Cari Ebook

[PDF] 135 Hadits Muttafaq Alaih Untuk Hafalan - Edisi 3 - Abu Zakariyya Al-Jibuti



Pengantar Penerjemah

Segala puji bagi Alloh. Semoga sholawat dan salam tercurah kepada Rosululloh , keluarganya, dan para Shohabatnya.

Di beberapa tempat pembaca akan menemukan penomoran hadits dengan diakhiri “­–penj”. Maksud tanda ini untuk memisahkan penomoran kitab asli dengan penomoran saya. Ada dua kemungkinan mengapa penomoran salah, salah satunya adalah boleh jadi kesalahan cetak.

Perlu diketahui pula, dalam Shahihain terkadang ada beberapa hadits yang satu tema tetapi ada sedikit perbedaan lafazh. Kemudian, terkadang penulis kutaib ini mencantumkan hadits dengan nomor hadits milik hadits lain di kitab shahih tetapi masih satu tema, maka agar lebih banyak faidahnya saya tambahkan penomoran yang sesuai dengan redaksi aslinya, misalnya hadits no. 144 bab Di Antara Tanda Hari Kiamat.

Secara umum hadits Arbain merupakan hadits yang lengkap dan berisi kaidah-kaidah penting agama Islam. Namun, ditinjau dari dua sisi kutaib ini lebih unggul. Yaitu: [1] semua hadits muttafaqun ‘alaihi dan [2] haditsnya pendek-pendek. Dengan dua keunggulan ini, semoga kita lebih terlecut untuk menghafal hadits sehingga kutaib ini benar-benar menjadi kunci untuk menghafal hadits-hadits nabi yang lain.

Semoga Alloh membalas kebaikan penulis kutaib ini dengan balasan yang baik, begitu pula kepada penerjemahnya, orang-orang yang menghafalnya, dan seluruh kaum muslimin. Sungguh Alloh Maha Mendengar dan Maha Pengabul.

Semoga sholawat dan salam tercurah kepada Rosululloh , keluarganya, dan para Shohabatnya.

Surabaya, 28 Maret 2012

Nor Kandir

 

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Pengantar Syaikh Muhaddits Yahya bin Ali al-Hajuri

 

Segala puji milik Robb semesta alam. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Alloh semata tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Amma ba’du:

Saya telah membaca apa yang telah dikumpulkan oleh al-Akh al-Fadhil Shalahuddin al-Jibuti –semoga Alloh memberi taufik pada kitabnya– yang diberi nama Kunci Hafalan bagi Penuntut Ilmu. Saya memandangnya sebagai sebuah kitab yang bermanfaat, berisi 152 hadits yang telah disepakati keshahihannya oleh dua Imam al-Bukhari dan Imam Muslim –semoga Alloh merahmati keduanya–. Beliau telah mengurutkannya dengan baik dan mengandung nilai fikih. Semoga Alloh membalas kebaikannya.

Ditulis oleh: Abu Abdirrahman Yahya bin Ali al-Hajuri

Tanggal 7 Shofar 1427 H

 


Kunci Menghafal Bagi Penuntut Ilmu

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

((يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ)) [ال عمران: ١٠٢]

((يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)) [ النساء: ١]

((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا)) [الأحزاب: ٧٠-٧١]

أَمَّا بَعْدُ:

«فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كَلَامُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدُثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٌ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ»

Kitab ini berisi 152[1] hadits yang saya saring dari kitab hadits yang telah disepakati keshahihannya oleh al-Bukhari dan Muslim yang merupakan tingkatan hadits paling tinggi keshahihannya berdasarkan kesepakatan umat.

Saya bersungguh-sungguh dalam menyaringnya supaya menjadi kitab yang pendek lafazhnya, mudah dihafal, dan agung maknanya.

Saya mengurutkannya dalam bentuk Bab Iman, Hukum, Muamalat, Akhlak, Adab, Zuhud dan Kelembutan, dan Keutamaan. Saya menamai kitab ini dengan Kunci Hafalan bagi Penuntut Ilmu.

Saya memohon kepada Alloh al-Fattah al-Hafizh agar menjadikan kitab ini ikhlas mengharap wajah-Nya yang mulia, dan menjadikannya bermanfaat bagi kaum muslimin. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Alloh. Alloh-lah tempat meminta pertolongan.

Ditulis oleh:

Abu Zakaria Shalahuddin bin Ali bin Muhammad Al-Jibuti

Darul Hadits – Dammaj

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Ikhlas dan Niat

1) Dari ‘Umar bin Khaththab berkata: aku mendengar Rosululloh bersabda:

«إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ»

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang hendak dia raih atau wanita yang hendak dia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya.” [SB (no. 6689) dan SM (no. 1907)]

 

Perintah Memerangi Manusia Hingga Mengucapkan Lâ Ilâha Illallâh Muhammadur Rosululloh

2) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ. فَمَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، فَقَدْ عَصَمَ مِنِّى نَفْسَهُ وَمَالَهُ، إِلاَّ بِحَقِّهِ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ»

“Aku diperintah untuk memeragi manusia hingga mengucapkan Lâ Ilâha Illallâh. Barangsiapa yang mengucapkan Lâ Ilâha Illallâh, maka sungguh dia telah memelihara jiwa dan hartanya dariku kecuali dengan haknya dan hisabnya terserah Alloh.” [SB (no. 2946) dan SM (no. 21)]

 

Penetapan Ketinggian Alloh tanpa Takyîf, Tamtsîl, Tahrîf, dan Ta’thîl

3) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِى كِتَابِهِ فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ: إِنَّ رَحْمَتِى غَلَبَتْ غَضَبِى»

“Setelah Alloh menciptakan makhluk, Dia menulis di Kitab-Nya yang berada di sisi-Nya di atas Arsy, ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.’” [SB (no. 3194) dan SM (no. 2571)]

 

Was-Was Iblis

4) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«يَأْتِى الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ حَتَّى يَقُولَ: مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ»

“Setan mendatangi seseorang dari kalian lantas berkata, ‘Siapakah yang menciptakan ini? Siapakah yang menciptakan ini?’ Hingga dia berkata, ‘Siapakah yang menciptakan Robb-mu?’ Apabila ini terjadi, maka bacalah taawudz dan berhentilah.” [SB (no. 3276) dan SM (no. 134)]

 

Larangan Mencela Masa

5) Hadits Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: يُؤْذِيْنِى ابْنُ آدَمَ، يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ، بِيَدِيَ الأَمْرُ، أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ»

“Alloh Azza wa Jalla berfirman, ‘Anak Adam menyakiti-Ku. Dia mencela masa padahal Aku-lah masa itu. Di Tangan-Ku segala urusan. Aku membolak-balikan malam dan siang.” [SB (no. 4826) dan SM (no. 2246)]

 

Alloh Mengampuni Lintasan Hati

6) Dari Abu Hurairah berkata: Nabi bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِى مَا حَدَثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا مَا لَمْ تَعْمَلْ أَوْ تَتكَلَّمْ»

“Sesungguhnya Alloh mengampuni dari umatku apa yang terlintas dalam jiwanya selama belum dikerjakan atau dibicarakan.” [SB (no. 2528) dan SM (no. 127)]

 

Rukun Islam

7) Dari Ibnu ‘Umar berkata: Rosululloh bersabda:

«بُنِيَ الْإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ»

“Islam dibangun atas lima hal: syahadat La Ilaha Illallah dan Muhammadur Rosululloh, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” [SB (no. 8) dan SM (no. 16)]

 

Islam Agama Mudah

8) Dari Abu Musa al-Asy’ari, dari Nabi bersabda:

«يَسِّرَا وَلاَ تُعَسِّرَا، وَبَشِّرَا وَلاَ تُنَفِّرَا، وَتَطَاوَعَا وَلاَ تَخْتَلِفَا»

“Permudahlah dan jangan mempersulit. Berikan kabar gembira dan jangan membuat lari. Patuhlah dan jangan berselisih.” [SB (no. 3038) dan SM (no. 1733)]

 

Larangan Ghuluw dan Berlebihan dalam Agama

9) Dari Ubadah bin ash-Shamid, dari Nabi bersabda:

«مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ»

“Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan hak selain Alloh semata tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad hamba dan utusan-Nya, dan Isa hamba Alloh dan Rosul-Nya dan kalimatnya yang disampaikan ke Maryam serta ruh dari-Nya, dan surga benar adanya, dan neraka benar adanya, maka Alloh akan memasukkannya ke surga sesuai amalnya.” [SB (no. 3435) dan SM (no. 28)]

Iman Bertambah dan Berkurang

10) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ»

“Iman ada enam puluh cabang lebih, dan malu adalah cabang dari iman.” [SB (no. 9) dan SM (no. 35)]

 

Merasakan Manisnya Iman

11) Dari Anas bin Malik, dari Nabi bersabda:

«ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ»

“Tiga hal yang barangsiapa ada pada dirinya, akan mendapatkan manisnya iman: Alloh dan Rosul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, dia mencintai seseorang hanya karena Alloh, dan dia benci kembali kepada kekufuran sebagaimana dia benci dilempar ke dalam api.” [SB (no. 16) dan SM (no. 43)]

 

Mencintai Kaum Anshar Termasuk Iman

12) Dari al-Barra bin Azib berkata: Nabi bersabda:

«الأَنْصَارُ لاَ يُحِبُّهُمْ إِلاَّ مُؤْمِنٌ، وَلاَ يُبْغِضُهُمْ إِلاَّ مُنَافِقٌ، فَمَنْ أَحَبَّهُمْ أَحَبَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ أَبْغَضَهُ اللَّهُ»

“Kaum Anshar, tidak ada yang mencintai mereka kecuali mukmin dan tidak ada yang membenci mereka kecuali munafik. Maka, barangsiapa yang mencintai mereka, Alloh akan mencintainya dan barangsiapa yang membenci mereka, Alloh akan membencinya.” [SB (no. 3783) dan SM (no. 275)]

 

Harom Mencaci Para Shohabat

13) Abu Sa’id al-Khudri berkata: Nabi bersabda:

«لاَ تَسُبُّوا أَصْحَابِى، فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيفَهُ»

“Janganlah kalian mencaci Shohabat-Shohabatku. Seandainya salah seorang dari kalian bersedekah emas sepenuh gunung Uhud, tentu tidak bisa menyamai sedekah satu mud mereka dan tidak pula setengahnya.” [SB (no. 3673) dan SM (no. 2541)]

 

Termasuk Iman Seseorang Mencintai untuk Saudaranya Apa yang Dia Sukai untuk Dirinya

14) Dari Anas bin Malik, dari Nabi bersabda:

«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ»

“Salah seorang dari kalian belum (sempurna) beriman hingga mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” [SB (no. 13) dan SM (no. 45)]

 

Tanda Orang Munafik

15) Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash bahwa Nabi bersabda:

«أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ»

“Empat hal yang barangsiapa ada pada seseorang, maka dia seorang munafik tulen, dan barangsiapa yang pada dirinya ada satu cabang dari itu, maka di dalam dirinya ada satu cabang kemunafikan hingga mau meninggalkannya: apabila dipercaya khianat, apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila bertengkar curang.” [SB (no. 34) dan SM (no. 58)]

 

Sumpah Palsu Termasuk Dosa Besar

16) Dari al-Asy’ats bin Qais berkata: Rosululloh bersabda:

«مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينِ صَبْرٍ يَقْتَطِعُ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ وَهُوَ فِيْهَا فَاجِرٌ ، لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانٌ»

“Barangsiapa bersumpah palsu untuk merampas harta orang muslim dengan zhalim, maka dia akan menemui Alloh dalam keadaan murka padanya.” [SB (no. 4550) dan SM (no. 138)]

 

Harom Bersumpah untuk Selain Alloh

17) Dari ‘Umar bin Khaththab berkata: Rosululloh bersabda:

«أَلاَ إِنَّ اللَّهَ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ، فَمَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ وَإِلاَّ فَلْيَصْمُتْ»

“Ketahuilah! Sesungguhnya Alloh melarang kalian bersumpah dengan nama ayah-ayah kalian. Barangsiapa yang bersumpah, maka bersumpahkan dengan nama Alloh, jika tidak maka diam saja.” [SB (no. 6108) dan SM (no. 1646)]

 

Harom Bersumpah dengan Thoghut

18) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«مَنْ حَلَفَ فَقَالَ فِى حَلِفِهِ: وَاللاَّتِ وَالْعُزَّى، فَلْيَقُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ. وَمَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ: تَعَالَ أُقَامِرْكَ، فَلْيَتَصَدَّقْ»

“Barangsiapa mengatakan dalam sumpahnya, ‘Demi Latta dan Uzza’, maka ucapkanlah La Ilaha Illallah, dan barangsiapa yang berkata kepada kawannya, ‘Mari kita berjudi’, maka bersedekahlah.” [SB (no. 4860) dan SM (no. 1647)]

 

Harom Menggambar yang Bernyawa

19) Dari ‘Abdullah bin Mas’ud berkata: saya mendengar Nabi bersabda:

«إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ»

“Sesungguhnya manusia yang paling berat siksanya di sisi Alloh pada hari Kiamat adalah para pelukis/pemahat.” [SB (no. 5950) dan SM (no. 2109)]

 

Wajib Mencintai Rosululloh

20) Dari Anas bin Malik berkata: Nabi bersabda:

«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ»

“Salah seorang di antara kalian belum (sempurna) beriman hingga aku lebih dia cintai melebihi ayah-ibunya, anaknya, dan seluruh manusia.” [SB (no. 15) dan SM (no. 44)]

 

Larangan Menghadap Qiblat atau Membelakanginya Saat Buang Hajat di Tempat Terbuka

21) Dari Abu Ayyub al-Anshari bahwa Nabi bersabda:

«إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا»

“Apabila kalian buat hajat, maka jangan menghadap qiblat dan jangan pula membelakanginya, tetapi menghadaplah ke timur atau barat.” [SB (no. 394) dan SM (no. 264)]

 

Larangan Kencing dan Berak di Genangan Air

22) Dari Abu Hurairah bahwa dia mendengar Rosululloh bersabda:

«لاَ يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِى الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِى لاَ يَجْرِى ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ»

“Jangan sekali-kali seorang dari kalian kencing di genangan air yang tidak mengalir, kemudian mandi di dalamnya.” [SB (no. 239) dan SM (no. 282)]

 

Siwak adalah Sunnah

23) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى -أَوْ عَلَى النَّاسِ- لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاَةٍ»

“Seandainya tidak memberatkan umatku –atau manusia–, tentu aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali shalat.” [SB (no. 887) dan SM (no. 252)]

 

Macam Fitrah

24) Dari Abu Hurairah, dari Rosululloh bersabda:

«الْفِطْرَةُ خَمْسٌ -أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ-: الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَنَتْفُ الإِبْطِ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ، وَقَصُّ الشَّارِبِ»

“Fitrah ada lima –atau lima yang termasuk fitrah–: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memangkas kumis.” [SB (no. 5889) dan SM (no. 257)]

 

Wajib Membiarkan Jenggot dan Harom Memotongnya

25) Dari Ibnu ‘Umar berkata: Rosululloh bersabda:

«اِنْهَكُوْا الشَّوَارِبَ، وَأَعْفُوا اللِّحَى»

“Pangkaslah kumis dan biarkanlah jenggot kalian.” [SB (no. 5893) dan SM (no. 259)]

 

Membiarkan Jenggot Termasuk Teladan Para Nabi Alaihimus Salam

26) Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi bersabda:

«خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ»

“Berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik, biarkan jenggot, dan pangkaslah kumis.” [SB (no. 5892) dan SM (no. 259)]

 

Termasuk Syarat Shalat Wudhu

27) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ»

“Alloh tidak menerima shalat seseorang yang berhadats hingga berwudhu.” [SB (no. 6954) dan SM (no. 255)]

 

Dosa Orang yang Lewat di Depan Orang Shalat

28) Dari Abu Juhaim berkata: Rosululloh bersabda:

«لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيِ الْمُصَلِّى مَاذَا عَلَيْهِ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ»

“Seandainya orang yang lewat di depan orang shalat mengetahui dosanya, tentu berdirinya dia selama empat puluh lebih baik daripada melewat di depan orang shalat.” [SB (no. 510) dan SM (no. 507)]

 

Shalat dengan Menutupi Bahu

29) Dari Abu Hurairah berkata: Nabi bersabda:

«لاَ يُصَلِّى أَحَدُكُمْ فِى الثَّوْبِ الْوَاحِدِ، لَيْسَ عَلَى عَاتِقَيْهِ شَىْءٌ»

“Janganlah seorang dari kalian shalat memakai satu baju yang tidak menutupi pundaknya.” [SB (no. 359) dan SM (no. 516)]

 

Kewajiban Meluruskan Shaf dan Merapatkannya

30) Dari an-Nur’man bin Basyir berkata: Nabi bersabda:

«لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ»

“Sungguh kalian meluruskan shaf atau benar-benar Alloh akan memalingkan wajah-wajah kalian.” [SB (no. 717) dan SM (no. 436)]

 

Wajib Membaca al-Fatihah dalam Shalat

31) Dari Ubadah bin ash-Shamit bahwa Rosululloh bersabda:

«لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ»

“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca surat al-Fatihah.” [SB (no. 756) dan SM (no. 394)]

 

Keutamaan Amin

32) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«إِذَا قَالَ الإِمَامُ: ((غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ)) فَقُولُوا: آمِينَ. فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»

“Apabila imam membaca: ((غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ)), maka katakanlah: «آمِينَ». Sesungguhnya barangsiapa yang ucapan aminnya berbarengan dengan ucapan aminnya malaikat, maka dosanya yang telah lalu diampuni.” [SB (no. 782) dan SM (no. 410)]

 

Tenang Saat Ruku’ dan Sujud

33) Dari Anas bin Malik, dari Nabi bersabda:

«أَقِيمُوا الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ، فَوَاللَّهِ إِنِّى لأَرَاكُمْ مِنْ بَعْدِيْ -وَرُبَّمَا قَالَ: مِنْ بَعْدِ ظَهْرِيْ- إِذَا رَكَعْتُمْ وَسَجَدْتُمْ»

“Sempurnakanlah ruku’ dan sujud. Demi Alloh, sungguh aku melihat kalian dari belakang.” Terkadang beliau bersabda, “Dari belakan punggungku saat kalian ruku’dan sujud.” [SB (no. 742) dan SM (no. 425)]

 

Keutamaan Tahmid

34) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«إِذَا قَالَ الإِمَامُ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، فَقُولُوا: اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ. فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»

Apabila imam mengucapkan: «سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ» maka katakanlah: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ». Sesungguhnya barangsiapa yang ucapannya berbarengan dengan ucapannya malaikat, maka dosanya yang telah lalu diampuni.” [SB (no. 796) dan SM (no. 409)]

 

Harom Mendahului Imam dalam Shalat

35) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«أَمَا يَخْشَى أَحَدُكُمْ -أَوْ لاَ يَخْشَى أَحَدُكُمْ- إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ قَبْلَ الإِمَامِ أَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ صُورَتَهُ صُورَةَ حِمَارٍ»

“Apakah seseorang dari kalian tidak takut –atau tidakkah seseorang dari kalian takut– saat mengangkat kepalanya sebelum imam bahwa Alloh akan menjadikan kepalanya seperti kepala keledai –atau Alloh akan menjadikan bentuknya seperti bentuk keledai–.” [SB (no. 691) dan SM (no. 427)]

 

Disukai Meringankan Shalat dan Menyempurnakannya

36) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِلنَّاسِ فَلْيُخَفِّفْ فَإِنَّ مِنْهُمُ الضَّعِيفَ وَالسَّقِيمَ وَالْكَبِيرَ، وَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِنَفْسِهِ فَلْيُطَوِّلْ مَا شَاءَ»

“Apabila seseorang dari kalian shalat mengimani manusia, maka ringankanlah, karena di antara mereka ada yang lemah, sakit, dan tua. Apabila seseorang dari kalian shalat sendirian, maka panjangkanlah semaunya.” [SB (no. 703) dan SM (no. 467)]

 

Keutamaan Shalat Berjamaah

37) Dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa Rosululloh bersabda:

«صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً»

“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.” [SB (no. 645) dan SM (no. 650)]

 

Keutamaan Membangun Masjid

38) Dari Utsman bin Affan berkata: saya mendengar Nabi bersabda:

«مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِى بِهِ وَجْهَ اللَّهِ، بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِى الْجَنَّةِ»

Barangsiapa yang membangun masjid demi mencari Wajah Alloh, maka Alloh akan membangunkan untuknya yang semisalnya di surga.” [SB (no. 450) dan SM (no. 533)]

 

Harom Membangun Kubah dan Masjid di atas Kubur

39- Dari ‘Aisyah berkata: Rosululloh bersabda:

«لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ»

“Laknat Alloh atas Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kubur-kubur para nabinya sebagai masjid-masjid.” [SB (no. 435) dan SM (no. 529)]

 

Keutamaan Menjaga Shalat Wajib di Masjid

40) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ وَرَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ نُزُلَهُ مِنَ الْجَنَّةِ كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ»

“Barangsiapa berangkat ke masjid lebih awal, maka Alloh akan menyiapkan untuknya tempat kediamannya di surga setiap kali dia berangkat lebih awal.” [SB (no. 662) dan SM (no. 669)]

 

Wanita Boleh Keluar ke Masjid dengan Syarat Aman dari Fitnah

41) Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi :

«إِذَا اسْتَأْذَنَتِ امْرَأَةُ أَحَدِكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلاَ يَمْنَعْهَا»

“Apabila wanita seseorang dari kalian minta izin ke masjid, maka jangan melarangnya.” [SB (no. 5238) dan SM (no. 442)]

 

Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar

42) Dari Abu Musa al-Asy’ari bahwa Rosululloh bersabda:

«مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ»

“Barangsiapa yang shalat Shubuh dan ‘Asar masuk surga.” [SB (no. 574) dan SM (no. 635)]

 

Akibat Meninggalkan Shalat ‘Asar

43) Dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa Rosululloh bersabda:

«الَّذِى تَفُوتُهُ صَلاَةُ الْعَصْرِ كَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ»

“Seseorang yang terluput olehnya shalat ‘Ashar, seakan-akan keluarga dan hartanya dikurangi.” [SB (no. 552) dan SM (no. 626)]

 

Siapa Lupa Shalat, Shalatlah Saat Ingat

44) Dari Anas bin Malik, dari Nabi bersabda:

«مَنْ نَسِيَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا، لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ» ((وَأَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِيْ))

“Barangsiapa lupa shalat, maka hendaklah dia shalat saat ingat. Tidak ada kafarat kecuali hanya itu. ‘Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.’[2] [SB (no. 597) dan SM (no. 684)]

 

Disukai Mengakhirkan Witir

45) Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dari Nabi bersabda:

«اِجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا»

“Jadikanlah witir sebagai akhir shalat malam kalian.” [SB (no. 998) dan SM (no. 749)]

 

Perintah Mandi Shalat Jum’at

46) Dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rosululloh bersabda:

«الْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ»

“Mandi pada hari Jum’at wajib bagi setiap yang baligh.” [SB (no. 858) dan SM (no. 846)]

 

Gerhana Bulan dan Matahari Termasuk Tanda Kebesaran Alloh untuk Menakuti Hamba-Hamba-Nya

47) Dari ‘Aisyah berkata: Rosululloh bersabda:

«إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا»

“Sesungguhnya matahari dan bulan termasuk tanda-tanda kebesaran Alloh. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula hidupnya. Maka, apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Alloh, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah.” [SB (no. 1044) dan SM (no. 901)]

 

Sedekah Menyebabkan Harta Berkah

48) Dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda:

«مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا»

“Tidak ada pagi yang dimasuki para hamba melainkan turun dua malaikat. Berkata salah satunya, ‘Ya Alloh berilah orang yang bersedekah ganti’ dan berkata yang lain, ‘Ya Alloh berilah orang yang bakhil kebangkrutan.’” [SB (no. 1442) dan SM (no. 1010)]

 

Sedekah Menjadi Sebab Selamat dari Neraka

49) Dari Adi bin Hatim berkata: saya mendengar Rosululloh bersabda:

«اتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ»

“Takutlah kalian dari neraka, meskipun dengan separuh kurma.” [SB (no. 1417) dan SM (no. 1016)]

 

Anjuran Bersedekah Meskipun Sedikit

50) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لاَ تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ»

“Wahai para wanita muslimah! Janganlah seseorang meremehkan pemberian tetangganya, meskipun tulang kambing berdaging sedikit.” [SB (no. 3566, 2566–penj) dan SM (no. 1030)]

 

Menahan Diri dari Meminta-Minta

51) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِى يَطُوفُ عَلَى النَّاسِ تَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ وَاللُّقْمَتَانِ وَالتَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ، وَلَكِنِ الْمِسْكِينُ الَّذِى لاَ يَجِدُ غِنًى يُغْنِيهِ، وَلاَ يُفْطَنُ بِهِ فَيُتَصَدَّقُ عَلَيْهِ، وَلاَ يَقُومُ فَيَسْأَلُ النَّاسَ»

“Orang miskin bukanlah yang mengitari manusia agar diberi satu suapan dan dua suapan, atau sebutir kurma dan dua butir kurma. Namun, orang miskin itu yang tidak memiliki harta yang mencukupinya, tidak pula mengelabuhi agar diberi sedekah, dan tidak pula berdiri meminta-minta kepada manusia.” [SB (no. 1479) dan SM (no. 1039)]

 

Dibenci Meminta-Minta kepada Manusia

52) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا، فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ»

“Sungguh seseorang dari kalian memukul punggungnya dengan sebatang kayu lebih baik daripada meminta-minta seseorang lalu diberi atau tidak diberi.” [SB (no. 2074) dan SM (no. 1042)]

 

Harom Meminta-Minta

53) Dari ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: Nabi bersabda:

«مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِىَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِى وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ»

“Seseorang senantiasa meminta-minta kepada manusia hingga datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya.” [SB (no. 1474) dan SM (no. 1040)]

 

Harom Menarik Kembali Pemberian

54) Dari Ibnu ‘Abbas berkata: Rosululloh bersabda:

«الْعَائِدُ فِى هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَقِىءُ ثُمَّ يَعُودُ فِى قَيْئِهِ»

“Orang yang menarik kembali pemberiannya seperti anjing yang meludah lalu ludahnya dijilat kembali.” [SB (no. 2589) dan SM (no. 1622)]

 

Keutamaan Menangguhkan Hutang

55) Dari Abu Hurairah, beliau bersabda:

«كَانَ الرَّجُلُ يُدَايِنُ النَّاسَ، فَكَانَ يَقُولُ لِفَتَاهُ: إِذَا أَتَيْتَ مُعْسِرًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ، لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَتَجَاوَزَ عَنَّا. قَالَ: فَلَقِيَ اللَّهَ فَتَجَاوَزَ عَنْهُ»

“Dahulu ada seseorang yang memberi hutang kepada orang lain, lalu dia berkata kepada pembantunya, ‘Jika kamu mendatangi orang yang kesulitan, maafkan saja dia. Mudah-mudahan Alloh memaafkan kita.’” Beliau bersabda, “Lalu dia bertemu Alloh lantas Dia mengampuninya.” [SB (no. 3480) dan SM (no. 1562)]

 

Zuhud

56) Dari Abu Hurairah, dari Rosululloh bersabda:

«إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِى الْمَالِ وَالْخَلْقِ، فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ»

“Apabila seseorang dari kalian melihat orang yang diberi karunia harta dan fisik, maka hendaklah dia melihat orang yang di bawahnya.” [SB (no. 6490) dan SM (no. 2963)]

 

Bagaimana Kehidupan Nabi ?

57) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«اللَّهُمَّ ارْزُقْ آلَ مُحَمَّدٍ قُوتًا»

“Ya Alloh, berilah keluarga Muhammad rezeki secukupnya.” [SB (no. 6460) dan SM (no. 1055)]

 

Keutamaan Bulan Ramadhan

58) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ»

“Apabila Ramadhan telah masuk, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dibelenggulah setan-setan.” [SB (no. 3277) dan SM (no. 1079)]

 

Keutamaan Puasa

59) Dari Abu Hurairah berkata: Nabi bersabda:

«صُوْمُوا لِرُؤْيَتِهِ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ»

“Puasalah karena melihatnya dan berbukalah (berhari raya) karena melihatnya. Apabila kalian tersamarkan, maka sempurnakan bilangan Sya’ban menjadi tiga puluh.” [SB (no. 1909) dan SM (no. 1081)]

 

Keutamaan Sahur

60) Dari Anas bin Malik berkata: Rosululloh bersabda:

«تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً»

“Lakukanlah sahur, karena di dalam sahur itu ada keberkahan.” [SB (no. 1922, 1923–penj) dan SM (no. 1095)]

 

Penjelasan Waktu Buka Puasa

61) Dari ‘Umar bin Khaththab berkata: Rosululloh bersabda:

«إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ»

“Apabila malam muncul dari arah sini, siang menghilang dari arah sini, dan matahari telah terbenam, maka yang berpuasa berbuka.” [SB (no. 1954) dan SM (no. 1100)]

 

Anjuran Shalat Tarawih

62) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»

“Barangsiapa shalat tarawih karena keimanan dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lalu diampuni.” [SB (no. 37) dan SM (no. 759)]

 

Keutamaan Lailatul Qadar

63) Hadits Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»

“Barangsiapa shalat pada malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lalu diampuni.” [SB (no. 1901) dan SM (no. 760)]

 

Mencari Lailatul Qadar

64) Dari ‘Aisyah mengatakan bahwa Rosululloh bersabda:

«تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ»

“Carilah Lailatul Qadar di ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan.” [SB (no. 2017) dan SM (no. 1169)]

 

Keutamaan Haji

65) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«مَنْ حَجَّ هَذَا الْبَيْتَ، فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ، رَجَعَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ»

“Barangsiapa berhaji ke Baitullah ini lalu tidak berkata kotor dan berbuat fasik, maka dia akan pulang seperti dilahirkan ibunya (suci tanpa dosa).” [SB (no. 1819) dan SM (no. 1350)]

 

Berkurban

66) Hadits Jundab bin Junadah berkata: Nabi bersabda:

«مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيَذْبَحْ أُخْرَى مَكَانَهَا، وَمَنْ لَمْ يَذْبَحْ فَلْيَذْبَحْ بِاسْمِ اللَّهِ»

“Barangsiapa yang berkurban sebelum shalat (‘Id), hendaklah menyembelih lagi di tempatnya. Barangsiapa yang belum menyembelih, maka menyembelihlah dengan menyebut nama Alloh.” [SB (no. 985) dan SM (no. 1960)]

 

Termasuk Adab Makan

67) Dari ‘Umar bin Abu Salamah berkata: Rosululloh bersabda kepadaku:

«يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ »

“Wahai anak! Bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang terdekat denganmu.” [SB (no. 5376) dan SM (no. 2022)]

 

Memberi Pembantu Makanan Seperti yang Dimakan Majikan

78) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«إِذَا أَتَى أَحَدَكُمْ خَادِمُهُ بِطَعَامِهِ فَإِنْ لَمْ يُجْلِسْهُ مَعَهُ، فَلْيُنَاوِلْهُ أُكْلَةً أَوْ أُكْلَتَيْنِ أَوْ لُقْمَةً أَوْ لُقْمَتَيْنِ، فَإِنَّهُ وَلِىَ حَرَّهُ وَعِلاَجَهُ»

“Apabila pembantu kalian datang membawa makanan kalian sementara kalian tidak mengajaknya duduk bersama, maka berilah dia satu porsi atau dua porsi, atau satu suap atau dua suap, sebab dialah yang memasak dan menghidangkannya.” [SB (no. 5460) dan SM (no. 1663)]

 

Makan Bersama Adalah Berkah

69) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«طَعَامُ الاِثْنَيْنِ كَافِى الثَّلاَثَةِ، وَطَعَامُ الثَّلاَثَةِ كَافِى الأَرْبَعَةِ»

“Makanan dua orang cukup untuk tiga orang dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang.” [SB (no. 5392) dan SM (no. 2058)]

 

Orang Mukmin Makan dengan Satu Usus

70) Dari Ibnu ‘Umar berkata: Rosululloh bersabda:

«إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَأْكُلُ فِى مِعًى وَاحِدٍ، وَإِنَّ الْكَافِرَ -أَوِ الْمُنَافِقَ - يَأْكُلُ فِى سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ»

“Sesungguhnya orang mukmin makan dengan satu usus, dan sesungguhnya orang kafir atau munafik makan dengan tujuh usus.” [SB (no. 5394) dan SM (no. 2060)]

 

Keutamaan Kurma Madinah

71) Dari ‘Amir bin Sa’ad berkata: aku mendengar Rosululloh bersabda:

«مَنْ تَصَبَّحَ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سَمٌّ وَلاَ سِحْرٌ»

“Barangsiapa yang memasuki pagi memakan tujuh kurma Ajwah, maka pada hari itu racun dan sihir tidak akan membahayakannya.” [SB (no. 5769) dan SM (no. 2047)]

 

Keutamaan Membaca al-Quran

72) Dari ‘Aisyah, dari Nabi bersabda:

«مَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ، وَمَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ، فَلَهُ أَجْرَانِ»

“Perumpamaan orang yang membaca al-Quran sedang dia hafal, bersama malaikat yang mulia lagi taat. Perumpamaan orang yang membacanya sedang dia susah dan berat membacanya, maka dia mendapat dua pahala.” [SB (no. 4937) dan SM (no. 798)]

 

Keutamaan Dzikir kepada Alloh Azza wa Jalla

73) Dari Abu Musa al-Asy’ari berkata: Nabi bersabda:

«مَثَلُ الَّذِى يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِى لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَىِّ وَالْمَيِّتِ»

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Alloh dan orang yang tidak berdzikir kepada Alloh bagaikan orang mati dan orang hidup.” [SB (no. 6407) dan SM (no. 779)]

 

Keutamaan Tasbih

74) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِى يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ عَنْهُ خَطَايَاهُ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ»

Barangsiapa yang mengucapkan «سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ» sehari seratus kali, maka akan dihapus dosa-dosanya meskipun seperti buih lautan.” [SB (no. 6405) dan SM (no. 2691)]

 

Dua kalimat yang Berat di Timbangan

75) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ، سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ»

“Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat ditimbangan, dan dicintai ar-Rahman, yaitu « سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ، سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ».” [SB (no. 6406) dan SM (no. 2694)]

 

Tegas dalam Berdoa

76) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululllah bersabda:

«لاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى إِنْ شِئْتَ اللَّهُمَّ ارْحَمْنِى إِنْ شِئْتَ. لِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ، فَإِنَّهُ لاَ مُكْرِهَ لَهُ»

“Janganlah sekali-kali seseorang dari kalian berdoa, ‘Ya Alloh ampuni saya jika Engkau mau, ya Alloh rahmati saya jika Engkau mau.’ Namun, hendaklah dia tegas dalam meminta, karena Dia tidak ada yang memaksa.” [SB (no. 6339) dan SM (no. 2679)]

 

Doa Saat Genting

77) Dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rosululloh berdoa saat genting:

«لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ»

“Tidak ada ilah yang berhak disembah dengan hak kecuali Alloh yang Maha Agung lagi Lembut. Tidak ada ilah yang berhak disembah dengan hak kecuali Alloh Robb ‘Arsy yang Agung. Tidak ada ilah yang berhak disembah dengan hak kecuali Alloh Robb langit-langit, Robb bumi, dan Robb ‘Arsy yang Mulia.” [SB (no. 6346) dan SM (no. 2730)]

 

‘Ain Adalah Hak

78) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«الْعَيْنُ حَقٌّ»

“Ain adalah benar adanya.” [SB (no. 5740) dan SM (no. 2187)]

 

Doa Menjenguk Orang Sakit

79) Dari ‘Aisyah bahwa Rosululloh apabila membesuk orang sakit atau diminta datang berdoa:

«أَذْهِبِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ، اِشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِى، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا»

“Hilangkanlah penyakit wahai Robb manusia. Sembuhkanlah dan Engkau adalah Penyembuh. Tidak ada obat kecuali obat-Mu, yaitu obat yang tidak meninggalkan penyakit.” [SB (no. 5675) dan SM (no. 2191)]

 

Pengobatan dengan Ruqyah

80) Dari ‘Aisyah bahwa Nabi berdoa untuk orang sakit:

«بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا، بِرِيقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى سَقِيمُنَا، بِإِذْنِ رَبِّنَا»

“Bismillah, ini debu tanah kami, dengan air liur kami, sembuhkanlah yang sakit di antara kami, dengan seizin Robb kami.” [SB (no. 5745) dan SM (no. 2194)]

 

Pengobatan dengan Madu, Bekam, dan Kay

81) Dari Jabir bin ‘Abdillah berkata: saya mendengar Nabi bersabda:

«إِنْ كَانَ فِى شَىْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ -أَوْ يَكُونُ فِى شَىْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ- خَيْرٌ فَفِى شَرْطَةِ مِحْجَمٍ، أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ، أَوْ لَذْعَةٍ بِنَارٍ تُوَافِقُ الدَّاءَ، وَمَا أُحِبُّ أَنْ أَكْتَوِيَ »

“Jika ada sesuatu dari obat kalian –atau jika ada sesuatu dari obat kalian– yang bisa menyembuhkan, maka ia ada pada bekam, minum madu, atau mengecos dengan besi panas pada luka tetapi saya tidak suka kay (pengobatan dengan besi panas).” [SB (no. 5683) dan SM (no. 2205)]

 

Pengobatan dengan Habbatus Sauda

82) Dari Abu Hurairah bahwa dia mendengar Rosululloh bersabda:

«فِى الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلاَّ السَّامَ»

“Dalam Habbatus Sauda ada obat untuk segala penyakit kecuali kematian.” [SB (no. 5688) dan SM (no. 2215)]

 

Pengobatan Demam

83) Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi bersabda:

«الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ»

“Demam berasal dari uap Jahannam, maka dinginkanlah dengan air.” [SB (no. 3264) dan SM (no. 2209)]

 

Sabar Saat Musibah

84) Dari ‘Abdullah bin Mas’ud berkata: Nabi bersabda:

«لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ، وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ»

“Bukanlah termasuk golongan kami seseorang yang menampar pipi, merobek baju, dan berteriak ala jahiliyah.” [SB (no. 1298) dan SM (no. 103)]

 

Disukai Mempercepat Pengurusan Jenazah

85) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ، فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا، وَإِنْ يَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ»

“Cepatlah dalam mengurus jenazah. Jika dia shalih, maka itu adalah kebaikan yang kalian segerakan. Jika dia selain dari itu, maka itu adalah keburukan yang kalian letakkan dari punggung-punggung kalian.” [SB (no. 1315) dan SM (no. 944)]

 

Iddah Wanita yang Tinggal Wafat Suaminya

86) Dari Ummu Habibah berkata: saya mendengar Rosululloh bersabda:

«لاَ يَحِلُّ لاِمْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ تُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ إِلاَّ عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا»

“Tidak boleh bagi wanita yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir untuk berkabung atas kematian lebih dari tiga malam, kecuali atas suaminya empat puluh bulan sepuluh hari.” [SB (no. 5335) dan SM (no. 1487)]

 

Wajib Menikahi Perempuan yang Beragama

87) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersbda:

«تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ»

“Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Nikahilah karena agamanya, maka kamu akan bahagia.” [SB (no. 5090) dan SM (no. 1466)]

 

Syarat Nikah

88) Dari ‘Uqbah bin ‘Amir berkata: Rosululloh bersabda:

«أَحَقُّ الشُّرُوطِ أَنْ تُوفُوا بِهِ مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوجَ»

“Syarat nikah yang paling berhak ditunaikan adalah apa yang menjadikan farji halal bagi kalian.” [SB (no. 2721) dan SM (no. 1418)]

 

Harom Mengubur Anak Hidup-Hidup

89) Dari al-Mughirah bin Syu’bah berkata: Nabi bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمَّهَاتِ، وَوَأْدَ الْبَنَاتِ، وَمَنَعَ وَهَاتِ، وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ»

“Sesungguhnya Alloh mengharomkan kalian durhaka kepada ibu, mengubur anak hidup-hidup, menuntut bukan haknya, membenci kalian gibah, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” [SB (no. 2408) dan SM (no. 593)]

 

Safar Sepotong dari Adzab

90) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ، فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ»

“Safar adalah sepotong adzab yang menghalangi seseorang dari makan, minum, dan tidurnya. Maka, apabila dia telah selesai dari keperluannya, bersegerahlah ke keluarganya.” [SB (no. 1804) dan SM (no. 1927)]

 

Perintah Keluar di Jalan Alloh

91) Dari Ibnu ‘Abbas berkata: Nabi bersabda pada hari penaklukan Mekah:

«لاَ هِجْرَةَ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ، وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا»

“Tidak ada hijrah lagi tetapi jihad dan niat. Apabila kalian diperintah berangkat, maka berangkatlah.” [SB (no. 3077) dan SM (no. 1353)]

 

Keutamaan Berangkat di Jalan Alloh

92) Dari Anas bin Malik, dari Nabi bersabda:

«لَغَدْوَةٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ رَوْحَةٌ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا»

“Sungguh berangkat pag-pagi di jalan Alloh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” [SB (no. 2792) dan SM (no. 1880)]

 

Keutamaan Kuda Perang di Jalan Alloh

93) Dari Urwah al-Bariqi bahwa Nabi bersabda:

«الْخَيْلُ مَعْقُودٌ فِى نَوَاصِيْهَا الْخَيْرُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ الأَجْرُ وَالْمَغْنَمُ»

“Kuda yang dikekang ubun-ubunnya (untuk berjihad) merupakan kebaikah hingga hari Kiamat berupa pahala dan ghanimah.” [SB (no. 2852) dan SM (no. 1873)]

 

Keutamaan Seseorang yang Menyiapkan Perbekalan Perang

94) Dari Zaid bin Khalid bahwa Rosululloh bersabda:

«مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا»

“Barangsiapa yang menyiapkan perbekalan perang di jalan Alloh, maka sungguh dia telah berperang. Barangsiapa yang tertinggal berperang di jalan Alloh karena suatu udzur, maka sungguh dia telah berperang.” [SB (no. 2843) dan SM (no. 1895)]

 

Dibenci Mengharap Bertemu Musuh dan Perintah Bersabar Saat Bertemu

95) Dari ‘Abdillah bin Abu Aufa bahwa Rosululloh bersabda:

«لاَ تَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ وَسَلُوْا اللَّهَ الْعَافِيَةَ، فَإِذَا لَقِيتُمُوْهُمْ فَاصْبِرُوْا، وَاعْلَمُوا أَنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلاَلِ السُّيُوفِ»

“Janganlah kalian mengharapkan bertemu musuh dan mintalah kepada Alloh keselamatan. Namun, apabila kalian bertemu mereka, maka bersabarlah. Ketahuilah bahwa surga itu berada di bawah bayang-bayang pedang.” [SB (no. 3024, 3025­­–penj) dan SM (no. 1742)]

 

Pahala Hakim Apabila Berijtihad Lalu Benar atau Salah

96) Dari ‘Amr bin ‘Ash bahwa dia mendengar Rosululloh bersabda:

«إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ، وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ»

“Apabila seorang hakim mengambil keputusan dengan berijtihad lalu ternyata benar, maka dia mendapat dua pahala. Apabila dia mengambil keputusan dengan berijtihad lalu ternyata salah, maka dia mendapat satu pahala.” [SB (no. 7352) dan SM (no. 1716)]

 

Balasan Pemimpin Zhalim Terhadap Rakyatnya

97) Dari Ma’qil bin Yasar berkata: saya mendengar Nabi bersabda:

«مَا مِنْ عَبْدٍ اسْتَرْعَاهُ اللَّهُ رَعِيَّةً فَلَمْ يَحُطْهَا بِنَصِيحَةٍ، إِلاَّ لَمْ يَجِدْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ»

“Tidak ada seorang hamba yang dijadikan Alloh mengurus rakyat kemudian tidak melaksanakan dengan semestinya, melainkan tidak akan mencium harumnya surga.” [SB (no. 7150) dan SM (no. 142)]

 

Mendengar dan Patuh kepada Penguasa Selagi Tidak Maksiat

98) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«مَنْ أَطَاعَنِيْ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ، وَمَنْ عَصَانِيْ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ، وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيْرِيْ فَقَدْ أَطَاعَنِيْ، وَمَنْ عَصَى أَمِيْرِيْ فَقَدْ عَصَانِيْ»

“Barangsiapa yang mentaatiku, maka sungguh dia telah mentaati Alloh. Barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh dia telah mendurhakai Alloh. Barangsiapa mentaati amirku, maka sungguh dia telah mentaatiku. Barangsiapa yang mendurhakai amirku, maka sungguh dia telah mendurhakaiku.” [SB (no. 7137) dan SM (no. 1835)]

 

Wajib Taat kepada Penguasa Selain Maksiat

99) Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dari Nabi bersabda:

«السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ»

“Wajib mendengar dan taat atas setiap muslim baik suka atau tidak suka, selagi tidak diperintah maksiat. Jika diperintah maksiat, maka tidak boleh mendengar dan taat.” [SB (no. 7144) dan SM (no. 1839)]

 

Wajib Berpedang pada Jamaah

100) Dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi bersabda:

«مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ، فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ إِلاَّ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً»

“Barangsiapa yang melihat pada penguasanya sesuatu yang dibencinya, maka hendaklah dia bersabar. Sebab, barangsiapa yang memisahkan diri dari jamaah sejengkal saja lalu meninggal, maka dia meninggal seperti kematian jahiliyah.” [SB (no. 7054) dan SM (no. 1849). Ini lafazh Muslim–penj]

 

Harom Mencaci Muslim

101) Dari ‘Abdullah bin Mas’ud bahwa Nabi bersabda:

«سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ»

“Mencaci muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran.” [SB (no. 48) dan SM (no. 64)]

 

Keadaan Orang yang Mengkafirkan Saudaranya Muslim

102) Dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa Rosululloh bersabda:

«أَيُّمَا رَجُلٍ قَالَ لأَخِيهِ: يَا كَافِرُ، فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا»

“Lelaki mana saja yang mengucapkan kepada saudaranya, ‘Wahai kafir!’ maka salah satu dari keduanya akan pulang dengan membawa vonis tersebut.” [SB (no. 6104) dan SM (no. 60)]

 

Larangan Menodongkan Pedang ke Saudaranya

103) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«لاَ يُشِيرُ أَحَدُكُمْ عَلَى أَخِيهِ بِالسِّلاَحِ، فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِعُ فِى يَدِهِ فَيَقَعُ فِى حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ»

“Tidak boleh seseorang dari kalian menodongkan senjata kepada saudaranya, karena dia tidak tahu bisa jadi setan menguasai tangannya, sehingga dia terjatuh di jurang neraka.” [SB (no. 7072) dan SM (no. 2617)]

 

Harom Mengacungkan Pedang kepada Kaum Muslimin

104) Dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa Rosululloh bersabda:

«مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلاَحَ فَلَيْسَ مِنَّا»

“Barangsiapa yang mengacungkan pedang kepada kami, maka dia bukan  termasuk golongan kami.” [SB (no. 6874) dan SM (no. 98)]

 

Haromnya Penghianatan

105) Dari Ibnu ‘Umar bahwa Rosululloh bersabda:

«إِنَّ الْغَادِرَ يُنْصَبُ لَهُ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُقَالُ: هَذِهِ غَدْرَةُ فُلاَنِ بْنِ فُلاَنٍ!»

“Sesungguhnya pengkhianat akan dipasangkan bendera untuknya pada hari Kiamat lalu dikatakan, ‘Ini adalah penghianatan fulan bin fulan!’” [SB (no. 6178) dan SM (no. 1735)]

 

Haromnya Membunuh Jiwa

106) Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi bersabda:

«وَيْلَكُمْ -أَوْ وَيْحَكُمْ- لاَ تَرْجِعُوْا بَعْدِيْ كُفَّارًا، يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ»

“Celakalah kalian! –atau celakalah kalian!– Janganlah kalian kembali kafir sepeninggalku. Sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lain.” [SB (no. 6166) dan SM (no. 66)]

 

Haromnya Kezhaliman

107) Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dari Nabi bersabda:

«الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

“Kezhaliman merupakan kegelapan pada hari Kiamat.” [SB (no. 2447) dan SM (no. 257)]

 

Dosa Orang yang Mencuri Tanah

108) Dari Sa’id bin Zaid berkata: aku mendengar Rosululloh bersabda:

«مَنْ أَخَذَ شِبْرًا مِنَ الأَرْضِ ظُلْمًا، فَإِنَّهُ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ»

“Barangsiapa mengambil sejengkal tanah secara zhalim, maka itu akan dikalungkan kepadanya pada hari Kiamat dari tujuh bumi.” [SB (no. 3198) dan SM (no. 1610)]

 

Pencuri yang Tidak Jera Dilaknat

109) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«لَعَنَ اللَّهُ السَّارِقَ يَسْرِقُ الْبَيْضَةَ فَتُقْطَعُ يَدُهُ، وَيَسْرِقُ الْحَبْلَ فَتُقْطَعُ يَدُهُ»

“Alloh melaknat pencuri yang mencuri telur lalu dipotong tangannya, dan mencuri tali lalu dipotong tangannya.” [SB (no. 6783) dan SM (no. 1687)]

 

Bahaya Meninggalkan Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar

110) Dari Ibnu ‘Umar berkata: Rosululloh bersabda:

«إِذَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِقَوْمٍ عَذَابًا أَصَابَ الْعَذَابُ مَنْ كَانَ فِيهِمْ، ثُمَّ بُعِثُوا عَلَى أَعْمَالِهِمْ»

“Apabila Alloh menurunkan adzab kepada suatu kaum, maka adzab itu akan menimpa siapa saja yang ada di dalamnya. Kemudian, mereka dibangkitkan sesuai amal perbuatannya.” [SB (no. 7108) dan SM (no. 2879)]

 

Waspada dari Fitnah Wanita

111) Dari Usamah bin Zaid, dari Nabi bersabda:

«مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ»

“Aku tidak meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki selain wanita.” [SB (no. 5096) dan SM (no. 2740)]

 

Haromnya Merubah Ciptaan Alloh

112) Dari Ibnu ‘Umar bahwa Rosululloh bersabda:

«لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ، وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ»

“Alloh melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambung, dan yang mentato dan yang meminta ditato.” [SB (no. 5937) dan SM (no. 2124)]

 

Harom Menjulurkan Kain Bawah

113) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا»

“Alloh tidak memperhatikan pada hari Kiamat seseorang yang menjulurkan kain sarungnya karena sombong.” [SB (no. 5788) dan SM (no. 2087)]

 

Harom Nyanyian dan Termasuk Sya’ir yang Diharomkan

114) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«لأَنْ يَمْتَلِئَ جَوْفُ رَجُلٍ قَيْحًا يَرِيهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَمْتَلِئَ شِعْرًا» وَفِي رِوَايَةٍ: «أَحَدِكُمْ»

“Sungguh perut seseorang diisi dengan nanah yang busuk lebih baik daripada diisi dengan sya’ir.” Dalam riwayat lain, “Seorang dari kalian.” [SB (no. 6155) dan SM (no. 2257)]

 

Setiap yang Memabukkan Khamr

115) Dari ‘Aisyah, dari Nabi bersabda:

«كُلُّ شَرَابٍ أَسْكَرَ فَهُوَ حَرَامٌ»

“Setiap minuman yang memabukkan adalah harom.” [SB (no. 242) dan SM (no. 2001)]

 

Balasan Peminum Khamr di Akhirat

116) Dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa Rosululloh bersabda:

«مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِى الدُّنْيَا، ثُمَّ لَمْ يَتُبْ مِنْهَا، حُرِمَهَا فِى الآخِرَةِ»

“Barangsiapa yang minum khamr di dunia kemudian tidak bertobat, maka akan diharomkannya di Akhirat.” [SB (no. 5575) dan SM (no. 5190)]

 

Kasih Sayang dan Kelembutan

117) Dari Jarir bin ‘Abdillah al-Bajali bahwa Nabi bersabda:

«مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ»

“Barangsiapa yang tidak sayang, maka tidak akan disayang.” [SB (no. 6013) dan SM (no. 2319)]

 

Silaturrahim Menambah Rezeki dan Memanjangkan Umur

118) Dari Anas bin Malik berkata: saya mendengar Rosululloh bersabda:

«مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ»

“Barangsiapa yang senang dilapangkan rezekinya dan diulur umurnya, maka hendaknya menyambung tali silaturrahim.” [SB (no. 2067) dan SM (no. 2557)]

 

Keadaan Orang yang Mengaku-ngaku kepada Selain Ayahnya Padahal Tahu

119) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«لاَ تَرْغَبُوا عَنْ آبَائِكُمْ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ أَبِيهِ فَهُوَ كَفَرَ»

“Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barangsiapa yang membenci ayahnya, maka dia kafir.” [SB (no. 6768) dan SM (no. 62)]

 

Hak Tetangga, Tamu, dan Ucapan Baik

120) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ»

“Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir, maka muliakanlah tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir, maka berkatalah yang baik atau diam saja.” [SB (no. 6018) dan SM (no. 47)]

 

Kaum Muslimin Saling Berkasih Sayang dan Tolong-menolong

121) Dari Abu Musa al-Asy’ari, dari Nabi bersabda:

«إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ، يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا» وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ

“Sesungguhnya orang mukmin terhadap mukmin yang lain bagaikan sebuah bangunan yang sebagian mereka menguatkan sebagian yang lain.” [SB (no. 481) dan SM (no. 2585)]

 

Keutamaan Memerdekakan

122) Dari Abu Hurairah berkata: Nabi bersabda:

«أَيُّمَا رَجُلٍ أَعْتَقَ امْرَأً مُسْلِمًا اسْتَنْقَذَ اللَّهُ بِكُلِّ عُضْوٍ مِنْهُ عُضْوًا مِنْهُ مِنَ النَّارِ»

“Lelaki mana saja yang memerdekakan seorang muslim, maka Alloh akan menyelamatkan dari setiap anggota badan muslim itu, anggota badannya dari neraka.” [SB (no. 2517) dan SM (no. 1509)]

 

Larangan Saling Dengki, Marah, dan Membelakangi

123) Dari Anas bin Malik bahwa Rosululloh bersabda:

«لاَ تَبَاغَضُوا، وَلاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا، وَلاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ»

“Janganlah kalian saling marah, dengki, dan membelakangi. Jadilah hamba Alloh yang bersaudara. Tidak boleh bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” [SB (no. 6065) dan SM (no. 2559)]

 

Hak Muslim atas Muslim Lainnya

124) Dari Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rosululloh bersabda:

«حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلاَمِ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ، وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ»

“Hak muslim atas muslim lainnya adalah menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” [SB (no. 1240) dan SM (no. 2162)]

 

Termasuk Adab Salam

125) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«يُسَلِّمُ الرَّاكِبُ عَلَى الْمَاشِى، وَالْمَاشِى عَلَى الْقَاعِدِ، وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ»

“Yang berkendara mengucapkan salam kepada yang berjalan, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak.” [SB (no. 6232) dan SM (no. 2160)]

 

Termasuk Adab Bermajlis

126) Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi bersabda:

«لاَ يُقِيْمُ الرَّجُلُ الرَّجُلَ مِنْ مَقْعَدِهِ ثُمَّ يَجْلِسُ فِيْهِ وَلَكِنْ تَفَسَّحُوْا وَتَوَسَّعُوْا»

“Seseorang tidak boleh meminta orang lain berdiri dari tempat duduknya lantas dia mendudukinya, tetapi hendaklah kalian berlapang-lapang dan bergeser.” [SB (no. 6269) dan SM (no. 2177). Ini lafazh Muslim–penj]

 

Larangan Dua Orang Berbisik-bisik Tanpa Seizin Pihak Ketiga

127) Dari ‘Abdullah bin Mas’ud berkata: Rosululloh bersabda:

«إِذَا كُنْتُمْ ثَلاَثَةً فَلاَ يَتَنَاجَى رَجُلاَنِ دُونَ الآخَرِ حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ، أَجْلَ أَنْ يُحْزِنَهُ »

“Jika kalian berjumlah tiga orang, maka dua orang tidak boleh berbisik-bisik tanpa pihak ketiga, tetapi hendaklah membaur dengannya karena khawatir membuatnya sedih.” [SB (no. 6290) dan SM (no. 2184)]

 

Menjaga Lisan

128) Dari Abu Hurairah bahwa dia mendengar beliau bersabda:

«إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِى النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ»

“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang remeh, tetapi karena itu dia tergelincir ke neraka sejauh antara timur dan barat.” [SB (no. 6477) dan SM (no. 7406)]

 

Harom Mengadu Domba

129) Dari Hudzaifah bin al-Yaman berkata: aku mendengar Rosululloh bersabda:

«لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ»

“Wanita pengadu domba tidak akan masuk surga.” [SB (no. 656, 6056–penj) dan SM (no. 105)]

 

Celaan Bagi Pemilik Dua Wajah

130) Dari Abu Hurairah bahwa dia mendengar Rosululloh bersabda:

«إِنَّ شَرَّ النَّاسِ ذُوْ الْوَجْهَيْنِ، الَّذِى يَأْتِى هَؤُلاَءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلاَءِ بِوَجْهٍ»

“Sesungguhnya seburuk-buruk manusia adalah pemilik dua wajah yang datang kepada suatu kaum dengan satu wajah dan datang kepada kaum lain dengan wajah lain pula.” [SB (no. 7179) dan SM (no. 2526)]

 

Harom Berbantah-bantahan dalam Kebatilan Padahal Tahu

131) Dari ‘Aisyah, dari Nabi bersabda:

«إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الأَلَدُّ الْخَصِمُ»

“Sesungguhnya kaum lelaki yang paling Alloh benci adalah yang keras kepala lagi banyak membantah.” [SB (no. 2457) dan SM (no. 2668)]

 

Keutamaan Mengendalikan Diri Saat Marah

132) Hadits Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ»

“Orang kuat itu bukan yang kuat bantingannya, tetapi orang kuat itu yang bisa mengendalikan dirinya saat marah.” [SB (no. 6114) dan SM (no. 2609)]

 

Keutamaan Menyingkirkan Ganguan di Jalan

133) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِى بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ، فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ»

“Suatu ketika ada seseorang yang berjalan di sebuah jalan. Dia menemukan sebuah rating berduri di atas jalan itu lalu menyingkirkannya. Maka, Alloh berterima kasih kepadanya lalu mengampuninya.” [SB (no. 652) dan SM (no. 1914)]

 

Keutamaan Memberi Minum

134) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ، إِذْ رَأَتْهُ بَغِىٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِى إِسْرَائِيلَ، فَنَزَعَتْ مُوْقَهَا فَسَقَتْهُ، فَغُفِرَ لَهَا بِهِ»

“Suatu ketika ada seekor anjing yang berputar-putar hampir mati karena kehausan. Tiba-tiba seorang pezina dari Bani Israil melihatnya lantas melepas sepatunya lalu memberi minum anjing itu. Maka, karena itu Alloh mengampuninya.” [SB (no. 3467) dan SM (no. 2345)]

 

Larangan Memelihara  Anjing Kecuali untuk Berburu, Menjaga Ladang, atau Melacak

135) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«مَنْ أَمْسَكَ كَلْبًا  فَإِنَّهُ يَنْقُصُ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيْرَاطٌ، إِلاَّ كَلْبَ حَرْثٍ أَوْ مَاشِيَةٍ»

“Barangsiapa yang memelihara anjing, maka sungguh tiap hari amalnya dikurangi satu qirath, kecuali anjing penjaga ladang atau pelacak.” [SB (no. 3324) dan SM (no. 1575). Ini lafazh Muslim–penj]

 

Harom Menyiksa Binatang

136) Dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa Rosululloh besabda:

«عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِى هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ فَدَخَلَتْ فِيْهَا النَّارَ، لاَ هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ سَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا، وَلاَ هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ»

“Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dikurungnya hingga mati, lalu dia pun masuk neraka. Dia tidak memberi makan dan minum saat mengurungnya, tidak pula membiarkannya lepas untuk makan makanan di bumi.” [SB (no. 3482) dan SM (no. 2242)]

 

Larangan Membunuh Semut

137) Dari Abu Hurairah berkata: saya mendengar Rosululloh bersabda:

«قَرَصَتْ نَمْلَةٌ نَبِيًّا مِنَ الأَنْبِيَاءِ، فَأَمَرَ بِقَرْيَةِ النَّمْلِ فَأُحْرِقَتْ، فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ: أَنْ قَرَصَتْكَ نَمْلَةٌ أَحْرَقْتَ أُمَّةً مِنَ الأُمَمِ تُسَبِّحُ؟»

“Seekor semut menggigit seorang nabi. Maka, dia memerintahkan agar sarang semut itu dibakar, lalu Alloh menurunkan wahyu kepadanya, ‘Seekor semut menggigitmu, apakah engkau tega membakar suatu umat dari umat-umat yang bertasbih?’” [SB (no. 3019) dan SM (no. 2241)]

 

Tidak Boleh Membiarkan Api di Rumah Saat Tidur

138) Dari Abu Musa al-Asy’ari berkata: Nabi bersabda:

«إِنَّ هَذِهِ النَّارَ إِنَّمَا هِيَ عَدُوٌّ لَكُمْ، فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ»

“Sesungguhnya api ini adalah musuh kalian, maka apabila kalian tidur matikanlah.” [SB (no. 6294) dan SM (no. 2016)]

 

Peringatan Tentang Bid’ah

139) Dari ‘Aisyah berkata: Rosululloh bersabda:

«مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ»

“Barangsiapa yang mengada-ngada dalam urusan kami ini yang bukan termasuk darinya, maka ia tertolak.” [SB (no. 2697) dan SM (no. 1718)]

 

Dosa Orang yang Mengajak kepada Kesesatan

140) Dari ‘Abdullah bin Mas’ud berkata: Rosululloh bersabda:

«لاَ تُقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلاَّ كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا، لأَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ سَنَّ الْقَتْلَ»

“Tidaklah satu jiwa dibunuh secara zhalim, melainkan anak Adam yang pertama menanggung dosanya, karena dialah yang pertama kali memberi contoh pembunuhan.” [SB (no. 3336, 3335–penj) dan SM (no. 1677)]

 

Harom Mengikuti Perilaku Yahudi dan Nasrani

141) Dari Abu Sa’id al-Khudri, dari Nabi bersabda:

«لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْر وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ» قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: «فَمَنْ؟»

“Sungguh kalian pasti akan mengikuti prilaku orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, hingga seandainya mereka masuk lubang biawak tentu kalian mengikutinya.” Kami bertanya, “Ya Rosululloh, apakah Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi?” [SB (no. 7320) dan SM (no. 2669)]

 

Keutamaan Ahlussunnah wal Jamaah

142) Dari Muawiyah bin Abu Sufyan berkata: aku mendengar Nabi bersabda:

«لاَ يَزَالُ مِنْ أُمَّتِى أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللَّهِ، لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلاَ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ»

“Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang tegak di atas perintah Alloh. Tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menentangnya dan tidak pula orang-orang yang menyelisihinya, hingga datang urusan Alloh kepada mereka, sementara mereka tetap dalam keadaan seperti itu.” [SB (no. 3641) dan SM (no. 1037)]

 

Keutamaan Orang Yaman yang Mengikuti Salaf

143) Dari Abu Hurairah, dari Nabi bersabda:

«أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ، أَضْعَفُ قُلُوبًا وَأَرَقُّ أَفْئِدَةً، الْفِقْهُ يَمَانٍ، وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ»

“Orang Yaman datang kepada kalian. Hatinya lembut dan jiwanya baik. Fikih adalah orang Yaman dan hikmah adalah orang Yaman.” [SB (no. 4390) dan SM (no. 52)]

 

Di Antara Tanda Hari Kiamat

144) Dari Anas bin Malik berkata: saya mendengar Rosululloh berkata:

 

«إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ، وَيَكْثُرَ الْجَهْلُ، وَيَكْثُرَ الزِّنَا، وَيَكْثُرَ شُرْبُ الْخَمْرِ، وَيَقِلَّ الرِّجَالُ، وَيَكْثُرَ النِّسَاءُ حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ»

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah diangkatnya ilmu, banyaknya kebodohan, maraknya zina, banyaknya minuman khmar, sedikitnya kaum laki-laki, dan banyaknya kaum perempuan hingga lima puluh perempuan dibawahi satu orang.” [SB (no. 80, 5231–penj) dan SM (no. 2671)]

 

Tidak Diterimanya Iman dan Taubat Setelah Terbitnya Matahari dari Barat

145) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ آمَنُوا أَجْمَعُونَ، وَذَلِكَ حِيْنَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا» ثُمَّ قَرَأَ الآيَةَ

“Kiamat tidak akan terjadi hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila ia telah terbit dan manusia melihatnya, maka mereka semua beriman. Namun, pada hari itu iman tidak lagi beriman bagi seseorang.” Kemudian beliau membaca suatu ayat.[3] [SB (no. 4636) dan SM (no. 157)]

 

Sifat Hari Kiamat

146) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِى الأَرْضِ سَبْعِيْنَ ذِرَاعًا، وَيُلْجِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ آذَانَهُمْ»

“Manusia berkeringat pada hari Kiamat hingga keringatnya mencapai enam puluh hasta dari bumi, dan menenggelamkan mereka hingga sampai telinganya.” [SB (no. 6532) dan SM (no. 2863)]

 

Sifat Surga dan Neraka

147) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ، وَحُجِبَتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ»

“Neraka dikelilingi dengan hal-hal yang disenangi dan surga dikelilingi dengan hal-hal yang dibenci.” [SB (no. 6487) dan SM (no. 2823)]

 

Penduduk Neraka yang Paling Ringan Siksanya

148) Dari an-Nu’man bin Basyir berkata: saya mendengar Nabi bersabda:

«إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَرَجُلٌ تُوضَعُ فِى أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَةٌ يَغْلِى مِنْهَا دِمَاغُهُ»

“Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya pada hari Kiamat adalah seseorang yang diletakkan di kedua telapak kakinya batu baru yang menyebabkan otaknya mendidih.” [SB (no. 6561) dan SM (no. 213)]

 

Syafa’at Nabi

149) Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh bersabda:

«لِكُلِّ نَبِىٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ يَدْعُو بِهَا، وَأُرِيْدُ أَنْ أَخْتَبِئَ دَعْوَتِى شَفَاعَةً لأُمَّتِى فِى الْآخِرَةِ»

“Setiap nabi memiliki doa mustajab yang telah dipanjatkan, dan aku ingin menyimpan doaku sebagai syafaat bagi umatku di Akhirat.” [SB (no. 6304) dan SM (no. 198)]

150) Dari Abu Hurairah berkata: Rosululloh bersabda:

«قَالَ اللَّهُ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيْ الصَّالِحِيْنَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ: ((فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ))

“Alloh berfirman, ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih apa yang tidak pernah dilihat mata, didengar telinga, dan terbesit di hati manusia.’ Bacalah jika kalian mau, ‘Maka, tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka berupa pemandangan yang menyejukkan mata.’” [SB (no. 3244) dan SM (no. 2824)]

 

Sifat Kemah Surga dan Keluarga Bagi Orang-Orang Mukmin

151) Dari Abu Abu Musa al-Asy’ari bahwa Nabi bersabda:

«الْخَيْمَةُ دُرَّةٌ مُجَوَّفَةٌ، طُوْلُهَا فِى السَّمَاءِ ثَلاَثُونَ مِيْلاً، فِى كُلِّ زَاوِيَةٍ مِنْهَا لِلْمُؤْمِنِ أَهْلٌ لاَ يَرَاهُمُ الآخَرُونَ»

“Kemah surga bentuknya bulat berongga. Panjangnya menjulang tiga puluh mil ke langit. Di setiap sudutnya ada sebuah keluarga bagi orang mukmin yang tidak terlihat oleh yang lain.” [SB (no. 3243) dan SM (no. 2838)]

 

Di Antara Kenikmatan Surga

152) Dari Anas bin Malik, dari Rosululloh bersabda:

«إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَشَجَرَةً يَسِيْرُ الرَّاكِبُ فِى ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لاَ يَقْطَعُهَا»

“Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pohon yang dilalui seorang pengendara di bawah naungannya selama seratus tahun, tetapi belum bisa melintasinya.” [SB (no. 2351, 3251–penj) dan SM (no. 2826)]

 

Menetapkan Telaga Nabi

153) Dari Anas bin Malik bahwa Rosululloh bersabda:

«إِنَّ قَدْرَ حَوْضِيْ كَمَا بَيْنَ أَيْلَةَ وَصَنْعَاءَ مِنَ الْيَمَنِ، وَإِنَّ فِيهِ مِنَ الأَبَارِيْقِ كَعَدَدِ نُجُوْمِ السَّمَاءِ»

“Sesungguhnya ukuran telagaku seperti jarak antara Ailah dan Shan’a di Yaman. Di dalamnya terdapat bejana-bejana laksana jumlah bintang-bintang di langit.” [SB (no. 6580) dan SM (no. 2303)]

 

Penutup

Saya memohon kepada Alloh Robb ‘Arsy yang Agung agar memberi taufik kepada kaum muslimin seluruhnya agar kembali kepada al-Quran dan as-Sunnah. Akhir doa kami adalah âlhamdulillah Robbil ‘âlamîn.

Maha suci Engkau Ya Alloh dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.[]



[1] Kemudian saya tambah satu hadits lagi, sehingga menjadi 153 hadits.

[2] [QS. Thaha [20]: 14]–penj

[3] QS. Al-An’am [6]: 185,158–penj.


Download PDF

Next Post Previous Post
1 Comments
  • Mas Tanto
    Mas Tanto 15 Agustus 2022 pukul 11.20

    Assalaamu'alaykum warahmatullah yaa ustadz.
    Afwan ana ingin bertanya, apakah antum tahu tahun berapa lahirnya Syaikh Shalahuddin al-Jibuti. Ana sudah cari di internet namun qadarullah belum menemukannya. Barakallahu fiykum ustadz.

Add Comment
comment url