.

Rokaat kedua: Setelah Al-Fatihah, baca Surat Al-Ikhlas.

Setelah Sholat, dianjurkan untuk meminum air Zamzam dan membasuh kepala atau wajah dengannya.

3.3. Sa’i

Setelah Thowaf, Jamaah melanjutkan ke rukun Umroh berikutnya, yaitu Sa’i. Sa’i adalah berjalan kaki antara Bukit Shofa dan Marwah sebanyak 7 kali. Perjalanan dari Shofa ke Marwah dihitung 1 kali, dan dari Marwah ke Shofa dihitung 1 kali. Jadi, Sa’i akan berakhir di Marwah.

Saat naik Bukit Shofa dianjurkan membaca ayat:

إِنَّ الصَّفَا والْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ} [البقرة: 158]

“Sungguh Shofa dan Marwah termasuk syi’ar Allah.” (QS. Al-Baqoroh: 158)

Jika sudah di atas bukit Shofa, dianjurkan membaca:

«أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ»

“Aku memulai dari apa yang dimulai Allah (yakni Shofa).”

Setelah di atas bukit Shofa, hadaplah ke arah Ka’bah, lalu dianjurkan membaca dzikir:

«اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ»، «لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ»

Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Alloh Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya semua kekuasaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada ilah selain Alloh Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan Ahzab sendirian. (HR. Muslim no. 1218)

Lalu berdoa bebas. Lalu membaca dzikir di atas lagi. Lalu berdoa bebas. Lalu membaca dzikir di atas lagi. Sehingga 3x dzikir dan 2x doa.

Sa’i berupa berjalan dan berlari kecil. Sa’i dilakukan dengan berjalan santai. Namun, bagi laki-laki disunnahkan untuk lari kecil di antara tanda lampu hijau (di Bukit Shofa) dan tanda lampu hijau berikutnya (di Bukit Marwah). Ini dikenal sebagai harwalah.

Doa dan dzikir saat Sa’i. Seperti Thowaf, tidak ada doa khusus yang wajib dibaca saat Sa’i. Jamaah bisa membaca doa apa pun yang diinginkan.

Saat tiba  di Marwah, maka melakukan seperti di Shofa berupa 3x dzikir dan 2x doa. Lalu putaran ke-7 berakhir di Marwah.

3.3.1. Doa dan Dzikir saat Sa’i

Perjalanan Sa’i adalah saat yang tepat untuk merenungi perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk putranya, Nabi Isma’il ‘Alaihissalam. Kisah ini mengajarkan tentang keteguhan, tawakal, dan keyakinan akan pertolongan Alloh .

ü Ulangi doa yang dibaca saat di Bukit Shofa.

ü Perbanyak doa dan dzikir pribadi.

ü Perbanyak istighfar (memohon ampunan).

Setelah putaran ke-7 selesai di Bukit Marwah, maka selesailah Sa’i Anda.

3.4. Tahallul

Tahallul adalah rukun Umroh terakhir, yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian ibadah Umroh. Tahallul adalah dengan memendekkan atau menggundul rambut.

﴿ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada pada badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan melakukan Thowaf sekeliling rumah yang tua (Baitulloh). (QS. Al-Hajj: 29)

Ibnu Qudamah (620 H), salah satu ulama besar mazhab Hanbali, dalam kitabnya Al-Mughni menjelaskan bahwa memotong rambut adalah salah satu rukun Haji dan Umroh.

Bagi laki-laki: Sunnahnya adalah mencukur seluruh rambut alias menggundul (halq), atau minimal memendekkan segala sisi (taqshir). Menggundul lebih utama.

Bagi wanita: Cukup memotong sedikit rambutnya pada semua sisinya, seukuran ruas jari.

Nabi bersabda:

«اللَّهُمَّ ارْحَمِ المُحَلِّقِينَ» قَالُوا: وَالمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «اللَّهُمَّ ارْحَمِ المُحَلِّقِينَ» قَالُوا: وَالمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «وَالمُقَصِّرِينَ»

Ya Alloh, rohmatilah orang-orang yang mencukur habis rambutnya. Mereka (para Shohabat) bertanya, “Dan juga yang memendekkan, ya Rosulullah?” Beliau menjawab, “Ya Alloh, rohmatilah orang-orang yang mencukur habis rambutnya.” Mereka bertanya lagi, “Dan juga yang memendekkan, ya Rosulullah?” Beliau menjawab, “Dan juga yang memendekkan (rambutnya).” (HR. Al-Bukhori no. 1727)

Setelah Tahallul, semua larangan-larangan ihrom telah gugur. Umroh Anda telah selesai. Alhamdulillah.

 

Bab 4: Kegiatan di Tanah Suci dan Ziarah

Setelah selesai melaksanakan Umroh, kini Anda memiliki waktu luang untuk beribadah di Masjidil Harom dan Masjid Nabawi, serta mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Manfaatkan waktu ini sebaik mungkin.

Perbanyaklah Sholat di Masjidil Harom, karena sekali Sholat di sana lebih utama dari 100.000 Sholat di Masjid lain. Sementara di Masjid Nabawi lebih utama 1.000x daripada di Masjid lain.

Lalu perbanyak Thowaf Sunnah di Ka’bah, karena amal paling utama di Masjidil Harom.

4.1. Adab di Masjidil Harom dan Masjid Nabawi

Masjidil Harom dan Masjid Nabawi adalah 2 Masjid yang paling utama di dunia. Ibadah di dalamnya memiliki keutamaan yang luar biasa.

Masjidil Harom: Nabi bersabda:

«صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ، وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ»

Sholat di Masjidku ini lebih baik dari 1000 Sholat di Masjid selainnya, kecuali Masjidil Harom. Dan Sholat di Masjidil Harom lebih baik dari 100.000 Sholat di Masjid selainnya. (HSR. Ahmad no. 15271)

Masjid Nabawi: Nabi bersabda:

«صَلاَةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا المَسْجِدَ الحَرَامَ»

Sholat di Masjidku ini lebih baik dari 1000 Sholat di Masjid selainnya, kecuali Masjidil Harom. (HR. Bukhori no. 1190)

Tentu ada adab yang harus dijaga. Antara lain:

ü Jaga kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan.

ü Jangan berbicara atau bercanda dengan suara keras.

ü Hindari berdesakan dengan orang lain, terutama wanita.

ü Jangan tidur di dalam Masjid, kecuali saat sangat lelah dan tidak ada tempat lain.

ü Jangan mengganggu Jamaah lain yang sedang beribadah.

Saat memasuki Masjidil Harom maupun Masjid Nabawi dianjurkan membaca:

«بِسْمِ اللَّهِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ»

Dengan nama Alloh, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosululloh. Ya Alloh ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rohmat-Mu.

«أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ»

Aku berlindung kepada Alloh Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya yang mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari godaan syaithon yang terkutuk.

Jika keluar Masjid membaca:

«بِسْمِ اللَّهِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ، اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ»

Dengan nama Alloh, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosululloh. Ya Alloh ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu karunia dari sisi-Mu. Ya Alloh, jagalah aku dari godaan syaitan yang terkutuk. (Kumpulan banyak riwayat shohih dalam Ithaful Muslim)

 

4.2. Ziarah di Makkah

Ziarah adalah mengunjungi tempat-tempat bersejarah untuk mengambil pelajaran darinya.

4.2.1. Jabal Tsur

Jabal Tsur adalah sebuah gua di mana Rosul dan Abu Bakar Ash-Shiddiq Rodhiyallahu ‘Anhu bersembunyi dari kejaran kaum Quroisy saat akan hijroh ke Madinah. Mengunjungi tempat ini bisa mengingatkan kita akan keteguhan dan pengorbanan Nabi dan Shohabatnya.

4.2.2. Jabal Nur

Jabal Nur adalah gunung tempat Gua Hiro berada. Di gua inilah Rosul pertama kali menerima wahyu. Mendaki Jabal Nur membutuhkan fisik yang kuat. Jika Anda tidak kuat, cukup lihat dari kejauhan. Hikmah dari kunjungan ini adalah untuk merenungi betapa beratnya tugas yang diemban Rosul .

4.2.3. Arofah

Arofah adalah tempat wukuf (berdiam diri) saat Haji. Di sini, Rosul menyampaikan khutbah Wada’ (khutbah perpisahan). Di Arofah juga Alloh mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Mengunjungi Arofah akan mengingatkan kita pada salah satu rukun Haji yang paling utama.

4.3. Ziarah di Madinah

Setelah selesai dari Makkah, biasanya Jamaah akan melanjutkan perjalanan ke Madinah untuk berziarah. Di Madinah, Rosul mendirikan negara Islam yang pertama.

Sebagian travel Umroh, mendahulukan ke Madinah dari Makkah, dengan alasan memudahkan mengambil Miqot dari Bir Ali Madinah, sehingga mengenakan kain ihrom bukan di pesawat.

4.3.1. Makam Nabi

Makam Nabi berada di dalam Masjid Nabawi. Mengucapkan salam kepada beliau adalah hal yang sangat dianjurkan. Lafazh salam adalah seperti yang kita biasa ucapkan. Tetapi dianjurkan ditambahkan sapaan:

Mengucapkan salam ke Rosulullah :

اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ [يَا رَسُولَ اللهِ] وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Mengucapkan salam ke Abu Bakr:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ [يَا أَبَا بَكْرٍ] وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Mengucapkan salam kepada Umar:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ [يَا عُمَرُ] وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Anda bisa datang ke makam beliau, juga makam Abu Bakar Ash-Shiddiq Rodhiyallahu ‘Anhu dan Umar bin Khoththob Rodhiyallahu ‘Anhu, untuk mengucapkan salam. Mereka berdua satu tempat di kubur Nabi .

Termasuk memulian Nabi adalah mengisi waktu di Masjid Nabawi dengan menghadiri majlis ilmu, karena ia warisan kenabian. Jika tidak mengerti bahasa Arob, bisa ke pintu 19, di sana ada kajian berbahasa Indonesia.

4.3.2. Roudhoh

Roudhoh adalah area di dalam Masjid Nabawi yang berada di antara makam Rosul dan mimbar beliau. Area ini dikenal sebagai salah satu taman Jannah.

«مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ»

Antara rumahku (kuburku) dan mimbarku adalah salah satu taman di antara taman-taman Jannah. (HR. Bukhori no. 1195)

Sholat dan berdoa di Roudhoh memiliki keutamaan yang besar, namun tempatnya sangat ramai. Perlu kesabaran dan fisik yang kuat untuk bisa masuk ke sana. Wanita memiliki jam-jam khusus untuk bisa masuk ke Roudhoh.

4.3.3. Masjid Quba

Masjid Quba adalah Masjid pertama yang dibangun oleh Rosul saat tiba di Madinah.

«مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءَ، فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ»

Siapa yang bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba dan Sholat di dalamnya, maka baginya seperti pahala Umroh. (HR. Ibnu Majah no. 1412)

4.3.4. Jabal Uhud

Jabal Uhud adalah tempat terjadinya Perang Uhud, di mana banyak Shohabat yang syahid, termasuk paman Nabi , Hamzah Rodhiyallahu ‘Anhu. Rosul bersabda tentang Jabal Uhud:

«هَذَا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ»

Gunung ini mencintai kita dan kita mencintainya. (HR. Bukhori no. 2889)

4.3.5. Pemakaman Baqi’

Pemakaman Baqi’ adalah kuburan para Shohabat dan keluarga Rosul . Ziarah kubur disunnahkan untuk mengambil pelajaran dan mengingatkan akan kematian.

«فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ»

Ziarahilah kubur, karena ia akan mengingatkan kalian kepada kematian. (HR. Muslim no. 976)

Saat ziarah, berilah salam kepada para penghuni kubur dan doakanlah mereka.

 

Bab 5: Kembali ke Tanah Air

Setelah semua ibadah dan ziarah selesai, kini tibalah saatnya untuk kembali ke tanah air. Namun, ada satu ibadah terakhir yang disunnahkan untuk dilakukan sebelum meninggalkan Makkah, yaitu Thowaf Wada’.

5.1. Thowaf Wada’

Thowaf Wada’ (Thowaf Perpisahan) adalah Thowaf yang dilakukan sebagai penghormatan terakhir kepada Baitullah sebelum meninggalkan Makkah.

Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘Anhu berkata:

«أُمِرَ النَّاسُ أَنْ يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِمْ بِالْبَيْتِ، إِلَّا أَنَّهُ خُفِّفَ عَنِ الحَائِضِ»

Orang-orang diperintahkan agar akhir ibadah mereka (di Makkah) adalah Thowaf di Ka’bah, hanya saja keringanan diberikan bagi wanita yang haid. (HR. Bukhori no. 1755 dan Muslim no. 1328)

Hukum: Thowaf Wada’ hukumnya sunnah bagi Jamaah yang akan meninggalkan Makkah. Adapula pendapat wajib.

Waktu Pelaksanaan: Thowaf ini dilakukan pada hari keberangkatan, setelah semua barang sudah dikemas dan Jamaah siap untuk pergi.

Tata Cara: Tata caranya sama dengan Thowaf Umroh, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran. Setelah selesai, disunnahkan untuk Sholat 2 rokaat di belakang Maqom Ibrohim.

Bagi wanita yang haid atau nifas: Gugur kewajiban Thowaf Wada’ bagi mereka.

5.2. Persiapan Pulang

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pulang:

Pengepakan barang: Pastikan semua barang sudah dikemas dan tidak ada yang tertinggal. Perhatikan berat koper sesuai dengan ketentuan maskapai.

Air Zamzam: Bawa air Zamzam sesuai dengan jatah yang diberikan oleh pihak maskapai. Biasanya setiap Jamaah mendapatkan 5 liter air Zamzam yang sudah dikemas dalam galon.

Kesehatan: Jaga kondisi fisik agar tetap prima selama perjalanan pulang. Jangan terlalu banyak minum minuman dingin atau es.

Thowaf Wada’: Lakukan Thowaf Wada’ sebagai ibadah terakhir sebelum meninggalkan Makkah. Setelah itu, tidak diperbolehkan mampir atau berlama-lama di Makkah.

5.3. Doa Setelah Tiba di Tanah Air

Saat sudah di kendaraan pulang, dianjurkan membaca doa safar seperti sebelumnya lalu ditambah:

«آيِبُونَ، تَائِبُونَ، عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ»

Kami kembali, bertaubat, beribadah, dan memuji Robb kami. (HR. Muslim no. 1345)

Kedatangan Jamaah ke tanah air adalah momen yang penuh kebahagiaan. Sambutlah mereka dengan kegembiraan.

 

Penutup

Selamat, Anda telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah Umroh. Semoga Umroh Anda diterima oleh Alloh dan membawa berkah dalam kehidupan. Jadikanlah pengalaman ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat dengan Alloh, dan terus bersemangat dalam beribadah.

***


Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url