[PDF] Ternyata IRT Bukan Pengangguran - Nor Kandir
Ternyata IRT
Bukan Pengangguran
***
Penulis: Nor Kandir, ST., BA
Penerbit: Pustaka Syabab
Halaman: 100
Cetakan: Ke-1, 1447 H (2026)
Lisensi: www.terjemahmatan.com
***
Daftar Isi
Daftar Isi
Muqoddimah
Bab 1: Meluruskan Pandangan Tentang Status IRT
1.1 Menepis Sangkaan Bahwa Istri Tidak Bekerja
1.2 Nilai Kelelahan Istri yang Berbuah Jannah
1.3 Apakah Anda Sanggup Menggantikan Posisi Istri Sehari
Saja?
Bab 2: Perjuangan Mengandung dan Menyusui
2.1 Lemah yang
Bertambah-tambah Saat Mengandung Buah Hati
2.2 Taruhan Nyawa di Ruang
Persalinan
2.3 Pengorbanan Menyusui dan
Begadang Dua Tahun Penuh
Bab 3: Khidmah Istri Kepada Suami
3.1 Beratnya Menjaga
Penampilan dan Berhias Demi Ridho Suami
3.2 Menyiapkan Segala
Keperluan Suami Sebelum Mata Terbuka
3.3 Menjadi Pendengar Setia
Saat Suami Lelah Pulang Bekerja
Bab 4: Manajemen Rumah Tangga yang Tiada Hentinya
4.1 Dapur yang Mengepul dan
Urusan Makan Keluarga
4.2 Menjaga Kebersihan Rumah
Agar Nyaman Ditempati
4.3 Mengatur Urusan Logistik
dan Kebutuhan Harian Tanpa Sisa
Bab 5: Ibu Sebagai Madrosah Pertama
5.1 Menjaga Akhlaq dan Iman
Anak di Tengah Gempuran Zaman
5.2 Kesabaran Tanpa Batas
Menghadapi Tingkah Pola Anak
5.3 Memastikan Pendidikan Anak
Berjalan Sempurna Sejak Dini
Bab 6: Membantu Istri Adalah Kewajiban?
6.1 Meneladani Nabi ﷺ yang Ringan Tangan di Dalam Rumah
6.2 Pendapat Para Fuqoha Tentang Kewajiban Menghadirkan Pembantu
6.3 Memberikan Nafaqoh yang Lapang Sebagai Bentuk Penghargaan
Bab 7: Andai Lelah Itu Dirupiahkan
7.1 Membandingkan Gaji Asisten
Rumah Tangga, Koki, Hingga Guru Privat
7.2 Mengapa Suami Meremehkan
Pekerjaan Istri?
7.3 Mengganti Lelah Istri
dengan Kasih Sayang dan Istirahat yang Cukup
Penutup
Daftar Pustaka
Muqoddimah
﷽
Segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam yang telah
menciptakan manusia berpasang-pasangan agar jiwa mereka tenang dan tenteram.
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rosululloh ﷺ, suri teladan terbaik
dalam memuliakan wanita.
Amma ba’du:
Pernahkah terlintas di benak Anda, wahai para suami, bahwa
di balik pintu rumah yang tertutup rapat, sedang berlangsung sebuah perjuangan
yang sangat hebat? Saat Anda melangkah keluar mencari nafkah, ada sosok yang
tetap tinggal bukan karena ingin bersantai, melainkan karena memikul amanah
yang sangat besar dari Alloh Azza wa Jalla. Sungguh, anggapan bahwa Ibu
Rumah Tangga adalah pengangguran merupakan kekeliruan yang sangat nyata. Alloh Subhanahu
wa Ta’ala berfirman:
﴿هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم
مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا﴾
“Dialah yang menciptakan kalian dari diri yang satu
(Adam) dan Dia menjadikan darinya pasangannya (Hawa), agar dia merasa tenang
kepadanya.” (QS. Al-A’rof: 189)
Ketahuilah bahwa ketenangan yang Anda rasakan saat pulang ke
rumah tidaklah datang dengan sendirinya. Ada tangan-tangan yang lelah
membersihkan setiap sudut ruangan, ada pikiran yang terkuras mengatur menu
makanan, dan ada hati yang sabar merawat buah hati Anda. Semua itu dilakukan
tanpa mengharap gaji bulanan, melainkan hanya mengharap ridho Alloh dan ridho
Anda sebagai suaminya. Alloh berfirman:
﴿وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ
لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً
وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ﴾
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia
menciptakan untuk kalian pasangan-pasangan dari jenis kalian sendiri, supaya
kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara
kalian rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)
Buku ini hadir sebagai ajakan bagi setiap suami untuk
membuka mata dan hati. Mari kita renungkan kembali, apakah kita sudah cukup
menghargai cucuran keringat istri kita? Nabi ﷺ telah berpesan dengan sangat lembut agar kita bersikap baik
kepada para wanita:
«اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا»
“Berpesan-pesanlah kalian untuk berbuat baik kepada para
wanita.” (HR. Al-Bukhori no. 3331 dan Muslim no. 1468)
Maka, melalui lembaran-lembaran ini, kita akan melihat betapa beratnya tugas harian seorang istri. Kita akan menyadari bahwa andai pekerjaan mereka dihargai dengan materi, mungkin harta kita tidak akan cukup untuk membayarnya. Semoga Alloh memberikan taufiq agar kita bisa menjadi suami yang lebih peka dan lebih menghargai bidadari dunia yang Alloh titipkan di rumah kita.[NK]
