[PDF] 30 Kultum Romadhon - Nor Kandir
30 Kultum Romadhon
~Dikembangkan dari Majalis Syahri Romadhon
Ibnu Utsaimin~
***
Penulis: Nor Kandir, ST., BA
Penerbit: Pustaka Syabab
Halaman: 452
Cetakan: Ke-1, 1447 H (2026)
Lisensi: www.terjemahmatan.com
***
Daftar Isi
Muqoddimah
Bab 1: Keutamaan Bulan Romadhon yang Mulia
Bab 2: Keutamaan Ibadah Puasa di Sisi Alloh
Bab 3: Hukum Menjalankan Puasa Romadhon
Bab 4: Hukum Sholat Tarowih dan Qiyam Romadhon
Bab 5: Keutamaan Tilaawah Al-Qur’an dan Jenis-Jenisnya
Bab 6: Golongan Manusia dalam Menjalankan Puasa (Bagian Pertama)
Bab 7: Golongan Manusia dalam Menjalankan Puasa (Bagian Kedua)
Bab 8: Sisa Golongan Manusia dalam Puasa dan Ketentuan Qodho’
Bab 9: Hikmah-Hikmah Agung di Balik Syariat Puasa
Bab 10: Adab-Adab Puasa yang Wajib
Bab 11: Adab-Adab Puasa yang Sunnah
Bab 12: Membaca Al-Qur’an dengan Mengikuti dan Mengamalkannya
Bab 13: Adab-Adab dalam Membaca Al-Qur’an
Bab 14: Mengenal Hal-Hal yang Membatalkan Puasa
Bab 15: Syarat Berlakunya Pembatal Puasa dan Hal yang Diperbolehkan bagi
Orang Berpuasa
Bab 16: Kewajiban Mengeluarkan Zakat Mal
Bab 17: Orang-Orang yang Berhak Menerima Zakat
Bab 18: Pelajaran Berharga dari Peristiwa Perang Badar
Bab 19: Kemenangan Besar dalam Peristiwa Fathu Makkah
Bab 20: Mengenal Sebab-Sebab Kemenangan yang Hakiki
Bab 21: Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir di Bulan Romadhon
Bab 22: Bersungguh-Sungguh di Akhir Romadhon dan Memburu Lailatul Qodr
Bab 23: Gambaran Keindahan Jannah dan Keni’matannya
Bab 24: Sifat-Sifat Mulia Para Penghuni Jannah
Bab 25: Gambaran Kengerian Naar dan Siksanya
Bab 26: Sebab-Sebab yang Menjerumuskan ke Dalam Naar (Bagian Pertama)
Bab 27: Sebab-Sebab yang Menjerumuskan ke Dalam Naar (Bagian Kedua)
Bab 28: Keutamaan Infaq dan Shodaqoh di Akhir Romadhon
Bab 29: Taubat yang Tulus Sebagai Penutup Ibadah
Bab 30: Khitam Syahr dan Menjaga Ketaatan
Daftar Pustaka
***
﷽
Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan hidayah-Nya
kepada kita, karena sungguh kita tidak akan mendapatkan petunjuk jika Alloh tidak
menunjuki kita. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:
﴿الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ
لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ﴾
“Segala puji bagi Alloh yang telah menunjukkan kami ke
sini. Kami tidak akan mendapat petunjuk jika Alloh tidak menunjukkan kami.”
(QS. Al-A’rof: 43)
Segala puji bagi Alloh yang telah mengutus Rosul-Nya dengan
membawa petunjuk dan agama yang haq untuk dimenangkan di atas semua agama.
Alloh berfirman:
﴿لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا
مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ
وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ﴾
“Sungguh Alloh telah memberi karunia kepada orang-orang
Mu’min ketika Alloh mengutus di antara mereka seorang Rosul dari golongan
mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Alloh, membersihkan
jiwa mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sungguh
sebelum itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali
Imron: 164)
Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi
Muhammad ﷺ, yang telah diutus
sebagai rohmat bagi seluruh alam. Alloh berfirman:
﴿وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ﴾
“Dan tidaklah Kami mengutusmu (wahai Muhammad), melainkan
untuk menjadi rohmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Begitu pula sholawat dan salam tercurah kepada keluarga
beliau, para Shohabat yang mulia, serta orang-orang yang mengikuti jalan mereka
dengan baik hingga hari Akhiroh kelak. Alloh berfirman memuji para Shohabat:
﴿وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ
وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ
لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ
الْفَوْزُ الْعَظِيمُ﴾
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk
Islam di antara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti
mereka dengan baik, Alloh ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada
Alloh. Alloh menyediakan bagi mereka Jannah-Jannah yang mengalir sungai-sungai
di bawahnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang
besar.” (QS. At-Taubah: 100)
Wahai saudaraku kaum Muslim, sungguh ni’mat yang paling
besar setelah ni’mat iman dan Islam adalah ketika Alloh memberikan kita
kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon. Bulan yang penuh dengan
keberkahan, bulan di mana pintu-pintu Jannah dibuka dan pintu-pintu Naar ditutup.
Rosululloh ﷺ bersabda:
«أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ
الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ
مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ»
“Telah datang kepada kalian Romadhon, bulan yang penuh berkah.
Alloh mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu langit
dibuka, pintu-pintu Neraka Jahim ditutup, dan syaithon-syaithon yang
membangkang dibelenggu. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu
bulan. Siapa yang terhalang dari kebaikannya, maka sungguh dia telah terhalang
dari kebaikan yang banyak.” (HSR. An-Nasa’i no. 2106)
Keberadaan kita di bulan ini adalah sebuah peluang emas
untuk menanam amal sholih. Namun, amal yang besar tidak akan bernilai tanpa
landasan ilmu. Oleh karena itu, mempelajari hukum-hukum seputar bulan Romadhon
adalah sebuah keharusan agar ibadah kita tidak sia-sia. Nabi ﷺ bersabda:
«مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ»
“Siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Alloh, maka Alloh
akan pahamkan dia dalam urusan agama.” (HR. Al-Bukhori no. 71)
Buku kecil ini, “30 Kultum Romadhon”, disusun sebagai
panduan harian untuk mengisi hari-hari kita selama bulan suci ini dengan ilmu
yang bersumber dari wahyu. Materi ini diringkas dan disarikan —serta kami beri
tambahan dalil dan semisalnya— dari karya seorang ulama besar di abad ini,
yaitu Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin (1421 H) dalam kitabnya yang
sangat fenomenal, Majalis Syahri Romadhon. Beliau adalah sosok yang
sangat jeli dalam menjelaskan dalil-dalil Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga
nasihat-nasihat beliau sangat menyentuh hati dan mudah dipahami.
Di dalam kitab tersebut, Syaikh al-Utsaimin (1421 H)
menekankan pentingnya bagi setiap Muslim untuk memperhatikan setiap detik
waktunya di bulan Romadhon. Beliau mengingatkan kita melalui firman Alloh:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا
كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian
berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian
bertaqwa.” (QS. Al-Baqoroh: 183)
Tujuan utama dari Puasa adalah mencapai derajat taqwa. Dan
taqwa tidak akan tercapai kecuali dengan menjalankan perintah Alloh dan
menjauhi larangan-Nya berdasarkan cahaya ilmu. Alloh berfirman tentang
pentingnya mengikuti ilmu dan petunjuk Nabi
ﷺ:
﴿وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ﴾
“Apa yang diberikan Rosul kepadamu, maka terimalah. Dan
apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertaqwalah kepada Alloh.
Sungguh Alloh sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al-Hasyr: 7)
Dalam setiap bab yang akan kita bahas nanti, kita akan
menemukan betapa luasnya rohmat Alloh di bulan ini. Kita akan belajar tentang
keutamaan Puasa, hukum-hukumnya, hingga bagaimana menutup bulan ini dengan
taubat yang tulus. Sungguh, setiap hamba sangat membutuhkan ampunan dari Robbnya,
sebagaimana Nabi ﷺ
sering berdoa dan beristighfar. Alloh berfirman:
﴿وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ﴾
“Dan bertaubatlah kalian sekalian kepada Alloh, wahai
orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
Kami menyajikan materi ini dengan harapan agar bisa menjadi
bahan bacaan atau kultum yang singkat namun padat akan dalil. Sebab, ucapan
yang paling benar adalah kalamulloh dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk
Nabi Muhammad ﷺ.
Rosululloh ﷺ bersabda dalam
khutbahnya:
«أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ
الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ»
“Amma ba’du, sungguh sebaik-baik perkataan adalah
Kitabulloh (Al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ. Seburuk-buruk urusan
adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama) dan setiap bid’ah adalah sesat.”
(HR. Muslim no. 867)
Maka, mari kita sambut bulan Romadhon ini dengan tekad yang
kuat untuk memperbaiki diri. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang
merugi, yang mendapatkan Puasa namun tidak mendapatkan apa pun kecuali rasa
lapar dan haus. Nabi ﷺ
bersabda:
«رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ»
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak
mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar.” (HSR. Ibnu Majah no. 1690)
Agar kita terhindar dari kerugian tersebut, marilah kita
perhatikan adab-adab dan hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh syariat. Buku
ini akan membimbing kita langkah demi langkah, hari demi hari, selama 30 hari
penuh di bulan Romadhon. Setiap bab dirancang untuk memberikan nutrisi bagi
hati dan akal kita, agar kita semakin cinta kepada ketaatan dan semakin benci
kepada kemaksiatan. Alloh berfirman:
﴿وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي
قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ
هُمُ الرَّاشِدُونَ﴾
“Tetapi Alloh menjadikan kalian cinta kepada keimanan dan
menjadikan keimanan itu indah dalam hatimu serta menjadikan kalian benci kepada
kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti
jalan yang lurus.” (QS. Al-Hujurot: 7)
Kami memohon kepada Alloh yang Maha Mulia, Robb ‘Arsy yang
agung, agar menjadikan amal ini ikhlas semata-mata mengharap wajah-Nya dan
bermanfaat bagi kaum Muslim.
Semoga Alloh memudahkan kita semua dalam menjalankan ibadah
Puasa dan Sholat Tarowih, serta menerima seluruh amal sholih kita di bulan yang
mulia ini. Alloh berfirman:
﴿إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ﴾
“Sungguh Alloh hanya menerima (amal) dari orang-orang
yang bertaqwa.” (QS. Al-Maidah: 27)[NK]
