Cari Ebook

[PDF] ARBAIN JANNAH Sifat Jannah, Kenikmatannya, dan Penghuninya - Nor Kandir

 


Muqoddimah

Segala puji bagi Alloh , Robb semesta alam, yang telah menjanjikan Jannah bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita, Muhammad , keluarga, para Shohabat, dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka dengan baik hingga hari Qiyamah.

Amma ba’du:

Buku ini disusun untuk menghimpun 40 Hadits pokok pilihan mengenai Jannah, mencakup sifat fisik bangunan, keadaan para penghuni, ragam keni’matan yang disediakan di dalamnya, serta amalan-amalan utama yang menjadi sebab dengan izin Alloh untuk memasukinya.

Bab 1

Sifat dan Keadaan Jannah

Hadits 1: Hakikat Keni’matan Jannah yang Tersembunyi

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, Rosululloh bersabda:

«قَالَ اللَّهُ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ»

“Alloh Ta’ala berfirman: ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang sholih keni’matan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terdetik dalam hati manusia.’ Bacalah jika kalian mau: ‘Tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka dari kebahagiaan yang menyedapkan pandangan mata’.” (HR. Al-Bukhori no. 3244 dan Muslim no. 2824)

Hadits 2: Batu Bata dan Lumpur Jannah

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Kami bertanya, “Wahai Rosululloh, ceritakan kepada kami tentang Jannah, bagaimanakah bangunannya?” Beliau bersabda:

«لَبِنَةُ ذَهَبٍ وَلَبِنَةُ فِضَّةٍ، وَمِلَاطُهَا الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ، وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ، وَتُرَابُهَا الزَّعْفَرَانُ، مَنْ يَدْخُلُهَا يَنْعَمُ وَلَا يَبْأَسُ، وَيَخْلُدُ وَلَا يَمُوتُ، لَا تَبْلَى ثِيَابُهُ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُ»

“Batu batanya dari emas dan batu batanya dari perak, lumpur perekatnya dari kasturi yang sangat wangi, kerikilnya dari mutiara dan yakut (batu mulia berwarna merah), tanahnya dari za’faron (tumbuhan wangi yang menguning). Siapa saja yang memasukinya akan merasakan keni’matan dan tidak akan melarat, kekal dan tidak akan mati, pakaian mereka tidak akan usang, dan masa muda mereka tidak akan sirna.” (HSR. Ahmad no. 8043. Dishohihkan Al-Arnauth)

Hadits 3: Tanah Jannah dari Kasturi yang Murni

Dari Abu Sa’id Al-Khudri (74 H), dari Ibnu Shoyyad, dia bertanya kepada Nabi tentang tanah Jannah. Beliau bersabda:

«دَرْمَكَةٌ بَيْضَاءُ مِسْكٌ خَالِصٌ»

“Tanahnya berupa tepung putih yang bersih, merupakan kasturi yang murni.” (HR. Muslim no. 2928)

Hadits 4: Kemah Luas dari Mutiara yang Berongga

Dari Abu Musa Al-Asy’ari (42 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«إِنَّ لِلْمُؤْمِنِ فِي الْجَنَّةِ لَخَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ وَاحِدَةٍ مُجَوَّفَةٍ، طُولُهَا سِتُّونَ مِيلًا، لِلْمُؤْمِنِ فِيهَا أَهْلُونَ، يَطُوفُ عَلَيْهِمِ الْمُؤْمِنُ فَلَا يَرَى بَعْضُهُمْ بَعْضًا»

“Sesungguhnya bagi seorang Mu’min di dalam Jannah benar-benar terdapat sebuah kemah yang terbuat dari satu mutiara utuh yang berongga, panjangnya mencapai 60 mil. Di dalam kemah tersebut sang Mu’min memiliki istri-istri yang dikelilinginya, namun satu sama lain di antara mereka tidak saling melihat karena luasnya.” (HR. Al-Bukhori no. 4879 dan lafazh Muslim no. 2838)

Hadits 5: Kamar-Kamar Transparan di Jannah

Dari ‘Ali bin Abi Tholib (40 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh bersabda:

«إِنَّ فِي الجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا»، فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ: لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «لِمَنْ أَطَابَ الكَلَامَ، وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ»

“Sesungguhnya di Jannah terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat terlihat dari bagian dalamnya, dan bagian dalamnya dapat terlihat dari bagian luarnya.” Seorang Arob Badui berdiri lalu bertanya: “Untuk siapakah kamar-kamar itu, wahai Rosululloh?” Beliau menjawab: “Untuk orang yang lembut ucapannya, memberikan makanan kepada orang lain, membiasakan berpuasa, dan mendirikan Sholat di malam hari ketika manusia sedang tertidur pulas.” (HHR. At-Tirmidzi no. 1984)

Hadits 6: Naungan Pohon Jannah yang Sangat Luas

Dari Abu Sa’id Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«إِنَّ فِي الجَنَّةِ لَشَجَرَةً، يَسِيرُ الرَّاكِبُ الجَوَادَ المُضَمَّرَ السَّرِيعَ مِائَةَ عَامٍ مَا يَقْطَعُهَا»

“Sesungguhnya di dalam Jannah benar-benar terdapat sebuah pohon yang apabila seorang pengendara kuda pacu yang tangguh dan cepat berlari di bawah naungannya selama 100 tahun, dia belum mampu menempuh jarak ujung naungan pohon tersebut.” (HR. Al-Bukhori no. 6553 dan Muslim no. 2828)

Hadits 7: Sungai Al-Kautsar dan Sifatnya

Dari Anas bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda mengenai Al-Kautsar:

«فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ، عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ، هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ»

“Ia adalah sebuah sungai yang telah diberikan oleh Robb-ku ‘Azza wa Jalla kepadaku di dalam Jannah, di atasnya terdapat kebaikan yang sangat banyak, ia berupa telaga yang akan didatangi oleh umatku pada hari Qiyamah, bejana-bejananya sebanyak bilangan bintang-bintang di langit.” (HR. Muslim no. 400)

Hadits 8: Pohon Thuba di Jannah

Dari Abu Sa’id Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata, “Wahai Rosululloh, beruntunglah bagi orang yang melihatmu dan beriman kepadamu.” Beliau bersabda:

«طُوبَى لِمَنْ رَآنِي وَآمَنَ بِي، ثُمَّ طُوبَى، ثُمَّ طُوبَى، ثُمَّ طُوبَى لِمَنْ آمَنَ بِي وَلَمْ يَرَنِي»، قَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَمَا طُوبَى؟ قَالَ: «شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ مِائَةِ عَامٍ، ثِيَابُ أَهْلِ الْجَنَّةِ تَخْرُجُ مِنْ أَكْمَامِهَا»

“Beruntunglah bagi orang yang melihatku dan beriman kepadamu, dan beruntung, kemudian beruntung, kemudian beruntunglah bagi orang yang beriman kepadamu padahal dia tidak pernah melihatku.” Seorang lelaki bertanya kepada beliau: “Apakah Thuba itu?” Beliau bersabda: “Sebuah pohon di Jannah yang jarak tempuh luasnya sejauh 100 tahun perjalanan, pakaian para penghuni Jannah keluar dari kelopak-kelopak bunganya.” (HHR. Ahmad, no. 11673; Shohihul Jami, no. 3918)

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda:

«مَا فِي الجَنَّةِ شَجَرَةٌ إِلَّا وَسَاقُهَا مِنْ ذَهَبٍ»

“Tidak ada satu pun pohon di Jannah melainkan batangnya terbuat dari emas.” (HSR. At-Tirmidzi no. 2525)

Hadits 9: Jarak Antar Pintu Jannah

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda dalam Hadits yang panjang tentang syafa’at:

«وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّ مَا بَيْنَ المِصْرَاعَيْنِ مِنْ مَصَارِيعِ الجَنَّةِ، كَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَحِمْيَرَ أَوْ كَمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَبُصْرَى»

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya jarak antara dua daun pintu di antara daun-daun pintu Jannah adalah sungguh seperti jarak antara Makkah dan Hajar (kota di Bahrain kuno), atau seperti jarak antara Makkah dan Bushro (kota di Syam).” (HR. Al-Bukhori no. 4712 dan Muslim no. 194)

Dari Utbah bin Ghozwan (17 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata dalam khutbahnya:

«وَلَقَدْ ذُكِرَ لَنَا أَنَّ مَا بَيْنَ مِصْرَاعَيْنِ مِنْ مَصَارِيعِ الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ أَرْبَعِينَ سَنَةً، وَلَيَأْتِيَنَّ عَلَيْهَا يَوْمٌ وَهُوَ كَظِيظٌ مِنَ الزِّحَامِ»

“Sungguh telah disebutkan kepada kami bahwa jarak antara dua daun pintu di antara daun-daun pintu Jannah adalah sejauh perjalanan 40 tahun. Dan sungguh akan datang suatu hari di mana pintu itu penuh sesak oleh manusia.” (HR. Muslim no. 2967)

Hadits 10: Pintu Ar-Royyan Khusus Bagi Orang yang Berpuasa

Dari Sahl bin Sa’d (91 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh bersabda:

«إِنَّ فِي الْجَنَّةِ [ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى] لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنُ الصَّائِمُونَ؟ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ»

“Di dalam Jannah terdapat 8 pintu, di antaranya ada sebuah pintu yang dinamakan Ar-Royyan, orang-orang yang gemar berpuasa akan masuk melaluinya pada hari Qiyamah, tidak ada seorang pun selain mereka yang dapat masuk melaluinya. Akan diserukan: Di manakah orang-orang yang gemar berpuasa? Maka mereka pun berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang dapat masuk melaluinya, apabila mereka semua telah masuk, pintu tersebut segera ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang dapat masuk melaluinya.” (HR. Al-Bukhori no. 1896, 3257; dan Muslim no. 1155)

Hadits 11: 100 Tingkatan Jannah dan Kedudukan Jannah Al-Firdaus

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh bersabda:

«إِنَّ فِي الجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ، فَاسْأَلُوهُ الفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ وَأَعْلَى الجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الجَنَّةِ»

“Sesungguhnya di Jannah terdapat 100 tingkatan yang telah disediakan oleh Alloh bagi orang-orang yang berjihad di jalan Alloh, jarak antara dua tingkatan laksana jarak antara langit dan bumi. Apabila kalian memohon kepada Alloh, maka mohonlah Jannah Al-Firdaus, karena sesungguhnya ia adalah Jannah yang paling baik dan Jannah yang paling tinggi, di atasnya terdapat ‘Arsy Robb Yang Maha Pengasih, dan darinya bersumber aliran sungai-sungai Jannah.” (HR. Al-Bukhori no. 2790)

Bab 2

Sifat dan Keadaan Penghuni Jannah

Hadits 12: Tinggi Badan dan Ketampanan Penduduk Jannah

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ، طُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا، فَلَمَّا خَلَقَهُ قَالَ: اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ، النَّفَرِ مِنَ المَلاَئِكَةِ، جُلُوسٌ، فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّونَكَ، فَإِنَّهَا تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ، فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ، فَقَالُوا: السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، فَزَادُوهُ: وَرَحْمَةُ اللَّهِ، فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ، فَلَمْ يَزَلِ الخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدُ حَتَّى الآنَ»

“Alloh menciptakan Adam dalam bentuknya, tinggi badannya 60 hasta. Ketika selesai menciptakannya, Dia berfirman: ‘Pergilah dan ucapkanlah salam kepada mereka, yaitu sekelompok Malaikat yang sedang duduk, lalu dengarkanlah bagaimana mereka memberi penghormatan kepadamu, karena sesungguhnya itu adalah salam penghormatanmu dan salam penghormatan keturunanmu.’ Maka Adam mengucapkan: ‘As-Salamu ‘Alaikum’. Mereka membalas: ‘As-Salamu ‘Alaika wa Rohmatulloh’, mereka menambahkan ‘wa Rohmatulloh’. Maka setiap orang yang masuk Jannah akan berupa bentuk fisik seperti Adam, dan ciptaan manusia senantiasa berkurang tingginya setelah itu hingga sekarang.” (HR. Al-Bukhori no. 6227 dan Muslim no. 2841)

Hadits 13: Keadaan Fisik yang Muda Selamanya

Dari Mu’adz bin Jabal (18 H) rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi bersabda:

«يَدْخُلُ أَهْلُ الجَنَّةِ الجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلَاثِينَ أَوْ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِينَ سَنَةً»

“Penduduk Jannah akan masuk ke dalam Jannah dalam keadaan jurdan (tidak memiliki bulu di tubuh), murdan (tidak memiliki jenggot), mukahhalin (bercelak matanya), dalam usia 30 atau 33 tahun.” (HHR. At-Tirmidzi no. 2545)

Hadits 14: Kondisi Rombongan Pertama

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh bersabda:

«أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ الجَنَّةَ صُورَتُهُمْ عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ، لاَ يَبْصُقُونَ فِيهَا، وَلاَ يَمْتَخِطُونَ، وَلاَ يَتَغَوَّطُونَ، آنِيَتُهُمْ فِيهَا الذَّهَبُ، أَمْشَاطُهُمْ مِنَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ، وَمَجَامِرُهُمُ الأَلُوَّةُ، وَرَشْحُهُمُ المِسْكُ، وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ، يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الحُسْنِ، لاَ اخْتِلاَفَ بَيْنَهُمْ وَلاَ تَبَاغُضَ، قُلُوبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ، يُسَبِّحُونَ اللَّهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا»

“Golongan pertama yang masuk Jannah bentuk rupa mereka laksana rupa bulan di malam purnama, mereka tidak meludah di dalamnya, tidak membuang ingus, dan tidak buang air besar. Bejana-bejana mereka di dalamnya dari emas, sisir-sisir mereka dari emas dan perak, tempat bara api mereka dari kayu gaharu yang sangat wangi, keringat mereka adalah kasturi, dan bagi setiap orang dari mereka mendapatkan dua istri (bidadari), yang dapat terlihat sumsum tulang betis kedua istri tersebut dari balik daging karena saking indahnya. Tidak ada perselisihan di antara mereka dan tidak ada saling membenci, hati mereka adalah hati yang satu, mereka senantiasa bertasbih menyucikan Alloh di waktu pagi dan petang.” (HR. Al-Bukhori no. 3245 dan Muslim no. 2834)

Hadits 15: Keringat Penghuni Jannah yang Berbau Kasturi

Dari Jabir bin Abdulloh (78 H) rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Aku mendengar Nabi bersabda:

«إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يَأْكُلُونَ فِيهَا وَيَشْرَبُونَ، وَلَا يَتْفُلُونَ وَلَا يَبُولُونَ وَلَا يَتَغَوَّطُونَ وَلَا يَمْتَخِطُونَ» قَالُوا: فَمَا بَالُ الطَّعَامِ؟ قَالَ: «جُشَاءٌ وَرَشْحٌ كَرَشْحِ الْمِسْكِ، يُلْهَمُونَ التَّسْبِيحَ وَالتَّحْمِيدَ، كَمَا تُلْهَمُونَ النَّفَسَ»

“Sesungguhnya penduduk Jannah makan di dalamnya dan minum, namun mereka tidak meludah, tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak membuang ingus.” Mereka bertanya: “Kemana kotoran makanan?” Beliau menjawab: “Makanan mereka itu keluar menjadi sendawa  dan keringat yang baunya seperti percikan kasturi, mereka diilhamkan untuk bertasbih dan bertahmid sebagaimana kalian diilhamkan untuk bernapas.” (HR. Muslim no. 2835)

Hadits 16: Saling Bergandengan Tangan

Dari Sahl bin Sa’d (91 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«لَيَدْخُلَنَّ الجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا، أَوْ سَبْعُ مِائَةِ أَلْفٍ، مُتَمَاسِكُونَ، آخِذٌ بَعْضُهُمْ بَعْضًا، لاَ يَدْخُلُ أَوَّلُهُمْ حَتَّى يَدْخُلَ آخِرُهُمْ، وُجُوهُهُمْ عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ»

“Benar-benar akan masuk Jannah dari umatku sebanyak 70.000 atau 700.000 orang, mereka saling bergandengan, sebagian mereka memegang sebagian yang lain, orang yang pertama masuk di antara mereka tidak akan masuk hingga orang yang paling terakhir dari mereka pun masuk, wajah-wajah mereka laksana rupa bulan di malam purnama.” (HR. Al-Bukhori no. 6554 dan Muslim no. 219)

Hadits 17: Golongan Orang-Orang Miskin yang Mendahului Orang Kaya

Dari Usamah bin Zaid (54 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«قُمْتُ عَلَى بَابُ الجَنَّةِ، فَكَانَ عَامَّةَ مَنْ دَخَلَهَا المَسَاكِينُ، وَأَصْحَابُ الجَدِّ مَحْبُوسُونَ، غَيْرَ أَنَّ أَصْحَابَ النَّارِ قَدْ أُمِرَ بِهِمْ إِلَى النَّارِ، وَقُمْتُ عَلَى بَابُ النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ»

“Aku pernah berdiri di depan pintu Jannah, maka mayoritas orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin, sedangkan orang-orang yang memiliki kekayaan dan kedudukan masih tertahan, hanya saja penduduk Naar telah diperintahkan untuk dibawa ke dalam Naar. Dan aku pernah berdiri di depan pintu Naar, maka mayoritas orang yang memasukinya adalah para wanita.” (HR. Al-Bukhori no. 5196 dan Muslim no. 2736)

Hadits 18: Orang-Orang yang Hatinya Seperti Hati Burung

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَقْوَامٌ، أَفْئِدَتُهُمْ مِثْلُ أَفْئِدَةِ الطَّيْرِ»

“Akan masuk Jannah kaum-kaum yang hati mereka laksana hati burung (artinya sangat tawakkal atau sangat lembut).” (HR. Muslim no. 2840)

Hadits 19: 70.000 Orang yang Masuk Jannah Tanpa Hisab dan Tanpa Adzab

Dari Ibnu ‘Abbas (68 H) rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata bahwa Rosululloh bersabda:

«عُرِضَتْ عَلَيَّ الأُمَمُ، فَجَعَلَ النَّبِيُّ وَالنَّبِيَّانِ يَمُرُّونَ مَعَهُمُ الرَّهْطُ، وَالنَّبِيُّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ، حَتَّى رُفِعَ لِي سَوَادٌ عَظِيمٌ، قُلْتُ: مَا هَذَا؟ أُمَّتِي هَذِهِ؟ قِيلَ: بَلْ هَذَا مُوسَى وَقَوْمُهُ، قِيلَ: انْظُرْ إِلَى الأُفُقِ، فَإِذَا سَوَادٌ يَمْلَأُ الأُفُقَ، ثُمَّ قِيلَ لِي: انْظُرْ هَا هُنَا وَهَا هُنَا فِي آفَاقِ السَّمَاءِ، فَإِذَا سَوَادٌ قَدْ مَلَأَ الأُفُقَ، قِيلَ: هَذِهِ أُمَّتُكَ، وَيَدْخُلُ الجَنَّةَ مِنْ هَؤُلاَءِ سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ» ثُمَّ دَخَلَ وَلَمْ يُبَيِّنْ لَهُمْ، فَأَفَاضَ القَوْمُ، وَقَالُوا: نَحْنُ الَّذِينَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاتَّبَعْنَا رَسُولَهُ، فَنَحْنُ هُمْ، أَوْ أَوْلاَدُنَا الَّذِينَ وُلِدُوا فِي الإِسْلاَمِ، فَإِنَّا وُلِدْنَا فِي الجَاهِلِيَّةِ، فَبَلَغَ النَّبِيَّ فَخَرَجَ، فَقَالَ: «هُمُ الَّذِينَ لاَ يَسْتَرْقُونَ، وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ، وَلاَ يَكْتَوُونَ، وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ»

“Telah diperlihatkan kepadaku umat-umat, maka ada seorang Nabi dan dua orang Nabi yang lewat bersama beberapa orang pengikut saja, dan ada Nabi yang tidak bersamanya seorang pun. Hingga ditunjukkan kepadaku kumpulan hitam yang sangat besar, aku bertanya: ‘Apakah ini? Apakah ini umatku?’ Dikatakan: ‘Bukan, melainkan ini adalah Musa dan kaumnya.’ Dikatakan lagi: ‘Lihatlah ke ufuk,’ maka ternyata ada kumpulan hitam yang memenuhi ufuk. Kemudian dikatakan kepadaku: ‘Lihatlah ke sebelah sini dan ke sebelah sini di ufuk-ufuk langit,’ maka ternyata ada kumpulan hitam yang telah memenuhi ufuk. Dikatakan: ‘Ini adalah umatmu, dan akan masuk Jannah dari mereka ini sebanyak 70.000 orang tanpa hisab.’” Kemudian beliau masuk ke dalam rumahnya dan belum menjelaskan kepada mereka, maka orang-orang pun berbincang-bincang dan berkata: “Kita adalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan mengikuti Rosul-Nya, maka kitalah mereka itu, atau barangkali anak-anak kita yang dilahirkan dalam Islam, karena sesungguhnya kita dilahirkan di masa Jahiliyyah.” Pembicaraan itu sampai kepada Nabi , maka beliau keluar lalu bersabda: “Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta diruqyah, tidak melakukan thiyaroh (merasa sial karena tanda-tanda burung atau lainnya), tidak melakukan kay (pengobatan dengan besi panas), dan hanya kepada Robb mereka sajalah mereka bertawakkal.” (HR. Al-Bukhori no. 5705 dan Muslim no. 220)

Bab 3

Keni’matan dan Pelayanan di Jannah

Hadits 20: Hidangan Pertama Penghuni Jannah berupa Hati Paus

Dari Abu Sa’id Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh bersabda:

«تَكُونُ الأَرْضُ يَوْمَ القِيَامَةِ خُبْزَةً وَاحِدَةً، يَتَكَفَّؤُهَا الجَبَّارُ بِيَدِهِ كَمَا يَكْفَأُ أَحَدُكُمْ خُبْزَتَهُ فِي السَّفَرِ، نُزُلًا لِأَهْلِ الجَنَّةِ» فَأَتَى رَجُلٌ مِنَ اليَهُودِ فَقَالَ: بَارَكَ الرَّحْمَنُ عَلَيْكَ يَا أَبَا القَاسِمِ، أَلاَ أُخْبِرُكَ بِنُزُلِ أَهْلِ الجَنَّةِ يَوْمَ القِيَامَةِ؟ قَالَ: «بَلَى» قَالَ: تَكُونُ الأَرْضُ خُبْزَةً وَاحِدَةً، كَمَا قَالَ النَّبِيُّ ، فَنَظَرَ النَّبِيُّ إِلَيْنَا ثُمَّ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ، ثُمَّ قَالَ: «أَلاَ أُخْبِرُكَ بِإِدَامِهِمْ؟» قَالَ: إِدَامُهُمْ بَالاَمٌ وَنُونٌ، قَالُوا: وَمَا هَذَا؟ قَالَ: ثَوْرٌ وَنُونٌ، يَأْكُلُ مِنْ زَائِدَةِ كَبِدِهِمَا سَبْعُونَ أَلْفًا

“Bumi pada hari Qiyamah akan menjadi satu bongkah roti yang dibolak-balik oleh Yang Maha Perkasa dengan tangan-Nya sebagaimana salah seorang dari kalian membolak-balik rotinya dalam perjalanan, sebagai hidangan bagi penduduk Jannah.” Lalu datanglah seorang lelaki dari kalangan Yahudi dan berkata: “Semoga Robb Yang Maha Pengasih memberkahimu wahai Abul Qosim, maukah aku kabarkan kepadamu tentang hidangan penduduk Jannah pada hari Qiyamah?” Beliau menjawab: “Iya.” Lelaki itu berkata: “Bumi akan menjadi satu bongkah roti,” sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi . Maka Nabi memandang kepada kami kemudian beliau tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya. Lalu Nabi  berkata: “Maukah aku kabarkan kepadamu tentang lauk pauk mereka?” Ia menjawab: “Lauk pauk mereka adalah lam dan nun.” Para Shohabat bertanya: “Apakah itu?” Ia menjawab: “Sapi jantan dan paus, yang mana 70.000 orang dapat makan dari bagian menonjol yang paling ni’mat pada hati keduanya.” (HR. Al-Bukhori no. 6520 dan Muslim no. 2792)

Hadits 21: Istana yang Tinggi

Dari Abu Said Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«إِنَّ أَهْلَ الجَنَّةِ يَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ، كَمَا يَتَرَاءَوْنَ الكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الغَابِرَ فِي الأُفُقِ، مِنَ المَشْرِقِ أَوِ المَغْرِبِ، لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ» قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ تِلْكَ مَنَازِلُ الأَنْبِيَاءِ لاَ يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ، قَالَ: «بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، رِجَالٌ آمَنُوا بِاللَّهِ وَصَدَّقُوا المُرْسَلِينَ»

“Sesungguhnya penghunil Jannah benar-benar melihat para pemilik kamar-kamar (istana yang tinggi) di atas mereka, sebagaimana kalian melihat bintang yang bersinar terang yang berlalu di ufuk timur atau barat, karena adanya perbedaan keutamaan di antara mereka.” Para Shohabat bertanya: “Wahai Rosululloh, apakah itu kedudukan para Nabi yang tidak bisa dicapai oleh selain mereka?” Beliau menjawab: “Tentu (bisa dicapai oleh selain mereka), demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, mereka adalah para lelaki yang beriman kepada Alloh dan membenarkan para Rosul.” (HR. Al-Bukhori no. 3256 dan Muslim no. 2831)

Hadits 22: Keinginan Bercocok Tanam dan Langsung Panen

Dari Abu Huroiroh (57 H) rodhiyallahu ‘anhu: Nabi pada suatu hari sedang berbicara, dan di dekat beliau ada seorang lelaki dari penduduk pedalaman (baca: orang Badui):

«أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ اسْتَأْذَنَ رَبَّهُ فِي الزَّرْعِ، فَقَالَ لَهُ: أَلَسْتَ فِيمَا شِئْتَ؟ قَالَ: بَلَى، وَلَكِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَزْرَعَ، قَالَ: فَبَذَرَ، فَبَادَرَ الطَّرْفَ نَبَاتُهُ وَاسْتِوَاؤُهُ وَاسْتِحْصَادُهُ، فَكَانَ أَمْثَالَ الجِبَالِ، فَيَقُولُ اللَّهُ: دُونَكَ يَا ابْنَ آدَمَ، فَإِنَّهُ لاَ يُشْبِعُكَ شَيْءٌ»، فَقَالَ الأَعْرَابِيُّ: وَاللَّهِ لاَ تَجِدُهُ إِلَّا قُرَشِيًّا، أَوْ أَنْصَارِيًّا، فَإِنَّهُمْ أَصْحَابُ زَرْعٍ، وَأَمَّا نَحْنُ فَلَسْنَا بِأَصْحَابِ زَرْعٍ، فَضَحِكَ النَّبِيُّ

“Ada seorang lelaki dari penduduk Jannah meminta izin kepada Robb-nya untuk bercocok tanam. Maka Alloh berfirman kepadanya: ‘Bukankah kamu telah berada di dalam apa (kenikmatan) yang kamu inginkan?’ Lelaki itu menjawab: ‘Benar, akan tetapi aku suka untuk bercocok tanam.’ Maka ia pun menanam benih. Lalu dalam sekejap mata, benih itu tumbuh, tegak, dan siap dipanen hingga hasilnya sebesar gunung-gunung. Kemudian Alloh berfirman: ‘Ambillah ini wahai anak Adam, karena sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang membuatmu kenyang (puas).’” Lalu orang Arob Badui itu berkata: “Demi Alloh, engkau tidak akan mendapati lelaki itu melainkan ia adalah orang Quroisy atau orang Anshor, karena mereka adalah pemilik bercocok tanam (suka bertani), adapun kami maka kami bukan pemilik bercocok tanam.” Maka Nabi pun tertawa. (HR. Al-Bukhori no. 2348)

Hadits 23: Pasar Jannah Setiap Hari Jum’at yang Menambah Ketampanan

Dari Anas bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rosululloh bersabda:

«إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَسُوقًا، يَأْتُونَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ، فَتَهُبُّ رِيحُ الشَّمَالِ فَتَحْثُو فِي وُجُوهِهِمْ وَثِيَابِهِمْ، فَيَزْدَادُونَ حُسْنًا وَجَمَالًا، فَيَرْجِعُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَقَدِ ازْدَادُوا حُسْنًا وَجَمَالًا، فَيَقُولُ لَهُمْ أَهْلُوهُمْ: وَاللهِ لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالًا، فَيَقُولُونَ: وَأَنْتُمْ، وَاللهِ لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالًا»

“Sesungguhnya di Jannah terdapat pasar yang didatangi oleh para penghuninya setiap hari Jum’at, lalu berembuslah angin utara yang menerpa wajah-wajah dan pakaian-pakaian mereka, sehingga membuat mereka semakin bertambah mulia (akhlaq) dan tampan. Mereka pun kembali kepada keluarga mereka dalam keadaan telah bertambah mulia dan tampan, lalu istri mereka berkata kepada mereka: ‘Demi Alloh, sesungguhnya kamu benar-benar telah bertambah mulia dan tampan setelah keberangkatanmu dariku.’ Dia pun menjawab: ‘Dan kamu, demi Alloh, benar-benar telah bertambah mulai dan cantik setelah kutinggalkan.’” (HR. Muslim no. 2833)

Hadits 24: Kekuatan Jima’

Dari Anas bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«يُعْطَى المُؤْمِنُ فِي الجَنَّةِ قُوَّةَ كَذَا وَكَذَا مِنَ الجِمَاعِ»، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَ يُطِيقُ ذَلِكَ؟ قَالَ: «يُعْطَى قُوَّةَ مِائَةٍ»

Seorang Mumin di Jannah akan diberi kekuatan sekian dan sekian dalam hal jima (hubungan intim). Ditanyakan: “Wahai Rosululloh, apakah ia mampu melakukan hal itu?” Beliau menjawab: “Ia diberi kekuatan 100 orang lelaki.” (HSR. At-Tirmidzi no. 2536)

Hadits 25: Nyanyian Para Istri Bidadari dengan Suara Terindah

Dari Abdulloh bin Umar (73 H) rodhiyallahu ‘anhuma, Nabi bersabda:

«إِنَّ أَزْوَاجَ أَهْلِ الْجَنَّةِ لَيُغَنِّينَ أَزْوَاجَهُنَّ بِأَحْسَنِ أَصْوَاتٍ مَا سَمِعَهَا أَحَدٌ قَطُّ، إِنَّ مِمَّا يُغَنِّينَ: نَحْنُ الْخَيْرَاتُ الْحِسَانُ، أَزْوَاجُ قَوْمٍ كِرَامٍ، يَنْظُرْنَ بِقُرَّةِ أَعْيُنٍ، وَإِنَّ مِمَّا يُغَنِّينَ بِهِ: نَحْنُ الْخَالِدَاتُ فَلَا يَمُتْنَهُ، نَحْنُ الْآمِنَاتُ فَلَا يَخَفْنَهُ، نَحْنُ الْمُقِيمَاتُ فَلَا يَظْعَنَّهُ»

“Sesungguhnya istri-istri penghuni Jannah benar-benar akan menyanyi untuk suami-suami mereka dengan suara-suara yang paling indah yang tidak pernah didengar oleh seorang pun sama sekali. Di antara apa yang mereka nyanyikan adalah: ‘Kami adalah wanita-wanita yang sangat baik lagi cantik jelita, istri-istri dari kaum yang mulia, mereka melihat dengan penyejuk mata.’ Dan di antara apa yang mereka nyanyikan dengannya adalah: ‘Kami adalah wanita-wanita yang kekal maka kami tidak mati, kami adalah wanita-wanita yang aman maka kami tidak takut, kami adalah wanita-wanita yang menetap maka kami tidak berpindah.” (Shohih Al-Jami’ Ash-Shoghir no. 1561)

Bab 4

Puncak Keni’matan dan Keridhoan Alloh

Hadits 26: Alloh Menghalalkan Keridhoan-Nya dan Tidak Murka Selamanya

Dari Abu Sa’id Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ لِأَهْلِ الجَنَّةِ: يَا أَهْلَ الجَنَّةِ؟ فَيَقُولُونَ: لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ، فَيَقُولُ: هَلْ رَضِيتُمْ؟ فَيَقُولُونَ: وَمَا لَنَا لاَ نَرْضَى وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، فَيَقُولُ: أَنَا أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالُوا: يَا رَبِّ، وَأَيُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ؟ فَيَقُولُ: أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي، فَلاَ أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا»

“Sesungguhnya Alloh berfirman kepada penduduk Jannah: ‘Wahai penduduk Jannah.’ Mereka menjawab: ‘Kami penuhi panggilan-Mu wahai Robb kami, dengan penuh kebahagiaan, dan segala kebaikan berada di kedua tangan-Mu.’ Alloh berfirman: ‘Apakah kalian telah ridho?’ Mereka menjawab: ‘Mengapa kami tidak ridho, wahai Robb kami, padahal Engkau telah memberikan kepada kami apa yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu?’ Alloh berfirman: ‘Maukah Aku berikan kepada kalian yang lebih utama daripada itu semua?’ Mereka bertanya: ‘Wahai Robb kami, apakah ada sesuatu yang lebih utama daripada itu semua?’ Alloh berfirman: ‘Aku menghalalkan keridhoan-Ku bagi kalian, sehingga Aku tidak akan murka kepada kalian setelah ini selama-lamanya.’” (HR. Al-Bukhori no. 6549 dan Muslim no. 2829)

Hadits 27: Keni’matan Terbesar Melihat Wajah Robb Tanpa Penghalang

Dari Suhaib bin Sinan (38 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، قَالَ: يَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ؟ فَيَقُولُونَ: أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا؟ أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ، وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ؟ قَالَ: فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ، فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ»

“Apabila penduduk Jannah telah masuk ke dalam Jannah, Alloh Tabaroka wa Ta’ala berfirman: ‘Apakah kalian menginginkan sesuatu yang dapat Aku tambahkan untuk kalian?’ Mereka menjawab: ‘Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam Jannah dan menyelamatkan kami dari Naar?’” Beliau bersabda: “Kemudian Alloh menyingkap hijab pembatas, maka tidak ada suatu keni’matan pun yang telah diberikan kepada mereka yang lebih mereka cintai daripada melihat kepada Robb mereka ‘Azza wa Jalla.” (HR. Muslim no. 181)

Hadits 28: Melihat Wajah Alloh di Pagi dan Sore

Dari Jarir bin Abdillah (51 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Kami pernah duduk di sisi Nabi , lalu beliau memandang ke arah bulan pada malam purnama, kemudian beliau bersabda:

«إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ، كَمَا تَرَوْنَ هَذَا القَمَرَ، لاَ تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ، فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لاَ تُغْلَبُوا عَلَى صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا فَافْعَلُوا»

“Sesungguhnya kalian akan melihat Robb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak akan saling berdesakan dan tidak silau dalam melihat-Nya. Maka jika kalian mampu untuk tidak terkalahkan dari mendirikan Sholat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, lakukanlah.” (HR. Al-Bukhori no. 554 dan Muslim no. 633)

Hadits 29: Penyembelihan Kematian di Antara Jannah dan Naar

Dari Abu Sa’id Al-Khudri (74 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh bersabda:

«يُؤْتَى بِالْمَوْتِ كَهَيْئَةِ كَبْشٍ أَمْلَحَ، فَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا أَهْلَ الجَنَّةِ، فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنْظُرُونَ، فَيَقُولُ: هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا؟ فَيَقُولُونَ: نَعَمْ، هَذَا المَوْتُ، وَكُلُّهُمْ قَدْ رَآهُ، ثُمَّ يُنَادِي: يَا أَهْلَ النَّارِ، فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنْظُرُونَ، فَيَقُولُ: وهَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا؟ فَيَقُولُونَ: نَعَمْ، هَذَا المَوْتُ، وَكُلُّهُمْ قَدْ رَآهُ، فَيُذْبَحُ ثُمَّ يَقُولُ: يَا أَهْلَ الجَنَّةِ خُلُودٌ فَلاَ مَوْتَ، وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُودٌ فَلاَ مَوْتَ، ثُمَّ قَرَأَ: ﴿وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ - وَهَؤُلاَءِ فِي غَفْلَةٍ أَهْلُ الدُّنْيَا - وَهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

“Kematian akan didatangkan pada hari Qiyamah dalam bentuk seekor domba jantan yang berbulu putih bercampur hitam, lalu ada seorang penyeru memanggil: ‘Wahai penduduk Jannah!’ Maka mereka pun mengangkat kepala dan melihat. Penyeru itu bertanya: ‘Apakah kalian mengenali ini?’ Mereka menjawab: ‘Iya, ini adalah kematian,’ dan mereka semua memang pernah melihatnya. Kemudian penyeru itu memanggil lagi: ‘Wahai penduduk Naar!’ Maka mereka pun mengangkat kepala dan melihat. Penyeru itu bertanya: ‘Apakah kalian mengenali ini?’ Mereka menjawab: ‘Iya, ini adalah kematian,’ dan mereka semua memang pernah melihatnya. Lalu domba jantan tersebut disembelih, kemudian penyeru itu berkata: ‘Wahai penduduk Jannah, sekarang kekekalan yang abadi dan tidak ada lagi kematian, dan wahai penduduk Naar, sekarang kekekalan yang abadi dan tidak ada lagi kematian.’” Kemudian Nabi membaca ayat: “Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala urusan telah diputus, sedangkan mereka dalam kelalaian’, mereka yang dalam kelalaian itu adalah penduduk dunia, ‘dan mereka tidak beriman.’” (HR. Al-Bukhori no. 4730 dan Muslim no. 2849)

Bab 5

Amalan-Amalan Pengantar Menuju Jannah

Hadits 30: Kunci Jannah Adalah Persaksian Kalimat Tauhid

Dari ‘Ubadah bin Ash-Shomit (34 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ العَمَلِ» «مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ أَيَّهَا شَاءَ»

“Siapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Alloh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rosul-Nya, dan bahwa ‘Isa adalah hamba Alloh, Rosul-Nya, serta kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan ruh dari-Nya, serta bersaksi bahwa Jannah adalah benar adanya dan Naar adalah benar adanya, niscaya Alloh akan memasukkannya ke dalam Jannah bagaimanapun tingkatan amal yang telah dilakukannya, dari 8 pintu Jannah manapun yang ia suka.” (HR. Al-Bukhori no. 3435 dan Muslim no. 28)

Hadits 31: Membangun Masjid dan Balasan Rumah di Jannah

Dari ‘Utsman bin ‘Affan (35 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar Rosululloh bersabda:

«مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ، بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الجَنَّةِ»

“Siapa membangun sebuah Masjid karena mengharapkan wajah Alloh, niscaya Alloh akan membangunkan baginya yang permisalan seperti itu di dalam Jannah.” (HR. Al-Bukhori no. 450 dan Muslim no. 533)

Hadits 32: Sholat Sunnah 12 Rokaat dalam Sehari Semalam

Dari Ummu Habibah rodhiyallahu ‘anha, istri Nabi , beliau berkata: Aku mendengar Rosululloh bersabda:

«مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا، غَيْرَ فَرِيضَةٍ، إِلَّا بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»

“Tidaklah ada seorang hamba Muslim yang mendirikan Sholat Sunnah karena Alloh setiap harinya sebanyak 12 rokaat secara sukarela, bukan Sholat Wajib, melainkan pasti Alloh akan membangunkan baginya sebuah rumah di dalam Jannah.” (HR. Muslim no. 728)

Hadits 33: Jaminan Rumah di Pinggir, Tengah, dan Atas Jannah Bagi Pemilik Akhlaq Mulia

Dari Abu Umamah Al-Bahili (86 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh bersabda:

«أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ»

“Aku memberikan jaminan sebuah rumah di pinggiran Jannah bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia berada di pihak yang benar, sebuah rumah di tengah Jannah bagi orang yang meninggalkan kedustaan meskipun dalam keadaan bercanda, dan sebuah rumah di tingkatan tertinggi Jannah bagi orang yang memperbagus akhlaqnya.” (HHR. Abu Dawud no. 4800)

Hadits 34: Menyingkirkan Gangguan dari Jalan

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ، كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ»

“Sungguh aku telah melihat seorang lelaki yang bersenang-senang meni’mati keni’matan di dalam Jannah disebabkan sebatang pohon yang dia potong dan singkirkan dari tengah jalan, yang mana dahulu pohon tersebut mengganggu manusia yang lewat.” (HR. Muslim no. 1914)

Hadits 35: Jalan Menuju Jannah dengan Menuntut Ilmu

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh bersabda:

«مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ»

“Siapa menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu syar’i, niscaya Alloh akan memudahkan baginya dengan jalan tersebut jalan menuju ke dalam Jannah.” (HR. Muslim no. 2699)

Hadits 36: Sabar dari Kesusahan Hidup

Dari ‘Atho bin Abi Robah (114 H), dia berkata: Ibnu ‘Abbas (68 H) rodhiyallahu ‘anhuma berkata kepadaku, “Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni Jannah?” Aku menjawab, “Tentu saja mau.” Dia berkata, “Wanita berkulit hitam ini dahulu pernah datang menemui Nabi lalu berkata:

إِنِّي أُصْرَعُ، وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي، قَالَ: «إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الجَنَّةُ، وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ» فَقَالَتْ: أَصْبِرُ، فَقَالَتْ: إِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي أَنْ لاَ أَتَكَشَّفَ، فَدَعَا لَهَا

‘Sesungguhnya aku mengidap penyakit ayan (epilepsi) yang sering kambuh, dan sesungguhnya apabila penyakitku kambuh maka aurotku tanpa sadar terbuka, maka berdoalah kepada Alloh untuk kesembuhanku.’ Beliau bersabda: ‘Jika kamu mau, kamu bisa bersabar menerima ujian ini dan bagimu adalah balasan Jannah, dan jika kamu mau, aku akan berdoa kepada Alloh agar Dia menyembuhkanmu.’ Wanita itu menjawab: ‘Aku memilih bersabar.’ Kemudian dia berkata lagi: ‘Namun sesungguhnya aurotku sering terbuka, maka berdoalah kepada Alloh agar aurotku tidak terbuka ketika kambuh.’ Maka beliau pun berdoa kebaikan untuk wanita tersebut.” (HR. Al-Bukhori no. 5652 dan Muslim no. 2576)

Hadits 37: Sabar dari Buta Dibalas Jannah

Dari Anas bin Malik (93 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar Nabi bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ قَالَ: إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ، عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الجَنَّةَ»

“Sesungguhnya Alloh berfirman: ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan melenyapkan kedua kekasihnya (yaitu sepasang matanya hingga menjadi buta) kemudian dia bersabar, niscaya Aku akan menggantikan bagi dirinya dari kehilangan kedua matanya itu dengan balasan Jannah.’” (HR. Al-Bukhori no. 5653)

Hadits 38: Menanggung Anak Yatim Menjadi Tetangga Nabi di Jannah

Dari Sahl bin Sa’d (91 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh bersabda:

«وَأَنَا وَكَافِلُ اليَتِيمِ فِي الجَنَّةِ هَكَذَا» وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالوُسْطَى، وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

“Aku dan orang yang mengasuh serta menanggung anak yatim di dalam Jannah kedudukannya adalah seperti ini.” Beliau memberikan isyarat dengan merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu merenggangkan di antara keduanya sedikit. (HR. Al-Bukhori no. 5304)

Hadits 39: Membaca Ayat Kursi Setiap Selesai Sholat Wajib

Dari Abu Umamah Al-Bahili (86 H) rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rosululloh bersabda:

«مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ»

“Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai mendirikan Sholat Fardhu (wajib), tidak ada satu pun yang dapat menghalanginya untuk masuk ke dalam Jannah melainkan kematian itu sendiri.” (HSR. An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubro no. 9848)

Hadits 40: Menjaga Lisan dan Kemaluan Sebagai Jaminan Jannah

Dari Sahl bin Sa’d (91 H) rodhiyallahu ‘anhu, dari Rosululloh , beliau bersabda:

«مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الجَنَّةَ»

“Siapa yang sanggup memberikan jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara kedua tulang dagunya (yaitu lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (yaitu kemaluan), niscaya aku akan memberikan jaminan baginya berupa balasan Jannah.” (HR. Al-Bukhori no. 6474)

Penutup

Alhamdulillah, dengan pertolongan Alloh , penyusunan kitab “Arbain Jannah” yang menghimpun 40 Hadits pokok tentang sifat, penghuni, keni’matan, serta amalan pembuka pintu Jannah telah selesai dengan sempurna.

Semoga lembaran-lembaran ini menjadi pengingat yang kokoh bagi jiwa kita untuk senantiasa merindukan Jannah dan beramal sholih demi meraih ridho Robb semesta alam.

Sholawat serta salam semoga senantiasa terlimpah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad .[NK]

 

Unduh PDF dan Word

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Kuliah Online Gratis S1 dan S2 Dibuka!!!

Full Bahasa Arob!

Jika belum mahir bahasa Arob, klik sini