[PDF] Perang Akhir Zaman Imam Mahdi VS Romawi - Edisi 2 - Nor Kandir
Pendahuluan
﷽
Al-Malhamah (الملحمة)
berasal dari kata لحم (daging) yang
mengisyaratkan banyaknya daging dan nyawa yang terbunuh pada peperangan
tersebut. Ia perang terbesar di akhir zaman, tidak ada lagi perang yang lebih
besar setelah itu. Saking besarnya, seekor burung yang melewati medan perang
tersebut mati tersungkur, dan jumlah korbannya mencapai 99% dari pasukan,
sebagaimana dalam hadits-hadits shohih yang akan disebutkan nanti.
Yahudi dan Nashoro memiliki versi lain bernama Armageddon,
dengan jalan cerita yang berbeda dengan kita, karena sumber mereka yang tidak
otentik, berbeda dengan kita yang bersumber hadits-hadits shohih.
Dari Mu’adz bin Jabal, Nabi ﷺ
bersabda:
«عُمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ
خَرَابُ يَثْرِبَ، وَخَرَابُ يَثْرِبَ خُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ، وَخُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ
فَتْحُ قُسْطَنْطِينِيَّةَ، وَفَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ خُرُوجُ الدَّجَّالِ»
“Ramainya Baitul Maqdis pertanda sepinya Madinah. Sepinya
Madinah pertanda terjadinya Malhamah. Terjadinya Malhamah pertanda penaklukan
Konstantinopel. Penaklukan Konstatinopel pertanda keluarnya Dajjal.” (Hasan:
HR. Abu Dawud no. 4294)
Dalam hadits ini ada beberapa faidah:
è Baitul Maqdis ramai karena Syam
menjadi markas kaum Muslimin di akhir zaman, berdasarkan hadits Abu Darda, Nabi
ﷺ bersabda:
«إِنَّ فُسْطَاطَ الْمُسْلِمِينَ
يَوْمَ الْمَلْحَمَةِ بِالْغُوطَةِ، إِلَى جَانِبِ مَدِينَةٍ يُقَالُ لَهَا: دِمَشْقُ،
مِنْ خَيْرِ مَدَائِنِ الشَّامِ»
“Markas Muslimin pada perang Malhamah adalah di Ghuthoh, di
kota bernama Damaskus, yang termasuk kota terbaik di Syam.” (Shohih: HR. Abu
Dawud no. 4298)
Syam adalah sebutan untuk utara Jazirah Arob, yang
membentang dari Palestina, Libanon, Yordania, dan Suriah (dengan ibu kota
Damaskus). Sebagian wilayah ini dijarah Yahudi yang menamakan dirinya negeri
Israel.[1]
è Sebab sepinya Madinah dan tidak berpenghuni, karena
mereka bergabung dengan pasukan Al-Mahdi di Syam.
Dari Abu Huroiroh, Nabi ﷺ
bersabda:
«يَتْرُكُونَ المَدِينَةَ عَلَى
خَيْرِ مَا كَانَتْ، لاَ يَغْشَاهَا إِلَّا العَوَافِ - يُرِيدُ عَوَافِيَ السِّبَاعِ
وَالطَّيْرِ - وَآخِرُ مَنْ يُحْشَرُ رَاعِيَانِ مِنْ مُزَيْنَةَ، يُرِيدَانِ المَدِينَةَ،
يَنْعِقَانِ بِغَنَمِهِمَا فَيَجِدَانِهَا وَحْشًا، حَتَّى إِذَا بَلَغَا ثَنِيَّةَ
الوَدَاعِ، خَرَّا عَلَى وُجُوهِهِمَا»
“Orang-orang akan
meninggalkan Madinah padahal saat itu ia dalam kemakmuran (banyak buahnya dan
sejuk). Tidak ada yang mondar-mandir di sana kecuali binatang buas dan burung.
Orang terakhir yang berjalan di sana adalah dua penggembala dari Muzainah yang
menuju Madinah untuk menggembalakan dombanya. Keduanya mendapati Madinah sepi
dari manusia. Ketika mereka sampai di Tsaniyyatul Wada, mereka tersungkur
mati.” (HR. Al-Bukhori no. 1874 dan Muslim no. 1389)
Dalam riwayat lain:
«حَتَّى يَدْخُلَ الْكَلْبُ
أَوِ الذِّئْبُ فَيُغَذِّي عَلَى بَعْضِ سَوَارِي الْمَسْجِدِ أَوْ عَلَى الْمِنْبَرِ»،
فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَلِمَنْ تَكُونُ الثِّمَارُ ذَلِكَ الزَّمَانَ؟ قَالَ:
«لِلْعَوَافِي: الطَّيْرِ وَالسِّبَاعِ»
“Hingga anjing atau serigala masuk dan kencing di tiang
Masjid atau mimbar.” Ada yang bertanya: “Wahai Rosulullah, untuk siapa
buah-buahan di zaman tersebut?” Beliau menjawab: “Untuk burung dan binatang
buas.” (HR. Malik no. 18)
è Siapakah Konstantinopel yang dimaksud di hadits ini?
Di zaman kenabian, Romawi ada dua: Romawi Barat (Italia) dan
Romawi Timur (Bizantium atau Konstantinopel yang sekarang di Istanbul Turki).
Romawi Barat belum ditaklukan sampai sekarang. Adapun Romawi
Timur sudah ditaklukan oleh Muhammad Al-Fatih dan sekarang menjadi negara Islam
Turki.
Dari sini, ulama berselisih menjadi dua pendapat: (1) ia
adalah Konstantinopel yang ada di Intanbul Turki atau (2) ia adalah Vatikan
Roma di Italia.
Dua pendapat ini bisa digabungkan, setelah Muslimin
menaklukan Konstantinopel, mereka melanjutkan perjalanan ke barat untuk
menaklukan Vatikan Roma. Allahu a’lam.
1. Kekeringan dan Kelaparan
Ada isyarat bahwa pemimpin Malhamah ini adalah Imam
Al-Mahdi, dan beliau hidup di masa sebelum Dajjal keluar hingga Dajjal dibunuh
Nabi Isa. Maka kemungkinan besar, kekeringan dan kelaparan dalam hadits di
bawah ini terjadi di masa Imam Al-Mahdi.
Dari Abu Umamah Al-Bahili, Nabi ﷺ
bersabda:
«إِنَّ قَبْلَ خُرُوجِ الدَّجَّالِ
ثَلَاثَ سَنَوَاتٍ شِدَادٍ، يُصِيبُ النَّاسَ فِيهَا جُوعٌ شَدِيدٌ، يَأْمُرُ اللَّهُ
السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الْأُولَى أَنْ تَحْبِسَ ثُلُثَ مَطَرِهَا، وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ
فَتَحْبِسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا، ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ، فِي الثَّانِيَةِ فَتَحْبِسُ
ثُلُثَيْ مَطَرِهَا، وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَيْ نَبَاتِهَا، ثُمَّ يَأْمُرُ
اللَّهُ السَّمَاءَ، فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ، فَتَحْبِسُ مَطَرَهَا كُلَّهُ، فَلَا
تُقْطِرُ قَطْرَةً، وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ، فَتَحْبِسُ نَبَاتَهَا كُلَّهُ، فَلَا تُنْبِتُ
خَضْرَاءَ، فَلَا تَبْقَى ذَاتُ ظِلْفٍ إِلَّا هَلَكَتْ، إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ»
، قِيلَ: فَمَا يُعِيشُ النَّاسُ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ؟ قَالَ «التَّهْلِيلُ، وَالتَّكْبِيرُ،
وَالتَّسْبِيحُ، وَالتَّحْمِيدُ، وَيُجْرَى ذَلِكَ عَلَيْهِمْ مُجْرَى الطَّعَامِ»
“Sebelum keluarnya Dajjal, didahului tiga tahun manusia
dilanda kelaparan yang sangat berat. Pada tahun ke-1, Allah menyuruh langit
agar menahan 1/3 airnya dan menyuruh bumi agar menahan 1/3 tumbuhannya. Pada
tahun ke-2, Allah menyuruh langit agar menahan 2/3 airnya dan menyuruh bumi
agar menahan 2/3 tanamannya. Pada tahun ke-3, Allah menyuruh langit agar
menahan seluruh airnya sehingga tidak turun hujan meski satu tetes dan menyuruh
bumi agar menahan seluruh tumbuhannya hingga tidak tumbuh tanaman hijau apapun. Tidak ada sesuatu yang bernyawa kecuali mati
kecuali yang dikehendaki Allah hidup.” Orang-orang bertanya: “Dengan apa
manusia hidup di zaman tersebut?” Beliau menjawab: “Dengan takbir, tahlil,
tasbih, tahmid, yang berfungsi seperti makanan bagi mereka.” (HR. Ibnu Majah
no. 4077)
Hadits ini dishohihkan Al-Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan
Al-Albani.
2.
Kezoliman dan Pembunuhan Massal
Kebodohan merajarela dan ilmu agama diangkat ke langit
dengan wafatnya ahlinya sehingga muncul berbagai kezoliman terutama dari
kalangan orang kafir, lalu terjadilah pembunuhan dan pembantaian Muslimin di
berbagai tempat dan negeri.
Dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi ﷺ
bersabda:
«بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ أَيَّامُ
الهَرْجِ، يَزُولُ فِيهَا العِلْمُ وَيَظْهَرُ فِيهَا الجَهْلُ»
“Menjelang Kiamat ada hari-hari yang penuh pembunuhan. Pada
hari-hari itu, ilmu hilang dan muncul kebodohan.” (HR. Al-Bukhori no. 7066)
Merebaknya kezoliman ini diantara sebab keluarnya Imam
Al-Mahdi. Dari Ibnu Mas’ud, Nabi ﷺ
bersabda:
«لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا
إِلَّا يَوْمٌ، لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ، حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رَجُلًا
مِنْ أَهْلِ بَيْتِي، يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي، وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي، يَمْلَأُ
الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا»
“Seandainya usia dunia tinggal satu hari, Allah akan
memanjangkannya untuk mengutus seorang lelaki dari keturunanku. Namanya mirip
namaku (Muhammad atau Ahmad) dan nama ayahnya mirip nama ayahku (Abdullah). Ia
akan memenuhi bumi dengan keadilan, setelah dipenuhi kezoliman.” (Shohih:
HR. Abu Dawud no. 4282)
3.
Romawi Umat Terbanyak
Romawi adalah keturunan Asfar bin Rum (Romawi) bin Ish bin
Ishaq bin Ibrohim. Untuk itu, mereka juga disebut bani (keturunan) Asfar.
Mereka beragama Nashoro, sehingga dikatakan Romawi adalah bangsa Eropa dan
Amerika (untuk saat ini).[2]
Jumlah mereka menjadi mayoritas penduduk bumi, berdasarkan
hadits Al-Mustaurid Al-Qurosyi, ia berkata di sisi Amr bin Ash: aku mendengar Rosulullah
ﷺ bersabda:
«تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرُّومُ
أَكْثَرُ النَّاسِ»
“Kiamat terjadi saat Romawi menjadi manusia terbanyak.”
Amr berkata: “Hati-hati jika bicara.” Al-Mustaurid menjawab:
“Aku hanya mengucapkan yang kudengar dari Rosulullah ﷺ.”
Amr berkata:
لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ، إِنَّ فِيهِمْ
لَخِصَالًا أَرْبَعًا: إِنَّهُمْ لَأَحْلَمُ النَّاسِ عِنْدَ فِتْنَةٍ، وَأَسْرَعُهُمْ
إِفَاقَةً بَعْدَ مُصِيبَةٍ، وَأَوْشَكُهُمْ كَرَّةً بَعْدَ فَرَّةٍ، وَخَيْرُهُمْ
لِمِسْكِينٍ وَيَتِيمٍ وَضَعِيفٍ، وَخَامِسَةٌ حَسَنَةٌ جَمِيلَةٌ: وَأَمْنَعُهُمْ
مِنْ ظُلْمِ الْمُلُوكِ
“Jika yang kamu katakan benar, hal itu karena mereka memiliki 4
keutamaan: (1) mereka sangat tenang saat terjadi fitnah (perang), (2) mereka
sangat cepat sadar setelah terjadi musibah, (3) mereka segera bangkit setelah
terpuruk, (4) mereka sangat baik kepada orang miskin, anak yatim, dan orang
lemah; (5) sifat yang kelima sangat bagus: mereka sangat anti pemimpin zolim.” (HR.
Muslim no. 2898)
Amr tidak sedang memuji Romawi tetapi memuji sifat-sifat
mulia yang disebutkan. Atau Amr sedang berbicara tentang bangsa Romawi zaman
dahulu yang ia lihat. Adapun Romawi masa kini, kelakuan mereka sudah terkenal
dari kezoliman dan kejahatannya. Perang Malhamah adalah bukti nyata atas
pengkhiatan dan kejahatan mereka.
4.
Muslimin Kerjasama Menumpas Teroris Dunia
Dari Abu Mikhbar, aku mendengar Rosulullah ﷺ
bersabda:
«سَتُصَالِحُونَ الرُّومَ صُلْحًا
آمِنًا، فَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِكُمْ، فَتُنْصَرُونَ، وَتَغْنَمُونَ،
وَتَسْلَمُونَ، ثُمَّ تَرْجِعُونَ حَتَّى تَنْزِلُوا بِمَرْجٍ ذِي تُلُولٍ، فَيَرْفَعُ
رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ النَّصْرَانِيَّةِ الصَّلِيبَ، فَيَقُولُ: غَلَبَ الصَّلِيبُ، فَيَغْضَبُ
رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، فَيَدُقُّهُ، فَعِنْدَ ذَلِكَ تَغْدِرُ الرُّومُ، وَتَجْمَعُ
لِلْمَلْحَمَةِ، وَيَثُورُ الْمُسْلِمُونَ إِلَى أَسْلِحَتِهِمْ، فَيَقْتَتِلُونَ،
فَيُكْرِمُ اللَّهُ تِلْكَ الْعِصَابَةَ بِالشَّهَادَةِ»
“Kalian akan mengadakan perjanjian damai[3]
dengan Romawi untuk melawan musuh kalian[4].
Kalian akan menang dan mendapatkan ghonimah (rampasan perang) dan selamat
(tanpa terluka berat) lalu kalian pulang. Ketika kalian sampai di sebuah
perbukitan yang banyak pepohonannya, seorang dari Nashoro mengangkat salib dan
berkata: ‘Salib menang!’ Maka seorang dari Muslimin terpancing emosi dan
mematahkan salib tersebut. Disebabkan hal itu, Romawi melanggar perjanjian
damai dan menghimpun kekuatan untuk Malhamah (Perang Terbesar). Muslimin
bersegera mengambil senjatanya dan berperang. Allah memuliakan kelompok kecil
tersebut dengan mati syahid.” (Shohih: HR. Abu Dawud no. 4292- 4293)
5.
Romawi Melanggar Perjanjian Damai
Dari Auf bin Malik, ia berkata: aku mendatangi Nabi ﷺ pada perang Tabuk[5]
saat beliau di tenda yang terbuat dari kulit yang disamak. Beliau bersabda:
«اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ
السَّاعَةِ: مَوْتِي، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ المَقْدِسِ، ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ
كَقُعَاصِ الغَنَمِ، ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ المَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ
دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا، ثُمَّ فِتْنَةٌ لاَ يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ العَرَبِ إِلَّا
دَخَلَتْهُ، ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الأَصْفَرِ، فَيَغْدِرُونَ
فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا»
“Hitunglah enam perkara menjelang Kiamat: (1) kematianku[6],
(2) lalu penaklukan Baitul Maqdis[7],
(3) lalu kematian massal seperti penyakit qu’ash pada kambing[8],
(4) lalu harta melimpah hingga seseorang marah hanya diberi 100 dinar[9],
(5) lalu fitnah yang memasuki setiap
rumah orang Arob,[10]
(6) lalu perjanjian damai antara kalian dengan Bani Asfar (Romawi) tetapi
mereka melanggar perjanjian dan menyerang kalian dengan 80 bendera[11]
dan masing-masing bendera berisi 12.000 pasukan.” (HR. Al-Bukhori no. 3176)
6.
Malhamatul Kubro (Perang Terbesar)
Dari Abu Huroiroh, Nabi ﷺ
bersabda:
«لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى
يَنْزِلَ الرُّومُ بِالْأَعْمَاقِ أَوْ بِدَابِقٍ، فَيَخْرُجُ إِلَيْهِمْ جَيْشٌ مِنَ
الْمَدِينَةِ، مِنْ خِيَارِ أَهْلِ الْأَرْضِ يَوْمَئِذٍ، فَإِذَا تَصَافُّوا، قَالَتِ
الرُّومُ: خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوْا مِنَّا نُقَاتِلْهُمْ، فَيَقُولُ
الْمُسْلِمُونَ: لَا، وَاللهِ لَا نُخَلِّي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا، فَيُقَاتِلُونَهُمْ»
“Tidak akan terjadi Kiamat hingga Romawi tiba di A’maaq atau
Daabiq.[12]
Lalu sebuah pasukan dari sebuah madinah (kota)[13]
keluar menyerbu mereka, yang mereka termasuk penduduk bumi terbaik di masa itu.
Ketika mereka sudah berbaris, Romawi berkata: ‘Serahkan kepada kami orang-orang
yang tertawan dari kami (yang sudah masuk Islam),[14]
untuk kami bunuh.’ Muslimin menjawab: ‘Demi Allah, kami tidak akan menyerahkan
saudara-saudara kami kepada kalian.’ Maka mereka berperang.
فَيَنْهَزِمُ ثُلُثٌ لَا يَتُوبُ
اللهُ عَلَيْهِمْ أَبَدًا، وَيُقْتَلُ ثُلُثُهُمْ، أَفْضَلُ الشُّهَدَاءِ عِنْدَ اللهِ،
وَيَفْتَتِحُ الثُّلُثُ، لَا يُفْتَنُونَ أَبَدًا
Sepertiga pasukan Muslimin kalah (hingga lari) dan Allah
tidak menerima taubat mereka selamanya.[15]
Sepertiga lainnya terbunuh, mereka syuhada terbaik di sisi Allah.[16]
Sepertiga sisanya diberi kemenangan, mereka tidak akan terkena ujian agama
selamanya.[17]”
(HR. Muslim no. 2897)
Peperangan yang dahsyat ini, dijelaskan lebih lengkap dalam
hadits Ibnu Mas’ud:
«فَيَشْتَرِطُ الْمُسْلِمُونَ
شُرْطَةً لِلْمَوْتِ لَا تَرْجِعُ إِلَّا غَالِبَةً، فَيَقْتَتِلُونَ حَتَّى يَحْجُزَ
بَيْنَهُمُ اللَّيْلُ، فَيَفِيءُ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ، كُلٌّ غَيْرُ غَالِبٍ، وَتَفْنَى
الشُّرْطَةُ،
“Muslimin mengirim pasukan berani mati, tidak akan kembali
kecuali menang. Mereka berperang sampai dipisahkan malam. Lalu masing-masing
pasukan kembali ke markasnya. Masing-masing tidak ada yang menang. Pasukan
berani mati tersebut binasa.
ثُمَّ يَشْتَرِطُ الْمُسْلِمُونَ شُرْطَةً
لِلْمَوْتِ، لَا تَرْجِعُ إِلَّا غَالِبَةً، فَيَقْتَتِلُونَ حَتَّى يَحْجُزَ بَيْنَهُمُ
اللَّيْلُ، فَيَفِيءُ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ، كُلٌّ غَيْرُ غَالِبٍ، وَتَفْنَى الشُّرْطَةُ،
Muslimin mengirim lagi pasukan berani mati (di hari ke-2),
tidak akan kembali kecuali menang. Mereka berperang sampai dipisahkan malam.
Lalu masing-masing pasukan kembali ke markasnya. Masing-masing tidak ada yang
menang. Pasukan berani mati tersebut binasa.
ثُمَّ يَشْتَرِطُ الْمُسْلِمُونَ شُرْطَةً
لِلْمَوْتِ، لَا تَرْجِعُ إِلَّا غَالِبَةً، فَيَقْتَتِلُونَ حَتَّى يُمْسُوا، فَيَفِيءُ
هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ، كُلٌّ غَيْرُ غَالِبٍ، وَتَفْنَى الشُّرْطَةُ،
Muslimin mengirim lagi pasukan berani mati (di hari ke-3),
tidak akan kembali kecuali menang. Mereka berperang hingga sore. Lalu
masing-masing pasukan kembali ke markasnya. Masing-masing tidak ada yang
menang. Pasukan berani mati tersebut binasa.
فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الرَّابِعِ،
نَهَدَ إِلَيْهِمْ بَقِيَّةُ أَهْلِ الْإِسْلَامِ، فَيَجْعَلُ اللهُ الدَّبْرَةَ عَلَيْهِمْ،
فَيَقْتُلُونَ مَقْتَلَةً لَمْ يُرَ مِثْلُهَا حَتَّى إِنَّ الطَّائِرَ لَيَمُرُّ بِجَنَبَاتِهِمْ،
فَمَا يُخَلِّفُهُمْ حَتَّى يَخِرَّ مَيْتًا
Pada hari ke-4, sisa orang Islam bangkit menyerbu musuh lalu
Allah menjadikan mereka mengalahkan musuhnya. Berjatuhan korban yang sangat
banyak sekali dari kedua belah pihak, yang belum pernah terlihat seperti itu
sebelumnya, hingga seekor burung tidaklah melewati mereka kecuali tersungkur
mati.[18]
فَيَتَعَادُّ بَنُو الْأَبِ، كَانُوا
مِائَةً، فَلَا يَجِدُونَهُ بَقِيَ مِنْهُمْ إِلَّا الرَّجُلُ الْوَاحِدُ، فَبِأَيِّ
غَنِيمَةٍ يُفْرَحُ؟ أَوْ أَيُّ مِيرَاثٍ يُقَاسَمُ.
Satu kabilah saling menghitung, yang awalnya berjumlah 100
orang, hanya tersisa satu orang saja yang hidup. Ghonimah mana yang bisa
membuat gembira? Warisan mana yang bisa dibagi?[19]
(HR. Muslim no. 2899)
7.
Penaklukan Konstantinopel
Setelah Muslimin menang dari Romawi, mereka melanjutkan
menyerbu Konstantinopel. Ulama berselisih pendapat, apakah ia yang ada di Turki
sekarang atau Italia?
Dari Abu Huroiroh, Rosulullah ﷺ
bersabda:
«سَمِعْتُمْ بِمَدِينَةٍ جَانِبٌ
مِنْهَا فِي الْبَرِّ وَجَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَحْرِ؟» قَالُوا: نَعَمْ، يَا رَسُولَ
اللهِ قَالَ: «لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي
إِسْحَاقَ،
“Apakah kalian pernah mendengar sebuah kota yang satu sisinya di
darat dan sisi lainnya di laut?” Mereka menjawab: “Pernah wahai Rosulullah.”
Beliau bersabda: “Tidak akan terjadi Kiamat sampai 70.000 Bani Ishaq[20]
memeranginya.”
فَإِذَا جَاءُوهَا نَزَلُوا، فَلَمْ
يُقَاتِلُوا بِسِلَاحٍ وَلَمْ يَرْمُوا بِسَهْمٍ، قَالُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ أَحَدُ جَانِبَيْهَا الَّذِي فِي الْبَحْرِ،
“Ketika sudah tiba, mereka singgah (untuk beristirahat dan
mengatur strategi). Mereka tidak memerangi musuh dengan senjata dan lemparan
panah, tetapi ucapan: ‘Tidak ada yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha
Besar.’ Lalu salah satu sisinya yang di laut hancur.”
ثُمَّ يَقُولُوا الثَّانِيَةَ: لَا
إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ جَانِبُهَا الْآخَرُ، ثُمَّ يَقُولُوا
الثَّالِثَةَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيُفَرَّجُ لَهُمْ،
Lalu mereka mengucapkan kedua kalinya: ‘Tidak ada yang
berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar,’ lalu sisinya yang lain hancur.
Lalu mereka mengucapkan ketiga kalinya: ‘Tidak ada yang berhak disembah selain
Allah, Allah Maha Besar,’ lalu benteng terbuka untuk mereka.
فَيَدْخُلُوهَا فَيَغْنَمُوا، فَبَيْنَمَا
هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْمَغَانِمَ، إِذْ جَاءَهُمُ الصَّرِيخُ، فَقَالَ: إِنَّ الدَّجَّالَ
قَدْ خَرَجَ، فَيَتْرُكُونَ كُلَّ شَيْءٍ وَيَرْجِعُونَ»
Maka mereka memasukinya dan mengambil ghonimah (harta
rampasan perang). Ketika mereka sedang membagi-bagi ghonimah, tiba-tiba ada
yang berteriak: ‘Dajjal sudah keluar!’ Maka mereka meninggalkan semuanya dan
kembali pulang. (HR. Muslim no. 2920)
8.
Keluarnya Dajjal dan Turunnya Isa Membunuhnya
Setelah Muslimin menaklukan Romawi lalu Konstantinopel maka
Muslimin menjadi kuat dan kekufuran tumbang. Agama-agama dunia takut kepada
Muslimin. Hal ini menyulut kemarahan Dajjal hingga ia keluar.
Dari Hafshoh, Rosulullah ﷺ
bersabda:
«إِنَّمَا يَخْرُجُ مِنْ غَضْبَةٍ
يَغْضَبُهَا»
“Dajjal keluar hanya karena marah.” (HR. Muslim no. 2932)
Awalnya, berita munculnya Dajjal adalah bohong. Lalu tidak
lama dari itu, ia benar-benar muncul.
Dari Ibnu Mas’ud, Nabi ﷺ
bersabda:
«فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ
إِذْ سَمِعُوا بِبَأْسٍ، هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ، فَجَاءَهُمُ الصَّرِيخُ، إِنَّ
الدَّجَّالَ قَدْ خَلَفَهُمْ فِي ذَرَارِيِّهِمْ، فَيَرْفُضُونَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ،
وَيُقْبِلُونَ،
“Ketika mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba mereka
mendengar kabar yang lebih hebat dari itu. Seseorang datang berteriak bahwa
dajjal sudah keluar menuju keluarga yang mereka tinggalkan.
فَيَبْعَثُونَ عَشَرَةَ فَوَارِسَ
طَلِيعَةً»، قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «إِنِّي لَأَعْرِفُ أَسْمَاءَهُمْ وَأَسْمَاءَ
آبَائِهِمْ، وَأَلْوَانَ خُيُولِهِمْ، هُمْ خَيْرُ فَوَارِسَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ
يَوْمَئِذٍ - أَوْ مِنْ خَيْرِ فَوَارِسَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ يَوْمَئِذٍ -»
Maka mereka mengirim 10 penunggang kuda untuk mengecek
kebenarannya.” Rosulullah ﷺ
bersabda: “Sungguh aku tahu nama-nama mereka, nama-nama ayahnya, dan
warna-warna kuda mereka. Mereka adalah pasukan berkuda terbaik di muka bumi di
masa itu.” (HR. Muslim no. 2899)
Dari Abu Huroiroh, Nabi ﷺ
bersabda:
«فَيَفْتَتِحُونَ قُسْطَنْطِينِيَّةَ،
فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ، قَدْ عَلَّقُوا سُيُوفَهُمْ بِالزَّيْتُونِ،
إِذْ صَاحَ فِيهِمِ الشَّيْطَانُ: إِنَّ الْمَسِيحَ قَدْ خَلَفَكُمْ فِي أَهْلِيكُمْ،
فَيَخْرُجُونَ، وَذَلِكَ بَاطِلٌ، فَإِذَا جَاءُوا الشَّأْمَ خَرَجَ»
“Lalu mereka menaklukan Konstantinopel. Ketika mereka sedang
membagi-bagi ghonimah (rampasan perang) dan menggantung pedang di pohon Zaitun,
tiba-tiba terdengar setan berteriak: “Dajjal sudah keluar dan memasuki keluarga
yang kalian tinggalkan!’ Maka mereka keluar semua (menuju Dajjal). Ternyata itu
kabar bohong. Ketika mereka telah tiba di Syam, Dajjal keluar (dari Khurosan,
Iran).” (HR. Muslim no. 2897)
Lalu Nabi Isa turun dari langit Damaskus di dekat Menara
Putih untuk membunuh Dajjal, sebagaimana dalam kelanjutkan hadits di atas:
«فَبَيْنَمَا هُمْ يُعِدُّونَ
لِلْقِتَالِ، يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ، إِذْ أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ، فَيَنْزِلُ عِيسَى
ابْنُ مَرْيَمَ ﷺ، فَأَمَّهُمْ، فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ
اللهِ، ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ، فَلَوْ تَرَكَهُ لَانْذَابَ حَتَّى
يَهْلِكَ، وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللهُ بِيَدِهِ، فَيُرِيهِمْ دَمَهُ فِي حَرْبَتِهِ»
“Ketika mereka bersiap-siap perang dan mengatur barisan,
tiba-tiba iqomat sholat dikumandangkan dan Isa putra Maryam turun. Ia ikut
sholat berjamaah.[21]
Ketika musuh Allah melihatnya, ia meleleh, seperti melelehnya garam di air.
Seandainya Isa membiarkannya, ia akan meleleh sampai mati. Akan tetapi, Allah
membunuhnya lewat tangan Isa dan memperlihatkan darahnya di tombaknya.[22]”
(HR. Muslim no. 2897)
Demikian penjelasan ringkas Perang Akhir Zaman. Semoga
tulisan ini menambah iman kita dan menjadikan kita lebih giat beramal serta
banyak bersyukur kepada Allah.
ولله الحمد والصلاة والسلام على
محمد.
[1]
Israel atau Isroil adalah nama lain Ya’qub bin Ishaq bin Ibrohim. Mereka Bani
Isroil, umat Nabi Musa. Saat mencela mereka, Al-Quran menyebut mereka dengan
nama Yahudi. Maka semestinya Yahudi sekarang tidak dipanggil Israel.
[2]
Adapun masa akan datang, masih misteri, hanya Allah yang tahu. Boleh jadi
negara kafir sekarang, di akhir zaman justri menjadi negara Muslim, baik Eropa
maupun Amerika. Hanya Allah yang tahu masa datang.
[3]
Yakni perjanjian genjatan senjata, tidak saling berperang.
[4]
Di dalam riwayat lain: “musuh mereka,” sehingga disimpulkan musuh bersama,
semacam teroris dunia. Siapa kaum yang dimaksud di sini? Secara umum umat terbagi
tiga: Muslim, Ahli Kitab (Yahudi dan Nashoro), dan Majusi (seperti Iran [Syiah,
paganis], Rusia-China [sekuler, komunis]), sehingga kemungkinan mereka adalah Majusi
CS. Adapula pendapat bahwa mereka Yahudi. Allahu a’lam.
[5]
Yaitu perang antara Muslimin dengan Romawi yang terjadi pada tahun 9 H dan ia
peperangan terakhir yang diikuti Nabi. Tabuk adalah lokasi yang berjarak 1.000
km lebih dari Hijaz (Makkah-Madinah), di persimpangan jalan menuju Damaskus,
utara Hijaz.
[6]
Rosulullah wafat pada 11 H.
[7]
Umar menaklukannya pada tahun 16 H dan membangun Masjid di qiblat Baitul
Maqdis.
[8]
Yaitu penyakit ganas yang menyerang binatang ternak, keluar dari hidungnya
cairan lalu mati seketika. Yakni isyarat adanya wabah yang memakan banyak
korban. Telah terjadi wabah ‘Amwas (sebuah daerah di Palestina) pada tahun 18 H
dan memakan 25.000 korban dari Muslimin (Al-Bidayah wan Nihayah). Ada
yang berpendapat sebanyak 70.000 meninggal dalam 3 hari (dorar.net). Banyak
Sohabat yang meninggal seperti Abu Ubaidah bin Al-Jarroh. Pada tahun 2020 (1441
H), terjadi wabah Corona yang mamakan korban lebih dari 17 juta orang di
seluruh dunia.
[9]
100 dinar = 100 x 4,25 gram emas (Rp±4.250.000) = Rp425.000.000. Yakni dia
menganggap itu pemberian yang kecil sehingga marah, saking melimpahnya harta di
masa tersebut. Melimpahnya harta sudah terjadi di zaman para Sohabat menaklukan
Persia dan Romawi, zaman Umar bin Abdul Aziz, dan akan berulang di akhir zaman
di masa Imam Mahdi dan Nabi Isa. Allahu a’lam.
[10]
Fitnah adalah ujian, dan sering digunakan untuk ujian yang tidak disukai jiwa
dan berakhir dengan dosa, syirik, kufur, pembunuhan, dan semacamnya. Ada dua
pendapat tentang maksud Arob di sini: (1) mereka bangsa Arob sebagaimana
lahiriyah hadits, atau (2) mereka kaum Muslimin secara umum. Hadits ini isyarat
akan terjadinya banyak peperangan di akhir zaman karena urusan agama.
[11]
Sebagian ahli ilmu berpendapat, bendera di sini sebagai isyarat negara. Maka
akan berkoalisi (bersukutu) sebanyak 80 negara yang mengirim 80x12.000 =
960.000 pasukan untuk memerangi Muslimin.
[13]
Yakni Halb atau Ghuthoh (daerah di Halb, Damaskus), karena ia menjadi markas
Muslimin saat itu, berdasarkan hadits: “Markas Muslimin saat Malhamah adalah di
Ghuthoh di daerah bernama Damaskus, yang termasuk kota terbaik Syam.” Adapun
kota Madinah, pendapat lemah, karena saat itu Madinah kosong penghuni,
sebagaimana hadits: “Ramainya Baitul Maqdis pertanda kosongnya Madinah.
Kosongnya Madinah pertanda terjadinya Malhamah.” Pendapat lainnya mencoba
menggabungkan, yakni mereka pasukan dari Madinah yang membaiat Al-Mahdi lalu
menetap di Damaskus.
[14]
Ada beberapa pendapat tentang Islamnya beberapa orang Romawi ini: (1) pada saat
masa genjatan senjata (damai) orang-orang Romawi tertarik masuk Islam setelah
melihat akhlak Muslimin, (2) tawanan perang dari pasukan Romawi yang terlibat
perang kecil setelah peperangan melawan teroris dunia, lalu mereka masuk Islam
setelah melihat akhlak Muslimin.
[18]
Ada kemungkinan, perang dahsyat ini menggunakan senjata nuklir atau semisalnya
yang menyebabkan burung terkena radiasinya lalu mati saat melewatinya. Adapula
yang berpendapat, perang ini kembali seperti zaman kuno memakai alat pedang dan
kuda, sehingga matinya burung karena penyakit ganas dari banyaknya bangkai. Allahu
a’lam.
[19]
Yakni perang ini memakan banyak korban, sekitar 99% pasukan wafat. Satu kabilah
semuanya gugur kecuali satu orang saja. Maka ghonimah dan warisan tidak membuat
mereka senang, karena kesedihan mendalam.
[20]
Yakni mualaf dari kalangan Romawi yang dulu ditawan Muslimin. Mereka tertarik
dengan Islam karena akhlaknya lalu menjadi baik setelah masuk Islam dan menjadi
pejuang agama hingga menawan bangsa mereka sendiri. Yang nampak dari gabungan
beberapa hadits, ikut serta dalam perang ini Imam Mahdi dan Muslimin lainnya,
tetapi Bani Ishaq yang banyak berperan dalam peperangan. Allahu a’lam.
[21]
Beliau bermakmum kepada Imam Mahdi, untuk menghormati umat Muhammad sekaligus
sebagai isyarat bahwa beliau akan berhukum dengan Al-Quran bukan Injil,
berdasarkan hadits: “Bagaimana kondisi kalian, saat Isa turun, sementara imam
(pemimpin dalam sholat dan perang) berasal dari kalian (umatku).” (HR.
Al-Bukhori)
[22]
Untuk menghilangkan kesan Dajjal belum mati, karena hebatnya ilmu sihirnya,
maka Allah memperlihatkan kematiannya dengan darahnya yang menetes dari tombak.
