[]

Kitab Nafkah - SHOHIH AL-BUKHORI | PUSTAKA SYABAB

 Kitab Nafkah - SHOHIH AL-BUKHORI Download PDF - WORD 1. Keutamaan Menafkahi Keluarga 5351 - عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الأَنْصَارِيِّ ﭬ ، عَنِ...

 Kitab Nafkah - SHOHIH AL-BUKHORI



Download PDF - WORD


1. Keutamaan Menafkahi Keluarga

5351 - عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الأَنْصَارِيِّ ، عَنِ النَّبِيِّ قَالَ: «إِذَا أَنْفَقَ المُسْلِمُ نَفَقَةً عَلَى أَهْلِهِ، وَهُوَ يَحْتَسِبُهَا، كَانَتْ لَهُ صَدَقَةً»

5351. Dari Abu Mas’ud Al-Anshori , dari Nabi , beliau bersabda: “Apabila seorang Muslim menafkahi keluarganya dengan berharap pahala, maka itu menjadi pahala sedekah baginya.”

5352 - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: «قَالَ اللَّهُ: أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ أُنْفِقْ عَلَيْكَ»

5352. Dari Abu Huroiroh , bahwa Rosulullah bersabda: “Allah berfirman: ‘Berinfaklah, wahai keturunan Adam, Aku akan berinfak kepadamu.”

5353 - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ : «السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالمِسْكِينِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، أَوِ القَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ»

5353. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Nabi bersabda: “Orang yang menafkahi janda dan orang miskin, pahalanya seperti orang yang berjihad di jalan Allah atau orang yang gemar sholat malam dan gemar puasa siang hari.”

5354 - عَنْ سَعْدٍ ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ يَعُودُنِي وَأَنَا مَرِيضٌ بِمَكَّةَ، فَقُلْتُ: لِي مَالٌ، أُوصِي بِمَالِي كُلِّهِ؟ قَالَ: «لاَ» قُلْتُ: فَالشَّطْرِ؟ قَالَ: «لاَ» قُلْتُ: فَالثُّلُثِ؟ قَالَ: «الثُّلُثُ وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ، أَنْ تَدَعَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَدَعَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ فِي أَيْدِيهِمْ، وَمَهْمَا أَنْفَقْتَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ، حَتَّى اللُّقْمَةَ تَرْفَعُهَا فِي فِي امْرَأَتِكَ، وَلَعَلَّ اللَّهَ يَرْفَعُكَ، يَنْتَفِعُ بِكَ نَاسٌ، وَيُضَرُّ بِكَ آخَرُونَ»

5354. Dari Sa’ad bin Abi Waqqosh , ia berkata: Nabi membesukku ketika aku sakit di Makkah, lalu aku berkata: “Aku memiliki harta (banyak), bolehkah aku berwasiat menyedekahkan semua hartaku?” Jawab beliau: “Tidak.” Aku berkata: “Setengahnya?” Jawab beliau: “Tidak.” Aku berkata: “Sepertiganya?” Jawab beliau: “Sepertiga saja dan sepertiga itu sudah banyak. Kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kecukupan, itu lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan kekurangan hingga meminta-minta kepada manusia dengan tangannya. Apapun yang kamu nafkahkan, ia bernilai sedekah, hingga makanan yang kamu suapkan ke mulut istrimu. Mudah-mudahkan Allah mengangkat derajatmu, lewatmu kaum Muslimin mendapatkan manfaat (kemenangan dalam peperangan) dan orang-orang kafir mendapatkan malapetaka (kekalahan).”

2. Kewajiban Menafkahi Keluarga dan Tanggungan

5355 - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ : «أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ مَا تَرَكَ غِنًى، وَاليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ». تَقُولُ المَرْأَةُ: إِمَّا أَنْ تُطْعِمَنِي، وَإِمَّا أَنْ تُطَلِّقَنِي، وَيَقُولُ العَبْدُ: أَطْعِمْنِي وَاسْتَعْمِلْنِي، وَيَقُولُ الِابْنُ: أَطْعِمْنِي، إِلَى مَنْ تَدَعُنِي، فَقَالُوا: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ؟ قَالَ: «لاَ، هَذَا مِنْ كِيسِ أَبِي هُرَيْرَةَ»

5355. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Nabi bersabda: “Sedekah paling utama adalah setelah menyisakan untuk keperluan nafkahnya sendiri yang mencukupinya. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Mulailah bersedekah kepada orang yang menjadi tanggunganmu.” Si wanita berkata: “Silahkan pilih, kamu menafkahiku atau menceraikanku,” dan si budak berkata: “Berilah aku nafkah lalu pekerjakan aku,” dan si anak berkata: “Berilah aku nafkah sampai aku bisa bekerja sendiri.” Orang-orang bertanya: “Wahai Abu Huroiroh, apakah ucapan terakhir ini kamu dengar dari Rosulullah ?” Jawabnya: “Tidak, ini dari pendapat Abu Huroiroh sendiri.”

5356 - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: «خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ»

5356. Dari Abu Huroiroh , Rosulullah bersabda: “Sedekah terbaik adalah setelah menyisakan untuk keperluan nafkahnya sendiri yang mencukupinya, dan mulailah sedekah kepada orang-orang yang menjadi tanggunganmu.”

3. Menyimpan Nafkah Setahun Untuk Keluarga

5357 - عَنْ عُمَرَ : «أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يَبِيعُ نَخْلَ بَنِي النَّضِيرِ، وَيَحْبِسُ لِأَهْلِهِ قُوتَ سَنَتِهِمْ»

5357. Dari Umar , bahwa Nabi menjual kurma Bani Nadhir dan menyimpan (sebagian)nya untuk keluarganya sebagai stok makanan setahun.”

5358 - عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسِ بْنِ الحَدَثَانِ، قَالَ: انْطَلَقْتُ حَتَّى أَدْخُلَ عَلَى عُمَرَ، إِذْ أَتَاهُ حَاجِبُهُ يَرْفَا، فَقَالَ: هَلْ لَكَ فِي عُثْمَانَ، وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَالزُّبَيْرِ، وَسَعْدٍ يَسْتَأْذِنُونَ؟ قَالَ: نَعَمْ، فَأَذِنَ لَهُمْ، قَالَ: فَدَخَلُوا وَسَلَّمُوا فَجَلَسُوا، ثُمَّ لَبِثَ يَرْفَا قَلِيلًا، فَقَالَ لِعُمَرَ: هَلْ لَكَ فِي عَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ؟ قَالَ: نَعَمْ، فَأَذِنَ لَهُمَا، فَلَمَّا دَخَلاَ سَلَّمَا وَجَلَسَا، فَقَالَ عَبَّاسٌ: يَا أَمِيرَ المُؤْمِنِينَ اقْضِ بَيْنِي وَبَيْنَ هَذَا، فَقَالَ الرَّهْطُ عُثْمَانُ وَأَصْحَابُهُ: يَا أَمِيرَ المُؤْمِنِينَ، اقْضِ بَيْنَهُمَا وَأَرِحْ أَحَدَهُمَا مِنَ الآخَرِ، فَقَالَ عُمَرُ: اتَّئِدُوا أَنْشُدُكُمْ بِاللَّهِ الَّذِي بِهِ تَقُومُ السَّمَاءُ وَالأَرْضُ، هَلْ تَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ: «لا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ» يُرِيدُ رَسُولُ اللَّهِ نَفْسَهُ، قَالَ الرَّهْطُ: قَدْ قَالَ ذَلِكَ، فَأَقْبَلَ عُمَرُ عَلَى عَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ، فَقَالَ: أَنْشُدُكُمَا بِاللَّهِ، هَلْ تَعْلَمَانِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ذَلِكَ؟ قَالا: قَدْ قَالَ ذَلِكَ. قَالَ عُمَرُ: فَإِنِّي أُحَدِّثُكُمْ عَنْ هَذَا الأَمْرِ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ قَدْ خَصَّ رَسُولَهُ فِي هَذَا المَالِ بِشَيْءٍ لَمْ يُعْطِهِ أَحَدًا غَيْرَهُ، قَالَ اللَّهُ: {مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ} [الحشر: 6] - إِلَى قَوْلِهِ - {قَدِيرٌ} [الحشر: 6]، فَكَانَتْ هَذِهِ خَالِصَةً لِرَسُولِ اللَّهِ ، وَاللَّهِ مَا احْتَازَهَا دُونَكُمْ وَلا اسْتَأْثَرَ بِهَا عَلَيْكُمْ، لَقَدْ أَعْطَاكُمُوهَا وَبَثَّهَا فِيكُمْ حَتَّى بَقِيَ مِنْهَا هَذَا المَالُ، فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ يُنْفِقُ عَلَى أَهْلِهِ نَفَقَةَ سَنَتِهِمْ مِنْ هَذَا المَالِ، ثُمَّ يَأْخُذُ مَا بَقِيَ فَيَجْعَلُهُ مَجْعَلَ مَالِ اللَّهِ، فَعَمِلَ بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ حَيَاتَهُ، أَنْشُدُكُمْ بِاللَّهِ هَلْ تَعْلَمُونَ ذَلِكَ؟ قَالُوا: نَعَمْ، قَالَ لِعَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ: أَنْشُدُكُمَا بِاللَّهِ هَلْ تَعْلَمَانِ ذَلِكَ؟ قَالاَ: نَعَمْ، ثُمَّ تَوَفَّى اللَّهُ نَبِيَّهُ ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَنَا وَلِيُّ رَسُولِ اللَّهِ فَقَبَضَهَا أَبُو بَكْرٍ يَعْمَلُ فِيهَا بِمَا عَمِلَ بِهِ فِيهَا رَسُولُ اللَّهِ وَأَنْتُمَا حِينَئِذٍ - وَأَقْبَلَ عَلَى عَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ - تَزْعُمَانِ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ كَذَا وَكَذَا، وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَنَّهُ فِيهَا صَادِقٌ بَارٌّ رَاشِدٌ تَابِعٌ لِلْحَقِّ، ثُمَّ تَوَفَّى اللَّهُ أَبَا بَكْرٍ، فَقُلْتُ: أَنَا وَلِيُّ رَسُولِ اللَّهِ وَأَبِي بَكْرٍ فَقَبَضْتُهَا سَنَتَيْنِ أَعْمَلُ فِيهَا بِمَا عَمِلَ رَسُولُ اللَّهِ وَأَبُو بَكْرٍ، ثُمَّ جِئْتُمَانِي وَكَلِمَتُكُمَا وَاحِدَةٌ، وَأَمْرُكُمَا جَمِيعٌ جِئْتَنِي تَسْأَلُنِي نَصِيبَكَ مِنَ ابْنِ أَخِيكَ، وَأَتَى هَذَا يَسْأَلُنِي نَصِيبَ امْرَأَتِهِ مِنْ أَبِيهَا، فَقُلْتُ: إِنْ شِئْتُمَا دَفَعْتُهُ إِلَيْكُمَا عَلَى أَنَّ عَلَيْكُمَا عَهْدَ اللَّهِ وَمِيثَاقَهُ، لَتَعْمَلاَنِ فِيهَا بِمَا عَمِلَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ ، وَبِمَا عَمِلَ بِهِ فِيهَا أَبُو بَكْرٍ، وَبِمَا عَمِلْتُ بِهِ فِيهَا مُنْذُ وُلِّيتُهَا وَإِلَّا فَلاَ تُكَلِّمَانِي فِيهَا، فَقُلْتُمَا: ادْفَعْهَا إِلَيْنَا بِذَلِكَ، فَدَفَعْتُهَا إِلَيْكُمَا بِذَلِكَ، أَنْشُدُكُمْ بِاللَّهِ هَلْ دَفَعْتُهَا إِلَيْهِمَا بِذَلِكَ؟ فَقَالَ الرَّهْطُ: نَعَمْ، قَالَ: فَأَقْبَلَ عَلَى عَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ فَقَالَ: أَنْشُدُكُمَا بِاللَّهِ هَلْ دَفَعْتُهَا إِلَيْكُمَا بِذَلِكَ؟ قَالاَ: نَعَمْ، قَالَ: أَفَتَلْتَمِسَانِ مِنِّي قَضَاءً غَيْرَ ذَلِكَ، فَوَالَّذِي بِإِذْنِهِ تَقُومُ السَّمَاءُ وَالأَرْضُ، لاَ أَقْضِي فِيهَا قَضَاءً غَيْرَ ذَلِكَ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ، فَإِنْ عَجَزْتُمَا عَنْهَا فَادْفَعَاهَا فَأَنَا أَكْفِيَكُمَاهَا

5358. Dari Malik bin Aus bin Al-Hadatsan, ia berkata: Aku pergi menemui Umar, tiba-tiba pelayannya bernama Yarfa datang dan berkata: “Apakah Anda mengizinkan Utsman, Abdurrohman, Az-Zubair, dan Sa’ad bin Abi Waqqosh masuk?” Jawabnya: “Iya.” Mereka pun diizinkan masuk, mengucapkan salam, dan duduk. Tidak lama dari itu, Yarfa datang lagi dan berkata kepada Umar: “Apakah Anda mengizinkan Ali dan Abbas masuk?” Jawabnya: “Iya.” Mereka pun masuk. Ketika masuk, mereka berdua mengucapkan salam dan duduk. Abbas berkata: “Wahai Amirul Mukminin, tolong putuskan perselisihan antara aku dan Ali (yakni masalah warisan Rosulullah ).” Utsman dan teman-temannya berkata: “Wahai Amirul Mukminin, putuskan perselisihan mereka berdua agar yang satu bisa beristirahat dari yang lain.” Umar menjawab: “Tenanglah kalian. Aku bertanya kepada kalian dengan nama Allah yang menjadikan langit dan bumi diam, apakah kalian tahu bahwa Rosulullah pernah bersabda: ‘Kami tidak meninggalkan warisan, dan apa yang kami tinggalkan menjadi sedekah.’” —Yang dimaksud adalah diri Rosulullah sendiri—  kelompok Utsman menjawab: “Benar, beliau pernah mensabdakannya.” Lalu Umar menghadap Ali dan Abbas dan berkata: “Aku bertanya kepada kalian dengan nama Allah, apakah kalian tahu bahwa Rosulullah pernah mengucapkannya?” Jawab mereka berdua: “Benar, beliau pernah mengucapkannya.” Umar berkata: “Aku akan menjelaskan kepada kalian duduk perkara ini, yaitu Allah mengkhususkan Rosulullah untuk mengelola harta semacam ini yang tidak diberikan hak tersebut kepada selain beliau. Allah berfirman: ‘Apa saja dari harta rampasan yang diberikan Allah kepara Rosul-Nya dari orang-orang kafir, adalah tanpa mengerahkan kuda dan unta pun. Akan tetapi Allahlah yang karuniakan kemenangan itu kepada para Rosul-Nya atas musuh-musuh-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.’” (QS. Al-Hasyr: 6) Harta rampasan ini (fai) diberikan khusus kepada Rosulullah (dalam alokasinya). Demi Allah, beliau tidak mengutamakan memberi kalian tanpa orang lain. Sungguh Rosulullah sudah memberikan jatah kalian dan sudah menyerahkannya kepada kalian, hingga tersisa harta ini (yakni tanah). Rosulullah dulu menyimpan jatah nafkah istri-istrinya untuk stok setahun, lalu sisa rampasan perang tersebut disalurkan Rosulullah untuk kepentingan umat, dan itu yang diterapkan Rosulullah dalam hidupnya. Aku bertanya kepada kalian dengan nama Allah, apakah kalian mengetahui hal ini?” Kelompok Utsman menjawab: “Ya.” Umar berkata kepada Ali dan Abbas: “Aku bertanya kepada kalian berdua dengan nama Allah, apakah kalian berdua tahu hal ini?” Keduanya menjawab: “Ya.” Lalu Allah mewafatkan Nabi-Nya lalu Abu Bakar berkata: “Aku adalah pengganti Rosulullah ,” lalu ia mengelola dan mengalokasikan harta tersebut seperti cara Rosulullah menerapkannya, dan kalian berdua —Umar menghadap Ali dan Abbas— menyangka Abu Bakar tidak adil (tidak menyerahkan harta tersebut kepada mereka sebagai warisan Rosulullah ), dan Allah Mahatahu bahwa Abu Bakar jujur, taat, berpetunjuk, dan mengikuti kebenaran. Lalu Allah mewafatkan Abu Bakar, lalu aku berkata: ‘Aku pengganti Rosulullah dan Abu Bakar,’ lalu aku mengelola dan mengalokasikannya selama dua tahun seperti yang diterapkan Rosulullah dan Abu Bakar. Lalu kalian berdua datang kepadaku dan tujuan kalian berdua sama. Yang satu datang kepadaku menuntut bagian paman beliau dan yang satunya lagi menuntut bagian putri beliau. Aku katakan: jika kalian mau, akan kuserahkan harta itu kepada kalian berdua dengan perjanjian atas nama Allah bahwa kalian akan mengelola dan mengalokasikannya seperti yang diterapkan Rosulullah dan Abu Bakar serta Umar semenjak aku jadi pemimpin? Jika tidak mau, jangan lagi membicarakan harta itu lagi kepadaku. Kalian berdua tentu akan berkata: ‘Serahkan harta itu kepada kami dengan syarat tersebut,’ dan aku pun akan menyerahkannya kepada kalian berdua dengan syarat tersebut. Aku bertanya kepada kalian (kelompok Utsman) dengan nama Allah, apakah aku telah menyerahkannya kepada mereka berdua dengan syarat tersebut?” Kelompok tersebut menjawab: “Ya.” Umar melanjutkan: “Apakah kalian berdua akan mencari putusan lain dariku selain ini? Demi Dzat yang menjadikan langit dan bumi diam, aku tidak akan memutuskan selain ini sampai hari Kiamat. Jika kalian berdua lemah dalam mengelolanya, serahkan ia kepadaku dan aku akan mencukupi kebutuhan kalian dari harta tersebut.”

4. Firman Allah: “Hendaknya perempuan menyusui anaknya dua tahun sempurna”

5. Nafkah Anak-Istri Saat Suami Tidak di Rumah

5359 - عَنْ عَائِشَةَ ڤ، قَالَتْ: جَاءَتْ هِنْدٌ بِنْتُ عُتْبَةَ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ مِسِّيكٌ، فَهَلْ عَلَيَّ حَرَجٌ أَنْ أُطْعِمَ مِنَ الَّذِي لَهُ عِيَالَنَا؟ قَالَ: «لاَ، إِلَّا بِالْمَعْرُوفِ»

5359. Dari Aisyah ڤ, ia berkata: Hindun putri Utbah datang dan berkata: “Wahai Rosulullah, Abu Sufyan (suamiku) lelaki yang sangat pelit, apakah boleh bagiku mengambil uangnya (secara diam-diam) untuk kami dan anak-anaknya?” Jawab beliau: “Tidak boleh, kecuali secukupnya saja.”

5360 - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ قَالَ: «إِذَا أَنْفَقَتِ المَرْأَةُ مِنْ كَسْبِ زَوْجِهَا، عَنْ غَيْرِ أَمْرِهِ، فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِهِ»

5360. Dari Abu Huroiroh , dari Nabi , beliau bersabda: “Jika seorang wanita bersedekah dari harta suaminya tanpa perintahnya, ia mendapatkan setengah pahalanya.”

6. Tugas Istri di Rumah Suaminya

5361 - عَنْ عَلِيٍّ ، أَنَّ فَاطِمَةَ عَلَيْهِمَا السَّلاَمُ أَتَتِ النَّبِيَّ تَشْكُو إِلَيْهِ مَا تَلْقَى فِي يَدِهَا مِنَ الرَّحَى، وَبَلَغَهَا أَنَّهُ جَاءَهُ رَقِيقٌ، فَلَمْ تُصَادِفْهُ، فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لِعَائِشَةَ، فَلَمَّا جَاءَ أَخْبَرَتْهُ عَائِشَةُ، قَالَ: فَجَاءَنَا وَقَدْ أَخَذْنَا مَضَاجِعَنَا، فَذَهَبْنَا نَقُومُ، فَقَالَ: «عَلَى مَكَانِكُمَا» فَجَاءَ فَقَعَدَ بَيْنِي وَبَيْنَهَا، حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَ قَدَمَيْهِ عَلَى بَطْنِي، فَقَالَ: «أَلاَ أَدُلُّكُمَا عَلَى خَيْرٍ مِمَّا سَأَلْتُمَا؟ إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا - أَوْ أَوَيْتُمَا إِلَى فِرَاشِكُمَا - فَسَبِّحَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَاحْمَدَا ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَكَبِّرَا أَرْبَعًا وَثَلاَثِينَ، فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ»

5361. Dari Ali , bahwa Fathimah Alaihimassalam mendatangi Nabi mengeluhkan luka di tangannya bekas penggilingan makanan. Sampai kepada Fathimah kabar bahwa Nabi mendapatkan budak (dari ghonimah), tetapi ia tidak menjumpai beliau lalu disampaikan pesannya kepada Aisyah. Ketika beliau datang, disampaikannya pesan Fathimah kepada beliau. Lalu beliau mendatangi kami ketika kami berbaring hendak tidur dan aku buru-buru ingin berdiri lalu beliau bersabda: “Tetaplah kalian berdua pada tempat kalian.” Beliau duduk di antara aku dan Fathimah hingga aku merasakan dinginnya kakinya sampai ke perutku, lalu beliau bersabda: “Maukah kalian berdua kuberitahu sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian berdua minta? Jika kalian berbaring hendak tidur, bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33 kali, dan bertakbirlah 34 kali, karena ini lebih baik daripada pelayan.”

7. Pembantu Rumah Tangga

5362 - عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ ، أَنَّ فَاطِمَةَ عَلَيْهَا السَّلاَمُ أَتَتِ النَّبِيَّ تَسْأَلُهُ خَادِمًا، فَقَالَ: «أَلاَ أُخْبِرُكِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكِ مِنْهُ؟ تُسَبِّحِينَ اللَّهَ عِنْدَ مَنَامِكِ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَتَحْمَدِينَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَتُكَبِّرِينَ اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلاَثِينَ» فَمَا تَرَكْتُهَا بَعْدُ، قِيلَ: وَلاَ لَيْلَةَ صِفِّينَ؟ قَالَ: وَلاَ لَيْلَةَ صِفِّينَ

5362. Dari Ali bin Abi Tholib , bahwa Fathimah Alaihassalam mendatangi Nabi meminta pelayan lalu beliau bersabda: “Maukah kamu kuberitahu sesuatu yang lebih baik dari pelayan? Bertasbihlah saat hendak tidur 33 kali, bertahmidlah 33 kali, dan bertakbirlah 34 kali.” Ali berkata: “Aku tidak pernah meninggalkannya setelah itu.” Ada yang bertanya: “Tidak pula saat malam perang Shiffin?” Jawabnya: “Tidak pula saat malam perang Shiffin.”[1]

8. Suami Membantu Tugas Istrinya

5363 - عَنِ الأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ، سَأَلْتُ عَائِشَةَ ڤ: مَا كَانَ النَّبِيُّ يَصْنَعُ فِي البَيْتِ؟ قَالَتْ: «كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا سَمِعَ الأَذَانَ خَرَجَ»

5363. Dari Al-Aswad bin Yazid, ia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah ڤ: “Apa yang dikerjakan Nabi di rumah?” Ia menjawab: “Beliau membantu tugas istrinya, dan jika mendengar adzan, beliau keluar.”

9. Jika Suami Tidak Menafkahi, Istri Boleh Mengambil Harta Suami Secukupnya Untuk Dirinya dan Anaknya

5364 - عَنْ عَائِشَةَ ڤ، أَنَّ هِنْدَ بِنْتَ عُتْبَةَ، قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ وَلَيْسَ يُعْطِينِي مَا يَكْفِينِي وَوَلَدِي، إِلَّا مَا أَخَذْتُ مِنْهُ وَهُوَ لاَ يَعْلَمُ، فَقَالَ: «خُذِي مَا يَكْفِيكِ وَوَلَدَكِ، بِالْمَعْرُوفِ»

5364. Dari Aisyah ڤ, bahwa Hindun putri Utbah berkata: “Wahai Rosulullah, Abu Sufyan (suamiku) adalah lelaki yang sangat pelit, ia tidak menafkahiku yang mencukupiku dan anakku, kecuali jika aku mengambil hartanya tanpa sepengetahuannya.” Beliau menjawab: “Ambillah apa yang mencukupimu dan anakmu dengan sewajarnya.”

10. Istri Melayani Suaminya dan Menjaga Hartanya

5365 - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: «خَيْرُ نِسَاءٍ رَكِبْنَ الإِبِلَ نِسَاءُ قُرَيْشٍ - وَقَالَ الآخَرُ: صَالِحُ نِسَاءِ قُرَيْشٍ - أَحْنَاهُ عَلَى وَلَدٍ فِي صِغَرِهِ، وَأَرْعَاهُ عَلَى زَوْجٍ فِي ذَاتِ يَدِهِ»

5365. Dari Abu Huroiroh , bahwa Rosulullah bersabda: “Wanita terbaik yang pernah menaiki onta adalah wanita Quroisy, mereka sangat merawat anak semenjak kecil dan sangat melayani suami dengan tangannya sendiri.”

11. Memberi Pakaian Istri dengan Layak

5366 - عَنْ عَلِيٍّ ، قَالَ: «آتَى إِلَيَّ النَّبِيُّ حُلَّةً سِيَرَاءَ فَلَبِسْتُهَا، فَرَأَيْتُ الغَضَبَ فِي وَجْهِهِ، فَشَقَّقْتُهَا بَيْنَ نِسَائِي»

5366. Dari Ali , ia berkata: “Nabi memberiku setelan pakaian (atasan dan bawahan) bergaris sutra lalu aku memakainya. Aku melihat kemarahan di wajah beliau lalu aku bagi-bagi untuk perempuanku (istri dan saudariku).”

12. Istri Membantu Suami dalam Merawat Anak-Anak Tirinya

5367 - عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، قَالَ: هَلَكَ أَبِي وَتَرَكَ سَبْعَ بَنَاتٍ أَوْ تِسْعَ بَنَاتٍ، فَتَزَوَّجْتُ امْرَأَةً ثَيِّبًا، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ : «تَزَوَّجْتَ يَا جَابِرُ» فَقُلْتُ: نَعَمْ، فَقَالَ: «بِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا؟» قُلْتُ: بَلْ ثَيِّبًا، قَالَ: «فَهَلَّا جَارِيَةً تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ، وَتُضَاحِكُهَا وَتُضَاحِكُكَ» قَالَ: فَقُلْتُ لَهُ: إِنَّ عَبْدَ اللَّهِ هَلَكَ، وَتَرَكَ بَنَاتٍ، وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أَجِيئَهُنَّ بِمِثْلِهِنَّ، فَتَزَوَّجْتُ امْرَأَةً تَقُومُ عَلَيْهِنَّ وَتُصْلِحُهُنَّ، فَقَالَ: «بَارَكَ اللَّهُ لَكَ أَوْ قَالَ: خَيْرًا»

5367. Dari Jabir bin Abdillah , ia berkata: Ayahku wafat dan meninggalkan 7 atau 9 anak perempuan, maka aku menikahi janda. Rosulullah bertanya kepadaku: “Kamu sudah menikah wahai Jabir?” Jawabku: “Ya.” Beliau bertanya: “Gadis atau janda?” Jawabku: “Bahkan janda.” Beliau bersabda: “Kenapa tidak gadis saja sehingga kamu bisa bermain bersamanya dan ia bermain bersamamu, kamu mencandainya dan ia mencandaimu?” Jawabku kepada beliau: “Abdullah (ayahku) wafat dan meninggalkan banyak anak perempuan, dan aku tidak suka memasukkan wanita yang sebaya mereka, sehingga aku menikahi janda yang bisa merawat mereka dan mendidik mereka.” Beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahimu dengan kebaikan.”

13. Nafkah Suami yang Kurang Mapan Kepada Istrinya

5368 - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ: أَتَى النَّبِيَّ رَجُلٌ، فَقَالَ: هَلَكْتُ، قَالَ: «وَلِمَ؟» قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى أَهْلِي فِي رَمَضَانَ، قَالَ: «فَأَعْتِقْ رَقَبَةً» قَالَ: لَيْسَ عِنْدِي، قَالَ: «فَصُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ» قَالَ: لاَ أَسْتَطِيعُ، قَالَ: «فَأَطْعِمْ سِتِّينَ مِسْكِينًا» قَالَ: لاَ أَجِدُ، فَأُتِيَ النَّبِيُّ بِعَرَقٍ فِيهِ تَمْرٌ، فَقَالَ: «أَيْنَ السَّائِلُ؟» قَالَ: هَا أَنَا ذَا، قَالَ: «تَصَدَّقْ بِهَذَا» قَالَ: عَلَى أَحْوَجَ مِنَّا يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَوَالَّذِي بَعَثَكَ بِالحَقِّ، مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ مِنَّا، فَضَحِكَ النَّبِيُّ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ، قَالَ: «فَأَنْتُمْ إِذًا»

5368. Dari Abu Huroiroh , ia berkata: Seorang lelaki mendatangi Nabi dan berkata: “Aku binasa.” Beliau bertanya: “Kenapa bisa begitu?” Jawabnya: “Aku menggauli istriku di Romadhan.” Beliau bersabda: “Bebaskan budak.” Ia menjawab: “Aku tidak punya.” Beliau bersabda: “Berpuasalah dua bulan berturut-turut.” Ia menjawab: “Aku tidak mampu.” Beliau bersabda: “Berilah makan 60 orang miskin.” Ia menjawab: “Aku tidak memilikinya.” Lalu Nabi diberi kiriman sekeranjang kurma lalu bertanya: “Mana tadi yang bertanya?” Ia menjawab: “Saya ini.” Beliau bersabda: “Sedekahkan ini.” Ia menjawab: “Apakah kepada orang yang lebih membutuhkannya dari kami wahai Rosulullah? Demi Dzat yang mengutusmu dengan benar, tidak ada penduduk di antara dua perbukitan (batas Madinah) ini yang lebih butuh (miskin) daripada kami.” Nabi tertawa hingga nampak gigi taringnya. Beliau bersabda: “Jika begitu, kalian (yang lebih berhak).”

14. “Ahli waris (dari ayah si anak) juga demikian (tidak boleh dibebani berlebihan dalam menanggung nafkah si anak),” dan apakah si ibu menanggung nafkah anaknya?

5369 - عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ڤ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَلْ لِي مِنْ أَجْرٍ فِي بَنِي أَبِي سَلَمَةَ أَنْ أُنْفِقَ عَلَيْهِمْ، وَلَسْتُ بِتَارِكَتِهِمْ هَكَذَا وَهَكَذَا، إِنَّمَا هُمْ بَنِيَّ؟ قَالَ: «نَعَمْ، لَكِ أَجْرُ مَا أَنْفَقْتِ عَلَيْهِمْ»

5369. Dari Ummu Salamah (Ummul Mukminin) ڤ, ia berkata: “Wahai Rosulullah, apakah aku mendapatkan pahala atas anak-anak Abu Salamah (mantan suamiku) yang aku beri nafkah, sementara aku sendiri tidak bisa berpisah dari mereka karena mereka sangat membutuhkanku, lagi pula mereka juga anak-anaku sendiri.” Beliau bersabda: “Ya, kamu mendapatkan pahala atas nafkah yang kamu berikan kepada mereka.”

5370 - عَنْ عَائِشَةَ ڤ: قَالَتْ هِنْدُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ، فَهَلْ عَلَيَّ جُنَاحٌ أَنْ آخُذَ مِنْ مَالِهِ مَا يَكْفِينِي وَبَنِيَّ؟ قَالَ: «خُذِي بِالْمَعْرُوفِ»

5370. Dari Aisyah ڤ, bahwa Hindun berkata: “Wahai Rosulullah, Abu Sufyah (suamiku) adalah lelaki yang sangat pelit sekali, apakah aku berdosa jika mengambil hartanya apa yang mencukupiku dan anak-anakku?” Jawab beliau: “Ambilnya sewajarnya.”

15. Sabda Nabi : “Siapa yang meninggalkan hutang dan tanggungan nafkah, maka aku yang menanggungnya”

5371 - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ كَانَ يُؤْتَى بِالرَّجُلِ المُتَوَفَّى عَلَيْهِ الدَّيْنُ، فَيَسْأَلُ: «هَلْ تَرَكَ لِدَيْنِهِ فَضْلًا؟» فَإِنْ حُدِّثَ أَنَّهُ تَرَكَ وَفَاءً صَلَّى، وَإِلَّا قَالَ لِلْمُسْلِمِينَ: «صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ» فَلَمَّا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ الفُتُوحَ، قَالَ: «أَنَا أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ، فَمَنْ تُوُفِّيَ مِنَ المُؤْمِنِينَ فَتَرَكَ دَيْنًا فَعَلَيَّ قَضَاؤُهُ، وَمَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ»

5371. Dari Abu Huroiroh , bahwa lelaki yang wafat dan memiliki hutang didatangkan kepada Rosulullah lalu beliau bertanya: “Apakah ia meninggalkan harta untuk melunasi hutangnya?” Jika beliau diberitahu ia meninggalkan harta yang cukup untuk melunasinya maka beliau mensholatinya, dan jika tidak maka beliau berkata kepada kaum Muslimin: “Silahkan kalian saja yang mensholati teman kalian.” Ketika Allah memberi banyak kemenangan, beliau bersabda: “Aku lebih berhak terhadap orang-orang beriman, melebihi diri mereka sendiri. Siapa saja dari orang-orang beriman yang wafat dan meninggalkan hutang maka menjadi tanggunganku melunasinya, dan siapa yang meninggalkan harta maka itu untuk ahli warisnya.”

16. Status Saudari Sepersusuan

5372 - عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ ڤ، زَوْجِ النَّبِيِّ ، قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، انْكِحْ أُخْتِي بِنْتَ أَبِي سُفْيَانَ، قَالَ: «وَتُحِبِّينَ ذَلِكِ؟» قُلْتُ: نَعَمْ، لَسْتُ لَكَ بِمُخْلِيَةٍ، وَأَحَبُّ مَنْ شَارَكَنِي فِي الخَيْرِ أُخْتِي، فَقَالَ: «إِنَّ ذَلِكِ لاَ يَحِلُّ لِي» فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَوَاللَّهِ إِنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّكَ تُرِيدُ أَنْ تَنْكِحَ دُرَّةَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ؟ فَقَالَ: «بِنْتَ أُمِّ سَلَمَةَ؟» فَقُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: «فَوَاللَّهِ لَوْ لَمْ تَكُنْ رَبِيبَتِي فِي حَجْرِي مَا حَلَّتْ لِي، إِنَّهَا بِنْتُ أَخِي مِنَ الرَّضَاعَةِ، أَرْضَعَتْنِي وَأَبَا سَلَمَةَ ثُوَيْبَةُ فَلاَ تَعْرِضْنَ عَلَيَّ بَنَاتِكُنَّ وَلاَ أَخَوَاتِكُنَّ». قَالَ عُرْوَةُ: «ثُوَيْبَةُ أَعْتَقَهَا أَبُو لَهَبٍ»

 5372. Dari Ummu Habibah Romlah binti Abu Sufyan ڤ, istri Nabi , ia berkata: Aku berkata: “Wahai Rosulullah, nikahilah saudariku putri Abu Sufyan.” Beliau bertanya: “Sukakah kamu itu?” Jawabku: “Ya, aku tidak ingin sendirian bersamamu, dan aku ingin yang berserikat dalam kebaikan adalah saudariku sendiri.” Beliau bersabda: “Dia tidak halal bagiku (karena saudari kandungmu).” Aku berkata: “Wahai Rosulullah, demi Allah, aku dapat kabar bahwa Anda ingin menikahi Durroh putri Abu Salamah?” Beliau bertanya: “Putri Abu Salamah?” Jawabku: “Ya.” Beliau bersabda: “Demi Allah, seandainya ia bukan anak tiriku, ia tetap tidak halal bagiku, karena ia putri dari saudara sepersusuanku. Aku dan Abu Salamah pernah disusui oleh Tsuwaibah. Kamu jangan menawarkan kepadaku putrimu maupun saudarimu.” Urwah berkata: “Tsuwaibah dimerdekakan oleh Abu Lahab.”[]


[1] Perang Shiffin adalah peperangan antara Ali dengan Muawiyah , yang berlokasi di antara Iraq dan Syam. Peperangan ini terjadi karena tipu daya dan adu domba dari orang-orang munafik.


Related

Terjemah Shohih Al-Bukhori 6321144019126296770

Posting Komentar

Terima kasih atas komentar Anda yang sopan dan rapi.

emo-but-icon

Total Tayangan Halaman

WAKAF MUSHAF

WAKAF MUSHAF

Admin Nor Kandir, ST., BA

Penulis bernama Nor Kandir ini kelahiran Jepara. Semenjak kecil tertarik dengan membaca terutama tentang alam ghoib dan huru-hara Hari Kiamat. Alumni Mahad Raudlatul Ulum Pati ini juga pernah nyantri di Mahad Tahfizh Qur'an Wadi Mubarok Bogor dan Pondok Mahasiswa Thaybah Surabaya dibawah asuhan Ust. Muhammad Nur Yasin, Lc dan beliau adalah guru utama penulis.

Gelar akademik penulis diperoleh di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan D2 LIPIA Surabaya, S1 Kulliyatul Ulum Mesir. Sekarang terdaftar sebagai mahasiswa D2 Akademi Zad Arab Saudi, D3 Universitas Murtaqo Kuwait, S1 Universitas Internasional Afrika, S1 Sekolah Tinggi Muad bin Jabal Mesir, S1 Mahad Ali Aimmah Mesir, S2 Syifaul Qulub Mesir. Sertifikat yang diperoleh: ijazah sanad Kutub Sittah (Bukhori, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah) dari Majlis Sama' bersama Dr. Abdul Muhsin Al Qosim dan Syaikh Samir bin Yusuf Al Hakali, juga matan-matan 5 semester Dr. Abdul Muhsin Al Qosim seperti Arbain, kitab² Muhammad bin Abdul Wahhab, Aqidah Wasithiyyah, Thohawiyah, Jurumiyah, Jazariyah, dll. Juga sertifikat hafalan Umdatul Ahkam dari Markaz Huffazhul Wahyain bersama Syaikh Abu Bakar Al Anqori. Kesibukan hariannya adalah mengajar bahasa Arob, dan menerjemahkan kitab-kitab yang diupload secara gratis di www.terjemahmatan.com

PENTING

Semua buku di situs ini adalah legal dan telah mendapatkan izin dari penerbit dan penulisnya untuk dicetak, disebar, dan dimanfaatkan dalam bentuk apapun. Boleh dikomersialkan dengan syarat: meminta izin ke penulis dan harganya dibuat murah (tanpa royalti penulis).

Bagi yang membutuhkan file wordnya untuk keperluan dakwah, bisa menghubungi Penulis di 085730-219-208.

Barokallahu fikum.

Pengikut

Hot in week

item