[]

Terjemah Kitabul Jami Ibnu Hajar Al-Asqolani | PUSTAKA SYABAB

 Terjemah Kitabul Jami Ibnu Hajar Al-Asqolani DOWNLOAD PDF - WORD 1. Bab Adab 1452. Dari Abu Huroiroh ﭬ , ia berkata: Rosūlullōh ﷺ bersa...

 Terjemah Kitabul Jami Ibnu Hajar Al-Asqolani



DOWNLOAD PDF - WORD


1. Bab Adab

1452. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ»

“Hak sesama Muslim ada enam: (1) jika kamu menjumpainya, ucapkan salam kepadanya; (2) jika dia mengundangmu, penuhi undangannya; (3) jika dia meminta nasihatmu, berilah nasihat; (4) jika dia bersin dan mengucapkan alhamdulillāh (segala puji milik Allah), doakan yarhamukallōh (semoga Allah menyayangimu); (5) jika dia sakit, jenguklah; (6) jika dia meninggal, antar jenazahnya.”[1]

1453. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ»

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah (hartanya) darimu dan jangan melihat orang yang lebih tinggi (hartanya) darimu, karena hal itu lebih menjaga dirimu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.”[2]

1454. Dari An-Nawwas bin Sam’an , ia berkata: aku bertanya Rosululloh tentang kebajikan dan dosa lalu beliau menjawab:

«الْبِرُّ: حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ: مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ»

“Kebajikan adalah akhlak mulia, dan dosa adalah apa yang bergejolak di dadamu dan kamu tidak suka manusia mengetahuinya.”[3]

1455. Dari Ibnu Mas’ud , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً، فَلَا يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الْآخَرِ، حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ؛ مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ»

“Jika kalian bertiga, dua orang jangan berbisik-bisik tanpa melibatkan orang ketiga kecuali jika ada banyak orang, karena hal itu bisa membuat orang ketiga bersedih.”[4]

1456. Dari Ibnu Umar , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لَا يُقِيمُ الرَّجُلُ الرَّجُلَ مِنْ مَجْلِسِهِ، ثُمَّ يَجْلِسُ فِيهِ، وَلَكِنْ تَفَسَّحُوا، وَتَوَسَّعُوا»

“Janganlah seseorang menyuruh orang lain berdiri lalu ia menduduki tempatnya, tetapi hendaknya kalian melapangkan majlis dan merapat agar luas.”[5]

1457. Dari Ibnu Abbas , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا، فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ، حَتَّى يَلْعَقَهَا، أَوْ يُلْعِقَهَا»

“Apabila seorang dari kalian makan, janganlah ia mengelap tangannya kecuali sudah dijilati atau minta dijilati.”[6]

1458. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لِيُسَلِّمِ الصَّغِيرُ عَلَى الْكَبِيرِ، وَالْمَارُّ عَلَى الْقَاعِدِ، وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ»

“Semestinya yang muda mengucapkan salam kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak.”[7]

Dalam riwayat Muslim:

«وَالرَّاكِبُ عَلَى الْمَاشِي»

“Yang berkendara kepada yang berjalan.”[8]

1459. Dari Ali , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«يُجْزِئُ عَنِ الْجَمَاعَةِ إِذَا مَرُّوا أَنْ يُسَلِّمَ أَحَدُهُمْ، وَيُجْزِئُ عَنِ الْجَمَاعَةِ أَنْ يَرُدَّ أَحَدُهُمْ»

“Jika sekelompok orang lewat maka telah mencukupi jika yang mengucapkan salam hanya seorang dari mereka, begitu pula telah mencukupi jika yang membalas salam juga seorang dari mereka.”[9]

1460. Dari Ali , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لَا تَبْدَؤُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلَامِ، وَإِذَا لَقَيْتُمُوهُمْ فِي طَرِيقٍ، فَاضْطَرُّوهُمْ إِلَى أَضْيَقِهِ»

“Janganlah kalian mendahului salam kepada Yahudi dan Nashoro. Apabila kalian bertemu mereka di jalan, maka pepetlah mereka ke tepi jalan yang sempit.”[10]

1461. Dari Nabi , beliau bersabda:

«إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَإِذَا قَالَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَلْيَقُلْ: يَهْدِيكُمُ اللَّهُ، وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ»

“Jika seorang dari kalian bersin, ucapkan alhamdulillāh, dan hendaknya saudaranya mendoakannya yarhamukallōh. Apabila saudaranya mendoakannya, hendaknya ia membalasnya yahdikumullōh wa yushlihu bālakum (semoga Allah memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu).”[11]

1462. Darinya, dari Rosūlullōh bersabda:

«لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا»

“Jangan sekali-kali seorang dari kalian minum sambil berdiri.”[12]

1463. Darinya, dari Rosūlullōh bersabda:

«إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ، وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ، وَلْتَكُنْ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ، وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ»

“Jika seorang dari kalian memakai sandal, mulailah dengan kaki kanan. Apabila ia melepasnya, mulailah dengan kaki kiri. Kaki kanan adalah kaki yang pertama dimasuki sandal dan yang terakhir dilepas.”[13]

1464. Darinya, dari Rosūlullōh bersabda:

«لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ، وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا، أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا»

“Janganlah seorang dari kalian berjalan dengan satu sandal. Semestinya kedua sandal dipakai semua atau dilepas semua.”[14]

1465. Dari Ibnu Umar , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ»

“Allah tidak memandang (dengan kasih sayang) kepada orang yang menjulurkan pakaiannya karena sombong.”[15]

1466. Darinya, bahwa Rosūlullōh bersabda:

«إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ، وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ»

“Jika seorang dari kalian makan, makanlah dengan tangan kanan; dan jika minum, minumlah dengan tangan kanan, karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri.”[16]

1467. Dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«كُلْ، وَاشْرَبْ، وَالْبَسْ، وَتَصَدَّقْ فِي غَيْرِ سَرَفٍ، وَلَا مَخِيلَةٍ»

“Makanlah, minumlah, berpakaianlah, bersedekahlah, asal tidak boros dan sombong.”[17]

/


 

2. Bab Berbakti dan Silaturohim

1468. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ»

“Siapa yang suka rizkinya dilapangkan dan usianya dipanjangkan (atau diberkahi), hendaknya ia menyambung silaturohim.”[18]

1469. Dari Jubair bin Muth’im , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ»

“Tidak akan masuk Surga orang yang memutus silaturohim.”[19]

1470. Dari Al-Mughiroh bin Syu’bah , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ، وَوَأْدَ الْبَنَاتِ، وَمَنْعًا وَهَاتِ، وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ»

“Allah mengharamkan atas kalian durhaka orang tua, membunuh bayi perempuan hidup-hidup, menahan harta dari zakat, dan Allah membenci kalian menyebarkan kabar burung, banyak bertanya, dan menghambur-hamburkan uang.”[20]

1471. Dari Ibnu Umar , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ، وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ»

“Ridho Allah tergantung ridho kedua orang tua, dan murka Allah tergantung kemurkaan kedua orang tua.”[21]

1472. Dari Anas , dari Nabi , beliau bersabda:

«وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لِجَارِهِ - أَوْ لِأَخِيهِ- مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ»

“Demi Dzat yang jiwaku di Tangan-Nya, tidak sempurna iman seorang hamba hingga ia mencintai tetangganya atau saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”[22]

1473. Dari Ibnu Mas’ud , ia berkata: Aku bertanya kepada Rosūlullōh : “Dosa apakah yang paling besar?” Jawab beliau: “Kamu menduakan Allah, padahal Dia yang menciptakanmu.” Aku bertanya: “Lalu apa lagi?” Jawab beliau: “Lalu kamu membunuh anakmu karena takut makan bersamamu.” Aku bertanya: “Lalu apa lagi?” Jawab beliau: “Kamu menzinai istri tetanggamu.”[23]

1474. Dari Abdullah bin Amr bin Ash , bahwa Rosūlullōh bersabda:

«مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ» قِيلَ: وَهَلْ يَسُبُّ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ؟ قَالَ: «نَعَمْ، يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ، فَيَسُبُّ أَبَاهُ، وَيَسُبُّ أُمَّهُ، فَيَسُبُّ أُمَّهُ»

“Termasuk dosa besar adalah seseorang memaki kedua orang tuanya.” Ada yang bertanya: “Mungkinkah seseorang memaki kedua orang tuanya?” Jawab beliau: “Ya, dia memaki ayah orang lain lalu ayahnya dibalas dimaki, dan ia memaki ibu orang lain lalu ibunya dibalas dimaki.”[24]

1475. Dari Abu Ayyub Al-Anshori , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ، فَيُعْرِضُ هَذَا، وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ»

“Tidak boleh bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari. Keduanya bertemu tetapi saling berpaling (diam-diaman). Yang terbaik dari keduanya adalah yang memulai salam.”[25]

1476. Dari Jabir , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ»

“Setiap kebaikan adalah sedekah.”[26]

1477. Dari Abu Dzar , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ»

“Janganlah sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya senyum saat bertemu saudaramu.”[27]

1478. Darinya, ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً، فَأَكْثِرْ مَاءَهَا، وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ»

“Jika kamu memasak tulang berdaging sedikit, perbanyaklah kuahnya, dan hadiahkan kepada tetanggamu.”[28]

1479. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا؛ نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ؛ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا؛ سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ»

“Siapa saja yang menghilangkan kesusahan orang beriman di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di hari Kiamat. Siapa saja yang memudahkan orang yang kesulitan (hutang), maka Allah akan memudahkan kesulitannya di dunia dan Akhirat. Siapa saja yang menutupi aib orang Islam, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan Akhirat. Allah selalu menolong hamba-Nya, selama hamba itu menolong saudaranya.”[29]

1480. Dari Abu Mas’ud , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ، فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ»

“Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, ia mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkan kebaikan tersebut.”[30]

1481. Dari Ibnu Umar , dari Nabi , beliau bersabda:

«مَنِ اسْتَعَاذَكُمْ بِاللَّهِ فَأَعِيذُوهُ، وَمَنْ سَأَلَكُمْ بِاللَّهِ فَأَعْطُوهُ، وَمَنْ أَتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا، فَادْعُوا لَهُ»

“Siapa yang meminta perlindungan kepada kalian dengan nama Allah, maka lindungi ia. Siapa yang meminta kalian dengan nama Allah, maka berilah ia. Siapa memberi kebaikan kepada kalian, maka balaslah kebaikannya, dan jika kalian tidak memilikinya, doakan ia.”[31]

/


 

3. Bab Zuhud dan Waro

1482. Dari An-Nu’man bin Basyir , ia berkata: Aku mendengar Rosūlullōh bersabda —Nu’man menunjuk telinganya—:

«إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ، وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ، لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ، فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى، يُوشِكُ أَنْ يَقَعَ فِيهِ، أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلَا وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ، أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ، صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ»

“Perkara yang halal sudah jelas, perkara yang harom sudah jelas, dan di antara keduanya ada perkara yang sama-samar (syubhat), yang banyak orang tidak mengetahuinya. Siapa yang hati-hati dari perkara syubhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Siapa yang terjatuh pada perkara syubhat, ia akan terjatuh kepada perkara harom, bagaikan seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar lahan larangan, suatu saat pasti ternaknya akan memasukinya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan, dan ketahuilah tanah larangan Allah adalah apa saja yang Allah haramkan. Ketahuilah, di dalam tubuh ada segumpal daging (jantung), jika ia baik maka seluruh badan menjadi baik; dan jika ia jelek maka seluruh badan menjadi jelek. Ketahuilah, segumpang daging tersebut adalah jantung.”[32]

1483. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ، وَالدِّرْهَمِ، وَالْقَطِيفَةِ، إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ»

“Celaka budak dinar, dirham, dan pakaian mahal. Jika ia diberi Allah maka ia senang, dan jika ia tidak diberi maka ia tidak senang.”[33]

1484. Dari Ibnu Umar , ia berkata: Rosūlullōh memegang pundakku lalu berkata:

«كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ، أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ». وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِسَقَمِك، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

“Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang menyeberang jalan.” Ibnu Umar berkata: “Jika kamu di sore hari, jangan menunggu pagi, dan jika kamu di pagi hari, jangan menunggu sore. Manfaatkan sehatmu sebelum datang sakitmu, dan hidupmu sebelum datang matimu.”[34]

1485. Dari Ibnu Umar , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ، فَهُوَ مِنْهُمْ»

“Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia bagian dari mereka.”[35]

1486. Dari Ibnu Abbas , ia berkata: Pada suatu hari aku di belakang Nabi lalu beliau bersabda: “Wahai anak, jagalah (agama/perintah) Allah maka Allah akan menjagamu, jagalah (agama) Allah maka kamu akan mendapati Allah di depanmu (menjagamu). Jika kamu meminta sesuatu, mintalah kepada Allah; dan jika kamu meminta tolong, mintalah tolong kepada Allah.”[36]

1487. Dari Sahl bin Sa’ad , ia berkata: ada seseorang datang ke Nabi dan berkata: “Wahai Rosūlullōh, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika kukerjakan Allah mencintaiku dan manusia juga mencintaiku.” Beliau menjawab:

«ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللَّهُ، وَازْهَدْ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبُّكَ النَّاسُ»

“Zuhudlah kamu di dunia, maka Allah akan mencintaimu; dan zuhudlah (tidak meminta) dari apa yang dimiliki manusia, maka mereka akan mencintaimu.”[37]

1488. Dari Sa’ad bin Abi Waqqosh , ia berkata: aku mendengar Rosūlullōh bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ، الْغَنِيَّ، الْخَفِيَّ»

“Sungguh Allah mencintai hamba yang bertaqwa, qonaah, dan menyembunyikan amal.”[38]

1489. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ، تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ»

“Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat baginya.”[39]

1490. Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَا مَلَأَ ابْنُ آدَمَ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ»

“Anak Adam tidak memenuhi bejana yang lebih jelek melebihi perutnya sendiri.”[40]

1491. Dari Anas , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ»

“Setiap anak Adam sering melakukan dosa dan pelaku dosa terbaik adalah siapa yang bertaubat.”[41]

1492. Dari Anas , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«الصَّمْتُ حِكْمَةٌ، وَقَلِيلٌ فَاعِلُهُ»

“Diam itu hikmah, dan sedikit sekali yang melakukannya.”[42]

/


 

4. Bab Bahaya Akhlak Buruk

1493. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ، كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ»

“Waspadalah kalian dari hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu.”[43]

1494. Dalam Ibnu Majah dari hadits Anas semisal itu.[44]

1495. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ»

“Kuat hakiki itu bukan kuat membanting, tetapi kuat hakiki adalah siapa yang mampu menahan emosi ketika sedang marah.”[45]

1496. Dari Ibnu Umar , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

“Kezoliman adalah kegelapan pada hari Kiamat.”[46]

1497. Dari Jabir , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«اتَّقُوا الظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَاتَّقُوا الشُّحَّ، فَإِنَّهُ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ»

“Waspadalah dari kezoliman karena kezoliman adalah kegelapan pada hari Kiamat. Waspadalah dari terlalu pelit, karena ia menghancurkan umat sebelum kalian.”[47]

1498. Dari Mahmud bin Labid , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ: الرِّيَاءُ»

“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil yaitu riya (pamer amal).”[48]

1499. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ»

“Tanda munafik ada tiga: jika berbicara bohong, jika berjanji menyelisihi, jika dipercaya khianat.”[49]

1500. Dalam hadits Abdullah bin Amr:

«وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ»

“Jika bertengkar, curang.”[50]

1501. Dari Ibnu Mas’ud , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ»

“Mencela Muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran.”[51]

1502. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ»

“Jauhilah buruk sangka, karena buruk sangka itu cerita paling dusta.”[52]

1503. Dari Ma’qil bin Yasar , ia berkata: aku mendengar Rosūlullōh bersabda:

«مَا مِنْ عَبْدِ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً، يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ، وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ، إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ»

“Tidaklah seorang hamba diangkat Allah jadi pemimpin lalu di mati dalam keadaan berkhianat kepada rakyatnya melainkan Allah haramkan Surga atasnya.”[53]

1504. Dari Aisyah ڤ, ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا، فَشَقَّ عَلَيْهِ، فَاشْقُقْ عَلَيْهِ»

“Ya Allah, siapa yang diberi tugas mengurus urusan umatku lalu ia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah hidupnya.”[54]

1505. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِذَا قَاتَلَ أَحَدُكُمْ، فَلْيَتَجَنَّبِ الْوَجْهَ»

“Jika seorang dari kalian memukul, hindarilah wajah.”[55]

1506. Darinya, ia berkata: ada lelaki yang berkata: “Wahai Rosūlullōh, berilah aku wasiat (pesan penting).” Beliau menjawab: “Jangan marah.” Dia mengulang permintaannya dan beliau tetap menjawab: “Jangan marah.”[56]

1507. Dari Khoulah Al-Anshoriyah ڤ, ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِنَّ رِجَالًا يتخَوَّضُونَ فِي مَالِ اللَّهِ بِغَيْرِ حَقٍّ، فَلَهُمُ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

“Ada beberapa orang yang menggelapkan harta Allah tanpa hak, bagi mereka Neraka pada hari Kiamat.”[57]

1508. Dari Abu Dzar , dari Nabi , dari riwayat Robnya:

«يَا عِبَادِي! إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا»

“Wahai hamba-Ku, aku mengharamkan kezoliman atas Diri-Ku dan menjadikannya haram di antara kalian, maka kalian jangan saling menzolimi.”[58]

1509. Dari Abu Huroiroh , bahwa Rosūlullōh bersabda:

«أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ؟» قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ» قِيلَ: أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ؟ قَالَ: «إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتَّهُ»

“Tahukah kalian apa itu ghibah?” Mereka menjawab: “Allah dan Rosul-Nya lebih tahu.” Beliau berkata: “Yaitu kamu menyebut saudaramu dengan apa yang dibencinya.” Ada yang bertanya: “Bagaimana jika yang kusebutkan benar ada pada saudaraku?” Jawab beliau: “Jika apa yang kamu sebutkan benar ada padanya, berarti kamu menggibahnya, dan jika tidak ada berarti kamu berbohong atasnya.”[59]

1510. Darinya, ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا، الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ، وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَا هُنَا، - وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مِرَارٍ، - بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ»

“Kalian jangan saling hasad (iri), jangan saling menaikkan harga untuk memudhorotkan, jangan saling marahan, jangan saling mendiamkan, jangan membeli barang yang sudah dibeli saudaranya, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Sesama Muslim bersaudara, tidak boleh menzoliminya, menghinanya, merendahkannya. Taqwa di sini letaknya —sambil menunjuk ke dadanya sebanyak tiga kali—. Cukup seseorang melakukan keburukan jika ia merendahkan saudaranya. Sesama Muslim diharamkan darahnya, hartanya, dan kehormatannya.”[60]

1511. Dari Qutbah bin Malik , ia berkata: Rosūlullōh berdoa:

«اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ، وَالْأَعْمَالِ، وَالْأَهْوَاءِ، وَالْأَدْوَاءِ»

“Ya Allah, jauhkan aku dari kemungkaran akhlak, amal, hawa nafsu, dan penyakit.”[61]

1512. Dari Ibnu Abbas , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لَا تُمَارِ أَخَاكَ، وَلَا تُمَازِحْهُ، وَلَا تَعِدْهُ مَوْعِدًا فَتُخْلِفَهُ»

“Kamu jangan mendebat saudaramu, jangan keterlaluan mencandainya, dan jangan memberi janji yang tidak ditepati.”[62]

1513. Dari Abu Sa’id Al-Khudri , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«خَصْلَتَانِ لَا يَجْتَمِعَانِ فِي مُؤْمِنٍ: الْبُخْلُ، وَسُوءُ الْخُلُقِ»

“Dua sifat yang tidak terkumpul pada seorang Mukmin: bakhil (pelit) dan buruk akhlak.”[63]

1514. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«الْمُسْتَبَّانِ مَا قَالَا، فَعَلَى الْبَادِئِ، مَا لَمْ يَعْتَدِ الْمَظْلُومُ»

“Dua orang yang saling memaki, dosa keduanya ditanggung yang memulai, selagi yang terzolimi tidak melampaui batas.”[64]

1515. Dari Abi Shirmah , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ ضَارَّ مُسْلِمًا ضَارَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ شَاقَّ مُسْلِمًا شَقَّ اللَّهُ عَلَيْهِ»

“Siapa yang menimpakan bahaya kepada seorang Muslim, Allah akan menimpahkan bahaya kepadanya. Siapa yang menyusahkan seorang Muslim, Allah akan menyusahkannya.”[65]

1516. Dari Abu Darda , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَ»

“Allah membenci orang yang ucapannya cabul dan menyakitkan hati.”[66]

1517. Dari Ibnu Mas’ud secara marfu (Nabi ):

«لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ، وَلَا اللَّعَّانُ، وَلَا الْفَاحِشَ، وَلَا الْبَذِيءَ»

“Orang Mukmin bukanlah orang yang sering menyakiti fisik, melaknat, cabul, menyakiti hati.”[67]

1518. Dari Aisyah ڤ, ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لَا تَسُبُّوا الْأَمْوَاتَ؛ فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا»

“Kalian jangan memaki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah mendapatkan balasan apa yang telah mereka kerjakan.”[68]

1519. Dari Hudzaifah , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ»

“Tidak akan masuk Surga orang yang suka memfitnah.”[69]

1520. Dari Anas , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ، كَفَّ اللَّهُ عَنْهُ عَذَابَهُ»

“Siapa yang menahan amarahnya, Allah menahan siksa-Nya darinya.”[70]

1521. Hadits di atas memiliki syahid (penguat) dari hadits Ibnu Umar riwayat Ibnu Abid Dunya.[71]

1522. Dari Abu Bakar , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ خِبٌّ، وَلَا بَخِيلٌ، وَلَا سَيِّئُ الْمَلَكَةِ»

“Tidak akan masuk Surga orang yang suka menipu, pelit, dan kasar kepada bawahan.”[72]

1523. Dari Ibnu Abbas , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ تَسَمَّعَ حَدِيثَ قَوْمٍ، وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ، صُبَّ فِي أُذُنَيْهِ الْآنُكُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

“Siapa yang menguping pembicaraan orang-orang, padahal mereka tidak menyukainya, maka cairan tembaga panas kelak dituangkan ke telinganya pada hari Kiamat.”[73]

1524. Dari Anas , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«طُوبَى لِمَنْ شَغَلَهُ عَيْبَهُ عَنْ عُيُوبِ النَّاسِ»

“Beruntung orang yang disibukkan aibnya sendiri dari aib manusia.”[74]

1525. Dari Ibnu Umar , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ تَعَاظَمَ فِي نَفْسِهِ، وَاخْتَالَ فِي مِشْيَتِهِ، لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ»

“Siapa yang menganggap dirinya besar dan angkuh saat berjalan, ia akan bertemu Allah dalam keadaan Allah marah padanya.”[75]

1526. Dari Sahl bin Sa’ad , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«الْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ»

“Tergesa-gesa dari setan.”[76]

1527. Dari Aisyah ڤ, ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«الشُّؤْمُ: سُوءُ الْخُلُقِ»

“Kesialan terdapat pada akhlak yang buruk.”[77]

1528. Dari Abu Darda , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِنَّ اللَّعَّانِينَ لَا يَكُونُونَ شُفَعَاءَ، وَلَا شُهَدَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

“Orang yang sering melaknat tidak menjadi pemberi syafaat dan saksi pada hari Kiamat.”[78]

1529. Dari Muadz bin Jabal , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ، لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ»

“Siapa yang memaki saudaranya karena sebuah dosa, ia tidak akan mati kecuali mengerjakannya juga.”[79]

1530. Dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ، فَيَكْذِبُ؛ لِيَضْحَكَ بِهِ الْقَوْمُ، وَيْلٌ لَهُ، ثُمَّ وَيْلٌ لَهُ»

“Celaka orang yang bercerita bohong untuk membuat orang tertawa. Celaka dia, celaka dia.”[80]

1531. Dari Anas , dari Nabi , beliau bersabda:

«كَفَّارَةُ مَنِ اغْتَبْتَهُ أَنْ تَسْتَغْفِرَ لَهُ»

“Kaffarot (denda) orang yang menggibah adalah memohonkan ampun untuk si korban.”[81]

1532. Dari Aisyah ڤ, ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«أَبْغَضُ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ»

“Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang keras kepala dan suka berdebat.”[82]

/


 

5. Bab Motifasi Akhlak Mulia

1533. Dari Ibnu Mas’ud , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ، وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ، حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا. وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ، وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ، حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا»

“Wajib bagi kalian untuk jujur, karena jujur membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan mengantar kepada Surga. Jika seseorang senantiasa berusaha jujur, akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah oleh kalian dusta, karena dusta mengajak kepada keburukan, dan keburukan mengajak kepada Neraka. Jika seseorang membiasakan dusta, akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang dusta.”[83]

1534. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ»

“Jauhilah oleh kalian buruk sangka, karena buruk sangka adalah cerita paling dusta.”[84]

1535. Dari Abu Sa’id Al-Khudri , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ! مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ مَجَالِسِنَا؛ نَتَحَدَّثُ فِيهَا، قَالَ: «فَأَمَّا إِذَا أَبَيْتُمْ، فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ» قَالُوا: وَمَا حَقُّهُ؟ قَالَ: «غَضُّ الْبَصَرِ، وَكَفُّ الْأَذَى، وَرَدُّ السَّلَامِ، وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ، وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ»

“Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di pinggir jalan.” Mereka menjawab: “Wahai Rosūlullōh, kami tidak bisa meninggalkannya karena biasa kami digunakan untuk ngobrol.” Beliau menjawab: “Jika kalian enggan meninggalkannya, berilah hak jalan.” Mereka bertanya: “Apa itu hak jalan?” Beliau menjawab: “Menjaga pandangan, menahan diri dari mengganggu, menjawab salam, amar ma’ru, dan nahi munkar.”[85]

1536. Dari Muawiyah , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا، يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ»

“Siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, ia akan dijadikan paham agama.”[86]

1537. Dari Abu Darda , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَا مِنْ شَيْءٍ فِي الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ»

“Tidak ada sesuatu yang lebih memberatkan Timbangan melebihi akhlak mulia.”[87]

1538. Dari Ibnu Umar , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«الْحَيَاءُ مِنَ الْإِيمَانِ»

“Malu termasuk iman.”[88]

1539. Dari Abu Mas’ud , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحِ، فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ»

“Termasuk peninggalan kenabian terdahulu yang masih dijumpai manusia adalah jika kamu tidak malu, lakukan apa saja yang kamu mau.”[89]

1540. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«المُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجَزْ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ؛ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ»

“Mukmin kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari Mukmin lemah. Masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah kamu dalam melakukan apa saja yang bermanfaat bagimu dan mintalah tolong kepada Allah dan jangan lemah. Jika kamu tertimpa musibah, jangan mengucapkan: ‘seaindanya aku melakukan ini tentu tidak terjadi demikian dan demikian,’ tetapi ucapkan: ‘qodarullāh wa mā syā’a fa’ala’ (ini takdir Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi), karena ‘seandainya’ bisa membuka pintu masuk setan.”[90]

1541. Dari Iyadh bin Himar , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا، حَتَّى لَا يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ، وَلَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ»

“Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling tawadhu (rendah hati) agar seseorang tidak menzolimi orang lain dan seseorang tidak angkuh kepada orang lain.”[91]

1542. Dari Abu Darda , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ بِالْغَيْبِ، رَدَّ اللَّهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

“Siapa yang membela kehormatan saudaranya tanpa sepengetahuannya, Allah akan menyelamatkan wajahnya dari Neraka pada hari Kiamat.”[92]

1543. Dalam riwayat Ahmad dari hadits Asma binti Yazid ڤ seperti di atas.[93]

1544. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ»

“Sedekah tidak mengurangi harta. Hamba pemaaf ditambah Allah kemuliaan. Hamba yang tawadhu karena Allah akan diangkat oleh-Nya.”[94]

1545. Dari Abdullah bin Salam , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«يَا أَيُّهَا النَّاسُ! أَفْشُوا السَّلَام، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ»

“Wahai manusia, tebarkan salam, sambung silaturohim, berilah makan siapa saja, sholatlah di malam hari ketika manusia tidur, niscya kalian masuk Surga dengan selamat.”[95]

1546. Dari Tamim Ad-Dari , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«الدِّينُ النَّصِيحَةُ» ثَلَاثًا، قُلْنَا: لِمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُولِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ، وَعَامَّتِهِمْ»

“Agama adalah ketulusan.” Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Lalu kami bertanya: “Kepada siapa wahai Rosūlullōh?” Beliau menjawab: “Kepada Allah, Kitab-Nya, Rosul-Nya, pemimpin kaum Muslimin, dan seluruh kaum Muslimin.”[96]

1547. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ الْجَنَّةَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ»

“Yang paling banyak memasukkan ke Surga adalah taqwa dan akhlak mulia.”[97]

1548. Darinya, ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِنَّكُمْ لَا تَسَعُونَ النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ لِيَسَعْهُمْ بَسْطُ الْوَجْهِ، وَحُسْنُ الْخُلُقِ»

“Kalian tidak akan membuat manusia puas dengan harta kalian, tetapi yang membuat mereka puas adalah senyum dan akhlak mulia.”[98]

1549. Darinya, ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ الْمُؤْمِنِ»

“Orang Mukmin adalah cermin Mukmin lainnya.”[99]

1550. Dari Ibnu Umar , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«المُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ، وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ؛ خَيْرٌ مِنَ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ، وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ»

“Mukmin yang bergaul dengan manusia serta sabar atas gangguan mereka adalah lebih baik dari Mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar atas gangguan mereka.”[100]

1551. Dari Ibnu Mas’ud , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«اللَّهُمَّ كَمَا أَحْسَنْتَ خَلْقِي، فَحَسِّنْ خُلُقِي»

“Ya Allah, sebagaimana Engkau memperindah fisikku, indahkan akhlakku.”[101]

/


 

6. Bab Dzikir dan Doa

1552. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا مَعَ عَبْدِي مَا ذَكَرَنِي، وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ»

“Allah berfirman: ‘Aku bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak berdzikir kepada-Ku.’”[102]

1553. Dari Muadz bin Jabal , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ عَمَلًا أَنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ»

“Tidaklah anak Adam mengerjakan amal yang lebih menyelamatkannya dari siksa Allah melebihi berdzikir kepada Allah.”[103]

1554. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا، يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا حَفَّتْ بِهِمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ»

“Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah melainkan mereka dinaungi Malaikat, diliputi rohmat, dan dibanggakan Allah di tengah Malaikat di sisi-Nya.”[104]

1555. Darinya , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَا قَعَدَ قَوْمٌ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ، وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى النَّبِيِّ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

“Tidaklah suatu kaum duduk tanpa berdzikir kepada Allah dan tidak bersholawat kepada Nabi , melainkan mereka terkena kerugian pada hari Kiamat.”[105]

1556. Dari Abu Ayyub , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ... ، عَشْرَ مَرَّاتٍ، كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أَرْبَعَةَ أَنْفُسٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ»

“Siapa yang membaca: ‘Tidak ada yang berhak disembah selain Allah, semata tanpa sekutu bagi-Nya...’ sebanyak 10x, maka ia seperti memerdekakan 4 budak dari keturunan Ismail.”[106]

1557. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ»

“Siapa yang membaca: ‘Aku mensucikan Allah dan memuji-Nya,’ sebanyak 100x [dalam sehari], maka dosa-dosanya akan dihapus meskipun sebanyak buih di lautan.”[107]

1558. Dari Juwairiyah binti Al-Harits ڤ, ia berkata: Rosūlullōh bersabda kepadaku:

«لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ، لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ»

“Sungguh aku tadi setelah pergi darimu, membaca 4 kalimat (sebanyak 3x), yang seandainya bacaan tadi ditimbang dengan dzikirmu semenjak pagi (sampai Dhuha), tentu akan lebih berat: ‘Aku mensucikan Allah dan memuji-Nya: sebanyak makhluk-Nya, seridho Diri-Nya, seberat dan sebesar Arsy-Nya, dan sebanyak kalimat-kalimat-Nya.’[108]

1559. Dari Abu Sa’id Al-Khudri , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«البَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ: لَا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ»

“Amalan baik yang kekal adalah ‘tidak ada yang berhak disembah selain Allah,’ ‘aku  mensucikan Allah,’ ‘Allah Mahabesar,’ ‘aku memuji Allah,’ ‘tidak ada upaya untuk menghindari keburukan dan kekuatan untuk meraih kebaikan kecuali dengan pertolongan Allah.’”[109]

1560. Dari Samuroh bin Jundub , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ، لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ»

“Kalimat yang paling dicintai Allah ada 4, tidak masalah memulai dari mana: subhānallōh, alhamdulillāh, lā ilāha illallāh, Allahu akbar.”[110]

1561. Dari Abu Musa Al-Asy’ari , ia berkata: Rosūlullōh bersabda kepadaku:

«يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ، أَلَّا أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ؟ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ»

“Wahai Abdullah bin Qois, maukah kamu kutunjukkan simpanan di Surga? Lā haula wa lā quwwata illā billāh.”[111]

1562. Dari An-Nu’man bin Basyir , dari Nabi , beliau bersabda:

«إِنَّ الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ»

“Sungguh doa adalah ibadah.”[112]

1563. Dari Anas secara marfu:

«الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ»

“Doa adalah inti ibadah.”[113]

1564. Dari Abu Huroiroh secara marfu:

«لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ مِنَ الدُّعَاءِ»

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia bagi Allah selain doa.”[114]

1565. Dari Anas , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ»

“Doa antara adzan dengan iqomat tidak tertolak.”[115]

1566. Dari Salman , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِنَّ رَبَّكُمْ حَيِيٌّ كَرِيمٌ، يَسْتَحِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفَرًا»

“Rob kalian sangat pemalu dan mulia. Dia malu dari hamba-Nya jika ia mengangkat tangannya kepada-Nya tetapi dibiarkan dengan tangan hampa.”[116]

1567. Dari Umar , ia berkata: Apabila Rosūlullōh mengangkat tangannya dalam berdoa, tidak menurunkannya kecuali diusapkan ke wajahnya.[117] Hadits ini memiliki pendukung:

1568. yaitu hadits Ibnu Abbas dalam Abu Dawud, sehingga jika dihimpun dua hadits tadi menjadi hasan.[118]

1569. Dari Ibnu Mas’ud , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً»

“Manusia yang paling dekat denganku pada hari Kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku.”[119]

1570. Dari Syaddad bin Aus , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ، أَنْ يَقُولَ الْعَبْدُ: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي؛ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ»

“Istighfar paling utama adalah ucapan hamba: ‘Ya Allah, Engkau Robku dan tidak ada yang berhak disembah selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku memegang janji-Mu agar aku mentauhidkan-Mu, dan aku yakin janji-Mu bagiku dengan balasan Surga, dan kukerjakan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari pengaruh buruk dosa yang kukerjakan. Aku mengakui segala nikmat-Mu atasku dan aku juga mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang mengampuni segala dosa selain Engkau.’”[120]

1571. Dari Ibnu Umar , ia berkata: Rosūlullōh tidak pernah meninggalkan berdoa di sore dan pagi hari:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي دِينِي، وَدُنْيَايَ، وَأَهْلِي، وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، وَاحْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي»

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan pada agamaku, duniaku, keluargaku, hartaku. Ya Allah, tutupilah aibku, beri aku keamanan, jagalah aku dari depanku, belakangku, kananku, kiriku, atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu agar aku tidak dibenamkan dari bawahku.”[121]

1572. Dari Ibnu Umar , ia berkata: Rosūlullōh biasa berdoa:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفَجْأَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ»

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, perubahan kesehatan dari-Mu, musibah yang datang tiba-tiba dari-Mu, dan dari seluruh kemurkaan-Mu.”[122]

1573. Dari Abdullah bin Umar , ia berkata: Rosūlullōh berdoa:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الْعَدُوِّ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ»

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang, dikalahkan musuh, dan kegembiraan musuh.”[123]

1574. Dari Buroidah , ia berkata: Nabi mendengar seseorang membaca doa:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، الأَحَدُ الصَّمَدُ، الَّذِي لَمْ يَلِدْ، وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ». فَقَالَ: «لَقَدْ سَأَلَ اللَّهَ بِاسْمِهِ الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى، وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ»

“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Esa dan Maha bergantung semua makhluk, Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada yang serupa dengan-Nya,” lalu beliau bersabda: “Sungguh dia telah meminta kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang jika diminta akan diberi, dan jika berdoa akan dikabulkan.”[124]

1575. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Apabila masuk pagi, Nabi berdoa:

«اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُورُ»

“Ya Allah, hanya dengan pertolongan-Mu aku memasuki pagi, hanya dengan pertolongan-Mu aku memasuki sore, hanya dengan pertolongan-Mu aku hidup, dan hanya dengan pertolongan-Mu aku mati, dan hanya kepada-Mu kami dibangkitkan.” Jika sore membaca seperti itu tetapi akhirannya «وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ» “hanya kepada-Mu kami dikumpulkan.”[125]

1576. Dari Anas , ia berkata: Doa terbanyak Nabi adalah:

«رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»

“Wahai Rob kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di Akhirat, dan jagalah kami dari siksa Neraka.”[126]

1577. Dari Abu Musa Al-Asy’ari , ia berkata: Nabi pernah berdoa:

«رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي كُلِّهِ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطَايَايَ، وَعَمْدِي وَجَهْلِي وَهَزْلِي، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ»

“Ya Robku (Penciptaku), ampuni dosa-dosaku karena kesalahanku, karena kebodohanku, semua urusanku yang berlebihan, dan apa saja dari dosaku yang Engkau lebih tahu dariku. Ya Allah, ampuni dosa-dosaku karena kesalahanku, karena sengaja, karena bodoh, karena bergurau, dan aku mengakui semua itu kulakukan. Ya Allah, ampuni dosa-dosaku yang telah kukerjakan dan ibadah yang tidak serius kukerjakan, dosa yang kukerjakan secara sembunyi maupun terang-terangan, Engkau Maha mendahulukan (siapa saja yang Engkau kehendaki dengan rahmat-Mu) dan Maha mengakhirkan (siapa saja yang Engkau kehendaki dengan menghinakannya), dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”[127]

1578. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh biasa berdoa:

«اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ»

“Ya Allah, perbaikilah agamaku yang ia merupakan benteng segala urusanku, perbaikilah duniaku yang ia merupakan tempat hidupku, perbaikilah Akhiratku yang ia merupakan tempat kembaliku, jadikanlah hidupku untuk menambah kebaikanku, dan jadikanlah matiku untuk mengistirahatkanku dari keburukan.”[128]

1579. Dari Anas , ia berkata: Rosūlullōh biasa berdoa:

«اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَارْزُقْنِي عِلْمًا يَنْفَعُنِي»

“Ya Allah, berilah manfaat bagiku apa saja yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarilah aku apa saja yang bermanfaat bagiku, dan berilah aku ilmu yang bermanfaat bagiku.”[129]

1580. Dalam At-Tirmidzi dari hadits Abu Huroiroh seperti di atas dan ada tambahan:

«وَزِدْنِي عِلْمًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ حَالِ أَهْلِ النَّارِ»

“Berilah aku ilmu, segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan, dan aku berlindung kepada Allah dari keadaan penduduk Neraka.”[130]

1581. Dari Aisyah ڤ, bahwa Nabi  mengajarinya doa ini:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا»

“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu semua kebaikan, baik yang segera maupun yang tertunda, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Aku berlindung kepadamu dari semua keburukan, baik yang segera maupun tertunda, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Ya Allah, aku meminta kepada-Mu semua kebaikan yang diminta oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu (Muhammad ), dan aku berlindung kepada-Mu dari semua keburukan yang hamba-Mu dan Nabi-Mu berlindung darinya. Ya Allah, aku meminta kepada-Mu Surga dan segala yang mendekatkan kepada Surga baik berupa ucapan maupun perbuatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari Neraka dan segala yang mendekatkan kepada Neraka baik berupa ucapan maupun perbuatan. Aku memohon kepada-Mu agar menjadikan semua takdir yang Engkau tetapkan atasku adalah kebaikan.”[131]

1582. Al-Bukhori Muslim meriwayatkan dari Abu Huroiroh , ia berkata: Rosūlullōh bersabda:

«كَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ، خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ»

“Dua kalimat yang dicintai Ar-Rohman, ringan di lisan, dan berat di timbangan: subhānallāh wa bihamdih subhānallāhil azhīm (aku mensucikan Allah dan memuji-Nya, aku mesucikan Allah yang Maha Agung).”[132]

/


[1] HR. Muslim no. 2162.

[2] HR. Al-Bukhori no. 6490 dan Muslim no. 1453. Ini lafazh Muslim.

[3] HR. Muslim no. 2553.

[4] HR. Al-Bukhori no. 6290 dan Muslim no. 2184. Ini lafazh Muslim.

[5] HR. Al-Bukhori no. 6270 dan Muslim no. 2177. Ini lafazh Muslim.

[6] HR. Al-Bukhori no. 5456 dan Muslim no. 2031.

[7] HR. Al-Bukhori no. 6231.

[8] HR. Al-Bukhori no. 6232 dan Muslim no. 2160.

[9] Hasan: HR. Abu Dawud no. 5210 dan Al-Baihaqi 9/49.

[10] HR. Muslim no. 1324. Yang benar dari Abu Huroiroh . Makna hadits, yakni ketika di negeri kaum Muslimin, ketika mereka kuat dan mayoritas.

[11] HR. Al-Bukhori no. 1461.

[12] HR. Muslim no. 2026, dan tambahan: “jika lupa, muntahkan,” adalah lemah sebagaimana dalam Adh-Dho’īfah no. 926.

[13] HR. Al-Bukhori no. 5856 dan Muslim no. 2097.

[14] HR. Al-Bukhori no. 5855 dan Muslim no. 2097.

[15] HR. Al-Bukhori no. 5783 dan Muslim no. 2085.

[16] HR. Muslim no. 2020.

[17] Hasan: HR. Abu Dawud Ath-Thoyalisi no. 2261, Ahmad no. 6695, Al-Bukhori secara mu’allaq (sanad terputus).

[18] HR. Al-Bukhori no. 5985. Silaturohim adalah menyambung dengan baik kekerabatan terutama orang tua sendiri, terutama jika terputus.

[19] HR. Al-Bukhori no. 5984 dan Muslim no. 2556.

[20] HR. Al-Bukhori no. 5975 dan Muslim no. 593.

[21] Hasan: HR. At-Tirmidzi no. 1900, Ibnu Hibban no. 2026, Al-Hakim 4/151.

[22] HR. Muslim no. 45.

[23] HR. Al-Bukhori no. 4477 dan Muslim no. 86.

[24] HR. Al-Bukhori no. 5973 dan Muslim no. 90 dengan lafazh Muslim.

[25] HR. Al-Bukhori no. 6077 dan Muslim no. 2560.

[26] HR. Al-Bukhori no. 6021.

[27] HR. Muslim no. 2626.

[28] HR. Muslim no. 2625.

[29] HR. Muslim no. 2699.

[30] HR. Muslim no. 1893.

[31] Shohih: HR. Al-Baihaqi 4/199. Juga ada di Abu Dawud no. 1672, Nasai 5/82, Ahmad 2/68.

[32] HR. Al-Bukhori no. 52 dan Muslim no. 1599.

[33] HR. Al-Bukhori no. 6335.

[34] HR. Al-Bukhori no. 6416.

[35] Shohih: HR. Abu Dawud no. 4031 dan Ibnu Hibban.

[36] Shohih: HR. At-Tirmidzi no. 2516.

[37] Hasan: HR. Ibnu Majah no. 4102.

[38] HR. Muslim no. 1488.

[39] Hasan: HR. At-Tirmidzi no. 2318.

[40] Shohih: HR. At-Tirmidzi no. 2380. Karena sering kekenyangan menyebabkan malas ibadah, syahwat meningkat, dan masuknya banyak penyakit ke badan.

[41] Hasan: HR. At-Tirmidzi no. 2499, Ibnu Majah no. 2451.

[42] Dho’if: HR. Al-Baihaqi no. 5027 dalam Syu’abul Iman. Jika dinisbatkan ke ucapan Luqman maka shohih dalam riwayat Ibnu Hibban no. 41 dalam Roudhotul Uqolā dan Al-Hakim 2/422.

[43] Dho’if: HR. Abu Dawud no. 4903.

[44] No. 4210 dan sanadnya matruk (lebih parah dari lemah).

[45] HR. Al-Bukhori no. 6114 dan Muslim no. 2609.

[46] HR. Al-Bukhori no. 2447 dan Muslim no. 2579.

[47] HR. Muslim no. 2578.

[48] Hasan: HR. Ahmad 5/428.

[49] HR. Al-Bukhori no. 33 dan Muslim no. 59.

[50] HR. Al-Bukhori no. 34 dan Muslim no. 58.

[51] HR. Al-Bukhori no. 6044 dan Muslim no. 64. Yakni kufur kecil yang tidak sampai menjadikannya keluar dari Islam, kecuali jika ia menganggap membunuh itu halal (boleh).

[52] HR. Al-Bukhori no. 5143 dan Muslim no. 2563.

[53] HR. Al-Bukhori dan Muslim no. 142 dengan lafazh dari Muslim.

[54] HR. Muslim no. 1828.

[55] HR. Al-Bukhori no. 2559 dan Muslim no. 2612 dan ini lafazh Muslim.

[56] HR. Al-Bukhori no. 6116.

[57] HR. Al-Bukhori no. 3118. Makna “menggelapkan harta Allah” adalah menyalurkan harta umat dengan batil. Hadits ini mengecam para pejabat yang menggelapkan harta umat meskipun sedikit atau menahannya dari siapa yang berhak. (Fathul Bari)

[58] HR. Muslim no. 2577.

[59] HR. Muslim no. 2589.

[60] HR. Muslim no. 2564.

[61] Shohih: HR. At-Tirmidzi no. 3591, Al-Hakim 1/532.

[62] Dho’if: HR. At-Tirmidzi no. 1995.

[63] Dho’if: HR. At-Tirmidzi no. 1962.

[64] HR. Muslim no. 2487.

[65] Hasan: HR. Abu Dawud no. 3635, At-Tirmidzi no. 1940.

[66] Shohih: HR. At-Tirmidzi no. 2002.

[67] Hasan: HR. At-Tirmidzi no. 1977 dan Al-Hakim 1/12. Ad-Daroquthni menguatkan mauquf (hanya ucapan Ibnu Mas’ud).

[68] HR. Al-Bukhori no. 1393. Karena itu bisa menyakiti kerabatnya yang masih hidup.

[69] HR. Al-Bukhori no. 6056 dan Muslim no. 105. Yakni tidak langsung masuk Surga, karena ahli tauhid pasti masuk Surga.

[70] Shohih: HR. Ath-Thobaroni dalam Al-Ausath.

[71] Shohih dengan lafazh: «من كف غضبه ستر الله عورته».

[72] Dho’if: HR. At-Tirmidzi no. 1947.

[73] HR. Al-Bukhori no. 7042.

[74] Hasan: HR. Al-Bazzar.

[75] Shohih: HR. Al-Hakim 1/60 dan Al-Bukhori no. 549 dalam Al-Mufrod.

[76] Dho’if: HR. At-Tirmidzi no. 2012.

[77] Dho’if: HR. Ahmad 6/85.

[78] HR. Muslim no. 2589.

[79] Palsu: HR. At-Tirmidzi no. 2505.

[80] Shohih: HR. Abu Dawud no. 4990, At-Tirmidzi no. 2315, An-Nasai no. 146.

[81] Palsu: HR. Al-Harits bin Abi Usamah dengan sanad lemah. Anbasah bin Abdurrohman Al-Qurosyi biasa memalsukan hadits.

[82] HR. Al-Bukhori no. 7188 dan Muslim no. 2668.

[83] HR. Al-Bukhori no. 7188 dan Muslim no. 2668 dan ini lafazh Muslim.

[84] HR. Al-Bukhori no. 6094 dan Muslim no. 105, dan ini lafazh Muslim.

[85] HR. Al-Bukhori no. 6229 dan Muslim no. 2121.

[86] HR. Al-Bukhori no. 71 dan Muslim no. 1037.

[87] Shohih: HR. Abu Dawud no. 4799 dan At-Tirmidzi.

[88] HR. Al-Bukhori no. 24 dan Muslim no. 36.

[89] HR. Al-Bukhori no. 6120.

[90] HR. Muslim no. 2664.

[91] HR. Muslim no. 2865.

[92] Hasan: HR. At-Tirmidzi no. 1931.

[93] Hasan: HR. Ahmad 6/461.

[94] HR. Muslim no. 2588.

[95] Shohih: HR. At-Tirmidzi no. 2485.

[96] HR. Muslim no. 55.

[97] Hasan: HR. At-Tirmidzi no. 2004, Ibnu Majah no. 4246, Al-Hakim 4/324.

[98] Dho’if: HR. Al-Hakim 1/124.

[99] Hasan: HR. Abu Dawud no. 4918. Yakni saling mengingatkan, menutupi aib, dan saling membantu.

[100] Shohih: HR. Ibnu Majah no. 4032 dan At-Tirmidzi no. 2507.

[101] Shohih: HR. Ahmad 1/43, Ibnu Hibban no. 959. Hadits ini tidak khusus dibaca ketika bercermin tetapi umum, sebagaimana dalam Irwaul Gholil no. 74.

[102] Shohih: HR. Ibnu Majah no. 3792, Ibnu Hibban no. 815, dan Al-Bukhori secara mu’allaq (sanad terputus).

[103] Hasan: HR. Ibnu Abi Syaibah dan Ath-Thobaroni dalam Al-Kabīr.

[104] HR. Muslim no. 2700.

[105] Shohih: HR. At-Tirmidzi no. 3380. [Lafazhnya Ahmad 2/463]

[106] HR. Al-Bukhori no. 6404 dan Muslim no. 2693 dengan tambahan:

«له الملك، وله الحمد، وهو على كل شيء قدير»

[107] HR. Al-Bukhori no. 6405 dan Muslim no. 2691.

[108] HR. Muslim no. 2726.

[109] Dho’if: HR. An-Nasai, Ibnu Hibban no. 840, Al-Hakim 1/512.

[110] HR. Muslim no. 1560.

[111] HR. Al-Bukhori no. 6384, Muslim no. 2704, An-Nasai no. 356 dalam Amalul Yaum wal Lailah dan ada tambahan:

«وَلَا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ»

 “Tidak ada tempat berlindung dari siksa Allah selain mendekat kepada-Nya.”

[112] Shohih: HR. Abu Dawud no. 1479, At-Tirmidzi no. 3247, An-Nasai 6/450, Ibnu Majah no. 3828.

[113] Dho’if: HR. At-Tirmidzi no. 3271.

[114] Hasan: HR. At-Tirmidzi no. 3370, Ibnu Hibban no. 870, Al-Hakim 1/490.

[115] Shohih: HR. An-Nasai hal. 168 dalam Amalul Yaum, Ibnu Hibban no. 1696.

[116] Shohih: HR. Abu Dawud no. 1488, At-Tirmidzi no. 3556, Ibnu Majah no. 3865, Al-Hakim 1/497.

[117] HR. At-Tirmidzi no. 3386. Hadits ini dinilai hasan Ibnu Hajar dengan penguatnya (syahid).

[118] HR. Abu Dawud dan dinilai lemah oleh Abu Dawud dan dikomentari Abu Hatim sebagai hadits munkar. Hadits munkar adalah hadits lemah yang menyelisihi hadits shohih.

[119] Dho’if: HR. At-Tirmidzi no. 484 dan Ibnu Hibban no. 911. Ibnu Hajar menukil penilaian shohihnya Ibnu Hibban dalam Shohihnya, padahal tidak semua hadits di kitab Shohih Ibnu Hibban adalah shohih. Namun, Ibnu Hajar adalah pakar hadits sehingga persetujuan shohih atas hadits ini tidak bisa diabaikan begitu saja.

[120] HR. Al-Bukhori no. 6306.

[121] Shohih: HR. An-Nasai no. 566 dalam Amalul Yaum, Ibnu Majah no. 3871 dan Al-Hakim 1/517-518.

[122] HR. Muslim no. 1572.

[123] Shohih: HR. An-Nasai 8/265 dan Al-Hakim 1/104.

[124] Shohih: HR. Abu Dawud no. 1493, At-Tirmidzi no. 3475, An-Nasai 4/394, Ibnu Majah no. 3857, dan Ibnu Hibban no. 2383.

[125] Hasan: HR. Abu Dawud no. 5068, At-Tirmidzi no. 3391, An-Nasai no. 564 dalam Amalul Yaum, Ibnu Majah no. 3868.

[126] HR. Al-Bukhori no. 6389 dan Muslim no. 2690. Kebaikan di dunia adalah pasangan yang baik, rumah yang luas, tetangga yang baik, kendaraan yang nyaman, dan lain-lain. Kebaikan di Akhirat adalah Surga.

[127] HR. Al-Bukhori no. 6398 dan Muslim no. 2719.

[128] HR. Muslim no. 2720.

[129] Hasan: HR. An-Nasai dan Al-Hakim 1/510.

[130] Dho’if: HR. At-Tirmidzi no. 3599 dan dihasankan Ibnu Hajar. Sanadnya lemah karena ada perawi yang majhul.

[131] Shohih: HR. Ibnu Majah no. 3846.

[132] HR. Al-Bukhori no. 6406 dan Muslim no. 2694.


Related

TERJEMAH FIQIH DAN USUL FIQIH 1870713181016706712

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar Anda yang sopan dan rapi.

emo-but-icon

Total Tayangan Halaman

WAKAF MUSHAF

WAKAF MUSHAF

Admin Nor Kandir, ST., BA

Penulis bernama Nor Kandir ini kelahiran Jepara. Semenjak kecil tertarik dengan membaca terutama tentang alam ghoib dan huru-hara Hari Kiamat. Alumni Mahad Raudlatul Ulum Pati ini juga pernah nyantri di Mahad Tahfizh Qur'an Wadi Mubarok Bogor dan Pondok Mahasiswa Thaybah Surabaya dibawah asuhan Ust. Muhammad Nur Yasin, Lc dan beliau adalah guru utama penulis.

Gelar akademik penulis diperoleh di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan D2 LIPIA Surabaya, S1 Kulliyatul Ulum Mesir. Sekarang terdaftar sebagai mahasiswa D2 Akademi Zad Arab Saudi, D3 Universitas Murtaqo Kuwait, S1 Universitas Internasional Afrika, S1 Sekolah Tinggi Muad bin Jabal Mesir, S1 Mahad Ali Aimmah Mesir, S2 Syifaul Qulub Mesir. Sertifikat yang diperoleh: ijazah sanad Kutub Sittah (Bukhori, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah) dari Majlis Sama' bersama Dr. Abdul Muhsin Al Qosim dan Syaikh Samir bin Yusuf Al Hakali, juga matan-matan 5 semester Dr. Abdul Muhsin Al Qosim seperti Arbain, kitab² Muhammad bin Abdul Wahhab, Aqidah Wasithiyyah, Thohawiyah, Jurumiyah, Jazariyah, dll. Juga sertifikat hafalan Umdatul Ahkam dari Markaz Huffazhul Wahyain bersama Syaikh Abu Bakar Al Anqori. Kesibukan hariannya adalah mengajar bahasa Arob, dan menerjemahkan kitab-kitab yang diupload secara gratis di www.terjemahmatan.com

PENTING

Semua buku di situs ini adalah legal dan telah mendapatkan izin dari penerbit dan penulisnya untuk dicetak, disebar, dan dimanfaatkan dalam bentuk apapun. Boleh dikomersialkan dengan syarat: meminta izin ke penulis dan harganya dibuat murah (tanpa royalti penulis).

Bagi yang membutuhkan file wordnya untuk keperluan dakwah, bisa menghubungi Penulis di 085730-219-208.

Barokallahu fikum.

Pengikut

Hot in week

item