[PDF] ARBAIN JANNAH Sifat Jannah, Kenikmatannya, dan Penghuninya - Nor Kandir
Muqoddimah
﷽
Segala puji
bagi Alloh ﷻ,
Robb semesta alam, yang telah menjanjikan Jannah bagi hamba-hamba-Nya yang
bertaqwa. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita,
Muhammad ﷺ,
keluarga, para Shohabat, dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka dengan
baik hingga hari Qiyamah.
Amma
ba’du:
Buku ini
disusun untuk menghimpun 40 Hadits pokok pilihan mengenai Jannah, mencakup
sifat fisik bangunan, keadaan para penghuni, ragam keni’matan yang disediakan
di dalamnya, serta amalan-amalan utama yang menjadi sebab dengan izin Alloh ﷻ
untuk memasukinya.
Bab 1
Sifat dan Keadaan
Jannah
Hadits
1: Hakikat Keni’matan Jannah yang Tersembunyi
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh ﷺ bersabda:
«قَالَ
اللَّهُ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ
سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ فَلاَ تَعْلَمُ
نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ»
“Alloh Ta’ala
berfirman: ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang sholih keni’matan
yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan
belum pernah terdetik dalam hati manusia.’ Bacalah jika kalian mau: ‘Tidak seorang
pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka dari kebahagiaan yang
menyedapkan pandangan mata’.” (HR. Al-Bukhori no. 3244 dan Muslim no. 2824)
Hadits
2: Batu Bata dan Lumpur Jannah
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Kami bertanya, “Wahai
Rosululloh, ceritakan kepada kami tentang Jannah, bagaimanakah bangunannya?”
Beliau ﷺ
bersabda:
«لَبِنَةُ ذَهَبٍ وَلَبِنَةُ
فِضَّةٍ، وَمِلَاطُهَا الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ، وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ،
وَتُرَابُهَا الزَّعْفَرَانُ، مَنْ يَدْخُلُهَا يَنْعَمُ وَلَا يَبْأَسُ، وَيَخْلُدُ
وَلَا يَمُوتُ، لَا تَبْلَى ثِيَابُهُ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُ»
“Batu
batanya dari emas dan batu batanya dari perak, lumpur perekatnya dari kasturi
yang sangat wangi, kerikilnya dari mutiara dan yakut (batu mulia
berwarna merah), tanahnya dari za’faron (tumbuhan wangi yang menguning).
Siapa saja yang memasukinya akan merasakan keni’matan dan tidak akan melarat,
kekal dan tidak akan mati, pakaian mereka tidak akan usang, dan masa muda
mereka tidak akan sirna.” (HSR. Ahmad no. 8043. Dishohihkan Al-Arnauth)
Hadits
3: Tanah Jannah dari Kasturi yang Murni
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri (74 H), dari Ibnu Shoyyad, dia bertanya kepada Nabi ﷺ tentang tanah Jannah. Beliau ﷺ bersabda:
«دَرْمَكَةٌ
بَيْضَاءُ مِسْكٌ خَالِصٌ»
“Tanahnya
berupa tepung putih yang bersih, merupakan kasturi yang murni.” (HR. Muslim
no. 2928)
Hadits
4: Kemah Luas dari Mutiara yang Berongga
Dari Abu
Musa Al-Asy’ari (42 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«إِنَّ
لِلْمُؤْمِنِ فِي الْجَنَّةِ لَخَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ وَاحِدَةٍ مُجَوَّفَةٍ، طُولُهَا
سِتُّونَ مِيلًا، لِلْمُؤْمِنِ فِيهَا أَهْلُونَ، يَطُوفُ عَلَيْهِمِ الْمُؤْمِنُ فَلَا
يَرَى بَعْضُهُمْ بَعْضًا»
“Sesungguhnya
bagi seorang Mu’min di dalam Jannah benar-benar terdapat sebuah kemah yang
terbuat dari satu mutiara utuh yang berongga, panjangnya mencapai 60 mil. Di
dalam kemah tersebut sang Mu’min memiliki istri-istri yang dikelilinginya,
namun satu sama lain di antara mereka tidak saling melihat karena luasnya.” (HR.
Al-Bukhori no. 4879 dan lafazh Muslim no. 2838)
Hadits
5: Kamar-Kamar Transparan di Jannah
Dari ‘Ali
bin Abi Tholib (40 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«إِنَّ
فِي الجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا»،
فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ: لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «لِمَنْ أَطَابَ
الكَلَامَ، وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ
نِيَامٌ»
“Sesungguhnya
di Jannah terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat terlihat dari bagian
dalamnya, dan bagian dalamnya dapat terlihat dari bagian luarnya.” Seorang Arob
Badui berdiri lalu bertanya: “Untuk siapakah kamar-kamar itu, wahai Rosululloh?”
Beliau menjawab: “Untuk orang yang lembut ucapannya, memberikan makanan kepada
orang lain, membiasakan berpuasa, dan mendirikan Sholat di malam hari ketika
manusia sedang tertidur pulas.” (HHR. At-Tirmidzi no. 1984)
Hadits
6: Naungan Pohon Jannah yang Sangat Luas
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«إِنَّ
فِي الجَنَّةِ لَشَجَرَةً، يَسِيرُ الرَّاكِبُ الجَوَادَ المُضَمَّرَ السَّرِيعَ مِائَةَ
عَامٍ مَا يَقْطَعُهَا»
“Sesungguhnya
di dalam Jannah benar-benar terdapat sebuah pohon yang apabila seorang
pengendara kuda pacu yang tangguh dan cepat berlari di bawah naungannya selama
100 tahun, dia belum mampu menempuh jarak ujung naungan pohon tersebut.” (HR.
Al-Bukhori no. 6553 dan Muslim no. 2828)
Hadits
7: Sungai Al-Kautsar dan Sifatnya
Dari Anas
bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda mengenai
Al-Kautsar:
«فَإِنَّهُ
نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ، عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ، هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ
عَلَيْهِ أُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ»
“Ia adalah
sebuah sungai yang telah diberikan oleh Robb-ku ‘Azza wa Jalla kepadaku
di dalam Jannah, di atasnya terdapat kebaikan yang sangat banyak, ia berupa
telaga yang akan didatangi oleh umatku pada hari Qiyamah, bejana-bejananya
sebanyak bilangan bintang-bintang di langit.” (HR. Muslim no. 400)
Hadits
8: Pohon Thuba di Jannah
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata, “Wahai
Rosululloh, beruntunglah bagi orang yang melihatmu dan beriman kepadamu.”
Beliau ﷺ
bersabda:
«طُوبَى
لِمَنْ رَآنِي وَآمَنَ بِي، ثُمَّ طُوبَى، ثُمَّ طُوبَى، ثُمَّ طُوبَى لِمَنْ آمَنَ
بِي وَلَمْ يَرَنِي»، قَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَمَا طُوبَى؟ قَالَ: «شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ
مَسِيرَةُ مِائَةِ عَامٍ، ثِيَابُ أَهْلِ الْجَنَّةِ تَخْرُجُ مِنْ أَكْمَامِهَا»
“Beruntunglah
bagi orang yang melihatku dan beriman kepadamu, dan beruntung, kemudian
beruntung, kemudian beruntunglah bagi orang yang beriman kepadamu padahal dia
tidak pernah melihatku.” Seorang lelaki bertanya kepada beliau: “Apakah Thuba
itu?” Beliau bersabda: “Sebuah pohon di Jannah yang jarak tempuh luasnya sejauh
100 tahun perjalanan, pakaian para penghuni Jannah keluar dari kelopak-kelopak
bunganya.” (HHR. Ahmad, no. 11673; Shohihul Jami, no. 3918)
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
«مَا فِي
الجَنَّةِ شَجَرَةٌ إِلَّا وَسَاقُهَا مِنْ ذَهَبٍ»
“Tidak
ada satu pun pohon di Jannah melainkan batangnya terbuat dari emas.” (HSR.
At-Tirmidzi no. 2525)
Hadits
9: Jarak Antar Pintu Jannah
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda dalam Hadits yang
panjang tentang syafa’at:
«وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ،
إِنَّ مَا بَيْنَ المِصْرَاعَيْنِ مِنْ مَصَارِيعِ الجَنَّةِ، كَمَا بَيْنَ مَكَّةَ
وَحِمْيَرَ أَوْ كَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَبُصْرَى»
“Demi
Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya jarak antara dua
daun pintu di antara daun-daun pintu Jannah adalah sungguh seperti jarak antara
Makkah dan Hajar (kota di Bahrain kuno), atau seperti jarak antara Makkah dan
Bushro (kota di Syam).” (HR. Al-Bukhori no. 4712 dan Muslim no. 194)
Dari Utbah
bin Ghozwan (17 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata dalam khutbahnya:
«وَلَقَدْ ذُكِرَ لَنَا أَنَّ مَا
بَيْنَ مِصْرَاعَيْنِ مِنْ مَصَارِيعِ الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ أَرْبَعِينَ سَنَةً، وَلَيَأْتِيَنَّ
عَلَيْهَا يَوْمٌ وَهُوَ كَظِيظٌ مِنَ الزِّحَامِ»
“Sungguh
telah disebutkan kepada kami bahwa jarak antara dua daun pintu di antara
daun-daun pintu Jannah adalah sejauh perjalanan 40 tahun. Dan sungguh akan
datang suatu hari di mana pintu itu penuh sesak oleh manusia.” (HR. Muslim
no. 2967)
Hadits
10: Pintu Ar-Royyan Khusus Bagi Orang yang Berpuasa
Dari Sahl
bin Sa’d (91 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
فِي الْجَنَّةِ [ثَمَانِيَةُ
أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى] لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا
يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنُ الصَّائِمُونَ؟ فَيَقُومُونَ لَا
يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ
أَحَدٌ»
“Di dalam
Jannah terdapat 8 pintu, di antaranya ada sebuah pintu yang dinamakan Ar-Royyan,
orang-orang yang gemar berpuasa akan masuk melaluinya pada hari Qiyamah, tidak
ada seorang pun selain mereka yang dapat masuk melaluinya. Akan diserukan: Di
manakah orang-orang yang gemar berpuasa? Maka mereka pun berdiri, tidak ada
seorang pun selain mereka yang dapat masuk melaluinya, apabila mereka semua
telah masuk, pintu tersebut segera ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang
dapat masuk melaluinya.” (HR. Al-Bukhori no. 1896, 3257; dan Muslim no.
1155)
Hadits
11: 100 Tingkatan Jannah dan Kedudukan Jannah Al-Firdaus
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
فِي الجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ
اللَّهِ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، فَإِذَا
سَأَلْتُمُ اللَّهَ، فَاسْأَلُوهُ الفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ وَأَعْلَى
الجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الجَنَّةِ»
“Sesungguhnya
di Jannah terdapat 100 tingkatan yang telah disediakan oleh Alloh bagi
orang-orang yang berjihad di jalan Alloh, jarak antara dua tingkatan laksana
jarak antara langit dan bumi. Apabila kalian memohon kepada Alloh, maka
mohonlah Jannah Al-Firdaus, karena sesungguhnya ia adalah Jannah yang paling baik
dan Jannah yang paling tinggi, di atasnya terdapat ‘Arsy Robb Yang Maha
Pengasih, dan darinya bersumber aliran sungai-sungai Jannah.” (HR.
Al-Bukhori no. 2790)
Bab 2
Sifat dan Keadaan
Penghuni Jannah
Hadits
12: Tinggi Badan dan Ketampanan Penduduk Jannah
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«خَلَقَ
اللَّهُ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ، طُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا، فَلَمَّا خَلَقَهُ قَالَ:
اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ، النَّفَرِ مِنَ المَلاَئِكَةِ، جُلُوسٌ، فَاسْتَمِعْ
مَا يُحَيُّونَكَ، فَإِنَّهَا تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ، فَقَالَ: السَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ، فَقَالُوا: السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، فَزَادُوهُ: وَرَحْمَةُ
اللَّهِ، فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ، فَلَمْ يَزَلِ الخَلْقُ
يَنْقُصُ بَعْدُ حَتَّى الآنَ»
“Alloh
menciptakan Adam dalam bentuknya, tinggi badannya 60 hasta. Ketika selesai
menciptakannya, Dia berfirman: ‘Pergilah dan ucapkanlah salam kepada mereka,
yaitu sekelompok Malaikat yang sedang duduk, lalu dengarkanlah bagaimana mereka
memberi penghormatan kepadamu, karena sesungguhnya itu adalah salam
penghormatanmu dan salam penghormatan keturunanmu.’ Maka Adam mengucapkan: ‘As-Salamu
‘Alaikum’. Mereka membalas: ‘As-Salamu ‘Alaika wa Rohmatulloh’, mereka
menambahkan ‘wa Rohmatulloh’. Maka setiap orang yang masuk Jannah akan berupa
bentuk fisik seperti Adam, dan ciptaan manusia senantiasa berkurang tingginya
setelah itu hingga sekarang.” (HR. Al-Bukhori no. 6227 dan Muslim no. 2841)
Hadits
13: Keadaan Fisik yang Muda Selamanya
Dari Mu’adz
bin Jabal (18 H) rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda:
«يَدْخُلُ
أَهْلُ الجَنَّةِ الجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلَاثِينَ أَوْ
ثَلَاثٍ وَثَلَاثِينَ سَنَةً»
“Penduduk
Jannah akan masuk ke dalam Jannah dalam keadaan jurdan (tidak memiliki bulu di
tubuh), murdan (tidak memiliki jenggot), mukahhalin (bercelak matanya), dalam
usia 30 atau 33 tahun.” (HHR. At-Tirmidzi no. 2545)
Hadits
14: Kondisi Rombongan Pertama
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«أَوَّلُ
زُمْرَةٍ تَلِجُ الجَنَّةَ صُورَتُهُمْ عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ،
لاَ يَبْصُقُونَ فِيهَا، وَلاَ يَمْتَخِطُونَ، وَلاَ يَتَغَوَّطُونَ، آنِيَتُهُمْ فِيهَا
الذَّهَبُ، أَمْشَاطُهُمْ مِنَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ، وَمَجَامِرُهُمُ الأَلُوَّةُ،
وَرَشْحُهُمُ المِسْكُ، وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ، يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا
مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الحُسْنِ، لاَ اخْتِلاَفَ بَيْنَهُمْ وَلاَ تَبَاغُضَ،
قُلُوبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ، يُسَبِّحُونَ اللَّهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا»
“Golongan
pertama yang masuk Jannah bentuk rupa mereka laksana rupa bulan di malam
purnama, mereka tidak meludah di dalamnya, tidak membuang ingus, dan tidak
buang air besar. Bejana-bejana mereka di dalamnya dari emas, sisir-sisir mereka
dari emas dan perak, tempat bara api mereka dari kayu gaharu yang sangat wangi,
keringat mereka adalah kasturi, dan bagi setiap orang dari mereka mendapatkan
dua istri (bidadari), yang dapat terlihat sumsum tulang betis kedua istri
tersebut dari balik daging karena saking indahnya. Tidak ada perselisihan di
antara mereka dan tidak ada saling membenci, hati mereka adalah hati yang satu,
mereka senantiasa bertasbih menyucikan Alloh di waktu pagi dan petang.” (HR.
Al-Bukhori no. 3245 dan Muslim no. 2834)
Hadits
15: Keringat Penghuni Jannah yang Berbau Kasturi
Dari Jabir
bin Abdulloh (78 H) rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Aku mendengar
Nabi ﷺ
bersabda:
«إِنَّ
أَهْلَ الْجَنَّةِ يَأْكُلُونَ فِيهَا وَيَشْرَبُونَ، وَلَا يَتْفُلُونَ وَلَا يَبُولُونَ
وَلَا يَتَغَوَّطُونَ وَلَا يَمْتَخِطُونَ» قَالُوا: فَمَا بَالُ الطَّعَامِ؟ قَالَ:
«جُشَاءٌ وَرَشْحٌ كَرَشْحِ الْمِسْكِ، يُلْهَمُونَ التَّسْبِيحَ وَالتَّحْمِيدَ، كَمَا
تُلْهَمُونَ النَّفَسَ»
“Sesungguhnya
penduduk Jannah makan di dalamnya dan minum, namun mereka tidak meludah, tidak
buang air kecil, tidak buang air besar, tidak membuang ingus.” Mereka bertanya:
“Kemana kotoran makanan?” Beliau menjawab: “Makanan mereka itu keluar menjadi
sendawa dan keringat yang baunya seperti
percikan kasturi, mereka diilhamkan untuk bertasbih dan bertahmid sebagaimana
kalian diilhamkan untuk bernapas.” (HR. Muslim no. 2835)
Hadits
16: Saling Bergandengan Tangan
Dari Sahl
bin Sa’d (91 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«لَيَدْخُلَنَّ
الجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا، أَوْ سَبْعُ مِائَةِ أَلْفٍ، مُتَمَاسِكُونَ،
آخِذٌ بَعْضُهُمْ بَعْضًا، لاَ يَدْخُلُ أَوَّلُهُمْ حَتَّى يَدْخُلَ آخِرُهُمْ، وُجُوهُهُمْ
عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ»
“Benar-benar
akan masuk Jannah dari umatku sebanyak 70.000 atau 700.000 orang, mereka saling
bergandengan, sebagian mereka memegang sebagian yang lain, orang yang pertama
masuk di antara mereka tidak akan masuk hingga orang yang paling terakhir dari
mereka pun masuk, wajah-wajah mereka laksana rupa bulan di malam purnama.” (HR.
Al-Bukhori no. 6554 dan Muslim no. 219)
Hadits
17: Golongan Orang-Orang Miskin yang Mendahului Orang Kaya
Dari Usamah
bin Zaid (54 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«قُمْتُ
عَلَى بَابُ الجَنَّةِ، فَكَانَ عَامَّةَ مَنْ دَخَلَهَا المَسَاكِينُ، وَأَصْحَابُ
الجَدِّ مَحْبُوسُونَ، غَيْرَ أَنَّ أَصْحَابَ النَّارِ قَدْ أُمِرَ بِهِمْ إِلَى النَّارِ،
وَقُمْتُ عَلَى بَابُ النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ»
“Aku pernah
berdiri di depan pintu Jannah, maka mayoritas orang yang memasukinya adalah
orang-orang miskin, sedangkan orang-orang yang memiliki kekayaan dan kedudukan
masih tertahan, hanya saja penduduk Naar telah diperintahkan untuk dibawa ke
dalam Naar. Dan aku pernah berdiri di depan pintu Naar, maka mayoritas orang
yang memasukinya adalah para wanita.” (HR. Al-Bukhori no. 5196 dan Muslim
no. 2736)
Hadits
18: Orang-Orang yang Hatinya Seperti Hati Burung
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«يَدْخُلُ
الْجَنَّةَ أَقْوَامٌ، أَفْئِدَتُهُمْ مِثْلُ أَفْئِدَةِ الطَّيْرِ»
“Akan masuk
Jannah kaum-kaum yang hati mereka laksana hati burung (artinya sangat tawakkal
atau sangat lembut).” (HR. Muslim no. 2840)
Hadits
19: 70.000 Orang yang Masuk Jannah Tanpa Hisab dan Tanpa Adzab
Dari Ibnu ‘Abbas
(68 H) rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«عُرِضَتْ
عَلَيَّ الأُمَمُ، فَجَعَلَ النَّبِيُّ وَالنَّبِيَّانِ يَمُرُّونَ مَعَهُمُ الرَّهْطُ،
وَالنَّبِيُّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ، حَتَّى رُفِعَ لِي سَوَادٌ عَظِيمٌ، قُلْتُ: مَا
هَذَا؟ أُمَّتِي هَذِهِ؟ قِيلَ: بَلْ هَذَا مُوسَى وَقَوْمُهُ، قِيلَ: انْظُرْ إِلَى
الأُفُقِ، فَإِذَا سَوَادٌ يَمْلَأُ الأُفُقَ، ثُمَّ قِيلَ لِي: انْظُرْ هَا هُنَا
وَهَا هُنَا فِي آفَاقِ السَّمَاءِ، فَإِذَا سَوَادٌ قَدْ مَلَأَ الأُفُقَ، قِيلَ:
هَذِهِ أُمَّتُكَ، وَيَدْخُلُ الجَنَّةَ مِنْ هَؤُلاَءِ سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ
حِسَابٍ» ثُمَّ دَخَلَ وَلَمْ يُبَيِّنْ لَهُمْ، فَأَفَاضَ القَوْمُ، وَقَالُوا: نَحْنُ
الَّذِينَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاتَّبَعْنَا رَسُولَهُ، فَنَحْنُ هُمْ، أَوْ أَوْلاَدُنَا
الَّذِينَ وُلِدُوا فِي الإِسْلاَمِ، فَإِنَّا وُلِدْنَا فِي الجَاهِلِيَّةِ، فَبَلَغَ
النَّبِيَّ ﷺ فَخَرَجَ، فَقَالَ: «هُمُ الَّذِينَ لاَ يَسْتَرْقُونَ،
وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ، وَلاَ يَكْتَوُونَ، وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ»
“Telah
diperlihatkan kepadaku umat-umat, maka ada seorang Nabi dan dua orang Nabi yang
lewat bersama beberapa orang pengikut saja, dan ada Nabi yang tidak bersamanya
seorang pun. Hingga ditunjukkan kepadaku kumpulan hitam yang sangat besar, aku
bertanya: ‘Apakah ini? Apakah ini umatku?’ Dikatakan: ‘Bukan, melainkan ini
adalah Musa dan kaumnya.’ Dikatakan lagi: ‘Lihatlah ke ufuk,’ maka ternyata ada
kumpulan hitam yang memenuhi ufuk. Kemudian dikatakan kepadaku: ‘Lihatlah ke
sebelah sini dan ke sebelah sini di ufuk-ufuk langit,’ maka ternyata ada
kumpulan hitam yang telah memenuhi ufuk. Dikatakan: ‘Ini adalah umatmu, dan
akan masuk Jannah dari mereka ini sebanyak 70.000 orang tanpa hisab.’” Kemudian
beliau masuk ke dalam rumahnya dan belum menjelaskan kepada mereka, maka
orang-orang pun berbincang-bincang dan berkata: “Kita adalah orang-orang yang
beriman kepada Alloh dan mengikuti Rosul-Nya, maka kitalah mereka itu, atau
barangkali anak-anak kita yang dilahirkan dalam Islam, karena sesungguhnya kita
dilahirkan di masa Jahiliyyah.” Pembicaraan itu sampai kepada Nabi ﷺ, maka beliau keluar lalu
bersabda: “Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta diruqyah, tidak
melakukan thiyaroh (merasa sial karena tanda-tanda burung atau lainnya),
tidak melakukan kay (pengobatan dengan besi panas), dan hanya kepada
Robb mereka sajalah mereka bertawakkal.” (HR. Al-Bukhori no. 5705 dan Muslim
no. 220)
Bab 3
Keni’matan dan
Pelayanan di Jannah
Hadits
20: Hidangan Pertama Penghuni Jannah berupa Hati Paus
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«تَكُونُ
الأَرْضُ يَوْمَ القِيَامَةِ خُبْزَةً وَاحِدَةً، يَتَكَفَّؤُهَا الجَبَّارُ بِيَدِهِ
كَمَا يَكْفَأُ أَحَدُكُمْ خُبْزَتَهُ فِي السَّفَرِ، نُزُلًا لِأَهْلِ الجَنَّةِ»
فَأَتَى رَجُلٌ مِنَ اليَهُودِ فَقَالَ: بَارَكَ الرَّحْمَنُ عَلَيْكَ يَا أَبَا القَاسِمِ،
أَلاَ أُخْبِرُكَ بِنُزُلِ أَهْلِ الجَنَّةِ يَوْمَ القِيَامَةِ؟ قَالَ: «بَلَى» قَالَ:
تَكُونُ الأَرْضُ خُبْزَةً وَاحِدَةً، كَمَا قَالَ النَّبِيُّ ﷺ، فَنَظَرَ النَّبِيُّ ﷺ إِلَيْنَا ثُمَّ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ،
ثُمَّ قَالَ: «أَلاَ أُخْبِرُكَ بِإِدَامِهِمْ؟» قَالَ: إِدَامُهُمْ بَالاَمٌ وَنُونٌ،
قَالُوا: وَمَا هَذَا؟ قَالَ: ثَوْرٌ وَنُونٌ، يَأْكُلُ مِنْ زَائِدَةِ كَبِدِهِمَا
سَبْعُونَ أَلْفًا
“Bumi pada
hari Qiyamah akan menjadi satu bongkah roti yang dibolak-balik oleh Yang Maha
Perkasa dengan tangan-Nya sebagaimana salah seorang dari kalian membolak-balik
rotinya dalam perjalanan, sebagai hidangan bagi penduduk Jannah.” Lalu
datanglah seorang lelaki dari kalangan Yahudi dan berkata: “Semoga Robb Yang
Maha Pengasih memberkahimu wahai Abul Qosim, maukah aku kabarkan kepadamu
tentang hidangan penduduk Jannah pada hari Qiyamah?” Beliau menjawab: “Iya.”
Lelaki itu berkata: “Bumi akan menjadi satu bongkah roti,” sebagaimana yang
telah disabdakan oleh Nabi ﷺ.
Maka Nabi ﷺ
memandang kepada kami kemudian beliau tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.
Lalu Nabi ﷺ
berkata: “Maukah aku
kabarkan kepadamu tentang lauk pauk mereka?” Ia menjawab: “Lauk pauk mereka
adalah lam dan nun.” Para Shohabat bertanya: “Apakah itu?” Ia menjawab: “Sapi
jantan dan paus, yang mana 70.000 orang dapat makan dari bagian menonjol yang
paling ni’mat pada hati keduanya.” (HR. Al-Bukhori no. 6520 dan Muslim no.
2792)
Hadits
21: Istana yang Tinggi
Dari Abu
Said Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«إِنَّ
أَهْلَ الجَنَّةِ يَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ، كَمَا يَتَرَاءَوْنَ
الكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الغَابِرَ فِي الأُفُقِ، مِنَ المَشْرِقِ أَوِ المَغْرِبِ،
لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ» قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ تِلْكَ مَنَازِلُ الأَنْبِيَاءِ
لاَ يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ، قَالَ: «بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، رِجَالٌ آمَنُوا
بِاللَّهِ وَصَدَّقُوا المُرْسَلِينَ»
“Sesungguhnya
penghunil Jannah benar-benar melihat para pemilik kamar-kamar (istana yang
tinggi) di atas mereka, sebagaimana kalian melihat bintang yang bersinar terang
yang berlalu di ufuk timur atau barat, karena adanya perbedaan keutamaan di
antara mereka.” Para Shohabat bertanya: “Wahai Rosululloh, apakah itu kedudukan
para Nabi yang tidak bisa dicapai oleh selain mereka?” Beliau menjawab: “Tentu
(bisa dicapai oleh selain mereka), demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya,
mereka adalah para lelaki yang beriman kepada Alloh dan membenarkan para Rosul.”
(HR. Al-Bukhori no. 3256 dan Muslim no. 2831)
Hadits
22: Keinginan Bercocok Tanam dan Langsung Panen
Dari Abu
Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu: Nabi ﷺ pada suatu hari sedang
berbicara, dan di dekat beliau ada seorang lelaki dari penduduk pedalaman
(baca: orang Badui):
«أَنَّ
رَجُلًا مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ اسْتَأْذَنَ رَبَّهُ فِي الزَّرْعِ، فَقَالَ لَهُ: أَلَسْتَ
فِيمَا شِئْتَ؟ قَالَ: بَلَى، وَلَكِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَزْرَعَ، قَالَ: فَبَذَرَ،
فَبَادَرَ الطَّرْفَ نَبَاتُهُ وَاسْتِوَاؤُهُ وَاسْتِحْصَادُهُ، فَكَانَ أَمْثَالَ
الجِبَالِ، فَيَقُولُ اللَّهُ: دُونَكَ يَا ابْنَ آدَمَ، فَإِنَّهُ لاَ يُشْبِعُكَ
شَيْءٌ»، فَقَالَ الأَعْرَابِيُّ: وَاللَّهِ لاَ تَجِدُهُ إِلَّا قُرَشِيًّا، أَوْ
أَنْصَارِيًّا، فَإِنَّهُمْ أَصْحَابُ زَرْعٍ، وَأَمَّا نَحْنُ فَلَسْنَا بِأَصْحَابِ
زَرْعٍ، فَضَحِكَ النَّبِيُّ ﷺ
“Ada
seorang lelaki dari penduduk Jannah meminta izin kepada Robb-nya untuk bercocok
tanam. Maka Alloh berfirman kepadanya: ‘Bukankah kamu telah berada di dalam apa
(kenikmatan) yang kamu inginkan?’ Lelaki itu menjawab: ‘Benar, akan tetapi aku
suka untuk bercocok tanam.’ Maka ia pun menanam benih. Lalu dalam sekejap mata,
benih itu tumbuh, tegak, dan siap dipanen hingga hasilnya sebesar
gunung-gunung. Kemudian Alloh berfirman: ‘Ambillah ini wahai anak Adam, karena
sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang membuatmu kenyang (puas).’” Lalu orang
Arob Badui itu berkata: “Demi Alloh, engkau tidak akan mendapati lelaki itu
melainkan ia adalah orang Quroisy atau orang Anshor, karena mereka adalah
pemilik bercocok tanam (suka bertani), adapun kami maka kami bukan pemilik
bercocok tanam.” Maka Nabi ﷺ
pun tertawa. (HR. Al-Bukhori no. 2348)
Hadits
23: Pasar Jannah Setiap Hari Jum’at yang Menambah Ketampanan
Dari Anas
bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَسُوقًا،
يَأْتُونَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ، فَتَهُبُّ رِيحُ الشَّمَالِ فَتَحْثُو فِي وُجُوهِهِمْ
وَثِيَابِهِمْ، فَيَزْدَادُونَ حُسْنًا وَجَمَالًا، فَيَرْجِعُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ
وَقَدِ ازْدَادُوا حُسْنًا وَجَمَالًا، فَيَقُولُ لَهُمْ أَهْلُوهُمْ: وَاللهِ لَقَدِ
ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالًا، فَيَقُولُونَ: وَأَنْتُمْ، وَاللهِ لَقَدِ
ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالًا»
“Sesungguhnya
di Jannah terdapat pasar yang didatangi oleh para penghuninya setiap hari Jum’at,
lalu berembuslah angin utara yang menerpa wajah-wajah dan pakaian-pakaian
mereka, sehingga membuat mereka semakin bertambah mulia (akhlaq) dan tampan.
Mereka pun kembali kepada keluarga mereka dalam keadaan telah bertambah mulia
dan tampan, lalu istri mereka berkata kepada mereka: ‘Demi Alloh, sesungguhnya kamu
benar-benar telah bertambah mulia dan tampan setelah keberangkatanmu dariku.’ Dia
pun menjawab: ‘Dan kamu, demi Alloh, benar-benar telah bertambah mulai dan cantik
setelah kutinggalkan.’” (HR. Muslim no. 2833)
Hadits 24: Kekuatan Jima’
Dari Anas bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari
Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«يُعْطَى
المُؤْمِنُ فِي الجَنَّةِ قُوَّةَ كَذَا وَكَذَا مِنَ الجِمَاعِ»، قِيلَ: يَا رَسُولَ
اللَّهِ أَوَ يُطِيقُ ذَلِكَ؟ قَالَ: «يُعْطَى قُوَّةَ مِائَةٍ»
“Seorang
Mu’min di Jannah akan
diberi kekuatan sekian dan sekian dalam hal jima’ (hubungan intim).” Ditanyakan: “Wahai Rosululloh, apakah
ia mampu melakukan hal itu?” Beliau menjawab: “Ia diberi kekuatan 100 orang
lelaki.” (HSR.
At-Tirmidzi no. 2536)
Hadits
25: Nyanyian Para Istri Bidadari dengan Suara Terindah
Dari
Abdulloh bin Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda:
«إِنَّ أَزْوَاجَ أَهْلِ الْجَنَّةِ
لَيُغَنِّينَ أَزْوَاجَهُنَّ بِأَحْسَنِ أَصْوَاتٍ مَا سَمِعَهَا أَحَدٌ قَطُّ، إِنَّ
مِمَّا يُغَنِّينَ: نَحْنُ الْخَيْرَاتُ الْحِسَانُ، أَزْوَاجُ قَوْمٍ كِرَامٍ، يَنْظُرْنَ
بِقُرَّةِ أَعْيُنٍ، وَإِنَّ مِمَّا يُغَنِّينَ بِهِ: نَحْنُ الْخَالِدَاتُ فَلَا يَمُتْنَهُ،
نَحْنُ الْآمِنَاتُ فَلَا يَخَفْنَهُ، نَحْنُ الْمُقِيمَاتُ فَلَا يَظْعَنَّهُ»
“Sesungguhnya
istri-istri penghuni Jannah benar-benar akan menyanyi untuk suami-suami mereka
dengan suara-suara yang paling indah yang tidak pernah didengar oleh seorang
pun sama sekali. Di antara apa yang mereka nyanyikan adalah: ‘Kami adalah
wanita-wanita yang sangat baik lagi cantik jelita, istri-istri dari kaum yang
mulia, mereka melihat dengan penyejuk mata.’ Dan di antara apa yang mereka
nyanyikan dengannya adalah: ‘Kami adalah wanita-wanita yang kekal maka kami
tidak mati, kami adalah wanita-wanita yang aman maka kami tidak takut, kami
adalah wanita-wanita yang menetap maka kami tidak berpindah.” (Shohih
Al-Jami’ Ash-Shoghir no. 1561)
Bab 4
Puncak Keni’matan
dan Keridhoan Alloh
Hadits
26: Alloh Menghalalkan Keridhoan-Nya dan Tidak Murka Selamanya
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«إِنَّ
اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ لِأَهْلِ الجَنَّةِ: يَا أَهْلَ الجَنَّةِ؟ فَيَقُولُونَ:
لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ، فَيَقُولُ: هَلْ رَضِيتُمْ؟ فَيَقُولُونَ: وَمَا
لَنَا لاَ نَرْضَى وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، فَيَقُولُ:
أَنَا أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالُوا: يَا رَبِّ، وَأَيُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ
مِنْ ذَلِكَ؟ فَيَقُولُ: أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي، فَلاَ أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ
بَعْدَهُ أَبَدًا»
“Sesungguhnya
Alloh berfirman kepada penduduk Jannah: ‘Wahai penduduk Jannah.’ Mereka
menjawab: ‘Kami penuhi panggilan-Mu wahai Robb kami, dengan penuh kebahagiaan,
dan segala kebaikan berada di kedua tangan-Mu.’ Alloh berfirman: ‘Apakah kalian
telah ridho?’ Mereka menjawab: ‘Mengapa kami tidak ridho, wahai Robb kami,
padahal Engkau telah memberikan kepada kami apa yang belum pernah Engkau
berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu?’ Alloh berfirman: ‘Maukah Aku
berikan kepada kalian yang lebih utama daripada itu semua?’ Mereka bertanya: ‘Wahai
Robb kami, apakah ada sesuatu yang lebih utama daripada itu semua?’ Alloh
berfirman: ‘Aku menghalalkan keridhoan-Ku bagi kalian, sehingga Aku tidak akan
murka kepada kalian setelah ini selama-lamanya.’” (HR. Al-Bukhori no. 6549
dan Muslim no. 2829)
Hadits
27: Keni’matan Terbesar Melihat Wajah Robb Tanpa Penghalang
Dari Suhaib
bin Sinan (38 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«إِذَا
دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، قَالَ: يَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى:
تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ؟ فَيَقُولُونَ: أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا؟ أَلَمْ
تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ، وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ؟ قَالَ: فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ،
فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ»
“Apabila
penduduk Jannah telah masuk ke dalam Jannah, Alloh Tabaroka wa Ta’ala
berfirman: ‘Apakah kalian menginginkan sesuatu yang dapat Aku tambahkan untuk
kalian?’ Mereka menjawab: ‘Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami?
Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam Jannah dan menyelamatkan kami
dari Naar?’” Beliau bersabda: “Kemudian Alloh menyingkap hijab pembatas, maka
tidak ada suatu keni’matan pun yang telah diberikan kepada mereka yang lebih
mereka cintai daripada melihat kepada Robb mereka ‘Azza wa Jalla.” (HR.
Muslim no. 181)
Hadits
28: Melihat Wajah Alloh di Pagi dan Sore
Dari Jarir
bin Abdillah (51 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Kami pernah
duduk di sisi Nabi ﷺ,
lalu beliau memandang ke arah bulan pada malam purnama, kemudian beliau
bersabda:
«إِنَّكُمْ
سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ، كَمَا تَرَوْنَ هَذَا القَمَرَ، لاَ تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ،
فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لاَ تُغْلَبُوا عَلَى صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ
وَقَبْلَ غُرُوبِهَا فَافْعَلُوا»
“Sesungguhnya
kalian akan melihat Robb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian
tidak akan saling berdesakan dan tidak silau dalam melihat-Nya. Maka jika
kalian mampu untuk tidak terkalahkan dari mendirikan Sholat sebelum terbit
matahari dan sebelum terbenamnya, lakukanlah.” (HR. Al-Bukhori no. 554 dan
Muslim no. 633)
Hadits
29: Penyembelihan Kematian di Antara Jannah dan Naar
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«يُؤْتَى
بِالْمَوْتِ كَهَيْئَةِ كَبْشٍ أَمْلَحَ، فَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا أَهْلَ الجَنَّةِ،
فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنْظُرُونَ، فَيَقُولُ: هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا؟ فَيَقُولُونَ:
نَعَمْ، هَذَا المَوْتُ، وَكُلُّهُمْ قَدْ رَآهُ، ثُمَّ يُنَادِي: يَا أَهْلَ النَّارِ،
فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنْظُرُونَ، فَيَقُولُ: وهَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا؟ فَيَقُولُونَ:
نَعَمْ، هَذَا المَوْتُ، وَكُلُّهُمْ قَدْ رَآهُ، فَيُذْبَحُ ثُمَّ يَقُولُ: يَا أَهْلَ
الجَنَّةِ خُلُودٌ فَلاَ مَوْتَ، وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُودٌ فَلاَ مَوْتَ، ثُمَّ
قَرَأَ: ﴿وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ
الأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ - وَهَؤُلاَءِ فِي غَفْلَةٍ أَهْلُ الدُّنْيَا - وَهُمْ
لاَ يُؤْمِنُونَ﴾
“Kematian
akan didatangkan pada hari Qiyamah dalam bentuk seekor domba jantan yang
berbulu putih bercampur hitam, lalu ada seorang penyeru memanggil: ‘Wahai
penduduk Jannah!’ Maka mereka pun mengangkat kepala dan melihat. Penyeru itu
bertanya: ‘Apakah kalian mengenali ini?’ Mereka menjawab: ‘Iya, ini adalah
kematian,’ dan mereka semua memang pernah melihatnya. Kemudian penyeru itu
memanggil lagi: ‘Wahai penduduk Naar!’ Maka mereka pun mengangkat kepala dan
melihat. Penyeru itu bertanya: ‘Apakah kalian mengenali ini?’ Mereka menjawab: ‘Iya,
ini adalah kematian,’ dan mereka semua memang pernah melihatnya. Lalu domba
jantan tersebut disembelih, kemudian penyeru itu berkata: ‘Wahai penduduk
Jannah, sekarang kekekalan yang abadi dan tidak ada lagi kematian, dan wahai
penduduk Naar, sekarang kekekalan yang abadi dan tidak ada lagi kematian.’”
Kemudian Nabi ﷺ
membaca ayat: “Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan,
(yaitu) ketika segala urusan telah diputus, sedangkan mereka dalam kelalaian’,
mereka yang dalam kelalaian itu adalah penduduk dunia, ‘dan mereka tidak
beriman.’” (HR. Al-Bukhori no. 4730 dan Muslim no. 2849)
Bab 5
Amalan-Amalan
Pengantar Menuju Jannah
Hadits
30: Kunci Jannah Adalah Persaksian Kalimat Tauhid
Dari ‘Ubadah
bin Ash-Shomit (34 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«مَنْ
شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا
إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ
الجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ العَمَلِ» «مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ
أَيَّهَا شَاءَ»
“Siapa
bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar
melainkan Alloh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah
hamba dan Rosul-Nya, dan bahwa ‘Isa adalah hamba Alloh, Rosul-Nya, serta
kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan ruh dari-Nya, serta bersaksi
bahwa Jannah adalah benar adanya dan Naar adalah benar adanya, niscaya Alloh
akan memasukkannya ke dalam Jannah bagaimanapun tingkatan amal yang telah
dilakukannya, dari 8 pintu Jannah manapun yang ia suka.” (HR. Al-Bukhori no.
3435 dan Muslim no. 28)
Hadits
31: Membangun Masjid dan Balasan Rumah di Jannah
Dari ‘Utsman
bin ‘Affan (35 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«مَنْ
بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ، بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الجَنَّةِ»
“Siapa
membangun sebuah Masjid karena mengharapkan wajah Alloh, niscaya Alloh akan
membangunkan baginya yang permisalan seperti itu di dalam Jannah.” (HR.
Al-Bukhori no. 450 dan Muslim no. 533)
Hadits
32: Sholat Sunnah 12 Rokaat dalam Sehari Semalam
Dari Ummu
Habibah rodhiyallahu ‘anha, istri Nabi ﷺ, beliau berkata: Aku mendengar Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَا
مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا،
غَيْرَ فَرِيضَةٍ، إِلَّا بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»
“Tidaklah
ada seorang hamba Muslim yang mendirikan Sholat Sunnah karena Alloh setiap
harinya sebanyak 12 rokaat secara sukarela, bukan Sholat Wajib, melainkan pasti
Alloh akan membangunkan baginya sebuah rumah di dalam Jannah.” (HR. Muslim
no. 728)
Hadits
33: Jaminan Rumah di Pinggir, Tengah, dan Atas Jannah Bagi Pemilik Akhlaq Mulia
Dari Abu
Umamah Al-Bahili (86 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«أَنَا
زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا،
وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ
فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ»
“Aku
memberikan jaminan sebuah rumah di pinggiran Jannah bagi orang yang
meninggalkan perdebatan meskipun dia berada di pihak yang benar, sebuah rumah
di tengah Jannah bagi orang yang meninggalkan kedustaan meskipun dalam keadaan
bercanda, dan sebuah rumah di tingkatan tertinggi Jannah bagi orang yang
memperbagus akhlaqnya.” (HHR. Abu Dawud no. 4800)
Hadits
34: Menyingkirkan Gangguan dari Jalan
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
«لَقَدْ
رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ
الطَّرِيقِ، كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ»
“Sungguh
aku telah melihat seorang lelaki yang bersenang-senang meni’mati keni’matan di
dalam Jannah disebabkan sebatang pohon yang dia potong dan singkirkan dari
tengah jalan, yang mana dahulu pohon tersebut mengganggu manusia yang lewat.” (HR.
Muslim no. 1914)
Hadits 35: Jalan Menuju Jannah dengan Menuntut Ilmu
Dari Abu
Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«مَنْ
سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى
الْجَنَّةِ»
“Siapa
menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu syar’i, niscaya Alloh akan
memudahkan baginya dengan jalan tersebut jalan menuju ke dalam Jannah.” (HR.
Muslim no. 2699)
Hadits
36: Sabar dari Kesusahan Hidup
Dari ‘Atho
bin Abi Robah (114 H), dia berkata: Ibnu ‘Abbas (68 H) rodhiyallahu ‘anhuma
berkata kepadaku, “Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni
Jannah?” Aku menjawab, “Tentu saja mau.” Dia berkata, “Wanita berkulit hitam
ini dahulu pernah datang menemui Nabi ﷺ lalu berkata:
إِنِّي
أُصْرَعُ، وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي، قَالَ: «إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ
وَلَكِ الجَنَّةُ، وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ» فَقَالَتْ: أَصْبِرُ،
فَقَالَتْ: إِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي أَنْ لاَ أَتَكَشَّفَ، فَدَعَا
لَهَا
‘Sesungguhnya
aku mengidap penyakit ayan (epilepsi) yang sering kambuh, dan
sesungguhnya apabila penyakitku kambuh maka aurotku tanpa sadar terbuka, maka
berdoalah kepada Alloh untuk kesembuhanku.’ Beliau bersabda: ‘Jika kamu mau,
kamu bisa bersabar menerima ujian ini dan bagimu adalah balasan Jannah, dan
jika kamu mau, aku akan berdoa kepada Alloh agar Dia menyembuhkanmu.’ Wanita
itu menjawab: ‘Aku memilih bersabar.’ Kemudian dia berkata lagi: ‘Namun
sesungguhnya aurotku sering terbuka, maka berdoalah kepada Alloh agar aurotku
tidak terbuka ketika kambuh.’ Maka beliau pun berdoa kebaikan untuk wanita
tersebut.” (HR. Al-Bukhori no. 5652 dan Muslim no. 2576)
Hadits
37: Sabar dari Buta Dibalas Jannah
Dari Anas
bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda:
«إِنَّ
اللَّهَ قَالَ: إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ، عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا
الجَنَّةَ»
“Sesungguhnya
Alloh berfirman: ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan melenyapkan kedua kekasihnya
(yaitu sepasang matanya hingga menjadi buta) kemudian dia bersabar, niscaya Aku
akan menggantikan bagi dirinya dari kehilangan kedua matanya itu dengan balasan
Jannah.’” (HR. Al-Bukhori no. 5653)
Hadits
38: Menanggung Anak Yatim Menjadi Tetangga Nabi ﷺ
di Jannah
Dari Sahl
bin Sa’d (91 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:
«وَأَنَا
وَكَافِلُ اليَتِيمِ فِي الجَنَّةِ هَكَذَا» وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالوُسْطَى،
وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا
“Aku dan
orang yang mengasuh serta menanggung anak yatim di dalam Jannah kedudukannya
adalah seperti ini.” Beliau memberikan isyarat dengan merapatkan jari telunjuk
dan jari tengahnya, lalu merenggangkan di antara keduanya sedikit. (HR.
Al-Bukhori no. 5304)
Hadits
39: Membaca Ayat Kursi Setiap Selesai Sholat Wajib
Dari Abu
Umamah Al-Bahili (86 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa
Rosululloh ﷺ
bersabda:
«مَنْ
قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ
دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ»
“Siapa
membaca ayat Kursi setiap selesai mendirikan Sholat Fardhu (wajib), tidak ada
satu pun yang dapat menghalanginya untuk masuk ke dalam Jannah melainkan
kematian itu sendiri.” (HSR. An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubro no. 9848)
Hadits 40: Menjaga Lisan dan Kemaluan Sebagai Jaminan Jannah
Dari Sahl
bin Sa’d (91 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Rosululloh ﷺ, beliau bersabda:
«مَنْ
يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الجَنَّةَ»
“Siapa yang
sanggup memberikan jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara kedua
tulang dagunya (yaitu lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (yaitu
kemaluan), niscaya aku akan memberikan jaminan baginya berupa balasan Jannah.” (HR.
Al-Bukhori no. 6474)
Penutup
Alhamdulillah,
dengan pertolongan Alloh ﷻ, penyusunan kitab “Arbain Jannah” yang menghimpun 40 Hadits
pokok tentang sifat, penghuni, keni’matan, serta amalan pembuka pintu Jannah
telah selesai dengan sempurna.
Semoga lembaran-lembaran
ini menjadi pengingat yang kokoh bagi jiwa kita untuk senantiasa merindukan
Jannah dan beramal sholih demi meraih ridho Robb semesta alam.
Sholawat
serta salam semoga senantiasa terlimpah kepada uswatun hasanah kita,
Nabi Muhammad ﷺ.[NK]
